Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Spektrofotometri suatu metode analisa yang didasarkan pada pengukuran
serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang
gelombang spesifik dengan mengguankan monokromator prisma atau kisi difraksi
dengan detektor fotolistrik. Peralatan yang digunakan dalam spektrofotometri
disebut spektrofotometer. Spektrofotometer adalah alat untuk mengukur
transmitan

atau

absorban

suatu

sampel

sebagai

fungsi

panjang

gelombang. Spektrofotometer merupakan gabungan dari alat optik dan elektronika


serta sifat-sifat kimia fisiknya. Detektor dapat mengukur intensitas cahaya yang
diabsorbsi. Tiap media akan menyerap cahaya pada panjang gelombang tertentu
tergantung pada senyawa atau warna yang terbentuk. Sinar atau cahaya yang
berasal

dari

sumber

tertentu

disebut

radiasi

elektromagnetik.

Radiasi

elektromagnetik yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah cahaya


Matahari. Cahaya yang dimaksud dapat berupa cahaya tampak, UV, dan
inframerah.
Berdasarkan sumber cahaya yang digunakan, spektrofotometri terdiri dari
beberapa jenis antara lain: spektrofotometri UV (Ultra violet), spektrofotometri
Vis (Visible), spektrofotometri UV-Vis, dan spektrofotometri IR (Infra Red). Dari
keempat spektrofotometri tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan masingmasing.

Spektrofotometri

UV-Vis

merupakan

gabungan

antara

prinsip

spektrofotometri ultra violet dan spektrofotometri sinar tampak. Alat ini


menggunakan dua buah sumber cahaya yang berbeda, yaitu sumber cahaya ultra
violet dan sumber cahaya tampak. Larutan yang dianalisis diukur serapan sinar
ultra violet atau sinar tampaknya. Konsentrasi larutan yang dianalisis akan
sebanding dengan jumlah sinar yang diserap oleh zat yang terdapat dalam larutan.
Spektrofotometer UV-Vis banyak dimanfaatkan seperti dalam analisis logam
berbahaya dalam sampel pangan atau bahan yang sering digunakan dalam
kehidupan (Fatimah, Yanlinastuti, dan Yoskasih, 2005: 2).
1

Air merupakan unsur yang sangat esensial bagi kehidupan semua


makhluk termasuk manusia. Pemenuhan kebutuhan air haruslah memenuhi dua
syarat yaitu kuantitas dan kualitas. Kuantitas air yang diperlukan untuk berbagai
penggunaan oleh masyarakat adalah berbeda-beda tergantung tingkat sosial
budaya, suhu atau iklim, dan ketersediaannya yang ditentukan oleh berbagai
faktor. Syarat kualitas meliputi persyaratan fisik, kimiawi, bakteriologis, dan
radioaktif. Syarat-syarat tersebut merupakan suatu kesatuan. Jadi jika ada satu
parameter saja yang tidak memenuhi syarat, maka air tersebut tidak layak untuk
dikonsumsi. Pemakaian air minum yang tidak memenuhi kualitas tersebut dapat
menimbulkan gangguan (Depkes RI, 2001: 27-28).
Menurut Dana B. Setiawan (2012: 2): besi merupakan unsur esensial bagi
konsumsi gizi manusia dengan kisaran kadar sekitar 10-50 mg/hari untuk zat besi.
Besi digunakan sebagai zat penambah darah bagi penderita anemia. Salah satu
bentuk garam besi yang digunakan sebagai zat aktif dalam sediaan penambah
darah adalah besi (II) sulfat. Dalam bidang kesehatan, besi (Fe2+) dalam dosis
besar pada manusia bersifat toksin, karena konsumsi Fe 2+ berlebih akan
mengakibatkan peningkatan feritrin dan hemosiderin dalam sel parenkim hati
sehingga dalam jangka panjang akan merusak kerja organ seperti pankreas, otot
jantung, dan ginjal.
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka penulis memilih
judul Seminar Fisika: Penentuan Kadar Besi (Fe) dalam Air Sumur dengan
Spektrofotometri UV-Vis.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka dapat
diidentifikasi beberapa permasalahan yang timbul, antara lain:
1. Masing-masing

spektrofotometri

tersebut

memiliki

kekurangan

dan

kelebihan.
2. Kandungan Fe dalam air sangat mempengaruhi kesehatan masyarakat yang
menggunakannya.
3. Besi (Fe2+) dalam dosis besar pada manusia bersifat toksin

C. Pembatasan Masalah
Berdasarkan uraian identifikasi masalah yang dikemukakan, maka
permasalahan yang timbul dibatasi pada:
1. Metode yang digunakan adalah spektrofotometri UV-Vis.
2. Sampel yang digunakan hanya air sumur.
3. Analisis yang dilakukan adalah penentuan kadar besi (Fe).
D. Perumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah di atas, maka dapat
diajukan perumusan masalah pada Seminar Fisika ini sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan Spektrofotometri UV-Vis?
2. Bagaimana prinsip kerja Spektrofotometri UV-Vis?
3. Bagaimana cara penentuan kadar besi (Fe) dalam air sumur dengan
spektrofotometri UV-Vis?
E. Tujuan
Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka tujuan dari penulisan
Makalah Seminar Fisika ini adalah:
1. Menjelaskan pengertian Spektrofotometri UV-Vis.
2. Menjelaskan prinsip kerja Spektrofotometri UV-Vis.
3. Menjelaskan cara penentuan kadar besi (Fe) dalam air sumur dengan
spektrofotometri UV-Vis.
F. Manfaat
Hasil dari Seminar Fisika ini diharapkan dapat memberikan manfaat
sebagai berikut:
1. Bagi Mahasiswa:
Menjelaskan tentang prinsip kerja dan cara penggunaan Spektrofotometri UVVis untuk menentukan kadar besi (Fe) air sumur.
2. Bagi Dosen
Memberikan wawasan kepada dosen tentang penentuan kadar besi (Fe) dalam
air sumur dengan Spektrofotometri UV-Vis.
3. Bagi Pembaca
Menjelaskan cara penentuan kadar besi (Fe) dalam air sumur dengan
Spektrofotometri UV-Vis.