Anda di halaman 1dari 3

SOP PEMANTAUAN

PELAKSANAAN KEBIJAKAN
DAN PROSEDUR PENANGANAN
LIMBAH BERBAHAYA
No. Dokumen :
No. Revisi
:
Tanggal Terbit

SOP

Halaman

Tanda Tangan :

Jl. Raya Bojonegoro Cepu


1688
Ds Panjunan Kec Kalitidu
Kab Bojonegoro

Direktur Klinik ANS

Dr. Elvira Yuni Refayanti

1.

Definisi

Setiap kegiatan yang berkaitan dengan penanganan limbah berbahaya oleh

2.

Tujuan

semua personil.
Untuk memastikan pelaksanaan dan penanganan limbah berbahaya tidak
menimbulkan pencemaran dan membahayakan lingkungan sehingga jika terjadi

3.

Kebijakan

sesuatu yang tidak diinginkan akan dapat ditelusuri penyebabnya.


1 Pemantauan dilakukan oleh tenaga pelaksana.
2

Pemantauan penanganan limbah berbahaya dapat dilakukan secara harian,


mingguan atau bulanan

4.
5.

Referensi
Prosedur

Mengidentifikasi Limbah Berbahaya


1 Sanitarian dan Petugas terkait
1.

Masing-masing penghasil Limbah berbahaya mengidentifikasi jenis


dan jumlah limbah berbahaya yang secara periodik dihasilkan oleh unit
tersebut.

2.

Identifikasi tersebut ditulis dalam buku inventaris oleh masingmasing unit penanggung jawab.

Pengumpulan Limbah Berbahaya


2 Petugas Laboratorium
1

Masing-masing penghasil limbah berbahaya mengidentifikasi jenis dan


jumlah limbah berbahaya yang secara periodik dihasilkan oleh unit
tersebut.

Masing-masing unit melaporkan hasil limbah berbahaya kepada


sanitarian tentang jenis dan jumlah limbah yang akan diserahkan
dengan mengisi laporan bulanan limbah berbahaya.

Penghasil limbah berbahaya mengangkut limbah berbahaya ke gudang


penyimpanan sementara limbah berbahaya.

Limbah dari masing-masing unit di tempat sampah dan jerigen


berwarna BIRU, apabila sudah penuh maka sanitarian mengkoordinir
penganggkutannya.

Petugas sanitarian memverifikasi jenis dan jumlah limbah berbahaya

KLINIK ANS
KALITIDU

SOP PEMANTAUAN
PELAKSANAAN KEBIJAKAN
DAN PROSEDUR PENANGANAN
LIMBAH BERBAHAYA
SOP

No. Dokumen
No. Revisi
Tanggal Terbit

Halaman

Dr. Elvira Yuni


Refayanti

:
:
:

:
:

yang dihasilkan.
6

Limbah berbahaya lainnya disimpan di dalam gudang penyimpanan


sementara limbah berbahaya, dipisahkan menurut sifat/karakteristik
limbah berbahaya (mudah terbakar, mudah meledak, korosif dan
reaktif, beracun.

Petugas sanitarian bersama petugas terkait memberikan simbol dan


label.

Masa Simpan dalam gudang TPS limbah berbahaya maksimal 90 hari


sesuai persyaratan yang ditetapkan atau apabila limbah berbahaya lebih
dari 50 Kg/ hari.

Petugas terkait mengisi inventori limbah berbahaya yang ada di tempat


penampungan/penyimpanan serta penimbunan menggunakan ceklist
inventory limbah berbahaya.

10

Petugas terkait mengisi neraca limbah berdasarkan inventarisasi


Gudang limbah berbahaya sementara.

3 Pengelolaan limbah berbahaya oleh Pihak Ketiga.


Setelah limbah mencukupi di tempat penampungan mencukupi, limbah
berbahaya tersebut selanjutnya diserahkan kepada pihak ketiga :
1 Pihak ketiga sebagai pengumpul/pengelola limbah berbahaya harus mempunyai
ijin dari Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
2 Pihak transportir harus mempunyai ijin dari Dirjen Perhubungan Darat
Kementrian Perhubungan RI dan mendapat rekomendasi dari
Kementerian LHRI. Ijin sesuai dengan jalur transportasi yang akan
dilalui limbah berbahaya.
3 Sanitarian mengusulkan surat penunjukan pengelola limbah berbahaya kepada
Kepala Puskesmas.
4 Pihak ketiga yang ditunjuk(pengumpul/ pengelola/ transportir) mengisi Berita
acara pemeriksaan Limbah berbahaya bersama petugas terkait. Berita
acara serah terima limbah berbahaya diisi oleh pihak ke 3 yang
ditunjuk dan kepala puskesmas.
1

Pihak ketiga yang ditunjuk berkewajiban memberikan Dokumen limbah


berbahaya yang sudah ditandatangani oleh penghasil dan

KLINIK ANS
KALITIDU

SOP PEMANTAUAN
PELAKSANAAN KEBIJAKAN
DAN PROSEDUR PENANGANAN
LIMBAH BERBAHAYA
SOP

No. Dokumen
No. Revisi
Tanggal Terbit

:
:
:

Halaman

Unit terkait

Dr. Elvira Yuni


Refayanti

:
:

transportir/pengangkut.
1. Petugas Sanitarian
2. Petugas Laboratorium

7.

Dokumen Terkait

3. Koodinator Unit
1. Checklist Identifikasi limbah berbahaya.
2. Formulir Serah Terima Bulanan
3. Formulir neraca Bulanan
4. Buku Inventaris Limbah
5. Formulir Berita acara pemeriksaan limbah berbahaya
6. Formulir Berita Acara Serah Terima Limbah berbahaya
7. Formulir Dokumen Limbah
8. Checklist verifikasi perijinan pihak ketiga