Anda di halaman 1dari 1

Vasopressin dilepaskan sebagai respon spesifik terhadap Glycine pada dosis melebihi

25-30 g menyebabkan retensi air dan restorasi natrium serum setelah penyerapan cairan
menjadi lebih sulit.
Hyperammonemik ensefalopati dapat berkembang sebagai amonia yang merupakan
produk intermediet dalam metabolisme glisin. Konsentrasi amonia darah> 100 mmol/liter
(kisaran normal 10-35) berhubungan dengan gejala-gejala neurologis, dan nilai-nilai hingga
800 mmol/liter telah dilaporkan. Amonia dilepaskan dari hati dan ginjal dan dilisis di kepala
dan anggota gerak. Konsentrasi darah berkorelasi dengan dosis glisin dan gejala seperti
kebingungan. Variabilitas antarindividu besar, namun, pasien dapat menunjukkan gejala
neurologis setelah menyerap glisin 1,5% dalam jumlah besar dimana masih memiliki
konsentrasi amonia darah yang normal. Hanya 15-20% dari sukarelawan menunjukkan
peningkatan amonia darah ketika dicoba dengan glisin berlebih. Terdapat korelasi yang jelas
antara hyperammonaemia dan gangguan visual, dimana faktor ini bersifat independen pada
edema serebral. Produk metabolik lainnya dari glisin juga telah dikaitkan dengan gejala
neurologis. Diantaranya adalah asam glikolat dan asam glyoxilic, yang menumpuk di cairan
serebro spinal, dan glutamat (asam glutamat), peningkatan menunjukkan waktu yang mirip
dengan gejala. Beberapa gejala metabolik dari absorbsi glisin dikenal sebagai
hyperglycinaemia, yang merupakan kelainan langka dari metabolisme asam amino yang
ditandai dengan episode ketosis dan asidosis metabolik yang mungkin dapat menjadi koma.
Oksalat merupakan produk akhir metabolisme glisin, tapi Studi pada relawan dan
pasien TURP membantah pernyataan bahwa glisin meningkatkan ekskresi oksalat secara
nyata.
Reaksi alergi terhadap manitol sangat jarang. Konsentrasi manitol > 5% yang sering
digunakan untuk tujuan lain daripada irigasi dan meningkatkan risiko gagal ginjal akut pada
pasien dehidrasi.
Komplikasi metabolik dari sorbitol disebabkan metabolit primer dari fruktosa.
Administrasi yang cepat dari fruktosa, dibandingkan dengan penyerapan 5 liter sorbitol 5%
selama lebih dari 30 menit, menyebabkan acidosis laktat. Fruktosa juga mungkin
menyebabkan koma pada pasien dengan penyakit hati. Infus sorbitol telah menyebabkan
kematian pada pasien dengan intoleransi fruktosa, karena kurangnya enzyme aldolase B.
Akhirnya, hipoglikemia berkembang pada pasien usia muda dengan defisiensi fruktosa-1,6diphosphatase yang diberikan sorbitol.
Normal salin digunakan untuk irigasi dengan resectoscope bipolar. Meskipun edema
serebral jarang terjadi, infus 25 ml/kg dari larutan elektrolit isotonik pada wanita selama
lebih dari 15 menit menyebabkan sensasi pembengkakan di tangan dan wajah, sedikit sesak,
sensasi nyeri perut dan analgesia sekitar bibir. Dua kali volume infus yang lebih dari 1 jam
dapat diikuti oleh perubahan mental dan ketidaknyamanan dari swelling. Selain itu, normal
salin menyebabkan asidosis hiperkloremik karena kadar clorida yang berlebihan.