Anda di halaman 1dari 12

LATIHAN

PENGISIAN DAN PENGOSONGAN OTOMATIS PADA


TANUR DAPUR LISTRIK
DI
S
U
S
U
N
oleh :

NAMA

: AMANDA MANURUNG

NIM

: 1405031048

KELAS

: EL-4B

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO


JURUSAN TEKNIK LISTRIK
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
MEDAN
2015
1.1. Tujuan Latihan

Menggambarkan instalasi pabrik dalam bentuk diagram


blok.
Menggambarkan fungsi instalasi pabrik tadi dengan
menggunakan diagram kerja.
Menyusun gambar rangkaian sesuai dengan diagram blok
rangkaian kerja.

1.2. Tugas-tugas siswa

Mempelajari bagan dan uraian.

Menyusun blok diagram, yang memuat semua kebutuhan


kabel.

Mengembangkan diagram kerja sesuai dengan uraian.

Mengembangkan/menyusun gambar rangkaian.


1.3. Pengenalan
Tanur dapur listrik di pasang sebagai bagiam pada garis
prduksi,operator akan memeriksa instalasi pabrik sebagain
bagian di antara tugas-tugas lain.

1.4. Deskripsi kerja.


Membaca pada uraian ini, dan memperhatikan gambar 4.3,
kenalilah dan ikuti perjalanan kerjanya. Sklar pengontrol sesuai
instalasi pabrik. Lampu tanda merah menunjukkan adanya beban
lebih ada ban berjalan. Lampu tanda hijau menunjukkan bahwa
motor penggerak ban berjalan sedan bekerja.
System instalasi ini adalah sebagai berikut :
Setelah tombol di tekan, lalu bekerja otomatis.
Setelas melalui saluran barang/benda tadi stu persatu berada di
atas ban berjalan. Benda yang pertama jatuh/masuk kedalam

tanur dapur, mematikan lampu pembatas, memutus bahaya


sensor ( transduser ) 1, kemudian mematikan ban berjalan dn
menggerakan relay 1 untuk menyuplai klep 1.
Sklar pembatas Ls 1 , dalam posisi kerjanya memberi sumber
tegangan relay 2. Yang selanjutnya memberi sumber klep 2
dengan udara penutup pintu 2. Ls 2 melalui pemanasan. Untuk
temperature 800C thermostat th 1 mengontrol hubungan delta
pada pemanas ( 3/3 P ).
Setelah mencapai temperature 800C, th 1 putus da nth 2
melanjutkan

pemeliharaan

termperatur

antara

800C-820C

dengan menggunakan hubungan Y pada pemanas. Juga, pada


saat mencapai temperature 800C ( temperature panas ) melalu
waktu penyepuhan dan mengakhirinya, kemudian ( dalam hal ini
sesudah 1- 3 menit ) pemanas harus berhenti pintu 1 dan pintu 2
harus terbuka. LS3 adalah pemacu ( trigger ) untuk gerakan maju
pada klep 3 , diputuskan oleh relay 3.

Gerakan mundur, menarik keluar benda yang di kerjakan , di


putuskan oleh klep 3, di putuskan oleh relay 3. Gerakan mudur,
menarik keluar benda yang di kerajakan, di putuskan oleh timer.
Benda tersebut, di bawa keluar dari tanur untuk pengerjaaan
selanjutnya, lampu pembatas 2 yang memberi singnal-signal
kepada sabuk berjalan untuk memulai bekerja. Benda selanjutnya
ayang datang melewati sensor 1 ( selanjutnya harap membaca
tanda * ).

1.5. Diagram blok.

Untuk memeriksa pemasangan yang telah di lakukan oleh siswasiswi,

jika

diperlukan,

saudara

boleh

memberi

petunjuk

kepadanya, tetapi siswa harus mengerjakan tugasnya dalam


semua perencanaan dan gambar.

Prinsip kerja rangkaian/ fungsi dari setiap komponen.


1. S 11 merupakan tombol tekan untuk mengoperasikan k 11 M
2. K 11 M berfungsi menjalan motor reduktor pada ban berjalan.
Setelah ban berjalan maka barang akan melewati dan
menutupi lampu pembatas 1,pada sensor S 11 AE.
3. S 11 AE merupakan sensor ( transduser ) yang berfungsi
sebagai sklar, apabila barang/benda menutupi lampu
pembatas 1. Dan kemudian menghidupkan K12.
4. K 12 merupakan kontaktor pembantu dalam rangkaian yang
berfungsi untuk mmenghidupkan K 13 M dan mematikan fungsi
dari K11M.
5. K 13 M berfungsi untuk menghidupkan Y 14 Dan menyentuh LS
1 (limit switch).
6. Y 14 merupakan relay pada kumparan 1 yang berfungsi untuk
menutup pintu 1 hingga LS 1 tersentuh.
7. LS 1 (limit switch ) berfungsi untuk menjalankan Y 15.
8. Y 15 merupakan kumparan pada katub 2 yang berfungsi untuk
menutup pintu pemanas 2, dan pintu 2 akan menyentuh LS 2.
9. LS 2 berfungsi untuk menjalankan k 16 dan k 17.
10. K 16 dan K17 adalah kontaktor tambahan pada rangkaian
pemanasan pada tanur dapur listrik.
11. K 16 befungsi untuk menghubungkan dan memutus K 20 M &
K 21 T.
12. K 17 juga berfungsi untuk menjalankan K 18 dan K 19 M
hingga suhu pada tanur pemanas mencapai 800C. dan setelah
mencapai suhu 800C K 19 M akan terputus suplay
tegangannya.
13. K 18 M merupakan kontaktor yang berfungsi untuk menyuplay
tegangan pada pemanas tanur.
14. K 19 M merupakan kontaktor utama untuk hunbungan delta
pada saat proses pemanasan dari 0-800C.
15. S17AE 1 ( th 1 ) merupakan saklar suhu (thermostat ) yang
bekerja apabila sudah mencapai suhu 800C maka K 17 akan
terputus sehingga K 19 M akan mati dan K 20 M akan
terhubung.
16. S17AE 2 ( th 2 ) merupakan sklar suhu ( thermostat ) yang
bekerja apabila suhu pada pemanas sudah mencapai 820C

akan mematikan K 16 sehingga K 20 M akan mati dan proses


pemanasan selesai.
17. K 20 M merupakan kontaktor utama untuk hubungan bintang
pada proses pemanasan antara suhu 800-820C.
18. K 21 T merupakan kontaktor bantu yang di lengkai dengan
timer phenomatik yang berfungsi untuk mengatur lamanya
proses pemanasan berlangsung sekitar 3 menit pemanasan
pada tanur listrik. Dan juga menghidupkan K 22.
19. K 22 merupakan kontaktor bantu pada rangkaian pemanasan
yang berfungsi untuk mematikan suplay tegangan pada relay
Y15, Y 16, K 18 M, K 19 M, dan K 20 M. sehingga katub 1 dan
katub 2 akan terbuka kembali. Selanjutnya katub 2 akan
menyentus LS 3.
20. LS 3 merupakan limit switch yang di letakkan di belakang
pintu katub 2, yang berfungsi untuk menghubungkan suplay
tegangan ke K 23 T dan Y 24.
21. K 23 T merupakan kontaktor yang di lengkapi dengan timer.
Timer berfungsi untuk mengatur lamanya waktu untuk
menyuplai tegangan pada relay Y 24.
22. Y 24 merupakan relay pada katub 3 yang berfungsi untuk
mengosongkan tanur pemanas listrik. Dan barang yang keluar
dari tanur pemanas akan menghalangi lampu pembatas 2 atau
menghalangi sensor S26AE.
23. S26AE merupakan sensor yang berfungsi untuk memberikan
sinyal bahwa tanur pemanas sudah kosong dan menjalankan
kembali K 11 M . dan menjalankan kembali barang yang akan
di panaskan demikian prosesnya akan berulang-ulang.
24. RED ( H 27 ) merupakan lampu tanda apabila terjadi over load
atau beban lebih pada ban berjalan atau pada motor reduktor.
25. WHITE ( H 28 ) merupakan lampu tanda yang menandakan
mesin siap untuk di jaklankan.
26. GREEN ( H 29 ) merupak lampu tanda untuk menandakan
bahwa motor reduktor atau ban berjalan sedang bekerja.