Anda di halaman 1dari 6

Penentuan Kadar Besi (Fe) Air Sumur dengan Spektrofotometri UV-Vis

Bariqul Amalia Nisa, Drs. Surantoro, M.Si


Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sebelas Maret Surakarta, Indonesia
bariqulamalianisa@gmail.com
ABSTRAK
Amalia Nisa, Bariqul PENENTUAN KADAR BESI (FE) AIR SUMUR DENGAN
SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS. Makalah Seminar Fisika, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, September 2015. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk
menjelaskan pengertian spektrofotometri UV-Vis, prinsip kerja spektrofotometri UV-Vis, dan cara penentuan
kadar besi (Fe) air sumur dengan spektrofotometri UV-Vis. Metode yang digunakan dalam penyusunan
makalah seminar fisika ini adalah kajian pustaka. Sumber pustaka yang digunakan adalah buku, jurnal, dan
electronic book. Berdasarkan dari pembahasan dapat diambil kesimpulan: : (1) Spektofotometri UV-Vis adalah
teknik analisis spektroskopi yang memakai sumber REM (radiasi elektromagnetik) ultraviolet dekat (190-380
nm) dan sinar tampak (380-780 nm) dengan memakai instrumen spektrofotometer. (2) Prinsip kerja
spektrofotometri UV-Vis mengacu pada hukum Lambert-Beer. Apabila cahaya monokromatik melalui suatu
media (larutan), maka sebagian cahaya tersebut akan diserap, sebagian dipantulkan dan sebagian lagi akan
dipancarkan. (3) Penentuan kadar besi (Fe) air sumur menggunakan spektrofotometer UV-Visibel meliputi dua
metode, yaitu metode satu standar dan metode kurva kalibrasi.
Kata kunci: kadar besi, air sumur, spektrofotometer UV-Vis
PENDAHULUAN
Spektrofotometri merupakan salah satu
metode yang digunakan untuk menentukan komposisi
suatu sampel baik secara kuantitatif dan kualitatif
yang didasarkan pada interaksi antara materi dengan
cahaya.
Peralatan
yang
digunakan
dalam
spektrofotometri
disebut
spektrofotometer.
Spektrofotometer adalah alat untuk mengukur
transmitan atau absorban suatu sampel sebagai fungsi
panjang gelombang. Spektrofotometer merupakan
gabungan dari alat optik dan elektronika serta sifatsifat kimia fisiknya. Detektor dapat mengukur
intensitas cahaya yang diabsorbsi. Tiap media akan
menyerap cahaya pada panjang gelombang tertentu
tergantung pada senyawa atau warna yang terbentuk.
Sinar atau cahaya yang berasal dari sumber tertentu
disebut juga sebagai radiasi elektromagnetik. Radiasi
elektromagnetik yang dijumpai dalam kehidupan
sehari-hari adalah cahaya matahari. Cahaya yang
dimaksud dapat berupa cahaya tampak, UV, dan
inframerah.
Berdasarkan
sumber
cahaya
yang
digunakan, spektrofotometri terdiri dari beberapa
jenis antara lain: spektrofotometri UV (Ultra violet),
spektrofotometri Vis (Visible), spektrofotometri UVVis, dan spektrofotometri IR (Infra Red). Dari
keempat
spektrofotometri
tersebut
memiliki
kekurangan
dan
kelebihan
masing-masing.
Spektrofotometri UV-Vis merupakan gabungan
antara prinsip spektrofotometri UV dan Visible. Alat
ini menggunakan dua buah sumber cahaya yang

berbeda, yaitu sumber cahaya ultra violet dan sumber


cahaya tampak. Larutan yang dianalisis diukur
serapan sinar ultra violet atau sinar tampaknya.
Konsentrasi larutan yang dianalisis akan sebanding
dengan jumlah sinar yang diserap oleh zat yang
terdapat dalam larutan. Spektrofotometer UV-Vis
banyak dimanfaatkan seperti dalam analisis logam
berbahaya dalam sampel pangan atau bahan yang
sering digunakan dalam kehidupan (Fatimah,
Yanlinastuti, dan Yoskasih, 2005: 2).
Air merupakan unsur yang sangat esensial
bagi kehidupan semua makhluk termasuk manusia.
Pemenuhan kebutuhan air haruslah memenuhi dua
syarat yaitu kuantitas dan kualitas. Kuantitas air yang
diperlukan untuk berbagai penggunaan oleh
masyarakat adalah berbeda-beda tergantung kepada
tingkat sosial budaya, suhu atau iklim, dan
ketersediaannya yang ditentukan berbagai faktor.
Syarat kualitas meliputi persyaratan fisik, kimiawi,
bakteriologis, dan radioaktif. Syarat-syarat tersebut
merupakan suatu kesatuan, jadi jika ada satu
parameter saja yang tidak memenuhi syarat, maka air
tersebut tidak layak untuk dikonsumsi. Pemakaian air
minum yang tidak memenuhi kualitas tersebut dapat
menimbulkan gangguan (Depkes RI, 2001: 27-28).
Menurut Dana B. Setiawan (2012: 2), besi
merupakan unsur esensial bagi konsumsi gizi
manusia dengan kisaran kadar sekitar 10-50 mg/hari
untuk zat besi. Besi digunakan sebagai zat penambah
darah bagi penderita anemia. Salah satu bentuk
garam besi yang digunakan sebagai zat aktif dalam

sediaan penambah darah adalah besi (II) sulfat.


Dalam bidang kesehatan, besi (Fe2+) dalam dosis
besar pada manusia bersifat toksin, karena konsumsi
Fe2+ berlebih akan mengakibatkan peningkatan
feritrin dan hemosiderin dalam sel parenkim hati
sehingga dalam jangka panjang akan merusak kerja
organ seperti pankreas, otot jantung, dan ginjal.
Berdasarkan uraian latar belakang masalah
di atas, maka penulis memilih judul Seminar Fisika:
Penentuan Kadar Besi (Fe) Air Sumur dengan
Spektrofotometri UV-Vis.
LANDASAN TEORI
Air merupakan senyawa kimia yang sangat
penting bagi kehidupan umat manusia dan makhluk
hidup lainnya dan fungsinya bagi kehidupan tidak
akan tergantikan oleh senyawa lainnya. Hampir
semua
kegiatan
yang
dilakukan
manusia
membutuhkan air. Air yang digunakan manusia
adalah air tawar yakni air permukaan dan air tanah
(Rukaesih Achmad, 2004: 16). Sumur merupakan
tanah yang digali untuk mendapatkan air yang berasal
dari dalam tanah, digunakan untuk keperluan rumah
tangga. Sumur dapat dibagi menjadi dua, yaitu sumur
gali dan sumur bor. Sumur gali adalah satu konstruksi
sumur yang paling umum dan meluas dipergunakan
untuk mengambil air tanah bagi masyarakat kecil dan
rumah- rumah perorangan sebagai air minum dengan
kedalaman 7-10 meter dari permukaan tanah.
Besi (Fe) adalah logam transisi yang
memiliki sifat sangat kuat, tahan panas, mudah
dimurnikan, tetapi mudah korosi. Besi (Fe) memiliki
nomor atom 26 dan memiliki berat atom 55, 845
g/mol, serta titik leleh 1.538o C dan titik didih 2.861 o
C. Perairan yang mengandung Besi (Fe) sangat tidak
diinginkan untuk keperluan rumah tangga karena
dapat menyebabkan bekas karat pada pakaian,
porselin, dan alat-alat lainnya serta menimbulkan rasa
yang tidak enak pada air minum dengan konsentrasi
di atas kurang lebih 0,31 mg/L. Besi (II)/ (Fe 2+)
sebagai ion berhidrat yang dapat larut merupakan
jenis Besi (Fe) yang terdapat dalam air tanah karena
air tanah tidak berhubungan dengan Oksigen dari
atmosfer (Rukaesih Achmad, 2004: 50-51).
Spektofotometri UV-Vis adalah teknik
analisis spektroskopi yang memakai sumber REM
(radiasi elektromagnetik) ultraviolet dekat (190-380
nm) dan sinar tampak (380-780 nm) dengan memakai
instrumen spektrofotometer. Spektrofotometer UVVis digunakan untuk mengukur transmitansi,
reflektansi, dan absorbsi dari cuplikan sebagai fungsi
dari panjang gelombang. Spektofotometer UV-Vis
menggunakan cahaya sebagai tenaga yang
mempengaruhi substansi senyawa kimia. Cahaya
yang digunakan merupakan foton yang bergetar dan
menjalar secara lurus dan merupakan tenaga listrik

dan magnet yang keduanya saling tagak lurus (Tri


Panji, 2012: 1-3).
Spektrofotometer adalah alat yang terdiri
dari spektrometer dan fotometer. Spektrometer
menghasilkan sinar dari spektrum dengan panjang
gelombang tertentu dan fotometer adalah alat
pengukur intensitas cahaya yang ditransmisikan atau
yang diarbsorbsi. Jadi spektrofotometer digunakan
untuk mengukur energi secara relatif jika energi
tersebut ditransmisikan, direfleksikan atau diemisikan
sebagai fungsi dari panjang gelombang. Kelebihan
spektrofotometer dibandingkan dengan fotometer
adalah panjang gelombang dari sinar putih dapat
lebih terseleksi dan ini diperoleh dengan alat
pengurai seperti prisma, grating ataupun celah optis.
Secara blok diagram dapat digambarkan sebagai
berikut:
Sumber
Radiasi

Monokromator

Sampel

Detektor Fotoelektrik

Display

Display

Gambar 1. Bagan Optis Instrumentasi


UV-Vis
Prinsip kerja spektrofotometri UV-Vis
mengacu pada hukum Lambert-Beer. Apabila cahaya
monokromatik melalui suatu media (larutan), maka
sebagian cahaya tersebut akan diserap, sebagian
dipantulkan dan sebagian lagi akan dipancarkan.
Cahaya yang dipancarkan sumber radiasi adalah
cahaya polikromatik. Cahaya polikromatik UV akan
melewati monokromator yaitu suatu alat yang paling
umum dipakai untuk menghasilkan berkas radiasi
dengan satu panjang gelombang (monokromatis).
Monokromator kemudian akan mengubah cahaya
polikromatis
menjadi
cahaya
monokromatis
(tunggal). Berkas-berkas cahaya dengan panjang
tertentu kemudian akan dilewatkan pada sampel yang
mengandung suatu zat dalam konsentrasi tertentu.
Oleh karena itu, ada cahaya yang diserap (diabsorbsi)
dan ada pula yang dilewatkan. Cahaya yang diserap
diukur sebagai absorbansi (A) sedangkan cahaya
yang hamburkan diukur sebagai transmitansi (T),
dinyatakan dengan hukum Lambert - Beer. Radiasi
yang melewati sampel akan ditangkap oleh detektor
yang berguna untuk mendeteksi cahaya yang
melewati sampel tersebut. Cahaya yang melewati
detektor diubah menjadi arus listrik yang dapat
dibaca melalui recorder dalam bentuk transmitansi,
absorbansi atau konsentrasi.
Kelebihan spektrofotometer UV-Vis yakni
panjang gelombang dari sinar putih dapat lebih

terseleksi, caranya sederhana, dan dapat menganalisis


larutan dengan konsentrasi yang sangat kecil.
Sedangkan kekurangan spektrofotometer UV-Vis,
yakni absorbsi dipengaruhi oleh pH larutan, suhu,
dan adanya zat pengganggu serta kebersihan dari
kuvet, hanya dapat dipakai pada daerah ultra violet
yang panjang gelombang >185 nm, pemakaian hanya
pada gugus fungsional yang mengandung elektron
valensi dengan energi eksitasi rendah, sinar yang
dipakai harus monokromatis (Tri Panji, 2012: 21).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dilakukan analisis kandungan Fe dalam
sampel air. Sampel air yang digunakan dalam analisis
adalah air sumur daerah Cibiru, Bandung dengan
latitude 6o5623S dan longitude 107o4329E.
Sampel yang dikarakterisasi, bentuk output dari
spektrofotometer UV-Vis, serta hasil datanya berasal
dari penelitian Yulia Putri Carliana, Universitas
Padjajaran.
Langkah-langkah penentuan kadar Besi
(Fe) air sumur yakni:
a. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan, yaitu
spektrofotometer UV-Vis DR/2400, Erlenmeyer
100 mL, labu ukur 50 mL, pipet volum 10 mL,
pipet ukur 10 mL, cuvet, pengaduk magnet,
larutan baku Fe2+ 10 ppm, HNO34 N, KCNS,
H2O, dan sampel air sumur.
b. Pembuatan Larutan Standar Fe
Mengambil masing-masing 1 ppm, 2 ppm, 3
ppm, 4 ppm, 5 ppm, dan 6 ppm larutan Fe2+ 10
ppm ke dalam Erlenmeyer 50 mL.
Menambahkan masing-masing 5 mL larutan
KCNS
Menambahkan masing-masing 5 mL larutan
HNO34 N
Menambahkan aquadest hingga tanda batas, lalu
mengocoknya sampai larutan menjadi homogen.
Memindahkan larutan ke dalam gelas kimia.
Lalu masukaan dalam cuvet dan hitung
absorbansi dengan spektrofotometer dengan
panjang gelombang 480 nm.
c. Analisis Kadar Fe
Mengambil 10 mL air sumur ke dalam
Erlemeyer 100 mL
Menambahkan KCNS 5 mL
Menambahkan HNO34 N 5 mL
Kocok dengan cepat selama 1 menit
Lalu masukaan dalam cuvet dan hitung
absorbansi
dan
konsentrasinya
dengan
spektrofotometer dengan panjang gelombang
480 nm.
Larutan sampel yang telah melewati waktu 10
menit tidak boleh diujikan.

Analisis Data
Tabel 1. Absorbansi Larutan Standar
Konsentrasi (ppm)
Larutan standar 1
Larutan standar 2
Larutan standar 3
Larutan standar 4
Larutan standar 5
Larutan standar 6
a.

Absorbansi
0,941
1,676
2,062
2,220
2,765
3,217

Menghitung besarnya tetapan absorbtivitas


A= a.b.c
y

m x

Tabel 2. Data Pengamatan dan Perhitungan


Konsentrasi (ppm)
Absorbansi
x
y
1
0,941
2
1,676
3
2,062
4
2,220
5
2,765
6
3,217
1) Menentukan titik sentroid:

1 2 3 4 5 6 21

3,5
6
6
0,941 1,676 2,062 2,220 2,765 3,217 12,881
y

2,14
N
6
6
Jadi titik sentroid x , y 3,5 , 2,14
x

N
yi

2) Membuat kurva kalibrasi


Kurva Kalibrasi Larutan Standar Fe

Gambar 2. Kurva Kalibrasi antara Konsentrasi


dan Absorbansi Larutan Standar Fe

27,7 %

3) Menghitung gradien (m)


y1 = 2,5
y2 = 2,75
m

x1 = 5

Karena kesalahan relatif sebesar

x2 = 5,75

nilai
ab ab 0,33 0,09

, maka

m m 0,33 0,09

y y 2 y 1 2,75 2,5 0,25

0,333
x x 2 x 1
5,75 5 0,75

sehingga

nilai

Karena m ab, maka nila ab 0,333


b.

4) Menghitung m
Menghitung m1
y1 = 2,8
y2 = 3,05
m1

x1 = 5,15
x2 = 5,75

y y 2 y 1 3,05 2,8 0,25

0,416
x x 2 x 1 5,75 5,15 0,6

Menghitung m2
y1 = 1,7
x1 = 1,5
y2 = 2
x2 = 2,8
y y 2 y 1
2 1,7 0,3
m2

0,231
x x 2 x 1 2,8 1,5 1,3
Menghitung m
m

m1 m m - m 2
2
0,416 0,333 0,333 - 0,231
2
0,083 0,102
2

0,185

2
0,0925

Menghitung konsentrasi sampel


Tabel 3. Absorbansi Sampel Air sumur daerah
Cibiru, Bandung
Sampel
Absorbansi
Air sumur

0,139

A a.b.c
A m.c
A
c
m
0,139
c
0,33
c 0,4212 ppm

2
c 2 . m
m
2

0,139
. 0,09 2

2

0,33

Karena m ab, maka nila ab 0,0925

0,139


.0,0081
0,1089

5) Menentukan Kesalahan Relatif (KR)


m
KR
100 %
m
0,0925

100 %
0,333
0,277 100 %
27,7 %

1,2764 2 .0,0081

1,629197.0,0081
0,01319650
0,1148760
0,1148 ppm

Menentukan Kesalahan Relatif (KR)

0,42 0,11 ppm

c
100 %
c
0,1148

100 %
0,4212
0,272 100 %
27,2 %

KR

. Konsentrasi Fe dalam sampel


memenuhi standar yang ditetapkan oleh Departemen
Kesehatan
RI
di
dalam
No.
492/MENKES/PES/IV/2010 tentang air bersih yaitu
sebesar < 0,3 ppm.

27,2 %
Karena kesalahan relatif sebesar

c c 0,42 0,11 ppm

, maka

nilai
Jadi kadar besi dalam larutan
sampel air sumur daerah Cibiru, Bandung adalah

0,42 0,11 ppm

. Konsentrasi Fe dalam
sampel melebihi standar yang ditetapkan oleh
Departemen Kesehatan RI di dalam No.
492/MENKES/PES/IV/2010 tentang air bersih
yaitu sebesar < 0,3 ppm.
KESIMPULAN
Spektofotometri UV-Vis adalah teknik
analisis spektroskopi yang memakai sumber REM
(radiasi elektromagnetik) ultraviolet dekat (190-380
nm) dan sinar tampak (380-780 nm) dengan memakai
instrumen
spektrofotometer.
Prinsip
kerja
spektrofotometri UV-Vis mengacu pada hukum
Lambert-Beer. Apabila cahaya monokromatik melalui
suatu media (larutan), maka sebagian cahaya tersebut
akan diserap, sebagian dipantulkan dan sebagian lagi
akan dipancarkan. Cahaya polikromatik UV akan
melewati monokromator kemudian akan mengubah
cahaya polikromatis menjadi cahaya monokromatis
(tunggal). Berkas-berkas cahaya dengan panjang
tertentu kemudian akan dilewatkan pada sampel yang
mengandung suatu zat dalam konsentrasi tertentu.
Radiasi yang melewati sampel akan ditangkap oleh
detektor yang berguna untuk mendeteksi cahaya yang
melewati sampel tersebut. Cahaya yang melewati
detektor diubah menjadi arus listrik yang dapat
dibaca melalui recorder dalam bentuk transmitansi
absorbansi atau konsentrasi. Penentuan kadar besi
(Fe) air sumur menggunakan spektrofotometer UVVisible meliputi dua metode, yaitu metode satu
standar dan metode kurva kalibrasi. Metode satu
standar meliputi preparasi larutan standar Fe (1 ppm,
2 ppm, 3 ppm, 4 ppm, 5 ppm, dan 6 ppm) dan
analisis kadar Fe. Kadar besi dalam larutan sampel
air sumur daerah Cibiru, Bandung adalah

DAFTAR PUSTAKA
Arthur Beiser. 1987. Konsep Fisika Modern
(diterjemahkan oleh The Houw Ling).
Jakarta: Erlangga.
Berkat Putra. (2010). Analisa Kualitas Fisik,
Bakteriologis dan Kimia Air Sumur Gali
serta Gambaran Keadaan Konstruksi
Sumur Gali di Desa Patumbak Kampung
Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli
Serdang. Sumatera: Universitas Sumatera
Utara.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/12345
6789/19496/4/Chapter%20II.pdf (22 Juli
2015)
Dana B. Setiawan. (2012). Penentuan Kadar Besi dalam
Air
Rumah
Tangga.
https://www.academia.edu/5350214/PENENTUAN
_KADAR_BESI_DAL. AM_AIR (diakses tangga
l 18 Juli 2015).
David Harvey. 2000. Modern Analytical Chemistry.
USA: The Mc. Graw-Hill Companies.
Depkes RI. (2001). Pedoman Pelayaran Pusat Sterilisasi
(CSSD) di Rumah Sakit. Jakarta:
Departemen Kesehatan RI
Fatimah, Yanlinastuti, Yoskasih. (2005). Kualifikasi
Alat Spektrofotometer UV-Vis untuk
Penentuan Uranium dan Besi dalam U3O8.
Penelitian EBN
Larry G. (1988). Analytical Chemistry:Principles
And Technigues. New Jersey : Prentice
Hall Inc.
Muhammad Mulja. (1995). Analisis Instrumental.
Surabaya: Erlangga University Press.
Pecsok and Shield. (1968). Modern Methods of
Chemical Analysis. New York : John Wiley
& Sons.
Rukaesih Achmad. (2004). Kimia Lingkungan.
Yogyakarta: ANDI
Tri Panji. (2012). Teknik Spektroskopi. Yogyakarta :
Graha Ilmu
Wahyu Widowati, Astiana Sastiono, dan Raymond
Jusuf
R.
(2008).
Efek
Toksik
Logam. Yogyakarta: ANDI