Anda di halaman 1dari 25

MAKALAH

STRUKTUR DAN FUNGSI TUBUH


TUMBUHAN

Disusun oleh:

NAMA

LASINRANG ADITIA

NIM

60300112034

KELAS

BIOLOGI B

TUGAS

ANATOMI TUMBUHAN

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2013
1

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan izinNya jualah sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah dengan judul struktur
dan fungsi tubuh tumbuhan tepat pada waktunya. Shalawat dan salam atas junjungan Nabi
Muhammad SAW sebagai rahmatan lilalamin yang telah mengantarkan umatnya dari jalan
kegelapan kejalan yang terang benderang.
Dalam penulisan makalah ini penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu, dengan lapang dada penulis sangat mengharapakan kritikan
dan saran yang membangun demi menyempurnakan makalah ini.
Akhirnya penulis mengucapkan terima kasih atas segala kebaikan dan bantuan yang
diberikan semoga mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT. Amin.
Wassalam

Makassar,

April 2013

Penulis

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL .........................................................................................

KATA PENGANTAR ......................................................................................

DAFTAR ISI ...................................................................................................

BAB I

BAB II

PENDAHULUAN
A. LatarBelakang ...........................................................................

B. RumusanMasalah .....................................................................

C. Tujuan .......................................................................................

PEMBAHASAN MATERI
A. Jaringan Maristem.....................................................................

B. Jaringan Dewasa ......................................................................

C. Organ Pada Tumbuhan. 15


BAB III

PENUTUP
A. Kesimpulan ...............................................................................

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

23

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Pada awal perkembangan tumbuhan, semua sel melakukan pembelahan diri.
Akan tetapi, pada pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya, pembelahan sel
menjadi terbatas hanya di bagian khusus dari tumbuhan. Pada proses pembelahan,
sel-sel meristem akan tumbuh dan mengalami spesialisasi membentuk berbagai
macam jaringan yang tidak lagi mempunyai kemampuan membelah diri. Jaringan
inilah jaringan dewasa.
B. Rumusan masalah
a. Apakah yang penyusun berbagai jaringan tumbuhan?
b. Bagaimana struktur pada berbagai jaringan tumbuhan?
c. Bagaimanakah fungsi jaringan tumbuhan ?
d. Bagaimanakah hubungan antara struktur atau ciri sel penyusun jaringan
dengan fungsinya pada tumbuhan ?
e. Bagaimanakah perbedaan jaringan pada batang dan daun?
C. Tujuan
a. Mengetahui berbagai macam jaringan tumbuhan
b. Mengidentifikasi stuktur berbagai jaringan pada tumbuhan
c. Mengetahui fungsi berbagai jaringan tumbuhan
d. Mengetahui struktur umum jaringan tumbuhan
e. Mengetahui perbedaan jaringan pada bagian batang dan daun

BAB I
PEMBAHASAN MATERI

Struktur tubuh tumbuhan tingkat tinggi pada umumnya terdiri atas organ
pokok yaitu akar, batang dan daun. Organ tersusun oleh beberapa jaringan, dan
jaringan disusun oleh beberapa sel yang mempunyai bentuk, struktur, serta fungsi
yang sama. Berdasarkan kemampuan sel membelah jaringan pada tumbuhan
dibedakan menjadi dua yaitu jaringan meristem dan jaringan permanen. Setiap
jaringan memiliki struktur dan fungsi yang berbeda.
Apakahjaringan itu? Jaringan yaitu sekumpulan sel yang mempunyai bentuk,
fungsi, dan sifat-sifat yang sama.Jaringan-jaringan tersebut akan menyusun organ
tumbuhan yaitu organ akar, organ batang maupun daun.

A. JARINGAN MERISTEM
Jaringan meristem adalah jaringan pada tumbuhan yang selalu menhgalami
pembelahan diri secara terus menerus. Berdasarkan posisinya dalam tubuh
tumbuhann, meristem dibedakan menjadi tiga, yaitu:

Meristem apikal, terdapat di ujung pucuk utama dan pucuk lateral serta ujung
akar.

Meristem interkalar, terdapat di antara jaringan dewasa, contohnya meristem


pada pangkal ruas tumbuhan anggota suku atau family rumput-rumputan.

Meristem llateral,, terletak sejajar dengan permukaan organ tempat


ditemukannya. Contohnya adalah cambium dan cambium gabus (felogen)

Berdasarkan asal-usulnya, meristem dikelompokkan menjadi dua, yaitu:


5

a. Meristem primer, sel-selnya berkembang langsung dari sel-sel embrionik


(contoh: meristem apikal). Kegiatan jaringan meristem primer menimbulkan
batang dan akar bertambang panjang. Pertumbuhan jaringan meristem primer
disebut pertumbuhan primer.
b. Meristem sekunder, sel-selnya berkembang dari jaringan dewasa yang sudah
mengalami diferensiasi. Contohnya adalah kambium dan kambium gabus.
Kegiatan jaringan meristem menimbulkan pertambahan besar tubuh tumbuhan.
Aktivitas kambium menyebabkan pertumbuhan skunder, sehingga
batang tumbuhan menjadi besar . Ini terjadi pada tumbuhan dikotil dan
Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka). Pertumbuhan kambium kearah luar akan
membentuk kulit batang, sedangkan kearah dalam akan membentuk kayu. Pada masa
pertumbuhan, pertumbuhan kambium kearah dalam lebih aktif dibandingkan
pertumbuhan kambium kearah luar, sehingga menyebabkan kulit batang lebih tipis
dibandingkan kayu.

Meristem

B.

JARINGAN DEWASA
Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah mengalami diferensiasi. Sifat-

sifat jaringan dewasa antara lain:


a.

Tidak mempunyai aktivitas untuk memperbanyak diri,

b.

Mempunyai ukuran sel yang relatif besar dibandingkan sel-sel meristem,

c.

Mempunyai vakuola besar, sehingga plasma sel sedikit dan merupakan selaput
yang

d. menempel pada dinding sel,


e.
e.
f.

Kadang-kadang selnya telah mati,


Selnya telah mencapai penebalan dinding sesuai dengan fungsinya,
Di antara sel-selnya dijumpai ruang antarsel.
Jaringan dewasa penyusun organ tumbuhan tingkat tinggi antara lain jaringan

pelindung (epidermis), jaringan dasar (parenkim), jaringan penyokong (penguat),


jaringan pengangkut (vaskuler), dan jaringan sekretoris.
a. Jaringan pelindung (epidermis)
Epidermis merupakan jaringan paling luar yang menutupi permukaan organ
tumbuhan, seperti: daun, bagian bunga, buah, biji, batang, dan akar. Fungsi
utama jaringan epidermis adalah sebagai pelindung jaringan yang ada di bagian
sebelah dalam. bentuk, ukuran, dan susunan, serta fungsi sel epidermis berbedabeda pada berbagai jenis organ tumbuhan.Sel-sel epidermis dapat berkembang
menjadi alat tambahan atau derivate epidermis, misalnya stoma, trikoma, sel
kipas, sistolit, sel silica, dan sel gabus.
1. Stoma

Stoma (stomata) adalah lubang atau celah yang terdapat pada epidermis
organ tumbuhan yang dibatasi oleh sel khusus yang disebut sel penutup.

Epidermis daun
2. Trikoma
Trikoma (trikomata) berasal dari sel-sel epidermis, biasanya berbentuk
rambut. Ada juga trikomata yang berbentuk sisik atau duri. Fungsi trikoma
bagi tumbuhan adalah sebagai berikut:

Mengurangi penguapan

Meneruskan rangsang

Melindungi tumbuhan dari gangguan hewan

Membantu penyebaran biji

Membantu penyerbukan bunga

Menyerap air dan garam-garam mineral dari dalam tanah

3. Sel kipas
Sel kipas dapat dijumpai pada epidermis atas daun tumbuhan suku atau
family Gramineae atau Cyperaceae. Sel kipas tersusun dari beberapa sel
berdinding tipis dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan sel-sel

epidermis di sekitarnya. Sel kipas berfungsi mengurangi penguapan dengan


menggulung daun.
b. Jaringan Parenkim
Parenkim terdiri atas kelompok sel hidup yang bentuk, ukuran,
maupun fungsinya berbeda-beda. Sel-sel parenkim mampu mempertahankan
kemampuannya untuk membelah meskipun telah dewasa sehingga berperan
penting dalam proses regenerasi.
Ciri utama sel parenkim adalah memiliki dinding sel yang tipis, serta
lentur. Beberapa sel parenkim mengalami penebalan, seperti pada parenkim
xilem. Sel parenkim berbentuk kubus atau memanjang dan mengandung vakuola
sentral yang besar. Ciri khas parenkim yang lain adalah sel-selnya banyak
memiliki ruang antarsel karena bentuk selnya
membulat
Ciri penting dari sel parenkim adalah dapat membelah dan
terspesialisasi menjadi berbagai jaringan yang memiliki fungsi khusus. Sel
parenkim biasanya menyusun jaringan dasar pada tumbuhan, oleh karena itu
disebut jaringan dasar.Berdasarkan fungsinya, parenkim dibagi menjadi bebrapa
jenis jaringan, yaitu:
1. Parenkim Asimilasi
Biasanya terletak di bagian tepi suatu organ, misalnya pada daun, batang
yang berwarna hijau, dan buah. Di dalam selnya terdapat kloroplas, yang
berperan penting sebagai tempat berlangsungnya proses fotosintesis.
2. Parenkim Penimbun

Biasanya terletak di bagian dalam tubuh, misalnya: pada empulur batang,


umbi akar, umbi lapis, akar rimpang (rizoma), atau biji. Di dalam sel-selnya
terdapat cadangan makanan yang berupa gula, tepung, lemak atau protein.
3. Parenkim Air
Terdapat pada tumbuhan yang hidup di daerah panas (xerofit) untuk
menghadapi masa kering, misalnya pada tumbuhan kaktus dan lidah buaya.
4. Parenkim Udara
Ruang antar selnya besar, sel- sel penyusunnya bulat sebagai alat pengapung
di air, misalnya parenkim pada tangkai daun tumbuhan enceng gondok

Jaringan parenkim
c. Jaringan Penyokong (Penguat)
Jaringan penyokong merupakan jaringan yang menguatkan tumbuhan.
Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan penyokong dibedakan menjadi
jaringan kolenkim dan sklerenkim.
1. Kolenkim
Kolenkim tersusun atas sel-sel hidup yang bentuknya memanjang dengan
penebalan dinding sel yang tidak merata dan bersifat plastis, artinya mampu
membentang, tetapi tidak dapat kembali seperti semula bila organnya
tumbuh. Kolenkim terdapat pada batang, daun, bagian-bagian bunga, buah,
dan akar. Sel kolenkim dapat mengandung kloroplas yang menyerupai sel-sel

10

parenkim. Sel sel kolenkim dindingnya mengalami penebalan dari


kolenkim bervariasi, ada yang pendek membulat dan ada yang memanjang
seperti serabut dengan ujung tumpul.

kolenkim

Berdasarkan bagian sel yang mengalami penebalan, sel kolenkim dibedakan


atas:
1. Kolenkim angular (kolenkim sudut), merupakan jaringan kolenkim
dengan penebalan dinding sel pada bagian sudut sel;
2. Kolenkim lamelal, merupakan jaringan kolenkim yang penebalan
dinding selnya membujur;
3. Kolenkim anular, merupakan kolenkim yang penebalan dinding selnya
merata pada bagian dinding sel sehinggi berbentuk pipa.
2. Sklerenkim
Sklerenkim merupakan jaringan penyokong tumbuhan, yang sel - selnya
mengalami penebalan sekunder dengan lignin dan menunjukkan sifat elastis.
Sklerenkim tersusun atas dua kelompok sel, yaitu sklereid dan serabut.
Sklereid disebut juga sel batu yang terdiri atas sel - sel pendek, sedangkan
serabut sel selnya panjang. Sklereid berasal dari sel-sel parenkim,
sedangkan serabut berasal dari sel - sel meristem. Sklereid terdapat di
11

berbagai bagian tubuh. Sel selnya membentuk jaringan yang keras,


misalnya pada tempurung kelapa, kulit biji dan mesofil daun. Serabut
berbentuk pita dengan anyaman menurut pola yang khas. Serabut sklerenkim
banyak menyusun jaringan pengangkut.

Kolenkim dan Sklerenkim


d. Jaringan Pengangkut (Vaskuler)
Jaringan pengangkut pada tumbuhan terdiri atas sel-sel xilem dan
floem, yang membentuk berkas pengangkut (berkas vaskuler). Xilem berperan
mengangkut air dan mineral dari dalam tanah ke daun, sedangkan floem
berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.
1. Xilem
Xilem merupakan jaringan kompleks karena tersusun dari
beberapa tipe sel yang berbeda. Penyusun utamanya adalah trakeid dan
trakea sebagai saluran pengangkut air dengan penebalan dinding sel yang
cukup tebal sekaligus berfungsi sebagai penyokong. Xilem juga tersusun
atas serabut, sklerenkim, serta sel-sel parenkim yang hidup dan berperan
dalam berbagai kegiatan metabolisme sel. Xilem disebut juga sebagai
pembuluh kayu yang membentuk kayu pada batang.
12

Trakeid dan trakea merupakan dua kelompok sel yang


membangun pembuluh xilem. Kedua tipe sel berbentuk bulat panjang,
berdinding sekunder dari lignin dan tidak mengandung kloroplas sehingga
berupa sel mati. Perbedaan pokok antara keduanya, adalah pada trakeid
tidak terdapat perforasi (lubang-lubang), hanya ada celah (noktah), berupa
plasmodesmata yang menghubungkan satu sel dengan sel lainnya.

Xilem
2. Floem
Pada prinsipnya, floem merupakan jaringan parenkim.Tersusun atas
beberapa tipe sel yang berbeda, yaitu buluh tapis, sel pengiring, parenkim,
serabut, dan sklerenkim.Floem juga dikenal sebagai pembuluh tapis, yang
membentuk kulit kayu pada batang. Unsur penyusun pembuluh floem terdiri
atas dua bentuk, yaitu: sel tapis (sieve plate) berupa sel tunggal dan
bentuknya memanjang dan buluh tapis (sieve tubes) yang serupa pipa.

13

Dengan bentuk seperti ini pembuluh tapis dapat menyalurkan gula, asam
amino serta hasil fotosintesis lainnya dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.

Floem
Tipe-tipe berkas pengankut berdasarkan posisi xylem dan floem dibedakan atas :
a. Tipe kolateral

Kolateral terbuka, jika diantara xylem dan floem terdapat cambium

Kolateral tertutup, jikaq antara xylem dan floem tidak dijumpai kambium

b. Tipe konsentris

Konsentris amfikibral, apabila xylem berada ditengah dan floem


mengelilingi xylem

Konsentris amfivasal,

apabila

floem ada

ditengah dan

xylem

mengelilingi floem
c.
e.

Tipe radial, xilem dan floem letaknya bergantian menurut jari-jari lingkaran

Jaringan sekretori
Disebut juga kelenjar internal karena senywa yang dihasilkan tidak keluar dari
tubuh. Penyusun jaringan sekretori adalah :
a. Sel kelenjar, sel minyak dalam endosperma biji jarak
14

b. Saluran kelenjar, saluran kelenjar pada daun jeruk, senyawa yang dihasilkan
ditimbun dalam ruangan penyimpan, misalnya minyak atsiri, lender, dan
damar
c. Saluran getah, sel-sel yang mengalami fusi membentuk suatu system
jaringan yang menembus jaringan-jaringan lain dalam tubuh. Sel tersebut
berisi getah.
C. ORGAN PADA TUMBUHAN
Tumbuhan memiliki bermacam-macam organ yang tersusun atas beberapa
jaringan tumbuhan. Berdasarkan fungsinya, organ pada tumbuhan dibedakan
menjadi organ sebagai alat hara (organa nutritiaum), dan organ reproduksi (organa
reproductikum). Alat hara meliputi akar, batang, dan daun, sedangkan organ
reproduksi berupa putik dan benang sari yang terdapat pada bunga.

Organ dan Jaringan Tumbuhan

15

1. Akar
Akar merupakan organ tumbuhan yang penting karena berperan sebagai alat
pencengkeram pada tanah/penguat dan sebagai alat penyerap air. Akar memiliki
bagian pelindung berupa tudung akar yang tidak dimiliki oleh organ lain.
Berdasarkan asal terbentuknya, akar dapat dibedakan atas akar primer dan akar
adventitif. Akar primer terbentuk dari bagian ujung embrio dan dari perisikel,
sedangkan akar adventitif berkembang dari akar yang telah dewasa selain dari
perisikel atau keluar dari organ lain seperti dari daun dan batang.Pada kebanyakan
tumbuhan dikotil dan gimnospermae, sistem perakaran berupa akar tunggang yang
memiliki satu akar pokok yang besar, sedangkan pada tumbuhan monokotil berupa
akar serabut, yang berupa rambut dan berukuran relatif sama.
Pada irisan membujur akar akan terlihat bagian-bagian akar, mulai dari yang
paling ujung disebut ujung akar. Ujung akar ditutupi oleh tudung akar (kaliptra).
Kemudian dari ujung akar ke arah atas, terdapat zona pembelahan sel, pada daerah
ini terdapat meristem apikal dan turunannya yang disebut meristem primer. Menuju
ke atas, zona pembelahan menyatu dengan zona pemanjangan. Pada zona
pemanjangan, sel-sel memanjang sampai sepuluh kali panjang semula, pemanjangan
sel ini berguna untuk mendorong ujung akar (termasuk meristem) ke depan. Semakin
keatas , zona pemanjangan akan bergabung dengan zona pematangan. Pada zona
pematangan, sel sel jaringan akar menyelesaikan dan menyempurnakan
diferensiasinya.

16

Struktur Akar
Apabila kita membuat irisan melintang akar muda, maka akan terlihat
struktur sel dan jaringan penyusun akar, berturut turut, yaitu epidermis, korteks,
endodermis dan stele (silinder pusat).
Lapisan terluar dari akar adalah epidermis yang tersusun atas sel sel yang
tersusun rapat satu sama lain tanpa ruang antar sel, berdinding tipis, dan memanjang,
sejajar sumbu akar. Dinding sel epidermis tersusun dari bahan selulosa dan pectin
yang menyerap air. Epidermis akar biasanya satu lapis. Permukaan sel epidermis
sebelah luar membentuk tonjolan yaitu berupa rambut atau bulu akar.
Korteks akar terutama terdiri atas jaringan parenkim yang relatif renggang
dan sedikit jaringan penyokongnya. Di sebelah dalam lapisan epidermis sering
terdapat selapis atau beberapa lapis sel membentuk jaringan padat yang disebut
hipodermis atau eksodermis yang dinding selnya mengandung suberin dan lignin.
Di sebelah dalam korteks terdapat selapis sel yang bersambung membentuk
silinder dan memisahkan korteks dari slinder berkas pengangkut di sebelah
17

dalamnya. Lapisan ini disebut endodermis. Sel-sel endodermis membentuk pita


kaspari, yaitu penebalan dari suberin dan lignin pada sisi radial. Akibat adanya
penebalan ini, larutan tidak bisa menembusnya.

2. Batang

Pada tumbuhan dikotil, berkas pembuluh tersusun dalam suatu lingkaran


sehingga korteks terdapat di bagian luar lingkaran dan empulur di bagian dalam
lingkaran. Pada tumbuhan dikotil ini, xilem tersusun di bagian dalam lingkaran. Di
antara floem dan xilem terdapat kambium yang menyebabkan pertumbuhan sekunder
pada tumbuhan dikotil.

Kambium merupakan jaringan meristem lateral yang berfungsi dalam


pertumbuhan sekunder. Dua macam kambium yang menghasilkan jaringan sekunder
tumbuhan dikotil, yaitu:

a) kambium pembuluh (vascular cambium) yairg menghasilkan xylem sekunder


(kayu) ke arah dalam dan floem sekunder ke arah luar,

b) kambium gabus (cork cambium) yang menghasilkan suatu penutup keras dan
tebal yang menggantikan epidermis pada batang dan akar.

Empulur batang tersusun atas jaringan parenkim yang mungkin mengandung


kloroplas. Empulur mempunyai ruang antarsel yang nyata dan tersusun atas
perikambium yang disebut perisikel. Perikambium dibatasi oleh floem primer di
sebelah dalam dan endodermis di sebelah luarnya. Jari-jari empulur berupa pita
radier yang terdiri atas sederet sel, mulai dari empulur sampai dengan floem. Fungsi
18

utamanya adalah melangsungkan pengangkutan makanan ke arahradial. Pada


tumbuhan dikotil, jari-jari empulur tampak berupa garis-garis halus membentuk
lingkaran tahun.

Perbedaan Batang Dikotil dan Monokotil

Struktur Batang dikotil


3. Daun

Struktur morfologi daun pada setiap jenis tumbuhan berbeda-beda. Oleh


karena itu, struktur morfologi daun dapat digunakan untuk mengklasifikasikan jenisjenis tumbuhan. Struktur daun dapat dilihat dari: bentuk tulang daun (menvirip,
menjari, melengkung, dan sejajar); bangun daun atau bentuk helaian daun (bulat,

19

lanset,

jorong,

memanjang,

perisai,

jantung, dan bulat telur); tepi daun (bergerigi, beringgit, berombak, bergiri, dan rata);
bentuk ujung daun (runcing,meruncing, tumpul, membulat, rompang/ terbelah, dan
berduri); bentuk pangkal daun (runcing, meruncing, tumpul, membulat, rata, dan
berlekuk); dan prmukaan (licin, kasap, berkerut, berbulu, dan bersisik).

Tidak hanya sebagai tempat fotosintesis, daun juga berfungsi untuk


transpirasi (penguapan air) dan respirasi (pernapasan). Bila kita mengamati preparat
irisan melintang daun, maka akan kita jumpai bagian-bagian penyusun struktur
anatomi daun yang sesuai dengan fungsi daun tersebut. Daun tersusun atas jaringan
epidermis, jaringan parenkim, dan jaringan pengangkut.

Epidermis berfungsi sebagai pelindung jaringan ini memiliki struktur khusus


sebagai adaptasi untuk berkangsungnya proses fotosintesis, yaitu adanya stoma yang
dalam jumlah banyak disebut stomata. Stomata tersusun atas sel penutup dan sel
tetangga yang banyak mengandung kloroplas. Adanya stomata memungkinkan
terjadinya pertukaran gas antara sel sel fotosintetik dibagian dalam daun dengan
udara disekitarnya. Stomata juga merupakan jalan keluarnya uap air.Bagian tengah
dari struktur anatomi daun juga dapat kita jumpai jaringan parenkim yang menyusun
mesofil daun dan terdiri atas parenkim palisade (parenkim pagar / jaringan tiang) dan
parenkim spons (parenkim bunga karang. Parenkim palisade terdiri atas sel sel
yang memanjang di sel sel bulat dan pada bagian ini banyak terdapat ruang antar sel
sebagai tempat pertukaran gas selama fotosintesis berlangsung.

20

Struktur Daun

4. Bunga

Bunga merupakan organ reproduksi pada tumbuhan, organ ini bukanlah


organ pokok dan rnerupakan modifikasi (perubahan bentuk) dari organ utama yaitu
batang dan daun yang bentuk, susunan, dan warnanya telah disesuaikan dengan
fungsinya sebagai alat perkembangbiakan pada tumbuhan. |ika kita memperhatikan
bagian dasar bunga dan tangkai bunga, bagian ini merupakan modifikasi dari batang,
sedangkan kelopak dan mahkota bunga merupakan modifikasi dari daun yang bentuk
dan warnanya berubah. Sebagian masih tetap bersifat seperti daun, sedangkan
sebagian lagi akan mengalami metamorfosis membentuk bagian yang berperan
dalam proses reproduksi.

Kelopak bunga merupakan bagian bunga yang masih mempertahankan sifat


daun. Kelopak bunga berfungsi untuk melindungi kuncup bunga sebelum bunga
mekar. Mahkota bunga biasanya memiliki warna dan bentuk yang menarik jika
dibandingkan dengan kelopak bunga. Mahkota bunga ini berperan dalam menarik
21

serangga dan agen penyerbukan yang lain. Benang sari merupakan bagian yang
berperan sebagai alat reproduksi jantan pada bunga, benang sari terdiri atas kepala
sari yang merupakan tempat berkembangnya serbuk sari (gametofit jantan) dan suatu
tangkai yang disebut filamen (tangkai sari).

Putik merupakan alat reproduksi betina pada bunga. Pada putik terdapat
kepala putik yang biasanya memiliki permukaan yang lengket sebagai tempat
menempelnya serbuk sari. Selain itu, putik memiliki saluran yang disebut tangkai
putik. Saluran ini menuju ke ovarium pada dasar bunga yang mengandung bakal
buah tempat sel telur (gametofit betina).

Struktur Bunga

22

BAB III
PENUTUP

A.

KESIMPULAN
Struktur utama pada tumbuhan adalah akar, batang, daun, dan bunga. Yang

mana organ-organ tersebut tersusun atas jaringan-jaringan, yaitu jaringan meristem


dan jaringan dewasa. Jaringan meristem adalah jaringan yang selalu mengalami
pembelahan sel membentuk jaringan lain pada tubuh tumbuhan. Jaringan dewasa
adalah jaringan yang sudah tidak mengalami pembelahan sel, dan sudah mengalami
diferensiasi dan fungsi tertentu pada tubuh tumbuhan. Jaringan dewasa terbagi
menjadi tiga, yaitu jaringan pelindung (epidermis), jaringan dasar (parenkim),
jaringan penyokong, dan jaringan pengangkut (vaskuler).

23

DAFTAR PUSTAKA
Campbell, N.A., J.B. Reece, & L. G. Mitchell. 2005. Biologi. Edisi ke-5. Terj. Dari:
Biology. 5th ed. oleh Manulu, W. Jakarta: Erlangga.
Mader, S.S. 2004. Biology. Boston: McGraw-Hill.
Pratiwi, D.A., dkk. 2006, Biologi. Jakarta: Erlangga.
http://www.cartage.org.lb
http://www.flmnh.ufl.edu/flowerpower/

24

LAMPIRAN

Artinya:
Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan
air itu segala macam tumbuh-tumbuhan Maka Kami keluarkan dari tumbuhtumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang
menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai
yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (kami keluarkan pula) zaitun
dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. perhatikanlah buahnya di waktu
pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada
yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang
beriman.
(QS. Al Anam: 99)

25