Anda di halaman 1dari 14

Kata Pengantar

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
limpahan rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah
Konsep Dasar Perubahan ini dengan baik. Adapun tujuan disusunnya makalah
ini adalah untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Dosen mata kuliah
Manajemen dan Kepemimpinan Akademi Keperawatan Samawa.
Tidak lupa juga penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak
yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, diantaranya:
Dosen mata kuliah Manajemen dan Kepemimpinan selaku dosen
pembimbing dan yang telah memberikan tugas ini.
Keluarga yang telah memberikan dukungan baik secara material maupun
spiritual.
Serta teman teman yang telah membantu baik secara langsung maupun
tidak langsung dalam proses pembuatan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak


terdapat kesalahan dan kekurangan oleh karena keterbatasan pengetahuan penulis.
Untuk itu penulis dengan senang hati menerima kritik serta saran saran yang
bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga bermanfaat...
Sumbawa, September 2011

Penulis

Daftar Isi

Kata Pengantar
BAB I

Pendahuluan
a. Latar Belakang...........................................................................4
b. Rumusan Masalah......................................................................4
c. Tujuan Penulisan........................................................................4
d. Metode Penulisan.......................................................................4
e. Sistematika Pembahasan............................................................5

BAB II

Pembahasan
a. Pengertian
Perubahan
......................................................................................................
6
b. Fungsi
Perubahan
......................................................................................................
6
c. Teori
Teori
Tentang
Perubahan
......................................................................................................
6
d. Hambatan
Dalam
Perubahan
......................................................................................................
8
e. Metode Menangani Penolakan Terhadap Perubahan
......................................................................................................
9

f. Respon Terhadap Perubahan


......................................................................................................
9
g. Jenis - Jenis Proses Perubahan
......................................................................................................
10
h. Strategi Perubahan
......................................................................................................
10
BAB III

Penutup

Daftar Pustaka

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perubahan merupakan usaha sistematik untuk mendesain ulang
suatu organisasi dengan cara melakukan adaptasi pada perubahan yang
terjadi dilingkungan eksternal maupun internal untuk mencapai sasaran
baru.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalah yang akan
dibahas dalam makalah ini adalah:
1. Apa yang dimaksud dengan Perubahan?
2. Untuk apa perubahan itu dilakukan?
3. Adakah teori yang membahas tentang perubahan?
4. Adakah hambatan dalam melakukan perubahan?
5. bagaimana cara menangani penolakan terhadap perubahan?
6. bagaimana respon seseorang terhadap suatu perubahan?
7. Apa saja yang termasuk dalam proses perubahan?
8. Bagaimana cara mensiasati perubahan?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui seberapa
jauh pola perubahan yang dapat terjadi dalam lingkungan di sekitar kita,
baik di lingkungan sekitar maupun didalam kelompok.
D. Metode Penulisan
Dalam penyusunan makalah ini, penulis menggunakan dua metode,
diantaranya:
Studi Kepustakaan : yaitu penulis membaca buku-buku dan kumpulan
mata kuliah yang berkaitan dengan penyusunan makalah ini.
Selain menggunakan metode studi kepustakaan, penulis juga
mengumpulkan berbagai data yang diperoleh dari internet yang
berkaitan dengan penyusunan makalah ini.

E. Sistematika Pembahasan
a. Bab I Pendahuluan
Pada bab ini penulis berusaha menjelaskan tentang latar belakang
masalah, rumusan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan, serta
sistematika pembahasan.
b. Bab II Pembahasan
Pada bab ini penulis memaparkan pembahasan yang sesuai dengan
rumusan masalah, yaitu mengenai hal-hal yang menyebabkan
terjadinya perubahan, manfaat perubahan itu sendiri, hambatan,
respon, serta metode dalam menangani penolakan terhadap suatu
perubahan.
c.

Bab III Penutup


Pada bab terakhir ini akan dijelaskan mengenai kesimpulan dari
keseluruhan pembahasan yang kemudian akan mampu menjawab
rumusanrumusan masalah yang ada dan juga diperolehnya gambaran
umum yang singkat mengenai konsep dasar perubahan.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Perubahan

Dalam hal ini perubahan yang dimaksud adalah perubahan yang direncanakan
yaitu suatu usaha sistematik untuk mendesain ulang suatu organisasi dengan
cara melakukan adaptasi pada perubahan yang terjadi dilingkungan eksternal
maupun internal untuk mencapai sasaran baru.

B. Fungsi Perubahan
Perubahan ditujukan utk menyelesaikan masalah.
Perubahan ditujukan untuk membuat prosedur kerja lebih efisien.
Perubahan ditujukan untuk mengurangi kegiatan yang tidak penting.

C. Teori - Teori Tentang Perubahan


TEORI KURT LEWIN (1951)
Lewin (1951) mengungkapkan bahwa perubahan dapat dibedakan menjadi 3
(tiga) tahapan, yang meliputi:
Unfreezing/pencairan: Membuat kebutuhan terhadap perubahan menjadi
nyata sehingga individu, kelompok, atau organisasi siap menerima bahwa
perubahan harus terjadi.
Changing: Menemukan dan mengadopsi sikap, nilai, dan tingkah laku baru
dengan bantuan agen perubahan terlatih, yang memimpin individu,
kelompok, atau seluruh organisasi melewati proses tersebut.
Refreezing/pemantapan: Transformasi pola tingkah laku baru menjadi
norma lewat penguatan dan dukungan mekanisme. (Kurt Lewin,1951 dari

Lancaster; J, Lancaster, W. 1982).

Faktor Pendorong Terjadinya Perubahan :


Kebutuhan dasar manusia :
Kebutuhan yang belum terpenuhi akan memotivasi perilaku sebagaimana
teori kebutuhan Maslow (1954).
Kebutuhan dasar interpersonal :
Manusia memilki tiga kebutuhan dasar interpersonal yang melandasi
sebagian besar perilaku seseorang:
1) kebutuhan untuk berkumpul bersama-sama
2) kebutuhan untuk mengendalikan/melakukan kontrol
3) kebutuhan untuk dikasihi, kedekatan dan perasaan emosional.

Faktor Penghambat :
Menurut New dan Couillard (1981), faktor penghambat (restraining force)
terjadinya perubahan yang disebabkan oleh:
Adanya ancaman terhadap kepentingan pribadi.
Adanya persepsi yang kurang tepat.
Reaksi psikologis.
Toleransi untuk berubah rendah.

Alasan Perubahan :
Lewin (1951) mengidentifikasi beberapa hal dan alasan yang harus

dilaksanakan oleh seorang manajer dalam merencanakan suatu perubahan,


yaitu:
Perubahan hanya boleh dilaksanakan untuk alasan yang baik.
Perubahan harus secara bertahap.
Semua perubahan harus direncanakan dan tidak secara drastis atau
mendadak.
Semua individu yang terkena perubahan harus dilibatkan dalam
perencanaan perubahan.

TEORI ROGER (1962) :


Roger (1962) mengembangkan teori dari Lewin (1951) tentang 3 tahap
perubahan dengan menekankan pada latar belakang individu yang terlibat
dalam perubahan dan lingkungan dimana perubahan tersebut dilaksanakan.
Roger(1962) menjelaskan 5 tahap dalam perubahan, yaitu: kesadaran,
keinginan, evaluasi, mencoba, dan penerimaan atau dikenal juga sebagai
AIETA (Awareness, Interest, Evaluation, Trial and Adoption).

TEORI LIPPITS (1973) :


Lippit (1973) mendefinisikan perubahan sebagai sesuatu yang direncanakan
atau tidak direncanakan terhadap status quo dalam individu, situasi atau proses
dan dalam perencanaan perubahan yang diharapkan, disusun oleh individu,
kelompok, organisasi atau sistem sosial yang mempengaruhi secara langsung

tentang status quo, organisasi lain atau situasi lain.

D. Hambatan Dalam Perubahan

Tidak mau atau tidak mampu untuk mengubah sikap dan tingkah laku
yang lama menjadi kebiasaan.

Individu yang diberi kebebasan cenderung untuk kembali ke pola


tingkah laku yang sudah menjadi kebiasaan.

E. Metode Menangani Penolakan Terhadap Perubahan


Pendidikan dan Komunikasi, yaitu menjelaskan kebutuhan akan dan
logika dari perubahan kepada individu, kelompok dan bahkan seluruh
organisasi.
Partisipasi dan Penyertaan, yaitu meminta anggota organisasi untuk
membantu mendesain perubahan.
Memberi Fasilitas dan Dukungan, yaitu menawarkan program pelatihan,
liburan, dukungan emosional dan memahami orang yang terpengaruh oleh
perubahan.

F. Respon Terhadap Perubahan


Terdapat beberapa respon yang berbeda-beda dari tiap-tiap individu
terhadap suatu perubahan, diantaranya:
1. Menerima dan mendukung
2. Tidak menerima tidak mendukung

3. Menolak:
a. Takut akan sesuatu yang tidak pasti (loss of predictability).
b. Takut akan kehilangan pengaruh.
c. Takut akan kehilangan ketrampilan & proficiency.
d. Takut kehilangan reward, benefit.
e. Takut akan kehilangan respect, dukungan, kasih sayang.
f. Takut akan suatu kegagalan yang akan dihadapi.

G. Jenis - Jenis Proses Perubahan


1. Perubahan ditinjau dari sifat proses:
a. Perubahan Spontan
Sebagai respon terhadap kejadian alamiah yang terkontrol
Perubahan yang akan terjadi tidak dapat diramalkan sebelumnya
b. Perubahan pada perkembangan
Perkembangan/ kemajuan yang terjadi pada individu, kelompok dan
organisasi dalam pertumbuhan-perkembangan.
c. Perubahan yang direncanakan
Sebagai upaya yang bertujuan untuk mencapai tingkat yang lebih baik,
dapat dikontrol
2. Perubahan ditinjau dari sifat keterlibatan
a. Perubahan partisipatif
Melalui penyediaan informasi yang cukup
Adanya sikap positif terhadap inovasi
Timbulnya komitmen
b. Perubahan paksaan (coerced change)
Melalui perubahan total dari organisasi
Memerlukan kekuatan personal (personal power)
3. Perubahan ditinjau dari sifat pengelolaan
a. Perubahan berencana
Menyesuaikan kegiatan dengan tujuan
Dengan titik mula yang jelas dan dipersipkan, sesuai dengan tujuan
yang akan dicapai
b. Perubahan acak/ kacau

10

Tanpa usaha mempersiapkan titik awal perubahan


Tidak ada usaha mempersipakan kegiatan sesuai dengan tujuan
H. Strategi Perubahan (Chin & Benne)
Bagaimana cara seorang individu maupunkelompok mengadakan
perubahan
rangkaian kegiatan menuju proses perubahan
1. Strategi rasional-empirik (empirical-rational strategies)
a. Asumsi dasar: manusia adalah rasional
b. Diyakini bahwa perubahan itu diperlukanRiset dasar dan
desiminasi ilmu pengetahuan melalui pendidikan umum
c. Pemilihan personel dan penggantian dari mereka yang tidak sesuai
dengan posisi yang diduduki; diperlukan orang yang tepat untuk
jabatan/ posisi yang tepat (the right person in the right position).
d. System analysts sebagai staf dan konsultan, terutama yang
berhubungan dengan kesukaran/ masalah system.
2. Strategi reedukatif normatif (normative-reeducative strategies),
didasarkan pada:
Pola kegiatan dan perbuatan didukung oleh norma sosiokultural,
dan oleh komitmen individual terhadap norma-norma tersebut.
Norma sosiokultural didukung oleh sikap dan sistem nilai
individual.
Pendekatan normatif-reedukatif untuk mengadakan perubahan,
melalui intervensi langsung dari change agent, intervensi yang
didasarkan pada penerapan teori berubah yang mantap, ke dalam
kehidupan sistem klien, baik individu, kelompok, organisasi atau

11

komunitas.
Beberapa elemen yang lazimnya terdapat pada pendekatan ini:
Pelibatan klien dalam proses penyusunan proses berubah; cara
klien melihat dirinya sendiri dan melihat masalahnya harus
diperhatikan dan dipadukan dengan pandangan change agent.
Melihat kemungkinan bahwa masalah terletak pada sikap, nilai
norma, dan hubungan internal/ eksternal dari sistem klien, dan
yang mungkin memerlukan perubahan arau reedukasi, sebagai
kondisi untuk mengadakan penyelesaian masalah.
Change agent harus mempelajari cara intervensi timbal balik dan
kolaboratif.
Unsur-unsur yang tidak disadari memberi saham/ mempunyai
pengaruh pada penyelesaian masalah, harus dibawa ke permukaan.
Metode dan konsep ilmu perilaku merupakan sumber yang
digunakan change agent dan klien secara selektif, relevan dan
benar.
3. Strategi paksaan kekuatan (power coercive approaches)
Didasarkan pada penggunaan kekuatan/ kekuasaan pada umumnya
didasarkan pada sanksi ekonomi dan politik.
Bentuk strategi coercive lainnya adalah dengan menggunakan moral
power dan political power:
Menggunakan institusi politik.
Melalui rekomposisi dan manipulasi kelompok penguasa (power
elite).
Mengadakan perbaikan strategi (bila diperlukan).
Mengimplementasikan proyek perubhan (change project).
Mengadakan observasi dan mengendalikan/ mengatasi hambatan.
Mengadakan evaluasi hasil perubahan/ berubah.
Memformulasikan rekomendasi untuk kegiatan masa depan atau
modifikasi.

12

Daftar Pustaka
http://rofiqahmad.wordpress.com/2008/05/07/perubahan-dalamkeperawatan/
http://www.anakciremai.com/?cx=partner-pub2013692070141448%3Ai70eq0-opgh&cof=FORID%3A9&ie=ISO-8859-

13

1&q=konsep+dasar+perubahan&sa=Cari+Makalah+Anakciremai&siteurl
=www.anakciremai.com%252F2008%252F05%252Fmakalahmanajemen-tentang-perubahan-dan.html#940

14