Anda di halaman 1dari 6

Dental Implant

NAMA
NIM
KELAS

:
:
:

Martha Leica
201211092
B

UNIVERSITAS PROF. DR. MOESTOPO ( BERAGAMA )


FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
Jakarta Selatan
2015

Definisi
Merupakan salah satu teknik rehabilitasi pembuatan gigi tiruan yang dilakukan dengan
cara melakukan penggantian akar gigi menggunakan dental implant. Pemasangan dental implant
dilakukan dengan cara menanamkan dentalimplant tersebut ke dalam tulang rahang. Dapat
dilakukan di rahang atas maupun di rahang bawah. Selanjutnya diatas dental implant tersebut
dipasang mahkota gigi sesuai dengan bentuk gigi yang akan digantikannya.
Menurut Federation Dental of America (FDA) pengertian Dental Implan adalah:
Bila ditinjau secara lokal : merupakan suatu alat yang menahan protesa baik dalam bentuk
plastis taupun logam dengan berbagai cara dan sistem serta dimasukkan ke dalam tulang alveolar
yang tinggal pada maksila atau mandibula.
Bila ditinjau secara prosthesis : merupakan suatu metal frame work yang terdapat pada
permukaan tulang dibawah mukoperiosteum (sub periostal implant) atau tertanam di dalam
tulang (endosteal implan).
Sejarah
Dental implant telah dikenal sejak beberapa tahun yang silam, dan mengalami kemajuan
pesat sejak tahun 1987. Dinegara-negara maju, pemasangan dental implant merupakan prosedur
bedah yang rutin dikerjakan pada prakter dokter gigi seperti halnya pencabutan gigi.
Professor Ingle Brnemark dari Swedia merupakan pelopor pengembang dental implant
yang mulaidikembangkannya sejak tahun 1967. Saat ini dental
implant terus berkembang sehingga seluruh negara industrimaju ikut mengembangkan
dan memproduksi dental implant.
Secara umum pemasangan dental implant dilakukan 2-2.5 bulan setelah pencabutan gigi,
dimaksudkan karena lukapada tulang bekas pencabutan gigi telah sembuh dan tulang baru yang
sehat telah terbentuk sehingga dentalimplant akan dapat dipasang dengan baik. Hal ini
dimaksudkan, dental implant dapat terpasang dengan baik ditulang dan dapat diperoleh primary
stability, yaitu terpasangnya dental implant secara kencang pada tulang rahang diawal
pemasangan. Primary stability diperlukan agar proses penyatuan antara dental implant dengan
tulang rahangmelalui proses yang disebut dengan osseointegration.
dapat berlangsung dan proses ini akan berjalan dalam kurunwaktu antara 2-2.5 bulan setelah
dental implant terpasang. Setelah dental implant mengalami osseointegrasi,tahapan selanjutnya
adalah pemasangan mahkota gigi yang didahului dengan pemasangan bagian di atas
dentalimplant yang disebut dengan abutment implant.
(catatan: terjadinya osseointegrasi dental implant dan tulang disekitarnya merupakan penentu
keberhasilan pemasangan suatu dental implant)
Pada banyak kasus pemasangan dental implant dapat dilakukan segera setelah
pencabutan gigi dan dapatdiperoleh hasil yang baik dalam pencapaian osseointegrasi. Teknik
pemasangan dental implant semacam ini disebutdengan
Immediate implant placement

Dasar pemikirannya dapat dijelaskan bahwa luka di tulang rahang


bekas pencabutan gigi secara natural akan terisi oleh pertumbuhan tulang baru, sehingga bila
dental implant dipasang segera setelah pencabutan gigi, maka jaringan tulang disekeliling soket
gigi akan juga tumbuh disekeliling dental implant seperti halnya pada luka bekas pencabutan gigi
normal sehingga dengan sendirinya dental implant tersebut akan tertutup oleh pertumbuhan
tulang baru tersebut).
Dengan demikian teknik ini dapat dipakai sebagai teknik pemasangan dental implant
dengan mempertimbanganakan memperpendek waktu kunjungan ke dokter dibandingkan apabila
dental implant dipasang menunggu lukabekas pencabutan gigi dibiarkan sembuh dahulu baru
kemudian dental implant dipasang.Pada banyak kasus, pemasangan dental implant dapat
dilakukan pada kasus emergensi (misalnya: kehilangan gigioleh karena sesuatu hal (mis:
kecelakaan) dimana gigi harus dilakukan pencabutan dan dental implant dapat segeradipasang
melalui teknik
immediate dental implant placement.
Immediate dental implant placement tidak diindikasikan pada luka bekas gigi yang
mengalami infeksi. Sangat baikbila dilakukan pada gigi-gigi anterior atau gigi depan
dan sebaiknya sangat dipertimbangkan untuk dipasangkan gigi-gigi posterior atau gigi geraham.

Macam-macam dental implant


Dental implan memiliki berbagai macam bentuk dan lokasi jaringan tempat dental implan
ditanam, yaitu:
1. Subperiostal implant
Implan ini tidak ditanam ke dalam tulang melainkan diletakkan di aas tulang linggir alveolar dan
dibawah periosteum. Subperiosteal implan digunakan pada rahang yang tidak bergigi baik pada
maksila maupun mandibula.

2. Endosseous atau endosteal implant


Implan ini ditanam ke dalam tulang menembus gingival dan periosteum, sebagian tertam dan
terkait dalam tulang. Contoh dari endosteal implan : endosseous bone pin,the core vent titanium
dan the branemark osseointegrated titanium implan.

3. Transosteal atau transosseous implant


Implan ini menembus tulang rahang bawah. Penggunaannya terbagtas hanya pada mandibula
yang mengalami resorpsi berat

4. Intra mucosal atau sub mucosal implant


Implan ini ditanam pada mukosa palatum dan menyerupai kancing sehingga disebut button
insert. Implan ini hanya terbatas pada maksila yang tidak bergigi. Implan ini terbuat dari logam
atau keramik.

Dental implant sekarang ada 2 macam:


1. One piece : implant terdiri dari 1 bagian utuh.
One piece dipergunakan untuk menambah perlekatan pada gigi palsu lepasan (tidak untuk
menggantikan satu gigi per implan).

2. Two piece : ada 2 bagian yang merupakan satu kesatuan.


Two piece di gunakan untuk menggantikan satu gigi per implan dan juga dapat berfungsi
layaknya yg one piece.