Anda di halaman 1dari 8

Tugas Final Audit Internal

PT Indofood Tbk.

OLEH
Tahun Ajaran 2015/2016
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin

[Nama]

Muhammad Gladi Reksa


A311 12 294

PT Indofood Tbk.
A. Visi & Misi
1. Visi : Perusahaan Total Food Solutions
2. Misi :
o Memberikan solusi atas kebutuhan pangan secara berkelanjutan
o Senantiasa meningkatkan kompetensi karyawan, proses produksi dan teknologi
kami
o Memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat dan lingkungan secara
berkelanjutan
o Meningkatkan stakeholders values secara berkesinambungan

B. Struktur Organisasi
RUPS

Dewan
Komisaris

Komite Audit

Dewan
Direksi

Manajer
Operasional

Sekertaris
Perusahaan

Corporate
Fungtion

1. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)


RUPS mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Dewan Komisaris atau
Direksi, dalam batas yang ditentukan dalam UUPT dan/atau peraturan yang berlaku di bidang
pasar modal dan/atau AD. RUPS merupakan forum bagi pemegang saham untuk memperoleh
keterangan yang berkaitan dengan Perseroan dari Dewan Komisaris dan/atau Direksi,
sepanjang berhubungan dengan agenda rapat dan tidak bertentangan dengan kepentingan
Perseroan.

2. Dewan Komisaris
Dewan Komisaris bertugas melakukan pengawasan atas kebijakan pengurusan dan
memberikan masukan kepada Direksi tentang pengelolaan Perseroan. Dewan Komisaris juga
mengawasi efektivitas kebijakan-kebijakan Direksi dalam upaya memastikan tercapainya
prinsip-prinsip GCG di dalam perusahaan. Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Audit serta
Komite Nominasi dan Remunerasi, yang bertanggung jawab langsung kepada Dewan
Komisaris. Dewan Komisaris Perseroan terdiri dari 8 (delapan) orang anggota termasuk
seorang Komisaris Utama, serta 3 (tiga) orang Komisaris Independen yang tidak memiliki
hubungan afiliasi dengan pemegang saham pengendali, anggota Dewan Komisaris dan
anggota Direksi Perseroan.

President Commissioner > Manuel V. Pangilinan


Commissioner > Benny S. Santoso
Commissioner > Edward A. Tortorici
Commissioner > Robert Charles Nicholson
Commissioner > Graham L. Pickles
Independent Commissioner > Utomo Josodirdjo
Independent Commissioner > Bambang Subianto
Independent Commissioner > Adi Pranoto Leman

3. Komite Audit
Komite Audit yang saat ini menjabat diangkat oleh Dewan Komisaris berdasarkan
Surat Keputusan Dewan Komisaris tertanggal 11 Juni 2015. Masa jabatan Komite Audit
adalah sama dengan masa jabatan Dewan Komisaris sebagaimana diatur dalam AD dan hanya
dapat ditunjuk sebanyak-banyaknya untuk 2 (dua) periode masa jabatan dan dapat dipilih
kembali hanya untuk 1 (satu) periode berikutnya. Komite Audit terdiri dari seorang Ketua
Komite Audit yang juga menjabat sebagai Komisaris Independen, dan 2 (dua) orang anggota
yang merupakan Komisaris Independen dan pihak eksternal profesional independen.

Chairman > Utomo Josodirdjo (Independent Commissioner)


Members > Adi Pranoto Leman (Independent Commissioner)
Hendra Susanto (External Independent Professional)
4. Dewan Direksi
Direksi bertanggung jawab untuk mengelola kegiatan tanggung jawab spesifik
sebagai berikut: operasional sehari-hari Perseroan untuk mencapai maksud dan tujuan
Perseroan di bawah pengawasan Dewan Komisaris. Direksi memiliki kewenangan untuk

mengambil tindakan kepengurusan berdasarkan kebijakan yang ditentukan di dalam UUPT,


peraturan yang berlaku dan AD.
Direksi Perseroan terdiri dari seorang Direktur Utama dan 9 (sembilan) orang anggota
Direksi lainnya, termasuk satu orang Direktur Independen.

President Director > Anthoni Salim


Director > Franciscus Welirang
Director > Tjhie Tje Fie (Thomas Tjhie)
Director > Darmawan Sarsito (Kevin Sietho)
Director > Taufik Wiraatmadja
Director > Moleonoto (Paulus Moleonoto)
Director > Axton Salim
Director > Werianty Setiawan
Director > Joseph Bataona (Indpendent Director)
Director > Joedianto Soejonopoetro

5. Manajer Operasional
Setiap manajer operasional bertanggung jawab kepada direksi atas setiap kegiatan
operasionla perusahaan, mengkoordinir kegiatan operasional . serta sebagai penentu
kebijakan operasional.
(1) CONSUMER BRANDED PRODUCTS
Noodles > Taufik Wiraatmadja
Dairy > Axton Salim
Snack Foods > Suaimi Suriady
Food Seasonings > Sulianto Pratama
Nutrition & Special Foods > Robert Arifin
Beverages > Tjhie Tje Fie (Thomas Tjhie) & Axton Salim
Packaging > Eddy Hariyanto & Bertinus Tirtadihardja
International Operations > Darmawan Sarsito (Kevin Sietho)
(2) BOGASARI
Franciscus Welirang
(3) AGRIBUSINESS
Plantations > Mark Wakeford & Moleonoto (Paulus Moleonoto)
Edible Oils & Fats > Suaimi Suriady
(4) DISTRIBUTION
Joedianto Soejonopoetro
(5) CULT IVAT ION & PROCESSED VEGETABLES
Lin Guo Rong
Ryan Siek Wei Ting
6. Sekertaris Perusahaan (Elly Putriani)

Di tahun 2015, Sekretaris Perusahaan telah melaksanakan kegiatan dan tanggung


jawab berikut:

Memastikan kepatuhan terhadap berbagai peraturan yang berlaku, serta pelaporan


tepat waktu kepada otoritas pasar modal dalam bentuk keterbukaan informasi melalui

IDX-Net yang bisa diakses oleh masyarakat dan Sistem Pelaporan Elektronik OJK,
Memelihara komunikasi secara berkala dengan otoritas pasar modal berkaitan dengan

tata kelola perusahaan dan aksi korporasi,


Mengatur pelaksanaan rapat Direksi dan Dewan Komisaris serta mencatat risalah

rapat, dan
Memberikan masukan kepada Direksi mengenai perubahan dan perkembangan
peraturan-peraturan yang berlaku di bidang pasar modal, serta implikasinya bagi
Perseroan.

7. Fungsi Operasional
Setiap manajer korporasi memiliki fungsi masing-masing sebagai pengelola kegiatan
perseroan. Divisi korporasi meliputi : Pengelolaan keuangan, Controller, Corporate
purchasing, Central marketing dan lain-lain.

Corporate Treasury > Rusmin Kasim & Susanto Sentausa


Corporate Controller > Hendra Widjaja
Corporate Legal > Ayda Wijaya
Corporate Internal Audit > Adrian Jogi
Corporate Information Technology > Hantoro Tanoto
Investor Relations & Corporate Secretary > Werianty Setiawan
Corporate Procurement > Jonathan A. Rahardjo & Alexander A. Aditio
Corporate Human Resources > Joseph Bataona
Corporate Communication > Stefanus Indrayana
Enterprise Risk Management > Adrian Jogi

C. Sistem Pengendalian Internal


Sistem pengendalian internal merupakan kebijakan dan prosedur pengendalian yang
disusun oleh Direksi dan manajemen guna memberikan keyakinan yang memadai terhadap
pelaksanaan operasional yang efektif dan efisien, laporan keuangan yang akurat dan dapat
diandalkan, serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku, agar dapat mencapai sasaran
sasaran Perseroan. Untuk mencapai hal-hal di atas, manajemen menetapkan berbagai kriteria
yang meliputi elemen-elemen berikut:
1. Lingkungan Pengendalian

Perseroan senantiasa berupaya menciptakan budaya kerja, lingkungan dan perilaku


yang tangguh berdasarkan Indofood Core Values dan Kode Etik Indofood; dimana
peraturan-peraturan tersebut menjadi dasar dan pedoman bagi Dewan Komisaris,
Direksi dan karyawan dalam menjalankan tugas-tugasnya secara etis, dengan disiplin,
integritas, saling menghargai, kesatuan, keunggulan, dan inovasi.
2. Manajemen Risiko
Perseroan menerapkan Enterprise Risk Management (ERM) untuk melakukan
identifikasi, pengukuran, tindakan dan mitigasi risiko melalui pelaksanaan
pengendalian internal.
3. Aktivitas Pengendalian dan Pengujian
Setelah risiko-risiko diidentifikasi, lapis pertama pengendalian berada pada masingmasing unit dan divisi usaha dimana kebijakan dan prosedur telah ditetapkan untuk
menjamin adanya pengendalian untuk mengurangi ruang terjadinya risiko dan
penyampingan. Pengendalian internal yang diimplementasikan harus diuji dan diaudit
guna memperoleh jaminan memadai tentang adanya pengendalian yang efektif dalam
semua hal yang material dan berbagai sistem dalam Perseroan telah mencukupi dan
berfungsi sebagaimana mestinya. Audit Internal melaksanakan audit termasuk
memperoleh pemahaman terhadap pengendalian internal atas pengendalian keuangan
dan operasional, melakuan penilaian risiko terdapatnya kelemahan yang material,
melakukan pengujian dan evaluasi atas efektivitas rancangan dan operasi
pengendalian internal berdasarkan risiko yang dinilai, melakukan penelaahan atas
kepatuhan pada hukum dan peraturan yang berlaku, serta melakukan prosedurprosedur lain yang dipandang perlu untuk menetapkan efektivita

pengendalian

internal.
4. Pengawasan
Setiap kelemahan pengendalian yang ditemukan selama proses audit wajib
disempurnakan oleh manajemen. Audit Internal memastikan bahwa tindakan
perbaikan dilaksankan secara tepat waktu dan memadai, semua kegiatan operasional
dan aktivitas telah mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku, serta semua aset
Perseroan telah cukup dijaga.
5. Informasi dan Komunikasi
Masyarakat umum dan investor dapat mengakses informasi mengenai analisa
keuangan Perseroan melalui situs www.indofood.com. Perseroan mempublikasikan
laporan keuangan triwulan yang tidak diaudit dan laporan keuangan tahunan yang
diaudit melalui surat kabar harian berperedaran nasional. Siaran pers diterbitkan
terkait kinerja keuangan triwulan dan tahunan Perseroan serta aksi korporasi lainnya.

Melalui Layanan Konsumen Indofood, Perseroan juga menyediakan layanan telepon


bebas pulsa (toll free) dan surat elektronik kepada para konsumen. Layanan
Konsumen Indofood beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB setiap hari kerja
dan mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB pada hari Sabtu dan hari libur nasional.

D. Kelemahan Internal Control Perusahaan


Secara umum di sepanjang tahun 2015, telah dipastikan bahwa tidak terdapat
kelemahan pengendalian internal yang material; bahwa sistem pengendalian internal telah
dilaksanakan secara efektif guna memberikan jaminan yang memadai atas operasi yang
efektif dan efisien, pelaporan keuangan yang akurat dan dapat diandalkan, serta kepatuhan
kepada kebijakan, prosedur dan peraturan yang berlaku.
Namaun, terdapat beberapa Risiko yang patut diwaspadai yang kapan saja dapat
menjadi suatu kelemahan bagi perusahaan, diantaranya :
1.
2.
3.
4.
5.

Risiko Keamanan Makanan


Risiko Persaingan
Risiko Kenaikan Biaya Bahan Baku
Risiko Pemanasan Global dan Perubahan Iklim
Risiko Berkelanjutan
Meskipun Risiko-risko tersebut berada di wilayah eksternal, namun risiko-risiko

tersebut dapat mempengaruhi pengendalian internal sawaktu-waktu dan menjadi suatu


kelemahan bagi Pengendalian Internal perusahaan.

E. Kesimpulan
Sepanjang tahun 2015 Indofood melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan
pengelolaan dan kinerja di bidang SDM, baik dengan melanjutkan inisiatif yang sudah
dijalankan pada periode sebelumnya maupun melalui penerapan inisiatif-inisiatif baru.
Dalam upaya pengembangan organisasi secara menyeluruh dan dalam menyikapi
kebutuhan bisnis yang terus berkembang, Perseroan melakukan job evaluation yang bertujuan
untuk melakukan pemetaan seluruh jabatan sesuai dengan kondisi terkini agar dapat
berkinerja secara maksimal.
PT Indofood terus menyelenggarakan kegiatan pelatihan, sosialisasi, pendampingan,
konsultasi dan sertifikasi yang bertujuan meningkatkan kompetensi karyawan di bidang K3
dan Lingkungan. Perseroan juga mengikuti program audit dari Kementerian Lingkungan
Hidup di bidang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan
Lingkungan guna memelihara hubungan industrial.