Anda di halaman 1dari 3

Panduan Praktik Klinis

SMF ILMU PENYAKIT PARU


RSUD SIDOARJO, SIDOARJO
2012 - 2014

ASMA BRONKIAL
1. Pengertian (Definisi)

Keradangan kronis saluran napas dengan banyak sel dan elemen


sel yang berperan, yang menyebabkan hambatan aliran udara
dan peningkatan airway hyperrespons iveness.

2. Anamnesis

Keluhan sesak napas, ngik-ngik, dada sesak episodik. Ada


variabilitas gejala sesuai cuaca, riwayat atopi, riwayat keluarga.

3. Pemeriksaan Fisik

Kelainan nasal berupa edema mukosa, hipersekresi, polip, dan


kelainan kulit ekzema, dermamtis atopik, sering dijumpai pada
asma alergi. Peningkatan kerja napas ditandai dengan penggunaan
otot bantu napas. Pada auskultasi berupa wheezing atau adanya
fase ekspirasi yang memanjang. Bila tidak eksaserbasi bisa
tidakdijumpai kelainan.

4. Kriteria Diagnosis

Bersifat episodik, dengan napas berbunyi ngik-ngik


(wheezing), kesulitan bernapas, dada sesak, dan batuk. Gejala
dapat terjadi spontan/dipresipitasi/eksaserbasi dengan berbagai
triger yang berbeda. Gejala sering memberat saat malam.

5. Diagnosis

Asma Bronkial

6. Diagnosis Banding

1. Kelainan saluran napas atas : paralisis cords rocalis, sindrom


disfungsi corda vocalis, aspirasi benda asing, massa
laringotrakeal, penyempitan trakea, tracheomalacia,edema
saluran napas akibat jelas inhalasi atau angioedema
2. Kelainan saluran napas bawah : PPOK (Penyakit Paru
Obstruktif Kronik), bronkiektasis, allergic bronchopnlmonarv
mycosis, cystic fibrosis, pneumoni eosinotilik, bronkiolitis
obliterans.
3. Gagal jantung kongestif (asma kardial), emboli paru, batuk akibat
obat (ACE inhibitor).
4. Gangguan psikiatri (konversi)

7. Pemeriksaan Penunjang

a.
b.
c.
d.
e.

8. Terapi

1. Antiinflamasi:
Glucocorticosteroid : inhalasi (MDI, nebulisasi), oral,
Parenteral inhalasi :
beclomethasone dipropionate : 2 x 2-3 puff (40ug) atau
1-2 puff (80g) sehari 2 kali
budesonide : 1 puff (200g), nebulisasi sehari 2 kali
fluticasone : 2 puff (250 mg), nebulisasi sehari 2 kali
flunisolide : 2-4 puff (250g) sehari 2 kali
Oral : Methylprednisolon : 40-60 mg/hari
Prednisolon
: 40-60 mg/hari

Laboratorium
Radiologis
Faal paru
Uji provokasi bronkus
Uji kulit ( prick test )

Prednison
: 40-60 mg/hari
Injeksi: Methylprednisolon : 1-2 mg/kgBB/6 jam
2. Bronkodilator
a. Agonis beta 2 : inhalasi (MDI, DPI, nebulisasi), oral,
parenteral
Salbutamol MDI, dry powder, nebulisasi, tablet (24 mg/68 jam)
Terbutaline tablet (2,5-5 mg sehari 3 kali), injeksi (0,25
mg s.c sehari 4 kali), drip infus Fenoterol MDI
Formoterol DPI (+ budesonide DPI)
Salmeterol MDI (+ fluticasone MDI)
b. methylxanthine : oral, parenteral
aminophyllin tablet, injeksi (bolus 5 mg/kgBB,
drip infus 0,9 mg/kgBB/jam) theophyllin tablet,
tablet lepas lambat
c. antikolinergik : inhalasi (MDI, nebulisasi)
ipratropium bromide MDI, nebulisasi
lain-lain : leukotrien modifier (montelukast, zafirlukast 20 mg
sehari 2 kal, zileuton), antihistamin generasi 2, obat anti alergi
oral lain, imunoterapi alergen spesifik.
9. Edukasi
10. Prognosis

Edukasi penderita dan keluarga agar timbul kerjasama yang


baik dalam penanganan asma, menghindari faktor risiko.
Ad vitam
Ad sanationam
Ad fungsionam

: dubia ad bonam
: dubia ad bonam
: dubia ad bonam

11. Tingkat Evidens

IV

12. Tingkat Rekomendasi

13. Penelaah Kritis

1. dr. Dwiraras Radityawan, SpP


2. dr. Fitri Sriyani, SpP

14. Indikator Medis

Hilangnya gejala asma

15. Kepustakaan

1. Boushey HA et al. 2000. Asthma. In : Textbook of


respiratory disease. Editors: Murray JF and Nadel JA.
31.Ed. Philadelphia. WB Saunders comp,1247-1289.
2. Chesnutt MS, Prendergast TJ. 2003. Lung. In : Current
medical diagnosis & treatment 2003. Editors: Tierney LM,
McPhee SJ, Papadakis MA. 42t".Ed. McGraw-Hill. 216-311.
3. Kuvuru MS, Wiederman HP. Asthma. 2000. In : Chest
medicine. Essential of pulmonary and critical care. 4t".Ed.
Philadelphia. Lippincott Williams and Wilkins, 133-173
4. National Institute of Health National Heart, Lung, and
Blood Institute. 2002. Global Initiative for Asthma. Global
strategy for asthma management and prevention. Bethesda,

Ketua Komite Medik

dr. M. Tauhid Rafii, SpM


NIP. 19580505 198610 1 005

Sidoarjo, 1 Juni 2013


Ketua SMF Paru

dr. Dwiraras Radityawan, SpP


NIP. 19610330 198903 1 004

Direktur RSUD Sidoarjo

dr. Eddy Koestantono M., MM


NIP. 19551008 198801 1 001