Anda di halaman 1dari 47

57

BAB 4
HASIL PENELITIAN
4.1

Gambaran Objek Penelitian


Dalam gambaran objek penelitian ini akan membahas dan mencantumkan

mengenai berbagai informasi perusahaan yang menjadi objek dari penelitian, seperti
sejarah dari perusahaan, logo yang dimiliki perusahaan, visi misi dan nilai yang
dianut oleh perusahaan, serta mengenai struktur organisasi yang ada dalam
perusahaan.
4.1.1

Sejarah Perusahaan
Pada tahun 2003, Ir. Dwi Antono mengawali dengan membangun

sebuah perusahaan bersama tiga orang rekan dengan nama PT. Marga Triguna
Sarana. Kemudian beliau memutuskan untuk mendirikan perusahaan sendiri
pada tahun 2006, yaitu dengan nama CV. Marga Guna Sarana. Latar belakang
dari berdirinya perusahaan ini yaitu berbekal dari pengalaman yang dimiliki
Ir. Dwi Antono dalam bidang pekerjaan rambu dan marka jalan. Perusahaan
yang dimiliki Ir. Dwi Antono dijalankan dengan kondisi kantor yang kecil
dengan perlengkapan kantor yang sederhana dan karyawan yang masih
terbatas.
Seiring dengan berjalannya waktu dan berkat kerja keras yang
dimiliki Ir. Dwi Antono, maka perusahaan tersebut mengalami peningkatan.
Dengan terjadinya peningkatan maka status perusahaan berganti dari yang
awalnya bernama CV Marga Guna Sarana berubah menjadi PT Marga Guna
Sarana. PT Marga Guna Sarana disahkan sejak tahun 2007 tepatnya pada
tanggal 26 Februari dihadapan notaris Irma Bonita S.H.
PT Marga Guna Sarana merupakan salah satu perusahaan swasta di
Indonesia yang bergerak di bidang perlengkapan jalan. Kegiatan yang
dilakukan oleh perusahaan yaitu memproduksi perlengakapan jalan, seperti
pengadaan dan pemasangan rambu-rambu lalu lintas, pengecatan marka jalan
thermoplastic dan lain sebagainya. Mengingat semakin berkembangnya
pembangunan di Indonesia saat ini, baik dari segi pembangunan gedung
perkantoran, rumah tinggal, dan jalan raya.

58
Maka dengan ini PT. Marga Guna Sarana hadir sebagai perusahaaan
yang ikut serta dalam mendukung dan memajukan Indonseia sebagai
penyedia jasa pengadaan dan pekerjaan yang berhubungan dengan sarana dan
prasarana jalan. Agar kegiatan transportasi berjalan lancar, maka perlu
dibangun aturan-aturan yang sesuai dengan standar berlalu lintas guna
meningkatkan kebutuhan para pengguna jalan.
Diantaranya adalah pentingnya rambu-rambu lalu lintas yang dibuat
untuk dipatuhi oleh para pengguna jalan serta sebagai pedoman bagi
keselamatan. Rambu lalu lintas adalah bagian perlengkapan jalan yang
berupa lambang, huruf, angka, kalimat, dan/atau perpaduan yang berfungsi
sebagai peringatan, larangan, perintah, atau petunjuk bagi Pengguna Jalan
(UU RI No.22 Thn 2009, pasal 1 point 17). Rambu-rambu lalu lintas yang
beragam memiliki bentuk, warna penggunaan bahan yang beragam dan
memiliki arti yang berbeda-beda dan lokasi pemasangan yang berbeda pula.
Begitu juga dengan marka jalan. Marka jalan adalah suatu tanda yang
berada dipermukaan jalan atau diatas permukaan jalan yang meliputi
peralatan atau tanda yang membentuk garis membujur, melintang, garis
serong, serta lambing yang berfungsi untuk mengarahkan arus lalu lintas dan
membatasi daerah kepentingan lalu lintas. memiliki ragam warna dan garis
memiliki arti yang berbeda (UU RI No.22 Thn 2009, pasal 1 point 18). Marka
jalan diperlukan oleh pengguna jalan untuk sebagai pemberi simbol kondisi
jalan.
Dengan adanya perlengkapan jalan seperti rambu-rambu lalu lintas
dan marka jalan maka akan memberikan petunjuk dan mempermudah
pengguna jalan dalam melintas. Maka dari itu PT Marga Guna Sarana
berusaha untuk memproduksi segala perlengkapan jalan dengan kualitas yang
baik dan sesuai dengan standart peraturan yang berlaku sehingga hasil produk
dapat dimanfaatkan dan berfungsi bagi pengguna jalan.
Seiring perkembangan zaman PT. Marga Guna Sarana berusaha untuk
terus menghasilkan produk barang dan jasa dengan memiliki kualitas terbaik.
Beberapa cara yang dilakukan untuk menghasilkan produk berkualitas yaitu
dalam penggunaan alat aplikasi, menggunaan alat yang efektif dan efisien.
Selain itu cara yang dilakukan untuk menghasilkan produk yang berkualitas

59
adalah dalam pemilihan dan penggunaan bahan baku yang baik agar
menghasilkan produk yang terbaik.
PT Marga Guna Sarana tidak hanya menghasilkan barang sebagai
produk perusahaan, namun jasa dalam pengerjaan di lapangan, maka dari
untuk menghasilkan menjadikan perusahaan yang bernilai kualitas tinggi
harus didukung dengan sumber daya manusia didalam perusahaan. dengan
begitu maka klient dari perusahaan akan merasa puas, hal ini merupakan
salah satu nilai yang dianut oleh perusahaan. PT. Marga Guna Sarana telah
lama bergerak dibidang pengadaan rambu dan pengecatan marka jalan
thermoplastic. Sebagai perusahaan yang berpengalaman,
PT. Marga Guna Sarana memiliki karyawan yang ahli dibidang
tersebut. PT.Marga Guna Sarana telah mengerjakan sejumlah proyek yang
berasal dari pemerintah yang bekerja sama dengan dinas perhubungan,
BUMN maupun perusahaan swasta lain seperti perusahaan pengembang. PT
Marga Guna Sarana telah mendapat rekomendasi dari direktorat jenderal
perhubungan darat sebagai perusahaan perlengkapan jalan. Sehingga tidak
perlu diragukan lagi bahwa PT. Marga Guna Sarana adalah perusahaan yang
profesional di bidangnya.

60
4.1.2

Logo Perusahaan

Gambar 4.1 Gambar Logo Perusahaan PT Marga Guna Sarana


Sumber: Company Profile PT Marga Guna Sarana
Logo yang dimiliki oleh PT Marga Guna Sarana memiliki arti atau
maksud tertentu. Berdasarkan gambar logo tersebut terdapat beberapa elemen
seni rupa yang digunakan perusahaan untuk mewakili visi misi perusahaan
PT Marga Guna Sarana.
Berikut penjelasan mengenai beberapa unsur-unsur dan arti dari logo
yang dimiliki oleh perusahaan, seperti:
-

Bentuk
Bentuk yang dimiliki logo perusahaan PT Marga Guna Sarana yaitu
segitiga. Perusahaan menggunakan bentuk segitiga yang digunakan yaitu
dengan maksud untuk menegaskan konsep tri-tunggal. Konsep tersebut
mengarah pada tiga unsure penting dalam kehidupan manusia. Unsure
penting yang dimaksud yaitu udara, air dan tanah. Ketiga unsure tersebut
merupakan unsur penting yang ada dalam kehidupan manusia. Maka PT
Marga Guna Sarana berharap bahwa perusahaan ini akan menjadi bagian
yang penting dan diperlukan dalam kehidupan dan dapat selalu berjalan
seperti kehidupan manusia.

Warna

61
Terlihat jelas warna yang ada pada logo perusahaan PT Marga Guna
Sarana. Warna merah yang digunakan memiliki arti bahwa perusahaan
memiliki semangat yang tinggi dalam bekerja dan melayani permintaan
client, menghasilkan suatu kebahagiaan/kegembiraan, memberikan nilai
keberuntungan, kekayaan, kesehatan bagi seluruh anggota yang berada
didalam perusahaan atau kepada para client yang bekerja sama dengan
perusahaan dalam melaksanakan tujuan bersama, serta masyarakat pada
umunya.
-

Garis
Garis yang berada dalam segitiga merupakan garis zig-zag. Arti yang
terkandung dalam garis zig-zag tersebut yaitu bergairah, semangat,
dinamika atau gerak cepat. Diharapkan dengan menggunakan garis zigzag pada logo yang mewakili perusahaan maka PT Marga Guna Sarana
hadir sebagai perusahaan yang terus memiliki semangat dan gairah yang
tingggi dalam kinerja dan kualitas serta mengalami peningkatan seiring
berjalannya waktu.

4.1.3
A.

Visi Misi dan Nilai Perusahaan


Visi
Visi yang dimiliki PT Marga Guna Sarana merupakan salah satu cita-

cita atau impian perusahaan yang ingin dicapai dimasa depan dalam jangka
panjang.
Berikut visi yang dimiliki oleh PT Marga Guna Sarana, yaitu:
Menjadi perusahaan yang memilki nilai unggul, terkemuka dalam hasil
kinerja produk dan layanan .
Dengan melihat berdasarkan dari visi yang dimiliki oleh perusahaan
PT Marga Guna Sarana. Maka perusahaan PT Marga Guna Sarana memiliki
cita-cita dan impian bahwa dengan hadirnya atau terbentuknya perusahaan ini
akan menjadi suatu perusahaan yang memiliki nilai unggul. Nilai unggul
yang dimaksud dalam visi perusahaan tersebut yaitu diharapkan bahwa dapat
menjadi sebuah perusahaan yang dikenal dengan perusahaan yang memiliki

62
sesuatu yang berharga, sesuatu yang memiliki mutu tinggi, sesuatu yang
menunjukan kualitas, baik mengenai produk yang telah dihasilkan perusahaan
ataupun layanan jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada para klien.
B.

Misi
Misi yang dimiliki PT Marga Guna Sarana, dapat menentukan batas

dan maksud aktivitas bisnis perusahaan serta pernyataan tentang apa yang
harus dikerjakan perusahaan. Sehingga dengan adanya perumusan misi maka
dapat menjadi cara untuk memberikan petunjuk garis besar mengenai tujuan
mencapai atau merealisasikan visi yang dimiliki. Dengan begitu PT Marga
Guna Sarana dapat mampu menghasilkan produk dan jasa berkualitas yang
memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggannya. Berikut adalah
penjelasan mengenai misi yang dimiliki oleh PT Marga Guna Sarana:
- Menyamakan persepsi diantara manajemen untuk mempertahankan nilai-

nilai perusahaan dan mencapai tujuan bersama


Memiliki tenaga kerja yang professional di bidangnya, kompeten dan
semangat tinggi melalui pelatihan dan rekruitmen sumber daya manusia

yang tepat
Menggunakan bahan yang memiliki kualitas dan menciptakan hasil yang

memiliki nilai bermutu


Memberikan layanan yang baik kepada klien dan melaksanakan
pekerjaan sesuai dengan kesepakatan

C.

Nilai Perusahaan
Nilai perusahaan yang dimiliki oleh PT Marga Guna Sarana

merupakan suatu prinsip-prinsip dasar yang memberi penegasan tentang


bagaimana perusahaan bertindak, bagaimana cara bekerja dan berkembang
bersama perusahan, bagaimana berhubungan dengan karyawan dan
pelanggan, bagaimana kami menghasilkan dan menjual produk, serta
bagaimana kami merekrut karyawan.
Suatu perusahaan dapat dikatakan mempunyai kinerja yang baik jika
terkandung nilai-nilai yang baik pula. Dengan begitu berarti bahwa
perusahaan telah bekerja sesuai dengan nilai-nilai yang ada. Berikut
penjabaran dan penjelasan mengenai nilai PT Marga Guna Sarana:
-

Profesionalisme

63
Bekerja sesuai dengan kemampuan, keahlian, tanggung jawab, sesuai
dengan batas waktu secara baik dan benar berdasarkan sistem peraturan
-

yang berlaku.
Intergritas
Bekerja dengan jujur dan transparan, bertindak secara konsisten sesuai
dengan nilai-nilai, moral, kebijakan perusahaan dan menjunjung tinggi

etika.
Berkualitas
Menghasilkan produk dan memberikan pelayanana yang senantiasa

mengutamakan kepuasan pelanggan sesuai dengan harapan.


Inovatif
Melakukan inovasi sesuai dengan
kebutuhan pasar

dengan

memanfaatkan kompetensi dan teknologi, dan melakukan terobosan


-

dalam proses kerja agar menjadi lebih efektif dan efisien.


Kekeluargaan
Bekerja dengan mengedepankan kerja sama, kebersamaan dan
kepedulian

4.1.4

Struktur Perusahaan
Didalam company profile PT Marga Guna Sarana terdapat penjelasan

mengenai struktur perusahaan. Dapat diartikan bahwa struktur perusahaan


merupakan suatu konsep yang menggambarkan dan menjelaskan mengenai
setiap unti atau bagian-bagian yang ada dalam perusahaan tersebut dan tugas
setiap unit berdasarkan dari jabatan yang dimilikinya. Dengan adanya
struktur perusahaan maka akan membantu dalam melakukan segala kegiatan
perusahaan mengenai hubungan kerja sama yang terjadi didalam perusahaan
untuk dapat mencapai visi-misi yang dimiliki oleh perusahaan.
PT Marga Guna Sarana dipimpin oleh seorang direktur utama yang
bernama Ir. Dwi Antono. Direktur utama memiliki wewenang yang besar
dalam perusahaan. Selain itu Direktur utama dibantu dengan adanya seorang
direktur yang bertanggung jawab atas segala yang terjadi baik didalam
perusahaan ataupun diluar perusahaan. selantutnya terdapat kepala bagian
pemesanan yang memiliki tugas dalam segala pemesanan, hal ini berkaitan
dan bekerja sama dengan supplier serta klien. Untuk menangani hal yang
berkaitan dengan sumber daya manusia dalam perusahaan maka tugas
tersebut diemban oleh manager HRD. Sedangkan hal yang berkaitan dengan
keuangan perusahaan akan ditangani oleh manajer keuangan. Bagian

64
selanjutnya yaitu humas. Humas memiliki tugas dalam komunikasi yang
terjadi baik didalam ataupun diluar perusahaan.
Kepala bagian workshop berada dibawah humas untuk melaporkan
segala kegiatan yang terjadi didalam workshop. Bagian-bagian atau unit lain
yang berada dibawah kepala workshop bekerja didalam workshop perusahaan
sesuai dengan kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki karyawan. Bagian
tersebut merupakan bagian yang memproduksi perlengkapan jalan. Berikut
gambar mengenai struktur perusahaan PT Marga Guna sarana:

DirekturUtama
Utama
Direktur
(Ir.Dwi
DwiAntono)
Antono)
(Ir.

Direktur
Direktur
(DanangAdji
AdjiPamungkas
PamungkasS.E)
S.E)
(Danang

KepalaBag.
Bag.Pemesanan
Pemesanan
Kepala
(SuwignyoS.T)
S.T)
(Suwignyo
ManagerHRD
HRD
Manager
(SusiSetyaningrum
SetyaningrumS.Ikom)
S.Ikom)
(Susi

ManajerKeuangan
Keuangan
Manajer
(DusenovPrianto
PriantoS.E)
S.E)
(Dusenov
Bag.Humas
Humas
Bag.
(DeviRetno
RetnoSari
SariS.Ikom)
S.Ikom)
(Devi
KepalaBag.
Bag.Workshop
Workshop
Kepala
(RezaPratama
PratamaS.T)
S.T)
(Reza

Bag.Penyedia
Penyedia
Bag.
BahanBaku
BahanBaku
(Mulyani) )
(Mulyani

Bag.Produksi
Produksi
Bag.
(AdityaJumhani)
Jumhani)
(Aditya

Bag.Produksi
Produksi
Bag.
Rambu
Rambu
(EkoTamtono)
Tamtono)
(Eko

Bag.Lapangan
Lapangan
Bag.
(DanielLaksmana)
Laksmana)
(Daniel

Bag.Produksi
Produksi
Bag.
MarkaJalan
Jalan
Marka
(Siswanto)
(Siswanto)
Bag.Teknisi
Teknisi
Bag.
(PianPutra)
Putra)
(Pian

65

Gambar 4.2 Gambar Struktur Organisasi PT Marga Guna Sarana


Sumber: Company Profile PT Marga Guna Sarana

4.1.5

ProfileProgram / Unit Kerja


Dalam penelitian kali ini, dilakukan pada bagianhumas atau divisi

public relations PT Marga Guna Sarana, hal ini untuk mengetahui peranan
public relations dalam mensosialisasikan informasi kepada publik internal.
Divisi Public Relations PT Marga Guna Sarana dibentuk pada tahun 2007.
Latar belakang dari dibentuknya Divisi Public Relations PT Marga Guna
Sarana, yaitu karena perusahaan memiliki lokasi yang berbeda dengan
workshop. Oleh karena itu dibentuk divisi public relations sebagai salah satu
cara untuk membantu perusahaan dalam mengkomunikasikan informasi
perusahaan.
Divisi public relations PT Marga Guna Sarana saat ini di pimpin oleh
Devi Retno Sari S.Ikom yang memiliki wewenang untuk mengatur kegiatan
komunikasi pada perusahaan dan membuat kebijakan-kebijakan yang
berhubungan dengan public relations, yang kemudian dilaporkan kepada
pihak manajemen untuk selanjutnya dikomunikasikan kepada segenap
karyawan.

66
4.1.6

Profile informan

1. Public Relations PT Marga Guna Sarana


Dalam penelitian kali ini divisi public relations atau bagian humas
dipilih untuk sebagai key informan, hal tersebut dikarenakan penelitian
ini

membahas

mengenai

peranan

public

relations

dalam

mensosialisasikan informasi perusahaan kepada publik internal. Pada


bagian public relations inilah yang merupakan dari fokus penelitian. Devi
Retno Sari S.Ikom dalam hal ini selaku public relations pada PT. Marga
Guna Sarana. Beliau berperan dalam melakukan kegiatan sosiaslisasi
informasi kepada publik internal.
Devi Retno Sari S.Ikom mendapatkan informasi dan menyampaikan
informasi dari pihak manajemen dan pihak karyawan. Hal ini merupakan
tugas utama yang dimiliki divisi public relations dalam perusahaan. Ibu
Eno adalah sapaan akrab bagi dirinya di kantor dan semua karyawan yang
bekerja di PT. Marga Guna Sarana memanggilnya dengan sebutan
tersebut.
2. Kepala Bagian Workshop PT. Marga Guna Sarana
Informan yang dipilih sebagai narasumber selanjutnya adalah kepala
bagian workshop PT. Marga Guna Sarana. Didalam perusahaan, kepala
bagian workshop memiliki peran dan tanggung jawab penuh terhadap
segala aktifitas yang terjadi didalam workshop. Yang menjabat selaku
kepala bagian workshop PT. Marga Guna Sarana yaitu bernama Reza
Pratama S.T. Kepala bagian workshop dipilih karena dirasa dapat
memenuhi beberapa pertanyaan dalam penelitian ini.
Pada divisi ini merupakan bagian yang bekerja sama dan
berhubungan secara langsung dengan public relations. Kepala bagian
workshop menerima segala informasi dari divisi public relations untuk
kemudian disampaikan kepada seluruh karyawan yang berada di
workshop terkait dengan pekerjaan proyek yang sedang berlangsung,
dalam hal ini yaitu mengenai proyek perlengkapan jalan PT Alfa
Goldland Realty.
3. Direktur PT Marga Guna Sarana
Informan selanjutnya yang dipilih sebagai narasumber ketiga ini yaitu
berasal dari divisi Direktur PT. Marga Guna Sarana. Pada penelitian kali
ini memilih untuk menjadikan Direktur PT Marga Guna Sarana sebagai

67
informan dikarenakan untuk mengetahui bagaimana peranan public
relations PT Marga Guna Sarana, terkait dengan kegiatan sosialisasi
informasi yang disampaikan kepada karyawan.
Apakah public relations telah menjalankan perannya dengan baik dan
dapat menyampaikan informasi sesuai dengan keinginan manajemen.
Dengan begitu maka public relations dapat mewakili direktur dalam
menyampaikan informasi perusahaan. Direktur PT Marga Guna Sarana
saat ini di pimpin oleh Bapak Danang Aji Pamungkas S.E. Para rekan
kerja di kantor pada umumnya memanggil dengan sebutan Bapak
Danang.

4.2

Hasil Penelitian
Dalam bab ini, akan memaparkan mengenai hasil analisa, dan menjelaskan

hasil penelitian yang telah didapatkan selama proses penelitian berlangsung.


Kegiatan awal yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan mencari tahu
informasi yang berhubungan dengan public realations PT Marga Guna Sarana
melalui wawancara. Wawancara dilakukan oleh tiga narasumber yang dirasa
memiliki kaitan dalam menjawab penelitian dan observasi partisipan. Berikut adalah
hasil penelitian yang telah dilakukan berdasarkan data yang telah diperoleh dari PT
Marga Guna Sarana.
4.2.1

Peranan Public Relations PT Marga Guna Sarana Dalam


Mensosialisasikan Informasi Kepada Publik Internal
Hasil yang diperoleh setelah melakukan kegiatan wawancara yang

dilakukan kepada key informan, yaitu narasumber Devi Retno Sari S.Ikom
selaku public relations PT Marga Guna Sarana. Beliau mengungkapkan
mengenai peranan public relations dalam mensosialisasikan informasi kepada
publik internal adalah sebagai perantara menyampaikan informasi. Beliau
juga mengatakan bahwa public relations dalam hal ini bekerja untuk
memberikan informasi, baik itu informasi dari perusahaan kepada karyawan
ataupun sebaliknya.
Selain itu beliau juga mengungkapkan peranan lain dari public
relations PT Marga Guna Sarana. Selain sebagai perantara informasi disini

68
public relations juga berperan sebagai pemecah masalah dan memberi nasihat
terkait dengan masalah internal yang terjadi didalam perusahan. Beliau
memberikan contoh masalah yang dihadapinya yaitu sepeti permasalahan
yang terjadi diantara karyawan, ataupun diantara karyawan dengan
perusahaan, hal ini biasanya dilatar belakangi oleh kebijakan yang kurang
disejutui oleh karyawan.
Narasumber Devi Retno Sari S.Ikom dalam wawancara juga
menjelaskan bahwa fungsi yang dimiliki oleh public relations dalam
hubungan internal perusahaan PT Marga Guna Sarana yaitu sebagai
koordinasi. Hal tersebut dilakukan dengan maksud agar segala pekerjaan
yang dikerjakan dapat berjalan dengan lancar meskipun terpisah jarak fisik
antara kantor dengan workshop.
Berikut kutipan wawancara dengan Devi Retno Sari S.Ikom:
Disini saya merasa bahwa peran humas di perusahaan
sangat tinggi ya, kenapa, karena selama ini humas pada PT
Marga Guna Sarana dalam menjalankan komunikasi terhadap
internal ya berperan dan bekerja sebagai perantara dalam
menyampaikan informasi. Jadi kita itu memberikan
informasi, baik itu informasi dari perusahaan kepada
karyawan ataupun sebaliknya. Lain dari pada itu jika terjadi
permasalahan dalam perusahaan, misalnya permasalahan
antar karyawan, karyawan dengan perusahaan terkait dengan
kebijkan, ya humas juga ikut serta dalam menyelesaikan itu
semua. Saya mencoba untuk pecahkan masalah yang ada,
kemudian memberi solusi atau nasihat dalam masalah
tersebut, begitu. Sedangkan fungsi humas disini dalam
hubungan komunikasi internal ya kita melakukan koordinasi
kepada karyawan agar supaya mereka tetap berkomunikasi
dengan baik, mendapat informasi dan pekerjaan dapat
dikerjakan dan berjalan dengan lancar. Karna kan lokasi
kantor dengan workshop cukup jauh, belum lagi jika macet
sehingga tidak setiap hari cek kesana. Lain dari itu juga
berfungsi untuk melakukan rencana kegiatan pertemuan,
presentasi produk kepada klien
Hal ini didukung dengan pernyataan serupa dari kepala bagian
workshop. Hasil yang diperoleh dari kegiatan wawancara kepada informan
kedua yaitu narasumber Reza Pratama S.T selaku kepala bagian workshop PT
Marga Guna Sarana. Beliau mengatakan bahwa public relations dalam PT
Marga Guna Sarana memiliki peran yang sangat penting dalam perusahaan.
Humas berperan secara langsung untuk memberikan informasi kepada publik

69
internal yaitu para karyawan mengenai pekerjaan yang akan atau sedang
berlangsung untuk dikerjakan.
Informasi yang disampaikan oleh public relations selain untuk
karyawan, namun disini public relations juga menyampaikan keinginan
karyawan yang kemudian disampaikan kepada atasan atau kepada direktur.
Sehingga dalam hal ini public relations berperan sebagai penengah antara
bawahan dengan atasan atau antara karyawan dengan direktur.

Beriku kutipan wawancara kepada Reza Pratama S.T:


Peranan humas di perusahaan kita sangat penting kalau buat
saya pribadi, karna humas berperan secara langung
memberikan informasi kepada semua karyawan apa yang
harus dilakukan. Humas juga menyampaikan apa keinginan
karyawan kepada direktur atau kepala pemesanan. Jadi
intinya humas pada perusahaan ini berperan sebagai
penengah atau jembatan dari karyawan kepada direktur dan
dari direktur kepada karyawan itu sendiri
Hasil yang diperoleh dari kegiatan wawancara kepada informan ketiga
yang menjabat sebagai Direktur PT Marga Guna Sarana yaitu Narasumber
Danang Adji Pamungkas S.E. Penelitian ini mendapatkan jawaban dari
pertanyaan mengenai peranan public relations. Menurutnya, public relations
dalam PT Marga Guna Sarana memiliki peran yang aktif dalam menjaga
hubungan internal dan dalam melakukan komunikasi tim kerja. Dengan adaya
public relations perusahaan merasa sangat terbantu dalam menjalankan
komunikasi internal.
Sehingga keberadaan divisi public relations dirasa perlu sebagai
penyambung lidah antara manajemen dengan karyawan, terlebih dikarenakan
adanya jarak fisik yang tidak dekat antara kantor dengan workshop. Kantor
PT Marga Guna Sarana berada di daerah Jakarta Pusat, sedangkan workshop
PT Marga Guna Sarana berada di daerah Tangerang.
Berikut kutipan wawancara dengan Danang Adji Pamungkas S.E:
Public relations ini sangat berperan aktif dalam menjaga
hubungan internal dan dalam komunikasi tim kerja.
Perusahaan sangat terbantu sekali dalam hal komunikasi
internal dengan adanya public relations. Karena adanya jarak
antara kantor dengan workshop, maka dari itu diperlukannya
humas atau public relations pada perusahaan ini sebagai
penyambung lidah

70
Hal serupa juga tergambar dari hasil observasi yang telah dilakukan
sebelumnya. Dalam penelitian selama ini yang sangat jelas terlihat mengenai
peran public relations dalam menjalani tugas-tugas yang berkaitan dengan
pihak internal perusahaan. Public relations PT Marga Guna Sarana sangat
berperan dalam jalinan komunikasi perusahaan, terutama komunikasi
internal. Public relations harus melakukan tugasnya dengan maksimal, hal ini
disebabkan oleh lokasi jarak antara kantor dengan workshop yang berada di
tempat berbeda. Dilihat secara letak geografis, lokasi kantor

dengan

workshop berada di kota yang berbeda. Sehingga public relations diharuskan


untuk menjadi sebagai penyambung, penjembatan, dan perantara dalam
komunikasi
Selain itu dalam masalah internal perusahaan biasanya public
relations ikut bertanggung jawab untuk memecahkan masalah dan
memberikan nasihat terkait dengan masalah yang terjadi. Public relations PT
Marga Guna Sarana memiliki rasa loyal kepada perusahaan, hal ini terlihat
dari cara kerja yang dilakukan oleh public relations demi perusahaan, terlebih
jika berurusan dengan komunikasi perusahaan. Seluruh komunikasi biasanya
public relations memiliki tanggung jawab didalamnya, terlebih jika
komunikasi internal. Sehingga perusahaan dapat terus menjalani kegiatan
pekerjaannya dengan baik dan tetap dipercaya oleh para klien.
4.2.1.1 Publik Internal
Untuk lebih mengetahui mengenai publik internal dalam
perusahaan maka penelitian ini melakukan kegiatan wawancara
dengan seseorang yang menjabat sebagai public relations PT Marga
Guna Sarana. Narasumber Devi Retno Sari S.Ikom menjelaskan
bahwa publik internal menurutnya merupakan bagian-bagian yang
berada didalam perusahaan. Dimana mereka saling berkomunikasi,
terlibat, dan menjalin kerja sama dalam menjalankan kegiatan
perusahaan demi tercapai tujuan perusahaan.
Beliau juga menjelaskan siapakah pihak-pihak yang termaksud
dalam publikinternal, yaitu seluruh karyawan perusahaan. Baik itu
direktur utama sampai pada karyawan bagian teknisi. Karyawan yang
berada didalam kantor dan juga karyawan yang berada di workshop.

71
Hal ini jika dilihat berdasarkan dari adanya struktur organisasi yang
ada, maka yang menjadi publik internal dari public relations
merupakan mereka-mereka yang berada di bagian atas dan bagian
bawah. Public relations berada di tengah-tengah publik internal.
Beliau juga menambahkan mengenai komunikasi yang berlangsung,
Public relations berada di tengah-tengah.
Berikut kutipan wawancara dengan key informan, narasumber
Devi Retno Sari sebagai public relations PT Marga Guna Sarana:
Menurut saya, publik internal adalah bagian-bagian yang
berada didalam perusahaan. Dimana mereka saling
berkomunikasi, terlibat, dan menjalin kerja sama dalam
menjalankan kegiatan perusahaan demi tercapai tujuan
perusahaan. kalau didalam PT Marga Guna Sarana ini, publik
internal adalah seluruh karyawan perusahaan. Baik itu
direktur utama sampai pada karyawan bagian teknisi.
Karyawan yang berada didalam kantor dan juga karyawan
yang berada di workshop. Sehingga kalau dilihat dari struktur
organisasi yang ada, yang menjadi publik internal saya
merupakan mereka yang berada di bagian atas dan bagian
bawah. Saya ditengah-tengah mereka. Begitupun dalam
komunikasinya
Berdasarkan

dari

hasil

observasi

yang

telah

selesai

dilaksanakan, mendapatkan hasil yang serupa dengan pernyataan


public relations yang diperoleh dalam wawancara. Seperti yang
dikatakan key informan dalam wawancara, publik internal adalah
bagian dalam dari perusahaan. Publik internal dari public relations
pada PT Marga Guna Sarana adalah atasan public relations dan
bawahan public relations. Mereka berada didalam perusahaan, bekerja
sama dalam mencapai tujuan perusahaan. yang termaksud dalam
atasan public relations itu adalah direktur utama perusahaan, direktur
perusahaan, kepala bagian pemesanan. Sedangkan yang termaksud ke
dalam katagori bawahan public relations yaitu kepala bagian
workshop kepala bagian workshop, bagian penyedia bahan baku,
bagian produksi dan bagian pemasangan.
Namun dalam penelitian kali ini yang berjudul peranan public
relations dalam mensosialisasikan informasi kepada public internal,
maka dalam penelitian kali ini sudah jelas terlihat bahwa akan
membahas mengenai kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh public

72
relation kepada public internal. Public internal disini yang dimaksud
adalah

seluruh

karyawan.

Public

relations

bertugas

untuk

menyampaikan informasi kepada seluruh karyawan perusahaan.


4.2.1.2 Sosialisasi Informasi Kepada Publik Internal
Salah satu tugas yang harus dijalankan oleh divisi public
relations PT Marga Guna Sarana adalah mensosialisasika informasi
kepada publik internal. Kegiatan sosialisasi informasi kepada publik
internal dalam PT Marga Guna Sarana, berdasarkan hasil observasi
dan wawancara, maka dapat dikatakan sudah berlangsung dengan baik
meskipun terkadang hambatan tetap ada dan tidak dapat dipungkiri.
Hal ini diungkapkan oleh narasumber Devi Retno Sari S.Ikom selaku
public relations PT Marga Guna Sarana. Berikut kutipan wawancara
oleh narasumber Devi Retno Sari S.Ikom :
Kalau menurut saya sih sejauh ini sudah cukup baik, ya
meskipun terkadang ada saja hambatannya
Hal ini didukung dengan pernyataan yang disampaikan oleh
narasumber Reza Pratama S.T selaku kepala bagian workshop. Beliau
berpendapat bahwa proses sosialisasi informasi kepada publik internal
sudah berjalan dengan baik, hal ini dikarenakan public relations
bekerja dengan aktif, cepat dan memiliki kedekatan yang akrab
dengan narasumber serta dengan karyawan, sehingga segala jenis
informasi langsung disampaikan kepada karyawan.
Berikut kutipan wawancara dengan narasumber Reza Pratama S.T:
Iya udah baik ko, karna humas juga aktif kerjanya, gesit,
dan juga akrab sama saya dan karyawan jadi komunikasinya
enak. Kalo ada informasi apa apa langsung dikasih tau
Hasil wawancara dengan direktur PT Marga Guna Sarana
yaitu narasumber Danang Adji Pamungkas S.E, kurang lebih sama
dengan pernyataan sebelumnya mengenai sosialisasi informasi kepada
publik

internal

yang

dilakukan

public

relations.

Beliau

mengungkapkan bahwa kegiatan sosialisasi informasi kepada publik


internal yang telah dilakukan selama ini sudah berjalan dengan baik.
Beliau menjelaskan alasan dari pernyataan tersebut, bahwa
public relations PT Marga Guna Sarana menurutnya dapat menerima

73
dan menyampaikan informasi yang berisi pesan-pesan mengenai
perusahaan dengan baik, sesuai dengan keinginan yang dimiliki pihak
manajemen dan sesuai dengan pemahaman dari para publik internal
atau karyawan. Sehingga saat ini sudah jarang ditemukan adanya
masalah yang terjadi di dalam perusahaan.
Hal ini dikarenakan public relations sudah dapat menerima
dan menyampaikan beberapa informasi yang berisi dengan pesan,
sesuai dengan maksud atau keinginan dari manajemen. Dengan
terjalinnya sosiasisasi yang baik menurut beliau, maka masalah yang
terjadi didalam perusahaan atau masalah internal menjadi berkurang.
Berikut kutipan wawancara dengan narasumber Danang Adji
Pamungkas S.E:
Untuk kegiatan sosialisasi selama ini saya menilai sudah
berjalan dengan baik. public relations dapat menerima dan
menyampaikan pesan dengan baik sesuai dengan keinginan
manajemen dan pemahaman karyawan sehingga masalah
internal sudah jarang terjadi
Berdasarkan observasi yang telah dilakukan sebelumnya
maka, public relations PT Marga Guna Sarana harus menjalin
komunikasi yang baik dengan pihak karyawan dan perusahaan.
Komunikasi formal ataupun komunikasi informal. Hal tersebut akan
berdampak besar dengan segala tugas-tugas yang dimilikinya.
Terutama dalam hal ini dalam sosialisasi informasi. Agar informasi
dapat lebih mudah untuk dimengerti maka public relations harus
mengerti pula bagaimana karakter yang dimiliki oleh publiknya.
Sedangkan mengenai informasi yang disampaikan oleh public
relations kepada publik internal yaitu terkait dengan
program

kerja.

Beliau

menjelaskan

bahwa

kegiatan

informasi

yang

disampaikan kepada publik internal terkait dengan tugas public


relations dalam mensosialisasikan informasi yaitu mengenai program
kerja. Informasi pekerjaan yang harus dilakukan oleh karaywan
disampaikan oleh public relations untuk kemudian dikerjakan oleh
para karyawan. Hal ini dilakukan agar supaya karyawan dapat
mewakili perusahaan dengan bekerja berdasarkan permintaan dari
konsumen dan batas waktu yang telah ditentukan sebelumnya.

74
Beikut kutipan wawancara dengan key informan yaitu
narasumber Devi Retno Sari S.Ikom:
Kalau informasi yang disampaikan kepada karyawan itu ya
mengenai program kerja. Misalnya kita mendapat kerjaan
untuk pembuatan rambu, ya kita beritahu kepada karyawan di
workshop mengenai pekerjaan itu secara detail sesuai dengan
permintaan konsumen dan kapan batas waktu pengerjaan,
sehingga pekerjaan dapat berjalan dengan lancar dan tepat
pada waktu selesai pekerjaan. Bahkan terkadang masih ada
sisa waktu. Selain itu informasi yang disampaikan kepada
karyawan yaitu mengenai kebijakan, kegiatan pertemuan,
prestasi kerja. Namun informasi yang kami berikan lebih
ditekankan kepada informasi mengenai pekerjaan yang
sedang berlangsung. Jika saat ini mengenai pekerjaan rambu
dan marka jalan di Alam Sutra. Diharapkan dengan begitu
maka pekerjaan tersebut dapat berjalan dengan baik dan
sesuai dengan keinginan dari klien. Tidak ada kesalahan
produksi atau pemasangan
Hal serupa juga diungkapkan oleh narasumber Reza Pratama
S.T selaku kepala bagian workshop. Beliau mengutarakan bahwa
informasi yang disosialisasikan oleh public relations kepada publik
internal yaitu merupakan informasi yang bersangkutan dengan
pekerjaan, tentang hasil kerja yang telah dilakukan oleh karyawan
kemudian disampaikan kepada pihak manajemen sebagai hasil
laporan. Selain itu informasi yang disosialisasikan oleh public
relations PT Marga Guna Sarana yaitu mengenai pemberitahuan acara
yang diselenggarakan oleh perusahaan bersama para segenap
karyawan.
Berikut kutipan dari hasil wawancara dengan narasumber Reza
Pratama S.T:
Informasinya paling soal kerjaan aja sih, sama paling
tentang hasil kerja yang sudah kita kerjakan tapi udah
disetujuin sama bos. Atau terkadang juga ada pengumungan
acara bersama di perusahaan. Paling itu aja sih kalo buat
karyawan
Narasumber Danang Adji Pamungkas S.E yang saat ini
menjabat sebagai direktur PT Marga Guna Sarana, secara singkat
menjelaskan pula mengenai informasi yang pada umumnya menjadi
tugas public relations untuk kemudian disosialisasikan kepada publik.

75
Beliau menjelaskan bahwa informasi tersebut berkaitan dengan
kebijakan-kebijakan yang telah dibuat oleh perusahaan, seputar
pekerjaan proyek yang sedang dijalani oleh perusahaan dan juga
seputar hasil laporan kerja dari karyawan mengenai pekerjaan yang
telah selesai dikerjakan.
Berikut kutipan dari hasil wawancara dengan narasumber
Danang Adji Pamungkas S.E:
Informasi seputar kebijakan perusahaan, seputar pekerjaan,
dan laporan kerja mereka
Bedasarkan dari hasil pengamatan yang telah dilakukan pada
PT Marga Guna Sarana,

hal ini sesuai dengan beberapa hasil

wawancara oleh ketiga narasumber. Terlihat public relations


menyampaikan berbagai informasi perusahaan kepada publik internal.
Informasi tersebut dapat berupa program kerja terkait proyek yang
sedang atau akan dijalankan oleh perusahaan. Informasi lain terkait
waktu

dilaksanakannya

pertemun

internal

perusahaan,

yaitu

pertemuan karyawan dengan pihak manajemen. Bentuk informasi


yang berisi kebijakan bagi seluruh karyawan perusahaan disampaikan
oleh public relations.
Dalam
melakukan

tugas

public

relations,

untuk

mensosialisasikan informasi kepada publik internal terkait dengan


terpisahnya jarak fisik antara lokasi kantor dengan lokasi workshop,
maka dari itu public relations PT Marga Guna Sarana membutuhkan
beberapa media internal yang membantu untuk melaksanakan tugas
tersebut. Sehingga informasi atau pesan dapat disampaikan dengan
baik kepada publik internal.
Terdapat beberapa macam media internal yang diguakan oleh
divisi public relations untuk mensosialisasikan informasi. Beliau
mengemukakan bahwa informasi yang disosialisasikan kepada
karyawan dapat dilakukan dengan cara datang langsung ke workshop
lalu berbicara langsung secara tatap muka. Selain itu hal tersebut
dapat dilakukan dengan mengadakan pertemuan.
Pertemuan tersebut dapat bersifat formal dan juga non formal.
Pertemuan yang formal yaitu seperti rapat. Rapat pada umumnya
diikuti oleh kepala bidang, hal ini untuk memudahkan penyampaian

76
informasi. Pertemuan selanjutnya yang bersifat informal yaitu dengan
mengadakan acara makan-makan bersama perusahaan. Meskipun
bersifat informal namun informasi yang disampaikan kepada publik
internal cukup memiliki dampak yang besar atau pengaruh penting.
Cara lain yang digunakan oleh public relations dalam
menjalnkan tugasnya tersebut untuk mensosialisasikan informasi
kepada publik internal yaitu dengan memanfaatkan adanya surat
lampiran. Surat lampiran digunakan oleh public relations PT Marga
Guna Sarana untuk menyampaikan informasi yang sifatnya pribadi.
Media internal selanjutnya yaitu dengan menggunakan papan
pengumuman. Papan pengumuman menurut beliau merupakan salah
satu media internal yang masih bertahan untuk digunakan.
Papan pengumuman menurutnya dapat bekerja dengan efektif
karena segala informasi yang ditempatkan di papan tersebut dapat
dilihat oleh seluruh karyawan yang berada di workshop. Sehingga
keuntungan yang didapat dari penggunaan papan pengumuman adalah
menjadi efisien, dimana public relations tidak perlu memberikan
informasi secara satu per satu kepada seluruh karyawan ataupun
kepada bagian. Selain itu beliau juga menjelaskan dengan adanya
perkembangan

zaman

maka,

dapat

memudahkan

berkomunikasi. Media internal lain yang digunakan

dalam

yaitu seperti

telepon, e-mail, dan juga blackberry messager.


Berikut kutipan dari hasil wawancara dengan key informan
yaitu narasumber Devi Retno Sari S.E, yang dalam hal ini menjabat
sebagai public relations PT Marga Guna Sarana:
Kita untuk publikasi ke karyawan menggunakan beberapa
cara ya, seperti bicara langsung (tatap muka) ya biasanya sih
saya mengunjungi workshop dan bertemu dengan karyawan
secara langsung, selanjutnya bisa dengan pertemuan rapat,
(nah ini biasanya sih dilakukan hanya antara manajemen
dengan kepala bidang saja), lalu ada acara makan-makan,
lalu surat yang dilampirkan, (biasanya bersifat pribadi), lalu
papan pengumuman, ini merupakan salah satu media yang
masih bertahan untuk digunakan karena papan pengumuman
ini akan dilihat oleh seluruh karyawan yang berada di
workshop, baik dalam bidang penyedia baku sampai pada
pelaksana. Jadi kita tidak perlu memberikan informasi ke
satu-satu bidang. Di papan pengumuman itu biasanya sudah
jelas informasinya, namun jika ada yang tidak mengerti ya
biasanya langsung nanya kepada saya. Selain menggunakan

77
papan pengumuman ada beberapa
media yang dapat
dilakukan untuk melakukan sosialisasi. Berkat kemajuan
zaman saat ini yang mengarah kepada modernisasi, sehingga
membuat kita menjadi lebih mudah dan praktis untuk
berkomunikasi, maka kita juga memanfaatkan teknologi
tersebut, misalnya melalui telepon, e-mail, blackberry
messanger
Hal ini didukung oleh pernyataan yang disampaikan oleh
narasumber Reza Pratama S.T. Beliau memaparkan bahwa media
internal yang digunakan oleh public relations dalam melaksanakan
tugasnya yaitu dengan menggunakan papan pengumuman. Dengan
menggunakan papan pengumuman menurutnya karyawan akan
mendapatkan informasi lebih lengkap. Selain itu media internal lain
yang digunakan yaitu e-mail, telepon dan blackberry messager.
Berikut kutipan wawancara dengan narasumber Reza Pratama
S.T sebagai kepala bagian workshop PT Marga Guna Sarana:
Medianya kalau disini kan ada papan pengumuman, jadi
karyawan dapat info dari papan pengumuman. Kadang lewat
e-mail, telepon, atau bbm (kalau lebih lengkap sih di papan)
Pendapat serupa disampaikan oleh narasumber Danang Adji
Pamungkas S.E. Beliau menjelakan bahwa media internal yang
dimanfaatkan untuk mensosialisasikan informasi kepada publik
internal yaitu melalui e-mail, blackberrymessager, dan juga papan
pengumuman. Dari kegita media internal yang disebutkannya, media
internal yang menurutnya dinilai masih efektif yaitu media papan
pengumuman. Berikut kutipan dari hasil wawancara dengan
narasumber Danang Adji Pamungkas S.E selaku Direktur PT Marga
Guna Sarana:
Media internal yang digunakan itu, seperti e-mail,
blackberry messanger, namun disini public relation lebih
menggunakan papan pengumuman yang dirasa masih
efektif
Hal ini didukung berdasarkan hasil observasi yang telah
dilakukan. Public relations PT Marga Guna Sarana dalam
menjalankan kegiatan sosialisasi informasi kepada publik internal

78
menggunakan

beberapa

media

internal

yaitu

pengumuman yang berada di workshop.


Papan pengumuman berisikan beberapa

seperti

papan

kertas yang

ditempelkan dan memiliki informasi terkait dengan pekerjaan serta


perusahaan. Informasi tersebut dapat berupa tulisan, gambar atau
sketsa, denah lokasi dan lainnya. Selain itu media yang digunakan
public relations untuk mempermudah dalam melakukan sosialisasi
yaitu dengan menggunakan e-mail, blackberry messager, ataupun
jaringan telepon.
Public relations menggunakan e-mail, blackberrymessager,
dan juga jaringan telepon biasanya untuk mengirimkan informasi
yang harus segera disampaikan kepada publik internal. Dengan
menggunakan media tersebut maka

informasi dapat disampaikan

tanpa harus datang ke workshop ataupun bertemu dengan publik


internal. Public relations merasa lebih mudah karena dalam
pengirimannya tanpa terbatas oleh ruang dan waktu. Dimanapun dan
kapanpun selagi masih mendapatkan jaringan untuk mengakses maka
informasi dapat dikirim dan diterima oleh publik internal.
4.2.1.3 Kaitan Antara Komunikasi Kepada Public Internal
Dengan Sosialisasi Informasi
Komunikasi yang dilakukan public relatios kepada publik
internal, merupakan

salah satu cara public relations untuk

melaksanakan tugasnya dalam mensosialisasikan informasi. Tugas


sosialisasi informasi dapat dikerjakan dengan baik oleh public
relations dengan melalui kegiatan komunikasi yang baik pula kepada
publik internal. Hal ini sama seperti yang diungkapkan oleh divisi
public relations PT Marga Guna Sarana yaitu Devi Retno Sari
S.Ikom.
Berikut kutipan wawancara dengan key informan Devi retno
Sari S.Ikom:
Ya dengan cara berkomunikasi, saya komunikasi kepada
bapak Reza Pratama S.T atau langsung kepada karyawan
disana (workshop), saya berikan informasi-informasi
perusahaan, seperti kemarin saya datang langsung ke
workshop bertemu dengan karyawan yang ada disana, saya

79
kumpulkan di meja pertemuan, saya sampaikan informasi
mengenai instruksi pekerjaan rambu
Public relation PT Marga Guna Sarana menjalin komunikasi
kepada para karyawan atau publik internal agar segala informasi
perusahaan dapat diterima dengan baik kepada karyawan. Sehingga
efektivitas kerja karyawan dapat meningkat dari sebelumnya.
Karyawan dapat bekerja dengan lebih jelas mengenai informasi
pekerjaan yang harus dilakukan, langkah-langkah kedepan mengenai
pekerjaan dan perusahaan, lebih giat, lebih semangat.
Maka karyawan dapat bekerja sama dengan baik kepada
perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan atau target perusahaan
meskipun tata letak kantor terpisah dengan jarak fisik dengan tata
letak workshop. Itu semua dapat terlihat dari hasil kerja karyawan
selama ini. Hal ini diungkapkan oleh direktur PT Marga Guna Sarana
yaitu narasumber Danang Adji Pamungkas S.E.
Berikut kutipan wawancara dengan narasumber Dananag Adji
Pamungkas S.E:
Dengan adanya public relation, ini memberi dampak yang
cukup besar bagi perusahaan kami, tidak terkecuali
efektivitas kerja karyawan. Saya merasa karyawan semakin
mengetahui jelas mengenai pekerjaan mereka, semakin
bersemangat, ini terlihat dari kinerja dan hasil kerja mereka.
Dengan begitu secara otomatis target perusahaan dapat
tercapai. Karena kita bekerja dengan kontrak kepada klien.
Terdapat jangka waktu pengerjaan sehingga harus dapat
tersesaikan dengan baik dan tepat waktu
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, menunjukan
bahwa public relations menjalankan sosialisasi informasi dengan
menjalin komunikasi kepada publik internal. Public relations PT
Marga Guna Sarana melakukan komunikasi dengan kepala bagian
workshop atau tidak jarang public relations melakukan komunikasi
secara langsung dengan karyawan yang bekerja didalam workshop
untuk menyampaikan segala bentuk informasi mengenai perusahaan.
Namun berdasarkan observasi yang telah dilakukan selama
penelitian, jika informasi yang dapat dikatakan detail dan penting,
biasanya public relations melakukan sosialisasi untuk menyampaikan
informasi dengan terperinci melalui semacam presentasi. Dengan

80
komunikasi yang baik maka sosialisasi informasi akan terjadi dengan
baik. Public relations dapat dikatakan memiliki intensitas yang cukup
tinggi untuk melakukan komunikasi dengan pihak internal. Dengan
sosialisasi yang

baik maka kegiatan perusahaan dapat berjalan

dengan baik.
Dengan kegiatan perusahaan yang berjalan dengan baik, maka
target perusahaan akan tercapai. Karena itu semua merupakan
rangkaian dari cara perusahaan untuk mencapai target meskipun jarak
yang berbeda antara kantor dengan workshop. Disinilah kaitannya
antara komunikasi kepada publik internal dengan sosialisasi
informasi. Itu semua merupakan salah satu kewajiban yang dijalani
oleh public relations.
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan terdapat
beberapa target perusahaan yang telah dicapai dan selesai dikerjakan
dengan waktu yang tepat:
- Pekerjaan pemasangan huruf timbul pada nama cluster
- Pekerjaan pemasangan nama halte
- Pekerjaan pemasangan rambu-rambu lalu lintas
- Pekerjaan pengecatan marka jalan
4.2.2

Hambatan Yang Dihadapi Oleh Divisi Public Relations PT Marga


Guna Sarana Dalam Mensosialisasikan Informasi Kepada Publik
Internal
Ketika kita membahas

mengenai hambatan, diseluruh perusahaan

atau organisasi pasti pernah mengalami beberapa hambatan-hambatan atau


gangguan pada perjalanannya dan tidak selalu mulus. Hambatan yang sering
muncul biasanya adalah hambatan komunikasi, karena komunikasi adalah
kunci utama dalam kesuksesan perusahaan mengingat banyaknya orang yang
terlibat didalammnya. Hambatan tersebut tentunya bukan menjadi suatu
pengganjal dalam organisasi karena semua hambatan pastinya dapat
diselesaikan dengan baik dan tepat.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh key informan yaitu
narasumber Devi Retno Sari S.Ikom mengenai hambatan yang kerap terjadi
dalam proses sosialisasi informasi perusahaan yaitu didasari atau dilatar
belakangi oleh karyawan sebagai penerima pesan atau informasi dalam
menafsirkan pesan. Selain itu beliau juga mengungkapkan bahwa hambatan

81
yang terjadi juga dikarenakan beberapa karyawan yang mengabaikan pesan
yang disampaikan oleh public relations melalui media blackberry mesagger.
Hambatan lain yang terjadi dalam proses sosialisasi informasi yaitu
dikarenakan oleh jaringan yang kurang baik. Menurutnya terjadinya
gangguan jaringan yang terjadi akan menghambat dilakukannya proses
pengiriman pesan ataupun menghambat dilakukannya proses penerimaan
pesan.
Berikut kutipan wawancara dengan narasumber Devi Retno Sari
S.Ikom:
Hambatan yang biasanya terjadi itu dilatar belakangi oleh
karyawan itu sendiri. contohnya terjadi kesalahpahaman dalam
menafsirkan pesan. Tidak sedikit karyawan yang mengabaikan
pesan yang saya kirim melalui blackberry messager, padahal
pesan yang saya kirim tersebut adalah pesan yang cukup
berpengaruh terhadap pekerjaan yang dilakukan karyawan
tersebut. Selain itu hambatan yang terjadi jika adanya
gangguan dalam jaringan, nah hal ini akan menghambat proses
pengiriman ataupun penerimaan pesan
Wawancara yang dilakukan dengan narasumber Reza Pratama S.T
selaku kepala bagian workshop menghasilkan beberapa penjabaran mengenai
hambatan yang terjadi pada proses sosialisasi informasi perusahaan. Menurut
beliau hambatan yang terjadi itu terletak pada penggunaan kata-kata yang
kurang dimengerti dan juga keterangan pada gambar atau denah lokasi yang
kurang jelas.
Sedangkan

jika

proses

pengiriman

pesan

dilakukan

melalui

blackberry mesagger atau bbm, hambatan yang terjadi yaitu didasari oleh
jaringan yang kurang baik. Sehingga pesan yang diterima atau yang dikirim
oleh beliau tertunda dan bahkan tidak terkirim. Lain hal jika proses
pengiriman pesan melalui jaringan telepon, hambatan yang muncul biasanya
dikarenakan dari ganguan suara. Suara bising di workshop ketika sedang
berlangsung pekerjaan maka akan mengganggu proses penerimaan pesan.
Berikut kutipan wawancara dengan narasumber Reza Pratama S.T:
Kadang kalimat ato kata-kata yang dipake buat memberikan
informasi kepada karyawan itu berbelit, ga gampang
dimengerti. Kadang juga kan informasi yang ditaro di papan
pengumuman berupa gambar rambu, apa denah marka jalan,
terus keterangannya kadang juga kurang. Makanya harus
nanya kalo kurang jelas, kurang ngerti biar jelas semua
informasinya. Beda hal kalo informasinya lewat bbm, paling
hambatannya pending pengiriman pesannya. Kalo lewat

82
telepon yang sering sih suara bising, di workshop banyak
kegiatan kayak ngelas, potong plat, itu kan berisik banget.
Tapi selama ini sih masih bisa di minimalis semua hambatan
itu
Hasil yang diperoleh dari kegiatan wawancara kepada informan ketiga
yang menjabat sebagai Direktur PT Marga Guna Sarana yaitu Danang Adji
Pamungkas S.E. Wawancara yang dilakukan terkait mengenai hambatan yang
dihadapi oleh disivi public relations PT Marga Guna Sarana dalam
kegiatannya mensosialisasikan informasi perusahaan terkait dengan jarak
fisik yang berbeda antara letak kantor dengan workshop pada proyek
perlengkapan jalan PT Alfa Goldland Realty.
Narasumber ketiga selaku direktur PT Marga Guna Sarana,
menjelaskan bahwa hambatan dalam menjalankan proses komunikasi dapat
dilatarbelakangi oleh tiga faktor, yaitu hambatan yang berasal dari pengirim
pesan, penerima pesan, dan juga media yang digunakan dalam melakukan
kegiatan sosialisasi.
Selain itu beliau juga menjelaskan bahwa hambatan yang terjadi akan
berdampak bagi hasil kerja yang dilakukan oleh para karyawan. Sehingga
beliau terkadang melakukan perbincangan kepada divisi public relations
perusahaan dalam hal ini ibu Devi Retno Sari S.Ikom untuk memastikan
kegiatan proses pengiriman pesan.

Berikut kutipan wawancara dengan narasumber Danang Adji Pamungkas S.E:


Hambatan dalam komunikasi dapat terjadi dari pengirim,
penerima ataupun media yang digunakan. Jika terhambat
mungkin hambatan miss communication karena kekeliruan
penerimaan pesan. Ini berdampak besar dengan hasil
pekerjaan yang dilakukan, sehingga saya sesewaktu
berbincang dengan Ibu Eno untuk memastikan proses
pengiriman pesan
Pada saat observasi berlangsung telihat beberapa gangguan yang
dapat menghambat kegiatan proses sosialisasi informasi perusahaan seperti
gangguan atau hambatan dari proses komunikasi yang berlangsung.
Gangguan yang terjadi terkait dengan pesan yang disampaikan belum jelas
bagi penerima pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi
emosional.

83
Hal lain mengenai hambatan yang dipengaruhi oleh media, adalah
hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi, misalnya
gangguan jaringan yang digunakan untuk mengirim dan menerima pesan.
Pada lokasi workshop perusahaan terkadang memang sulit untuk mendapatkn
sinyal atau jaringan yang baik selain itu kondisi workshop yang ramai
sehinggai membuat pendengaran saat melakukan telepon sedikit terganggu.
4.3

Pembahasan
Dengan berdasarkan hasil observasi partisipan yang telah selesai dilakukan

dan juga berdasarkan dari hasil kegiatan wawancara dengan beberapa narasumber PT
Marga Guna Sarana, maka Penelitian kali ini akan dijelaskan dalam pembahasan
dengan mengaitkan hasil dari observasi, wawancara serta studi pustaka tersebut
dengan teori yang terkait penelitian, hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil dan
tujuan dari penelitian.
4.3.1

Peranan Public Relations PT Marga Guna Sarana Dalam


Mensosialisasikan Informasi Kepada Publik Internal
Peran

public

relations

PT

Marga

Guna

Sarana

dalam

mensosialisasikan informasi perusahaan kepada publik internal, sesuai


dengan beberapa peran public relations seperti yang diungkapkan dalam
buku yang berjudul Effective Public Relation (Cutlip,2011:45) yang
mengemukakan bahwa peranan utama public relations terdapat terbagi
menjadi empat.
Empat peranan utama public relations yaitu:
1. Teknisi Komunikasi
2. Penasehat Ahli
3. Fasilitator Komunikasi
4. Fasilitator Pemecahan Masalah.
Berdasarkan hasil observasi dan hasil wawancara yang telah dilakukan
dengan ketiga narasumber dari pihak internal perusahaan PT Marga Guna
Sarana, yaitu kepada Devi Retno Sari S.Ikom selaku public relations, kepada
Reza Pratama S.T selaku kepala bagian workshop dan kepada Danang Adji
Pamungkas selaku direktur. Dapat disimpulkan bahwa perananan public
relations pada PT Marga Guna Sarana sudah cukup baik.

84
Pada divisi public relations PT Marga Guna Sarana ditemukan tiga dari
empat peranan public relations, yaitu sebagai berikut:
1. Fasilitator Komunikasi.
Public relations bekerja sebagai pendengar yang peka dan perantara
komunikasi. Fasilitator komunikasi bertindak sebagai perantara (liaison),
interpreter dan mediator dalam organisasi. Mereka menjaga komunikasi
dua arah dan memfasilitasi percakapan dengan menyingkirkan rintangan
dalam hubungan dan menjaga agar saluran komunikasi tetap terbuka.
Tujuannya adalah untuk memberi informasi yang dibutuhkan oleh
baik itu manajemen maupun public untuk membuat keputusan demi
kepentingan bersama.Praktisi yang berperan sebagai komunikasi ini
bertindak sebagai sumber informasi dan agen kontak resmi dalam
organisasi. Fasilitator komunikasi menempati peran di tengah tengah
dan berfungsi sebagai penghubung antara organisasi dan publik. Dimana
hal tersebut dapat dibuktikan melalui kegiatan penyampaian informasi
perusahaan yang dilakukan oleh divisi public relations kepada karyawan
perusahaan.

2. Fasilitator Pemecahan Masalah


Ketika didalam perusahaan terjadi suatu masalah dan hal tersebut
disebabkan oleh komunikasi internal, maka secara otomatis public
relations turun tangan untuk mencoba memecahkan maslaah yang ada.
Karena salah satu tugas public relations yaitu menjaga komunikasi dan
hubungan baik didalam perusahaan maupun diluar perusahaan. Namun
dalam penelitian kali ini lebih membatasi didalam komunikasi internal.
Jika public relations berperan sebagai fasilitator pemecah masalah,
maka public relations awalnya berusaha untuk menindentifikasi penyebab
dari masalah tersebut. Kemudian melakukan tindakan atau keputusan
untuk memecahkan masalah. Namun jika masalah yang dihadapi cukup
kompleks maka tidak jarang public relations bekerja sama dengan pihak
manajemen untuk mendefinisikan atau memecahkan masalah secara
bersama untuk mencapai kesepakatan bersama.
3. Penasehat Ahli
Menurut perusahaan, public relations lebih mengerti mengenai
menjalin dan menjaga hubungan. Dalam hal ini hubungan internal

85
didalam perusahaan. Sejak lokasi kantor dengan workshop terpisah, maka
hal pertama yang difokuskan adalah jalinan komunikasi antara kantor
dengan workshop atau antara manajemen dengan karyawan.
Maka dari itu perusahaan berusaha untuk membuat divisi public
relations untuk membantu perusahaan dalam menjalin dan menjaga
hubungan komunikasi didalam perusahaan. Publik internal dipercaya
oleh perusahaan untuk membuat kebijakan atau aturan, memberikan
nasihat yang baik dan berguna bagi kepentingan bersama.
Dalam penulisan referensi yang berasal dari jurnal dengan judul
Main Aspects of Function and Organizational Role of Public Relations,
terdapat penjelasan mengenai 10 prinsip dan peran public relations, yaitu:
1. Public relations berurusan dengan realita, berkaitan dengan fakta
2. Public relations adalah pekerjaan berorientasi layanan di mana
kepentingan umum, harus menjadi pertimbangan utama.
3. Karena praktisi public relationsuntuk mencari dukungan untuk
program dan kebijakan yang bermakna, kepentingan umum adalah
kriteria utama dimana ia harus memilih ini program dan
kebijakan.
4. Karena praktisi public relations mencapai banyak publik melalui
media massa, yang merupakan saluran publik komunikasi,
integritas ini saluran harus dilestarikan.
5. Karena praktisi public relations berada di tengah sebuah
organisasi

dengan

publiknya,

mereka

harusmenyampaikan

informasi bolak-balik sampai pemahaman dan idealnya konsensus


yang tercapai.
6. Untuk mempercepat

komunikasi

dua

arah

dan

menjadi

komunikator yang bertanggung jawab, hubungan masyarakat


praktis-tioners harus menggunakan riset opini publik ilmiah secara
ekstensif (public relations tidak mampu menjadi permainan
menebak)
7. Untuk memahami apa yang dikatakan publik mereka dan untuk
menjangkau mereka secara efektif, praktisi public relationsharus
mempekerjakan sosial ilmu-psikologi, sosiologi psikologi-sosial
dan literatur masyarakat opinion, komunikasi dan semantik.
8. Karena banyak orang melakukan penelitian public relations,
public relations orang harus menyesuaikan pekerjaan lain, plinesmurid terkait, termasuk teori belajar dan teori-teori psikologi

86
lainnya, sosiologi, ilmu politik, ekonomi dan history. (public
relations diadakan membutuhkan aplikasi multidisiplin.)
9. Praktisi public relations wajib untuk waspada kepada masalah
publik sebelum masalah ini menjadi datang krisis.
10. Seorang praktisi public relationsharus dengan hanya satu standar:
kinerja etis.
Berdasarkan kutipan dari jurnal diatas mengenai 10 peran dan
prinsip public relations, maka oleh karena itu pada penelitian kali ini,
public relations PT Marga Guna Sarana memiliki peran seperti yang
dijelaskan pada point ke lima, yaitu harusmenyampaikan informasi
bolak-balik sampai pemahaman dan idealnya konsensus yang tercapai.
Karena praktisi public relations berada di tengah sebuah organisasi
dengan publiknya.
Selain itu seperti yang diungkakan pada buku yang berjudul
Introductions Public Relations (Amie,2010:23-24). Public Relations
memiliki tugas utama yang terbagi menjadi lima, yaitu:
1. Menyampaikan pesan atau informasi dari perusahaan,
2. Memonitor, merekam, dan mengevaluasi tanggapan serta
pendapat masyarakat,
3. Melakukan studi dan analisis atas reaksi tanggapan publik
terdapat kebijakan dan langkah tidakan perusahaan
4. Menyampaikan fakta-fakta dan pendapat pelaksana tugas,
5. Menyelenggarakan hubungan yang baik dengan
masyarakat dan media.
Berdasarkan dari hasil observasi dan hasil wawancara yang telah
dilakukan dengan ketiga narasumber dari pihak internal perusahaan PT
Marga Guna Sarana, yaitu kepada Devi Retno Sari S.Ikom selaku public
relations, kepada Reza Pratama S.T selaku kepala bagian workshop dan
kepada Danang Adji Pamungkas S.E selaku direktur maka dapat
disimpulkan bahwa tugas dan fungsi yang dimiliki dan dijalani oleh
public relations PT Marga Guna Sarana yaitu sebagai berikut:
1. Menyampaikan Pesan Atau Informasi Dari Perusahaan,
Pada penelitian kali ini yang berjudul Peranan public realtions
dalam mensosialisasikan informasi kepada publik internal maka telah

87
tergambarkan dengan jelas bahwa tugas dan fungsi public relations
yaitu mensosialisasikan atau menyampaikan suatu informasi yang
berisi pesan dari perusahaan kepada publik internal.
Hal ini memang menjadi tugas dan fungsi utama yang dimiliki
oleh public relations PT Marga Guna sarana terkait dengan perbedaan
lokasi antara kantor dengan lokasi workshop. Dalam hal ini public
relations bertugas untuk menyampaikan informasi dari perusahaan
secara lisan, tertulis atau visual, kepada publik internal, sehingga
publik internal atau karyawan dapat memperoleh pengertian yang
benar dan tepat mengenai perusahaan, tujuan dan kegiatan.
Sehingga informasi perusahaan yang biasanya diterbitkan dari
kantor harus segera disampaikan dan disosialisasikan kepada pihak
internal atau para karyawan yang berada di workshop. Dengan begitu
maka seluruh karyawan dapat menerima informasi dengan jelas dan
dapat menjalankan pekerjaan dengan baik dan benar.
2. Memonitor, Merekam, Dan Mengevaluasi Tanggapan Serta
Pendapat Masyarakat
Public relations harus memiliki hubungan yang baik kepada para
publiknya. Dalam penelitian kali ini mengenai tugas dan fungsi public
relations, lebih fokus hanya kepada publik internal. Masyarakat yang
dimaksud yaitu adalam para karyawan. Dimana karyawan merupakan
bagian dari internal perusahaan danmerupakan publik internal yang
dimiliki oleh public relations.Karena dengan hubungan yang baik
maka komunikasi akan berjalan dengan lancar.
Salah satu tugas yang dimiliki oleh public relations yaitu
adalah mengumpulkan tanggapan, pendapat, masukan, kritik yang
diberikan
manajemen

karyawan
untuk

dan

kemudian

kemudian

disampaikan

dijadikan

bahan

oleh

evaluasi

pihak
bagi

perusahaan.
3. Melakukan Studi Dan Analisis Atas Reaksi Tanggapan Publik
Terdapat Kebijakan Dan Langkah Tidakan Perusahaan

88
Segala sesuatu yang berada didalam perusahaan mengenai
hubungan dan komunikasi, yang memiliki tugas untuk menjalankan
yaitu dilakukan oleh public relations. Public relations bertugas guna
menjaga komunikasi dalam perusahaan agar tetap terbuka. Maka hal
ini dilakukan dengan menganalisa atas timbulnya reaksi yang
merupakan tanggapan dari publik terhadap kebijakan dan langkah
yang telah dibuat oleh perusahaan.
Dalam hal ini public relations dinilai oleh perusahaan bahwa
public relations lebih dapat mengerti terhadap karyawan yang menjadi
publiknya.

Sehingga

public

relations

diberikan

tugas

untuk

melakukan analisa atas reaksi yang timbul dari kebijakan yang telah
dibuat oleh perusahaan. Meskipun terkadang tidak jarang hal ini
dilakukan bersama dengan pihak manajemen namun public relations
tetap harus terlibat. Dengan melakukan kegiatan analisa ini, sehingga
public relations yang mewakili pihak manajemen mengerti alasan dari
reaksi yang terjadi dan dapat dicari solusinya secara bersama tanpa
ada pihak yang merasa dirugikan.
4. Menyampaikan Fakta-Fakta Dan Pendapat Pelaksana Tugas
Mengenai hal ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan point
yang sebelumnya. Public relations sama-sama bertugas untuk
menyampaikan suatu informasi yang berisi fakta-fakta. Namun
perbedaannya adalah jika pada point sebelumnya, informasi yang
disampaikan berasal dari perusahaan atau pihak manajemen dan
disampaikan kepada karyawan.
Sedangkan pada point ini, informasi yang didapat berasal dari
karyawan dan public relations menyampaikan kepada pihak
manajemen. Informasi ini biasanya mengenai hasil laporan kerja yang
tekah dilakukan oleh pihak karyawan. Informasi ini kemudian
disampaikan
ditindaklanjuti.

kepada

pihak

manajemen

untuk

kemudian

89
5. Menyelenggarakan Hubungan Yang Baik Dengan Masyarakat Dan
Media.
Menyelenggarakan hubungan yang baik memanglah merupakan
suatu tugas yang dimiliki oleh public relations. Namun dalam
penelitian kali ini lebih membahas mengenai karyawan sebagai salah
satu atau bagian dari publik internal. Masyarakat pada penelitian ini
adalah karyawan yang berada didalam perusahaan. Seperti yang telah
dijelasakan sebelumnya, segala sesuatu yang berhubungan dengan
hubungan dan komunikasi, maka hal tersebut menjadi tugas dari
public relations.
Sehingga kegiatan menyelenggrakana hubungan yang baik
menjadi tugas dan fungsi dari divisi public relations. Public relations
harus dapat menciptakan hubungan yang baik, terutama didalam
perusahaan. Hubungan internal yang baik maka akan berdampak besar
bagi perusahaan. Karena dengan terciptanya hubungan yang baik,
maka seluruh bagian dari perusahaan akan merasakan kenyamanan
dalam melakukan kegiatan pekerjaan yang dilakukan. Dengan
hubungan yang baik pula maka tujuan bersama yang dimiiki oleh
perusahaan ataupun karyawan akan tercapai.
Menurut Cutlip dalam buku yang berjudul Effective Public
Relations mengemukakan pendapat bahwa terdapat beberapa fungsi
yang dijalani oleh public relationsdalam perusahaan, yaitu seperti
(Cutlip,2011:11) :
1.
2.
3.
4.
5.

Hubungan Internal
Publisitas
Advertising
Press Agenty
Public Affair

6.
7.
8.
9.

Lobbying
Manajemen Isu
Hubungan Investor
Pengembangan.

Pada penelitian kali ini, dari Sembilan fungsi yang telah dijelaskan
diatas, terdapat dua fungsi yang dijalani oleh public relationsPT Marga
Guna sarana, yaitu:
1. Hubungan Internal

90
Hubungan dasar yang terpenting dalam perusahaan adalah
hubungan internal. Jika hubungan internal sudah cukup baik maka ini
merupakan salah satu kesuksesan yang telah dicapai oleh public
relations dalam melakukan fungsinya. Karyawan merupakan salah
satu bagian dari perusahaan.
Karyawan memiliki dampak yang

cukup besar terhadap

perusahaan. kesuksesan yang dicapai oleh perusahaan, selain dilatar


belakangi oleh manajemen yang baik, selain itu juga karena
disebabkan oleh karyawan yang bekerja dengan giat dan sungguhsungguh.
Fungsi public relationsdalam menjaga hubungan internal
sangatlah penting bagi perusahaan. Untuk dapat menjalankan fungsi
sebagai

hubungan

internal,

maka

public

relationsmenjalin

komunikasi dengan pihak internal perusahaan yaitu kepada karyawan


dan kepada pihak manajemen. Komunikasi yang dilakukan oleh
public relations, memiliki tujuan salah satunya untuk memberikan
atau menyampaikan informasi kepada publik internal, agar karyawan
terus mendapatkan informasi baru secara tepat waktu dan tetap
termotivasi dalam melakukan kegiatan pekerjaan yang sednag
dijalankan.
Dengan menjalin komunikasi internal secara berkesinambungan
maka hubungan internal secara otomatis akan tercipta dengan
harmonis. Public relations membangun dan berusaha untuk tetap
mempertahankan hubungan yang harmonis didalam perusahaan dan
saling menguntungkan antara pihak manajemen dengan para
karyawan.
2. Manajemen Isu
Selain menjaga hubungan internal, fungsilain yang dijalani oleh
public relations dalah manajemen isu. Disinilah public relationsharus
berhati-hati dalam menangani isu yang berkaitan dengan perusahaan.
Isu-isu yang timbul baik positif ataupun negatif harus dengan aktif
diantisipasi, identifikasi, dievaluasi dan direspon dengan tanggap.

91
Karena isu-isu yang timbul akan memiliki dampak bagi perusahaan,
terlebih jika isu tersebut bernilai negatif.
Jika public relationsmendapatkan isu maka langkah awal yang
dilakukan yaitu dengan mengidentifikasi. Jika isu tersebut dinilai
tidak terlalu memiliki dampak yang besar maka hanya public
relationsyang menangani, namun sebaliknya jika isu yang timbul
memiliki dampak besar terhadap perusahaan maka biasanya langkah
yang dilakukan yaitu public relationsmengkomunikasikan kepada
pihak manajemen untuk kemudian dicari jalan keluar secara bersama.
Public relationsyang melakukan tindakan-tindakan guna meredakan
isu tersebut.Sedangkan menurut Ruslan, bahwa public relation
memiliki enam fungsi dalam manajemen humas, yaitu seperti (Ruslan,
2005:37):
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Penelitian
Perencanaan
Pengkoordinasian
Admisnistrasi
Produk
Nasihat.

Public relations memiliki fungsi yang cukup banyak bagi


perusahaan. Berdasarkan penjelasan diatas maka terdapat enam fungsi
yang dimiliki oleh public relations dalam manajemen humas. Public
relations PT Marga Guna Sarana dalam penelitian kali ini memiliki
tiga fungsi yang sama dari enam fungsi seperti yang terlah dipaparkan
diatas, salah satunya yaitu:
1. Fungsi Sebagai Perencanaan
Public relations PT Marga Guna Sarana dalam hal ini
memiliki fungsi sebagai pembuatan rencana agenda kegiatan
pertemuan. Kegiatan pertemuan memang sering dibuat oleh
public relations, terlebih kegiatan pertemuan dengan publik
internal perusahaan. Hal ini dimaksudkan agar terjalin hubungan
yang harmonis antara pihak manajemen dengan pihak karyawan.
Dengan terlaksananya kegiatan pertemuan maka seluruh
publik internal dapat bertukar informasi dan pendapat mengenai
pekerjaan dan perusahaan. Selain pertemuan yang terjadi dengan
pihak publik internal. Public relations melakukan perencanaan

92
kegiatan pertemuan dengan publik eksternal untuk menjalani salah
satu tugasnya. Salah satu tugas yang dimaksud yaitu bertemu
dengan publik eksternal untuk melakukan presentasi produk yang
dimiliki perusahaan, hal ini dilakukan agar kemudian dapat
melakukan kerja sama dengan pihak eksternal.
2. Fungsi Sebagai Pengkoordinasian
Pengkoordinasian dilakukan didalam perusahaan. Karena didalam
perusahaan biasanya terdiri dari beberapa bagian yang berbeda-beda,
terdiri dari tingkatan yang berbeda-beda. Untuk menjalankan kegiatan
perusahaan maka diperlukannya kegiatan pengkoordinasian agar
seluruh bagian perusahaan dapat melakukan kerja sama demi
mencapai tujuan perusahaan.
Public

relations

merupakan

divisi yang

berfungsi untuk

melakukan kegiatan pengkoordinasian, melakukan koordinasi kepada


manajer dan juga kepada karyawan. Koordinasi yang dilakukan oleh
public relations yaitu dengan memberikan atau menyampaikan
informasi terkait dengan kegiatan pekerjaan yang sedang berlangsung
didalam perusahaan.
Dengan melakukan koordinasi antara pihak manajemen dengan
para karyawan maka, seluruh bagian perusahaan mendapatkan
informasi yang berkaitan dengan kegiatan pekerjaan yang dijalankan
oleh

perusahaan.

Sehingga

diharapkan

dengan

adanya

pengkoordinasian yang dilakukan oleh public relations maka seluruh


kegiatan pekerjaan dapat berjalan dengan baik dan lancar tanpa terjadi
kesalahan yang dapat menghambat pekerjaan dan merusak nama
perusahaan.
3. Fungsi Sebagai Nasihat
Public relations diberikan wewenang oleh perusahaan untuk
mengatur segala hal yang berkaitan dengan komunikasi dan
hubungan, terlebih hubungan yang terjadi didalam perusahaan.
Karena perusahaan menilai bahwa hubungan internal merupakan
hubungan yang penting bagi perusahaan sebelum melakukan

93
hubungan ekternal. Public relations memiliki fungsi untuk menangani
masalah yang terjadi didalam perusahaan dan memberikan nasihat
atau masukan terkait dengan masalah tersebut.
Public relations berusaha memberikan sumbangan saran
kepada pihak manajemen mengenai masalah yang terjadi ataupun
mengenai kebijakan yang akan dibuat oleh perusahaan. Kebijakan
yang dibuat oleh perusahaan akan memiliki dampak bagi seluruh
bagian yang ada di perusahaan, untuk menghindari adanya pihak yang
dirugikan ataupun adanya tindakan reaksi karyawan maka sebaiknya
kebijakan yang dibuat juga melibatkan public relations. Hal ini agar
dapat disesuaikan dengan pemahaman yang dimiliki public relations
mengenai para karyawan.
4.3.1.1 Publik Internal
Berdasarkan buku yang berjudul Introduction Public Relations
(Amie,2010:61). Dalam kegiatan public relations istilah publik
digunakan untuk memberikan gambaran target sasaran dari kegiatan
public relations. Berbeda dengan marketing yang targetnya pasar dan
sasaran. Maka target public relations adalah publik. Publik dibedakan
dalam dua bidang, kedua bidang itu adalah:
1. Publik InternalPublic Relations
2. Publik Eksternal Public Relations
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada PT Marga
Guna Sarana dan hasil wawancara dengan beberapa narasumber
disana. Maka dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian kali ini,
public relationsbekerja dalam ruang lingkup membina hubungan
kedalam. Maksud membina hubungan kedalam yang dilakukan oleh
public relationsPT Marga Guna Sarana yaitu kegiatan yang dilakukan
berkaitan dengan pihak-pihak yang terlibat di dalam perusahaan. Hal
ini sesuai dengan penjelasan dari publik internal public relations.
Inilah yang menjadi tugas public relations. Public relations
perlu melakukan hal tersebut, salah satunya untuk memupuk adanya
suasana yang menyenangkan diantara para karyawan, komunikasi
antara bawahan dan pimpinan atau atasan terjalin dengan akrab dan

94
tidak kaku, serta meyakini rasa tanggung jawab akan kewajiban
terhadap perusahaan. Maka dari itu dengan terciptanya suasana yg
menyenangkan, komunikasi yang terjalin begitu akrab antara
manajemen dengan karyawan maka kegiatan sosialisasi tidak sulit
untuk dilakukan dan pada akhirnya akan menuju tercapainya tujuan
perusahaan. Dengan begitu sehingga yang menjadi target sasaran bagi
public relations adalah publik internal.
Berdasarka kutipan dari jurnal yang berjudul Penerapan
Internal Public Relations Sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas
Kerja Karyawan, menjelaskan bahwa seorang public relations di
dalam Public Relationsinternal berperan sebagai orang yang dapat
menyediakan hal-hal yang ingin diketahui oleh anggota/karyawan dan
yang benar-benar didengarnya.
Para karyawan ingin mendengar hal-hal yang berkaitan dengan
masalah mereka, sedangkan perusahaan mempertaruhkan banyak hal
selain yang didengarkan. Dalam kegiatan public relations, karyawan
merupakan kelompok yang menjadi sasaran utama karena alasan
berikut:
1. Mereka

sangat

berpengaruh

atas

tanggung

jawab

produksi, kualitas, kuantitas dan pelayanan


2. Karyawan merupakan juru bicara dan perwakilan dari
organisasi terhadap dunia luar
3. Karyawan sangat menentukan

wujud

penampilan

organisasi
Hal ini dapat dlihat dari kegiatan yang dilakukan oleh public
relationsPT Marga Guna Sarana dalam mensosialisasikan informasi
pada publik internal. Dengan begitu maka public relationsPT Marga
Guna Sarana menyediakan informasi kepada publik internal, yaitu
karyawan perusahaan. Informasi tersebut ditunjukan kepada karyawan
perusahaan, baik yang berada di workshop ataupun yang berada di
kantor.
Karyawan merupakan suatu bagian yang berada didalam
perusahaan dan menjadi bagian penting bagi perusahaan. Sehingga
karyawan termaksud dalam publik internal. Selain itu public realtions

95
menjalin komunikasi dalam melakukan kegiatan ini adalah merupakan
komunikasi yang terjalin didalam perusahaan dan terjadi antara pihak
manajemen dengan pihak karyawan, sehingga hubungan didalam
perusahaan suatu disebut juga hubungan internal dapat terjalin dengan
akrab dan tidak kaku, serta meyakini rasa tanggung jawab akan
kewajiban terhadap perusahaan.
4.3.1.2 Sosialisasi Informasi Kepada Publik Internal
Sedangkan yang dimaksud dengan sosialisasi secara umum
yaitu sebuah proses seumur hidup dimana seseorang individu
mempelajari individu-individu mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang
meliputi cara-cara hidup, nilai-nilai, dan norma-norma sosial yang
terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya
(Abdullah,2006:37) Berdasarkan penjelasan diatas maka, sosialisasi
merupakan proses mempelajari sesuatu yang ada agar diterima oleh
lingkungan.
Dalam hal ini sosialisasi yang dimaksud adalah dimana public
relationsmenyampaikan sebuah informasi kepada karyawan dan para
karyawan berusaha untuk memahami dan mempelajari untuk mengerti
maksud dari isi pesan dalam informasi tersebut agar dapat bekerja
dengan baik dan diterima oleh lingkungan perusahaan.
Berdasarkan kutipan yang berasal dari jurnal dengan judul
Analisa Peranan Departemen Corporate Communications Dalam
Melakukan Sosialisasi Nilai Perusahaan Melalui Bulletin Internal
Perusahaan, menjelaskan mengenai bagaimana melakukan program
komunikasi internal yang efektif ke dalam beberapa langkah untuk
melakukan analisa data terkait sosialisasi nilai perusahaan melalui
komunikasi internal. Dengan istilah, Mengimplementasikan Sebuah
Program Komunikasi Internal Efektif ada beberapa aspek yang perlu
diperhatikan. Uraiannya adalah sebagai berikut:
1.
Berkomunikasi ke atas dan ke bawah
2.
Luangkan waktu untuk pertemuan tatap muka
3.
Berkomunikasi online
4.
Ciptakan publikasi berorientasi karyawan
5.
Berkomunikasi secara visual
6.
Fokus pada Branding Internal
7.
Pertimbangkan selentingan perusahaan

96
Dalam penelitian kali ini, sosialisasi yang dilakukan oleh
public relations PT Marga Guna Sarana pada publik internal
dilakukan dengan cara:
1. Berkomunikasi ke atas dan kebawah
Public relations PT Marga Guna Sarana melakukan kegiatan
komunikasi ke atas yaitu berkomunikasi dengan karyawan yang
berada di kantor dan komunikasi kebawah yaitu dengan karyawan
yang berada di workshop untuk menjalankan tugasnya dalam
mensosialisasikan informasi.
2. Luangkan waktu untuk pertemuan tatap muka
Untuk mendapatkan informasi dan menyampaikan informasi maka
public relationsmenyempatkan diri untuk berkunjung langsung
pada workshop dan melakukan pertemuan tatap muka dengan
karyawan yang berada di workshop
3. Berkomunikasi online
Selain berkomunikasi secara langsung, jika suatu informasi harus
segera

disampaikan

kepada

publik

internl,

maka

public

relationmenggunakan beberapa media online yang membantu


mempermudah

dalam

menyampaikan

informasi.

Informasi

tersebut dapat disampaikan tanpa terbatas oleh jarak dan waktu.


4. Pertimbangkan selentingan perusahaan
Selentingan kabar yang terjadi didalam perusahaan merupakan
salah satu tugas public relationsdalam publik internal. Sebisa
mungkin public relations mencegah terjadinya masalah internal
perusahaan yang berasal dari slentingan kabar buruk mengenai
perushaan.
seperti yang telah dijelaskan diatas dalam kutipan jurnal mengenai
program komunikasi internal untuk menganalisa data terkait
sosialisasi nilai perusahaan, dari tujuh point yang dijelaskan maka
empat point yang dilakukan oleh public relationsPT Marga Guna
Sarana.
Beberapa media yang digunakan Public Relations internal dalam
melakukan komunikasi dalam organisasi (Cutlip,2011:271):
1. Publikasi Karyawan,
2. Newsletter,
3. Billboard Dan Pengumuman Elektronik,

97
4. Surat,
5. Sisipan Dan Lampiran,
6. Jaringan Telepon,
7. Publikasi Pidato,
8. Kotak Saran,
9. Obrolan Langsung,
10. Konferensi Staff Dan Rapat Dinas,
11. Acara Kekeluargaan,
12. Presentasi Video Dan Film,
13. Display Atau Pameran,
14. Inspeksi Pimpinan,
15. Komunikasi Tatap Muka Dan Selentingan Kabar.
Berdasarkan dari hasil observasi dan wawancara yang telah
dilakukan oleh beberapa narasumber PT Marga Guna Sarana maka
dapat disimpulkan bahwa public relations menggunakan beberapa
media internal untuk membantu mempermudah dalam melakukan
sosialisasi informasi kepada karyawan. Media internal yang
digunakan yaitu seperti:
1. Publikasi karyawan
Publikasi yang dilakukan oleh public relations memiliki maksud
untuk menjaga agar karyawan tetap mendapatkan informasi yang
dibutuhkan untuk menjalankan tugas-tugas yang mereka miliki.
Dengan begitu, maka karyawan dapat menjalankan tugas-tugasnya
dengan baik dan tepat sesuai dengan infromasi yang telah
disampaikan atau disosialisasikan oleh public relations.
Publikasi karyawan dapat menggunakan teknologi aplikasi
blackberry messanger. Dengan adanya aplikasi blackberry
messanger maka proses penyampaian informasi yang dilakukan
oleh public relationsakan mempersingkat waktu dan dapat
disampaikan oleh beberapa member yang ada dialam aplikasi
tersebut.

2. Billboard dan pengumuman elektronik


Media yang dianggap masih efektif untuk digunakan sebagi media
internal dalam PT Marga Guna Sarana yaitu billboard atau papan
pengumuman. Melalui papan pengumuman karyawan yang berada
di workshop mendapatkan informasi perusahaan.

98
Selain itu pengumuman elektronik yang digunakan perusahaan
dengan memanfaatkan adanya penggunaan e-mail. Dengan
menyediakan informasi dalam bentuk dokumen elektronik maka
karyawan akan mendapatkan dokumen dengan mudah dan tidak
sulit untuk dicari atau mengurangi resiko hilangnya dokumen.
3. Sisipan dan lampiran
Sisipan lampiran digunakan oleh perusahaan untuk memberikan
informasi pribadi kepada karyawan.
4. Jaringan telepon
Jaringan telepon mempermudah melakukan komunikasi untuk
menyampaikan informasi dari public relations kepada publik
internal.

Dengan jaringan telepon maka informasi dapat

disampaikan tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Serta


mempercepat dalam menerimaan informasi.
5. Obrolan langsung
Untuk menjalani tugas menjalin hubungan dan komunikasi
didalam perusahaan dapat berjalan dengan baik, maka public
relations berusaha untuk berkomunikasi dengan seluruh karyawan
yang dalam hal ini merupakan public internal dari public
relations. Publicrelations melakukan obrolan langsung dengan
kepala bagian workshop dan beberapa karyawan yang berada di
workshop untuk menyampaikan informasi perusahaan.
6. Konferensi staf
Hal ini dilakukan untuk memudahkan proses penyampaian
informasi yang berkaitan dengan perusahaan dan berdampak pada
pekerjaan yang dilaksanakan oleh karyawan. Sehingga dengan
diadakannya konferensi staf maka serentak karyawan yang terlibat
akan menerima informasi. Kegiatan konferensi staff diikuti oleh
pihak manajemen dengan kepala bidang.
7. Acara kekeluargaan
Mengadakan acara kekeluargaan seperti makan bersama karyawan
dengan perusahaan merupakan salah satu cara yang dilakukan
oleh perusahaan untuk menjalin hubungan dan komunikasi yang

99
baik didalam perusahaan. Dengan hubungan dan komunikasi yang
baik, maka kegiatan perusahaan dapat berjalan dengan lancar.
Melalui acara kekeluargaan maka pada umumnya terjadi dengan
suasana

yang

cukup

santai

namun

tetap

focus

untuk

menyampaikan informasi perusahaan.


8. Komunikasi tatap muka
Dengan melakukan komunikasi tatap muka maka proses
penerimaan pesan akan semakin cepat dan jika terdapat hal yang
tidak dimengerti dapat kembali menanyakan secara langsung.
Dengan begitu maka feedback dalam menyampaikan informasi
akan lebih cepat.
4.3.1.3 Kaitan Antara Komunikasi Kepada Publik Internal
Dengan Sosialisasi Informasi
Pengertian komunikasi menurut Diana K.lvy dan Phil
Backlund (Mulyana 2008:76) yang mengakatan bahwa komunikasi
adalah proses yang terus berlangsung dan dinamis menerima dan
mengirim pesan dengan tujuan berbagi makna.
Pengertian lain menurut Harold Lasswaell (Riswandi,2009:2),
yang dimaksud dengan komunikasi yaitu komunikasi pada dasarnya
merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa mengakatakan
apa, dengan saluran apa, kepada siapa, dandengan maksud
apa atau hasil apa .
Sehingga dapat disimpulkan bahwa komunikasi merupakan
proses penyampaian dan penerimaan pesan atau informasi dengan
tujuan berbagi makna dan prosesnya menjelaskan siapa yang
mengirim

pesan,

informasi

apa

yang

disampaikan

dengan

menggunakan saluran apa, kepada siapa yang menerima dan apa


maksud dari penyampaian informasi tersebut serta hasil yang
diperoleh dari dilakukannya kegiatan komunikasi.
Dalam hal ini public relations PT Marga Guna Sarana
mengirim informasi yang berisikan pesan dengan menggunakan
media internal kepada publik internal dan kemudian publik internal
mempelajari, memahami informasi yang disampaikan oleh public

100
relationtersebut untuk kemudian diterapkan dengan baik sehingga
dapat diterima didalam perusahaan. Sehingga public relations
melakukan komunikasi kepada publik internal untuk sosialisasi
informasi agar publik internal mempelajari dan memahami maksud
informasi yang diberikan dan publik internal serta dapat bekerja
dengan baik sesuai informasi. Dengan begitu maka karyawan akan
diterima dengan baik oleh perusahaan.
Dalam hal ini public relationmelakukan komunikasi kepada
publik internal untuk melakukan tugasnya dalam mensosialisasikan
informasi terkait dengan perusahaan. dengan melakukan komunikasi
maka sosialisasi dapat berjalan dengan baik. Komunikasi merupakan
cara

atau

metode

yang

digunakan

public

relation

untuk

mensosialisikan informasi. Tanpa adanya komunikasi yang terjalin


dengan baik, maka sosialisasi yang dilakukanntidak akan berjalan
dengan maksimal.
Dalam perusahaan public relationdapat dikatakan seperti
syaraf pusat bagi perusahaan. hal ini dikarenakan keberadaannya yang
berada di tengah-tengah jaringan kontak antara semua pihak, baik
pihak

manajemen

ataupun

para

karyawan.

Public

relations

mengetahui lebih banyak informasi mengenai perusahaan. Public


relations mengkomunikasikan informasi kepada pihak manajemen
dan kepada karyawan. Public relations juga menerima banyak
informasi dari publik internalnya. Dalam hal ini public relations dapat
menjadi komunikator dan sebaliknya dapat menjadi komunikan. Jika
sebagai komunikator maka public relations haruslah menyesuaikan
penyampaian pesan atau informasi kepada para publiknya.
PT Marga Guna Sarana merupakan perusahaan yang terdiri
dari sejumlah orang yang menjadi bagian-bagian dalam perusahaan,
saling bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Komunikasi atau
interaksi yang terjalin dengan harmonis diantara karyawan dengan
pihak manajemen dapat menciptakan hubungan yang baik didalam
perusahaan. Dalam perusahaan untuk mencapai tujuan atau target
perusahaan maka haruslah melakukan komunikasi untuk bekerja
sama. Hal ini dikarenakan kondisi lokasi antara kantor dengan

101
workshop berbeda. Namun meskipun terpisah dengan jarak fisik tetapi
target yang dimiliki perusahaan dapat dicapai dengan baik. Hal ini
dikarenakan komunikasi yang dilakukan oleh public relations telah
berjalan dengan baik.
Fungsi komunikasi didalam suatu organisasi, sangat besar. Hal
ini karena komunikasi yang terjadi didalam organisasi merupakan
komunikasi yang terjalin dengan banyak orang. Menurut Sendjaja
(Sendjaja,2009:48), organisasi baik yang berorientasi untuk mencari
keuntungan

(profit)

maupun

nirlaba

(non-profit)

melakukan

komunikasi dalam organisasinya memiliki beberapa fungsi, yaitu:


1. Fungsi informatif
2. Fungsi regulatif
3. Fungsi persuasif
4. Fungsi integratif
Dalam hal ini komunikasi yang dilakukan oleh public
relations sebagai cara dalam mensosialisasikan informasi kepada
publik internal yaitu memiliki fungsi informatif. Fungsi informaif
yang dimaksud dalam PT Marga Guna Sarana yaitu agar seluruh
karyawan dapat memperoleh segala jenis informasi yang lebih
banyak, lebih lengkap, lebih jelas, dan tepat waktu. Public relations
melakukan komunikasi kepada publik internal untuk menyampikan
informasi.
Agar seluruh publik internal mendapatkan informasi yang jelas
dan dalam waktu yang tepat maka public relations melakukan
komunikasi yang baik kepada publik internal. Karena informasi yang
disampaikan kepada public relations kepada publik internal akan
memungkinkan

setiap

anggota

didalam

perusahaan

dapat

melaksanakan pekerjaannya secara lebih pasti. Begitupun sebaliknya


jika kurang menerima informasi maka akan sulit dalam melaksanakan
suatu pekerjaan yang sedang berlangsung.
Informasi pada dasarnya dibutuhkan oleh semua orang yang
mempunyai perbedaan kedudukan dalam suatu organisasi. Publik

102
internal terdiri dari atasan atau manajemen dan bawahan atau
karyawan perusahaan. karyawan (bawahan) membutuhkan informasi
untuk menjadi pedoman dalam melaksanakan pekerjaan yang harus
dilakukan. Tidak hanya karyawan yang memeperlukan informasi,
pihak manajemen pun perlu untuk mendapatkan informasi dari
karyawan.
Pada perusahaan biasanya pihak manajemen membutuhkan
informasi untuk membuat suatu kebijakan dalam perusahaan, agar
kebijakan yang dibuat tersebut saling menguntungkan antara
perusahaan dengan karyawan. Dengan dibuatnya kebijakan yang tidak
memihak maka tidak ada pihak yang dirugikan namun segala
sesuatunya dapat diatur dengan baik. Selain itu informasi yng
diperlukan oleh pihak manajemen yaitu berguna untuk mengatasi
suatu konflik atau masalah yang terjadi di dalam perusahaan.
Sehingga pihak manajemen dapat mengambil suatu keputusan untuk
menyelesaikan masalah tersebut.

4.3.2

Hambatan Yang Dihadapi Oleh Divisi Public Relations PT Marga


Guna Sarana Dalam Mensosialisasikan Informasi Kepada Publik
Internal
Ketika menjalin komunikasi dalam organisasi terdapat beberapa

penghalang atau hambatan yang dapat terjadi, yaitu seperti (2010:59):


1. Persepsi Selektif
2. Emosi
3. Media
4. Faktor Psikologi
5. Faktor Pendidikan
6. Faktor Budaya
7. Ketrampilan Mendengarkan
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan dan hasil wawancara
maka hambatan-hambatan yang terjadi ketika menjalani komunikasi dalam
organisasi yang dilakukan oleh public relations yaitu berdasarkan pada

103
media, dimana media yang digunakan menggunakan jaringan dan terjadi
gangguan pada jaringan tersebut sehingga pesan yang dikirim atau diterima
menjadi terhambat dan ini akan berdampak kepada pekerjaan karyawan dan
juga perusahaan.
Selain media yang menjadi penghambat, gangguan lain yang terjadi yaitu
dari faktor pendidikan. Faktor pendidikan yang berbeda antara karyawan
dengan public relations membuat proses komunikasi menjadi sedikit terganggu,
dalam hal ini terkait denggan penggunaan kata-kata yang kurang dimengerti
oleh karyawan. Sehingga informasi yang diterima oleh karyawan menjadi tidak
sempurna.
Selanjutnya hambatan yang dihadapi public relation PT Marga Guna
Sarana dalam mensosialisasikan informasi perusahaan yaitu terletak kepada
ketrampilan mendengar. Disinilah pentingnya untuk memilki ketrampilan
mendengarkan yang baik, maka dengan begitu akan mengurangi terjadinya
penyampaian atau penafsiran pesan yang terhalang. Pesan harus diterima
dengan penuh perhatian dan konsentrasi. Kurangnya perhatian dan konsentrasi
pada penerima pesan akan membuat pesan tersebut tidak sempurna dan tidak
sesuai dengan pemahaman pengirim.Dalam hal ini karyawan sebagai penerima
pesan dan public relations sebagai pengirim pesan.