Anda di halaman 1dari 19

PENGKAJIAN KEPERAWATAN

Nama Mahasiswa

: RATNA DWI PURWANINGSIH

NIM

: 04.112.039

Ruangan

: Kamar Operasi RS. Siti Khodijah Sepanjang

Tanggal Pengkajian

: 21 Juni 2006

jam : 09.20 WIB

IDENTITAS
Nama Pasien

: Sdr. N

Umur

: 22 Tahun

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Suku Bangsa

: Indonesia

Pekerjaan

: Swasta

Pendidikan

: STM

Alamat

: Masangan Kulon

Tanggal MRS

: 21 Juni 2006

Diagnosa Medis

: Fraktur Phalanx Distal Digiti I Manus (S)

KELUHAN UTAMA
Px mengatakan kemeng-kemeng / nyeri di jempol tangan kiri
RIWAYAT KESEHATAN
1. Riwayat Kesehatan / Kesehatan Sekarang
Pasien mengatakan pada tanggal 21 Juni 2006 jam 07.00 terkena pisau tajam
di tempat kerjanya,di jempol tangan kiri dengan perdarahan (+) Px mengeluh pusing,
kemudian px dibawa ke Puskesmas Ngelom Sepanjang (08.00) lalu px dirujuk ke
UGD Siti Khodijah Sepanjang jam 08.25 kemudian perdarahan dihentikan, dibalut
lalu px dianjurkan operasi. Px lalu lalu dioperasi pada tanggal 21 Juni 2006 jam
10.45 11.30 WIB. Untuk pemasangan pinning Px sekarang tampak lemah, terdapat
luka operasi terpasang pinning dan dibalut pada tangan sebelah kiri.
2. Riwayat Kesehatan / Kesehatan Dahulu
Px mengatakan tidak pernah sakit parah (MRS) hanya batuk pilek dan luka
gores saja. Px tidak pernah dioperasi pasien tidak mempunyai penyakit keturunan
(HT, DM, Hipertensi, Hemofili, dll) dan penyakit menular.

PEMERIKSAAN FISIK
PRE OPERASI
B1

: Pasien bernafas tanpa bantuan O2, RR = 16 x/mnt, irama : reguler dengan


RCh (-), WHZ = (-), otot pernafasan normal

B2

: Pasien dengan perdarahan (+) 30 cc, pasien terpasang infus RL InjPragesol 1 amp, T : Ro/70 mmHg, S : 36 oC, N : 88 x/mnt.

B3

: GCS : 4-5-6 komposmentis px mengatakan nyeri pada daerah luka dengan


skala nyeri 3 px banyak bertanya tentang tidakan operasi (yang akan
dilakukan) px kelihatan takut, gelisah dan selalu berdoa px selalu bertanya

B4

saya mau diapakan ? apakah tidak akan terjadi apa-apa, jika dilakukan
operasi

B5

: Produksi urine normal tidak ada gangguan dalam proses miksi dengan warna
jernih kekuning-kuningan

B6

: Makan terakhir 06.45 dan minuman terakhir jam 08.00 terapi oral (-), mual
(-), mual (-), BAB (-).
: Adanya luka terbuka pada jempol tangan kiri px menyatakan nyeri bila
bergerak pada daerah luka segala aktivitas dibantu dan wajah menyeringai.

INTRA OPERASI
B1

: Pasein terpasang mayo no 3, RR 16 x/mnt dengan RCH (-),WHZ (-), otot


pernafasan normal.

B2

: Pasien terpasang infus RL dengan jumlah drh yang keluar 60 CC, inj.
Terfacef profilaksis 2gr T : 120 / 70, S : 36 oC, N : 88 x/mnt.

B3
B4

: Kesadaran menurun dikarenakan efek dari obat anastesi sehingga pasien


tidak mengeluhkan apa-apa.

B5

: Produksi urine - 1 cc/kg, BB dengan warna jernih kekuningan.

B6

: Terapi oral (-),rencana anastesi : RA Brakhialis block, mual (-), Mutah (-)
: Terjadi vasodilatasi pada RA Brakhialis block, otot tulang lemah akibat obat
anastesi mukosa bibir agak kering Px tampak pucat

POST OPERASI
B1

: Pasien bernafas tanpa bantuan O2,RR 16 x/mn, irama reguler degnan RCH
(-),WHZ (-) otot pernafasan normal.

B2

: Pasien dengan perdarahan (-) terpasang infus RL,inj Terfacef profilaksis 2gr,
T : 120/80 mmHg, S : 36 oC, N : 88 x/mnt.

B3
B4

: GCS: 45g kompesmentis, px merasakannyeri pada daerah operasi (Pasang


Pinning) dengan skalanyeri 3

B5

: Produksi urin - 1 CC/Kg BB dengan warna jernih kekuningan.

B6

: Px tidak dipuasakan terapi oral (-), mual dan muntah (-), BAB (-), BAB (-)
: Px mengatakan segala aktivitas dibantu, px hanya di tempat tidur, px nyeri
pada daerah operasi dan sulit untuk digerakkan,px tampak lemah,px
terpasang infus ditangan sebelah kanan. Adanya luka operasi pada jempol
tangan sebelak kiri,terpasang pinning dan dibalut,ajah menyeringi.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
-

Pemeriksaan radiologi
Foto Rongent
Jenis foto : Minus (S) AP/ oblg

ANASTESI RA BRAKHIALIS BLOCK


-

Obat-obatan

Lidocain 2 % 300 mg (7 Amp)

Epineprin (Adrenalin) 0,2 me

Dormikun

Petidin

WFI

Alkohol

DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN


-

Pre Operasi

Cemas berhubungan dengan ketidaktahuan klien tentang penyakitnya dan


prosedur operasi.

Nyeri berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan tulang dan


trauma jaringan sekunder akibat fraktur.

Intra Operasi

Resiko perdarahan berhubungan dengan terputusnya kontinuitas perfusi


jaringan dan perdarahan inra operasi.

Post Operasi

Nyeri berhubungan dengan sekunder akibat iritasi syaraf dalam pembedahan

Keterbatasan aktifitas berhubungan dengan trauma jaringan dan immobilisasi

ANALISA / SINTESA DATA


Tanggal
21-06-06

Data
Ds : Px bertanya saya

Masalah
Cemas

Kemungkinan penyebab
Ketidaktauan
klien

Pre Op

mau diapakan ? apakah

tentang penyakitnya dan

tidak terjadi apa-apa ? px

prosedur operasi

mengatakan cemas
Do : Px gelisah takut dan
banyak bertanya tentang
penyakitya dan prosedur
operasi
S : 36 oC
TD : 120/70 mmHg
RR : 16 x/mnt
N : 88 x/mnt
21-06-06

Ds : Px mengatakan

Nyeri

Terputusnya kontinuitas

Pre Op

kemeng-kemeng / nyeri

jaringan

di jempol tangan kiri.

truma jaringan sekunder

Do : Px sering mengeluh

akibat fraktur

tulang

dan

nyeri, wajah meyeringai,


adanya

luka

terbuka

pada jempol tangan kiri


dan

skala

pemeriksaan

nyeri

3,

radiologi

tampak ada fraktur


S : 36 oC
TD : 120/70 mmHg
RR : 16 x/mnt
N : 88 x/mnt
21-06-06

Ds : Wajah px tampak

Intra Op

pucat dan mukosa bibir perdarahan perfusi


agak kering
Perdarahan yang keluar
60 CC
S : 36 oC
TD : 120/80 mmHg

Resiko

Terputusnya kontinuitas
jaringan

dan

perdarahan intra operasi

Paraf

RR : 16 x/mnt
N : 88 x/mnt
21-06-06

Ds : Px mengatakan /

Nyeri

Sekunder akibat iritasi

Post Op

nyeri di bekas operasi.

syaraf

Do : Px sering mengeluh

pembedahan

dalam

nyeri pada daerah bekas


operasi,wajah
menyeringai,

px

terpenting pinning dan


dibalut
S : 36 oC
TD : 120/80 mmHg
RR : 16 x/mnt
N : 88 x/mnt
21-06-06

Ds : Px mengatakan

Post Op

segala aktivita dibantu


karena nyeri pada daerah
luka.
Do : Px selalu mengeluh
nyeri untuk digerakkan,
px hanya di tempattidur
dan px tampak lemah,px
terpasang infus ditangan
sebelah kanan dan ada
balutan pada bekas luka
operasi di tangan sebelah
kiri.
S : 36 oC
TD : 120/80 mmHg
RR : 16 x/mnt
N : 88 x/mnt

Keterbatan Trauma
aktifitas

jaringan

imomobilisasi

dan

DAFTAR MASALAH / DIAGNOSA KEPERAWATAN


Nama / Umur : Sdr. N
Nomor Reg

: 28 67 - 96

Ruangan

: OK

Nomor
1. Pre Op

Tanggal
Ditemukan Diatasi
berhubungan 21-06-06 21-06-06

Diagnosa keperawatan
Cemas

dengan ketidaktahuan
klien

tentang

penyakitnya

dan

prosedur

operasi

ditandai

dengan

beranya

saya

px
mau

diapakan dan apakah


tidak terjadi apa-apa ?
px cemas, gelisah takut
dan banyak bertanya
tentang

penyakitnya

dan prosedur operasi


S : 36 oC
TD : 120/70 mmHg
RR : 16 x/mnt
N : 88 x/mnt
2. Pre Op

Nyeri

berhubungan

dengan

terputusnya

kontinuitas
tubuh
jaringan

dan

jaringan
trauma
sekunder

akibat fraktur ditandai


dengan px mengatakan
kemeng-kemeng

nyeri di jempol tangan


kiri.
Px sering mengeluh

21-06-06

21-06-06

Masalah yang
Nama & Paraf
pernah dialami

nyeri,

wajah

meyeringai,
luka

adanya

terbuka

pada

jempol tangan kiri dan


skala

nyeri

3,

pemeriksaan radiologi
tampak ada fraktur
S : 36 oC
TD : 120/70 mmHg
RR : 16 x/mnt
N : 88 x/mnt
3. Intra Op Resiko

perdarahan

berhubungan

21-06-06

21-06-06

21-06-06

21-06-06

dengan

terputusnya kontinuitas
perfusi jaringan dan
perdarahan

intera

operasi

ditandai

dengan

Wajah

px

tampak

pucat

dan

mukosa

bibir

agak

kering
Perdarahan

yang

keluar 60 CC
S : 36 oC
TD : 120/80 mmHg
RR : 16 x/mnt
N : 88 x/mnt
4. Post Op

Nyeri

berhubungan

dengan
akibat
dalam

sekunder
iritasi

saraf

pembedahan

ditandai dengan

Px

mengatakan nyeri di
bekas operasi.
Px sering mengeluh

nyeri

pada

daerah

bekas operasi, wajah


menyeringai,

px

terpenting pinning dan


dibalut
S : 36 oC
TD : 120/80 mmHg
RR : 16 x/mnt
N : 88 x/mnt
5. Post Op

Keterbatasan aktivitas
berhubungan

dengan

trauma

jaringan

mobilisasi

ditandai

dengan

Px

mengatakan

segala

aktivita dibantu karena


nyeri pada daerah luka,
Px

selalu

mengeluh

nyeri

untuk

digerakkan, px hanya
di tempattidur dan px
tampak

lemah,px

terpasang

infus

ditangan sebelah kanan


dan ada balutan pada
bekas luka operasi di
tangan sebelah kiri.
S : 36 oC
TD : 120/80 mmHg
RR : 16 x/mnt
N : 88 x/mnt

21-06-06

21-06-06

PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN UM SURABAYA
JL. SUTOREJO NO. 59 SURABAYA TLP. (031) 3811967 SURABAYA

RENCANA KEPERAWATAN
Nama

: Sdr. N

Prioritas Nomor

: 214

Nomor Reg

: 28 67 96

diagnosa Keperawatan

: Nyeri (Pre), Nyeri (Post), Cemas (Pre)

Ruangan

: OK

Tgl

Diagnosa Keperawatan

Hasil yang diharapkan


(Tujuan, Kriteria Hasil)

21-06-06

Nyeri berhubungan dengan Tujuan

Pre Op

terputusnya

nyeri

kontinuitas berkurang / hilang dalam

sekunder

mengatakan

kemeng-

kemeng / nyeri di jempol


tangan kiri.

nyeri .
3. Jelaskan pada px penyebab dari nyeri.

Skala nyeri 0 (normal) 4. Pertahankan mobilisasi bagian yang


/ nyeri terkontrol

dan keluarga.
2. Kaji tingkat intensitas dan frekuensi

akibat KH - Nyeri berkurang /

fraktur ditandai dengan px Hilang

Wajah

cerah

Rasional

Evaluasi

Paraf &
Nama
Jelas

px 1. Lakukan pendekatan terhadap pasien 1. Hubungan yang baik S : Px engatakan nyeri

jaringan tubuh dan trauma waktu jam.


jaringan

Rencana tindakan meliputi : tindakan


Perawatan, Pelaksaan, dan Kolaborasi

sakit.
(tidak 5. Observasi TTV

membuat klien dan


keluarga kooperatif.
2. Tingkat

intensitas

berkurang
O : Px mulai tampak
tidak nyeri wajah

nyeri dan frekwensi

sedikit

dapat

skala

menunjukkan

skala nyeri
3. Dengan memberikan

cerah,
nyeri

terkontrol
TD : 120/70 mmHg

Px sering mengeluh nyeri,


wajah meyeringai, adanya

menyeringai)
TTV Normal

penjelasan

7. Kolaborasi dengan tim medis dalam

menambah penertian

RR : 16 x/mnt

tentang penyakitnya.

N : 88 x/mnt

luka terbuka pada jempol S : 36 oC

pembedahan (pemasangan pinning) dan

tangan kiri dan skala nyeri N : 88 x/mnt

analgesik.

3,

pemeriksaan

radiologi RR : 16 x/mnt

tampak ada fraktur

akan

4. Menghilangkan nyeri A : Masalah teratasi


dan

TD : 120/70 mmHg

S : 36 oC

mencegah

kesalahan
5. Untuk

keperawatan 4, 5,

mengetahui

RR : 16 x/mnt

perkembangan

N : 88 x/mnt

pasien.
kx

dapat

mengalihkan
perhatinnya

saat

timbul.
7. Perupakan

Px

ndependen

21-06-06

Nyeri berhubungan dengan

Tujuan

nyeri

dan

dipertahankan

6. Agar nyeri berkurang


dan

sebagian

posisi P : Rencana tindakan

tulang yang cdera.

TD : 120/70 mmHg

S : 36 oC

6. Anjurkan teknik relaksasi distraksi.

px 1. Lakukan pendekatan terhadap pasien 1. Hubungan yang baik

Post Op

sekunder akibat iritasi saraf

berkurang dalam waktu 2

dalam pembedahan ditandai

jam

dengan

KH Nyeri berkurang /

Px mengatakan

hilang

Px sering mengeluh nyeri

(normal) / nyeri terkontrol

pada daerah bekas operasi,

- Wajah cerah (tidak

menyeringai,

terpenting

pinning

px
dan

membuat klien dan S : Px engatakan nyeri

2. Kaji nyeri, lokasi, durasi, intensitas

nyeri di bekas operasi.

wajah

dan keluarga.

skala

nyeri

menyeringai)
TTV normal

nyeri

2. Berguna

0 3. Anjurkan dan jelaskan px teknik


relaksasi

keluarga kooperatif.

(tarik

nafas

menghembusakan

dalam

secara

dan

berlahan)

untuk O : Px mulai tampak

keefaktifan
pengamatan
perawatan

dalam
dan
serta

serta teknik distraksi membaca koran

memonitor kemajuan

mendengarkan radio

dalam penyembuhan.

dibalut

TD : 120/80 mmHg

S : 36 oC

S : 36 - 37 oC

TD : 120/80 mmHg

RR : 16 - 20x/mnt

5. Tinggikan daerah yang cedera

mengalihkan

RR : 16 x/mnt

N : 88 x/mnt

6. pertahankan mobilisasi bagian yang

perhatiannya

N : 88 x/mnt

berkurang
tidak nyeri wajah
sedikit
skala

cerah,
nyeri

terkontrol
TTV normal

4. Bantu klien untuk mendapatkan posisi 3. Agar nyeri berkurang TD : 120/80 mmHg
yang nyaman

sakit

dan

px

bisa S : 36 oC
N : 88 x/mnt
saat RR : 16 x/mnt

nyeri timbul.

A : Masalah teratasi

7. Jelaskan pada px penyebab dari nyeri 4. Posisi yang nyaman P : Rencana tindakan
bahwa nyeri merupakan mekanisme

dapat

tubuh yang fisiologis dan akan hilang

nyeri.

secara bertahap.

mengurangi

5, 6 dipertahankan

5. meningkatkan aliran

8. Observasi TTV

balik

9. Kolaborasi dengan tim medis dalam

mencegah

pemberian analgesik.

keperawatan 3, 4,

vena

dan

meningkatnya edema

sehingga

nyeri

berkurang.
6. Menghilangkan nyeri
mencegah kesalahan
posisi

tulang

yang

cedera.
7. Memberi

keyakinan

dan support bahwa kx


sembuh

sehingga

mengurangi
kecemasan kx
8. Untuk

mengetahu

perkembangan kx.
9. merupakan

faktor

independen dan dapat


menekan sistem saraf
pusat pada thalamus
dan korteks serebri
dan nyeri berkurang

21-06-06

Cemas berhubungan dengan Tujuan

Px

telah 1. Lakukan pendekatan pada px

Pre Op

ketidaktahuan klien tentang diberikan kecemasan px 2. Berikan


penyakitnya dan prosedur berkurnag / hilang dalam
operasi ditandai dengan px waktu 10 menit
beranya saya mau diapakan KH

Px

penyakitnya

prosedur operasi

dan

penyakitnya dan prosedur operas .

terhadap

segala S : Px mengatakan

tuindakan yang akan


dilakukan.

operasi

Px tidak cemas

TTV normal

perhatian

px 5. Berilah

penjelasan
kesempatan

px

untuk

mengungkapkan rasa takutnya.


6. Berilah dorongan spiritual terhadap
masalah yang akan dihadapi

tampak

px
dan

mengurangi

mengerti

penyakitnya serta

rasa

prosedur operasi

cemasnya.

TTV normal

TD : 180/90 mmHg

TD : 120/70 mmHg

S : 36 37 oC

mengungkapkan

S : 36 oC

RR : 16 x/mnt

RR : 16 - 20 x/mnt

perasaannya.

N : 88 x/mnt

N : 88 x/mnt

N : 60 100 x/mnt

3. Mendorong

4. Penting

akan

dan

S : 36 oC

7. Observasi TTV

tenang

atau rileks dan px

diharapkan
mengerti

tidak cemas
O : px tidak cemas,

mengerti 4. Jawab setiap pertanyaan denga penuh 2. Dengan memberikan

takut dan banyak bertanya tampak tenang / rileks


tentang

tentang

3. Lakukan teknik pendengaran aktif..

dan apakah tidak terjadi apa- tentang penyakitnya dan


apa ? px cemas, gelisah prosedur

penjelasan

1. Px dapat kooperatif

TD : 120/80 mmHg

untuk RR : 16 x/mnt

menciptakan

A : Masalah teratasi

kepercayaan.

P : Rencana tindakan

5. Mengungkapkan
secara
dimana

dihentikan

terbuka
rasa

ditunjukkan.

takut

6. Dengan

melakukan

kegiatan
7. Dapat

mengetahui

kondisi dengan cara


dini.

CATATAN KEPERAWATAN
Nama / Umur : Sdr N

Nama Mahasiswa

: Ratna Dwi P

Nomor Reg

: 28 67 96

Tingkat

: IIA

Ruangan

: OK

Tanggal Praktek

: 12 Juni 1 Juli 2006

Tanggal
21-06-06

Jam
09-15

Catatan
Menerima px dari UGD dengan diagnosa
medis fraktur
Melakukan pendekatan pada px dan keluarga
R / Px kooperatif
Anamnose
Px mengatakan jempol tangan kiri terkena
pisau jam 08.00 WIB, makan terakhir jam
06.45 dan minum terakhir jam 08.00 WIB
TD : 120/70 mmHg
N : 88 x/mnt
RR : 16 x/mnt
S : 36 oC

09.20

Memberikan penjelasan pada px tentang


prosedur operasi dan proses nyerinya
R / px mengerti
Kaji skala nyeri px
R / skala nyeri px3
Menganjurkan dan membantu px untuk
melakukan teknik relaksasi
R / px kooperatif
Kolaborasi

dengan

tim

medis

dalam

pemberian analgetik
R / Inj pragesol 1 amp
Memasang infus RL
R / kx terpasang infus RL disebelah tangan
kanan.
10.00

Pro Med
Persetujuan operasi
Mengganti baju px
Melepaskan semua perhiasan, gigi palsu,

Paraf

kontak lens, prothse pada pasien


Skin test
Hasil negatif
Inj terfacef profilaksis 2gr
Memakai kep untuk katup kepala
K / semua dilakukan
Memberi dorongan spiritual terhadap operasi
yang akan dihadapi
R / Px selalu berdoa
Menyiapkan ruang operasi dan menyiapkan
alat-alat, obat-obat untuk anastesi : lidocain,
epineprin (adrenalin)
10.40

px dibawa kekamar operasi dan dilakukan


tindakan RA Brakhialis block oleh dokter
anasthesi dibantu oleh perawat anasthesi
R / px teranastesi.

10.45

Operasi dimulai
Memantau pengeluaran darah dan jalannya
operasi

11.30

Operasi selesai
R/ pining (K Wire 0,1 = 1) terpasang dan
dibalut
Memindahkan px ke RR setelah operasi
R/ Px berada di RR

11.35

Observasi TTV
TD : 120 / 80
N : 88 x/mnt
RR : 16 x/mnt
S : 36 oC
Mengkaji skala nyeri px
R/ Skala nyeri 3
Memberi penjelasan px tentang proses nyeri
R/ Px mulai mengerti
Mengajurkan dan membantu px untuk
melakukan teknik relaksasi
R/ Px kooperatif

14.00

Kolaborasi

dengan

tim

medis

dalam

pemberian analgetik dan anti biotik


R/ Inj. Pragesol 1 amp
Inj. Terfacef Profilaksis 2gr
14.10

Mengajarkan mobilisi (duduk) Px


R/ Px kooperatif dan bisa duduk

CATATAN PERKEMBANGAN
Nama Pasien : Sdr. N
Ruangan

: OK

Tanggal
21-06-06

Diagnosa keperawatan
Perkembangan
Nyeri
berhubungan S : Px engatakan nyeri

Pre Op

dengan

terputusnya

kontinuitas
tubuh

berkurang

jaringan O : Px mulai tampak tidak

dan

trauma

nyeri wajah sedikit

jaringan sekunder akibat

cerah, skala nyeri 2

fraktur ditandai dengan

terkontrol

px mengatakan kemeng-

TD : 120/70 mmHg

kemeng

S : 36 oC

nyeri

di

jempol tangan kiri.

RR : 16 x/mnt

Px

N : 88 x/mnt

sering

mengeluh

nyeri, wajah meyeringai, A

adanya

sebagian

luka

terbuka

pada jempol tangan kiri P


dan

skala

nyeri

pemeriksaan

3,

radiologi

Masalah
Rencana

teratasi
tindakan

keperawatan 4, 5, 6
dan 7 dipertahankan

tampak ada fraktur


S : 36 oC
TD : 120/70 mmHg
RR : 16 x/mnt
N : 88 x/mnt
21-06-06

Nyeri

berhubungan S : Px engatakan nyeri

Post Op

dengan sekunder akibat


iritasi

saraf

pembedahan

berkurang

dalam O : Px mulai tampak tidak


ditandai

nyeri wajah sedikit

dengan Px mengatakan

cerah, skala nyeri 2

nyeri di bekas operasi.

terkontrol

Px

sering

mengeluh

TTV normal

nyeri pada daerah bekas TD : 120/80 mmHg


operasi,
menyeringai,

wajah S : 36 oC
px N : 88 x/mnt

Paraf

terpenting pinning dan RR : 16 x/mnt


dibalut

A : Masalah teratasi

S : 36 oC

Rencana

tindakan

TD : 120/80 mmHg

keperawatan 3, 4, 5, 6

RR : 16 x/mnt

dipertahankan

N : 88 x/mnt
21-06-06

Cemas

Pre Op

dengan

berhubungan S : Px engatakan tidak


ketidaktahuan

klien

cemas

tentang O

penyakitnya

dan

prosedur

dengan

beranya

saya

diapakan

dan

tidak

rileks

px
mau

apakah

tidak terjadi apa-apa ?

px

cemas,

tampak tenang atau

operasi

ditandai

dan

px

mengerti

akan

penyakitnya

serta

prosedur operasi
TTV normal

px cemas, gelisah takut TD : 120/80 mmHg


dan

banyak

bertanya S : 36 oC

tentang penyakitnya dan N : 88 x/mnt


prosedur operasi

RR : 16 x/mnt

S : 36 oC

A : Masalah teratasi

TD : 120/70 mmHg

RR : 16 x/mnt
N : 88 x/mnt

Rencana

dihentikan

tindakan