Anda di halaman 1dari 13

43

BAB 3
METODOLOGI PENELITIAN
3.1

Pendekatan Penelitian
Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif (qualitative

research). Dimana pendekatan kualitatif menurut pendapat Strauss dan Corbin


(Ruslan,2004:214) yaitu dimana riset kualitatif merupakan jenis penelitian yang
menghasilkan penemuanpenemuan yang tidak dapat dicapai dengan menggunakan
prosedur statistik atau cara kuantitatif lainnya. Penelitian kualitatif ini dapat
dipergunakan untuk penelitian kehidupan masyarakat, sejarah, tingkah laku,
fungsional suatu organisasi, peristiwa tertentu, pergerakkanpergerakkan sosial dan
hubungan keakraban dalam kekeluargaan.
Sedangkan menurut Bogdan dan Taylor mendefinisikan metodologi kualitatif
sebagai prosedur penelitin yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata
tertulis

atau

lisan

dari

orang-orang

dan

perilaku

yang

dapat

diamati

(Moleong,2007:4). Pengertian lain menurut Lexy J. Moloeng dalam buku yang


berjudul Metodologi Penelitian Kualitatif (Moleong,2007:6) menjelaskan bahwa
penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bermaksud untuk memahami
fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian secara holistik atau utuh
dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks
khusus yang alamiah, serta dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah yang
salah satunya bermanfaat untuk keperluan meneliti dari segi prosesnya.
Dengan demikian, berdasarkan beberapa pengertian tersebut maka dapat
disimpulkan bahwa penelitian kualitatif merupakan jenis penelitian yang bermaksud
untuk memahami fenomena subjek peneliti secara utuh, deskriptif, dan menghasilkan
penemuan yang tidak dapat dicapai dengan prosedur statistic serta menghasilkan data
deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang
dapat diamati.
Dalam penelitian ini digunakan pendekatan penelitian kualitatif karena
dilakukan observasi dan penelitian langsung dengan yang terjadi dilapangan.
Penelitian kali ini bermaksud untuk memahami dan menjelaskan secara utuh
bagaimana peranan public relation PT Marga Guna Sarana dan hambatan apa saja
yang terjadi dalam mensosialisasikan informasi pada publik internal.

44
3.2

Tipe / Jenis Penelitian


Tipe/jenis penelitian yang digunakan pada penelitian kali ini yaitu deskriptif

kualitatif. Adapun penjelasan mengenai penelitian deskriptif kualitatif menurutMoh.


Nazir (MohNazir,2005: 54) berpendapat bahwa deskriptif kualitatif adalah suatu
metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi,
suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang.
Sedangkan yang dimaksud dengan metode deskriptif menurut Sugiyono
dalam buku yang berjudul Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif
R&D(Sugiyono,2008:15). Yang dimaksud dengan metode deskriptif adalah metode
penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivismeyang biasanya digunakan
untuk meneliti pada kondisi objektif yang alamiah dimana peneliti berperan sebagai
instrumen kunci
Dengan melihat kedua penjelasan diatas, sehingga dapat disimpulkan bahwa
yang dimaksud dengan deskriptif kualitatif merupakan suatu penelitian yang meneliti
status kelompok, suatu objek yang alami pada masa sekarang dan dimana peneliti
sebagai instrument kunci.Pada penelitian

ini menggunakan tipe/jenis penelitian

deskriptif kualitatif dikarenakan pada penelitain kali ini akan meneliti sebuah objek
yang alami yaitu peranan public relation PT Marga Guna Sarana dengan tujuan
untuk menganalisa bagaimana peranan public relationPT Marga Guna Sarana dan
apa saja hambatan yang terjadi dalam mensosialisasikan informasi pada publik
internal.
3.3

Metode Penelitian
Metode penelitian kali ini yaitu menggunakan metode penelitian studi

kasus.Penjelasan

mengenai

penelitian

studi

kasusadalah

pendekatanpenelitian
kualitatifdimanapenelitimengeksplorasisistemdibatasi( kasus)
ataubeberapa sistem dibatasi(kasus) dari waktu ke waktu melalu irinci,
dalam pengumpulan data mendalam yang melibatkan informasi beberapa
sumber

(misalnya,

observasi,

wawancara,

materi

audio-visual,

dan

dokumen dan laporan), dan laporan tema deskripsi kasus dan kasus
berbasis (Creswell, 2007:73)
Pengertian lain mengenai studi kasus yaitu adalah metode riset yang

menggunakan berbagai sumber data (sebanyak mungkin data) yang bisa digunakan

45
untuk meneliti, menguraikan, dan menjelaskan secara komprehensif berbagai aspek
individu,

kelompok,

suatu

program,

organisasi

atau

peristiwa

secara

sistematis.Penelaah berbagai sumber data ini membutuhkan berbagai macam


instrument pengumpulan data. (Rachmat Kriyantono, 2007:65)
Selain itu menurut Susilo Rahardjo & Gudnanto (Susilo,2011: 250)
berpendapat bahwa yang dimaksud dengan studi kasus adalah suatu metode untuk
memahami individu yang dilakukan secara integrative dan komprehensif agar
diperoleh pemahaman yang mendalam tentang individu tersebut beserta masalah
yang dihadapinya dengan tujuan masalahnya dapat terselesaikan dan memperoleh
perkembangan diri yang baik. Dengan kata lain studi kasus merupakan metode
pengumpulan data secara pengumpulan data mendalam yang melibatkan
informasi beberapa sumber dengan tujuan memperoleh pemahaman secara

mendalam.
Berdasarkan beberapa pengertian studi kasus diatas, maka dapat disimpulkan
metode penelitian studi kasus merupakan suatu metode penelitian dengan memahami
individu secara integrative dan komprehensif, mengeksplorasi kasus dari waktu
ke waktumelaluirinciyang menggunakan berbagai sumber data yang mendalam

dan

melibatkan

informasi

beberapa

sumber

(misalnya:

observasi,

wawancara, materiaudio-visual,dokumen, laporan), danbisa digunakan untuk

meneliti.
Adapun Ciri-ciri Studi kasus (Rachmat Kriyantono, 2009:66), yaitu sebagai
berikut:
a) Pertikularistik
Maksudnya adalah studi kasus terfokus pada situasi, peristiwa, program
atau fenomena tertentu.
b) Desktiptif
Hasil akhir metode ini adalah deskripsi detail dari topic yang diteliti.
c) Heuristik
Metode studi kasus membantu khalayak memahami apa yang sedang
diteliti. Interpretasi baru, perspektif baru, makna baru merupakan tujuan
dari studi kasus.
d) Induktif
Studi kasus berangkat

dari

fakta-fakta

dilapangan,

menyimpulkan ke dalam tataran konsep atau teori.

kemudian

46
Sedangkan menururt Lincoln dan Guba (Dedy Mulyana, 2004: 201)
penggunaan studi kasus sebagai suatu metode penelitian kualitatif memiliki
beberapa keuntungan, yaitu :
1. Studi kasus dapat menyajikan pandangan dari subjek yang diteliti.
2. Studi kasus menyajikan uraian yang menyeluruh yang mirip dengan apa
yang dialami pembaca kehidupan sehari-hari.
3. Studi kasus merupakan sarana efektif untuk menunjukkan hubungan
antara peneliti dan responden.
4. Studi kasus dapat memberikan uraian yang mendalam yang diperlukan
bagi penilaian atau transferabilitas.
Oleh karena itu, penelitian kali ini menggunakan metode penelitian
studi kasus untuk mengetahui secara mendalam mengenai peranan public
relation PT Marga Guna Sarana dan juga mengenai hambatan yang
dihadapi oleh public relation dalam mensosialisasikan informasi pada
publik internal (studi kasus: proyek perlengkapan jalan PT Alfa Goldand
Realty)
3.4

Teknik Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam

penelitian, karena tujuan utama drai penelitian adalah mendapatkan data. Teknik
pengumpulan data dipergunakan untuk mengumpulkan data dilapangan dalam rangka
menjawab Fokus penelitian. Bila dilihat dari sumber datanya, maka pengumpulan
data dapat dibagi menjadi dua, yaitu sumber data primer dan juga sumber data
sekunder (Sugiyono,2012:225)
1. Data primer
Yang dimaksud dengan data primer menurut Sugiyono yaitu merupakan
sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data
(Sugiyono,2008:137). Sedangkan data primer menurut Husein Umar dalam
bukunya yang berjudul Metode Penelitian (Husein,2008:4) menjelaskan
bahwa yang dimaksud dengan data primer adalah data yang didapat dari
sumber pertama baik dari individu atau perorangan seperti hasil dari
wawancara atau hasil pengisian kuesioner yang biasa dilakukan oleh peneliti.
Data Primer menurut Jonathan Sarwono adalah data yang berasal dari
sumber asli atau pertama. Data ini tidak tersedia dalam bentuk terkompilasi
ataupun dalam bentuk file-file. Data ini harus dicari melalui narasumber atau

47
dalam istilah teknisnya responden, yaitu orang yang kita jadikan objek
penelitian atau orang yang kita jadikan sebagai saran mendapatkan informasi
ataupun data. (Jonathan Sarwono,2006:129)
Dapat ditarik kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan data primer
yaitu adalah data yang diperoleh langsung dari sumber data. Dalam
penelilitan, teknik pengumpulan data primer dapat dilakukan dengan
melakukan observasi dan wawancara. Data primer merupakan data utama
bagi penelitian kali ini terkait mengenai peranan public relation PT Marga
Guna Sarana dalam mensosialisasikan informasi pada publik internal.
Data primer yang diperoleh yaitu dengan melalui:
a. Observasi
Observasi menurut Burhan (2007: 115) mengungkapkan bahwa observasi
adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan pengamatannya
melalui hasil kerja panca indra mata serta dibantu dengan panca indra
lainnya. Dalam melaksanakan pengamatan ini sebelumnya peneliti akan
mengadakan pendekatan dengan subjek penelitian sehingga terjadi
keakraban antara peneliti dengan subjek penelitian.
Sedangkan pengertian observasi menurut Nawawi (2005:100)
mengungkapkan bahwa observasi adalah pengamatan dan pencatatan
secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.
Dari pengertian menurut kedua ahli tersebut, maka dapat disimpulkan
bahwa observasi merupakan kegiatan pengamatan menggunakan panca
indera dan pencatatan objek penelitian.
Dalam penelitian terdapat dua jenis metode observasi (Kriyantono,
2010:112). Kedua jenis observasi tersebut, yaitu:
a. Observasi Partisipan
Yang dimaksud dengan observasi partisipan adalah metode observasi
dimana periset juga berfungsi sebagai partisipan, ikut serta dalam
kegiatan yang dilakukan kelompok yang diriset, apakah kehadirannya
diketahui atau tidak.
b. Observasi Nonpartisipan
Yang dimaksud dengan observasi nonpartisipan adalah metode
observasi dimana periset hanya bertindak mengobservasi tanpa ikut
terjun melakukan aktivitas seperti yang dilakukan kelompok yang
diriset, baik kehadirannya diketahui atau tidak.

48

Manfaat observasi menurut Patton dan Nasution dalam buku yang


berjudul metode penelitian kualitatif dan kuantitatif (2012:228), yaitu
sebagai berikut:
1. Dengan observasi di lapangan peneliti akan lebih mampu
memahami konteks data dalam keseluruhan situasi social, jadi
akan dapat diperoleh pandangan yang holistik atau menyeluruh.
2. Dengan observasi maka akan diperoleh pengelaman langsung,
sehingga memungkinkan peneliti menggunakan pendekatan
induktif, jadi tidak dipengaruhi oleh konsep atau pandangan
sebelumnya.

Pendekatan

induktif

membuka

kemungkinan

melakukan penemuan atau discovery.


3. Dengan observasi, peneliti dapat melihat hal-hal yang kurang atau
tidak diamati oleh orang lain, khusunya oleh orang yang berada di
dalam lingkungan itu, karena telah dianggap biasa dan karena
itu tidak akan terungkap dalam wawancara.
4. Dengan observasi, peneliti dapat menemukan hal-hal yang
sedianya tidak akan terungkap dalam responden dalam wawancara
karna bersifat sensitive atau ingin ditutupi karna merugikan nama
lembaga.
5. Dengan observasi, peneliti dapat menemukan hal-hal yang diluar
persepsi responden, sehingga peneliti memperoleh gambaran yang
lebih komprehensif.
6. Dengan pengamatan

dilapangan,

peneliti

tidak

hanya

mengumpulkan daya yang kaya, tetapi juga memperoleh kesan


kesan pribadi, dan merasakan suasana situasi social yang diteliti.
Maka dari itu pada penelitian kali ini, menggunakan observasi
sebagai teknik dalam pengumpulan data. Bentuk atau jenis metode
observasi yang dilakukan yaitu observasi partisipan yang merupakan
kegiatan terjun langsung ke tempat penelitian yang dituju dan dalam
hal ini yaitu PT Marga Guna Sarana.
Dalam penelitian ini dilakukan pengamatan secara langsung
mengenai kegiatan public relations di dalam situasi yang riil.
Penelitian dilakukan dengan ikut mengerjakan dan mengetahui apa
yang dilakukan dan dikerjakan oleh narasumber satu yaitu divisi

49
public relations PT Marga Guna sarana dalam mensosialisasikan
informasi kepada publik internal.
Melalui kegiatan observasi yang dilakukan dalam jangka
waktu selama tiga bulan yaitu terhitung dari bulan Oktober hingga
sampai bulan Desember, penelitian dilakukan dengan ikut terjun
langsung kedalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh public
relations PT Marga Guna Sarana dalam melakukan kegiatan untuk
mensosialisasi informasi kepada publik internal.
b. Wawancara
Menurut Moleong (2007:186) mendeskripsikan wawancara adalah
percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua
pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan
terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan.
Sedangkan menurut Esterberg mengungkapkan bahwa yang dimaksud
dengan wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar
informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan
makna dalam suatu topik tertentu (Sugiyono 2008:72).
Menurut Esterberg mengemukakan bahwa wawancara dibagi menjadi
tiga (Sugiyono:233), yaitu:
1. Wawancara Terstruktur
Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan
data, bila peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi
apa yang akan diperoleh. Oleh karna itu dengan melakukan
wawancara pengumpul data atau peneliti telah menyiapkan
instrument penelitian berupa pertanyaanpertanyaan tertulis yang
alternative jawabanya pun telah disiapkan, dengan wawancara
terstruktur ini setiap responden diberikan pertanyaan yang sama,
dan pengumpul data mencatatnya.
2. Wawancara Semi Terstruktur
Jenis wawancara ini sudah termasuk

dalam katagori

indeptinterview, dimana dalam pelaksanaannya lebih bebas bila


dibandingkan

dengan

wawancara

terstruktur.

Tujuan

dari

wawancara jenis ini adalah untuk menemukan permasalahan lebih


terbuka, dimana pihak yang diajak wawancara diminta pendapat

50
dan ide idenya. Dalam melakukan wawancara, peneliti perlu
mendengarkan secara teliti dan mencatat apa yang dikemukakan
oleh informan.
3. Wawancara Tak Berstruktur
Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas
dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang
telah tersusun secara sistemtis dan lengkap untuk pengumpulan
datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa
garisgaris besar permasalahan yang akan ditanyakan.
Dalam penelitian kali ini teknik pengumpulan data yang
dilakukan menggunakan wawancara semi terstruktur. Dimana
wawancara yang dilakukan untuk mendapatkan informasi dengan
lebih terbuka.

dengan pihak terkait yaitu pada divisi public

relations, direktur dan kepala bagian workshop PT Marga Guna


Sarana. Karena wawancara tersebut menggunakan seperangkat
pertanyaan baku dan untuk mendapatkan hasil permasalahan lebih
terbuka dengan menanyakan pendapat informan.
Untuk mendapatkan informasi serta data-data yang akurat,
dalam penelitian ini akan melakukan wawancara dengan pikakpihak yang terkait dengan peranan public relations PT Marga
Guna

Sarana

dalam

mensosialisasikan

informasi

kepada

publikinternal. Wawancara semi terstruktur tersebut dilakukan


kepada tiga narasumber, yaitu:
1. Public Relations PT Marga Guna Sarana
Wawancara yang dilakukan dengan narasumber yang pertama
yaitu dengan Devi Retno Sari S.Ikom. Beliau dapat disebut juga
key infroman dalam penelitian ini. Beliau bekerja di PT. Marga
Guna Sarana selaku humas atau public relations
2. Kepala Bagian Workshop PT Marga Guna Sarana
Wawancara selanjutnya dilakukan kepada Reza Pratama S.T.
Beliau bekerja dalam PT Marga Guna Sarana menjabat sebagai
kepala bagian workshop dan selanjutnya disebut narasumber
kedua.
3. Direktur PT Marga Guna Sarana

51
Untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas maka
penelitian kali ini mencoba untuk melakukan wawancara dengan
Danang Adji Pamungkas S.E. Beliau bekerja didalam PT Marga
Guna Sarana menjabat selaku direktur dan selanjutnya disebut
sebagai narasumber ketiga.
2. Data sekunder
Pengertian data sekunder menurut Husein Umar merupakan data yang
telah diolah lebih lanjut dan disajikan baik oleh pihak pengumpul data primer
atau oleh pihak lain misalnya dalam bentuk tabel-tabel atau diagram-diagram
(Husein,2008:41). Sedangkan penjelasan menurut Sugiyono, yang dimaksud
dengan sumber sekunder adalah sumber data yang diperoleh dengan cara
membaca, mempelajari dan memahami melalui media lain yang bersumber
dari literatur, buku-buku, serta dokumen perusahaan (Sugiyono,2008:137).
Definisi data sekunder menurut Jonathan Sarwono adalah data yang sudah
tersedia sehingga kita tinggal mencari dan mengumpulkan. (Jonathan
Sarwono,2007:123)
Pengertian data sekunder berdasarkan kedua pengertian diatas yaitu data
sekunder merupakan data yang telah diolah dan berasal dari sumber melalui
media, data tersebut dapat berupa buku-buku, serta dokumen perusahaan.
Dalam penelitian ini data sekunder diperoleh melalui:
a. Studi pustaka
Merupakan metode pengumpulan data dengan cara mencari referensi,
literatur atau bahan-bahan teori yang diperlukan dari berbagai sumber
wacana yang berkaitan dengan penyusunan laporan. Studi pustaka dalam
penyusunan laporan ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data
melalui refrensi buku-buku yang dapat membantu dalam penelitian
sebagai pedoman serta memperoleh landasan ilmiah yang berbentuk
teoritis, maupun definisi-definisi guna mendapatkan pengertian dari topik
dan permasalahan dalam pelaksanaan penelitian.
b. Data perusahaan
Data perusahaan ini merupakan data yang beisikan mengenai latar
belakang, visi misi perusahaan dan kegiatan yang dijalankan. Dalam
penelitian kali ini untuk mendapatkan data sekunder salah satunya yaitu
berasal dari profile perusahaan PT Marga Guna Sarana.

52

c. Website
Salah satu media online yang digunakan oleh perusahaan yaitu melalui
website.

Dengan

menginformasikan

adanya

website

perusahaan

kepada

maka

perusahaan

masyarakat

luas.

dapat
Untuk

mendapatkan informasi perusahaan atau data perusahaan, maka penelitian


kali ini mengakses website perusahaan:
http://margagunasarana.wordpress.com
Dalam penelitian kali ini data sekunder yang diperoleh berasal dari bukubuku, dokumen-dokumen, dan website yang terkait dengan penelitian melalui
internal divisi public relation PT Marga Guna Sarana. Pendekatan dilakukan
dengan cara membaca, mempelajari, dan menganalisa dokumen atau sumber
data yang ada terkait dengan penelitian peranan public relation PT Marga
Guna Sarana dalam mensosialisasikan informasi pada publik internal.
3.5

Teknik Analisa data


Penelitian kali ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisa

data. Menurut Sugiyono (Sugiyono,2007: 244) yang dimaksudkan dengan analisis


data adalah proses untuk mencari dan menyusun secara sistematis data yang
diperoleh dari wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi dengan cara
mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit,
melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang
akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri
maupun orang lain.
Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif.
Menurut penjelasan Sugiyono yang menyatakan bahwa, dimaksud dengan analisis
deskriptif adalah jenis penelitian yang menggambarkan apa yang dilakukan oleh
perusahaan berdasarkanfakta-fakta yang ada untuk selanjutnya diolah menjadi data
(Sugiyono,2005:21).
Sedangkan menurut Kriyantono (2006:69) menjelaskan mengenai penelitian
deskriptif bertujuan untuk membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat
mengenai fakta-fakta dan sifat dari objek yang diteliti.Pendapat lain menurut
Arikunto(2005:250) yang dimaksud dengan metode analisis deskriptif
merupakanpenelitian bukan eksperimen, karena tidak dimaksudkan untuk
mengetahui akibat dari suatu perlakuan.

53
Dalam penelitian kali ini menggunakan teknik analisis data deskriptif
dikarenakan pada penelitian ini berusaha menggambarkan kegiatan yang terjadi di
perusahaan dan kemudian data yang diperoleh diolah untuk disajikan. Selain itu
untuk mendapatkan segala informasi dilakukan dengan cara terjun langsung ke
lapangan dan ikut terlibat dalam pekerjaan yang dilakukan oleh divisi public
relations PT Marga Guna Sarana sebagai partisipan dalam mensosialisasikan
informasi kepada publik internal.Penelitian ini akan mendeskripsikan data-data yang
telah diperoleh selama menjalani penelitian, baik dari hasil wawancara semi
terstruktur, observasi partisipan maupun studi kepustakaan, kemudian menganalisa
data-data tersebut sehingga dapat memberikan gambaran secara rinci, mengenai
kasus yang diteliti.

3.6

Teknik Keabsahan Data


Dalam teknik keabsahan data, triangulasi diartikan sebagai teknik

pemeriksaan keabsahan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik


pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Tujuan dari triangulasi bukanlah
untuk mencari kebenaran tentang beberapa fenomena, tetapi lebih pada peningkatan
pemahaman pemahaman peneliti terhadap apa yang telah ditemukan. Nilai dari
teknik triangulasi adalah untuk mengetahui data yang diperoleh meluas (covergent),
tidak konsisten atau kontradiksi, oleh karena itu dengan menggunakan teknik
triangulasi maka data yang diperoleh akan lebih konsisten, tuntas dan pasti. Dengan
menggunakan tenik keabsahan data triangulsi maka akan lebih meningkatkan
kekuatan data, bila dibandingkan dengan satu pendekatan (Sugiyono,2012:241)
Menurut Dwidjowinoto menjelaskan bahwa ada lima macam triangulasi.
Kelima triangulasi tersebut yaitu triangulasi sumber, waktu, teori, periset dan
metode. (Kriyantono, 2010:72-73):
1) Triangulasi Sumber
Yang dimaksud dengan triangulasi sumber yaitu teknik keabsahan data
dengan membandingkan atau mengecek ulang derajat kepercayaan suatu
informasi yang diperoleh dari sumber yang berbeda. Misalnya,
membandingkan hasil pengamatan dengan wawancara; membandingkan
apa yang dikatakan umum dengan yang dikatakan pribadi.

54

2) Triangulasi Waktu
Yang dimaksud dengan triangulasi waktu yaitu teknik keabsahan data
yang berkaitan dengan perubahan suatu proses dan perilaku manusia,
karena perilaku manusia dapat berubah setiap waktu. Oleh karena itu, di
dalam penelitian ini diperlukan kegiatan observasi yang tidak hanya satu
kali.
3) Triangulasi Teori
Yang dimaksud dengan triangulasi teori yaitu teknik keabsahan data
dengan memanfaatkan dua atau lebih teori untuk diadu atau dipadu. Hal
ini untuk itu diperlukan rancangan riset, pengumpulan data, dan analisis
data yang lengkap supaya hasilnya komprehensif.
4) Triangulasi Periset
Yang dimaksud dengan triangulasi periset yaitu teknik keabsahan data
dengn menggunakan lebih dari satu periset dalam mengadakan observasi
atau wawancara. Disebabkan masing-masing periset mempunyai gaya,
sikap dan persepsi yang berbeda dalam mengamati fenomena maka hasil
pengamatannya bisa berbeda meski fenomenanya sama.
5) Triangulasi Metode
Yang dimaksud dengan triangulasi metode yaitu usaha mengecek
keabsahan data atau mengecek keabsahan temuan riset. Triangulasi
metode dapat dilakukan dengan menggunakan lebih dari satu teknik
pengumpulan data untuk mendapatkan data yang sama.
Triangulasi merupakan cara terbaik untuk menghilangkan perbedaanperbedaan konstruksi kenyataan yang ada dalam konteks suatu studi sewaktu
mengumpulkan data tentang berbagai kejadian dan hubungan dari berbagai
pandangan. Dengan kata lain bahwa penggunaan triangulasi dapat mere-check
temuannya dengan jalan membandingkan dengan berbagai sumber, teori, metode,
ataupu peneliti (Moleong,2007:332)
Dalam penelitian kali ini, menggunakan teknik keabsahan data dengan
triangulasi. Jenis triangulasi yang digunakan yaitu triangulasi sumber. Berdasarkan
penjelasan sebelumnya maka teknik keabsahan data dengan menggunakan triangulasi
sumber

adalah

teknik

pengecekan

keabsahan

data

yang

dimana

akan

membandingkan data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan data yang

55
diperoleh dari hasil observasi atau pengamatan secara langsung yang dilakukan pada
perusahaan PT Marga Guna Sarana, khusunya pada divisi public relations. Hal
tersebut dilakukan guna mengukur derajat kepercayaan informasi dan mendapatkan
kesamaan data yang didapat pada penelitian ini.