Anda di halaman 1dari 11

<a href='http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery/ck.php?

n=a22ad6b1&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img
src='http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery/avw.php?
zoneid=471&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a22ad6b1' border='0'
alt='' /></a>
Kompasiana KOMPAS.com Cetak ePaper Kompas TV Bola Entertainment Tekno Otomotif
Female Health Properti Urban Serpong Images Games KompasKarier PasangIklan
GramediaShop Forum Mobile More
Registrasi | Masuk
Tentang Kami | Tata Tertib | Bantuan Kompasianer

Selasa, 03 Januari 2012

Berita

Politik

Humaniora

Ekonomi

Hiburan

Olahraga

Lifestyle

Wisata

Kesehatan

Tekno

Media

Green

Lipsus

Medis
Jadikan Teman | Kirim Pesan

Rizky Perdana

Internist-Infectious Disease Consultant, Fellow Indonesian Society of Internal Medicine


(FINASIM), Infection Preventive Controller Officer (IPCO)

Fenomena Sindroma Kekentalan Darah


(Sindroma Hughes)

OPINI | 30 April 2011 | 16:06 875 10

4 dari 5 Kompasianer menilai aktual

Dari Stroke hingga Keguguran


Definisi Sindroma Darah Kental ini adalah keadaan dimana darah lebih
mudah menggumpal, mudah membeku dan mengental dibanding
darah normal, sehingga mengakibatkan aliran darah terputus sehingga
suplai zat nutrisi pada jaringan yang di lewatinya menjadi terhenti dan
mengakibatkan kematian pada jaringan tersebut.
Karena terjadi di dalam darah dan bisa menganggu sirkulasinya, maka
gejala yang ditimbulkan sindroma darah kental cukup luas. Semua
organ dapat terkena dan akan menunjukkan gejala sesuai dengan organ
yang bersangkutan. Di mata, misalnya, bisa mengakibatkan
penglihatan menjadi kabur sampai kebutaan akibat sumbatan total.
Di telinga, gejalanya bisa berdengung/berdenging (tinitus), vertigo,
gangguan pendengaran dan ketulian. Kekentalan darah juga bisa
mengenai sistem saraf. Gejala kekentalan darah yang paling sering
ditemukan adalah sakit kepala, nyeri kepala migrain, kejang,
gangguan kognitif dan bahkan stroke. Yang khas , tidak seperti
umumnya, penderita stroke akibat kekentalan darah biasanya berusia muda.
Kekentalan darah sangat ditakuti jika menyebabkan sumbatan pada
pembuluh darah jantung. Karena bisa menyebabkan serangan jantung
tiba-tiba. Disamping itu dapat menyebabkan nyeri dada (angina pectoris)
dan kerusakan katup jantung (insufisiensi mitral). Pada organ reproduksi
wanita, sindroma ini bisa menimbulkan gejala berupa keguguran
yang berulang, infertilitas, eklamsia-preeklamsia, dan kelahiran
prematur. Bila kekentalan darah menyebabkan sumbatan di kaki
atau tangan, maka keluhan yang timbul pun beragam. Sumbatan
yang ringan hanya menimbulkan gejala pegal-pegal, sedangkan
sumbatan yang besar bisa mengakibatkan rasa nyeri dan
pembengkakan sering dikelirukan dengan penyakit rematik.

Pada dasarnya keadaan hiperkoagulasi dan hiperagregasi trombosit


pada sindroma darah kental (sindroma hughes) bisa ditemukan di semua
pembuluh darah dalam tubuh. Yang perlu dicatat, lokasi penyumbatan pada
pasien dengan sindrom ini bahkan bisa terjadi pada tempat-tempat yang
tidak biasa. Antara lain pembuluh darah yang bertanggung jawab
memberi suplai pada organ ginjal, paru, hati dan saluran cerna
lainnya.
Pengobatan Sederhana
Walau diagnosis sindroma darah kental sulit ditegakkan,
sebenarnya pengobatannya cukup sederhana. Ada dua jenis obat untuk
sindroma darah kental ini, yaitu antikoagulasi (anti pembekuan darah)
misalnya heparin dan warfarin, dan anti agregasi trombosit
(antiplatelet) contohnya aspirin. Keduanya bertugas membuat darah
menjadi encer, dengan mempengaruhi proses koagulasi dan trombosit.
Pengobatannya yang sederhana bukan berarti mudah dan tanpa
efek samping. Efek samping. Efek samping berupa pendarahan perlu terus
dipantau. Selama menggunakan obat-obatan ini keadaan darah penderita
harus selalu dikontrol dengan melakukan pemeriksaan laboratorium dalam
periode tertentu.
Pemeriksaan laboratorium
Biasanya point pemeriksaan darah di laboratorium disamping darah rutin
(hemoglobin, hematokrit, lekosit, trombosit, hitung jenis darah) juga faal hemostasis
seperti Waktu Pembekuan (CT), Retraksi Bekuan, APTT, Waktu Protrombin (PT),
Agregasi Trombosit, Waktu Protrombin, D-Dimer, Fibrinogen, ACA IgG, ACA IgM, AT
III, Waktu Trombin (TT), Von Willebrand Faktor (vWF) dan Viskositas Darah

Share 21

Laporkan

Tanggapi

Beri Nilai
o Aktual
o Inspiratif
o Bermanfaat
o Menarik
<p>Your browser does not support iframes.</p>
KOMENTAR BERDASARKAN :
TANGGAL

Mimien Sidharta
30 April 2011 16:19:43
0
Nice posting dok
Suka
Balas |

Rizky Perdana
30 April 2011 19:28:32
0

Makasi suhu, masih perlu bimbingannya


Suka
Balas |

Asrim
30 April 2011 18:54:41
0
Tulisan mantap, salam
Suka
Balas |

Rizky Perdana
30 April 2011 19:29:17
0
Makasi TS atas supportnya, masih perlu kritikannya
Suka
Balas |

Herwindo Iman Adhiwijaya


2 May 2011 17:42:21
0

Maaf, D-dimer ini kalo nggak salah marker trombolisis; kenapa diperiksakan juga, dok?
Thanks
Suka
Balas |

Rizky Perdana
3 May 2011 22:54:13
0
Pemeriksaan D-Dimer juga diperlukan pada kasus sindroma hughes untuk
membandingkan adanya diagnosa DIC terkompensasi atau dekompensasi. Seperti Pada
DIC Dekompensasi akan nampak hasil faal hemostase terjadi peningkatan kadar APTT,
PT dan D-Dimer dengan penurunan kadar fibrinogen. Sedangkan pada keadaan sindroma
hughes (kekentalan darah) bisa saja APTT dan PT masih normal namun INH menurun
dan terdapat peningkatan kadar D-Dimer dan Fibrinogen. Dan disamping itu juga
penilaian D-Dimer (dalam hal ini terjadi peningkatan) pada sindroma kekentalan darah
dapat dipertimbangkan pemberian preparat antikoagulasi seperti golongan LMWH
(Misalnya Arixtra atau Lovenox)
Maaf baru dibalas dok, karena kesibukan baru bisa skrg dijawab.
Mungkin dokter ada sharing tentang D-Dimer dok ?
Silahkan.
Trims
Suka
Balas |

Herwindo Iman Adhiwijaya


4 May 2011 02:55:46
0
Ma kasih, dok

Suka
Balas |

Risti Mustika Sari


5 October 2011 20:40:24
0
kalau misalnya mengalami gjala serupa, sebaiknya merujuk kedokter bag apa yah????
Suka
Balas |

Rizky Perdana
9 October 2011 17:23:02
0
Maaf baru balas
ke dokter internist (SpPD) kalau di daerahnya tidak ada yg internist konsultan hematologi
(SpPD-KHOM)
Makasi
Suka
Balas |

Wati Erna Santosa


3 December 2011 13:12:25
0

Dok, ACA saya positif, IGM nya 18 IGG nya 54. Diberi terapi dengan Lovenox 0,4
ml/hari dan ascardia 80 mg 11tablet /hari.
Pertanyaan saya :
Efek samping penggunaan lovenox dan ascardia selain perdarahan itu apa ya ?
Bagaimana mengurangi rasa nyeri setelah di suntik Lovenox subkutan?
Tks
Suka
Balas |
Tulis Tanggapan Anda

Submit

search

01431469027054

FORID:11

UTF-8

SEARCH

<a href='http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery/ck.php?
n=a8b4734e&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img
src='http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery/avw.php?
zoneid=639&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a8b4734e' border='0'
alt='' /></a>

SAMBUT 2012
Konon, tahun 2012 diramalkan akan menjadi akhir dari peradaban manusia. Tapi apapun
yang akan terjadi,

Mengintip Masa Depan

Resolusi 2012, Make a Better and Do the

Tahun Baru Tidak Selalu 1 Januari

TEREKOMENDASI

Google Meluncurkan Google Politics & Elections


Valentino | 7 jam yang lalu

Catatan Akhir Tahun Sepakbola Indonesia 2011 (Versi Lensa Olahraga)


Bubup Prameshwara | 9 jam yang lalu

Diego, Pahlawan Sepak Bola Nasional


Masykur A. Baddal | 9 jam yang lalu

Tahun Baru dan Ramalan Mengerikan


Ghumi | 11 jam yang lalu

Tulisan Lama Kita di Kompasiana, Adakah yang Membaca?


Anazkia | 14 jam yang lalu

BERITA ADMIN

LETTER TO ADMIN

MyKompas BURU POINT, Berhadiah

Nama Kompasiana Kerap Dicatut oleh

Pemenang Blogshoptips Periode VI,

INDEX
Teraktual

Israel Panik:Ikhwanul Muslimin Tak Akan Mengakui Israel !

Google Meluncurkan Google Politics &

Isu Nuklir Iran : Primadona Kampanye Capres AS !

Undangan Pernikahan Kompasianer Michael Sendow

Kejujuran dan Keberanian Penderita HIV Diperlukan

Inspiratif
Bermanfaat
Menarik

Perbaikan Toilet DPR Habis 2 Milyar

Ini Dia 10 Drama Korea Terbaik dan Terlaris

Kelvin, Bocah 11 Tahun Tulang Punggung Keluarga

Menurutmu, Kenapa MLM Negatif di Mata Kebanyakan Orang??

Arcade Games Periode II

SUBSCRIBE AND FOLLOW KOMPASIANA:


About Kompasiana | Terms & Conditions | Tutorial | FAQ | Contact Us | Kompasiana Toolbar
2008 2012