Anda di halaman 1dari 28

PENCEGAHAN PNEUMONIA:

HAP DAN VAP

PENCEGAHAN PNEUMONIA: HAP DAN VAP Oleh : KOMITE PPIRS-RSCM PELATIHAN PPI DASAR 21-25 APRIL 2014 RSCM

Oleh : KOMITE PPIRS-RSCM

PELATIHAN PPI DASAR 21-25 APRIL 2014 RSCM

POKOK BAHASAN

a.

Pendahuluan

b.

Pengertian HAP &VAP

c.

Kriteria HAP & VAP

d.

Faktor Resiko VAP & HAP

e.

Etiologi

f.

Pencegahan & pengendalian HAP &VAP

PELATIHAN PPI DASAR 21-25

APRIL 2014 RSCM

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta diharapkan mampu :

1.

Memahami definisi & kriteria umum

HAP&VAP

2.

Menjelaskan faktor risiko terjadinya HAP&VAP

3.

Memahami pencegahan dan pengendalian HAP dan VAP

4.

Menerapkan tindakan PPI dalam mencegah

HAP dan VAP dalam melaksanakan asuhan

keperawatan

PELATIHAN PPI DASAR 21-25

APRIL 2014 RSCM

PENDAHULUAN

Pneumonia merupakan peradangan jaringan atau parenkim paru-

paru.

Tiga dasar dalam mendiagnosis pneumonia :

1.

Gejala klinis

2.

Radiologis

3.

Laboratorium

Ada dua jenis pneumonia yang berhubungan dengan infeksi rumah

sakit yaitu :

a.

Pneumonia akibat perawatan yang lama di sebut Hospital aquired pneumonia (HAP) Ruang Perawatan, dan kemungkinan di ICU

b.

Pneumonia yang terjadi akibat pemakaian ventilasi mekanik atau

Ventilator Associated Pneumonia (VAP) ICU/NICU/PICU

PELATIHAN PPI DASAR 21-25

APRIL 2014 RSCM

INSIDEN RATE HOSPITAL ACQUIRED PNEUMONIA (HAP/ISN)

DI RSCM TAHUN 2012-2013

2.00 1.80 1.60 Penegakan diasnostik yang belum sama 1.40 Edukasi PPI Kebersihan tangan 1.20 Ronde
2.00
1.80
1.60
Penegakan diasnostik yang
belum sama
1.40
Edukasi PPI
Kebersihan tangan
1.20
Ronde
PDSA
1.00
Target<1‰
0.80
0.60
0.40
0.20
0.00
JAN
FEB
MAR
APR
MEI
JUN
JUL
AGST
SEPT
OKT
NOV
DES
2012
1.59
1.87
0.13
1.74
0.18
0.35
1.46
0.50
0.28
0.26
0.48
0.98
2013
0.39
0.80
0.16
0.34
0.54
0.13
0.14
0.25
0.42
-
0.12
0.12
Target <1 ‰
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
JML HARI PASIEN TIRANH BARING/1000

PELATIHAN PPI DASAR 21-25

APRIL 2014 RSCM

INSIDEN RATE VENTILATOR ASSOCIATION PNEUMONIA (VAP) DI RSCM TAHUN 2012-2013

14.00 Edukasi PPI 12.00 Kebersihan tangan Ronde 10.00 Target<10‰ 8.00 6.00 4.00 2.00 0.00 JAN
14.00
Edukasi PPI
12.00
Kebersihan tangan
Ronde
10.00
Target<10‰
8.00
6.00
4.00
2.00
0.00
JAN
FEB
MAR
APR
MEI
JUN
JUL
AGST
SEPT
OKT
NOV
DES
2012
12.72
3.36
3.11
1.22
4.65
7.04
6.08
3.83
3.05
8.60
4.76
5.51
2013
3.97
4.45
3.41
3.70
3.63
2.20
4.72
2.82
2.04
2.70
0.69
3.39
Target <10‰
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
JML HARI PEMASANGAN VENTILATOR/1000

Penegakan diasnostik yang belum sama

PELATIHAN PPI DASAR 21-25

APRIL 2014 RSCM

PENGERTIAN

PENGERTIAN  Hospital aquired pneumonia (HAP) : infeksi saluran napas bawah, mengenai parenkim paru,setelah pasien

Hospital aquired pneumonia (HAP) : infeksi

saluran napas bawah, mengenai parenkim paru,setelah pasien di rawat di rumah sakit > 48 jam
saluran napas bawah, mengenai
parenkim paru,setelah pasien di
rawat di rumah sakit > 48 jam
tanpa dilakukan intubasi dan
sebelumnya tidak menderita
infeksi saluran napas bawah atau
tidak dalam masa inkubasi.
((Pedoman surveilans
bawah atau tidak dalam masa inkubasi. ((Pedoman surveilans infeksi, Kemenkes, 2011) PELATIHAN PPI DASAR 21-25 APRIL

infeksi,Kemenkes, 2011)

PELATIHAN PPI DASAR 21-25

APRIL 2014 RSCM

PENGERTIAN

Ventilator Associated Pneumonia (VAP) : Infeksi saluran napas bawah, yang

mengenai parenkim paru

setelah pemakaian ventilator

mekanik lebih dari 48 jam,

dan sebelumnya tidak

ditemukan tanda- tanda

infeksi saluran napas.

(Pedoman surveilans infeksi,

Kemenkes,2011)

tanda- tanda infeksi saluran napas. (Pedoman surveilans infeksi, Kemenkes,2011) PELATIHAN PPI DASAR 21-25 APRIL 2014 RSCM

PELATIHAN PPI DASAR 21-25

APRIL 2014 RSCM

Tiga dasar dalam mendiagnosis pneumonia

1.

Gejala klinis, jika ditemukan minimal 1 dari tanda

dan gejala berikut:

a.

Demam (≥ 38 ⁰ C) tanpa ditemui penyebab lain

b.

Untuk penderita berumur ≥ 70 tahun, adanya perubahan status mental yang tidak ditemui

penyebab lainnya

PELATIHAN PPI DASAR 21-25

APRIL 2014 RSCM

Tiga dasar dalam mendiagnosis pneumonia

d. Ronki basah atau suara nafas bronkial

e. Batuk yang memburuk atau dyspnea dan takipnea (RR dewasa = > 25, bayi prematur < 37 mgg =

>75, bayi aterm 40 mgg = >60, anak dibawah 2 bln=

>50 , anak 2-12 bln = >30) f. Perubahan sputum purulen

PELATIHAN PPI DASAR 21-25

APRIL 2014 RSCM

Tiga dasar dalam mendiagnosis pneumonia

2. Radiologi, bila ditemukan ≥ 2 foto serial didapatkan

minimal 1 tanda berikut:

a.

Infiltrat baru atau progresif yang menetap

b.

Konsolidasi

c.

Kavitasi

d.

Pneumatoceles pada bayi berumur ≤ 1 tahun

PELATIHAN PPI DASAR 21-25

APRIL 2014 RSCM

Tiga dasar dalam mendiagnosis pneumonia

3. Laboratorium

a.

Sputum mengandung neutropil ≥ 25 , sel epitel squamus/ lapangan ≤ 10 sel dengan kekuatan

mikroskop rendah (x100) atau LKP

b.

Leukopenia (< 4000 WBC/mm 3 ) atau leukositosis (>12000 SDP/mm 3 )

c.

Memburuknya pertukaran gas, desaturasi O 2 (Pa O 2 / FiO2 ≤ 240%)

PELATIHAN PPI DASAR 21-25

APRIL 2014 RSCM

KLASIFIKASI PNEUMONIE (HAP & VAP)

EARLY (CEPAT)

Early-onset dalam 48 72 jam

LATE (LAMBAT)

Late-onset > 72 jam

PELATIHAN PPI DASAR 21-25

APRIL 2014 RSCM

Faktor Resiko

Lingkungan yang terkontaminasi, air, udara, atau

muntah (refluks)

Peralatan yang digunakan pasien: ETT, NGT, suction

cath, bronkoskopi, respiratory devices

Orang ke orang: dokter, perawat, pengunjung, maupun dari flora endogen pasien itu sendiri

Petugas: kurangnya tenaga petugas, kurannya

pelatihan pencegahan VAP/HAP, kurangnya

kepatuhan kebersihan tangan

PELATIHAN PPI DASAR 21-25

APRIL 2014 RSCM

Faktor Resiko

Kondisi pasien : umur > 70 tahun, penyakit kronis,

pembedahan (thorax/ abdomen), penyakit paru

obtruksi kronik, perokok berat, jantung congestive,

cardiac vaskuler disease (CVD)

Tindakan pengobatan atau perawatan

Sedativ/ anastesi umum, intubasi trachea

Pemakaian ventilasi yang lama

Pemberian makanan enteral

Terapi antibiotik, obat imunosupresif atau sitostatik

PELATIHAN PPI DASAR 21-25

APRIL 2014 RSCM

Kebersihan pasien Pengobatan Pembedahan Tangan dan Peralatan Kolonisasi Kolonisasi di Kolon Pembentukan Biofilm
Kebersihan
pasien
Pengobatan
Pembedahan
Tangan dan
Peralatan
Kolonisasi
Kolonisasi di Kolon
Pembentukan Biofilm karena aspirasi

Inoculasi,

Inhalation

Pembentukan Biofilm karena aspirasi Inoculasi, Inhalation Kolonisasi di Trachea Pathogenisis Pertahanan tubuh

Kolonisasi di Trachea

aspirasi Inoculasi, Inhalation Kolonisasi di Trachea Pathogenisis Pertahanan tubuh Mekanikal cellular&humoral

Pathogenisis

Inoculasi, Inhalation Kolonisasi di Trachea Pathogenisis Pertahanan tubuh Mekanikal cellular&humoral Kolonisasi,

Pertahanan tubuh Mekanikal cellular&humoral

Pathogenisis Pertahanan tubuh Mekanikal cellular&humoral Kolonisasi, tracheobronchitis Dampak Bacteremia,

Kolonisasi, tracheobronchitis

Mekanikal cellular&humoral Kolonisasi, tracheobronchitis Dampak Bacteremia, translokation Pneumonia PELATIHAN PPI

Dampak

Bacteremia,

translokation

Pneumonia

Kolonisasi, tracheobronchitis Dampak Bacteremia, translokation Pneumonia PELATIHAN PPI DASAR 21-25 APRIL 2014 RSCM
Kolonisasi, tracheobronchitis Dampak Bacteremia, translokation Pneumonia PELATIHAN PPI DASAR 21-25 APRIL 2014 RSCM

PELATIHAN PPI DASAR 21-25

APRIL 2014 RSCM

TERINTUBASI PELATIHAN PPI DASAR 21-25 APRIL 2014 RSCM
TERINTUBASI PELATIHAN PPI DASAR 21-25 APRIL 2014 RSCM
TERINTUBASI PELATIHAN PPI DASAR 21-25 APRIL 2014 RSCM
TERINTUBASI
TERINTUBASI
TERINTUBASI PELATIHAN PPI DASAR 21-25 APRIL 2014 RSCM

PELATIHAN PPI DASAR 21-25 APRIL 2014 RSCM

PRINSIP DASAR PENCEGAHAN HAP

FAKTOR  PASIEN
FAKTOR
 PASIEN
1.
1.
PENCEGAHAN Obati terlebih dahulu penyakit paru sebelum
PENCEGAHAN
Obati terlebih dahulu penyakit paru sebelum

operasi bila memungkinkan Tinggikan posisi kepala pasien 30 0 - 45 0

2. 3.
2.
3.
4. 5.
4.
5.
Bila tidak diperlukan, hindari pembersihan jalan napas dengan suctioning Lakukan oral higiene setiap 4 jam
Bila tidak diperlukan, hindari pembersihan
jalan napas dengan suctioning
Lakukan oral higiene setiap 4 jam per hari
dengan menggunakan chlorhexidine 0.02-0.12
%
Ajarkan latihan napas dalam, cara batuk efektif sebelum & sesudah operasi
Ajarkan latihan napas dalam, cara batuk efektif
sebelum & sesudah operasi

PELATIHAN PPI DASAR 21-25

APRIL 2014 RSCM

FAKTOR
FAKTOR
PENCEGAHAN
PENCEGAHAN
 PASIEN
 PASIEN
6 Lakukan perkusi dan drainase postural untuk merangsang batuk / mengeluarkan lendir 7 Mobilisasi dini
6
Lakukan perkusi dan drainase postural
untuk merangsang batuk / mengeluarkan
lendir
7
Mobilisasi dini setelah operasi
8
Pemberian makan pasien per drip (NGT)
1. Pentingnya Upaya pencegahan dan Pengendalian Infeksi . 2. Penerapan Kewasdaan Standar : kebersihan tangan
1. Pentingnya Upaya pencegahan dan
Pengendalian Infeksi .
2. Penerapan Kewasdaan Standar :
kebersihan tangan

Pendidikan Staf

PELATIHAN PPI DASAR 21-25

APRIL 2014 RSCM

FAKTOR
FAKTOR
 Laringoskop
 Laringoskop

(blade)

Penghisapan

lendir

Humidifier

PENCEGAHAN
PENCEGAHAN
Sebelum melakukan intubasi, laringoskop blade terlebih dahulu didesinfeksi dengan alkohol, secepat mungkin pasien di
Sebelum melakukan intubasi, laringoskop
blade terlebih dahulu didesinfeksi dengan
alkohol, secepat mungkin pasien di ekstubasi,
tapi hindari re-intubasi.
1. Closed system dengan sarung tangan bersih, open system dengan sarung steril 2. Penghisapan lendir
1.
Closed system dengan sarung tangan
bersih, open system dengan sarung steril
2.
Penghisapan lendir jika diperlukan
3.
Tidak disarankan bronkial washing
4.
Gunakan APD yang sesuai
untuk setiap pasien PELATIHAN PPI DASAR 21-25
untuk setiap pasien
PELATIHAN PPI DASAR 21-25

Menggunakan humidifier single use/ aqua steril

APRIL 2014 RSCM

FAKTOR
FAKTOR
PENCEGAHAN
PENCEGAHAN
 Sirkuit ventilator 1. Gunakan sirkuit ventilator single use setiap 1 pasien 2. Humidifikasi gunakan
 Sirkuit ventilator
1. Gunakan sirkuit ventilator single use setiap 1
pasien
2. Humidifikasi gunakan air steril
3. Segera ganti sirkuit bila kotor atau tidak
berfungsi, (Tidak ada rekomendasi waktu
penggantian breathing sircuit)
4. Tidak membuka ventilator secara rutin
5. Segera buang kondensasi air dalam sirkuit
ke tempat penampungan atau water trap

PELATIHAN PPI DASAR 21-25

APRIL 2014 RSCM

FAKTOR
FAKTOR
 Pemberian obat- obatan
 Pemberian
obat- obatan

untuk

menghindari stres ulcer

 Pemberian obat- obatan untuk menghindari stres ulcer PENCEGAHAN 1. H2 blocker dan antasid menurunkan insiden
PENCEGAHAN
PENCEGAHAN
1. H2 blocker dan antasid menurunkan insiden kejadian stres ulcer dengan cara meningkatkan PH karena
1.
H2 blocker dan antasid menurunkan
insiden kejadian stres ulcer dengan cara
meningkatkan PH karena itu kuman dari GI
tract naik ke trakea.
2.
Sukralfat dapat melindungi lambung tanpa
meningkatkan PH
3.
Pengaturan penggunaan obat untuk GI
tract
4.
Pemberian profilaksis DVT (Deep Vein
Trombhosis)

PELATIHAN PPI DASAR 21-25

APRIL 2014 RSCM

Oral Care Compliance & VAP Rate

Mouth Care Compliance and VAP Rate Trends for ICU 120% 100% 80% Protocol Compliance 60%
Mouth Care Compliance and VAP Rate Trends for ICU
120%
100%
80%
Protocol
Compliance
60%
VAP Rate
40%
20%
0%
PELATIHAN PPI DASAR 21-25
Nov '03
Feb '04
Apr '04
Jun '04
Aug '04
Oct '04
Dec '04
Feb '05
Apr '05
Jun '05
Aug '05
Oct '05
Dec '05
Feb '06

APRIL 2014 RSCM

VAP Rate & HOB ≥ 30 0

VAP Rate & HOB ≥ 30 0 PELATIHAN PPI DASAR 21-25 APRIL 2014 RSCM

PELATIHAN PPI DASAR 21-25

APRIL 2014 RSCM

Does “vent bundle” work?

Does “vent bundle” work? PELATIHAN PPI DASAR 21-25 APRIL 2014 RSCM

PELATIHAN PPI DASAR 21-25

APRIL 2014 RSCM

KESIMPULAN

HAP dan VAP adalah masalah HAIs serius di RSCM

terutama di ICU dan Ranap

Petugas berperan penting dalam pencegahan dan

pengendalian HAP/VAP dengan menerapkan bundles,

sudah terbukti HAP/VAP dapat diturunkan dan

dicegah

3 pilar utama pencegahan HAP/VAP adalah :

1.

pendidikan dan pelatihan,

2.

mengurangi kolonisasi mikroorganisme,

3.

menghindari aspirasi

PELATIHAN PPI DASAR 21-25

APRIL 2014 RSCM

KESIMPULAN

Pneumonia nosokomial baik Hospital Aquired Pneumonia

(HAP ) dan Ventilator Associated Pneumonia (VAP ) merupakan komplikasi yang sering terjadi di rumah sakit.

Bisa

tindakan

pembedahan, pasien tirah baring , maupun tindakan intubasi dan penggunaan ventilasi mekanik.

disebabkan

karena

pasca

Penting menjadikan perhatian bagi kita sebagai petugas

kesehatan untuk mencegah dan mengendalikan infeksi tersebut.

PELATIHAN PPI DASAR 21-25

APRIL 2014 RSCM

PELATIHAN PPI DASAR 21-25 APRIL 2014 RSCM
PELATIHAN PPI DASAR 21-25 APRIL 2014 RSCM
PELATIHAN PPI DASAR 21-25 APRIL 2014 RSCM
PELATIHAN PPI DASAR 21-25 APRIL 2014 RSCM

PELATIHAN PPI DASAR 21-25 APRIL 2014 RSCM