Anda di halaman 1dari 7

PRARANCANGAN PABRIK PROPYLENE DARI PROPANA

MENGGUNAKAN PROSES DEHIDROGENASI CATOFIN


Tugas Perancangan Pabrik Kimia
S1 Terapan

DisusunOleh:
Anastasia Deby Sarri (12 644 003)
Shara Haqen (12 644 014)

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI KIMIA INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA
2016

PRARANCANGAN PABRIK PROPYLENE DARI PROPANA MENGGUNAKAN


PROSES DEHIDROGENASI CATOFIN

A RisetPasar
Tabel 1. Data Produksi-konsumsi Propylene di Indonesia.
Tahun
Produksi (ribu ton/tahun)
647,6
2009
666,3
2010
681,8
2011
698,6
2012
715,3
2013
Sumber : BPS dikelola oleh Kemenperin.

Konsumsi (ribu ton/tahun)


916,8
803,8
874,6
955,5
1002,0

B PenentuanLokasi
Dalam pembuatan pabrik Propylene berbahan baku Propana, dipilih 3 (tiga)
lokasi: Balongan (Jawa Barat), Serang(Banten), Bontang (Kalimantan Timur). Ketiga
lokasi tersebut dinilai dari potensi bahan baku, tenaga kerja, dan sarana transportasi
sehingga dapat dilihat pada Tabel 2:
Tabel 2.LokasiPembuatanPabrikPropylene
Alternatiflokasi
Balongan (Jawa Barat)
Serang (Banten)
Bontang (Kalimantan Timur)
Catatan : skor nilai 1-5
(1) Potensibahanbaku
(2) Tenagakerja
(3) Transportasi
(4) Utilitas

Faktor-faktor yang diperhatikan


(1)
(2)
(3)
(4)
5
4
4
5
5
4
5
5
3
4
5
5
bobot: 40
bobot: 30
bobot: 20
bobot: 10

Jumlah
18
19
17

Dari data di atas disimpulkan alternative lokasi yang dipilih adalah Serang (Banten).Bahan
baku sangat penting maka berbobot 40, tenaga kerja 30, transportasi 20, utilitas 10 sehingga
nilainya berubah yang dapat dilihat padaTabel 3.
Tabel 3.AlternatifLokasiPembuatanPropylene
Alternatiflokasi
Balongan (Jawa Barat)
Serang (Banten)
Bontang
(Kalimantan Timur)

Faktor-faktor yang diperhatikan


(1)
(2)
(3)
(4)
5x40=20 4x30=12
4x20=80 5x10=50
0
0
5x40=20 4x30=12
5x20=100 5x10=50
0
0
3x40=12 4x30=12
5x20=100 5x10=50
0
0

Jumlah
450
470
390

Berdasarkan data padaTabel 3 di atasmaka, pemilihan lokasi untuk mendirikan Pabrik


Propylene adalah di Serang, Banten dengan skor sebesar 470.
C Uraian Proses
1

Pengertian Propylene
Propylene memiliki rumus kimia CH3CH=CH2 adalah senyawa hidrokarbon yang
berbentuk gas pada suhu dan tekanan normal. Oleh karena itu, untuk mempermudah
penyimpanan dan penanganannya, diberikan tekanan tertentu untuk mengubahnya
kedalam bentuk cair. Propilen larut dalam alcohol dan eter, serta sedikit larut dalam
air. Propilen dalam bentuk cair memiliki specific gravity sekitar 0,5139. Bahan kimia
ini sangat mudah terbakar dan mudah meledak dengan toleransi maksimal di udara
sebesar 2% hingga 11% volume.

Macam-macam proses Propylene


Terdapat beberapa proses yang dapat ditempuh guna menghasilkan Propylene, proses
a

tersebut meliputi :
Steam Craking
Steam craking adalah proses petrokimia diaman hidrokarbon jenuh dipecah
menjadi hidrokarbon yang lebih kecil. Ini merupakan metode industry utama
untuk menghasilkan alkena lebih ringan, termasuk Etena (Etilena), dan Propena
(Propylene) yang secara komersial dilakukan sejak tahun 1950. Steam cracker
terdiri dari furnace yang digunakan untuk proses pirolisis dimana bahan baku

dipecah menggunakan uap sebagai pengencernya. Gas hasil cracking didinginkan


kemudian dikirim menuju demethanizer untuk memisahkan gas hydrogen dan
metana. Sedangkan untuk effluent kemudian diolah untuk memisahkan asetilen
dan untuk etilen dipisahkan pada fraksionasi ethylene. Fraksi bawah dipisahkan
pada de-ethanizer menjadi Etana dan C3+ yang di treatment lebih lanjut untuk
menghasilkan propilen dan olefin lainnya. Kondisi steam crakcker untuk etana
adalah 750-800oC, tekanan 1-1, 2 atm dan rasio steam/etana 0,5. Untuk bahan
baku cair biasanya dipecah dengan waktu tinggal yang singkat dan rasio
pengenceran uap lebih tinggi disbanding cracking dengan bahan baku gas.
Dalam tungku cracking, perbandingan propylene dengan ethylene
terbatassekitar 0,65. Apabilabahanbaku yang digunakan lebih besar maka akan
menyebabkan produk samping C5+ lebih banyak. Produk yang dihasilkan dalam
reaksi tergantung pada komposisi umpan, rasio uap hidrokarbon dan pada
temperature cracking dan waktu saat di furnace.
b

Fluidizied Catalytic Cracking (FCC)


Proses FCC beroperasi dalam keseimbangan panas dinamis dengan katalis
regenerasi panas memasok permintaan panas bersih yang dibutuhkan oleh system
reaksi. Katalis padat berukuran halus terus menerus bersirkulasi di dalam sebuah
loop tertutup diantara system reaksi dan system regenerasi katalis. Komponen
utama dari FCC terdiri dari system injeksi bahan baku, reaktor, stripper,
fraksinator, dan regenerator. Sistem Fluidize katalis diguanakan sebagai fasilitas
katalis dan transfer panas antara reactor dan regenerator. Reaksi cracking yang
terjadi bersifat endotherm, keseimbangan panas diperoleh oleh pembakaran
katalis-kokas disimpan di regenerator. Secara umum, semua reaksi cracking
dicirikan oleh jumlah produksi jumlah yang cukup banyak akan olefin. Untuk
mendapatkan hasil yang lebih tinggi dari pada olefin ringan, khsuusnya propilen.
Hidrogen pada bahan baku harus ditingkatkan dan kandungan sulfur harus
dikurangi. Hal ini dapat dicapai dengan menggunakan minyak mentah kandungan
sulfur rendah atau dengan meningkatkan performa dari hydrotreater upstream

bahan baku pada unit FCC.


Dehidrogenasi Propana

Reaksi dehidrogenasi propane bersifat sangat endotherm sehingga kondisi


operasi berlangsung pada spuhu tinggi dan tekanan rendah sehingga diperlukan
pemanasan dari luar yaitu dengan mengalirkan udara panas kedalam reaktor.
Proses dehidrogenasi ini dilakukan dalam reactor Fixed Bed Catalyst dengan
menggunakan katalis Chromia Alumina pada temperatur 574-648oC dan tekanan
0,1-0,3 atm gauge. Kemudian hasil pokok propylene diperoleh dengan
melalakukan pemurnian pada menara frakasinasi, karena juga menghasilkan C,
CH4, C2H4, C2H6. Pada reaksi samping yang terjadi bersamaan dengan reaksi
utama menyebabkan pembentukan hidrokarbon ringan dan hidrokarbon berat
yang menghasilkan pengendapan dalam jumlah kecil yang terjadi dikatalis
sehingga diperlukan pemanasan udara untuk meregenerasi katalis.
Proses komersial untuk katalitik dehidrogenasi propane menjadi propilen
1
2
3

berbasis pada system reaktor adiabatic yaitu:


The Catofin Process (Lummus/Air Products)
The Oleflex Process (UOP)
Fluidized Bed Dehydrogenation Process FBD (Snamprogetti/Yarsintez)
Proses komersial untuk katalitik dehidrogenasi propane menjadi propilen

berbasis pada system reactor isothermal yaitu:


1 The Star Process (Philips)
2 The LINDE Process (Linde/BASF)
Tabel4.Perbandingan proses
komersialdehidrogenasikatalitikdariPropanamenjadiPropylene.
Proses
Catofin
FDB-3
Oleflex
PDH
STAR

Lisensor
LummusHoudry
UOP
SnamprogettiYarsintez
Linde-BASFStatoil
Krupp Uhde

TipeReakto

Katalis

KondisiReaksi

Cr2O3 /

560-620oC, > 0,5

Al2O3
Cr2O3 /

atm

Fluidized
bed

Al2O3

Moving bed

Pt / Al2O3

r
Fixed bed

Fixed bed
Fixed bed

Cr2O3 /
Al2O3
Pt / Sn / Zn /

540-590oC, 1 atm
550-650oC, 1 atm
590oC,>1 atm
500oC, 3,5 atm

Al2O3

d Methathesis
Olefin methathesis adalah reaksi menggunakan katalis senyawa logam
transisi tertentu untuk memproduksi propilen dari etilen dan butana. Dua reaksi
utama terjadi secara simultan adalah methathesis dan isomerisasi. Methathesis
mengubah ikatan ganda pada karbon-karbon yang tidak reaktif terhada preagen
lainnya menjadi gugus fungsional yang reaktif. Ikatan karbon-karbon yang baru
terbentuk pada suhu kamar pada media cair untuk memulai bahan .Karena reaksi
methathesis adalah reaksi bolak balik, maka propylene dapat diproduksi dari etilen
dan

butana-2.

Methathesis

dapat

ditambahkan

steam

cracking

untuk

meningkatkan produksi etilen dan perubahan etilen dan perengkahan butana.


4

Pemilihan Proses
Pembuatan propilen dapat dilakukan dengan beberapa metode, diantaranya yaitu
steam cracking, fluidized cataliyc crackring, methatesis dan dehydrogenasi. Perbedaan
yang mendasar yaitu terdapat pada bahan baku, yaitu :
a Steam cracking, bahan baku : LPG, Etana, dan Naptha
b Fluidized catalytic cracking, bahan baku : heavy crude oil
c Methasis, bahan baku : Ethylene, 2-butane
Ketiga metode ini bersifat sangat endotermis, sehingga dilakukan dalam keadaan
suhu tinggi dan tekanan yang rendah. Kerugian proses-proses tersebut adalah penggunaan
steam sehingga dalam operasinya memerlukan banyak biaya dan adanya sulfur pada
bahan baku menyebabkan alat mudah mengalami korosi. Sedangkan proses
dehidrogenasi menggunakan bahan baku berupa propana sehingga mudah untuk
dikendalikan dan dalam prosesnya dilakukan dalam suhu sedang dan tidak memerlukan
steam.
Berdasarkan uraian proses tersebut maka proses yang akan dipiilih untuk

prarancangan pabrik propilen ini adalah proses Houdry Catadiena dengan menggunakan
teknologi proses dehidrogenasi catofin karena merupakan teknologi baru dan memiliki
beberapa keunggulan, yaitu :

Konsumsi bahan baku rendah karena selektivitas yang tinggi


Tingkat konversi tinggi

Penurunan selektivitas rendah dari thermal cracking karena rendahnya waktu

tinggal pada temperatur tinggi


Rendahnya pembentukan coke yang memaksimalkan pemanfaatan bahan baku
Toleransi terhadap pengotor umpan C4 tinggi
Tidak ada katalis yang hilang
Teknologi dengan investasi yang rendah dan berskala ekonomi