Anda di halaman 1dari 26

MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL

Mengelola Exposure

Oleh : Kelompok 1
1.
2.
3.
4.
5.

Laili Fitri Maddaniah


Vilia Khoerunnisa
Feni Febriani Hastuti
Siti Nurfalah
Indah Nurlita

(10090313055)
(10090313056)
(10090313057)
(10090313059)
(10090313072)

Kelas : Manajemen A

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
2015

HALAMAN PERSEMBAHAN

Dengan mengucapkan Alhamdulillah, kami bersyukur dengan terselesaikannya


makalah ini, saya menyusun makalah ini untuk memenuhi Tugas Kelompok
Manajemen Keuangan Internasional, selain itu makalah ini juga sebagai sarana
untuk menambah pengetahuan tentang materi yang akan kami bahas. Maka kami
persembahankan makalah ini dan kami ucapkan terimakasih kepada:
1. Bpk. Nurdin, SE.,M.SI selaku dosen Manajemen Keungan Internasional
2. Orang tua kami yang selalu memberi semangat dalam mengerjakan
makalah ini
3. Teman-teman kami yang selalu setia menemani maupun membantu dalam
membuat makalah ini
4. Semua pihak yang telah membantu kami dalam penyusunan makalah ini
sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini
5. Serta pembaca karya tulis yang terhormat
Kami berharap dengan terselesaikannya makalah ini dapat bermanfaat bagi para
pembaca dan juga dapat menambah wawasan bagi siapapun yang membacanya.

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat,
inayah dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan Makalah Tugas Kelompok
Manajemen Keuangan Internasional tentang Mengelola Eksposur ini.
Dalam penulisan makalah ini, kami merasa masih banyak kekurangankekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi.Untuk itu kritik dan saran
dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan makalah ini.
Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang tidak
dapat disebut satu persatu, yang telah memberikan bantuan dalam penulisan
makalah ini.Kami berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal
pada mereka yang telah memberikan bantuan dan dapat menjadikan semua
bantuan ini sebagai ibadah, Amin Yaa Robbal Alamiin.
Wassalamuaalaikum Wr.Wb

DAFTAR ISI
2

Halaman
Persembahan.................................
....................
Kata Pengantar.

.
Daftar
Isi
.
Bab Pendahuluan
1
.
1. Latar
1 Belakang

1. Tujuan
2 Penulisan
..
1. Rumusan
3 Masalah
..
Bab Pembahasan
2
..
Mengelola eksposur..
..
Jenis-jenis
eksposur
..
Eksposur ekonomi
..
Eksposur transaksi
..
Eksposur operasi
..
Eksposur akuntansi
..
Eksposur
Translasi
.
Perbandingan atar
eksposur..
Teknik
hedging
.
Bab Kesimpulan
3
...
Daftar

i
i
i
i
i
i
1
5
5

6
7
7
1
1
1
2
1
6
1
8
1
9
1
9
2
1
2

Pustaka
...

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dengan meningkatnya perdagangan internasional serta investasi internasional
yang diikuti dengan peningkatan lalu lintas informasi, komunikasi dan transportasi
serta usaha antar negara untuk menurunkan hambatan dan tarif yang mengakibatkan
terjadinya integrasi secara global dari barang dan jasa serta peningkatan efisiensi
penggunaan sumber daya. Transaksi perdagangan baik jasa maupun barang dilakukan
dalam berbagai mata uang suatu negara, sehingga perubahan nilai mata uang suatu
negara akan berpengaruh terhadap mata uang negara lainnya.
Sejalan dengan perkembangan perekonomian Internasional yang semakin pesat,
dimana kebutuhan ekonomi antar negara semakin terkait, telah meningkatkan arus
perdagangan barang, uang, serta modal antar negara negara yang sedang
berkembang. Kondisi ini antara lain disebabkan oleh adanya peningkatan kapitalisasi
pasar keuangan, pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi, dan suku bunga tinggi
(terutama di negara berkembang karena suku bunga di negara maju umumnya lebih
rendah).
Dorongan proses globalisasi juga berdampak terhadap peningkatan intensitas
kegiatan perdagangan internasional maupun kegiatan investasi luar negeri, sehingga
mendorong perusahaan-perusahaan untuk beroperasi secara efisien agar mampu
bersaing di pasar internasional. Beroperasi secara efisien artinya perusahaan harus
mampu untuk memproduksi barang dan jasa dengan biaya rendah pada tingkat
economic of scale-nya. Di samping itu, ada beberapa faktor lain yang berpengaruh

terhadap daya saing seperti antara lain kualitas produk, standar lingkungan dan jasa
purna jual bagi produk yang memerlukan pemeliharaan.
Perubahan kurs valuta asing juga berpengaruh terhadap arus kas perusahaan,
baik perusahaan tersebut melakukan transaksi dengan pihak luar negeri ataupun
hanya melakukan transaksi dengan pihak dalam negeri. Nilai tukar valuta asing yang
merupakan harga suatu mata uang terhadap mata uang negara lain berfungsi sebagai
alat perdagangan yang penting dalam hubungan ekonomi antar negara (Fei Ming :
2001). Mekanisme nilai tukar terjadi karena adanya pertemuan antara pembeli dan
penjual yang melakukan transaksi internasional, selain itu pula valas bisa menjadi
ukuran bagi para pembisnis yang ingin mencari modal dari luar negeri, ataupun bisa
sebaliknya, jika ada Investor yang ingin menanamkan modalnya di dalam negeri,
pasti menggunakan nilai tukar valas (forex) sebagai salah satu pertimbangannya.
Eksposur Ekonomi jauh lebih penting bagi kesehatan jangka panjang suatu
usaha bisnis disbanding perubahan yang diakibatkan oleh eksposur transaksi maupun
eksposur akutansi. Kendati demikian, eksposur ekonomi seringkali dinilai subyektif
karena tergantung dari estimasi perubahan aliran kas di masa mendatang dalam suatu
kurun waktu

yang arbitrer dengan kata lain eksposur ekonomi tidak berasal dari

proses akuntansi namun berasal dari analisis operasi ekonomi. Perencanaan


mengenai eksposur ekonomi merupakan tanggung jawab manajemen karena
mencakup interaksi strategi pemasaran, pembelian, dan produksi.
Dampak eksposur ekonomi tergantung dari horizon waktu yang digunakan.
Setiap perubahan kurs yang tidak diharapkan akan berdampak bagi aliran kas
perusahaan dalam empat tahap: jangka pendek, jangka menengah dengan kasus
ekuilibrium, jangka menengah dalam kasus ketidakseimbangan dan jangka panjang.
Dampak pertama terhadap aliran kas perusahaan dalam anggaran yang
2

berjalan dalam satu tahun. Kerugian ataupun keuntungan tergantung dari mata uang
yang mendasari aliran kas yang diharapkan, dalam hal ini peneliti menggunakan kurs
mata uang US Dollar. Mata uang mendasari yang ada misalnya utang, komitmen
penjualan atau pembelian tidak dapat diubah. Dalam jangka pendek adalah sulit.
Oleh karena itu, realisasi aliran kas akan berbeda dengan apa yang direncanakan
dalam anggaran padahal dengan berjalannya waktu harga dapat berubah akibat kurs
valas yang berubah.
Dampak kedua adalah pada aliran kas jangka menengah seperti ditunjukkan
dalam anggaran dua hingga lima tahun dengan asumsi kondisi yang terjadi ialah
ekuilibrium atau kesimbangan terjadi antara kurs valas, inflasi dan suku bunga
domestik. Dalam kondisi ekuilibrium perusahaan dapat menyesuaikan harga
sepanjang waktu agar dapat mempertahankan aliran kas pada tingkat yang
diharapkan. Kebijaksanaan moneter, fiscal dan neraca pembayaran amat menentukan
apakah kondisi ekuilibrium akan terjadi dan apakah perusahaan diperbolehkan
menyesuaikan harga dan biaya. Bila ekuilibrium terjadi secara terus menerus dan
perusahaan bebas menyesuaikan harga dan biaya agar dapat mempertahankan posisi
kompertitifnya.
Dampak ketiga adalah pada aliran kas jangka menengah dengan asumsi
terjadinya ketidakseimbangan dalam kasus ini, perusahaan tidak dapat menyesuaikan
harga dan biayanya akibat perubahan kurs valas. Realisasi aliran kas perusahaan akan
berbeda dengan bisa saja berubah
Setidaknya ada dua metode yang biasanya digunakan untuk mengukur
eksposur ekonomi dalam suatu perusahaan seperti Kuncoro Mudrajad: 1996
menjelaskan yaitu.
1. Sensitifitas penerimaan dan biaya terhadap pergerakan kurs

2. Analisis regresi terhadap data histories aliran kas dan kurs.


Sensitivitas penerimaan dan biaya terhadap pergerakan kurs ini dilakukan
dengan mengklasifikasikan aliran kas ke dalam pos-pos laporan rugi laba yang
berbeda dan secara subjektif memprediksi masing-masing pos tersebut berdasarkan
ramalan kurs valas.
Beberapa perusahaan lebih suka mengunakan harga saham sebagai proyeksi dari nilai
perusahaan dan penaksiran pemegang saham mengenai aliran kas di masa
mendatang. Kemudian memperkirakan prosentase perubahan harga sahamnya
sebagai akibat pergerakan mata uang. Analisis regresi digunakan untuk menentukan
bagaimana perubahan harga saham perusahaan dipengaruhi oleh fluktuasi kurs.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode ARCH_GARCH.
Pengaruh perubahan kurs valuta asing akan berpengaruh terhadap arus kas
perusahaan, baik perusahaan tersebut melakukan transaksi dengan pihak luar negeri
ataupun hanya melakuknnya dengan pihak dalam negeri. Pengaruh resiko valuta
asing terhadap perusahaan atau disebut

foreign exchange exposure dapat

dikelompokan dalam tiga bentuk, yaitu Translation Exposure, Transaction Exposure


dan Operating Exposure.
Alan C. Saphiro mengelompokan operating exposure dengan transaction
exposure menjadi satu yang disebut dengan economic exposure atau eksposur
ekonomi dimana eksposur ekonomi menunjukan dampak perubahan nilai kurs
terhadap arus kas perusahaan yang akan datang yang merupakan pencerminan nilai
perusahaan yang dapat di lihat juga indikator bagus atau tidaknya kinerja nilai arus
kas perusahaan itu dari pergerakan nilai sahamnya (Alan C. Saphiro :1996 ; hal. 277)

1.2 Tujuan Penulisan

Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas kelompok


Manajemen Keuangan Internasional tentang Mengelola Eksposur, dan juga agar
kami dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang materi yang kami bahas
ini.
1.3 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan eksposur?
2. Apa saja jenis-jenis eksposur?
3. Bagaimana perbandingan antar eksposur?
4. Apa saja teknik hedging?

BAB 2
PEMBAHASAN

MENGELOLA EKSPOSUR
Eksposur adalah ukuran kepekaan dari nilai mata uang domestik. Artinya,
eksposur merupakan gambaran dari tingkat atau derajat perubahan nilai suatu
objek dalam mata uang asal karena perubahan. Kedua, eksposur berhubungan
dengan nilai mata uang domestik riil. Ketiga, kita memperhatikan bahwa eksposur
dapat terdapat pada aset dan kewajiban atau pada pendapatan operasi
perusahaan.Oleh karena nilai aset dan kewajiban ditentukan pada suatu saat
tertentu, dan nilai pendapatan operasi dihitung selama periode waktu tertentu,
maka kita melihat bahwa eksposur terdapat pada sediaan (stock) dan aliran
(flow).Keempat, kita memperhatikan bahwa kita tidak mengukur daftar objek
yang terekspos dengan menyatakan bahwa mereka merupakan aset asing dan
seterusnya. Hal ini karena sebagaimana yang akan kita lihat, perubahan kurs yang
tak terantisipasi dapat mempengaruhi aset, kewajiban, dan pendapatan operasi
domestik dan asing. Terakhir kita memperhatikan bahwa definisi eksposur hanya
merujuk pada perubahan kusr yang tak terantisipasi.
Exposure dalah tingkat dimana perusahaan dipengaruhi oleh perusahaan
kurs. Berbeda dengan cash flow perusahaan domestik, cash flows perusahaan
multinasional didenominasi dalam berbagai valas dan nilai dari masing-masing
mata uangnya relatif berbeda dengan mata uang lokal dalam waktu yang berbeda
pula. Variasi-variasi ini memperumit masalah pengukuran kinerja subsidiary dan
para manajer-manajernya.
Secara khusus perusahaan multinasional menghadapi exposure-exposure
transaksi, translasi dan ekonomi, yang berubah akibat kurs valas dan
mempengaruhi perusahaan dalam cara yang berbeda dan memerlukan teknik
manajemen yang berbeda.

JENIS-JENIS EKSPOSUR
1

EKSPOSUR EKONOMI

Pengertian
Eksposur ekonomi didefinisikan sebagai perubahan nilai perusahaan karena
perubahan kurs mata uang.Dua sumber eksposur ekonomi adalah eksposur
transaksi dan eksposur operasi.Eksposur ini merupakan eksposur yang paling
penting diperhatikan oleh manajer, karena tujuan manajemen keuangan adalah
memaksimumkan nilai perusahaan.Eksposur ini merupakan eksposur yang paling
diperhaikan oleh manajer, dengan tujuan manajemen keuangan adalah
memaksimumkan nilai perusahaan.Nilai perusahaan didefinisikan sebagai present
value aliran kas masuk bersih dimasa mendatang. Semua aspek perusahaan yang
bisa dipengaruhi aliran kas masuk bersih di masa mendatang, seperti kontrak yang
diperoleh sekarang ini, daya saing perusahaan saat ini maupun dimasa mendatang,
akan mempengaruhi eksposur ekonomi. Dua sumber eksposur ekonomi adalah
eksposur transaksi dan eksposur operasi.
Economic exposure (operating/ competitive exposure) adalah exposure valas
cash flows perubahan terhadap perubahan-perubahan nilai tukar rill. (Mengukur
perubahan-perubahan nilai tukar yang mempengaruhi nilai perusahaan yang
diukur dalam PV cash flows masa datang yang diharapkan/berfokus pada dampak
perubahan-perubahan nilai tukar terhadap nilai perusahaan yang diukur dalam
present value dari seluruh cash flow masa datang yang diharapkan/expected future
cash flows). Exposure yang didasarkan pada nilai-nilai pasar mengasumsikan
bahwa tujuan finansial perusahaan adalah untuk memaksimumkan kekayaan
pemegang saham).
Mengukur Exposure Ekonomi
Exposure Ekonomi dan Risiko Nilai Tukar (Exchange Risk) merupakan
sesuatu yang berbeda dari exposure. Risiko nilai tukar merupakan variabilitas nilai
perusahaan yang disebabkan oleh perubahan-perubahan mata uang yang tidak
terantisipasi (Risiko nilai tukar mencakup keberadaan perubahan-perubahan yang
tidak pasti dari kurs mengarah pada fluktuasi yang tidak pasti dari nilai

perusahaan/variabilitas future cash flows perusahaan).Jika perusahaan tidak


memiliki exposure, perusahaan tidak memiliki risiko nilai tukar.
Exposure ekonomi berfokus pada dampak dari fluktuasi-fluktuasi mata uang
pada nilai perusahaan.Fokus inilah yang sering diabaikan oleh accounting
profession (tidak memperlihatkan pengukuran dan pengolahan efek dari
perubahan-perubahan mata uang pada neraca).Para akuntan menekankan dampak
dari fluktuasi-fluktuasi mata uang pada pos-pos neraca perusahaan.Padahal
komponen-komponen yang sudah ada pada neraca perusahaan seperti utang-utang
dan piutang-piutang mengandung beberapa unsur transaksi yang membutuhkan
penyelesaian dalam mata uang asing.
Dalam pengukuran exposure ekonomi, meski sedetail apapun laporan
exposure transaksi memiliki ketidaksempurnaan fundamental; asumsi bahwa
aliran lokal currency cost dan revenue tetap konstan setelah terjadi perubahan nilai
tukar. Asumsi tersebut tidak memperbolehkan evaluasi penyesuaian-penyesuaian
tipikal bahwa konsumen-konsumen dan perusahaan dapat diperkirakan untuk
melakukan sesuatu dibawah kondisi-kondisi perubahan valas. Dengan demikian
upaya untuk mengukur kemungkinan exchangegain atau loss dengan hanya
mengalihkan projected predevaluation (predevaluation)local currency cash flows
dengan forecast devaluation (revaluation)percentage akan mengarah pada
misleading result.
Dengan demikian, dengan diketahui keterkaitan antara kurs valas dan tingkat
inflasi tersebut, kurs rill harus digunakan pada saat mengukur exposure ekonomi.
Inilah yang merupakan perhatian para ahli ekonomi, yaitu menekankan dampak
dari fluktuasi-fluktuasi valas pada fluktuasi-fluktuasi nilai tuikar dapat
mempengaruhi jumlah future cash flows perusahaan.
Dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa terdapat dua komponen
exposure ekonomi, yakni exposure transaksi dan exposure operasi.Exposure
transaksi muncul akibat berbagai jenis transaksi yang mem erlukan penyelesaian
dalam valas.Exposure transaksi meski sering dimasukkan ke dalam exposure

akutansi, ia merupakan bagian dari exposure ekonomi disebabkan meski


perusahaan melakukan penyelesaian seluruh kontraknya dalam mata uang
domestik atau melakukan hedging exposure transaksinya, exposure residual yang
berupa longterm operating exposure tetap ada.
Exposure operasi timbul karena fluktuasi valad dapat ,mengubahfuture
revenues

dan

cost

perusahaan

(operating

cash

flows).Pengukurannya

membutuhkan perspektif jangka waktu yang lebih panjang, memandang


perusahaan sebagai ongoing concern dengan operasi-operasi dimanacost dan
price competitiviness dapat dipengaruhi oleh perubahan-perubahan kurs.
Perusahaan menghadapi operating exposure pada saat investasi dalam melayani
pasar menghadapi kompetisi asing atau sourcing goods atau inputs diluar negeri.
Investasi ini termasuk pengembangan produk baru, network distribusi, foreign
supply contracts atau fasilitas-fasilitas produksi.Exposure transaksi timbul
kemudian

dan

hanya

jika

komitmen

perusahaan

mengarah

pada

transaksi/keterlibatan dalam pembelian atau penjualan yang didenominasi valas.


Risiko atau ketidakpastian mata uang yang menunjukkan perubahan kurs
secara acak, tidaklah sama dengan eksposur mata yang mengukur apa yang
berada pada risiko. Jadi, eksposur terhadap risiko mata uang dapat diukur secara
tepat oleh sensitivitas dari (1) nilai mata uang induk di masa depan dari aset (dan
liabilitas) perusahaan dan (2) arus kas operasi perusahaan terhadap perubahan
kurs secara acak.
Eksposur ekonomi menitiberatkan pada pengaruh aliran kas atas perubahan
nilai tukar. Eksposur ekonomi dibagi menjadi dua jenis, yaitu :
a

Eksposur transaksi
Adalah keuntungan atau kerugian yang timbul dari pembayaran kewajibankewajiban kontrak yang didenominasikan oleh mata uang asing.Pembayaran
kewajiban ini langsung mempengaruhi aliran kas perusahaan.

Eksposur operasi

Adalah pengaruh fluktuasi nilai tukar mata uang terhadap biaya dan
pendapatan perusahaan.Contoh : pelayanan atas pasar luar negri, pengadaan
barang luar negri, biaya jaringan distribusi, dan lain-lain.
Sedangkan berdasarkan waktu, ada tiga pola eksposur ekonomi yang masingmasing adalah :
a

Nonkontraktural, yaitu transaksi valuta asing yang tidak memakan tenggang


waktu. Seperti investasi, pengembangan produk baru, pemasaran dan

penyediaan fasilitas distribusi.


Quasi kontraktual, transaksi yang memakan sedikit tenggang waktu,
misalnya: pengumpulan hutang mata uang asing, menerima quota harga mata

uang asing.
Kontraktual, transaksi valuta asing yang memakan tenggang waktu, yang
termasuk dalam jenis ini misalnya adalah pengumpulan hutang dalam mata
uang asing, pembayaran hutang dalam mata uang asing.
Secara sederhana pengukuran eksposur ekonomi dapat dilakukan dengan

hanya melihat pengaruh nilai tukar terhadap aliran kas perusahaan.Tetapi


sebenanrnya dalam mengukur eksposur ekonomi sifatrnya sangat kompleks dan
terdapat banyak kendala.Karena bagaimanapun adalah tidak mungkin mengukur
pengaruh nilai tukar tanpa secara bersamaan mempertimbangkan dampak inflasi
setiap mata uang terhadap aliran kas perusahaan. Oleh karenanya untuk mengukur
eksposur ekonomi akan digunakan konsep The Real Exchange Rate atau tingkat
bilai tukar Riil, yaitu nilai tukar nominal yang disesuaikan dengan daya beli
(purchasing power) dari tiap mata uang dalam periode tertentu.
Perhitungan Exposure Ekonomi
Penilaian kuantitatif exposure ekonomi secara kritis tergantung pada asumsiasumsi yang berkenaan dengan ukuran cash flows masa datang dan sensitivitasnya
terhadap perubahan-perubahan nilai tukar.

EKSPOSUR TRANSAKSI
10

Pengertian
Dapat didefinisikan sebagai sensitivitas nilai mata uang domestic realisasin
atas arus kas kontraktual perusahaan yang didenominasikan dalam mata uang
asing terhadap perubahan arus kus yang tidak terantisipasi.Karena penyelesaian
arus kas kontraktual ini mempengaruhi arus kas mata uang domestic perusahaan,
maka eksposur transaksi terkadang disebut sebagai eksposur ekonimi jangka
pendek. Eksposur transaksi berasal dari kontrak harga tetap di sebuah dunia
tempat nilai tukar berubah secara acak
Eksposur transaksi terjadi jika kontak bisnis menggunakan harga tertentu
dengan asumsi kurs yang tertentu, sementara kurs yang terjadi bisa berubah.
Akibatnya timbul ketidakpastian besarnya aliran kas yang akan diterima dari
kontrak tersebut.
Eksposur transaksi mengukur perubahan pada nilai transaksi karena terdapat
perbedaan antara kurs valuta asing pada saat transaksi disepakati dan saat
transaksi diseesaikan/dipenuhi.Jadi eksposur ini berhubungan dengan transaksitransaksi yang sudah ada, tetapi belum jatuh tempo. Eksposur transaksi akan
mempengaruhi aliran kas janga pendek perusahaan.
Transaction exposure adalah exposure valas perusahaan dalam transaksitransaksinya dengan negara lain dimana transaksi tersebut terjadi pada saat ini,
namun pembayarannya dilakukan pada masa datang. Pada saat jatuh tempo /
penyelesaian transaksi-transaksi tersebut menaikkan keuntungan-keuntungan atau
kerugian-kerugiab mata uang.
Eksposur operasi disebut juga eksposur ekonomis, eksposur komperatif atau
eksposur strategis mengukur perubahan nilai sekarang perusahaan yang
disebabkan oleh adanya perubahan pada aliran kas operasi di masa yang
akandatang, karena terjadi perubahan yang tak terantisipasi pada kurs valuta
asing. Besarnya eksposur operasi ditentukan oleh damak dari perubahan kurs
valuta asing terhadap volume penjualan, harga atau biaya di masa yang akan
datang.
Eksposur transaksi dan esposur operasi berhubungan dengan perubahan pada
aliran kas perusahaan. Pebedaan adalah dampak eksposur transaksi memiliki
jangkauan waktu yang lebih pendek, kerena hanya melibatkan transaksi-transaksi
yang belum jatuh tempo. Sebaliknya, eksposur operasi mengukur kemungkinan

11

penyimpangan aliran kas dari yang diharapkan, baik aliran kas jangka pendek,
jangka menengah maupun jangka panjang
Mengukur Eksposur Transaksi
Nilai aliran kas masuk perusahaan yang diterima dalam berbagai denominasi
mata uang asing akan ditetukan oleh kurs valuta asing, pada saat penerimaan
dikonversikan ke mata uang yang dikehendaki. Demikian juga dengan aliran kas
keluar yang dibayarkan dalam denominasi mata uang asing, nilainya akan
tergantung pada kurs valuta sing saat pembayaran akan dilakukan.
Eksposur transaksi antara lain dapat disebabkann oleh beberapa hal yaitu:
1 Pembelian atau penjualan barang atau jasa secara kredit, dmana harga
2

dinyatakan dalam mata uang asing.


Pinjam meminjam dana yang pelunasannya dinyatakan dalam mata uang
asing.
Eksposur transaksi terdiri dari beberapa tahap yaitu, eksposur kuotasi,

eksposur pra pemenuhan pesanan, dan eksposur penagihan.


Pengukuran eksposur transaksi dapat dilakukan melalui dua tahapan yaitu:
1

Memproyeksikan penerimaan dan pengeluaran dalam setiap mata uang asing,


selama kurun waktu tertentu (misal: per bulan, per triwulan, persemester, atau

pertahun)
Menghitung keseluruhan eksposur dari semua penerimaan dan pengeluaran
bersih.
3 EKSPOSUR OPERASI
Pengertian
Eksposur operasi mengukur setiap perubahan pada nilai sekarang perusahaan

yang disebabkan oleh perubahan aliran kas operasi, karena perubahan yang tak
terduga pada kus valuta asing.Analisis eksposur operasi bertujuan untuk
mengetahui dampak dari perubahan kurs valuta asing (yang tak terduga) terhadap
kegiatan operasi dan posisi bersaing peusahaan. Melaui analisis tersebut akan
dapat dirumuskan langkah-langkah strategis atau teknik-teknik operasi yang
mungkin ditempuh untuk mempertahankan atau bahkan mempertinggi nilai
perusahaan.
Eksposur operasi timbul karena operasi perusahaan secara langsung atau tidak
langsung akan dipengaruhi oleh perubahan kurs mata uang. Contoh yang

12

sederhana adalah jika mata uang suatu Negara menguat, maka harga prosuk yang
dihasilkan Negara tersebut menjadi relative lebih mahal dibandingkan prosuk luar
negeri.Hal ini mengakibatkan menurunnya daya saing produk tersebut, dan
mengakibatkan menurunnya daya saing produk tersebut, dan mengakibatkan
turunnya aliran kas masuk perusahaan, yang berarti menurunnya nilai perusahaan.
Mengukur Dampak Eksposur Operasi
Dampak jangka pendek
Dampak jangka pendek eksposur operasi adalah pada aliran kas yang
diharapkan dalam anggaran oerasi atau tahunan. Keuntungan atau keugian
yang mungkin dialami akan ditentukan oleh denominasi mata uang (mata uang
yang diigunakan dalam perencanaan aliran kas).dalam jangka pendek,
perusahaan umumnya juga sulit menyesuaikan harga jual atau harga faktorfaktor produksi. Oleh karena itu, aliran kas yang terealisasi akan berbeda dari

yang dianggarkan.
Dampak jangka menengah : terdapat kondisi keseimbangan
Pada aliran kas jangka menengah yang diharapkan, seperti yang ditunjukan
dalam perencanaan dua sampai lima tahunan, dimana terdapat kondisi
keseimbangan di antara berbagai nilai tukar mata uang, laju inflasi dan tingkat
bunga antar negara. Dalam kondisi ini, denominasi mata uang dari aliran kas
yang diharapkan tidaklah sepenting negara di mana aliran kas yang diperoleh.
Apabila kondisi keseimbangan selalu ada dan perusahaan bebas menyesuaikan
harga dan biaya untuk mempertahankan posisi yang diharapkan, ia mungkin
tidak menangging eksposur, aliran kas yang diharapkan akan sama dengan
yang terealisasi, sehingga nilai pasar perusahaan tidak berubah.
Faktor Penentu Eksposur Operasi
Tidak seperti eksposur kontraktual (yaitu, eksposur transaksi), yang dapat

ditentukan dari laporan akuntansi perusahaan, eksposur operasi tidak dapat


ditentukan dengan cara yang sama. Eksposur operasi perusahaan ditentukan
melalui (1) struktur pasar tempat perusahaan memperoleh inputnya, seperti tenaga
kerja dan bahan baku, dan menjual produknya, serta (2) kemampuan perusahaan
untuk mengurangi pengaruh perubahan kurs dengan menyesuaikan pasar, bauran
produk, dan sumber inputnya.

13

Secara umum, sebuah perusahaan dihadapkan pada tingginya tingkat eksposur


operasi ketika biayanya ataupun harganya sensitif terhadap perubahan
kurs.Sebaliknya, apabila biaya maupun harganya sensitif atau tidak sensitif
terhadap perubahan kurs, perusahaan tersebut tidak memiliki eksposur yang besar.
Menghadapi perubahan kurs, sebuah perusahaan dapat memilih salah satu dari
tiga strategi harga berikut: (1) melewatkan sepenuhnya biaya tak terduga pada
harga jualnya (pass-through seluruhnya), (2) sepenuhnya menyerap biaya tak
terduga tersebut untuk mempertahankan harga jualnya tidak berubah (tidak ada
pass-through), atau (3) melakukan beberapa kombinasi dari kedua strategi yang
dijelaskan tadi (pass-through parsial)
Mengelola Eksposur Operasi
Sejalan dengan semakin globalnya perekonomian, banyak perusahaan yang
melakukan aktivitas internasional seperti ekspor, perolehan sumber daya dari luar
negeri, usaha patungan dengan mitra luar negeri, serta membangun produksi dan
afiliasi penjualan di luar negeri.Arus kas dari perusahaan seperti itu bisa cukup
sensitive terhadap perubahan kurs.Tujuan pengelolaan eksposur operasi adalah
untuk menstabilkan arus kas dalam menghadapi fluktuasi nilai tukar.
Karena sebuah perusahaan terekspos terhadap risiko kurs utamanya melalui
pengaruh perubahan kurs terhadap posisi bersaingnya, sangatlah penting untuk
memperhatikan manajemen eksposur nilai tukar dalam konteks perencanaan
strategis jangka panjang perusahaan.Jadi, pengelolaan eksposur operasi bukan
merupakan isu taktis jangka pendek. Perusahaan dapat menggunakan strategi
1
2
3
4
5

berikut ini untuk pengelolaan eksposur operasi:


Memilih lokasi produksi berbiaya murah
Kebijakan pencarian sumber daya yang fleksibel
Diversifikasi pasar
Diferensiasi produk dan upaya (R&D)
Lindung nilai keuangan
Ketika mata uang dalam negeri kuat atau diharapkan menjadi kuat, sehingga
mengikis posisi bersaing perusahaan, maka perusahaan dapat memilih untuk
menempatkan fasilitas produksi diluar negeri yang biayanya rendah dikarenakan
mata uang dinilai rendah atau faktor produksi yang murah. Eksposur operasi
dalam menentukan eksposur ekonomi, dan akan mempunyai efek langsung

14

terhadap nilai perusaaan. Perubahan aliran kas karena perubahan kurs disebabkan
dua hal yaitu perubahan daya saing dan perubahan karena konversi mata uang.
Mengukur Eksposur Operasi
Teknik statistic regresi bisa digunakan

untuk

mengukur

eksposur

operasi.Koefisien regresi menjadi indikator eksposur ekonomi.


Dalam persamaan regresi, koefesien regresi didefinisikan sebagai berikut:
b= (konvarians variable x dengan y)/varians variable x
Persamaan regresi bisa digunakan untuk menghitung eksposur aliran kas
terhadap perubahan kurs mata uang, lebih spesifik eksposur mata uang
didefinisikan sebagai berikut:
b=eksposur= (konvarians antara kurs dengan aliran kas/varians aliran kas.
MANAJEMEN EKSPOSUR OPERASI
Manajemen eksposur operasi bisa dilakukan melalui beberapa bidang
pemasaran, produksi, dan keuangan.

Pemasaran : manajemen eksposur operasi berusaha memperkecil sensitivitas

aliran kas terhadap perubahan kurs.


Produksi : manajemen eksposur operasi bisa dilakukan melalui perubahan
komposisi produk, pemindahan fasilitas produksi, memindahkan fasilitas

produksi, memindahkan lokasi pabrik, atau meningkatkan produktifitas.


Keuangan : manajemen eksposur operasi bisa dilakukan dengan hedging
alamiah, menggunakan pinjaman back to back swap, atau lead dan lag.
Eksposur operasi seperti yang digambarkan di atas mengakibatkan

perubahan alirankas masuk, yang berarti perubahan nilai perusahaan.

Dalam jangka pendek perubahan aliran kas tersebut disebabkan karena

merubah kurs.
Dalam jangka panjang perubahan kurs akan menyebabkan perubahan yang
lebih fundamental, yaitu perubahan daya saing perusahaan. Perubahan daya
saing tersebut akan menyebabkan aliran kas masuk dalam jangka panjang.

EKSPOSUR AKUNTANSI

15

Pengukuran Exposure Akutansi (Measuring Accounting Exposure)


Eksposur ini terjadi jika laporan keuangan dipengaruhi oleh perubahan
kurs mata uang. Perusahaan multinasional mempunyai cabang atau anak
perusahaan di luar negeri dengan mata uang Negara dimana kantor perusahaan
multinasional berada. Misalkan perusahaan multinasional Indonesia, maka laporan
keuangan konsolidasi akan menggunakan dominasi rupiah. Laporan keuangan
anak perusahaan di Amerika Serikat (yang menggunakan denominasi dolar AS),
di Hongkong (menggunakan denominasi dolar hongkong), akan dikonversikan ke
dalam rupiah untuk laporan konsolidasi. Konversi semacam itu akan
mengakibatkan munculnya eksposur konversi. Rugi/laba atau posisi keuangan
bisa berubah-ubah tergantung asumsi kurs yang digunakan atau metode akuntansi
konversi yang digunakan.
Dalam hal pengukuran exposure terhadap perubahan-perubahan nilai
tukar, terdapat perbedaan utama antara praktik akuktansi dengan realitas ekonomi.

Accounting exposure merupakan hasil dari menyatakan kembali laporan

keuangan yang dinyatakan dalam mata uang asing ke dalam mata uang lokal.
Economic exposure berfokus pada dampak perubahan-perubahan nilai tukar
terhadap nilai perusahaan yang diukur dalam present value dari seluruh cash

flow masa datang yang diharapkan.


Exposure yang didasarkan pada nilai-nilai pasar mengasumsikan bahwa tujuan
keuangan perusahaan adalah untuk memaksimalkan kekayaan pemegang
saham.

Mengelola Exposure Akutansi


Exponsure transaksi terjadi ketika perusahaan terlibat dalam transaksi yang
didominasi mata uang asing/valas yang akan terjadi di masa datang. Untuk
melindungi inflows dan outflows masa datang dari pergerakan mata uang yang
sangat cepat, perusahaan multinasional dapat mengkompensasi seluruh atau
sebagian cash flows exposure transaksi melalui transaksi/tindakan berikut
(tindakan ini merupakan konsep hedging):

16

Contractual hedges, seperti :Forward market hedge, money market hedge, dan

option market hedge.


Operating strategies (strategi-strategi operasi) yang meliputi price adjusment
caluses, risk shifting, exposure netting, dan currency risk sharing.

Manajemen Eksposur Akuntansi


Teknik yang sering dipakai dalam mengelola eksposur akuntansi adalah
balance sheet hedge.Selain balance sheet hedge, juga terdapat teknik lain, yaitu
contractual hedge, tetapi hasil yang diperoleh sering kali melibatkan unsur
spekulatif.

Balance Sheet Hedge


Langkah yang ditempuh dalam teknik balance sheet hedge adalah
menyeimbangkan jumlah aset dan kewajiban yang terekspos. Dengan langkah
ini, efek neto dari eksposur akuntansi akan ditiadakan. Di satu sisi, perubahan
kurs akan mengubah nilai aset yang terekspos, tetapi di sisi lain, nilai
kewajiban yang terekspos juga akan berubah dengan jumlah yang sama, tetapi
arahnya berlawanan dengan perubahan nilai aset.

EKSPOSUR TRANSLASI
Translation (Accounting) exposure merupakan exposure laporan rugi/laba
dan Neraca MNC terhadap perubahan0perubahan nilai tukar nominal.Dihasilkan
dari fakta bahwa MNC harus mengkonsilidasi rekeningnya ke dalam mata uang
lokal melalui cash flow-nya yang didominasi dalam berbagai valas (mentranslasi
laporan keuangan yang didenominasi mata uang lokal, dimana aset dan liabilities
tersebut mereflesikan keputusan-keputusan masa lalu yang dibuat oleh
perusahaan).
Mengacu pada potensi bahwa laporan keuangan konsolidasian perusahaan
dapat terpengaruh oleh perubahan nilai tukar.Konsolidasi mencakup translasi
laporan keuangan anak perusahaan dari mata uang lokal ke mata uang Negara
induk.
Mengelola Exposure Translasi
17

Exposure translasi dihasilkan dari keperluan untuk mentranslasikan


laporan keuangan yang didenominasi mata uang asing ke dalam mata uang parent
company.
Strategi dasar hedging, untuk mengurangi exposure translasi meliputi
pengurangan soft currency assets (hard currency liabilities) dan meningkatkan
soft currency liabilities (hard currency assets).
Dengan penyesuaian dana

(fund adjusment),

apakah perusahaan

multinasional mengubah jumlah atau mata uang-mata uang dari cash flows parent
dan/atau afiliasi-afiliasinya yang telah direncanakan untuk mengurangi exposure
mata uang lokal perusahaan.
1
2

Penyusunan dana langsung berkenaan dengan penyesuaian modal kerja.


Penyusunan dana tidak langsung meliputi penggunaan transfer pricing,

leading, serta lagging.


Forward contracts adalah instrumen-instrumen hedging yang paling popular
untuk mengurangi exposure translasi perusahaan. Curency selection, transfer
pricing, dan exposure netting merupakan tambahan perangkat-perangkat,
namun jarang digunakan karena kendala-kendala yang dikenali teknik-teknik
tersebut oleh pemerintah-pemerintah asing.
Pada saat memilih mekanisme hedging yang paling tepat, perusahaan-

perusahaan

harus

menyesuaikan

aliran-aliran

dana

mereka

pada

saat

menguntungkan untuk dilakukan atas dasar covered (covered basis) biarpun


efeknya yang akan ada pada exposure translasi.
PERBANDINGAN ANTAR EKSPOSUR
Eksposur operasi mempunyai orientasi masa mendatang. Perubahan kurs
saat ini akan mempengaruhi operasi perusahaan di masa mendatang. Eksposur
akuntansi mempunyai orientasi masa lalu.Laporan keuangan yang meringkas
kegiatan perusahaan di masa lalu. Eksposur tersebut terjadi karena laporan
keuangan dengan denominasi mata uang yang berbeda harus dikonversikan ke
mata uang kantor pusat. Eksposur operasi lebih sulit diukur dan dikembalikan

18

karena orientasi masa depan tersebut, meskipun eksposur operasi merupakan


eksposur yang penting diperhatikan oleh manajer karena akan mempengaruhi nilai
perusahaan secara signifikan. Eksposur transaksi mempunyai jangka waktu yang
pasti. Besar eksposur transaksi juga relative mudah diperhitungkan.
TEKNIK HEDGING
Manajemen eksposur bisa dilakukan melalui hedging.Hedging pada
dasarnya dilakukan sedemikian rupa agar nilai aliran kas menjadi stabil tidak
tergantung perubahan kurs.Hedging dengan demikian bisa didefinisikan sebagai
nilai transaksi mata uang asing yang dibutuhkan agar nilai aliran kas di masa
mendatang tidak tergantung pada perubahan kurs.
Terlihat bahwa aliran kas dengan hedge menunjukan varians yang lebih
kecil.Dengan demikian risiko aliran kas yang dihedge lebih kecil dibandingkan
dengan aliran kas yang tidak dihedge.
1

Hedging melalui forward


Forward Market Hedge
Forward market hedge adalah pengkompensasian piutang-piutang atau utangutang yang didenominasi mata uang asing dengan forward contract untuk
menjual/membeli mata uang tersebut pada waktu penyerahan yang ditetapkan

sama dengan antisipasi penerimaan/pembayaran mata uang asing.


Hedging melalui pasar uang : hedging dengan cara ini dilakukan dengan cara

meminjam dan meminjamkan dua mata uang secara simultan.


Money Market Hedge (Hedging Pasar Uang) terdiri dari kegiatan me-reverse
piutang atau utang dengan menciptakan matching utang-utang dan piutangpiutang pada mata uang tertentu dengan cara pinjam dan meminjamkan di

pasar uang.
Foreign Currency Option
Perusahaan-perusahaan melakukan transaksi-transaksi bisnis yang mungkin,

tetapi tidak pasti terjadi.Dalam hal ini, forward contract tidak cocok untuk menghedge terhadap perubahan-perubahan nilai tukar. Akan tetapi, perusahaan harus
menggunakan option contract yang memberi pemilik hak tetapi bukan kewajiban

19

untuk membeli (call)atau menjual (put) sejumlah mata uang tertentu pada harga
tertentu selama perjanjian tersebut.
Call option (opsi membeli) dikatakan berharga (valuable) pada saat perusahaan
menantikan hasil tender yang misalnya melibatkan pembelian aset-aset asing.Put
option (opsi menjual) dikatakan berharga pada saat perusahaan menantikan hasil
persidangan di peradilan luar negeri.
Tujuan hedging, melibatkan matching profil risk return dan instrumeninstrumen hedging dengan posisi mata uang untuk di-hedge. Dengan demikian,
forward contract lebih baik dipakai pada saat cash flows mata uang asing
diketahui, sementara options contract lebih sesuai pada saat cash flows mata uang
asing tidak pasti.

BAB 3
KESIMPULAN
Exposure ekonomi dapat dikelola dengan menyeimbangkan sensitivitas
dari pendapatan dengan sensitivitas dari biaya terhadap fluktuasi nilai
tukar.Namun, untuk meraih nilai ini, perusahaan harus terlebih dahulu mengetahui
bagaimana pendapatan dan bebannya dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar.Bagi
sejumlah perusahaan, pendapatannya lebih rentan terhadap pergerakan nilai tukar
daripada biayanya. Perusahaan-perusahaan semacam ini akan lebih
mengkhawatirkan apresiasi valuta Negara asalnya terhadap valuta-valuta asing,
karena yang menguntungkan dari sisi biaya. Sebaliknya, perusahaan perusahaan
yang biayanya lebih sensitive terhadap fluktuasi nilai tukar dari pada
pendapatannya akan mengkhawatirkan depresiasi valuta Negara asal terhadap
valuta valuta asing. Pada saat mengurangi exposure ekonomi, perusahaan tidak
hanya mengurangi dampak negative ini, tetapi juga dampak positif yang bisa
muncul jika valuta Negara asal bergerak kearah sebaliknya
Exposure translasi ini dapat dikurangi dengan menciptakan posisi short
dalam valas yang di gunakan untuk mengukur laba anak perusahaan. Kalau valas
ini mengalami apresiasi terhadap valuta induk, dampak yang merugikan laba
konsolidasi dapat diimbangi oleh keuntungan dari posisi short tersebut. Jika valuta
fungsional anak perusahaan mengalami apresiasi, kerugian dari posisi short akan

20

ditutupi oleh keuntungan translasi. Namun, banyak perusahaan multinasional


tidak menyukai hal ini, di mana keuntungan semu ditutupi oleh kerugian kas.
DAFTAR PUSTAKA
1. Hanafi, M. M. (2013). Manajemen Keuangan Internasional. Jogjakarta:
Bpfe.
2. Levi, M. D. (1996). Manajemen Keuangan Internasional . Jogjakarta:
Andi.
3. M.Faisal. (2001). Manajemen Keuangan Internasional . Jakarta: Salemba
Empat.
4. S, E. C., G, R. B., & Sabherwal. (2014). Keuangan Internasional . Jakarta:
Salemba Empat.
5. Yulianti, S. H., & Prasetyo, H. (2002). Dasar-Dasar Manajemen
Keuangan Internasional. Jogjakarta: Andi.

21