Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

ILMU ALAMIAH DASAR


D
I
S
U
S
U
N
Oleh:
Agustina
Nisa Istiqomah Harahap
Nurhasnah
Sara Eva Halifah
Sy.M. Taufik
Veronika Sally Angeline
Wilianus Boncel

PENDIDIKAN KIMIA
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
TAHUN AJARAN 2011/2012
Kata Pengantar
1

Segala puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena
berkat rahmat dan hidayah-Nya kelompok kami dapat menyelesaikan
makalah Ilmu Alamiah Dasar dengan lancar . Selain itu, bimbingan dari Pak
Tulus sebagai dosen pembimbing pada mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar ini
ikut membantu serta dalam mendukung penyelesaian makalah yang
kelompok kami buat ini.
Makalah ini lebih difokuskan dalam penjabaran mengenai Alam
Semesta yang membahas tentang Planetoida atau Asteroida, komet, meteor
dan satelit. Melalui makalah ini, penulis selalu berharap agar makalah ini
bermanfaat sebagai pengetahuan dan penunjang untuk mengetahui secara
spesifik mengenai Alam Semesta.
Kami sadar makalah ini belum sempurna sesuai dengan sifat ilmu yang
selalu berkembang. Kritik dan saran yang membangun selalu kami terima
dengan tangan terbuka.

Pontianak, 1 November
2011

Penulis

Daftar Isi
Kata
Pengantar
..2
Daftar
Isi
..3
BAB I
Pendahuluan
..4
BAB
II
ISI
..5
A. Planetuido
atau
Asteroid
5
B. Komet
.6
C. Meteor
8
D. Satelit
.8
BAB III Penutup.

12
Daftar
Pustaka
..13

BAB I
PENDAHULUAN
Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah
bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya
gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang
sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173
satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor,
asteroid, komet) lainnya.
Tata Surya terbagi menjadi Matahari sebagai pusat tata surya yang
berada pada jarak 30 tahun cahaya dari pusat bhima sakti, empat planet
bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian
terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar.
Planetoida, komet, meteor dan satelit merupakan bagian dari tata
surya itu sendiri. Ada terdapat beribu-ribu planetoida, komet, dan meteor
sedangkan satelit terbagi lagi atas dua jenis, yaitu satelit alam dan satelit
buatan. Dari sinilah sifat ilmu alamiah dasar selalu berkembang dan
berdampak terhadap segala bidang baik transportasi, teknologi dan
komunikasi.

BAB II

A. ASTEROID
Asteroid, pernah disebut sebagai planet minor atau planetoid, adalah
benda berukuran lebih kecil daripada planet, tetapi lebih besar daripada
meteoroid, umumnya terdapat di bagian dalam Tata Surya (lebih dalam dari
orbit planet Neptunus). Asteroid berbeda dengan komet dari penampakan
visualnya. Komet menampakkan koma ("ekor") sementara asteroid tidak.
Asteroid pertama yang ditemukan adalah 1 Ceres yang ditemukan
pada tahun 1801 oleh Giuseppe Piazzi. Kala itu, asteroid disebut sebagai
planetoid. Sudah sebanyak ratusan ribu asteroid di dalam tata surya kita
diketemukan dan kini penemuan baru itu rata-rata sebanyak 5000 buah per
bulannya. Pada 27 Agustus 2006, dari total 339.376 planet kecil yang
terdaftar, 136.563 di antaranya memiliki orbit yang cukup dikenal sehingga
bisa diberi nomor resmi yang permanen. Di antara planet-planet tersebut,
13.350 memiliki nama resmi (trivia: kira-kira 650 di antara nama ini
memerlukan tanda pengenal).

(Sabuk asteroid (titik-titik putih)

Dari kiri ke kanan: 4 Vesta, 1 Ceres, Bulan.

Kini diperkirakan bahwa asteroid yang berdiameter lebih dari 1 km


dalam sistem tata surya berjumlah total antara 1,1 hingga 1,9 juta. Astroid
terluas dalam sistem tata surya sebelah dalam, yaitu 1 Ceres dengan
diameter 900-1000 km. Dua asteroid sabuk sistem tata surya sebelah dalam,
yaitu 2 Pallas dan 4 Vesta, keduanya memiliki diameter ~ 500 km. Vesta
merupakan asteroid sabuk paling utama yang kadang-kadang terlihat oleh
5

mata telanjang (pada beberapa kejadian yang cukup jarang, asteroid yang
dekat dengan bumi dapat terlihat tanpa bantuan teknis; lihat 99942
Apophis).
Massa seluruh asteroid Sabuk Utama diperkirakan sekitar 3.03.61021 kg, atau kurang lebih 4% dari massa bulan. Dari kesemuanya ini, 1
Ceres bermassa 0.951021 kg, 32% dari totalnya. Kemudian asteroid
terpadat, 4 Vesta (9%), 2 Pallas (7%) dan 10 Hygiea (3%), menjadikan
perkiraan ini menjadi 51%; tiga seterusnya, 511 Davida (1.2%), 704
Interamnia (1.0%) dan 3 Juno (0.9%), hanya menambah 3% dari massa
totalnya. Jumlah asteroid berikutnya bertambah secara eksponensial
walaupun massa masing-masing turun. Dikatakan bahwa asteroid Ida juga
memiliki sebuah satelit yang bernama Dactyl.

A.

Komet
dalam suatu lintasan

KOMET

Komet mengorbit matahari

Komet merupakan salah satu anggota dari keluarga system tata surya.
Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan garis edar
berbentuk lonjong atau parabolis atau hiperbolis.
Kata "komet" berasal dari bahasa yunani, yang berarti "rambut
panjang". Istilah lainnya adalah bintang berekor yang tidak tepat karena
komet sama sekali bukan bintang. Orang Jawa menyebutnya sebagai lintang
kemukus karena memiliki ekor seperti buah kemukus yang telah dikeringkan.
Komet terbentuk dari es dan debu. Komet terdiri dari kumpulan debu
dan gas yang membeku pada saat berada jauh dari matahari. Ketika
mendekati matahari, sebagian bahan penyusun komet menguap membentuk
kepala gas dan ekor. Komet juga mengelilingi matahari, sehingga termasuk
dalam sistem tata surya. Komet merupakan gas pijar dengan garis edar yang
berbeda-beda. Panjang "ekor" komet dapat mencapai jutaan km. Beberapa
komet menempuh jarak lebih jauh di luar angkasa daripada planet. Beberapa
6

komet membutuhkan ribuan tahun untuk menyelesaikan satu kali mengorbit


matahari.

Bagian-Bagian Komet
Bagian-bagian komet terdiri dari inti, koma, awan hidrogen, dan ekor. Bagianbagian komet sebagai berikut :

Inti, merupakan bahan yang sangat padat, diameternya mencapai


beberapa kilometer, dan terbentuk dari penguapan bahan-bahan es
penyusun komet, yang kemudian berubah menjadi gas.

Koma, merupakan daerah kabut atau daerah yang mirip tabir di


sekeliling inti.

Lapisan hidrogen, yaitu lapisan yang menyelubungi koma, tidak


tampak oleh mata manusia. Diameter awan hidrogen sekitar 20 juta
kilometer.

Ekor, yaitu gas bercahaya yang terjadi ketika komet lewat di dekat
matahari.

Inti komet adalah sebongkah batu dan salju. Ekor komet arahnya selalu
menjauh dari matahari. Bagian ekor suatu komet terdiri dari dua macam,
yaitu ekor debu dan ekor gas. Bentuk ekor debu tampak berbentuk
lengkungan, sedangkan ekor gas berbentuk lurus. Koma atau ekor komet
tercipta saat mendekati matahari yaitu ketika sebagian inti meleleh menjadi
gas. Angin matahari kemudian meniup gas tersebut sehingga menyerupai
asap yang mengepul ke arah belakang kepala komet. Ekor inilah yang
terlihat bersinar dari bumi. Sebuah komet kadang mempunyai satu ekor dan
ada yang dua atau lebih.

Jenis-Jenis Komet
Berdasarkan bentuk dan panjang lintasannya, komet dapat diklasifikasikan
menjadi dua, yaitu sebagai berikut :

Komet berekor panjang, yaitu komet dengan garis lintasannya sangat


jauh melalui daerah-daerah yang sangat dingin di angkasa sehingga
berkesempatan menyerap gas-gas daerah yang dilaluinya. Ketika
mendekati matahari, komet tersebut melepaskan gas sehingga
membentuk koma dan ekor yang sangat panjang. Contohnya, komet
7

Kohoutek yang melintas dekat matahari setiap 75.000 tahun sekali dan
komet Halley setiap 76 tahun sekali.

Komet berekor pendek, yaitu komet dengan garis lintasannya sangat


pendek sehingga kurang memiliki kesempatan untuk menyerap gas di
daerah yang dilaluinya. Ketika mendekati matahari, komet tersebut
melepaskan gas yang sangat sedikit sehingga hanya membentuk koma
dan ekor yang sangat pendek bahkan hampir tidak berekor. Contohnya
komet Encke yang melintas mendekati matahari setiap 3,3 tahun
sekali.

Nama-nama Komet
Sekarang telah dikenal banyak nama komet, antara lain sebagai berikut :

Komet Kohoutek.

Komet Arend-Roland dan Maikos yang muncul pada tahun 1957.

Komet Ikeya-Seki, ditemukan pada bulan September 1965 oleh dua


astronom Jepang, yaitu Ikeya dan T. Seki.

Komet Shoemaker-Levy 9 yang hancur pada tahun 1994.

Komet Hyakutake yang muncul pada tahun 1996.

Komet Hale-bopp yang muncul pada tahun 1997 dan lainnya.

B.

Meteor

Meteor adalah penampakan jalur jatuhnya meteoroid ke atmosfer


bumi, lazim disebut sebagai bintang jatuh. Penampakan tersebut disebabkan
oleh panas yang dihasilkan oleh tekanan ram (bukan oleh gesekan,
sebagaimana anggapan umum sebelum ini) pada saat meteoroid memasuki
atmosfer. Meteor yang sangat terang, lebih terang daripada penampakan
Planet Venus, dapat disebut sebagai bolide.
Jika suatu meteoroid tidak habis terbakar dalam perjalanannya di
atmosfer dan mencapai permukaan bumi, benda yang dihasilkan disebut
meteorit. Meteor yang menabrak bumi atau objek lain dapat membentuk
impact crater.

C.

Satelit

Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode


revolusi dan rotasi tertentu. Ada dua jenis satelit yaitu satelit alam dan
satelit buatan.
A. Satelit Buatan
Satelit buatan manusia pertama adalah Sputnik 1, diluncurkan oleh
Soviet pada tanggal 4 Oktober 1957, dan memulai Program Sputnik Rusia,
dengan Sergei Korolev sebagai kepala disain dan Kerim Kerimov sebagai
asistentnya. Peluncuran ini memicu lomba ruang angkasa (space race)
antara Soviet dan Amerika. Sputnik 1 membantuk mengidentifikasi
kepadatan lapisan atas atmosfer dengan jalan mengukur perubahan orbitnya
dan memberikan data dari distribusi signal radio pada lapisan ionosphere.
Karena badan satelit ini diisi dengan nitrogen bertekanan tinggi, Sputnik 1
juga memberi kesempatan pertama dalam pendeteksian meteorit, karena
hilangnya tekanan dalam disebabkan oleh penetrasi meteroid bisa dilihat
melalui data suhu yang dikirimkannya ke bumi.
Sputnik 2 diluncurkan pada tanggal 3 November 1957 dan membawa
awak mahluk hidup pertama ke dalam orbit, seekor anjing bernama Laika.
Pada bulan Mei, 1946, Project Rand mengeluarkan desain preliminari untuk
experimen wahana angkasa untuk mengedari dunia, yang menyatakan
bahwa, "sebuah kendaraan satelit yang berisi instrumentasi yang tepat bisa
diharapkan menjadi alat ilmu yang canggih untuk abad ke duapuluh".
Amerika sudah memikirkan untuk meluncurkan satelit pengorbit sejak 1946
dibawah Kantor Aeronotis angkatan Laut Amerika (Bureau of Aeronautics of
the United States Navy). Project RAND milik Angkatan Udara Amerika
akhirnya mengeluarkan laporan diatas, tetapi tidak mengutarakan bahwa
satelit memiliki potensi sebagai senjata militer; tetapi, mereka
menganggapnya sebagai alat ilmu, politik, dan propaganda. Pada tahun

1954, Sekertari Pertahanan Amerika menyatakan, "Saya tidak mengetahui


adanya satupun program satelit Amerika."
Pada tanggal 29 Juli 1955, Gedung Putih mencanangkan bahwa
Amerika Serikat akan mau meluncurkan satelit pada musim semi 1958. Hal
ini kemudian diketahui sebagai Project Vanguard. Pada tanggal 31 July,
Soviets mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan satelit pada
musim gugur 1957.
Mengikuti tekanan dari American Rocket Society (Masyarakat Roket
America), the National Science Foundation (Yayasan Sains national), and the
International Geophysical Year, interest angkatan bersenjata meningkat dan
pada awal 1955 Angkatan Udara Amerika dan Angkatan Laut mengerjai
Project Orbiter, yang menggunakan wahana Jupiter C untuk meluncurkan
satelit. Proyek ini berlangsung sukses, dan Explorer 1 menjadi satelit
Amerika pertama pada tanggal 31 januari 1958.
Pada bulan Juni 1961, tiga setengah tahun setelah meluncurnya
Sputnik 1, Angkatan Udara Amerika menggunakan berbagai fasilitas dari
Jaringan Mata Angkasa Amerika (the United States Space Surveillance
Network) untuk mengkatalogkan sejumlah 115 satelit yang mengorbit bumi.
Satelit buatan manusia terbesar pada saat ini yang mengorbit bumi
adalah Station Angkasa Interasional (International Space Station).

Jenis satelit

Satelit astronomi adalah satelit yang digunakan untuk mengamati


planet, galaksi, dan objek angkasa lainnya yang jauh.

Satelit komunikasi adalah satelit buatan yang dipasang di angkasa


dengan tujuan telekomunikasi menggunakan radio pada frekuensi
gelombang mikro. Kebanyakan satelit komunikasi menggunakan orbit
geosinkron atau orbit geostasioner, meskipun beberapa tipe terbaru
menggunakan satelit pengorbit Bumi rendah.

Satelit pengamat Bumi adalah satelit yang dirancang khusus untuk


mengamati Bumi dari orbit, seperti satelit reconnaissance tetapi
ditujukan untuk penggunaan non-militer seperti pengamatan
lingkungan, meteorologi, pembuatan peta, dll.

Satelit navigasi adalah satelit yang menggunakan sinyal radio yang


disalurkan ke penerima di permukaan tanah untuk menentukan lokasi
sebuah titik dipermukaan bumi. Salah satu satelit navigasi yang sangat
populer adalah GPS milik Amerika Serikat selain itu ada juga Glonass
10

milik Rusia. Bila pandangan antara satelit dan penerima di tanah tidak
ada gangguan, maka dengan sebuah alat penerima sinyal satelit
(penerima GPS), bisa diperoleh data posisi di suatu tempat dengan
ketelitian beberapa meter dalam waktu nyata.

Satelit mata-mata adalah satelit pengamat Bumi atau satelit


komunikasi yang digunakan untuk tujuan militer atau mata-mata.

Satelit tenaga surya adalah satelit yang diusulkan dibuat di orbit Bumi
tinggi yang menggunakan transmisi tenaga gelombang mikro untuk
menyorotkan tenaga surya kepada antena sangat besar di Bumi yang
dpaat digunakan untuk menggantikan sumber tenaga konvensional.

Stasiun angkasa adalah struktur buatan manusia yang dirancang


sebagai tempat tinggal manusia di luar angkasa. Stasiun luar angkasa
dibedakan dengan pesawat angkasa lainnya oleh ketiadaan propulsi
pesawat angkasa utama atau fasilitas pendaratan; Dan kendaraan lain
digunakan sebagai transportasi dari dan ke stasiun. Stasiun angkasa
dirancang untuk hidup jangka-menengah di orbit, untuk periode
mingguan, bulanan, atau bahkan tahunan.

Satelit cuaca adalah satelit yang diguanakan untuk mengamati cuaca


dan iklim Bumi.

Satelit miniatur adalah satelit yang ringan dan kecil. Klasifikasi baru
dibuat untuk mengkategorikan satelit-satelit ini: satelit mini (500
200 kg), satelit mikro (di bawah 200 kg), satelit nano (di bawah 10 kg).

Jenis orbit satelit


Banyak satelit dikategorikan atas ketinggian orbitnya, meskipun sebuah
satelit bisa mengorbit dengan ketinggian berapa pun.

Orbit Rendah (Low Earth Orbit, LEO): 300 - 1500km di atas permukaan
bumi.

Orbit Menengah (Medium Earth Orbit, MEO): 1500 - 36000 km.

Orbit Geosinkron (Geosynchronous Orbit, GSO): sekitar 36000 km di


atas permukaan Bumi.

Orbit Geostasioner (Geostationary Orbit, GEO): 35790 km di atas


permukaan Bumi.

11

Orbit Tinggi (High Earth Orbit, HEO): di atas 36000 km.

Orbit berikut adalah orbit


mengkategorikan satelit :

khusus

yang

juga

digunakan

untuk

Orbit Molniya, orbit satelit dengan perioda orbit 12 jam dan inklinasi
sekitar 63.

Orbit Sunsynchronous, orbit satelit dengan inklinasi dan tinggi tertentu


yang selalu melintas ekuator pada jam lokal yang sama.

Orbit Polar, orbit satelit yang melintasi kutub

Daftar negara peluncur satelit


Negara-negara yang mampu meluncurkan satelit sendiri, termasuk
pembuatan kendaraan peluncur. Daftar dibawah tidak menempatkan
berbagai negara tersebut, dan hanya mencantumkan negara yang mampu
meluncurkan satelitenya sendiri, ditambah tanggal dimana negara tersebut
menunjukan kemampuannya. Seterusnya juga tidak mencantumkan
konsorsium satelit atau satelite multinasional.

Satelit di Indonesia

Sebuah satelit dalam museum

Garis waktu satelit buatan dan probe angkasa

Satelit (berdasarkan tanggal peluncuran)


o Syncom 1 (1963 ), 2 (1963) dan 3 (1964)
o Anik 1 (1972)
o Aryabhata (1975) (India, launched by USSR)
12

o Hermes Communications Technology Satellite (1976)


o Munin (2000) (Swedish, launched by US)
o KEO satelit - sebuah kapsul waktu angkasa (2006)

Pelayanan satelit
o Telepon satelit
o Internet satelit
o Televisi satelit
o Radio satelit

Senjata anti-satelit

The Radiation Belt and Magnetosphere

BAB II
Penutup
Dari makalah kelompok kami ini dapat disimpulkan bahwa di alam
semesta ini terdapat
beribu-ribu benda-benda langit yang mengelilingi galaksi. Benda-benda
langit seperti planetoida yang merupakan benda berukuran kecil atau bukan
planet, komet atau bintang berekor yang merupakan kumpulan bongkah
batu diselubungi kabut gas, meteor atau bintang beralih yang berupa batubatu kecil berdiameter antara 0,2-0,5 mm dengan massa tidak lebih dari 1
gram, dan satelit yang merupakan pengiring planet.
Kami berharap makalah kelompok kami ini bias mendapat sambutan
baik dari para pembaca serta kritik dan saran dapat membantu sebagai
pembangun dalam membuat makalah yang selanjutnya.

13

Daftar Pustaka

http://id.wikipedia.org/wiki/Asteroid
http://id.wikipedia.org/wiki/Komet
http://id.wikipedia.org/wiki/Meteor
http://id.wikipedia.org/wiki/Satelit
Jasin, Drs. Maskoeri.2009.Ilmu Alamiah Dasar.Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

14