Anda di halaman 1dari 3

Asmau Saadah 25010112130398

EVALUASI DAN PENILAIAN SISTEM SURVEILANS


Terdapat beberapa masalah yang dihadapi dalam surveilans yaitu:
a. Masalah kesenjangan surveilans yaitu tidak adanya sistem surveilans untuk penyakitpenyakit terkini
b. Keterbatasan keahlian epidemiologi lapangan dan teknik laboratorium
c. Keterbatasan kualitas data
Data yang diperoluh kurang akurat, kurang konsistens, kurang lengkap, dan terduplikasi.
d. Keterbatasan manajemen data yang diakibatkan oleh keterbatasan sara pengolah data
serta kelemahan analisis data dan interpretasinya.
e. Mekanisme respon yang kurang memadai karena:
- Kurangnya kesiagaan terhadap KLB/Wabah/bencana
- Keterbatasan kapasitas penyelidikan lapangan yang cepat
- Keterbatasan komunikasi dan kemampuan advocacy
Berdasarkan adanya masalah-masalah tersebut, maka perlu diketahui seberapa jauh masalah
tersebut mengganggu sistem surveilans?, apakah sistem surveilans masih dapat berfungsi dengan
baik sesuai dengan tujuannya khususnya untuk masalah kesehatan prioritas?, apakah sistem
surveilans masih mampu memberikan informasi yang akurat sehingga dapat melandasi intervensi
yang efektif?
Oleh karena itu perlu adanya evalusi dan penilaian surveilans, hal ini bertujuan:
a. Untuk mengupayakan masalah kesehatan yang paling prioritas selalu berada dalam
pengawasan sistem surveilans.
b. Agar sistem surveilans dapat mencapai tujuan-tujuannya seefisien mungkin.
c. Agar sistem surveilans dapat mendorong intervensi yang efektif dan cepat
Komponen yang dinilai dalam penilaian surveilans adalah:
a. Kepentingan dan prioritas kesehatan masyarakat
Mempertimbangkan besarnya /signifikasi masalah kesehatan tersebut, dengan melihat:
- Jumlah kasis, incidence, prevalence
- Ukuran keparahan (CFR)
- Mortality rate
- Biaya medis
- Daya cegah (preventability)
b. Tujuan sistem surveilans, yaitu untuk:
- Deteksi dan pemantauan KLB/Wabah
- Pemantauan kecenderungan (trends)
- Identifikasi kontak dan pemberian prophylaxis
- Pemantauan kinerja program intervensi
- Evaluasi program
- Formula hipothesis
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui apakah sistem surveilans dapat

Asmau Saadah 25010112130398

- Berkontribusi pada pencegahan dan pengendalian?


- Mendekati perubahan trend?
- Mendekati KLB/Wabah?
- Memperkirakan morbiditas dan mortalitas?
- Identifikasi faktor resiko penyakit
- Memungkinkan evaluasi terhadap program intervensi
- Mendorong perbaikan praktek layanan kesehatan klinis
c. Gambaran sistem yang terdiri dari dokumentasi, definisi, target, jenis, jenis, umpan balik.
Evaluasi dilakukan untuk menilai apakah sistem terdokumentasi dengan baik? Sistem
tersebut menyangkut:
- Definisi kasus : ada tidaknya definisi kasus, sensitifitas dan spesifisitas, derajat
kepastian kasus, konsistensi menurut waktu
- Populasi yang menjadi target surveilans
- Jenis sistem
- Struktur data
- Indikator
- Mekanisme umpan balik
d. Kemampuan dan atribut/sifat sistem
Ada 8 komponen yang dinilai antara lain:
- Kesederhanaan (simplicity) struktur dan fungsi.
- Keluwesan (flexibility) : mudah atau luwes untuk dimodifikasi apabila menghadapi
kejadian atau masalah baru, data baru suatu kejadian, sumber informasi baru,
organisasi dan staff baru.
- Daya terima (acceptability) yaitu seberapa jauh berbagai pihak bersedia
berpartisipasi. Hal ini dipengaruhi oleh: participation rate, refusal rate, kelengkapan
pelaporan, ketepatan waktu pelaporan
- Sensitivitas (sensitivity) yaitu proporsi kasus yang dilaporkan diantara kasung yang
sebenarnya. Hal ini dipengaruhi oleh persentase kasus yang datang ke fasilitas
kesehatan, persentase kasus yang didiagnosis dengan benar, persentase kasus yang
didiagnosa dengan benar dan dilaporkan, kewaspadaan public/petugas kesehatan.
- Positive predictive value yaitu proporsi kasus yang sebenarnya diantara kasus yang
dilaporkan
- Keterwakilan (representativeness) yaitu akurasi gambaran masalah kesehatan yang
sesungguhmya di masyarakat yang di potret oleh sistem surveilans dalam konteks
orang, tempat, waktu.
- Ketepatan waktu (timeliness) yaitu Apakah ada keterlambatan pada setiap tahapan
sistem.
- Biaya (cost) yaitu identifikasi sumberdaya yang dapat digunakan untuk
mengoperasikan sistem.
e. Koordinasi dalam sebuah sistem surveilans, yang dinilai yaitu:
- Aspek tahapan dan tingkatan administrative
1) Deteksi pelaporan analisis intervensi
2) Perifer menengah - pusat
- Aspek fungsi

Asmau Saadah 25010112130398

1) Kerjasama tugas berganda


2) Kerjasama dengan disiplin lain
f. Mekanisme respons untuk intervensi information for action
g. Mekanisme respons untuk perbaikan intervesi

Daftar Pustaka
Agus Suwandono. Lintang Dian S. Evaluasi dan Penilaian Sistem Surveilans. Materi Perkuliahan
Surveilans Kesehatan Semerter IV Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro.
2016.