Anda di halaman 1dari 36

1

TUGAS MATA KULIAH


PENGEMBANGAN EVALUASI DAN PROSES PEMBELAJARAN FISIKA
PERBANDINGAN PENILAIAN, ASESMEN, PENGUKURAN DAN TES

Oleh
RISKA WAHYUNI
15175036

DOSEN PEMBIMBING
PROF. DR. FESTIYED, MS
Dr. DJUSMAINI DJAMAS, M.Si

PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat
dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas mata kuliah
Pengembangan

Evaluasi

Pembelajaran

Fisika

Berbasis

mengenai

Perbandingan penilaian, evaluasi, pengukuran dan tes . Dalam menyelesaikan


makalah ini, penulis banyak dibantu oleh berbagai pihak, terutama penulis
mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pengampu Mata Kuliah

Prof. Dr.

Festiyed, MS dan Dr Djusmaini Djamas.


Penulis menyadari masih banyak kekurangan dan kesalahan, baik dari segi
materi maupun penulisan. Oleh karena itu, penulis mohon maaf atas kekurangan
tersebut dan mengharapkan masukan untuk kesempurnaan makalah ini. Semoga
makalah ini bermanfaat bagi para pembaca.
Padang, Februari 2016

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................... i
DAFTAR ISI.............................................................................................. ii
BAB I...................................................................................................... 1
PENDAHULUAN....................................................................................... 1
A.

Latar belakang................................................................................... 1

B.

Rumusan masalah.............................................................................. 2

C.

Tujuan penulisan................................................................................ 2

BAB II..................................................................................................... 3
PERBANDINGAN TEORI PADA BUKU DAN TEORI TERBARU........................3
A.

Tes................................................................................................. 3

B.

Pengukuran...................................................................................... 5

C.

Penilaian/asesmen............................................................................ 12

D.

Evaluasi........................................................................................ 15

BAB III.................................................................................................. 19
PENGEMBANGAN.................................................................................. 19
A.

Model Pengembangan.......................................................................19

B.

Prosedur pengembangan....................................................................21

C.

Uji Coba Produk.............................................................................. 22

D.

Subjek Uji Coba.............................................................................. 23

E.

Jenis data....................................................................................... 23

F.

Instrumen pengumpulan data...............................................................24

G.

Teknik analisis data..........................................................................25

LEMBAR VALIDASI................................................................................ 35
DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 36

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Penilaian

merupakan

komponen

yang

sangat

penting

dalam

penyelenggaraan pendidikan. Upaya meningkatkan kualitas pendidikan dapat


ditempuh melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan kualitas sistem
penilaiannya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) penilaian
adalah proses, cara, perbuatan menilai. Dalam menentukan seberapa jauh
peserta didik memahami pelajaran yang diberikan, maka perlu adanya tes dan
penilaian.
Sistem pembelajaran yang baik akan menghasilkan kualitas belajar yang
baik. Kualitas pembelajaran ini dapat dilihat dari hasil penilaiannya.
Selanjutnya sistem penilaian yang baik akan mendorong pendidik untuk
menentukan strategi mengajar yang baik dalam memotivasi peserta didik untuk
belajar yang lebih baik.
Asesmen/penilaian merupakan pengumpulan bukti yang dilakukan secara
sengaja, sistematis, dan berkelanjutan serta digunakan untuk menilai
kompetensi siswa atau metode dan proses yang digunakan untuk
mengumpulkan umpan balik tentang seberapa baik siswa belajar. Dapat
dilakukan di awal, di akhir (sesudah) maupun saat pembelajaran sedang
berlangsung. Asesmen dapat berupa tes atau non tes. Asesmen berupa nontes
misalnya penggunaan metode, observasi, wawancara, monitoring tingkah
laku. Hasilnya dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Proses yang
mencakup

yaitu

memberikan

kesempatan

kepada

siswa

untuk

mendemonstrasikan kompetensinya, mengumpulkan dan mencatat bukti-bukti


demonstrasi kompetensi-kompetensi siswa dan menggunakan bukti-bukti
untuk membuat penilaian secara menyeluruh demonstrasi atau kinerja dalam
kompetensi-kompetensi tersebut.

Asesmen/penilaian bertujuan untuk memberikan umpan balik mengenai


kemajuan belajar siswa untuk siswa, orang tua, dan guru serta meningkatkan
belajar (pembelajaran) dan perkembangan siswa (Alwasilah.1996)
Masih banyak guru di sekolah yang belum menggunakan asesmen yang
sesuai dengan yang seharusnya. Sedangkan asesmen merupakan hal yang
penting dalam pembelajaran. Pada umumnya, guru masih sulit untuk
membedakan antara penilaian/asesmen, evaluasi, tes da pengukuran. Padahal
antara penilaian/asesmen, evaluasi, tes dan pengukuran merupakan hal yang
berbeda.
Dari uraian di atas dapat dilihat bahwa perlu adanya pemahaman tentang
perbedaan penilaian/asesmen, evaluasi, tes dan pengukuran. Pengembangan
asesmen di sekolah juga perlu diperhatikan agar proses belajar mengajar
dengan maksimal.

B. Rumusan masalah
Dari uraian pada latar belakang, rumusan masalah pada makalah ini
adalah perbedaan antara penilaian/asesmen, evaluasi, tes dan pengukuran serta
bagaimana pengembangan asesmen di sekolah.
C. Tujuan penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah mengetahui perbedaan antara
penilaian/asesmen, evaluasi, tes dan pengukuran serta mengetahui bagaimana
pengembangan asesmen di sekolah.

BAB II
PERBANDINGAN TEORI PADA BUKU DAN TEORI TERBARU

A. Tes
Aspek
Pengertian

Modul
Zainul dan Nasution
(2001) tes didefinikan

Tes adalah suatu

sebagai pertanyaan atau

metode untuk

tugas atau seperangkat

menentukan

tugas yang direncanakan

kemampuan siswa

untuk memperoleh

menyelesaikan

informasi tentang suatu

sejumlah tugas tertentu

atribut pendidikan atau

atau

suatu atribut psikologis

mendemonstrasikan

tertentu.

penguasaan suatu

Arikunto dan Jabar

keterampilan atau

(2004) tes merupakan alat

pengetahuan pada suatu

atau prosedur yang

materi pelajaran.
Wayan Nurkencana

digunakan untuk
mengetahui atau
mengukur sesuatu dengan
menggunakan cara atau
aturan yang telah

(1993), tes adalah suatu


cara untuk mengadakan
penilaian yang
berbentuk suatu tugas
yang harus dikerjakan

ditentukan.

Teori terbaru
Terry Overton (2008):

Slameto, menyatakan tes


adalah sekelompok
pertanyaan atau tugastugas yang harus dijawab
atau diselesaikan oleh
peserta didik dengan

anak atau sekelompok


anak sehingga
menghasilkan suatu
nilai tentang tingkah
laku atau prestasi anak
tersebut yang kemudian
dapat dibandingkan

tujuan untuk mengukur

dengan nilai yang

kemajuan belajar peserta

dicapai oleh anak-anak

didik.

lain atau standar yang

Nana sudjana,

telah ditetapkan

menyatakan tes adalah


sekelompok pertanyaan
yang diberikan kepada
peserta didik dengan
tujuan mengukur hasil
belajar peserta didik.

Kesimpulan tes
merupakan alat atau
prosedur yang digunakan
untuk mengevaluasi
individu maupun
kelompok yang
mempunyai standar
objektif untuk mengamati
atau lebih karakteristik
seseorang yang hasilnya
dapat dijadikan sebagai
dasar pengambilan

Fungsi

keputusan
Menurut
Djaali

dan

Hamzah dan Satria

Muljono (2008)

(2012) tes adalah

Sebagai alat untuk

seperangkat tugas yang

mengukur prestasi belajar

harus dikerjakan atau

peserta didik

sejumlah pertanyaan

Sebagai motivator dalam

yang harus dijawab

pembelajaran

oleh peserta didik

Sebagai upaya perbaikan

untuk mengukur

kualitas pembelajaran

tingkat pemahaman dan

Sebagai penentu berhasil

penguasaannya

atau tidaknya peserta didik

terhadap cakupan

sebagai syarat untuk

materi yang

melanjutkan pendidikan

dipersyaratkan dan
sesuai dengan tujuan

pengajaran tertentu.
Sudaryono (2012) Tes
digunakan untuk
mengukur sejauh mana
seorang siswa telah
menguasai pelajaran
yang disampaikan
terutama meliputi
aspek pengetahuan dan
keterampilan.

B. Pengukuran
Aspek
Pengertian

Modul
pengukuran
(Measurement) adalah
suatu proses
pengumpulan data
melalui pengamatan
empiris untuk
mengumpulkan
informasi yang relevan
dengan tujuan yang
telah ditentukan.
Dalam hal ini guru
menaksir prestasi
5

Teori terbaru
Sridadi (2007)
pengukuran adalah
suatu prose yang
dilakukan secara
sistematis untuk
memperoleh besaran
kuantitatif dari suatu
obyek tertentu dengan
menggunakan alat
ukur yang baku.

siswa dengan
membaca atau
mengamati apa saja
yang dilakukan siswa,
mengamati kinerja
mereka, mendengar
apa yang mereka
katakan, dan
menggunakan indera
mereka seperti melihat,
mendengar,
menyentuh, mencium,
dan merasakan.
Menurut

Zainul

Nasution

dan

(2001)

pengukuran

memiliki

dua karakteristik utama


yaitu:
1) penggunaan angka
atau skala tertentu;
2)

menurut

suatu

aturan atau formula


tertentu.
Measurement
(pengukuran)
merupakan proses yang
mendeskripsikan
performance siswa
dengan menggunakan
suatu skala kuantitatif
(system angka)
6

sedemikian rupa
sehingga sifat kualitatif
dari performance siswa
tersebut dinyatakan
dengan angka-angka
(Alwasilah et al.1996).
Pernyataan tersebut
diperkuat dengan
pendapat yang
menyatakan bahwa
pengukuran
merupakan pemberian
angka terhadap suatu
atribut atau karakter
tertentu yang dimiliki
oleh seseorang, atau
suatu obyek tertentu
yang mengacu pada
aturan dan formulasi
yang jelas. Aturan atau
formulasi tersebut
harus disepakati secara
umum oleh para ahli
(Zainul & Nasution,
2001). Dengan
demikian, pengukuran
dalam bidang
pendidikan berarti
mengukur atribut atau
karakteristik peserta
didik tertentu. Dalam

hal ini yang diukur


bukan peserta didik
tersebut, akan tetapi
karakteristik atau
atributnya.
Arikunto dan Jabar
(2004) menyatakan
pengertian pengukuran
(measurement) sebagai
kegiatan
membandingkan suatu
hal dengan satuan
ukuran tertentu
sehingga sifatnya
Kesalahan dalam

menjadi kuantitatif.
Kesalahan yang

Beberapa sumber

pengukuran

sistematis

kesalahan sitematis;

Kesalahan yang bersifat

a.Kesalahan kalibrasi,

bias

disebut juga kesalahan


matematis yaitu
pembagian skala alat
ukur tidak tepat.
Kemungkinan pada saat
pembuatan alat ukurnya
ataupun alat ukur yang
telah lama/tua. Kesalahan
ini dapat diperbaiki
dengan cara tera ulang.
b.Kesalahan titik nol,
pada saat mengukur
jarum penunjuk tidak

berada tepat diangka nol.


c.Kesalahn mutlak dari
alat ukur itu sendiri,
kekurangpekaan alat
ukur atau alat ukur tidak
sensitif.
d.Kesalahan paralaks,
kesalahan akibat
pembacaan operator
(sipengukur) yang tidak
pada posisinya
(pandangan mata miring ,
agak keatas, menyerong
atau kebawah)
e.Kesalahan kosinus dan
sinus, disini untuk
menghindari kesalahan
dalam pengukuran garis
pengukuran harus
berhimpit atau sejajar
dengan ukuran benda
yang diukur.
f.Kesalahan dari benda
yang diukur, akibat
perubahan bentuk karena
Kesalahan yang bersifat

sudah usang,

acak

melengkung, terhimpit
dll.
g.Kesalahan karena
gesekan, bila benda yang
kita ukur tersebut selalu

bergesekan dengan benda


lain tentunya akan ada
kehilangan atau aus
sehingga besar atau kecil
tebal atau tipis dari benda
yang akan diukur itu
akan berkurang.
h.Kesalahan Fatique pada
pegas, berarti tingkat
ketegangan pegas sudah
mulai berkurang ini
disebabkan karena sering
dipakai atau per sudah
lemah.
Ciri khas pengukuran
dengan kesalahan
sistematis adalah hasil
pengukuran menyimpang
kearah tertentu dari harga
sebenarnya.
Beberapa sumber
kesalahan acak:
a.Gerak brown molekul,
jarum penunjuk alat ukur
terganggu karena adanya
gerak yang sangat tidak
teratur (gerak brown)
dari molekul udara.
b.Fluktuasi tegangan
listrik, tegangan
mengalami perubahan

10

yang tidak teratur d


an berlalu sangat cepat.
c.Getaran, alas atau
tempat benda yang akan
diukur tidak
tetap/konstan.
d. Nois, gangguan yang
terjadi pada alat
elektronik akibat
fluktuasi.
e.Radiasi latar belakang,
alat pengukur radioaktif
selalu terganggu karena
adanya radiasi yang
datang dari angkasa luar
( radiasi kosmik )
Ciri khas adanya
kesalahan acak yaitu
hasil yang didapat akan
terpencar agak kekiri
atau kekanan dari harga
sebenarnya.

C. Penilaian/asesmen
Aspek
Pengertian

Modul
Suharsimi (2007)

Teori terbaru
Anas Sudiono, (2005)

penilaian adalah suatu

mengemukakan bahwa

usaha yang dilakukan

secara harfiah kata

dalam pengambilan

evaluasi berasal dari

11

keputusan terhadap

bahasa Inggris evaluation,

sesuatu dengan ukuran

dalam bahasa Indonesia

baik-buruk.

berarti penilaian. Akar

Cangelosi (1995)

katanya adalah value yang

penilaian adalah

artinya nilai. Jadi istilah

keputusan tentang nilai,

evaluasi menunjuk pada

yang dipengaruhi oleh

suatu tindakan atau suatu

hasil pengukuran.

proses untuk menentukan

Kumano (2001)

nilai dari sesuatu


Bob Kizlik (2009):

sebagai The process


of Collecting data
which shows the

Asesmen adalah suatu


proses dimana informasi
diperoleh berkaitan

development of
learning. Dengan
demikian dapat
disimpulkan bahwa
asesmen merupakan
istilah yang tepat untuk
penilaian proses belajar
siswa. Namun
meskipun proses
belajar siswa
merupakan hal penting
yang dinilai dalam
asesmen, faktor hasil
belajar juga tetap tidak
dikesampingkan.

Anwar (2009)
penilaian adalah
prosedur yang
digunakan untuk
12

dengan tujuan
pembelajaran. Asesmen
adalah istilah yang luas
yang mencakup tes
(pengujian).

memperoleh informasi
tentang pembelajaran
Fungsi

peserta didik
Fungsi dari penilaian

Fungsi penilaian adalah

menurut Nana Sudjana,

sebagai berikut (Cronbach,

(1995: 4)adalah sebagai

1954 dalam Hamalik, 2002:

berikut :

204):

(1) Alat untuk

(a)

mengetahui tercapai

siswa merealisasikan dirinya

tidaknya tujuan

untuk mengubah atau

intruksional.

mengembangkan perilakunya.

(2) Umpan balik bagi

(b) Penilaian membantu

perbaikan proses belajar

siswa mendapat kepuasan

mengajar.

atas apa yang telah

(3) Dasar dalam

dikerjakannya.

menyusun laporan

(c)

kemajuan belajar siswa

guru untuk menetapkan

kepada para orang tua.

apakah metode mengajar

Penilaian membantu

Penilaian membantu

yang digunakannya telah


memadai.
(d) Penilaian membantu
guru membuat pertimbangan
Permendikas
yang

Permendiknas no 66
tahun 2013

melandasi
Fungsi

administrasi.
Permendiknas no 104
tahun 014
Permendiknas no 53 tahun

Fungsi dari penilaian

2015
Pada Permendiknas No 104

menurut Nana Sudjana,

tahun 2014 juga disebutkan

(1995)adalah sebagai

bahwa tujuan penilaian hasil

berikut :

belajar peserta didik pada

(1) Alat untuk

jenjang pendidikan dasar dan

13

mengetahui tercapai

menengah sebagai berikut:

tidaknya tujuan

a. Mengetahui tingkat

intruksional.

penguasaan kompetensi

(2) Umpan balik bagi

dalam sikap, pengetahuan,

perbaikan proses belajar

dan keterampilan yang

mengajar.

sudah dan belum dikuasai

(3) Dasar dalam

seorang/sekelompok

menyusun laporan

peserta didik untuk

kemajuan belajar siswa

ditingkatkan dalam

kepada para orang tua.

pembelajaran remedial
dan program pengayaan.
b. Menetapkan ketuntasan
penguasaan kompetensi
belajar peserta didik
dalam kurun waktu
tertentu, yaitu harian,
tengah semesteran, satu
semesteran, satu tahunan,
dan masa studi satuan
pendidikan.
c. Menetapkan program
perbaikan atau pengayaan
berdasarkan tingkat
penguasaan kompetensi
bagi mereka yang
diidentifikasi sebagai
peserta didik yang lambat
atau cepat dalam belajar
dan pencapaian hasil
belajar.
d. Memperbaiki proses

14

pembelajaran pada
pertemuan semester
berikutnya.

D. Evaluasi
Aspek
Pengertian

Modul
Kumano (2001)

Teori terbaru

merupakan penilaian

Hikmat (2004) Evaluasi


adalah proses menilai

terhadap data yang

pencapaian tujuan dan

dikumpulkan melalui

pengungkapan masalah

kegiatan asesmen.
Calongesi (1995) evaluasi

kinerja proyek untuk

adalah suatu keputusan

memberikan umpan balik

tentang nilai

untuk meningkatkan

berdasarkan hasil

kualitas kinerja proyek.

pengukuran.
Zainul dan Nasution

Yunanda (2009)

(2001) menyatakan

pengertian istilah

bahwa evaluasi dapat

Evaluasi merupakan

dinyatakan sebagai suatu

kegiatan yang

proses pengambilan

direncanakan untuk

keputusan dengan

menentukan keadaan

menggunakan informasi

suatu objek dengan

yang diperoleh melalui

menggunakan instrumen

pengukuran hasil belajar,

dan hasilnya dibandingkan

baik yang menggunakan

dengan patokan untuk

instrumen tes maupun

kesimpulan

non tes.
Tayibnapis (2000) dalam
hal ini lebih meninjau

15

pengertian evaluasi
program dalam konteks
tujuan yaitu sebagai
proses menilai sampai
sejauhmana tujuan
pendidikan dapat
dicapai.
Tujuan

Menurut Arikunto (2004 ),


Secara khusus, tujuan
evaluasi adalah untuk :

ada dua tujuan evaluasi yaitu


tujuan umum dan tujuan
khusus. Tujuan umum

- Mengetahui tingkat
penguasaan peserta didik
terhadap kompetensi
yang telah ditetapkan.

diarahkan kepada program


secara keseluruhan,
sedangkan tujuan khusus
lebih difokuskan pada

- Mengetahui Kesulitan-

masing-masing komponen.

kesulitan yang dialami

Djuju Sudjana (2006)

peserta didik dalam

menyatakan berbagai macam

proses belajar,

tujuan evaluasi, yaitu:

sehingga dapat dilakukan 1.

Memberikan masukan

diagnosis dan

untuk perencanaan program

kemungkinan

2.

memberikan remedial

untuk kelanjutan, perluasan,

teaching, dan

dan penghentian program.


3.

- Mengetahui efisiensi dan


efektifitas strategi
pembelajaran yang
digunakan guru, baik
yang menyangkut
metode, media maupun

16

Memberikan masukan

Memberi masukan untuk

memodifikasi program.
4.

Memperoleh informasi

tentang faktor pendukung dan


penghambat program.
5.

Memberi masukan untuk

motivasi dan Pembina

pengelola dan pelaksana


sumber-sumber belajar.

6.

Sedangkan
menurut Depdiknas
(2003:6) mengemukakan
pembelajaran adalah untuk
:
Melihat
produktivitas
dan efektivitas
kegiatan belajarmengajar.
b.

Memperbaiki
dan
menyempurnaka
n kegiatan guru.

c.

Memperbaiki,
menyempurnaka
n dan
mengembangkan
program belajarmengajar.

d.

Memberi masukan untuk

memahami landasan
keilmuan bagi evaluasi
program.

tujuan evaluasi

a.

program.

Mengetahui
kesulitankesulitan apa
yang dihadapi
oleh siswa
selama kegiatan
belajar dan
mencarikan
17

jalan keluarnya,
dan
e.

Menempatkan
siswa dalam
situasi belajarmengajar yang
tepat sesuai
dengan
kemampuannya.

18

BAB III
PENGEMBANGAN

A. Pengembangan 4D Model

Tabel Teori Pengembangan 4D Model


Pengembangan 4D Model

Teori

A. Tahap Pendefinisian (Define).


1. Analisis Awal-Akhir

Menurut Thiagarajan, dkk (1974), analisis awal-akhir


bertujuan untuk memunculkan dan menetapkan
masalah dasar yang dihadapi dalam pembelajaran,
sehingga memudahkan untuk memilih apa yang akan
dikembangkan

2. Analisis peserta didik

Menurut Thiagarajan, dkk (1974), analisis siswa


merupakan telaah tentang karakteristik siswa yang
sesuai dengan desain pengembangan perangkat
pembelajaran. Karakteristik itu meliputi latar
belakang kemampuan akademik (pengetahuan),
perkembangan
kognitif,
serta
keterampilanketerampilan individu atau sosial yang berkaitan
dengan topik pembelajaran, media, format dan
bahasa yang dipilih. Analisis siswa dilakukan untuk
mendapatkan gambaran karakteristik siswa, antara
lain: (1) tingkat kemampuan atau perkembangan
intelektualnya,
(2)
keterampilan-keterampilan
individu atau sosial yang sudah dimiliki dan dapat
dikembangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran
yang ditetapkan.

3. Analisis Konsep

Analisis konsep menurut Thiagarajan, dkk (1974)


dilakukan untuk mengidentifikasi konsep pokok yang
akan diajarkan, menyusunnya dalam bentuk hirarki,
dan merinci konsep-konsep individu ke dalam hal
yang kritis dan yang tidak relevan.

19

Pengembangan 4D Model

Teori

4. Analisi Tugas

Analisis tugas menurut Thiagarajan, dkk (1974)


bertujuan untuk mengidentifikasi keterampilanketerampilan utama yang akan dikaji oleh peneliti
dan
menganalisisnya
kedalam
himpunan
keterampilan tambahan yang mungkin diperlukan.
Analisis ini memastikan ulasan yang menyeluruh
tentang tugas dalam materi pembelajaran.

5. Perumusan Tujuan
Pembelajaran

Perumusan
tujuan
pembelajaran
menurut
Thiagarajan, dkk (1974) berguna untuk merangkum
hasil dari analisis konsep dan analisis tugas untuk
menentukan perilaku objek penelitian.

B. Tahap Perancangan(Design)
1. Penyusunan tes acuan
patokan

Menurut Thiagarajan, dkk (1974), penyusunan tes


acuan
patokan
merupakan
langkah
yang
menghubungkan antara tahap pendefinisian (define)
dengan tahap perancangan (design). Tes acuan
patokan disusunberdasarkan spesifikasi tujuan
pembelajaran dan analisis siswa, kemudian
selanjutnya disusun kisi-kisi tes hasil belajar.

2. Pemilihan Media

Pemilihan media dilakukan untuk mengidentifikasi


media pembelajaran yang relevan dengan
karakteristik materi. Lebih dari itu, media dipilih
untuk menyesuaikan dengan analisis konsep dan
analisis tugas, karakteristik target pengguna, serta
rencana penyebaran dengan atribut yang bervariasi
dari media yang berbeda-beda. Hal ini berguna untuk
membantu siswa dalam pencapaian kompetensi
dasar.

3. Pemilihan Format

Di dalam pemilihan format ini misalnya dapat


dilakukan dengan mengkaji format-format perangkat
yang sudah ada dan yang dikembangkan di negaranegara yang lebih maju.

20

Pengembangan 4D Model
4. Rancangan Awal

Teori
Menurut Thiagarajan, dkk (online), initial design is
the presenting of the essential instruction through
appropriate media and in a suitable sequence.
Rancangan awal yang dimaksud adalah rancangan
seluruh perangkat pembelajaran yang harus
dikerjakan sebelum ujicoba dilaksanakan.

C. Pengembangan (Develop)
1. Menghasilkan produk
yang dikembangkan

Menurut Thiagarajan, dkk tahap ini untuk


menghasilkan produk yang dikembangkan

2. Validasi

Menurut Thiagarajan, dkk berdasarkan produk yang


telah dikembangkan, kemudian dilakukan validasi
oleh pakar. Berdasarkan saran dan masukan dari
pakar selanjutnya direvisi dan diperbaiki lagi, hingga
diperoleh sebuah oroduk yang baik sesuai dengan
prinsip-prinsipnya

3. Uji Coba Pengembangan

Menurut Thiagarajan, dkk uji lapangan dilakukan


untuk memperoleh masukan langsung berupa respon,
komentar dari peserta didik dan para pengamat.
Setelah uji coba dilakukan lagi revisi hingga
diperoleh produk yang konsisten dan efektif

D. Penyebaran (Disseminate)
Menurut Thiagarajan, dkk pada tahap ini dilakukan
untuk mempromosikan produk pengembangan agar
bisa digunakan oleh pengguna. Penyebaran produk
ini harus memperhatikan analisis pengguna,
penentuan strategi dan tema penyebaran, waktu dan
pemilihan media penyebaran

21

22

KISI-KISI SOAL POST TEST


BIDANG STUDI : FISIKA
MATERI : FLUIDA STATIS
KELAS/SEMESTER : X/II

No
1

Indikator pelajaran

Indikator Soal

Butir Soal

Setelah melakukan

Diberikan data

Dalam sebuah bejana berisi

percobaan, siswa dapat

ketinggian air, massa

air (=1000 kg/m3) ketinggian

menentukan besar

jenis dan percepatan

air nya adalah 85 cm. Jika g =

tekanan hidrostatis

gravitasi. Siswa mampu

10 m/s2 maka besar tekanan

dengan benar.

menentukan tekanan

hidrostatis di dasar bejana

hidostatis

adalah

Setelah mengerjakan

Diberikan gambar 2

latihan, siswa dapat

tabung P dan Q yang

a 8,5 x 103 Pa
b 8,5 x 104 Pa
c 7,5 x x 103 Pa
d 6,5 x 103 Pa
e 6,5 x 104 Pa
Tabung P pada gambar berikut
ini berisi zat cair dengan

Kunci

Kategori

jawaban
B

C2

C3

23

menerapkan

berisi zat cair dengan

massa jenis 1 , tabung Q

persamaan tekanan

massa jenis 1 dan

berisi zat cair dengan massa

hidrostatis dalam

2 . Diketahui tekanan

jenis 2 , dan massa jenis

memecahkan persoalan

titik A

1=2/3 2. Tekanan di titik A

yang berhubungan

= tekanan di titik B. Bila

dengan tekanan

kedalaman di B pada tabung Q

hidrostatis

= 10cm, maka kedalaman di A


pada tabung P adalah

a. 15 cm
b. 20 cm
c. 25 cm
d. 30 cm
e. 35 cm

Siswa dapat menerapkan

Diberikan ilustrasi

Sebuah balok kayu dengan

persamaan Hukum

sebuah kayu mengapung

massa jenis 800 kg/m3

Archimedes pada

di atas permukaan air

mengapung pada permukaan

peristiwa melayang.

lalu dikaitkan sebuah

air. Jika selembar alumunim

C4

24

alumunium sehingga

dengan massa jenis 2700

balok melayang didalam

kg/m3 bermassa 54 gram

air. Diketahui data massa

dikaitkan pada balok tersebut,

jenis kayu, massa jenis

balok akan bergerak kebawah

alumunium dan massa

dan akhirnya melayang

alumunium. Siswa

didalam air. Berapa volume

menentukan volume

balok kayu itu

balok kayu tersebut

a. 20 cm3
b. 200 cm3
c. 17 cm3
d. 1,7 cm3
e. 170 cm3

Setelah melakukan

Diberikan ilustrasi

Itik yang berada si atas

percobaan, siswa dapat

seekor itik berada diatas

permukaan air memiliki gaya

menghitung besar

permukaan air. Diketahui sebesar 64 N dengan panjang

tegangan permukaan zat

gaya yang dimiliki itik

permukaan yang menyentuh

cair dengan benar.

dan panjang permukaan

permukaan air sebesar 4 m.

yang menyentuh

Tegangan permukaan yang

C2

25

permukaan air. Siswa

dialami oleh itik tersebut

menentukan tegangan

adalah

permukaan yang dialami

a. 16 N/m

itik.

b. 12 N/m
c. 61 N/m
d. 15 N/m
e. 12 N/m

Setelah melakukan

Disajikan data diameter,

Sebuah pipa kapiler dengan

percobaan, siswa dapat

massa jenis zat cair,

diameter 4 mm dimasukkan ke

menghitung tinggi

koefisien tegangan

dalam zat cair yang

kenaikan fluida pada

permukaan, sudut kontak

mempunyai massa jenis 6

peristiwa kapilaritas

permukaan air dengan

grcm-3 dan koefisien tegangan

dengan benar.

dinding serta percepatan

permukaannya 0, 36 Nm-1.

gravitasi. Siswa

Jika sudut kontak antara

menentukan

permukaan dan dinding pipa

penaikan/penurunan zat

1200, perceptan gravitasi bumi

cair dalam sebuah pipa

g = 10 m/s2, yang akan terjadi

kapiler.

adalah

C2

26

a. Penurunan zat cair di dalam


pipa sebesar 0,15 cm
b. Kenaikan zat cair di dalam
pipa sebesar 0,15 cm
c. Tidak terjadi
kenakan/penurunan air
didalam pipa.
d. Penurunan zat cair di dalam
pipa sebesar 0,30 cm
e. Kenaikan zat cair di dalam
pipa sebesar 0,30 cm

SOAL POST-TEST
Kelas / Semester : XI / 2
Pokok Bahasan : Fluida Statis
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
Petunjuk soal :
1. Tuliskan nama dan kelas anda pada lembar jawaban yang tersedia.

27

2. Periksa dan bacalah soal terlebih dahulu sebelum menjawab.


3. Dahulukan soal-soal yang mudah.
4. Berikan tanda X pada A, B, C, D dan E pada kolom jawaban yang kamu anggap benar.

No
1

Butir Soal
Dalam sebuah bejana berisi air (=1000 kg/m3) ketinggian air nya adalah 85 cm.
Jika g = 10 m/s2 maka besar tekanan hidrostatis di dasar bejana adalah

f8,5 x 103 Pa
g 8,5 x 104 Pa
h 7,5 x x 103 Pa
i6,5 x 103 Pa
j6,5 x 104 Pa
Tabung P pada gambar berikut ini berisi zat cair dengan massa jenis 1 , tabung
Q berisi zat cair dengan massa jenis 2 , dan massa jenis 1=2/3 2. Tekanan di
titik A = tekanan di titik B. Bila
kedalaman di B pada tabung Q = 10cm, maka kedalaman di A pada tabung P
adalah

28

a. 15 cm
b. 20 cm
c. 25 cm
d. 30 cm
e. 35 cm

Sebuah balok kayu dengan massa jenis 800 kg/m3 mengapung pada permukaan
air. Jika selembar alumunim dengan massa jenis 2700 kg/m3 bermassa 54 gram
dikaitkan pada balok tersebut, balok akan bergerak kebawah dan akhirnya
melayang didalam air. Berapa volume balok kayu itu
a. 20 cm3
b. 200 cm3
c. 17 cm3
d. 1,7 cm3
e. 170 cm3

Itik yang berada si atas permukaan air memiliki gaya sebesar 64 N dengan
panjang permukaan yang menyentuh permukaan air sebesar 4 m. Tegangan
permukaan yang dialami oleh itik tersebut adalah
a. 16 N/m
b. 12 N/m

29

c. 61 N/m
d. 15 N/m
e. 12 N/m
5

Sebuah pipa kapiler dengan diameter 4 mm dimasukkan ke dalam zat cair yang
mempunyai massa jenis 6 grcm-3 dan koefisien tegangan permukaannya 0, 36
Nm-1. Jika sudut kontak antara permukaan dan dinding pipa 1200, perceptan
gravitasi bumi g = 10 m/s2, yang akan terjadi adalah
a. Penurunan zat cair di dalam pipa sebesar 0,15 cm
b. Kenaikan zat cair di dalam pipa sebesar 0,15 cm
c. Tidak terjadi kenakan/penurunan air didalam pipa.
d. Penurunan zat cair di dalam pipa sebesar 0,30 cm
e. Kenaikan zat cair di dalam pipa sebesar 0,30 cm

30

LEMBAR VALIDASI

Lembar penilaian materi pada instrumen evaluasi butir soal tes


Petunjuk pengisisan:
1. Berikan tanda pada kolom nialai sesuai penilaian anda terhadap aspek media pada instrumen evaluasi.
2. Gunakan indikator penilaian pada lanpiran sebagai pedoman penilaian. Nilai 5=sangat baik, 4=baik, 3=cukup, 2=kurang,
1=sangat kurang
3. Apabila penilaian anda adalah 3,2, atau 1, maka berilah saran terkait hal-hal yang menjadi kekurangan instrumen evaluasi.

Aspek
Penilaian
Materi

Konstruksi

No

Kriteria
Soal sesuai dengan indikator pemahaman
konsep
Pilihan jawaban homogen dan logis
Hanya ada satu jawaban
Pokok soal dirumuskan dengan singkat,
jelas dan tegas
Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban
merupakan pertanyaan yang diperlukan
saja
Pokok soal tidak memberi petunjuk

SB

Nilai
C
K

SK

31

Bahasa

jawaban
Pilihan jawaban bersifat homogen dan
logis ditinjau dari segi materi
Gambar jelas dan berfungsi
Teks soal dapat dibaca dengan jelas
Gambar memiliki keterangan yang jelas
Gambar yang digunakan dalam soal sesuai
dengan materi
Soal
mengacu
pada
penekanan
pemahaman konsep
Penggunaan bahasa yang mudah dipahami
Tidak memiliki kalimat ambigu pada tiap
soal
Menggunakan bahasa yang sesuai kaidah
bahasa indonesia
Penggunaan bahasa yang komutatif pada
tiap soal

32

DAFTAR PUSTAKA

Alwasilah, et al. 1996. Glossary of educational Assessment Term. Jakarta:


Ministry of Education and Culture
Abibullah. 2013. Penilaian pembelajaran.
http://abibulah.blogspot.co.id/2013/04/penilaian-pembelajaran.html diakses
Februari 2016
Hestie Setiyoe, 2012. Pengertian pengukuran, asesmen dan evaluasi.
http://hestisetia.blogspot.com/2012/10/pengertian-pengukuran-asesmendan_9392.html diakses Februari 2016
Minaltimay. 2010. Pengertian tes dan jenis-jenis tes.
https://minaltimay.wordpress.com/2010/12/16/pengertian-tes-jenis-jenis-tes/
diakses Februari 2016

Muhammad Faiq, 2013. Pengertian evaluasi, pengukuran,tes dan asesmen.


http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2013/01/pengertian-evaluasipengertian-penilaian-pengertian-pengukuran.html
diakses Februai 2016
Permendikbud no 104 tahun 2014 tentang penilaian untuk peserta didik
Permendikbud no 53 tahun 2015 tentang penilaian pada sekolah dasar dan
mengah
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT.
Rineka Cipta
Trianto. 2010. Mendesain Model-Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta:
Kencana
Smaldino, E.S, Lowther, D.L, And Russell, J.D., 2011. Instructional Technology
& Media For Learning: Tekhnologi Pembelajaran Dan Media Untuk
Belajar. Terjemahan Arif Rahman. Kencana Jakarta : Prenada Media Group

33