Anda di halaman 1dari 1

Diagnosis

Dari anamnesis pada pasien didapatkan keluhan demam tinggi, disetai mual dan
muntah. Kadang- kadang terdapat juga gejala iritasi pada buli-buli yaitu berupa disuria,
frekuensi, atau urgensi.
Dari pemeriksaan fisik terdapat nyeri pada pinggang dan perut, suara usus melemah
seperti ileus paralitik. Pada pemeriksaan darah menunjukan adanya leukositosis, peningkatan
laju endap darah, pada pemeriksaan urinalisis terdapat piuria, bakteriuria, dan hematuria.
Pemeriksaan foto polos perut menunjukan adanya kekaburan dari bayangan otot psoas dan
mungkin terdapat bayangan radio-opak dari batu saluran kemih. Pada VIP terdapat bayangan
ginjal membesar dan terdapat keterlambatan pada fase nefrogram.
Terapi
Terapi ditujukan untuk mencegah terjadinya kerusakan ginjal yang lebih parah dan
memperbaiki kondisi pasien, yaitu berupa terapi suportif dan antibiotik. Pemberian antibiotik
pada keadaan ini adalah yang bersifat bakterisidal, berspektrum luas, secara farmakologis
mampu mengadakan penetrasi ke jaringan ginjal dan kadar dalam urine tinggi. Golongan
obat-obat tersebut adalah aminglikosida dikombinasi dengan aminopenisilin, aminopenisilin
dikombinasi dengan asam klavulanat atau sulbaktam, karboksipenisilin, sefalosporin,
fluoroquinolone.
Jika dengan pemberian antibiotik keadaan membaik maka pemberian parenteral
diteruskan sampai 1 minggu, kemudian dilanjutkan dengan pemberian oral selama 2 minggu.
Tetapi jika dalam waktu 48-72 jam keadaan tidak membaik maka antibiotik harus diganti.
The Infectious Disease Society Of America menganjurkan satu dari tiga
alternatifterapi antibiotik IV sebagai terapi awal selama 48-72 jam sebelum diketahui
mikroorganisme penyebabnya:

fluoroquinolone
Aminoglikosida dengan atau tanpa ampisilin
Sefalosporin dengan spektrum luas dengan atau tanpa aminogliosida