Anda di halaman 1dari 4

Penyertaan Modal Negara kepada BUMN

Abstrak
Penggunaan mekasisme PMN dinilai lebih efektif dibandingan mekanisme
belanja dalam hal memberikan multiplayer efect. Mekanisme PMN
mampu memberikan dampak multiplayer efek, tanpa harus kehilangan
aset negara. Namun perlu adanya kehati-hatian dalam memilih BUMN
yang akan menerima penambahan modal melalui mekanisme PMN.
Sebaiknya BUMN yang akan menerima PMN adalah BUMN yang memiliki
sistem manajemen yang baik dan direksi yang taat kepada aturan UU. Hal
ini bertujuan agar tujuan pemberian PMN dapat tercapai secara
maksimal. Dari 23 BBUMN yang diajukan menerima PMN di tahun
anggaran 2016, terdapat dua BUMN yang mengalami kerugian di dua
tahun terakhir. Sebaiknya dilakukan kembali evaluasi sistem manajemem
sebelum kedua BUMN tersebut diberikan PMN.

A. Pendahuluan
Penyertaan Modal Negara merupakan proses pemisahan aset negara menjadi modal di
perusahaan baik BUMN, BUMS, perusahaan asing, ataupun perusahaan milik lembaga
internasional. PMN dapat berupa tunai atau hak negara yang dinilai dengan uang.
Dalam APBN-P 2015 jumlah PMN merupakan jumlah terbanyak, atau mengalami
peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemberian PMN
dalam jumlah yang cukup besar kepada BUMN menunjukkan komitmen Pemerintah
dalam melakukan efisiensi anggaran sekaligus meningkatkan belanja produksi.
Mekanisme PMN dinilai lebih efektif dalam penggunaan fiskal dibandingkan dengan
mekanisme belanja. Selain itu PMN mampu memberikan multiplyer efek, tanpa
menghabiskan biaya yang besar. Hal ini terjadi karena proses pemberian PMN adalah
proses pemisahan aset negara untuk dikelola BUMN, tanpa melepas aset negara
tersebut. BUMN diharapkan mampu meningkatkan perannya sebagai agent of
development yang berperan aktif dalam mendukung program prioritas nasional.
B. BUMN yang Diusulkan Menerima PMN
Pemberian PMN kepada BUMN di tahun anggaran 2016 dilakukan dalam rangka
meningkatkan kapasitas usaha BUMN dan memperbaiki struktur permodalan.
Berdasarkan surat yang disampaikan oleh Kementerian BUMN kepada Kementerian
Keuangan, tabel 1 menunjukkan daftar BUMN yang diajukan untuk menerima PMN pada
tahun anggaran 20161. Alokasi PMN kepada BUMN digunakan untuk investasi sekaligus
memperkuat permodalan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan peranan BUMN
sebagai agent of development sehingga mampu mendukung program prioritas nasional
(Nawacita). Program prioritas nasional yang didukung oleh BUMN antara lain
mendukung kedaulatan pangan, pembangunan infrastruktur dan konektivitas,
pembangunan maritim, industri pertahanan dan keamanan, serta kemandirian ekonomi
nasional.

Buku I Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2016
B i r o A n a l i s a A n g g a r a n d a n P e l a k s a n a a n A P B N S E T J E N D P R - R I |4

Dari 23 BUMN yang diusulkan untuk mendapatkan PMN pada tahun anggaran 2016,
terdapat 5 BUMN yang mengalami kerugian pada tahun 20142. Kelima BUMN yang
mengalami kerugian pada tahun 2014 antara lain PT Krakatau Steel Tbk (Rp2,59T), PT
Perusahaan Perdagangan Indonesia (Rp37M), PT Barata Indonesia (Rp97M), Perum
Bulog (Rp459M), dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Rp281M).
Dari kelima BUMN yang mengalami kerugian di tahun 2013, terdapat 2 BUMN yang juga
mengalami kerugian di tahun 2013. BUMN tersebut ialah PT Krakatau Steel Tbk
(Rp194M) dan Perum Bulog (Rp343M)3.
Pemberian PMN kepada Perum Bulog diperuntukkan mendukung kinerja bulog dalam
melaksanakan tugas dan fungsi Perum Bulog untuk menjaga stabilitas harga pangan di
masyarakat. Pemberian PMN kepada Perum Bulog diharapkan dapat mampu
meningkatkan kapasitas perusahaan. Walaupun mengalami kerugian dalam dua tahun
terakhir, Perum Bulog masih relevan untuk menerima PMN. Hal ini dikarenakan Perum
Bulog harus melaksanakan tugas dalam mendukung kinerja pemerintah.
PMN terbesar diajukan oleh PT Krakatau Steel Tbk, sebesar Rp2,46T. PMN yang
diajukan oleh PT Krakatau Steel Tbk terdiri dari Rp1,5T tunai dan Rp956,49M Non
Tunai. Pengajuan PMN non tunai bertujuan untuk memenuhi legalitas kapitalisasi laba
di tahun 2010. Proses kapitalisasi laba di tahun 2010 itu sendiri melanggar UU No 1
Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara4. Dalam proses tersebut seharusnya
ditetapkan oleh Presiden dengan persetujuan DPR, namun proses tersebut hanya
berdasarkan RUPS. PMN dalam bentuk tunai akan digunakan PT Krakatau Steel Tbk
untuk pembangunan hot strip mill, sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi
dari 2,4 juta menjadi 3,9 juta per tahun di tahun 2017. Namun perlu dilihat bahwa dalam
dua tahun terakhir, PT krakatau Steel Tbk selalu mengalami kerugian. Kerugian ini
disebabkan banyaknya pasar dari KS yang tidak terpegang. Selain itu PT KS juga tidak
berhasil melakukan negosisasi kepada beberapa BUMN untuk menggunkan baja produk
dari PT KS. Tanpa adanya perbaikan sistem pemasaran dan manajemen PT KS,
penambahan modal melalui skema PMN tidak akan memberikan dampak yang
signifikan. Sebelum menerima penambahan modal melalui skema PMN, lebih baik PT KS
memperbaiki sistem manajemen, pemasaran dan mengganti direksi yang tidak tunduk
pada UU.
C. Kesimpulan
Penggunaan mekasisme PMN dinilai lebih efektif dibandingan mekanisme belanja dalam
hal memberikan multiplayer efect. Mekanisme PMN mampu memberikan dampak
multiplayer efek, tanpa harus kehilangan aset negara. Namun perlu adanya kehatihatian dalam memilih BUMN yang akan menerima penambahan modal melalui
mekanisme PMN. Sebaiknya BUMN yang akan menerima PMN adalah BUMN yang
memiliki sistem manajemen yang baik dan direksi yang taat kepada aturan UU. Hal ini
bertujuan agar tujuan pemberian PMN dapat tercapai secara maksimal. (RC)

LKPP dan Proyeksi Kementrian BUMN 2014


http://www.bumn.go.id/data/uploads/files/Proyeksi%202014/files/assets/common/downloads/publication.p
df (diunduh tanggal 18 Agustus 2015)
4
Temuan BPK dalam LKPP 2014:
PMN pada PT KS belum disetujui DPR dan Perbedaan Nilai Ekuitas SKK Migas antara LKPP dan LK SKK Migas.
RUPS PT KS menetapkan adanya deviden dalam bentuk saham sebesar RP956,49M tahun 2010 yang
menambah nilai investasi pemerintah, namun penambahan PMN tersebut tidak dapat diterapkan dengan PP
karena sampai tahun 2014 DPR tidak memberi pesetujuan
3

B i r o A n a l i s a A n g g a r a n d a n P e l a k s a n a a n A P B N S E T J E N D P R - R I |4

Tabel Daftar BUMN yang Diusulkan Menerima PMN pada Tahun Anggaran 2016
Besar PMN (dalam Milliar)
No

BUMN

Total

Kedaulatan
Pangan

Infrastruktur
dan
Konektivitas

Pembagunan
Maritim

Industri
Pertahanan
dan
Keamanan

Kemandirian
Ekonomi
Nasional

PT Penjaminan
Infrastruktur
Indonesia

1.000

1.000

PT Sarana
Multigriya Finansial

1.000

1.000

PT Geo Dipa Energi

1.160

1.160

PT Sarana Multi
Infrastruktur

5.000

5.000

PT Hutama Karya

3.000

3.000

Perum Bulog

2.000

2.000

PT Perikanan
Nusantara

PT Rajawali
Nusantara Indonesia

PT Angkasa Pura II

10

PT Pelayaran
Nasional Indonesia

11

PT Barata Indonesia

12

29,4

29,4

692,53

692,53

564,8

500

500

PT Reasuransi
Indonesia Utama

500

500

13

PT Wijaya Karya

3.000

3.000

14

PT Pembangunan
Perumahan

2.000

2.000

15

Perum Perumnas

235,41

16

PT Industri Kereta
Api

1.000

1.000

17

PT Krakatau Steel

1.500

19

564,8

235,41

956,49

PT Bahana
Pembinaan Usaha
Indonesia
PT Perusahaan
Perdangangan
Indonesia

2.000

2.000

18

2.456,49

500

500

500

500

10.000

10.000

20

PT Perusahaan
Listrik Negara

21

PT Asuransi Kredit
Indonesia

500

500

22

Perum Jamkrindo

500

500

23

PT Amarta Karya

24

PT Jasa Marga
Total

Tunai

NonTunai

Program Prioritas Nasional5

32,15
1.250

32,15

1.250

39.420,78

Pengelompokan berdasarkan Nota Keuangan RAPBN 2016


B i r o A n a l i s a A n g g a r a n d a n P e l a k s a n a a n A P B N S E T J E N D P R - R I |4

B i r o A n a l i s a A n g g a r a n d a n P e l a k s a n a a n A P B N S E T J E N D P R - R I |4