Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH TEKNIK SUNGAI

Bangunan Bronjong Pada Sungai

Disusun Oleh :Kelompok V


1. GustinaGultom
2. Novelia Miranda Hilman

: 1207121336
:1207136346

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL S1


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS RIAU
TA. 2015/2016

KATA PENGANTAR

TUGAS TEKNIK SUNGAI


Puji syukur tim penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
rahmat-Nya makalah tentang bronjong pada sungai ini dapat diselesaikan tepat pada
waktunya .Makalah ini berisi tentang pengertian bronjong ,manfaat bronjong ,dll pada sungai.
Penulis mengucapkan terima kasih atas bimbingan dari berbagai pihak dalam
menyelesaikan makalah bronjong pada sungai ini .Tim penulis menyadari masih terdapat
banyak kekurangan dalam penulisan makalah bronjong ini.
Untuk itu tim penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan teman-teman sekalian.

Pekanbaru, November 2015

Tim penyusun

DAFTAR ISI

Contents
KELOMPOK V

Page 2

TUGAS TEKNIK SUNGAI


KATA PENGANTAR.................................................................................................................2

KELOMPOK V

Page 3

TUGAS TEKNIK SUNGAI

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang

Kerusakan lingkungan menjadi hal yang serius. Hal itu terlihat dari banyaknya bencana
alam yang terjadi baik itu disebabkan oleh manusia ataupun karena pengaruh alam itu sendiri.
Aktivitas manusia yang dapat merusak alam seperti penebangan pohon (ilegal logging),
pembuangan sampah secra sembarangan, serta pembuangan sisa industri baik itu dari industri
rumah tangga ataupun industri pabrik. Sedangkan gejala dari fenomena alam itu sendiri
seperti terjadinya gempa bumi ,tsunami,banjir dll.
Kerusakan lingkungan yang menjadi perhatian serius adalah pada sungai. Karena Sungai
sangat berperan dalam pemenuhan hebutuhan hidup bagai manusia. Ketersediaan air dan
potensi-potensi yang terkandung di dalamnya menarik manusia untuk memanfaatkannya.
Saat ini sebagian daerah aliran sungai di Indonesia mengalami kerusakan sebagai akibat dari
aliran yang terjadi pada sungai yang biasanya disertai dengan fenomena alam seperti
fenomena sedimentasi di sungai,fenomena belokan sunai,fenomena pembendungan di
sungai ,dll.Dalam paper ini akan membahas tentang sedimentasi di sungai
Untuk mengatasi daripada kerusakan lingkungan banyak upaya yang telah dilakukan.
Salah satu upaya yang dilakukan pada rusaknya bantaran sungai atau longsornya tepi sungai
adalah dengan pemasangan bronjong. Karena jika tidak segera ditangani dapat menjadi
bencana bila daerah bantaran sungai dihuni oleh penduduk ataupun jika sungai tersebut
digunakan oleh masyarakat.

KELOMPOK V

Page 4

TUGAS TEKNIK SUNGAI

BAB II
PEMBAHASAN
2.1.

Definisi bronjong

Bronjong adalah susunan anyaman kawat baja/ galvanis dan kawat pvc dengan
konfigurasi tertentu (berbentuk kotak dengan lubang segi enam) yang berguna sebagai
pengikat atau perkuatan dari tumpukan batu .Kawat galvanis adalah kawat yang dilapisi
bahan anti karat yang menyerupai krom sehinga kawat galvanis mempuyai kekuatan dan
tahan terhadap karat .Kegunaan kawat galvanis sebagai bahan baku pembuatan bronjong atau
gabion, bahan baku kawat harmoni, kawat pager duri .Kawat pvc adalah kawat galvanis yang
dilapisi dengan bahan karet semi plastik pada bagian luar hampi mirip seperti kabel listrik
dan memilki warna lapisan yang bervariasi .Kawat pvc itu sendiri lebih unggul dalah hal
kekuatan lapisan dari kawat galvanis karena memiliki 2 lapisan yang mampu menahan
tingkat keasaman yang sangat tinggi, sepertiairlaut.
Penahan tebing menggunakan bronjong banyak digunakan pada tebing-tebing tanah untuk
menahan tanah agar tidak longsor, juga tebing sungai pada pelaksanaan pekerjaan normalisasi
sungai atau untuk mengatasi gerusan air sungai yang deras

Gambar 1.Bronjong

KELOMPOK V

Page 5

TUGAS TEKNIK SUNGAI


2.2.Jenis-jenis bronjong
A. Berdasarkan bahan dasar pembuatnya
a. Bronjong bambu
Bronjong bambu dibuat dari anyaman belahan bambu-bambu yang biasanya
berbentuk silinder diisi dengan batu-batu. Garis tengah bronjong bambu biasanya diambil
0.40 m. apabila garis tengahnya diambil lebih besar, batu-batu dalam bronjong tidak begitu
kompak dan bronjong lebih mudah rusak. Bronjong bambu dapat tahan kurang lebih selama
1 tahun, bila keadaan menguntungkan, pemeliharaan dan perbaikannya dilakukan pada
waktunya dengan baik, maka bronjong bambu dapat tahan lebih lama. Bronjong bambu
biasanya dipergunakan untuk pekerjaan-pekerjaaan sederhana oleh desa, karena bambu
mudah didapat, harganya murah dan pada umumnya dikerjakan oleh setiap orang.
b. Bronjong kawat
Bahan bronjong kawat dapat terbuat dari kawat galvanis dan kawat pvc. Kawat
galvanis adalah kawat yang dilapisi bahan anti karat yang menyerupai krom sehinga kawat
galvanis mempunyai kekuatan dan tahan terhadap karat. Sedangkan kawat bpvc adalah kawat
galvanis yang dilapisis dengan bahan karet semi plastik pada bagian luar hampir mirirp
seperti kabel listrik dan mempunyai lapisan bervariasi.
Kawat untuk pembuat bronjong biasanya dianyam ,berbentuk segi enam, dibuat
sedemikian rupa hingga lingkaran dalam dari lobang itu tidak lebih besar dari pada ukuran
rata-rata dari batu yang akan dipergunakan dan pada umumnya diambil 13 cm atau panjang
sisi-sisi segi enam 7,5 cm (hexagonal). Untuk mendapatkan anyaman yang kuat dan mudah
dikerjakan serta tidak memboroskan bahan kawat, maka dianjurkan cara menganyam dengan
3 kali lilitan dan satu kawat berjalan searah. Di luar negeri terdapat juga pembuatan bronjong
dengan satu lilitan. Maka anyaman berbentuk segi empat. Kebutuhan kawat untuk tiap-tiap
m anyaman adalah (untuk tebal kawat):
3 mm 1.50 kg
4 mm 2.65 kg
5 mm 4.20 kg

KELOMPOK V

Page 6

TUGAS TEKNIK SUNGAI

Persyaratan
yang

harus

dipenuhi
adalah sebagai
berikut ;
1.

Sifat tampak
; kawat bronjong harus kokoh berbentuk anyaman hexagonal (segi enam) dengan
lilitan ganda dan lilitan sisi dibuat sedemikian rupa supaya dapat menahan bebanbeban dalam segala jurusan. Lapisan seng dari kawat bronjong harus merata, tidak
boleh mengandung serpih atau mengelupas, tidak boleh retak-retak atau mengandung
cacat-cacat lain akibat lilitan atau cacat asal.

2. Bentuk dan ukuran ; yaitu bentuk I dan bentuk II, berbentuk kotak segi panjang
dengan lempengan-lempengan kawat pengikat yang dipasang setiap jarak 1,0 m
untuk bentuk I dan 0,6 m untuk bentuk II.
3. Sifat mekanik kawat Bronjong
a. Kuat tarik minimum 41,0 kg f/mm
b. Tahan puntir, kawat bronjong harus tahan puntiran dengan jumlah mencapai
jumlah
puntiran tertentu dan tidak patah. Panjang benda uji diantara dua penjepit adalah
150 mm
c. Berat lapisan seng dan tahan karatan
d. Karat lapisan seng
diuji dengan cara dicelup kedalam larutan tembaga sulfat dengan lama waktu
tertentu, permukaannya tidak boleh menunjukkan adanya deposit tembaga (warna
merah) kecualim pada permukaan sepanjang 25 mm dari ujung potong.

B. Berdasarkan atas bentuknya ( ukuran untuk tinggi, panjang, lebar)


a. Bronjong kotak
b. Bronjong matras
KELOMPOK V

Page 7

TUGAS TEKNIK SUNGAI


c. Bronjong terammesh
2.3. Manfaat bronjong
Kawat Bronjong banyak digunakan pada tebing-tebing tanah agar tidak terjadinya
longsor, juga tebing-tebing sungai pada pelaksanaan pekerjaan normalisasi sungai atau untuk
mengatasi gerusan air sungai yang deras.
Kawat Bronjong memiliki manfaat sebagai berikut:

Melindungi dan memperkuat tebing tanah, baik lereng sungai maupun lereng tanggul.

Menjaga tepi sungai terhadap arus aliran air dan usaha menjauhkan arus aliran air dari
tepi sungai yang merusak tebing-tebingnya.

Gamb

Membuat bendung untuk meninggikan taraf muka air.

Pencegahan erosi dari tanggul sungai,

Pelindung tanah longsor dengan konstruksi dinding penahan tanah dari batu,

Pelindung tiang jembatan dari gerusan akibat arus/ aliran air,

Pelindung garis pantai akibat gelombang,

Pemecah gelombang/ breakwater,

Gambar 2.Pemasangan kawat bronjong pada


bantaran sungai.

KELOMPOK V

Gamb

Page 8

Gambar 3.Pemasangan kawat bronjong untuk


Perlindungan erosi.

TUGAS TEKNIK SUNGAI

Gamb

Gambar 4.Pemasangan kawat bronjong untuk


Perlindungan sungai.

Gamb

Gambar 5.Pemasangan kawat bronjong untuk


Perlindungan pilar jembatan.

Gambar 6 : Pemasangan kawat bronjong pada tebing miring

KELOMPOK V

Page 9

TUGAS TEKNIK SUNGAI

Gambar 6 : Pemasangan kawat bronjong untuk perlindungan dan perkuatan


timbunan jalan

DAFTAR PUSTAKA
http://rizaldyberbagidata.blogspot.co.id/2012/06/sistem-perbaikan-sungai.html
http://pabrikpagarbrc.com/blog/apa-itu-kawat-bronjong/
http://www.academia.edu/8838182/Kajian_Prilaku_Perkuatan_Tebing_dengan_Bronjong_Pa
da_tikungan_120_akibat_banjir_bandang
http://cvaristonkupang.com/2013/04/06/bronjong-penahan-longsor/

KELOMPOK V

Page 10