Anda di halaman 1dari 10

PENGANTAR MANAJEMEN

MOTIVASI KERJA

OLEH:
1. BUNGA IMAZIZAH E.
2. MUTIARA MARTHA

: 04.2013.1.02649
: 04.2013.1.02703

INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA


TAHUN 2014-2015

A.

PENGERTIAN
Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang
individu untuk mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah
intensitas, arah, dan ketekunan.
Motivasi berasal dari kata movere yang berarti dorongan atau menggerakkan.
Motivasi (motivation) dalam manajemen hanya ditujukan pada sumber daya manusia
umumnya dan bawahan khususnya. Motivasi mempersoalkan bagaimana caranya
mengarahkan daya dan potensi bawahan, agar mau bekerja sama secara produktif
berhasil mencapai dan mewujudkan tujuan yang telah ditentukan.
Menurut beberapa ahli, motivasi dapat diartikan sebagai berikut :
Menurut Malayu S.P. Hasibuan (2005:143).
Motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja
seseorang agar mereka mau bekerja sama, bekerja efektif dan terintegrasi dengan
segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan.
Menurut Anwar Prabu Mangkunegara (2007:93).
Motivasi adalah kondisi yang menggerakan pegawai agar mampu mencapai tujuan
dari motifnya.

B.

RUMUSAN MOTIVASI KERJA


Setiap perasaan atau kehendak dan keinginan yang sangat mempengaruhi kemauan
individu sehingga terdorong untuk berprilaku dan bertindak
Pengaruh KEKUATAN yang menimbulkan prilaku individu
Pengantar Manajemen Motivasi Kerja

Setiap tindakan atau kejadian yang menyebabkan berubahnya prilaku seseorang


Proses yang menentukan gerakan atau prilaku individu kepada tujuan

C.

TUJUAN
Tujuan motivasi menurut Malayu S.P. Hasibuan (2005:146) adalah sebagai berikut:
a.

Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan.

b.

Meningkatkan produktivitas kerja karyawan.

c.

Mempertahankan kestabilan karyawan perusahaan.

d.

Meningkatkan kedisiplinan karyawan.

e.

Mengefektifkan pengadaan karyawan.

f.

Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik.

g.

Meningkatkan loyalitas, kreativitas dan partisipasi karyawan.

h.

Meningkatkan kesejahteraan karyawan.

i.

Mempertinggi rasa tanggung jawab karyawan terhadap tugas-tugasnya.

j.

Meningkatkan efisiensi penggunaan alat-alat dan bahan baku

Pengantar Manajemen Motivasi Kerja

D.

KOMPONEN MOTIVASI
AROUSAL
Sesuatu Yang Membangkitkan (Energi Dorongan)
DIRECTION
Arah Tindakannya Diambil
MAINTENANCE
Seberapa Lama Seseorang Akan Bertahan Pada Pilihannya

E.

ELEMEN PENGGERAK MOTIVASI


MOTIVASI seseorang akan ditentukan oleh STIMULUS-nya = Mesin penggerak
motivasi seseorang sehingga menimbulkan pengaruh prilaku orang yang bersangkutan.
a) ACHIEVEMENT = Kinerja
Seseorang yang memiliki keinginan berprestasi sebagai suatu kebutuhan (needs)
dapat mendorongnya mencapai sasaran.
Tingkat needs of achievement yang telah menjadi naluri kedua , merupakan kunci
keberhasilan seseorang, yang biasanya dikaitkan dengan sikap positif, keberanian yang
diperhitungkan. Bisa diberikan dalam bentuk AMT = Achievement Motivation Training
b) RECOGNITION = Penghargaan
Penghargaan, Pengakuan atas suatu kinerja yang telah dicapai oleh seseorang dan
merupakan stimulus yang kuat.
Pengakuan tersebut akan memberikan kepuasan batin yang lebih tinggi daripada
penghargaan dalam bentuk materi atau hadiah

Pengantar Manajemen Motivasi Kerja

c) CHALLENGE = Tantangan
Adanya tantangan yang dihadapi merupakan STIMULUS kuat bagi manusia untuk
mengatasinya. Sasaran yang tidak menantang atau dengan mudah dapat dicapai , biasanya
tidak mampu menjadi stimulus , bahkan menjadi kegiatan rutin. Tantangan demi tantangan
biasanya akan menumbuhkan kegairahan untuk mengatasinya.
d) RESPONSIBILITY = tanggung jawab
Sense of belonging = rasa ikut serta memiliki akan menimbulkan motivasi turut
bertanggung jawab.
TQC = Total Quality Controll atau PMT = Pengendalian Mutu Terpadu yang berawal
dari Japanese Management Style akan berhasil memberikan tekanan pada karyawan.
Bahkan setiap karyawan dalam tahapan proses operasional perusahaan akan menjadi
satu mata rantai yang saling mendukung dalam sistem keseluruhan di perusahaan
e) DEVELOPMENT = pengembangan
Pengembangan kemampuan seseorang, baik dari pengalaman kerja atau kesempatan
untuk maju, dapat menjadi stimulus kuat bagi karyawan untuk bekerja lebih giat
Apalagi jika pengembangan perusahaan selalu dikaitkan dengan kinerja atau
produktivitas karyawan
f) INVOLVEMENT = keterlibatan
Rasa ikut terlibat = INVOLVEMENT dalam suatu proses pengambilan keputusan
atau dengan bentuk kotak saran dari karyawan, yang dijadikan masukan untuk untuk
manajemen perusahaan merupakan STIMULUS yang cukup kuat untuk karyawan
g) OPPORTUNITY = kesempatan
Kesempatan untuk maju dalam bentuk jenjang karir yang terbuka, dari tingkat bawah
sampai tingkat manajemen puncak, merupakan stimulus yang cukup kuat bagi karyawan.
Bekerja tanpa harapan atau kesmpatan untuk meraih kemajuan atau perbaikan nasib
akan menjadi stimulus berprestasi atau bekerja produktif.

Pengantar Manajemen Motivasi Kerja

F.

JENIS-JENIS MOTIVASI
Malayu S.P Hasibuan (2005:150) mengatakan bahwa jenis-jenis motivasi adalah sebagai
berikut:
a.

Motivasi Positif (Insentif Positif)

Motivasi Positif adalah Manajer memotivasi (merangsang) bawahan dengan


memberikan hadiah kepada mereka yang berprestasi di atas prestasi standar
b.

Motivasi Negatif (Insentif Negatif)

Motivasi Negatif adalah Manajer memotivasi bawahan dengan standar mereka akan
mendapatkan hukuman. Dengan motivasi negatif ini semangat bekerja bawahan dalam
waktu pendek akan meningkat karena mereka takut dihukum, tetapi untuk jangka
panjang dapat berakibat kurang baik.
G.

BENTUK MOTIVASI
a) Kompensasi Bentuk Uang
Salah satu bentuk yang paling sering diberikan kepada karyawan adalah berupa
kompensasi. Kompensasi yang diberikan biasanya berwujud uang. Sampai saat ini masih
merupakan bentuk motivasi nomor satu didunia
b) Pengarahan Dan Pengendalian
Pengarahan menentukan apa yang harus dikerjakan dan apa yang harus dihindari
dalam pekerjaan. Sedangkan pengendalian menentukan bahwa karyawan harus
mengerjakan hal-hal yang telah diinstruksikan.

Pengantar Manajemen Motivasi Kerja

H.

METODE MOTIVASI
Malayu S.P. Hasibuan (2005:149), mengatakan bahwa ada dua metode motivasi adalah

sebagai berikut:
a.

Motivasi Langsung (Direct Motivation)


Motivasi langsung adalah motivasi (materiil dan Non Materiil) yang diberikan
secara langsung kepada setiap individu karyawan untuk memenuhi kebutuhan serta
kepuasannya, jadi sifatnya khusus, seperti pujian, penghargaan, tunjangan hari raya,
bonus dan bintang jasa.

b.

Motivasi Tidak Langsung (Indirect Motivation)


Motivasi Tidak langsung adalah motivasi yang diberikan hanya merupakan
fasilitas-fasilitas yang mendukung serta menunjang gairah kerja atau kelancaran tugas
sehingga para karyawan betah dan bersemangat melakukan pekerjaannya. Misalnya
ruangan kerja yang nyaman, suasana pekerjaan yang serasi dan sejenisnya.

I.

PROSES MOTIVASI

Te
am
Wo
rk

T
uj
u
a
n

Fa
s ili
ta s

M enegt
ahui
K e p e n ti
ngan

Kom u
n ik a t if
E f e k t if
In te g
rasi
Tu j u a
n

Menurut Malayu S.P. Hasibuan (2005:151), mengatakan bahwa


proses motivasi adalah sebagai berikut :

Pengantar Manajemen Motivasi Kerja

a.

Tujuan

Dalam proses motivasi perlu ditetapkan terlebih dahulu tujuan


organisasi. Baru kemudian para karyawan dimotivasi kearah tujuan.
b.

Mengetahui kepentingan

Hal yang penting dalam proses motivasi adalah mengetahui


keinginan karyawan dan tidak hanya melihat dari sudut kepntingan pimpinan atau
perusahaan saja.
c.

Komunikasi efektif

Dalam proses motivasi harus dilakukan komunikasi yang baik


dengan bawahan. Bawahan harus mengetahui apa yang akan diperolehnya dan syarat apa
saja yang harus dipenuhinya supaya insentif tersebut diperolehnya.
d.

Integrasi tujuan

Proses motivasi perlu untuk menyatukan tujuan organisasi dan


tujuan kepentingan karyawan. Tujuan organisasi adalah needscomplex yaitu untuk
memperoleh laba serta perluasan perusahaan. Sedangkan tujuan individu karyawan ialah
pemenuhan kebutuhan dan kepuasan. Jadi, tujuan organisasi dan tujuan karyawan harus
disatukan dan untuk itu penting adanya penyesuaian motivasi.
e.

Fasilitas

Manajer penting untuk memberikan bantuan fasilitas kepada


organisasi dan individu karyawan yang akan mendukung kelancaran pelaksanaan
pekerjaan. Seperti memberikan bantuan kendaraan kepada salesman.
f.

Team Work

Manajer harus membentuk Team work yang terkoordinasi baik


yang bisa mencapai tujuan perusahaan. Team Work penting karena dalam suatu
perusahaan biasanya terdapat banyak bagian.

Pengantar Manajemen Motivasi Kerja

J.

PENDEKATAN TERHADAP MOTIVASI


1.Pendekatan Klasik/Tradisional (Tradisional Approach), Motivasi pekerja adalah uang
untuk pemenuhan kebutuhan
2.Pendekatan

Hubungan

Manusia

(Human

Relation

Approach),

Pentingnya

pengakuan/penghargaan terhadap kebutuhan sosial pekerja dan membuat mereka


merasa senang. Berguna & penting di lingkungan kerja
3.Pendekatan Sumber Daya Manusia (human resource approach), Pekerjaan adalah suatu
kesempatan/peluang yang perlu dikerjakan untuk mengejar karier dan menghasilkan
kepuasan.
K.

PERSPEKTIF KONTEMPORER MENGENAI MOTIVASI


Terdiri dari beberapa teori sebagai berikut :
a) Menggunakan Teori Dua Faktor (Two-Factor Theory) Dari Frederich Herzberg
Motivating Factors
kesempatan untuk berprestasi(achievement)
pengakuan dalam lingkungan pekerjaan (recognition)
kesempatan untuk bertanggungjawab (responsibility)
kesempatan untuk berkembang dan mengembangkan diri (advancement and

growth)
Hygiene Factors
kebutuhan akan kebijakan dan administrasi perusahaan yang jelas dan adil

(company policy and administration)


supervisi yang memadai (supervision)
keserasian hubungan dengan supervisi (relationship with supervision)
kondisi pekerjaan yang kondusif (working condition)
gaji atau upah yang layak(salary)
hubungan yang baik antar pekerja (relationship with peers)
adanya penghargaan terhadap kehidupan pribadi (personal life)
hubungan yang serasi dengan bawahan (relationship with subordinates)
kejelasan status pekerjaan (job status)
masa depan dari pekerjaan yang dijalani(job safety)

b) Perspektif Keseimbangan Dan Keadilan (Equity Perspectives)

Job Inputs :

Job Rewards:

Motivasi Individu ditentukan oleh kesesuaian antara Job Input dan Job Rewards

Upah
Usaha
Kepastian
Kemampua
n
dan
Pengantar Manajemen Motivasi Kerja
Keahlian
Keamanan
Loyalitas
Kerja

Peluang
Karir
Status
Peluang
Promosi

Kompetensi

c) Perspektif Pengharapan (Expectancy Perspectives)

Harapan Atas
Penghargaan
Intrinsik
Contoh : Puas
atas
pekerjaan,
kepercayaan
diri, dll

Ekstrinsik
Contoh:
Bonus,
Promosi,
Pujian, dll

d) Perspektif Penyusunan Tujuan (Goal Setting Theory)

Menyangkut tingkat keterlibatan anggota dalam penyusunan dan penentuan tujuan


organisasi

Anggota yang bertipe-X cenderung kurang dilibatkan dalam penyusunan tujuan,


sedangkan yang bertipe-Y cenderung untuk lebih dilibatkan dalam penyusunan
tujuan. (Kerangka McGregor)

Pengantar Manajemen Motivasi Kerja

10