Anda di halaman 1dari 12

NASKAH PUBLIKASI

ANALISIS PERAN IBU DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR


BALITA STATUS GIZI KURANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN
PERKEMBANGAN BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAAL V
KOTA JAMBI TAHUN 2015

DISUSUN OLEH

KMS RAHMAD RENO


11100961301100

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
HARAPAN IBU JAMBI
TAHUN 2015

ANALISIS PERAN IBU DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR


BALITA STATUS GIZI KURANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN
PERKEMBANGAN BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAAL V
KOTA JAMBI TAHUN 2015
Analysis of mothers role in

1.2.3

Kms Rahmad Reno, Maulani2, Loriza Sativa Yan3


Program Studi Ilmu Keperawatan, STIKES Harapan Ibu, Jambi,
Indonesia

Alamat Koresponden :
Nama
: Kms Rahmad Reno
Alamat
: Desa Tanjung Raden, Seberang Kota Jambi.
No.telp/HP : 0856
Email
: @Gmail.com

PERNYATAAN PERSETUJUAN

Jurnal Ini Telah Disetujui Dan Diperiksa Oleh Editor Stikes HI


Jambi

Jambi, Agustus 2015


Editor,

Ns. Maulani, M.Kep

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

HARAPAN IBU JAMBI


TAHUN 2015

LEMBAR PENGESAHAN
PUBLIKASI PENELITIAN ILMIAH
Mahasiswi PSIK Stikes Harapan Ibu Jambi

Makalah Publikasi Ini Telah Disetujui Oleh Anggota Editor


Publikasi Ilmiah Mahasiswa PSIK Stikes Harapan Ibu Jambi

Jambi,
Agustus
2015
Pembimbing

Ns. Maulani, M.Kep

Analisis Peran Ibu Dalam Pemenuhan Kebutuhan Dasar Balita Status Gizi
Kurang
Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangan Balita Di Wilayah Kerja
Puskesmas Paal V
Kota Jambi Tahun 2015

1.2.3

Kms Rahmad Reno, Maulani2, Loriza Sativa Yan3


Program Studi Ilmu Keperawatan, STIKES Harapan Ibu, Jambi,
Indonesia

Abstrak
Latar belakang : Mobilisasi merupakan kemampuan individu untuk bergerak secara bebas,
mudah, dan teratur dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas guna mempertahankan
kesehatannya. Pada pasien pasca operasi sectio caesaria (SC) dianjurkan untuk melakukan
mobilisasi dini karena mobilisasi dini dapat mempercepat penyembuhan pasca operasi dan
mencegah berbagai komplikasi yang mungkin muncul pasca operasi. Karenanya, penting artinya
untuk melakukan mobilisasi dini pasca operasi. Dari hasil survey awal yang dilakukan di RSUD
Raden Mattaher Jambi, diperoleh data pada tahun 2013 pasien pasca operasi SC di ruang
kebidanan sebanyak 435 orang. Pada bulan Desember ada 37 orang pasien pasca SC, dari 5
orang pasien pasca SC, hanya 2 orang yang melakukan mobilisasi dini, sedangkan 3 orang
lainnya tidak melakukan mobilisasi dini karena alasan nyeri, pasien juga mengatakan bahwa peran
keluarga dan peran petugas kesehatan juga sangat berperan dalam memberikan motivasi dan
pendidikan kesehatan tentang pentingnya pelaksanaan mobilisasi dini pasca operasi SC.
Metode penelitian : Penelitian ini bersifat kuantitatif, dimana peneliti menggunakan desain cross
sectional yang bertujuan untuk melihat hubungan antara variabel independen (nyeri, peran
keluarga, dan peran petugas kesehatan) dengan variabel dependen (pelaksanaan mobilisasi dini)
pada waktu yang sama. Penelitian ini menggunakan instrumen kuisioner dan wawancara pada
pasien pasca operasi sectio caesaria di ruang kebidanan RSUD Raden Mattaher Jambi tahun
2015. Sampel dalam penelitian ini diambil secara purposive sampling yaitu sebanyak 35 sampel.
Hasil penelitian : Hasil analisis univariat diketahui sebagian besar responden tidak melaksanakan
mobilisasi dini 18 (51,4%), responden dengan keluhan nyeri berat sebanyak 15 (42,8%),
responden mendapat peran yang kurang baik dari keluarganya sebanyak 18 (51,4%), dan
responden mendapat peran petugas kesehatan yang kurang baik sebanyak 26 (74,3%). Dari hasil
analisis bivariat diketahui bahwa Ada hubungan antara nyeri dengan pelaksanaan mobilisasi dini
(P-value=0,001), Ada hubungan antara peran keluarga dengan pelaksanaan mobilisasi dini (Pvalue=0,004), dan Ada hubungan antara peran petugas kesehatan dengan pelaksanaan mobilisasi
dini (P-value=0,007).
Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan kepada petugas kesehatan agar dapat
memberikan pendidikan kesehatan pada pasien dan keluarga tentang pentingnya pelaksanaan
mobilisasi dini pasca operasi sectio caesaria. Petugas kesehatan mengembangkan sistem
dukungan sosial dengan cara melibatkan keluarga dalam memotivasi pasien untuk melaksanakan
pengobatan dan pemulihan pasca operasi sectio caesaria, agar mobilisasi dini pasca operasi
sectio caesaria dapat dilaksanakan dengan baik oleh pasien.

Kata kunci: Mobilisasi Dini, Nyeri, Peran Keluarga dan, Peran Petugas Kesehatan

Abstract
Background : Mobilization is an individual's ability to move freely, easily, and organized with the aim to
meet the needs of the activity in order to maintain health. In patients with postoperative sectio Caesaria (SC)
is recommended for early mobilization as early mobilization can accelerate healing and prevent postoperative complications that may arise after the surgery. Therefore, it is important to perform early
mobilization postoperatively. From the results of the initial survey conducted in hospitals Raden Mattaher
Jambi, obtained data on 2013 patients postoperatively SC in obstetrics space as much as 435 people. In
December there were 37 patients with post-SC, of five patients after SC, only two people doing early
mobilization, while the three others were not mobilized early for reasons of pain, the patient also said that the
role of the family and the role of health workers is also very instrumental in providing the motivation and
health education on the importance of the implementation of early postoperative mobilization SC.
Method : This is a quantitative research , where researchers used cross sectional design that aims to examine
the relationship between the independent variables (pain, the role of the family, and the role of health
workers) with the dependent variable (the implementation of early mobilization) at the same time. This study
used questionnaires and interviews instruments in postoperative patients sectio caesaria in obstetrics hospital
room Raden Mattaher Jambi 2015. The sample was taken by purposive sampling as many as 35 samples
Results : Results of univariate analysis known to most respondents did not execute early mobilization 18
(51.4 %), respondents with complaints of severe pain by 15 (42.8 %), respondents were less well received
role of the family as much as 18 (51.4 %), and respondents got the role of health workers who are less well
were 26 (74.3 %). From the results of the bivariate analysis known that There is a link between pain with the
implementation of early mobilization (P-value = 0.001), There is a relationship between the role of the family
with the implementation of early mobilization (P-value = 0.004), and There is a relationship between the role
of health workers with the implementation of early mobilization (P-value = 0.007).
Conclusion : Based on these results of study, it is expected that health workers to provide health education
to patients and families about the importance of the implementation of early mobilization postoperatively
sectio Caesaria . Health workers develop a social support system by involving families in motivating patients
to carry out treatment and postoperative recovery sectio caesaria , so that early mobilization postoperatively
Caesaria sectio can be performed well by patients.
Keywords: Early mobilization, Pain, The role of the family, and The role of health workers

PENDAHULUAN
Masa persalinan merupakan periode kritis bagi seorang ibu hamil. Masalah
komplikasi atau adanya faktor penyulit menjadi faktor risiko terjadinya kematian ibu
sehingga perlu dilakukan tindakan medis sebagai upaya untuk menyelamatkan ibu dan
anak1.
Salah satu penatalaksanaan persalinan patologis untuk menyelamatkan ibu dan
bayi secara transabdominal adalah sectio caesaria 2. Sectio caesaria adalah prosedur
bedah yang mengeluarkan janin melalui insisi yang di buat di abdomen maternal.
Kelahiran ini dapat direncanakan atau muncul tiba-tiba akibat masalah yang tidak dapat
diantisipasi/darurat3.
Perawatan pada ibu pasca operasi sectio caesaria dianjurkan untuk melakukan
mobilisasi dini4. Mobilisasi dini dilakukan setelah 24 jam pasca operasi. Mobilisasi segera
dan bertahap, dimulai dari periode berpindah posisi miring kiri dan kanan serta boleh

melipat kaki agar aliran darah menjadi lancar, kemudian hari kedua pasien belajar duduk,
dan apabila telah mampu dianjurkan untuk berjalan, diperbolehkan ke kamar mandi, dan
diperbolehkan pulang pada hari ketiga. Hal ini sangat berguna untuk membantu
penyembuhan pasien5.
Dampak dari tidak melakukan mobilisasi dini dalam tubuh dapat mempengaruhi
sistem tubuh, seperti perubahan pada metabolisme tubuh, gangguan fungsi
gastrointestinal, perubahan sistem pernafasan, perubahan kardiovaskuler, perubahan
sistem muskuloskeletal, perubahan kulit, perubahan eliminasi, ketidakseimbangan cairan
dan elektrolit, gangguan dalam kebutuhan nutrisi6. Selain itu trombosis, emboli pulmoner,
infeksi luka operasi, infeksi saluran kemih, lambatnya pemulihan fungsi pencernaan dan
memperlambat penyembuhan pasien7.
Masalah fisiologis selama beberapa hari pertama dapat didominasi oleh nyeri
akibat insisi dan nyeri dari gas di usus halus. Seseorang yang baru menjalani operasi
karena adanya nyeri akan cenderung untuk bergerak lebih lambat. Rasa sakit atau nyeri
yang akan membuat pasien enggan menggerakkan badan, apalagi turun dari tempat tidur.
Pasien pasca operasi sectio caesaria diruang pemulihan, saat pasien sadar dari anastesi
umum atau efek anastesi regional mulai hilang, dan dapat menyebabkan rasa nyeri yang
hebat. Hal inilah yang mempengaruhi pelaksanaan mobilisasi dini yang kurang baik.
Pasangan atau suami atau keluarga dapat dilibatkan dalam sesi pengajaran atau
penjelasan tentang mobilisasi dini untuk pemulihan pasangannya8.
Peran petugas kesehatan atau perawat mempunyai peran sebagai edukator dan
motivator sehingga pasien pasca sectio caesaria mampu melakukan mobilisasi dini
secara mandiri. Dalam hal ini, perawat harus mampu membantu pasien dalam melakukan
latihan mobilisasi dini untuk mengurangi bahaya imobilisasi9.
Di negara-negara maju, angka sectio caesaria meningkat dari 5 % pada 25 tahun
yang lalu menjadi 15 % sedangkan di Amerika Serikat bisa mencapai 16-20 %. Dalam 30
tahun belakangan peristiwa operasi sectio caesaria meningkat dengan pesat4. Rata-rata
persalinan sectio caesarea secara internasional pada tahun 2002 dapat digambarkan oleh
insidensi dibeberapa negara seperti Amerika Serikat sebesar 26%, Australia sebesar
28%, Inggris sebesar 23%, dan Skotlandia sebesar 24%5.
Di Indonesia, bedah sesar hanya dilakukan atas dasar indikasi medis tertentu dan
kehamilan dengan komplikasi1. Tingkat persalinan sectio caesaria di Indonesia 15,3%
sampel dari 20,591 ibu yang melahirkan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir yang
diwawancarai di 33 provinsi. Gambaran adanya faktor resiko ibu saat melahirkan atau di
operasi sesar adalah 13,4%, karena ketuban pecah dini, 5,49% preeklamsia, 5,14%,
perdarahan, 4,40% karena jalan lahir tertutup, dan 2,3% karena rahim sobek10.
Di ruang kebidanan RSUD Raden Mattaher Jambi Tahun 2015, jumlah pasien sectio
caesaria yang di rawat tahun 2012 sebanyak 258 orang, tahun 2013 jumlah pasien sectio
caesaria sebanyak 917, dan pada tahun 2014 jumlah pasien sectio caesaria yaitu
sebanyak 435 orang.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Ryan (2013) didapatkan hasil penelitian yaitu dari
14 responden sebanyak 5 orang (35,71%) melakukan mobilisasi dini kurang baik pasca
operasi sectio caesaria dengan sebanyak 9 orang (64,29%) melakukan mobilisasi dini
dengan baik. Dan dari hasil observasi nyeri didapatkan bahwa hari pertama semua ibu
mengalami nyeri berat dengan rerata nyeri 7,79, pada hari kedua sebanyak 9 orang
(64,29%) dengan rerata nyeri 6,07 mengalami nyeri sedang, dan pada hari ketiga
sebanyak 10 orang (71,43%) dengan rerata 2,71 mengalami nyeri ringan.
Pada hasil survey awal pada tanggal 25 s/d 26 Januari 2015 di RSUD Raden
Mattaher Jambi Di Ruang Rawat Inap Kebidanan didapatkan dari 5 orang pasien pasca
SC, hanya 2 orang yang melakukan mobilisasi dini, sedangkan 3 orang lainnya tidak
melakukan mobilisasi dini karena alasan nyeri. Dari hasil survey awal juga didapatkan
pasien mengatakan bahwa keluarga sangat berperan dalam membantu pasien untuk
melaksanakan mobilisasi dini, selain itu peran petugas kesehatan yang ada diruang
kebidanan juga sangat penting dalam memberikan pengetahuan dan penyuluhan tentang

pentingnya pelaksanaan mobilisasi dini pasca operasi sectio caesaria. Dari hasil
wawancara yang dilakukan pada tanggal 5 Februari 2014 dengan petugas kesehatan di
ruang kebidanan didapatkan bahwa pada bulan Desember Tahun 2014 Februari Tahun
2015 sebanyak 5 orang dirawat lebih dari 4 hari. Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa
faktor, salah satunya adalah pasien yang enggan melaksanakan mobilisasi dini sehingga
menyebabkan pasien mengalami infeksi pada luka pasca sectio caesaria.
METODE
Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain
cross sectional yang bertujuan untuk melihat hubungan antara variabel independen (nyeri,
peran keluarga, dan peran petugas kesehatan) dengan variabel dependen (pelaksanaan
mobilisasi dini) pada waktu yang sama. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 27 Maret
2015 sampai 7 Mei 2015 di Ruang Kebidanan RSUD Raden Mattaher Jambi Tahun 2015.
Penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampel purposive sampling.
Adapun tehnik pengumpulan data yaitu data primer (pengamatan langsung pada saat
penelitian dengan menggunakan instrumen penelitian kuisioner dan wawancara pada
pasien pasca operasi sectio caesaria), dan data sekunder (laporan dan register di RSUD
Raden Mattaher Jambi). Sampel dalam penelitian ini diambil secara purposive sampling
yaitu sebanyak 35 sampel.

HASIL PENELITIAN
Penelitian ini melibatkan 4 orang yang terdiri dari : 3 orang ibu, 1 ahli gizi, dan
observasi 3 orang balita dengan status gizi kurang dengan hasil penelitian secara
univariat dan bivariat sebagai berikut :
1. Peran Ibu Dalam Pemenuhan Kebutuhan Dasar Balita Status Gizi Kurang

Skema 1.1
Peran ibu dalam pemenuhan kebutuhan dasar balita
Kata Kunci
-Masak in mie
-Ngasih makan,
-Masak in nasi pake
goreng,
nasi
lauk ikan ayam
goreng,
- Buatkan susu
-Ikan digoreng

Kategori
Memberikan
asupan nutrisi

Sub Tema

Tema

-Sakit
dibawa
kedokter
-Panas dikompres
- Dikasih obat

-Kasih Paracetamol
-Posyandu
kadang
nimbang

Perilaku ibu
dalam merawat
anak saat sakit
Kemandirian
balita

-Diajarin dulu
-Kalo baju dikasih tau dulu kancingnyo
- ibuk yang bantunyo macam mandi

Rasa aman
balita

Saya jaga, Saya liatin, Saya larang main kalo


siang
Dibolehin main lagi, suruh main dengan
tetanggo

Merangsang
balita bermain

Peran ibu dalam


pemenuhan
kebutuhan dasar
asuh

Peran ibu dalam


pemenuhan
kebutuhan dasar
asih

Peran ibu dalam


pemenuhan
kebutuhan dasar
balita

Peran ibu dalam


pemenuhan
kebutuhan dasar
asah

2. Pertumbuhan Dan Perkembangan Balita Status Gizi Kurang

Skema 4.3
Pertumbuhan dan perkembangan balita status gizi kurang

Kata Kunci
Kategori
Sub Tema
Tema
-Timbangnya kurang
Perubahan Berat
Pertumbuhan
-Badannya yang agak
Badan
balita
Pertumbuhan
kurang
dan
- Badannyo kurus
Perubahan
Tingginya tinggilah
Perkembangan
Tinggi Badan
-Pake baju bisalah
Perkembangan
balita status gizi
Perkembangan
- Cuci
tangan bisa
balita dalam
kurang
sendiri
3. Kesulitan Yang motorik
Dihadapikasar
Ibu Dalam Pemenuhanbalita
Kebutuhan Dasar Balita Status Gizi
Kurang

Skema 4.4
Kesulitan yang dihadapi ibu dalam pemenuhan kebutuhan dasar balita status
gizi kurang

Kata Kunci
-Susah makan
-Pilih-pilih
- Kadang abis kadang idak

kategori

Sub Tema

Selektif memilih
makanan

Perilaku balita

Tema
Kesulitan
dalam
pemenuhan
kebutuhan
dasar balita

-Jarang cek
-Susah waktu
-Sibuk
ngurusi -Kadang repot
-Ngurus toko
rumah
- Dak sempat
- Dak sempat

Kurangnya
kesadaran dalam
menjalankan
peran sebagai ibu

Kesulitan ibu dalam


pemenuhan
kebutuhan pola asuh

-Kalo ada uang -Nambah


Pola pengaturan
dibeliin
biayanya
keuangan belum
- Sekarang
jadi - Bnyak jajan
optimal
dokter 20 ribu4. Harapan Ibu Terhadap Pertumbuhan
Dan Perkembangan Balita Status Gizi Kurang
Skema 4.5
Harapan ibu terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita status gizi
kurang
Kata Kunci
-Pertumbuhan dan
perkembangan
sesuai dengan
umur
-Tumbuhnyo normal
Pintar
-Mau makan
- Agak gemukan

Kategori

Sub Tema

Tema

Pertumbuhan dan
perkembangan
balita normal

Harapan ibu
dalam
pertumbuhan dan
perkembangan
balita status gizi
kurang

Peran ibu dalam


pemenuhan
kebutuhan asuh
Peran ibu dalam
pemenuhan
kebutuhan asah
Pemenuhan
kebutuhan nutrisi

PEMBAHASAN
Hasil
penelitian
menunjukkan
bahwa dari 35 responden, sebanyak 18
(51,4%) responden tidak melaksanakan
mobilisasi dini dan sebanyak 17 (48,6%)
responden melaksanakan mobilisasi dini.
Responden yang tidak melaksanakan
mobilisasi dini dengan baik, dari hasil
penelitian diperoleh bahwa sebagian
responden mengeluh nyeri pada insisi
pembedahan sectio caesaria. Selain itu
kurangnya diberi penyuluhan tentang
manfaat mobilisasi dini dan dorongan
untuk melaksanakan mobilisasi dini.
Keluarga juga sangat berperan dalam
pelaksanaan mobilisasi dini, kurangnya
bimbingan dari keluarga juga merupakan
faktor yang menyebabkan responden

tidak melakukan mobilisasi dini segera


pasca operasi sectio caesaria.
Variabel nyeri dengan pelaksanaan
mobilisasi dini dengan p-value 0,001
menunjukkan hasil penelitian
ada
pengaruh
antara
nyeri
terhadap
pelaksanaan mobilisasi dini dengan
tingkat kepercayaan 95% (=0,05).
Tingkat nyeri pasca operasi sectio
caesaria dipengaruhi oleh keadaan fisik,
psikis atau emosi, karakter seseorang,
dan pengalaman nyeri pada masa lalu.
Tingkatan nyeri yang dirasakan pasien
sangat
mempengaruhi pelaksanaan
mobilisasi dini. Pasien dengan tingkat
nyeri berat pasca operasi sectio caesaria
berfokus pada nyeri yang dirasakan dan

akan mengabaikan dan tidak melakukan


mobilisasi dengan baik.
Variabel peran keluarga dengan
pelaksanaan mobilisasi dini dengan pvalue 0,004 menunjukkan hasil penelitian
ada pengaruh antara peran keluarga
terhadap pelaksanaan mobilisasi dini
dengan tingkat kepercayaan 95%
(=0,05).
Peran
keluarga
sangat
mempengaruhi
keadaan
pasien,
terutama dalam membantu pasien
melakukan apa
yang seharusnya
dilakukan dalam proses penyembuhan
pasca operasi sectio caesaria salah
satunya yaitu pelaksanaan mobilisasi
dini. Keluarga sangat berpengaruh untuk
memotivasi, mengawasi, mendampingi,
dan
membantu
untuk
memenuhi
kebutuhan pasien pasca operasi sectio
caesaria yang masih dalam keadaan
lemah. Seorang pasien yang dalam
keadaan pasca operasi sectio caesaria
sangat
membutuhkan
orang-orang
terdekatnya, Keberadaan orang-orang
terdekat
sangat
berarti
untuk
meringankan masalah yang sedang
dialami, misalnya suami pasien yang
sangat berpengaruh untuk memotivasi
pasien untuk melakukan mobilisasi dini.
Variabel peran petugas kesehatan
dengan pelaksanaan mobilisasi dini
dengan p-value 0,007 menunjukkan hasil
penelitian ada pengaruh antara peran
petugas
kesehatan
terhadap
pelaksanaan mobilisasi dini dengan
tingkat kepercayaan 95% (=0,05).
Petugas kesehatan memiliki peran untuk
memberikan penjelasan dan pengajaran
prosedur
pasca
partum,
yang
diantaranya
adalah
pelaksanaan
mobilisasi dini. Petugas kesehatan
merupakan sumber utama bagi pasien
untuk mendapatkan informasi tentang
pentingnya melaksanakan mobilisasi dini
pasca operasi sectio caesaria. Dengan
terpenuhinya kebutuhan pengajaran
maka pasien akan melakukan mobilisasi
dini pasca operasi sectio caesaria agar
kemandirian dapat segera tercapai.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan
pembahasan yang diperoleh maka dapat
ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Berdasarkan hasil analisis diketahui


bahwa dari 35 responden, sebanyak
18
(51,4%)
responden
tidak
melaksanakan mobilisasi dini dan
sebanyak 17 (48,6%) responden
melaksanakan
mobilisasi
dini.
Responden dengan keluhan nyeri
berat
sebanyak
15
(42,8%),
responden mendapat peran yang
kurang
baik
dari
keluarganya
sebanyak 18 (51,4%), dan responden
mendapat peran petugas kesehatan
yang kurang baik sebanyak 26
(74,3%).
2. Terdapat hubungan yang bermakna
P-value=0,001
(P<0,05)
antara
tingkat nyeri pasca operasi sectio
caesaria
dengan
pelaksanaan
mobilisasi dini pada pasien pasca
operasi sectio caesaria di Ruang
Kebidanan Rumah Sakit Umum
Daerah Raden Mattaher Jambi Tahun
2105.
3. Terdapat hubungan yang bermakna
P-value=0,004 (P<0,05) antara peran
keluarga
dengan
pelaksanaan
mobilisasi dini pada pasien pasca
operasi sectio caesaria di Ruang
Kebidanan Rumah Sakit Umum
Daerah Raden Mattaher Jambi Tahun
2105.
4. Terdapat hubungan yang bermakna
P-value=0,007 (P<0,05) antara peran
petugas
kesehatan
dengan
pelaksanaan mobilisasi dini pada
pasien pasca operasi sectio caesaria
di Ruang Kebidanan Rumah Sakit
Umum Daerah Raden Mattaher
Jambi Tahun 2105.
SARAN
Penelitian ini diharapkan petugas
kesehatan agar dapat memberikan
pendidikan kesehatan pada pasien dan
keluarga
tentang
pentingnya
pelaksanaan mobilisasi dini pasca
operasi
sectio
caesaria.
Petugas
kesehatan
mengembangkan
sistem
dukungan sosial dengan cara melibatkan
keluarga dalam memotivasi pasien untuk
melaksanakan
pengobatan
dan
pemulihan
pasca
operasi
sectio
caesaria, agar mobilisasi dini pasca

operasi
sectio
caesaria
dapat
dilaksanakan dengan baik oleh pasien.

DAFTAR PUSTAKA
1. Riskesdas.(2013).Riset Kesehatan
Dasar
Badan
Penelitian
Dan
Pengembangan
Kementerian
Kesehatan
Ri.
Http://Litbang.Depkes.Go.Id/.../Riske
sdas/Rkd2013/.
Diakses
Pada
Tanggal 2 Desember 2014
2. Wiknjosastro,
H.
(2008).
Ilmu
Kebidanan. Edisi 4. Cet 1. Jakarta :
Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo
3. Pillitteri, Adele.(2002).Buku Saku
Asuhan Ibu Dan Anak.Jakarta:EGC
4. Jones,
D.L.(2002).
Dasar-Dasar
Obstetri & Ginekologi Edisi 6.
Jakarta: Hipokrates
5. Mochtar, Rustam.(2013). Sinopsis
Obstetri (Obstetri Operatif Dan
Obstetri Sosial) Jilid 2. Jakarta: EGC
6. Hidayat, Alimul, A .(2009). Kebutuhan
Dasar Manusia: Aplikasi Konsep Dan

Proses
Keperawatan.
Jakarta:
Salemba Medika
7. Leveno, K, Et Al. (2009). Obstetri
Williams. Jakarta: EGC
8. Bobak, Jensen & Lowdermilk.
(2012).Buku
Ajar
Keperawatan
Maternitas Edisi 4. Jakarta: EGC
9. Potter, P.A & Perry, A. (2009). Buku
Ajar
Fundamental
Keperawatan
(Fundamental Of Nursing, Buku 1
Edisi 7). Jakarta: Salemba Medika
10. Riskesdas.(2010).Riset Kesehatan
Dasar
Badan
Penelitian
Dan
Pengembangan
Kementerian
Kesehatan
Ri.Http://Www.Litbang.Depkes.Go.Id/
./Risesdas2010/. Diakses Pada
Tanggal 4 Maret 2015
11. Ryan,
A
Riza.(2013).Hubungan
Mobilisasi Dini Dengan Intensitas
Nyeri Ibu Post Sectio Caesarea (Sc)
Di RSD Dr. Haryoto Lumajang.
Http://Www.Scribd.Com/Doc/127926
436. Diakses Pada Tanggal 3 Maret
2015