Anda di halaman 1dari 5

PROSIDING SEMINAR

PENELITIAN DAN PENGELOLAAN PERANGKAT NUKLIR


Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan
Yogyakarta, 26 September 2012

KARAKTERISASI DEBIT POMPA PRIMER DAN SEKUNDER


BERDASARKAN FREKUENSI PUTARAN DI UNTAI UJI BETA
Joko Prasetio W, Kiswanta, Edy S, Ainur R
Pusat Teknologi Reaktor dan Keselamatan Nuklir-BATAN
E-mail:ptrkn@batan.go.id

ABSTRAK
KARAKTERISASI DEBIT POMPA PRIMER DAN SEKUNDER BERDASARKAN
FREKUENSI PUTARAN DI UNTAI UJI BETA. Program pemasangan inverter untuk
pompa sekunder merupakan bagian kegiatan pengintegrasian Untai Uji BETA (UUB)
dengan Bagian Uji HeaTiNG-02. Selama ini laju aliran hanya bisa divariasikan pada
sisi primer. Kemudian untuk peningkatan kinerja UUB selain dipasang penukar kalor
kompak, juga pompa sekunder dipasang inverter baru. Dengan adanya inverter baru
pada sisi sekunder diharapkan ke depan performa pelaksanaan eksperimen semakin
membaik. Kegiatan karakterisasi pompa primer dan sekunder diperlukan untuk
mengetahui kondisi debit aliran pada masing-masing sisi. Metode pengujian dilakukan
dengan menaikkan frekuensi pompa melalui inverter dari 0 hingga 50 Hz, kemudian
debit aliran dicatat baik di sisi primer dan sisi sekunder. Hasil karakterisasi
menunjukkan debit aliran di sisi primer linier dengan frekuensi pompanya dari 0 52
lpm, sedangkan pada sisi sekunder tidak linier. Debit aliran naik dari 0 hingga 30 lpm,
kemudian debit cenderung stabil disekitar 30 lpm.
Katakunci : frekuensi, debit aliran, inverter

ABSTRACT
VOLUME RATE CHARACTERIZATION OF PRIMARY AND SECONDARY PUMP
BASED ON ROTARY FREQUENCY ON BETA TEST LOOP. Inverter installation
program for secondary pumps is part of the BETA Test Loop (UUB) activities to
integrate into HeaTiNG-02 Test Section. Recently, the flow rate can be varied only on
the primary side, further more, to increase UUB performance. Beside the compact
heat exchanger is installed, secondary pump is installed with the new inverter as well.
With a new inverter on the secondary side is expected to forward to the
implementation of the experimental performance is getting better. Activity
characterization of primary and secondary pump is required to determine the condition
of flow rate on each side. Method of testing is done by increasing the frequency of the
pump through the inverter from 0 to 50 Hz, then the flow rate is recorded both in the
primary side and secondary side. Characterization results showed flow in the primary
side of the liner with a pump frequency 0-52 lpm, while the secondary side is not
linear. Flow rate increased from 0 to 30 lpm, and then discharge tends to stabilize
around 30 lpm.
Keywords: frequency, volume rate, inverter

PENDAHULUAN

asilitas
termohidrolika
eksperimental,
instrumentasi kalibrasi dan elektromekanik
yang terdapat di Bidang Operasi Fasilitas mencakup
peralatan yang besar dan kompleks sehingga
membutuhkan
perawatan,
perbaikan
dan
pengembangan yang berkesinambungan. Salah satu
Buku II hal. 348

kegiatan terkait penguatan kelembagaan dan


optimalisasi dan pendayagunaan sumber daya
adalah dengan melakukan perbaikan dan
pengembangan
fasilitas
termohidrolika
eksperimental, berupa integrasi Untai Uji BETA
dengan bagian Uji HeaTING-02 dan mengganti
tangki cooler dengan tangki penukar kalor kompak

ISSN 1410 8178

Joko Prasetio W, dkk

PROSIDING SEMINAR
PENELITIAN DAN PENGELOLAAN PERANGKAT NUKLIR
Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan
Yogyakarta, 26 September 2012

juga pemasangan pompa sekunder dan inverter


baru.
Penggantian cooler dengan penukar kalor
kompak dan pemasangan inverter sekunder
dikarenakan :
Tangki cooler ukuran volumenya kecil sehingga
perlu diperbesar.
Tangki cooler terbuat dari tabung tertutup
sehingga perlu dimodifikasi dengan sistim
flanges untuk mempermudah perawatan/
pembersihan dalam tangki.
Efektivitas pendingin antara primer dan sekunder
masih rendah sehingga perlu lebih ditingkatkan.
Untuk mengurangi pressure drop/penurunan
tekanan karena dimensi cooler lebih kecil, maka
perlu dikembangkan penukar kalor kompak yang
lebih besar.
Untuk pembacaan laju disisi sekunder lebih
terukur dengan cara merubah frekuensi inverter.
Kegiatan yang telah dilakukan adalah
memodifikasi Instalasi Untai Uji BETA yang
diintegrasikan dengan Bagian Uji HeaTiNG-02
sehingga terbentuk suatu loop tertutup. Untuk
melengkapi kegiatan tersebut telah dilakukan
eksperimen Untai Uji Beta yang akan dilakukan
dalam rangka memahami proses perpindahan panas
pada aliran dua fasa di dalam celah sempit
mengingat fenomena ini merupakan salah satu
kondisi yang disyaratkan dalam skenario
kecelakaan suatu PLTN tipe PWR. Lebih terarah
pada pengembangan dengan melakukan perbaikan
dan pengoperasian peralatan secara optimal
berdasarkan skenario yang ditentukan menurut
standar operasi yang ada.
TEORI
Pompa Sentrifugal
Pompa adalah suatu alat atau mesin yang
digunakan untuk memindahkan cairan dari suatu
tempat ke tempat yang lain melalui suatu media
perpipaan dengan cara menambahkan energi pada
cairan yang dipindahkan dan berlangsung secara
terus menerus. Pompa beroperasi dengan prinsip
membuat perbedaan tekanan antara bagian masuk
(suction) dengan bagian keluar (discharge). Pompa
berfungsi mengubah tenaga mekanis dari suatu
sumber tenaga (penggerak) menjadi tenaga kinetis
(kecepatan) untuk mengalirkan cairan dan
mengatasi hambatan yang ada sepanjang aliran.
Jenis pompa yang digunakan pada Fasilitas UUB
adalah pompa sentrifugal, dimana prinsip kerjanya
adalah mengubah energi kinetis (kecepatan) fluida
menjadi energi potensial (dinamis) melalui suatu
impeller yang berputar dalam casing. Fluida yang
memasuki pompa sentrifugal dengan seketika
diarahkan langsung ke area bertekanan rendah pada
Joko Prasetio W, dkk.

pusat impeller, ketika impeller dan sudu berputar,


ini akan memindahkan daya gerak kepada fluida
yang datang. Suatu perpindahan daya gerak
terhadap fluida yang bergerak akan meningkatkan
kecepatan fluida. Ketika kecepatan suatu fluida
meningkat, maka energi kinetik pun meningkat.
Fluida yang berenergi kinetik tinggi akan terdorong
keluar dari impeller dan masuk ke volute. Volute
adalah suatu bagian pompa yang secara terus
menerus meningkatkan cross-section area yang
dirancang untuk mengkonversikan energi kinetik
dari fluida menjadi fluida bertekanan.[4]
Perubahan Tekanan Fluida pada Sistem
Aliran.
Perubahan tekanan dalam aliran fluida
terjadi karena adanya perbedaan ketinggian,
perbedaan kecepatan aliran fluida akibat perubahan
atau perbedaan penampang, dan gesekan fluida.
Perubahan tekanan pada aliran tanpa gesekan dapat
dianalisis dengan persamaan Bernoulli yang
memperhitungkan perubahan tekanan ke dalam
perubahan ketinggian dan perubahan kecepatan.
Dengan demikian perhatian utama dalam
menganalisis kondisi aliran nyata adalah pengaruh
dari gesekan. Gesekan akan menimbulkan
penurunan tekanan atau kehilangan tekanan
dibandingkan dengan aliran tanpa gesekan.
Berdasarkan lokasi timbulnya kehilangan, secara
umum kehilangan tekanan atau kerugian akibat
gesekan ini dapat digolongkan menjadi 2, yaitu:
kerugian mayor dan kerugian minor. Kerugian
mayor adalah kehilangan tekanan akibat gesekan
aliran fluida pada sistem aliran tetap atau konstan.
Kerugian mayor ini terjadi pada sebagian besar
penampang sistem aliran maka dari itu
dipergunakan istilah mayor. Sedangkan kerugian
minor adalah kehilangan tekanan akibat gesekan
yang terjadi pada katup-katup, sambungan T,
sambungan L, dan pada penampang yang tidak
konstan. Kerugian minor meliputi sebagian kecil
penampang sistem aliran, sehingga digunakan
istilah minor.
TATA KERJA
Bahan dan Alat
Pada proses pemasangan inverter dan
pengujian eksperimen, bahan yang diperlukan
adalah :
Mur-baut 10
Kabel 4 mm, kabel skun, rumah kabel, Isolasi
kabel, Penjepit kabel
Mata bor 12
Plat besi carbon steel 200 x 200 x 4 mm
Air bebas mineral

ISSN 1410 8178

Buku II hal. 349

PROSIDING SEMINAR
PENELITIAN DAN PENGELOLAAN PERANGKAT NUKLIR
Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan
Yogyakarta, 26 September 2012

Peralatan yang diperlukan adalah :


Inverter
Pompa sentrifugal
Mesin bor
Mesin las
Tang
Obeng plus
Kunci pas, kunci ring dan kunci sok
Palu

keluaran HeaTING-02 setelah selesai dilanjutkan


dengan penyambungan pada sistem pemipaandi
Untai Uji BETA, sedangkan untuk unjuk kerja dari
instalasi tersebut keluaran air panas dari HeaTING02 masuk ke penukar kalor kompak lalu
didinginkan dengan pompa sekunder melalui pipa
spiral dan suhu air akan turun, lalu masuk ke pompa
primer dan kemudian masuk ke pre-heater untuk
dipanaskan kembali dan masuk ke HeaTING-02
begitu seterusnyaditunjukkan pada Gambar 3.

LANGKAH KERJA
Tahap 1 :Pemasangan pompa sekunder
Persiapan pembuatan dudukan pompa
dengan bahan plat carbon steel dengan ukuran 200
x 200 mm dengan cara di las dikerangka Untai Uji
BETA lalu diberi lubang dengan ukuran 120 mm
sebanyak 4 lubang, ditunjukkan pada Gambar.1

Gambar 3. Integrasi Untai Uji BETA dengan


Bagian Uji HeaTiNG-02
HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambar 1. Dudukan pompa sekunder.
Tahap 2 :Pemasangan inverter sekunder.
Pertama-tama melubangi box panel dengan
lubang berukuran 10 mm, menyiapkan inverter
untuk dipasang dibox panel setelah selesai
pemasangan inverter, kemudian dipasang sistim
pengkabelan ditunjukkan pada Gambar 2.

Setelah pemasangan selesai, dilakukan uji


coba dengan cara memvariasikan frekuensi pompa
dari 0 50 Hz, kemudian debit air primer dan
sekunder dicatat. Hasil uji coba dapat ditunjukkan
pada Tabel 1.
Proses perakitan penukar kalor kompak dan
pemipaan baru Untai Uji BETA serta pemasangan
pompa sekunder dan inverter sekunder dengan
bagian HeaTING-02 dapat ditunjukkan pada
Gambar 4 dan Gambar 5.

Gambar 2. Inverter sekunder dan sistem


pengkabelan
Tahap 3 :IntegrasiUntai Uji BETA dengan
bagian Uji HeaTiNG-02
Pekerjaan pemasangan instalasi pipa
diawali dengan memasang katup pada masukan dan
Buku II hal. 350

ISSN 1410 8178

Gambar 4. Flow meter sekunder


Joko Prasetio W, dkk

PROSIDING SEMINAR
PENELITIAN DAN PENGELOLAAN PERANGKAT NUKLIR
Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan
Yogyakarta, 26 September 2012

Gambar6. Debit aliran pompa primer.

Gambar 5. Bagian Uji HeaTING-0


Tabel. 1. Data Hasil KomisioningPompa Primer
Dan Pompa Sekunder
Pompa Primer

Pompa Sekunder

No. Frekuensi
Debit
Frekuensi
Debit
(inverter)b (l/menit) (inverter) (l/menit)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

5
10
15
20
25
30
35
40
45
50

0.00
9.348
14.964
20.31
25.68
31.068
36.402
41.772
47.166
52.308

5
10
15
20
25
30
35
40
45
50

0.00
13.20
23.40
31.20
32.50
33.00
33.60
34.10
35.20
35.40

Uji coba pompa primer menunjukkan


bahwa aliran dilakukan dengan menaikkan
frekuensi pompa melalui inverter dari 0 hingga 50
Hz, kemudian debit aliran di catat baik di sisi
primer ditunjukkan pada Gambar 6, sedangkan uji
coba pada pompa sekunder tidak linier. Debit aliran
naik dari 0 hingga 30 lpm, kemudian debit
cenderung stabil disekitar 30 lpm ditunjukkan pada
Gambar 7.
Hasil karakterisasi menunjukkan debit
aliran di sisi primer linier dengan frekuensi
pompanya dari 0 52 lpm, sedangkan pada sisi
sekunder tidak linier debit aliran naik dari 0 hingga
30 lpm, kemudian debit cenderung stabil disekitar
30 lpm ini dapat ditunjukkan pada Gambar 8.
Joko Prasetio W, dkk.

Gambar 7. Debit aliran pompa sekunder

Gambar 8. Debit aliran pompa primer dan pompa


sekunder
Perbedaan karakteristik debit aliran primer
dan sekunder pada Gambar 8 menunjukkan
perbedaan friksi dari kedua sistem perpipaannya.
Pada dasarnya debit suatu aliran selain dipengaruhi
oleh kecepatan putaran pompanya juga oleh friksi
dari sistem perpipaannya. Kenaikkan debit terhadap
putaran (aturan frekuensi) yang cenderung menurun
pada sistem sekunder menunjukkan besarnya friksi
aliran sekunder sehingga naiknya percepatan

ISSN 1410 8178

Buku II hal. 351

PROSIDING SEMINAR
PENELITIAN DAN PENGELOLAAN PERANGKAT NUKLIR
Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan
Yogyakarta, 26 September 2012

putaran pompa tidak lagi berpengaruh signifikan


terhadap debit aliran. Besarnya friksi pada sekunder
bisa dipahami karena aliran tersebut melalui lobang
kecil dari sprayer pada menara pendingin. Hal ini
tidak dialami oleh aliran primer sehingga kenaikan
debit terhadap frekuensi relative konstan.
KESIMPULAN
Perancangan dan pemasangan pompa dan
inverter sekunderberupa integrasi Untai Uji BETA
dengan bagian Uji HeaTING-02 serta kegiatan
karakterisasi pompa primer dan sekunder
diperlukan untuk mengetahui kondisi debit aliran
pada masing-masing sisi, sedangkan kegiatan
modifikasi dengan penggantian tangki cooler
dengan tangki penukar kalor kompak dan
pembuatan penyangga tangki penukar kalor kompak
telah diselesaikan.
Hasil karakterisasi menunjukkan debit
aliran di sisi primer linier dengan frekuensi
pompanya dari 052 lpm, sedangkan pada sisi
sekunder tidak linier. Debit aliran naik dari 0 hingga
30 lpm, kemudian debit cenderung stabil disekitar
30 lpm.

3. HANDONO KHAIRUL dkk., Eksperimental


Reflooding Pada Untai Uji BETA: Karakterisasi
dan Eksperimen Awal, Prosiding Presentasi
Ilmiah Teknologi Keselamatan Nuklir VI,
Serpong 2001.
4. SULARSO, TAHARA HARUO, Pump and
Compresor, (edisi ketujuh), PT Pradnya
Paramita, Jakarta, 2000.
5. JAMES R. WELTY, CHARLES E. WIKS,
ROBERT E. WILSON, GREGORY RORRER,
Dasar-dasar Fenomena Transport volume 1
Transfer
Momentum
edisi
keempat,
diterjemahkan oleh: Ir. Gunawan Prasetio,
Erlangga, Jakarta, 2002.
6. PERRY, ROBERT H., DON W. GREEN,
Perrys Chemichal Engineers Handbook 7th
Edition, 2006
7. KING, RP., Introduction to Practical Fluid
Flow, Butterworth-Heinemann, Burlington,
GBR, 2002.
8. DOUGLAS
J.
F,
GASIOREK
J.M,
SWAFFIELD J.A, Fluid Mechanics second
edition, Longman Singapore Publishers Pte
Ltd, Singapore, 1985.

DAFTAR PUSTAKA.
1. JUARSA, MULYA dkk., Laporan Analisis
Keselamatan
Eksperimen
Post-LOCA
menggunakan bagian uji QUEEN-II, PTRKN
BATAN, Serpong, 2007.
2. HANDONO
KHAIRUL dkk.,
Simulasi
Fenomena LOCA di Teras Reaktor melalui
Pemodelan Eksperimental (II), Rancang Bangun
Untai Uji BETA, Prosiding Presentasi Ilmiah
Teknologi Keselamatan Nuklir V, Serpong,
2000.

Buku II hal. 352

TANYA JAWAB
Kusigit Santosa
Apakah ada hubungan antara perilaku pompa
primer dan sekunder ?
Joko Prasetio W
Tidak ada hubungan
Aliran tidak berhubungan tetapi bisa
disesuaikan dengan variasi parameter
eksperimen.

ISSN 1410 8178

Joko Prasetio W, dkk