Anda di halaman 1dari 29

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA

ANAK KELOMPOK A MELALUI MEDIA KARTU


ANGKA DI PAUD AZZIKRA
MALALAK BARAT
NAMA
NIM
Email

: EMIZAR
: 821635022
: emizaremi@gmail.com
ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan pada kelompok A PAUD Az Zikra, penelitian ini dilatar
belakangi oleh masih rendahnya kemampuan mengenal angka anak terutama dalam
menyebutkan nama angkaa, tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan
kemampuan mengenal angka anak melalui media kartu angka. Jenis penelitian ini
adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan subjek penelitian anak kelompok
A PAUD Az Zikra, tahun pelajaran 2015/2016 sebanyak 10 orang yang terdiri dari 5
orang laki-laki dan 5 orang perempuan, data diperoleh melalui observasi. Penelitian ini
dilakukan 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari tiga kali pertemuan. Manfaat dari
penelitian kelas ini adalah supaya kemampuan anak meningkat dan berkembang secara
optimal, selain itu pihak sekolah dan guru mendapatkan ilmu baru tentang cara
meningkatkan kemampuan mengenal angka anak.
Hasil dari penelitian yang diperoleh rata-rata persentase kemampuan berbahasa
anak melalui permainan tata suku kata bergambar sebelum tindakan masih rendah, pada
siklus I kemampuan mengenal angka anak meningkat menjadi 37%, kemudian pada
siklus II kemampuan mengenal angka anak lebih meningkat lag menjadi 65%i.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah melalui media kartu angka dapat meningkatkan
kemampuan mengenal angka anak.
Kata Kunci

: Kemampuan, media dan kartu angka

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Anak usia dini adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses
perkembangan dengan pesat dan fundamental bagi kehidupan selanjutnya.
Anak usia dini berada pada rentang usia 0-8 tahun. Pada masa ini proses
pertumbuhan dan perkembangan anak dalam berbagai aspek sedang mengalami
masa yang cepat dalam rentang perkembangan hidup manusia. Proses
pembelajaran sebagai bentuk perlakuan yang diberikan pada anak harus
memperhatikan

berbagai

perkembangan anak.

karakteristik

yang

dimiliki

setiap

tahapan

Pendidikan pada anak usia dini pada dasarnya meliputi seluruh upaya dan
tindakan yang dilakukan oleh pendidik dan orang tua dalam proses perawatan,
pengasuhan dan pendidikan pada anak dengan menciptakan aura dan
lingkungan dimana anak dapat mengeksplorasi pengalaman yang memberikan
kesempatan padanya untuk mengetahui dan memahami pengalaman belajar
yang diperolehnya dari lingkungan, melalui cara mengamati, meniru dan
bereksperimen yang berlangsung secara berulang-ulang dan melibatkan seluruh
potensi dan kecerdasan anak.
Untuk dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
yang begitu pesat yang disertai dengan tantangan dan rintangan yang harus
dihadapi dalam era kehidupan yang penuh degan persaingan ini, pendidikan
anak dari usia dini sangat menentukan kehidupan bagaimana yang akan dijalani
anak nantinya. Saat sekarang ini terlihat jelas bahwa semakin tinggi pendidikan
seseorang, maka semakin tinggi pula tuntutan kemampuan anak dalam segala
bidang termasuk kemampuan anak dalam aspek kognitif.
Untuk menghadapi hal tersebut di atas dalam rangka mempersiapkan
generasi yang memiliki kompetensi dalam berbagai aspek maka kemampuan
anak

perlu

ditumbuhkembangkan

sejak

dini,

sesuai

dengan

tingkat

perkembangan, karakter, cara belajar anak dan jenjang pendidikan yang sedang
dijalaninya.
Pada jenjang pendidikan anak usia dini, kemampuan anak dalam ranah
kognitif yaitu dalam mengenal lambang bilangan merupakan salah satu dari
kemampuan dasar anak, disamping kemampuan dalam bidang bahasa, fisik
1
motorik, dan kemampuan dasar dibidang seni dan kreatifitas. Pengembangan
kemampuan kognitif bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir anak. Pada
kemampuan kognitif tersebut, anak diharapkan dapat mengenal konsep sains
dan matematika sederhana.
Kegiatan pengembangan matematika pada anak diorganisir secara
terpadu melalui tema-tema pengembangan yang paling dekat dengan konteks
kehidupan

anak

dan

pengalaman-pengalaman

riil.

Pendidik

dapat

menggunakan media permainan dalam pengembangan yang memungkinkan


anak bekerja dan belajar secara individual, kelompok dan juga klasikal.

Penggunaan media pada kegiatan pengembangan kognitif anak usia dini,


khususnya dalam pengenalan konsep bilangan bertujuan mengembangkan
pemahaman anak terhadap bilangan dan operasi bilangan dengan benda-benda
konkret sebagai pondasi yang kokoh pada anak untuk mengembangkan
kemampuan matematika pada tahap selanjutnya.
1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan pengalaman penulis sebagai pendidik di lapangan di
ditemukan adanya permasalahan dalam kegiatan pengembangan di kelas
yaitu rendahnya kemampuan mengenal konsep bilangan di PAUD Az-zikra
pada Kelompok A. Pada saat proses pengembangan penulis merasakan
peran sebagai pendidik masih menekankan pengembangan yang berpusat
pada pendidik (teacher centered).
Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya peran pendidik yang terlalu
menguasai kelas. Pendidik dengan spontan memberikan tugas kepada anak
tanpa memberikan pilihan kegiatan kepada anak. Kondisi ini ditenggarai
penyebabnya adalah dalam proses pengembangan pendidik kurang
memanfaatkan media dan permainan yang tepat yang dapat menumbuhkan
motivasi belajar anak.
Selain kurangnya media dalam pengembangan dan permainan yang
tepat, hal ini lebih disebabkan oleh minimnya ruangan kelas yang dimiliki
oleh PAUD Az-zikra. Sehingga pendidik merasa kesulitan mencari tempat
jika menambahkan media dan sumber belajar terlalu banyak. Permasalahan
lain yang terjadi di PAUD Az-zikra adalah metode yang digunakan oleh
pendidik masih menggunakan metode rill dan praktek-praktek paperpencil
test.
2. Analisis Masalah
Pada pengembangan kognitif khususnya pada pengenalan konsep
bilangan, pendidik memberikan perintah kepada anak agar mengambil
majalah dan pensil masing-masing. Selanjutnya pendidik memberikan
contoh kepada anak untuk menghitung jumlah benda yang terdapat pada
majalah dan mengisinya dengan angka yang sesuai dengan jumlah benda
tersebut pada kolom yang telah disediakan. Setelah anak mengerti, pendidik

menyuruh anak untuk mengerjakannya sendiri. Hal ini merupakan salah satu
penyebab rendahnya kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan di
PAUD Az-zikra . Sebagai indikator rendahnya kemampuan anak di PAUD
tersebut, dapat dilihat bahwa dari 10 anak kelompok A yang sudah
mengenal bilangan hanya 2 anak (20%), dan sisanya sebanyak 8 anak (80%)
belum bisa mengenal angka.
3. Alternatif dan Prioritas Pemecahan Masalah
Menyikapi fenomena ini,penulis sekaligus sebagai pendidik di sekolah
ini merasa sangat prihatin sekali dengan apa yang telah diamatinya. Prihatin
terhadap kemampuan mengenal lambang bilangan anak yang memang
ternyata jauh dari yang diharapkan, tetapi penulis lebih prihatin lagi
terhadap kemampuan penulis sebagai pendidik dalam proses pengembangan
peserta didiknya mengenal lambang bilangan.
Berdasarkan permasalahan yang terjadi di PAUD Az-zikra, penulis
terinspirasi untuk meneliti secara langsung pemanfaatan media kartu angka
sebagai salah satu cara meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan
anak PAUD dan dapat memperbaiki kondisi pengembangan yang terjadi di
PAUD az-zikra. Media ini dianggap mampu memecahkan masalah diatas
karena dalam proses pengembangan, alat bantu atau media tidak hanya dapat
memperlancar proses komunikasi akan tetapi dapat merangsang siswa untuk
merespon dengan baik segala pesan yang disampaikan.
Penggunaan media pengembangan selain dapat memberi rangsangan bagi
anak untuk terjadinya proses belajar, media dalam pengembangan juga
memiliki peranan penting dalam menunjang kualitas proses pengembangan.
Media dalam pengembangan merupakan segala sesuatu yang digunakan untuk
menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan
kemauan belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang
disengaja, bertujuan, dan terkendali. Selanjutnya untuk meneliti masalah di
atas, Penulis menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan judul
Upaya Peningkatan Kemampuan Mengenal Angka Anak Kelompok A Melalui
Metode Penggunaan Kartu Angka di PAUDAz-zikra Malalak Barat.

B.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka masalah dapat
dirumuskan sebagai berikut:
Bagaimana Upaya Peningkatkan Kemampuan Mengenal Angka Anak
Kelompok A Melalui Media Kartu Angka di PAUD AZ-ZIKRA Malalak Barat?
C. Tujuan Perbaikan
Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu:
1. Mengembangkan potensi anak dalam mengenal angka dan merangsang
Kemampuan mengidentifikasi jumlah dan symbol angka melalui media
Kartu angka.
2. Untuk mengetahui apakah kemampuan mengenal angka peserta didik
Kelompok A dapat ditingkatkan melalui media kartu angka di PAUD
Azzikra
Malalak Barat Agam.
D. Manfaat Perbaikan
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang
lebih

baik bagi anak ataupun pendidik, dalam meningkatkan serta

memperbaiki proses pengembangan dalam berhitung, selain itu juga


diharapkan bagi peneliti lain dapat mengembangkan penggunaan media atau
pendekatan lain guna meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.
1. Manfaat teoritis
Manfaat teoritis dari hasil penelitian ini adalah untuk mengembangkan
pengetahuan tentang ilmu pendidikan yang berhubungan dengan peningkatan
potensi belajar anak usia dini
2. Manfaat praktis
a. Bagi sekolah
Manfaaat penelitian bagi sekolah yaitu sebagai upaya untuk
meningkatkan mutu pendidikan dengan penggunaan metode dan
media yang tepat dan optimal sehingga hasilnya bisa dijadikan sebagai
contoh untuk sekolah-sekolah yang lain.
b. Bagi pendidik

Manfaat penelitian bagi pendidik yaitu menambah pengetahuan serta


mengembangkan kemampuan pendidik dalam menggunakan metode
pengembangan yang lebih menarik dan menyenangkan sehingga
tercipta suasana pengembangan yang kreatif dan lebih baik.
c. Bagi anak
Manfaat penelitian bagi anak yaitu dapat meningkatkan kemampuan
mengenal angka dan merangsang kemampuan mengidentifikasi
jumlah angka dan simbolnya dengan menggunakan media yang
menyenangkan.
d. Para pengawas
Manfaat penelitian bagi pengawas yaitu dapat memanfaatkan hasil
penelitian ini sebagai masukan

bagi penambahan wawasan dalam

kompetensi membimbing pendidik dalam memilih dan menggunakan


strategi pengembangan yang tepat guna dan tepat sasaran.
e. Dinas pendidikan
Manfaat

penelitian

bagi

dinas

pendidikan

yaitu

dapat

menggunakannya sebagai masukan dalam rangka pengambilan


keputusan untuk kebijakan-kebijakan yang bermuara kepada program
peningkatan kemampuan profesional pendidik.
f. Perguruan tinggi sebagai LPTK, semoga hasil penelitian ini
bermanfaat sebagai masukan dalam kebijakan penyempurnaan materi
mata kuliah yang relevan.
II. KAJIAN PUSTAKA
A. Deskripsi Teori
1. Kemampuan Mengenal Angka
a.

Pengertian Kemampuan
Kemampuan adalah perpaduan antara teori dan pengalaman yang

diperoleh dalam praktek di lapangan, termasuk peningkatan kemampuan


menerapkan teknologi yang tepat dalam rangka peningkatan produktivitas
kerja (Tadkirotun, 2012). Menurut Asmani (1996:102), bahwa kemampuan
adalah kapasitas seseorang individu untuk mengerjakan berbagai tugas
dalam suatu pekerjaan. Selanjutnya totalitas kemampuan dari seseorang

individu pada hakekatnya tersusun dari dua perangkat faktor, yakni


kemampuan intelektual dan kemampuan fisik. Kemampuan intelektual
adalah kemampuan untuk menjalankan kegiatan mental. Kemampuan fisik
adalah kemampuan yang diperlukan untuk melakukan tugas-tugas yang
menuntut stamina, kecekatan, kekuatan dan bakat-bakat sejenis.
Menurut Iskandar (2011), kemampuan atau skill adalah berasal dari
kata dasar mampu yang dalam hubungan dengan tugas/pekerjaan berarti
dapat

(kata

sifat/keadaan)

melakukan

tugas/pekerjaan

sehingga

menghasilkan barang atau jasa sesuai dengan yang diharapkan.


Kemampuan dengan sendirinya juga kata sifat/keadaan ditujukan
kepada sifat atau keadaan seseorang yang dapat melaksanakan
tugas/pekerjaan atas dasar ketentuan yang ada.
b. Pengertian Angka
Menurut Tadkirotun (2012) angka atau bilangan adalah lambang
atau simbol yang merupakan suatu objek yang terdiri dari angka-angka.
Sebagai contoh bilangan 10, dapat ditulis dengan dua buah angka (double
digits) yaitu angka 1 dan angka 10).
Bilangan banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Namun
demikian, bilangan yang ditemui anak-anak sebenarnya memiliki arti yang
berbeda-beda. Seperti yang dikemukakan oleh Fatimah (2011:14) anakanak akan belajar membedakan arti bilangan berdasarkan penggunaan
yaitu:
1. Bilangan kardinal menunjukkan kuatitas atau besaran benda dalam
sebuah kelompok.
2. Bilangan ordinal, digunakan untuk menandai urutan dari sebuah benda,
contoh juara kesatu, dering telepon, ke lima kalinya, hari kartini hari
ke 21 di bulan April, dll.
3. Bilangan nominal, digunakan untuk memberi nama benda, contoh:
nomor rumah, kode pos, nomor lantai/ruang di gedung, jam, uang, dll.
Bilangan memiliki beberapa bentuk/ tampilan (representasi) yang
saling berkaitan diantaranya benda nyata, model mainan, ucapan,
simbol (angka atau kata).

Wardani IGAK (2008:27) mengungkapkan bilangan merupakan


suatu konsep tentang bilangan yang terdapat unsur-unsur penting seperti
nama, urutan, bilangan dan Jumlah. Indikator yang berkaitan dengan
kemampuan mengenal konsep bilangan yaitu:
1. counting (berhitung),
2. onetoonecorrespondence (koresponden satusatu),
3. quality (kuantitas),
4. comparison (perbandingan)
5. recognizing and writing numeral (mengenal dan menulis-angka).
Anak memiliki kemampuan counting (berhitung) sebelum berusia
3 tahun bahwa anak mampu menyebutkan urutan bilangan, misalnya satu,
dua, tiga, empat, dan seterusnya. Untuk bisa berhitung anak-anak memulai
berhitung dari 1 sampai 9 setelah itu 10 dan seterusnya yaitu bilangan
yang terdiri dari 2 angka, misalnya anak mampu menyebutkan bilangan
sebelas bukan menyebutkan sepuluh satu dan sebagainya.
2. Media Kartu Angka
a. Pengertian Media
Kata media berasal dari bahasa Latin Medius yang berarti
tengah, perantara, dan pengantar, dalam bahasa Arab, media diartikan
ssebagai perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan kepada
penerima pesan. Menurut Djamarah (1995:136), media adalah alat bantu
apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai suatu
tujuan pembelajaran. Menurut Purnawati dan Eldarni (2001:4), media
merupakan sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan suatu
informasi sehingga dapat merangsang fikiran, perasaan, perhatian, dan
minat anak sehingga terjadi proses belajar.
Media menurut Gagne(1970), media adalah berbagai jenis
komponen dalam lingkungan anak didik yang dapat memotivasi anak didik
untuk belajar. Media menurut Briggs(1970), media adalah segala alat fisik
yang dapat menyajikan pesan serta merangsang anak didik untuk belajar.

Menurut NEA (National Education Association) menyatakan media


adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta
peralatannya. Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, dapat
didengar dan dibaca. Selanjutnya AECT (Association of Educationand
Communication Tehchnology) mengemukakan bahwa media adalah
sebagai alat, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih
mengefektifkan komunikasi dan interdidik dalam proses pendidikan antara
guru dan anak dalam proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah.
1) Jenis-jenis media
Jenis-jenis media yang digunakan dalam meningkatkan
pengetahuan untuk anak usia dini diantaranya adalah:
a) Media Serutan Kayu
b) Media gambar
c) Media Kartu Angka (Nurani, 2012).
2) Manfaat Media
Menurut pendapat yang dikemukakan (Tim PKP PG PAUD.2008)
tentang manfaat media pengajaran dalam proses belajar anak, sebagai
berikut:
1. Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat
menumbuhkan motivasi

belajar.

2. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih


dipahami oleh para

siswa dan memungkinkan siswa menguasai

tujuan pengajaran lebih baik.


3. Metode pengajaran akan lebih bervariasi, tidak sematamata komunikasi
verbal melalui

penuturan katakata oleh guru, sehingga siswa tidak

bosan dan guru tidak kehabisan tenaga


b. Pengertian Kartu Angka
Kartu angka atau alat peraga kartu adalah alat-alat atau
perlengkapan yang digunakan oleh seorang guru dalam mengajar yang
berupa kartu dengan bertuliskan angka sesuai dengan tema yang
diajarkan. Alat peraga kartu adalah alat bantu bagi anak untuk mengingat
pelajaran. Alat peraga kartu angka dapat menimbulkan kesan di hati

sehingga anak-anak tidak mudah melupakannya. Sejalan dengan ingatan


anak akan alat peraga itu, ia juga diingatkan dengan pelajaran yang
disampaikan

guru.

Semakin

kecil

anak,

ia

semakin

perlu

visualisasi/konkret (perlu lebih banyak alat peraga) yang dapat disentuh,


dilihat, dirasakan, dan didengarnya (Nurani, 2012).
Menurut Tadkirotun (2012) kartu angka merupakan fasilitas
penting dalam pembelajaran di sekolah karena bermanfaat untuk
meningkatkan perhatian anak. Dengan alat peraga kartu, anak diajak
secara aktif memperhatikan apa yang diajarkan guru. Satu hal yang harus
diingat, walaupun fasilitas alat peraga kartu yang dimiliki sekolah sangat
minim, tetapi bila penggunaan alat peraga diikuti dengan metode anak
aktif, maka efektifitas pengajaran akan semakin baik. Maka adapun
langkah penerapan penggunaan kartu angka dalam pembelajaran yaitu:
Contoh penerapan untuk anak kelompok A
1) Permainan angka bisa dilakukan dengan kartu angka dan gambar.
2) Anak menghitung jumlah gambar pada kartu
3) Jika hitungannya benar, anak membalik kartu, sehingga terlihat angka.
4) Guru memberikan tanggapan positif
Contoh penerapan untuk anak kelompok B
1) Kartu huruf dikembangkan bentuknya ke kartu angka huruf. Satu sisi
bertulis angka, satu sisi bertulis huruf
2) Mula-mula anak membaca angka
3) Apabila benar, anak boleh membaca hurufnya.
4) Jika anak mau belajar membaca, permainan dibalik, anak membaca
sisi hurufnya terlebih dahulu baru membuka sisi yang bertulis angka.
III. PELAKSANAAN PERBAIKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN
A. Subjek, tempat dan Waktu Serta Pihak yang Membantu Penelitian
1. Subjek dan Tempat Penelitian
Subjek penelitian perbaikan pembelajaran ini adalah anak lokal A di
PAUD Az zikra yang berlokasi di Jorong Jalan Bantiang Tangah nagari
Malalak Barat kecamatan Malalak Barat kabupaten Agam provinsi Sumatera
Barat. Jumlah anak pada lokal A adalah 10 orang dari 5 orang laki-laki dan 5
orang perempuan.

Yang menjadi dasar pertimbangan peneliti untuk menetapkan subjek


dan tempat penelitian adalah karena peneliti adalah pendidik yang bertugas
di PAUD ini dan baru kali ini mencoba menerapkan penggunaan media
kartu angka dalam upaya meningkatkan kemampuan mengenal angka para
peserta didik.
2. Waktu Penelitian
Pelaksanaan penelitian perbaikan pengembangan ini adalah pada
bulan April tahun 2016 dan dilaksanakan dengan dua siklus. Rincian
kegiatannya sebagai berikut: (1)Pertemuan pertama siklus 1 terlaksana pada
hari senin tanggal 11 april dengan waktu lebih kurang 3 x 60 menit,(2)
pertemuan kedua siklus 1 terlaksana pada hari selasa tanggal 12 April
dengan waktu masih sama,(3) pertemuan ketiga siklus 1 terlaksana pad hari
rabu tanggal 13 April dengan waktu 3 x 60 menit sedangkan pertemuan
pertama pada siklus 2 terlaksana pada hari senin tanggal 18 April dengan
waktu masih sama yaitu 3 x 60 menit, pertemuan kedua pada siklus 2 ini
terlaksana pada hari selasa tanggal 19 April dengan waktu 3 x 60 menit,
pertemuan ketiga pada siklus 2 terlaksana pada tanggal 20 April 2016
dengan waktu yang masih sam yaitu kurang lebih 3 x 60 menit.
3. Pihak yang Membantu Penelitian
Penelitian perbaikan pengembangan ini bisa terlaksana dengan baik
dari awal sampai selesainya penulisan laporan ini tidak terlepas dari bantuan
berbagai pihak yang memberikan bimbingan dan pemikiran serta motivasi
kepada peneliti, pihak-pihak yang berkontribusi tersebut adalah: (1) Ibu
Nurfatmi selaku tutor mata kuliah PKP sekaligus sebagai supervisor 1,
(Bapak Irwan S.Ag selaku supervisor 2,(3) Ibu Agustina Yanti A.Ma selaku
kepala sekolah PAUD Az- zikra dan guru senior( 4) jajaran UPT,(5) anak
didik.
4. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas(PTK) yang
dilaksanakan dengan teknik kolaboratif antara peneliti sebagai sebagai
praktisi dengan supervisor 2 sebagai obsever. Oleh karena itu penelitian ini
merupakan penelitian yang berbasis kelas, maka masalah yang diteliti
adalah masalah yang muncul di kelas. IGAK Wardhani dkk(2007:1.25)
menjelaskan bahwa penelitian tindakan kelas

dilaksanakan untuk

memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas


melalui tindakan nyata yang langsung menyentuh subjek penelitian.
Hal ini sejalan dengan Suharsimi( 2008:58) yang mengemukakan
bahwa Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian tindakan yang
dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktek pembelajaran di kelas
dan berfokus pada kelas atau proses pembelajaran yang berlangsung di
kelas.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat diambil suatu
kesimpulan bahwa penelitian tindakan kelas adalah penelitian di bidang
pendidikan yang dilakukan di kelas dengan tujuan memecahkan masalahmasalah pendidikan serta memperbaiki dan meningkatkan kualitas
pengembangan.
Hal yang akan ditingkatkan melalui penelitian tindakan kelas ini
adalah kemampuan mengenal angka siswa kelompok A PAUD Az-zikra
melalui penggunaan media kartu angka
B. Desain Prosedur Perbaikan Pembelajaran Pengembangan
Kegiatan penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, yakni siklus I
dan siklus II. Ada empat tahapan penting yang dilaksanakan dalam dua
siklus

penelitian

tindakan

ini,

yaitu:

rencana,

pelaksanaan,

pengamatan/teknik pengumpulan data/instrumen dan refleksi.


Tabel 3.1 Format Observasi
No Aspek yang Diamati
1.

Anak

dapat

menyebutkan nama
2.

angka
Anak

dapat

menyebutkan nama
3.

angka yang ditunjuk


Anak
dapat
mengurutkan sesuai

4.

urutannya
Anak

dapat

menyesuaikan
angka

sesuai

BSB
f

BSH
F %

BM
f %

BB
f

gambar
b.Dokumentasi
d. Refleksi
Refleksi dilakukan setiap perbaikan pengembangan berakhir. Peneliti
mengadakan diskusi tentang kegiatan yang telah dilakukan, menganalisa
hasil dari pengamatan untuk memperoleh gambaran bagaimana dampak
dari tindakan yang kita lakukan.Hal yang didiskusikan adalah:
- menganalisis kegiatan yang baru dilakukan untuk mengetahui kelebihan
dan kekurangan serta masalah yang terjadi dalam pengembangan
-kecocokan antara rencana dan pelaksanaan kegiatan pengembangan yang
,

yang telah dilakukan


-mendiskusikan tindakan selanjutnya
-menyimpulkan data yang diperoleh apakah terlihat telah menunjukan
Peningkatan.
2. Siklus II
Dalam

siklus

ini

peneliti

akan

melakukan

perbaikan

kegiatan

pengembangan berdasarkan hal-hal yang ditentukan atau hal-hal yang belum


tercapai pada siklus I. Teknik pelaksanaanya sama dengan siklus I.
3. Teknik Pengumpulan data
a. Format Observasi
Peneliti mengecek kegiatan yang dilakukan anak berdasarkan indikator.
Aspek yang diamati pendidik melalui pedoman ini adalah yang berkaitan dengan
proses pengembangan. Format ini digunakan untuk mengetahui kesesuaian
pelaksanaan tindakan dengan rencana yang sudah disusun sebelumnya. Format
observasi dari peningkatan kemampuan mengenal angka anak melalui media kartu
angka dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Format Observasi
No
1.

2.

Aspek yang diamati


Anak

dapat

menyebutkan

nama

angka
Anak dapat menyebut
nama

3.

BSB
f
%

angka

ditunjuk
Anak bisa

yang
membuat

BSH
F

MB
f
%

BB
f %

urutan
4.

angka

dengan

benar
Anak

dapat

memasangkan

angka

sesuai gambar
b. Dokomentasi
Pneliti mendokumentasikan berupa RKH, lembar observasi dan toto yang
diambil waktu pengembangan berlangsung.
c.Teknik Analisis Data
Setelah teknik pengumpulan data dilakukan, maka langkah selanjutnya
adalah menganalisis data. Data yang telah berhasil dikumpulkan kemudian
dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Dengan menggunakan
rumus dari Haryadi(2009:24) sebagai berikut:
P = F/N X100 %
keterangan p= persentase yang dilakukan
f= frekuensi nilai anak
n=jumlah anak
Untuk menentukan keaktifan anak berdasarkan capaian yang diperoleh
seperti:BSB, BSH, MB,BB ditentukan berdasarkan kriteria sebagai berikut:
Tabel 3.2 Klasifikasi Persentase
KLASIFIKASI
BSB

PERSENTASE
75-100%

BSH
MB
BB

50-74%
25-49%
0-24%

Data dapat dianalisis dengan teknik sebagai berikut:


1.
Analisis observasi
Hasil observasi dianalisis dengan melakukan penilaian dalam bentuk
2.
3.

kalimat yang dijabarkan


Analisis catatan laporan
catatan laporan dianalisis dengan cara mengelompokkan ringkasan dalam
bentuk pernyataan tentang kemampuan anak dalam mengenal angka1-20
Melakukan tindakan dengan kegiatan yang berkaitan dengan mengenal

angka 1-20 bertujuan untuk mendapatkan hasil dari penelitian.


Hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki juga apa saja yang harus menjadi perhatian
pada tindakan selanjutnya. Hal-hal yang dapat diperhatikan dan merupakan bagian

dari refleksi dari kegiatan pengenalan angka dengan menggunakan media kartu
angka adalah:
a. Anak menggunakan media kartu angka berwarna untuk meningkatkan
pemahaman.
b. Pada umumnya anak menyenangi kartu angka yang berwarna cerah dan
menarik.
c. Anak bersemangat dan kreatif dalam mencari kartu angka yang disebutkan
guru

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


Pada bagian ini peneliti akan memaparkan hasil temuan penelitian
dalam upaya meningkatkan kemampuan mengenal angka anak melalui
media kartu angka di PAUD Az-zikra. Temuan-temuan penelitian tersebut
akan diuraikan berdasarkan siklus-siklus pengembangan.
Pelaksanaan tindakan dibagi menjadi 2 siklus, data dari setiap siklus
ersebut akan dipaparkan secara terpisah antara siklus 1 dengan siklus
berikutnya. Pemisahan itni dilakukan agar peningkatan perkembangan anak
dari kedua siklus ini dapat terlihat dengan jelas. Hasil penelitian dari setiap
siklus dapat dideskripsikan sebagai berikut:
A. Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pengembangan
1. Deskripsi Hasil Siklus I
Siklus I telah direncanakan sebanyak tiga kali pertemuan.
Pertemuan

pertama dilaksanakan pada hari Senin tanggal 11 April2016,

pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 12 April 2016 dan
pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 13 April 2016.
RENCANA KEGIATAN SIKLUS I
RKH
Ke

Pembukaan

Inti

Penutup

Menyanyi bersama,
lagu
Bintang kecil

II

Menyanyi individual
Bintang kecil

III

Menyanyi individual
Bintang kecil
disertai dengan
gerakan

Mengisi angka
pada kotak kosong
sesuai jumlah
gambar bintang
pada satu sisi kartu
Membuat gambar
bintang sesuai
dengan jumlah
angka yang ada
Menarik garis dari
sejumlah gambar
ke angka yang
disediakan

Menceritakan kembali
kegiatan yang sudah
dilakukan hari tersebut

Bercerita tentang
benda-benda langit

Tanya jawab tentang


macam-macam benda
langit

Tabel 4.3
Hasil Observasi Peningkatan Kemampuan Mengenal Angka Anak Melalui
Media Kartu Angka Pertemuan 3 siklus I
No

Nilai

BSB

1.

Mampu
menyebutkan nama
angka

10%

BSH
MB
Jumlah anak
4 40%
5 50%

2.

Menyebutkan angka
yang ditunjuk

10%

3 30%

60%

0%

3.

Mampu menyusun
angka sesuai
urutannya

0%

3 30%

70%

0%

4.

Mampu
menyebutkan angka
sesuai gambar
Rata-rata

10%

4 40%

50%

0%

7,5%

35%

Keterangan
BSB :Berkembang Sangat Baik
BSH :Berkembang Sesuai Harapan
MB :Mulai Berkembang
BB :Belum Berkembang

57,5%

BB
0

0%

Berdasarkan tabel 4.3 di atas, hasil observasi tentang pengenalan angka


melalui media kartu angka yang bervariasi pada kondisi sebelum tindakan adalah:
Aspek 1, anak yang mampu menyebutkan nama angka berkembang sangat
baik adalah sebanyak 1 orang dengan persentase 10%,anak yang mampu
menyebutkan nama angka berkembang sesuai harapan adalah sebanyak 4 orang
dengan persentase 40%, anak yang memiliki kemampuan menyebutkan nama
angka mulai berkembang sebanyak 5 orang dengan persentase 50% sedangkan
anak yang belum berkembang sama sekali dalam menyebutkan nama angka dan
sangat perlu bimbingan sudah tidak ada dengan persentase 0%.
Aspek 2, anak yang mampu menyebutkan nama angka yang ditunjuk
berkembang sangat baik sebanyak 1 orang dengan persentase 10%, anak yang
mampu menyebutka nama angka yang ditunjuk berkembang sesuai harapan
adalah sebanyak 3 orang dengan persentase 30%, anak yang memiliki kemampuan
menyebutkan nama angka yang ditunjuk baru mulai berkembang sebanyak 6
orang dengan persentase 60%, sedangkan anak yang sama sekali belum
berkembang dalam menyebutkan nama angka yang ditunjuk adalah sudah tidak
ada dengan persentase 0%.
Aspek 3, anak yang memiliki kemampuan menyusun angka sesuai
urutannya berkembang sangat baik tidak ada dengan persentase 0%, anak yang
yang memiliki kemampuan menyusun angka sesuai urutannya berkembang sesuai
harapan sebanyak 3 orang dengan persentase 30 %, anak yang memiliki
kemampuan menyusun angka baru mulai berkembang sebanyak 7 orang dengan
persentase 70 %, sedangkan anak yang belum berkembang sama sekali dalam
menyusun angka sesuai urutannya sudah tidak ada dengan persentase 0 %.
Aspek 4, anak yang memiliki kemampuan menyebutkan angka sesuai
gambar berkembang sangat baik sebanyak 1 orang dengan persentase 10%, anak
yang yang memiliki kemampuan menyebutkan angka sesuai gambar berkembang
sesuai harapan sebanyak 4 orang dengan persentase 40 %, anak yang memiliki
kemampuan menyebutkan angka sesuai gambar baru mulai berkembang sebanyak
5 orang dengan persentase 50 %, sedangkan anak yang belum berkembang sama
sekali dalam menyebutkan angka sesuai gambar sudah tidak ada dengan
persentase 0 %

Peningkatan kemampuan anak dalam mengenal angka pada pertemuan


ketiga siklus I dapat dilihat pada grafik berikut ini:

Grafik 4.3
Hasil Observasi Peningkatan Kemampuan Mengenal Angka Anak

Melalui Media Kartu Angka Pada Pertemuan ketiga Sklus I

Pada grafik di atas terlihat peningkatan

yang sangat baik pada

perkembangan kemampuan mengenal angka anak. Persentase anak yang


mendapatkan nilai berkembang sangat baik sudah mencapai 30%, anak yang
mendapatkan nilai berkembang sesuai harapan naik menjadi 35%, anak dengan
nilai mulai berkembang mulai berkurang menjadi 57,5% dan anak dengan nilai
belum berkembang sudah tidak ditemukan lagi.
4) Refleksi
Sampai dengan pertemuan ketiga siklus I kemampuan anak dalam
mengenal Angka menunjukan hasil yang belum memuaskan, karena hasil yang
dicapai belum Optimal. Untuk peneliti melanjutkan penelitian ke siklus II untuk
melakukan Perbaikan tindakan untuk kemampuan anak dalam mengenal angka
melalui media kartu angka.
d. Refleksi Siklus I
Dari hasil pengolahan data pada siklus I sebanyak tiga kali pertemuan
masih menunjukan hasil yang belum memuaskan untuk kemampuan anak dalam
mengenal lambang bilangan atau angka walaupun sudah mengalami peningkatan.

Untuk itu penelitian akan dilanjutkan pada siklus II. Tidak memuaskannya hasil
yang dicapai pada siklus I diduga karena beberapa penyebab diantaranya adalah
kurang bervariasinya permainan yang dilakukan dalam pemanfaatan kartu angka.
Oleh karena itu pada siklus II peneliti akan melakukan perbaikan lagi dalam
pembelajaran mengenal lambang bilangan melalui media kartu angka. Dalam
pelaksanaannya peneliti akan melibatkan anak secara aktif dalam semua kegiatan
pembelajaran mengenal angka sehingga tidak ada lagi anak yang kurang
mendapatkan kesempatan dalan kegiatan pembelajaran.
Adapun perbaikan yang akan dilakukan pada kegiatan siklus II pertemuan
1 sampai pertemuan ke 3 adalah :
a. Memberikan bimbingan dan motivasi kepada anak yang masih rendah
kemampuannya dalam menyebutkan nama angka.
b. Mendampingi anak dan memberi arahan pada anak yang masih kesulitan
dalam menghafalkan nama nama angka.
c. Melakukan arahan secara terus menerus pada anak yang masih kesulitan
menyusun angka sesuai dengan urutan yang benar.
d. Guru akan berusaha meningkatkan penggunaan media pembelajaran melalui
media kartu angka berwarna dengan cara pemberian reword berupa bintang
pada anak agar anak lebih tertarik dan bersemangat untuk melakukan
kegiatan pembelajaran sehingga kemampuan mengenal angka anak akan lebih
meningkat lagi.
RENCANA KEGIATAN
RKH Ke

Pembukaan

Inti

Menyanyi
individual,
lagubintang kecil
Menyanyi individual
bintang kecil
disertai dengan
gerakan
Menghitung kata
dalam lagu bintang
kecil

Menempel kartu
angka pada gambar
yang sudah disediakan
Melanjutkan penulisan
angka yang belum
selesai

Bercerita tentang
manfaat matahari

Menulis dengan
tulisan nama angka

Bercerita tentang
akibat jika tidak
ada matahari

II

III

Penutup

Menceritakan
pengalaman
melihat bulan sabit

3. Deskripsi Siklus II
Satu siklus untuk siklus II yang Telah disusun. Deskripsi Siklus II
Siklus II dilakukan setelah melakukan refleksi hasil dari siklus I. Pelaksanaan
tindakan pada siklus II sama dengan siklus I yaitu kegiatan awal, kegiatan inti
dan kegiatan penutup.
Tabel 4.6
Hasil Observasi Peningkatan Kemampuan Anak Mengenal Angka
Melalui Media Kartu Angka Pada Siklus II Pertemuan 3
No

Nilai

1.

Mampu
menyebutkan nama
angka
Menyebutkan angka
yang ditunjuk
Mampu menyusun
angka sesuai
urutannya
Mampu
menyebutkan angka
sesuai gambar
Rata-rata

2.
3.
4.

BSB
6

60%

BSH
MB
Jumlah anak
4 40%
0 0

60%

3 30%

1 10%

0 0

70%

3 30%

0 0

0 0

70%

3 30%

0 0

0 0

65%

32,5%

2,5%

BB
0 0

Keterangan
BSB : Berkembang Sangat Baik
BSH : Berkembang Sesuai Harapan
MB : Mulai Berkembang
BB : Belum Berkembang
Berdasarkan tabel 4.6 di atas, hasil observasi tentang pengenalan angka
melalui media kartu angka yang bervariasi pada kondisi sebelum tindakan adalah:
Aspek 1, anak yang mampu menyebutkan nama angka berkembang sangat
baik adalah sebanyak 6 orang dengan persentase 60%,anak yang mampu
menyebutkan nama angka berkembang sesuai harapan adalah sebanyak 4 orang
dengan persentase 40%, anak yang memiliki kemampuan menyebutkan nama
angka mulai berkembang sudah tidak ditemukan lagi dan juga anak yang belum
berkembang sama sekali dalam menyebutkan nama angka juga sudah tidak
ditemukan lagi .
Aspek 2, anak yang mampu menyebutkan nama angka yang ditunjuk
berkembang sangat baik sebanyak 6 orang dengan persentase 60%, anak yang

mampu menyebutka nama angka yang ditunjuk berkembang sesuai harapan


adalah sebanyak 3 orang dengan persentase30%, anak yang memiliki kemampuan
menyebutkan nama angka yang ditunjuk baru mulai berkembang sebanyak 1
orang dengan persentase 10%, sedangkan anak yang sama sekali belum
berkembang dalam menyebutkan nama angka sudah tidak ada.
Aspek 3, anak yang memiliki kemampuan menyusun angka sesuai
urutannya berkembang sangat baik sebanyak 7 orang dengan persentase 70%,
anak yang yang memiliki kemampuan menyusun angka sesuai urutannya
berkembang sesuai harapan sebanyak 3 orang dengan persentase 30 %, anak yang
memiliki kemampuan menyusun angka baru mulai berkembang sudah tidak ada,
dan anak yang belum berkembang sama sekali dalam menyusun angka sesuai
urutannya juga sudah tidak ada.
Aspek 4, anak yang memiliki kemampuan menyebutkan angka sesuai
gambar berkembang sangat baik sebanyak 7 orang dengan persentase 70%, anak
yang yang memiliki kemampuan menyebutkan angka sesuai gambar berkembang
sesuai harapan sebanyak 3 orang dengan persentase 30 %, anak yang memiliki
kemampuan menyebutkan angka sesuai gambar sudah tidak ada juga anak yang
belum berkembang sama sekali dalam menyebutkan angka sesuai gambar sudah
tidak ada.

Grafik 4.6
Hasil Observasi Peningkatan Kemampuan Mengenal Angka Anak Melalui
Media Kartu Angka Pada Pertemuan ketiga siklus II

4. Refleksi
Hasil refleksi dari siklus 1I pertemuan ketiga pada siklus I sampai pertemuan ke
tiga siklus II terlihat peningkatan kemampuan mengenal angka anak melalui
media kartu angka. Kemampuan mengenal angka anak dengan aspek BSB
berkembang menjadi 65 %
d. Refleksi Siklus II
Refleksi siklus II dilaksanakan berdasarkan hasil pengolahan data pada
Pertemuan pertama sampai pertemuan ketiga kemudian diolah secara
Keseluruhan tga kali pertemuan yang dilakukan pada siklus II ini.
Berdasarkan hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa kemampuan
menngenal angka anak mengalami peningkatan yang baik. Dan hasil pengolahan
data menunjukan bahwa 65% telah mencapai criteria berkembang sesuai harapan.
Berdasarkan

hasil

pengolahan

data

maka

peneliti

memutuskan

untuk

menghentikan penelitian sampai denga siklus II ini.


Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan pada siklus 1I sebanyak 3
kali pertemuan, guru menemukan bahwa :
a. Anak terlihat senang melakukan kegiatan menyebutkan nama angka.
b. kemampuan anak dalam menyebutkan nama angka yang ditunjuk sudah
sesuai harapan.
c. Anak sudah semakin bisa menyusun urutan angka sesuai aturannya.

d. Anak sudah semakin mengerti memasangkan angka dengan gambar yang


disediakan
B. Pembahasan dari Setiap Siklus
1. Pembahasan Analisis siklus I
Analisis data yang dilakukan selama penelitian pada siklus I telihat
ada peningkatan terhadap kemampuan mengenal angka anak melalui media
kartu angka di PAUD Az-zikra Malalak Barat. Data kuantitatif keseluruhan
anak dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.7
Rekapitulasi Hasil Observasi Perkembangan Kemampuan Mengenal Angka
Anak Melalui Media Katru Angka Pada Siklus I
N Aspek
o
1
2

Pertemuan I
BSB BS
H
%
%
0
20

Mampu
menyebutka
nama angka
Menyebutka 10
n angka
yang
ditunjuk
Mampu
0
menyusun
angka sesuai
urutan
Mampu
0
menyebutka
n angka
sesuai
gambar

Berdasarkan tabel

M
B
%
60

BB
%
20

Pertemuan II
Pertemuan III
BS BS
MB BB BSB BS M
B
H
H
B
%
%
%
% %
%
%
10 30
50 10 10
40
50

20

60

10

10

20

60

10

10

30

60

10

80

10

20

80

30

70

10

70

20

80

di atas, hasil observasi tentang pengenalan angka

melalui media kartu angka yang bervariasi pada kondisi setelah siklus 1 adalah:
Aspek 1, anak yang mampu menyebutkan nama angka berkembang sangat
baik adalah sebanyak 1 orang dengan persentase 10%,anak yang mampu
menyebutkan nama angka berkembang sesuai harapan adalah sebanyak 3 orang

BB
%
0

dengan persentase 30%, anak yang memiliki kemampuan menyebutkan nama


angka mulai berkembang sebanyak 5 orang dengan persentase 50% sedangkan
anak yang belum berkembang sama sekali dalam menyebutkan nama angka dan
sangat perlu bimbingan yaitu sebanyak 1 orang dengan persentase 10%.
Aspek 2, anak yang mampu menyebutkan nama angka yang ditunjuk
berkembang sangat baik sebanyak 1 orang dengan persentase 10%, anak yang
mampu menyebutka nama angka yang ditunjuk berkembang sesuai harapan
adalah sebanyak 2 orang dengan persentase20%, anak yang memiliki kemampuan
menyebutkan nama angka yang ditunjuk baru mulai berkembang sebanyak 6
orang dengan persentase 60%, sedangkan anak yang sama sekali belum
berkembang dalam menyebutkan nama nagka yang ditunjuk adalah sebanyak 1
orang dengan persentase 10%.
Aspek 3, anak yang memiliki kemampuan menyusun angka sesuai
urutannya berkembang sangat baik belum ada dengan persentase 0%, anak yang
yang memiliki kemampuan menyusun angka sesuai urutannya berkembang sesuai
harapan sebanyak 2 orang dengan persentase 20%, anak yang memiliki
kemampuan menyusun angka baru mulai berkembang sebanyak 8 orang dengan
persentase 80 %, sedangkan anak yang belum berkembang sama sekali dalam
menyusun angka sesuai urutannya sudah tidak ada dengan persentase 0 %.
Aspek 4, anak yang memiliki kemampuan menyebutkan angka sesuai
gambar berkembang sangat baik belum ada dengan persentase 0%, anak yang
yang memiliki kemampuan menyebutkan angka sesuai gambar berkembang sesuai
harapan sebanyak 1 orang dengan persentase 10%, anak yang memiliki
kemampuan menyebutkan angka sesuai gambar baru mulai berkembang sebanyak
8 orang dengan persentase 80 %, sedangkan anak yang belum berkembang sama
sekali dalam menyebutkan angka sesuai gambar sebanyak 1 orang dengan
persentase 10 %.
Peningkatan kemampuan mengenal angka anak melalui media kartu angka pada
pertemuan pertama dengan nilai berkembang sangat baik sudah mulai muncul
yaitu 10%, pada pertemuan kedua naik menjadi 20% dan pada pertemuan ketiga
menjadi 30%. Anak dengan nilai berkembang sesuai harapan pada pertemuan
pertama 15%, pada pertemuan kedua menjadi 20% dan pada pertemuan ketiga
menjadi 35%.

Berdasarkan uraian di atas, maka penggunaan media kartu angka yang


bervariasi dapat meningkatkan kemampuan mengenal angka anak, hal ini terbukti
dari pengolahan sebagian besar anak melalui media kartu angka sudah dapat
mengenal angka. Pada saat penelitian.
Peningkatan ini sesusi dengan pendapat Djamarah( 1995:136)

yang

menyatakan media sebagai alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebabai
penyalur pesan guna mencapai suatu tujuan pembelajaran. Sejalan dengan
Purnawati dan Eldarni( 2001:4) media merupakan sesuatu yang dapat digunakan
untuk menyalurkan suatu informasi sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan,
perhatian, dan minat anak sehingga terjadi proses belajar.Menurut Tadkiratun
(2012) kartu angka merupakan fasilitas penting dalam pembelajaran di sekolah
karena bermanfaat untuk meningkatkan perhatian anak.Dengan alat peraga kartu
anak diajak secara aktif memperhatikan apa yang diajarkan guru. Suatu hal yang
harus diingat , walaupun alat peraga kartu yang dimiliki sekolah sangat minim
,tetapi bila penggunaan alat peraga diikuti dengan metode anak aktif, maka
efektifitas pengajaran akan semakin baik.
2. Pembahasan Analisis Siklus II
Berdasarkan hasil pengolahan data pada siklus II yang digambarkan pada
tabel berikut ini adalah peningkatan kemampuan mengenal angka anak yang
dibatasi pada kriteria berkembang sangat baik dan hasil pengolahan data pada
siklus II dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.8
Rekapitulasi Hasil Observasi Perkembangan Kemampuan Mengenal Angka
Anak Melalui Media Kartu Angka Pada Siklus II
N Aspek
o

Mampu
menyebutkan
ama angka

Pertemuan I

Pertemuan II

Jumlah Anak 10
BSB BS M
H
B
%
%
%
10
50 40

Jumlah Anak 10
Jumlah Anak 10
BS BS
MB BB BSB BS M
B
H
H
B
%
%
%
% %
%
%
20 70
10 0
60
40
0

BB
%
0

Pertemuan II
BB
%
0

2
3

Menyebutkan
angka yang
ditunjuk
Mampu
menyusun
angka sesuai
urutan
Mampu
menyebutkan
angka sesuai
gambar

20

40

40

20

60

20

60

30

10

20

40

40

30

50

20

70

30

10

40

50

30

60

10

70

30

Aspek 1, anak yang mampu menyebutkan nama angka berkembang sangat


baik adalah sebanyak 6 orang dengan persentase 60%,anak yang mampu
menyebutkan nama angka berkembang sesuai harapan adalah sebanyak 4 orang
dengan persentase 40%, anak yang memiliki kemampuan menyebutkan nama
angka mulai berkembang sudah tidak ditemukan lagi dan juga anak yang belum
berkembang sama sekali dalam menyebutkan nama angka juga sudah tidak
ditemukan lagi .
Aspek 2, anak yang mampu menyebutkan nama angka yang ditunjuk
berkembang sangat baik sebanyak 6 orang dengan persentase 60%, anak yang
mampu menyebutka nama angka yang ditunjuk berkembang sesuai harapan
adalah sebanyak 3 orang dengan persentase30%, anak yang memiliki kemampuan
menyebutkan nama angka yang ditunjuk baru mulai berkembang sebanyak 1
orang dengan persentase 10%, sedangkan anak yang sama sekali belum
berkembang dalam menyebutkan nama angka sudah tidak ada.
Aspek 3, anak yang memiliki kemampuan menyusun angka sesuai
urutannya berkembang sangat baik sebanyak 7 orang dengan persentase 70%,
anak yang yang memiliki kemampuan menyusun angka sesuai urutannya
berkembang sesuai harapan sebanyak 3 orang dengan persentase 30 %, anak yang
memiliki kemampuan menyusun angka baru mulai berkembang sudah tidak ada,
dan anak yang belum berkembang sama sekali dalam menyusun angka sesuai
urutannya juga sudah tidak ada.
Aspek 4, anak yang memiliki kemampuan menyebutkan angka sesuai
gambar berkembang sangat baik sebanyak 7 orang dengan persentase 70%, anak
yang yang memiliki kemampuan menyebutkan angka sesuai gambar berkembang
sesuai harapan sebanyak 3 orang dengan persentase 30 %, anak yang memiliki

kemampuan menyebutkan angka sesuai gambar sudah tidak ada juga anak yang
belum berkembang sama sekali dalam menyebutkan angka sesuai gambar sudah
tidak ada.
V. SIMPULAN DAN SARAN TINDAK LANJUT
A.

Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan
pada bagian I sampai bagian IV,maka dapat diambil kesimpulan sebagai
berikut:
1. Penggunaan media kartu angka yang dapat diterapkan di PAUD Az-zikra
Malalak Barat dapat meningkatkan kemampuan mengenal angka anak
serta memberikan hasil yang sangat baik bagi perkembangan kemampuan
anak.
2. Metode serta prilaku pendidik dalam menyampaikan pembelajaran
merupakan kunci efektifnya proses pembelajaran di PAUD Az-zikra
Malalak Barat
3. Peningkatan dari perkembangan kemampuan anak dalam mengenal
angka dan konsep bilangan dapat dilihat dari peningkatan pada siklus I ke
siklus II yaitu pada siklus I nilai rata-rata untuk kriteria nilai BSB dengan
persentase 37% pada siklus II naik dengan persentase 65%.

B.

Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas dapat diberikan saran-saran sebagai
berikut:
1. Pihak sekolah sebaiknya menyediakan media-media yang dapat
mengembangkan kemampuan mengenal angka bagi anak melalui
berbagai macam media yang bervariasi.
2. Pendidik dapat menggunakan media kartu angka yang bergambar unik
dan sesuai dengan karakteristik anak.
3. Pendidik dapat menggunakan pencampuran metode seperti metode
pendekatan emosional dengan anak agar pembelajaran dapat berjalan
dengan lancar
4. Pendidik dapat meningkatkan latihan dan bmbingan bagi anak yang
belum paham dan belum mengenal angka.
5. Peneliti telah berhasil melaksanakannya dengan menggunakan subjek
penelitian siswa Kelompok A PAUD Az zikra Jorong Jalan Bantiang

Tangah Malalak Barat, dengan harapan guru dapat memahami terus


kebutuhan dan masalah anak dalam belajar.
6. Bagi pembaca diharapkan dapat menggunakan PKP ini sebagai sumber
ilmu dan menambah wawasan.
DAFTAR PUSTAKA
Asmani, Jamal Maruf. 2011. Penelitian Tindakan Kelas. Jogjakarta :
Laksana
Djamarah. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta
Iskandar. 2011. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : GP Press
Kayvan, Umy.2009. Permainan Kreatif untuk Mencerdaskan Anak. Jakarta
: Media Kita.
Nurani, Yuliani. 2012. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta :
PT Indeks
Tim PKP PG PAUD.2008. Panduan Pemantapan Kemampuan Profesional.
Jakarta : Universitas Terbuka.
Tadkirotun, Mudfiroh. 2012. Pengembangan Kecerdasan Majemuk.
Tangerang : Universitas Terbuka
Wardani IGAK, dkk. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta :
Universitas Terbuka
Nurani Sujiono Yuliani dkk.2011.Metode Pengembangan Kognitif.Jakarta:
Universitas Terbuka.