Anda di halaman 1dari 3

ABSTRAK

Fasilitas irradiator gamma dapat digunakan dalam berbagai aplikasi seperti penelitian biologi
dan kimia, sterilisasi peralatan medis dan produk. Pemetaan dosis harus dilakukan dalam
peralatan ini untuk menetapkan parameter operasional pabrik, seperti keseragaman dosis,
efisiensi pemanfaatan sumber dan posisi dosis maksimum dan minimum. The isodoses kurva
diukur dengan menggunakan dosimeter atau simulasi komputer. Karya ini mengevaluasi
dosis yang diserap di Fasilitas CDTN / CNEN GammaCell Iradiasi, menggunakan Monte
Carlo N-Partikel (MCNP) kode.
Kata kunci: Monte Carlo; GammaCell 220; Isodose; dosimetri; MCNP

Iradiator Dan Aplikasinya Untuk Pangan


Iradiator merupakan suatu fasilitas untuk melakukan iradiasi berbagai macam sampel atau
produk dengan tujuan penelitian, pengembangan, pengawetan, dan sterilisasi. Karena itu,
irradiator dapat disebut sebagai fasilitas iradiasi. Berdasarkan jenis radiasi pengion yang
digunakan, radiator dikelompokkan menjadi iradiator gamma dan irradiator elektron.
Iradiator gamma terbagi lagi menjadi empat kategori yang umumnya menggunakan zat
radioaktif Co-60, sedangkan irradiator electron terbagi menjadi dua kategori dan
menggunakan filamen, biasanya terbuat dari tungsten, atau plasma sebagai sumber radiasi.
Untuk memenuhi kebutuhan para peneliti dalam memanfaatkan nuklir dan teknologinya,
pada tahun 1968 Pusat Aplikasi Teknologi Isotopdan Radiasi (PATIR) BadanTenaga Nuklir
Nasional (BATAN) melengkapi peralatan penelitian yang ada dengan fasilitas iradiasi berupa
iradiator gamma kategori I yang oleh pabrikannya diberinama Gamma Cell 220. Melalui
pemanfaatan iradiator Gamma Cell 220 telah dihasilkan padi varietas Atomita I sebagai hasil
awal produk penelitian PATIR-BATAN di bidang pangan. Setelah itu, dalam rangka
memperluas pemanfaatan teknologi radiasi PATIR-BATAN menambah fasilitas iradiasi yang
sudah ada dengan fasilitas iradiasi yang memiliki potensi pemanfaatan yang lebih besar, yaitu
iradiator panorama serbaguna (IRPASENA) pada tahun 1978, irradiator karet alam (IRKA)
pada tahun 1983 dan iradiator Gamma Chamber 4000A pada tahun 1993. Struktur iradiator
Gamma Chamber 4000A mirip iradiator Gamma Cell 220 dan pemanfaatannya sebagai
pengganti iradiator Gamma Cell 220 yang aktivitasnya sudah relatif rendah sekali. Selain
iradiator gamma, sejak tahun 1994 PATIR-BATAN juga memiliki iradiator elektron atau
mesin berkas elektron (MBE-GJ 2) yang hingga kini masih berfungsi dan digunakan untuk
kegiatan penelitian.
Aplikasi iradiator untuk pangan, khususnya iradiator gamma, terus berkembang. Sejak
dihasilkan varietas padi Atomita I penelitian padi dengan teknologi radiasi terus berlanjut
dengan menghasilkan berbagai varietas. Varietas padi yang mutakhir diberi nama padi
Pandan Putri. Selain padi, beberapa penelitian jenis pangan lainnya yang menggunakan
teknologi radiasi adalah sorgum, kacang kedelai, kacang hijau, buah pisang, dan umbi akar.
Iradiator gamma juga digunakan untuk perlakuan karantina produk pangan berupa buah
mangga yang penelitiannya saat ini sedang dilakukan bekerja sama dengan Australian Centre
for International Agricultural Research (ACIAR). Dalam kerja sama tersebut digunakan
IRPASENA. Untuk aplikasi teknologi nuklir yang memerlukan aktivitas iradiator atau dosis
radiasi yang lebih tinggi maka digunakan IRKA. Terkait dengan pemanfaatannya untuk
pangan, IRKA biasa digunakan untuk pengawetan pangan olahan, misalnya tahu, dan pangan
olahan siap saji, misalnya pepes ikan dan rendang.
Kegunaan:
Selain digunakan untuk penelitian pangan guna mendapatkan varietas yang lebih unggul,
karantina dan pengawetan pangan serta pangan olahan siap saji, iradiator dapat pula

digunakan untuk sterilisasi berbagai macam produk kesehatan, misalnya jarum suntik dan alat
kontrasepsi. Pemanfaatan iradiator gamma untuk pengawetan telah banyak dipakai oleh
industri herbal, kosmetik, dan obat.

Keuntungan Teknis/Ekonomi:
Teknologi pengawetan menggunakan iradiasi sinar gamma merupakan teknologi terkini yang
diminati karena memiliki berbagai keunggulan dibandingkan teknologi konvensional.
Beberapa keunggulan tersebut misalnya proses iradiasi yang efektif dan efisien, tidak
menimbulkan residu bahan kimia pada produk yang diiradiasi, dan tidak mencemari
lingkungan.
Masa simpan yang pendeksuatu produk merupakan masalah utama bagi industri yang volume
produksinya besar,karena dapat menimbulkan kerugian akibat kerusakan dalam masa
penyimpanan dan transportasi. Masalah masa simpan ini dapat diatasi dengan radiasi
sehingga masa simpan produk menjadi lebih lama. Sebagai contoh, masa simpan pangan
olahan berupa tahu hanya dapat bertahan selama tiga hari tanpa radiasi, sedangkan setelah
melalui proses pengawetan dengan radiasi masa simpannya menjadi dua bulan. Dengan
demikian, proses pengawetan dengan radiasi dapat memberikan keuntungan ekonomi, tanpa
menimbulkan efek samping pada produk dan lingkungan.