Anda di halaman 1dari 4

PEMERINTAH KOTA SUNGAI PENUH

DINAS KESEHATAN

PUSKESMAS TANAH KAMPUNG


Jalan Stadion Pancasila No. 20 Kecamatan Tanah Kampung-Sungai Penuh

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS TANAH KAMPUNG


KOTA SUNGAI PENUH
NOMOR :
TENTANG
PENGGUNAAN OBAT YANG DIBAWA SENDIRI ATAU KELUARGA PASIEN
KEPALA PUSKESMAS TANAH KAMPUNG
I. Menimbang

A. Bahwa untuk menjamin keselamatan pasien di puskesmas


waepana,dalam hal pemberian obat kepada pasien yang sedang
dirawat maka perlu di buatkan aturan yang mengatur tentang
penggunaan obat yang dibawa sendiri oleh pasien /keluarga.
B. Bahwa untuk maksud huruf A penggunaan obat yang dibawa sendiri
pasien/keluarga maka di tetapkan dengan Surat Keputusan Kepala
Puskesmas Tanah Kampung.

II. Menimbang

A. Undang-undang no.36 tahun 2009 tentang kesehatan undang-undang


Republik Indonesia nomor 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran
B. Peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia
nomor:002/menkes/sk/i/2009 tentang pedoman pelayanan publik unit
pelaksanan teknis di lingkungan depkes
C. Peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia nomor : 1691/
menkes/ per/ viii/2011 tentang keselamatan pasien rumah sakit;
D. peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia nomor 75 tahun 2014
tentang pusat kesehatan masyarakat;
E. keputusan menteri kesehatan Republik Indonesia
nomor:189/menkes/sk/iii/2006 tentang pedoman pengobatan;
F. keputusan menteri kesehatan Republik Indonesia nomor:
hk.03.01/menkes/159/1/2010 tentang pembinaan dan pengawasan
penggunaan obat generik di fasilitas pelayanan kesehatan prima;
G. peraturan bupati ngada nomor 12 tahun 2010 tentang organisasi dan
tata kerja unit pelaksana teknis dinas

MEMUTUSKAN :
Menetapkan

: KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS TANAH KAMPUNG TENTANG


PERESEPAN OBAT PSIKOTROPIKA DAN NARKOTIKA

KESATU

: Penggunaan obat yang dibawa sendiri oleh pasien atau keluarga harus atas
seijin Dokter yang merawat

KEDUA

: Obat yang dibawa oleh pasien atau keluarga di serahkan ke Petugas untuk di
awasi dosis pemberian dan jadwal minumnya..

KEEMPAT

: Dokter mempunyai hak untuk menolak obat yang dibawa pasien atau keluarga
jika tidak sesuai dengan Penyakit pasien atau membahayakan keselamatan
Pasien

KELIMA

: Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan


apabila
dikemudian
hari
terdapat
kekeliruan
akan
diadakan
perbaikan/perubahan sebagaimana mestinya apabila dikemudian hari terdapat
kekeliruan akan diadakan perbaikan/perubahan sebagaimana mestinya

Ditetapkan di
pada Tanggal

: Tanah Kampung
2016

KEPALA PUSKESMAS TANAH KAMPUNG

Eri Kusnadi, SKM


NIP. 19691101199203100

Tembusan, disampaikan kepada Yth.


1. Bapak Kepala Dinas Kesehatan Kota sungai Penuh

KEPALA PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT


KECAMATAN CILANDAK KOTA ADMINISTRASI
JAKARTA SELATAN

2. Bapak Kepala Puskesmas Tanah Kampung


Sdr. Yang bersangkutan
LUIGI
NIP 197909082006042007

LAMPIRAN I : Keputusan Kepala Puskesmas Tanah Kampung


Nomor
:
Tanggal
:

PERESEPAN OBAT PSIKOTROPIKA DAN NARKOTIKA


Peresepan adalah proses pesanan atau permintaan obat tertulis dari dokter, dokter gigi dan
dokter spesialis kepada unit penunjang obat yang ada Apoteker dan mempunyai legalitas, dan
pemberian obat psikotropika dan tropika hanya dapat dilakukan apabila :
1. Peresepan obat psikotropika narkotika hanya boleh ditulis oleh dokter / dokter gigi /
dokter spesialis
2. Resep merupakan resep asli dan ditangani langsung oleh dokter pemeriksa/pemberi
resep
3. Jika tidak ditandatangani resep bisa ditolak atau konfirmasi ke dokter yang menulis
resep
4. Resep yang ditulis harus jelas, baik jenisnya, jumlahnya dan cara penggunaannya
5. Resep psikotropika diberi garis merah dibawah nama obat, dan obat narkotika diberi
garis biru dibawah nama resep obat dan ditandatangani sejajar garis merah atau biru
6. Dibelakang resep ditulis nama pasien dan alamat pasien yang lengkap
7. Resep yang berisi obat psikotropika narkotika disimpan dalam lemari obat , menjadi satu
dengan obat psikotropika, dalam keadaan terkunci
Obat narkotika menurut Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 ada 3 golongan
narkotika :
a. Golongan I : hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan
Misalnya: Opium, Heroin, kokain dll yang tercantum dalam daftar
narkotik golongan I
2. Golongan II :berkhasiat pengobatan digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan
dalam terapi
Misalnya: Metadone, Morfin, Petidin dll yang tercantum dalam daftar
narkotik golongan II
3. Golongan III : narkotika yang berkhasiat pengobatan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan
dalam terapi dan /atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi
mengakibatkan ketergantungan, yang masuk dalam golongan ini adalah : Kodein , Garam-garam
narkotika dalam golongan ini
4. Golongan dan jenis prekursor
- Tabel I : efedrin, ergometrin, ergotamine, potassium permanganant, pseudoefedrin
dll yang ada di tabel I
- Tabel II : Acetone, ethil ether, piperidine, sulphuric acid dll yang ada di tabel II
5. Obat psikofarmaka menurut DOEN psikofarmaka 2002 penggolongan obat terdiri dari:
a.Antianxientas dan anti Insomnia
- Diazepam
b. Antidepresi dan anti mania
- Amitriptiline Hcl
- Litium Karbonat
c. Antiobsesif kompulsif dan antipanik
- Klomamin Hcl

d. Antipsikosis
- Flufenazin dekanoat
- Haloperidol
- Klorpromazine Hcl
- Perfenazine Hcl
- Risperidon
- Sulpirid
- Trifluperazine
6. Daftar psikotropika golongan III ( UU RI no.5 tahun 1997 )
- Pentobarbital, amobarbital dll yang tercantum dalam daftar psikotropik golongan III
7. Daftar psikotropik golongan IV ( UU RI no.5 tahun 1997 )
- Alprazolan barbital, diazapam, clobazam

KEPALA PUSKESMAS TANAH KAMPUNG

Eri Kusnadi, SKM


NIP. 19691101199203100