Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Green house secara umum dapat didefinisikan sebagai bangunan kontruksi
yang berfungsi untuk menghindari dan memanipulasi kondisi lingkungan agar
tercipta kondisi lingkungan yang dikendaki dalam pemeliharaan tanaman. Green
House disebut juga Rumah Kaca, karena kebanyakan green house di buat dari
bahan yang tembus cahaya seperti kaca, achrilic, plastik dan sejenisnya. Banyak
industri pertanian besar memanfaatkan green house sebagai sarana peningkatan
produksi hasil pertanianya. Karena mereka menyadari arti penting green house
dalam menciptakan kondisi lingkuangan seperti yang di kehendaki [1].
Mikrokontroler merupakan sebuah chip yang berfungsi sebagai pengontrol
rangkaian

elektronik

dan

umunya

didalamnya. Mikrokontroler adalah

sebuah

dapat
chip

menyimpan
yang

berfungsi

program
sebagai

pengontrol rangkaian elektronik dan umunya dapat menyimpan program did


umumnya terdiri dari CPU (Central Processing Unit), memori, I/O tertentu dan
unit pendukung seperti Analog-to-Digital Converter (ADC) yang sudah
terintegrasi di dalamnya [6].
Logika fuzzy merupakan salah satu komponen pembentuk soft computing.
Logika fuzzy pertama kali diperkenalkan oleh Prof. Lotfi A. Zadeh pada tahun
1965. Dasar logika fuzzy adalah teori himpunan fuzzy. Pada teori himpunan
fuzzy, peranan derajat keanggotaan sebagain penentu keberadaan elemen dalam
suatu himpunan sangatlah penting. Nilai keanggotaan atau derajat keanggotaan
atau membership function menjadi ciri utama dari penalaran dengan logika fuzzy
tersebut [2].
Dalam banyak hal, logika fuzzy digunakan sebagai suatu cara untuk
memetakan permasalahan dari input menuju ke output yang diharapkan. Logika
fuzzy dapat dianggap sebagai kotak hitam yang menghubungkan antara ruang
input menuju ke ruang output (Gelley, 2000). Kotak hitam tersebut berisi cara atau
metode yang digunakan untuk mengolah data input menjadi output dalam bentuk
informasi yang baik [2].
Logika fuzzy adalah suatu cara yang tepat untuk memetakan suatu ruang
input kedalam

suatu

ruang

output.

Titik

awal

dari

konsep

modern

mengenai ketidakpastian adalah paper yang dibuat oleh Lofti A Zadeh


(1965), dimana Zadeh memperkenalkan teori yang memiliki obyek-obyek dari
himpunan fuzzy yang memiliki batasan yang tidak presisi dan keanggotaan dalam
himpunan fuzzy, dan bukan dalam bentuk logika benar (true) atau salah (false),
tapi dinyatakan dalam derajat (degree). Konsep seperti ini disebut dengan
Fuzziness dan teorinya dinamakan Fuzzy Set Theory. Fuzziness dapat
didefinisikan sebagai logika kabur berkenaan dengan semantik dari suatu
kejadian, fenomena

atau pernyataan itu sendiri . Penalaran dengan metode

SUGENO hampir sama dengan penalaran MAMDANI, hanya saja output


(konsekuen) sistem tidak berupa himpunan fuzzy, melainkan berupa konstanta
atau persamaan linear. Metode ini sering juga dinamakan dengan Metode TSK [2].
Dalam greenhouse untuk menghasilkan hasil yang berkualitas pada tanaman
yang berada didalamnya dibutuhkan bebrapa faktor yang mendukung agar kondisi
didalam

greenhouse

teap

maksimal

dan

stabil

beberapa

faktor

yang

mempengaruhi kondisi tersebut adalah suhu, kelembaban, dan penyiraman yang


teratur pada tanaman. Green house pada umumnya masih mengandalkan tenaga
manusia untuk memperkirakan suhu, kelembaban, dan melakukan penyiraman
pada tanaman yang berada didalam green house. Hal tersebut dirasa kurang
optimal. Oleh karena itu penulis ingin membuat Tugas Akhir yang dapat
memberikan solusi yang nantinya akan membantu menciptakan kondisi green
house pada level yang selalu optimal dengan menggunakan mikrokontroler dan
metode fuzzy.
1.2. RUMUSAN MASALAH
Berangkat dari latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan beberapa
permasalahan sebagai berikut:
a. Kebanyakan greenhouse yang ada belum memiliki pendeteksi dan pengendali
suhu yang memadai menggunakan metode fuzzy sugeno.
b. Kebanyakan greenhouse yang ada belum memiliki pendeteksi dan pengendali
kelembaban yang memadai menggunakan metode fuzzy sugeno.
c. Penyiraman pada greenhouse masih dilakukan secara manual sehingga dirasa
kurang optimal.

1.3. BATASAN MASALAH


Batasan Masalah pada Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut:
a. Menggunakan mikrokontroller Arduino uno R3.
b. Hanya menggunakan tiga variabel yaitu suhu, kelembaban, dan kelembaban
tanah sebagai variabel penentu untuk penyiraman secara berkala.
c. Mengendalikan suhu, kelembaban, dan kelembaban tanah.
d. AI menggunakan metode fuzzy sugeno.
1.4. TUJUAN
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah:
a. Merancang dan membuat alat yang dapat mendeteksi dan mengendalikan suhu
dalam greenhouse.
b. Merancang dan membuat alat yang dapat mendeteksi dan mengendalikan
kelembaban dalam greenhouse.
c. Merancang dan membuat alat yang dapat melakukan penyiraman secara
berkala dengan menyesuaikan kondisi dalam greenhouse.
1.5. METODOLOGI
Penyelesaian masalah dalam tugas akhir ini dengan menggunakan berbagai
metodologi, antara lain:
1.5.1. Studi Pustaka
Studi pustaka dilakukan untuk memahami tentang konsep perancangan alat,
yaitu mengenai Microcontroler yang menggunakan modul Arduino Uno, sensor
pendeteksi suhu dan kelembaban udara menggunakan sensor DHT11, dan untuk
mengukur kelembaban tanah akan digunakan soil moisture sensor, sprayer,
selenoid valve, relay, metode fuzzy sugeno. Pemahaman dapat diperoleh dari
jurnal, buku, dan karya tulis ilmiah.
1.5.2. Analisa dan Desain Sistem
Tahapan ini merupakan tahapan untuk menganalisa terhadap rancangan alat serta
metode yang digunakan.
1.5.3. Implementasi Rancangan

Tahapan ini merupakan tahap mengimplementasikan hasil rancangan yaitu alat


dan implementasi penanaman bahasa pemorgraman di dalam modul Arduino Uno
agar bisa diterima dan mengrimkan perintah-perintah serta menjalankan metode
dan rule-rule yang sudah dirancang sebelumnya.
1.5.4. Pengujian
Pada tahap ini menjelaskan apakah hasil implementasi yang dibuat sesuai dengan
analisa dan rancangan. Pengujian dilakukan dengan memasang alat tersebut pada
greenhouse, kemudian mencatat hasil yang dihasilkan ketika alat sudah
dijalankan.
1.6. SISTEMATIKA PENULISAN
Penelitian tugas akhir ini terdiri atas lima bagian pembahasan yaitu Pendahuluan,
Landasan Teori, Analisa dan Perancangan Sistem, Implementasi dan Pengujian
serta Penutup. Kelima bagian pembahasan tersebut adalah sebagai berikut:
BAB I

: PENDAHULUAN
Terdiri dari Latar Belakang, Rumusan Masalah, Batasan
Masalah, Tujuan, Metodologi, dan Sistematika Penulisan.

BAB II

: LANDASAN TEORI
Pada bab ini berisikan tentang teori-teori, definisi, konsep
dasar, serta komponen-komponen penyusun tugas akhir
yang menjadi dasar acuan atas pembahasan masalah yang
ditulis dalam laporan tugas akhir.

BAB III

: ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM


Berisi tentang design dan perancangan perangkat yang
akan digunakan serta prinsip kerja dari alat keseluruhan,
termasuk pengujiannya.

BAB IV

: IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN


Berisi penjelasan mengenai implementasi perangkat yang
dibuat berdasarkan analisis dan perancangan dan juga
penjabaran terhadap hasil dan analisis pengujian alat yang
dibahas pada bab sebelumnya.

BAB V

: KESIMPULAN DAN SARAN


Bab ini merupakan bab penutup yang menguraikan
kesimpulan mengenai tugas akhir dan saran untuk
perbaikan alat untuk selanjutnya.