Anda di halaman 1dari 131

KANKER RONGGA MULUT

C 00 C 06
DIAGNOSIS
Kanker Rongga Mulut
KRITERIA DIAGNOSIS
Lesi di rongga mulut berbentuk bunga kol / ulserasi / peninggian yang tak hilang setelah 4
minggu, cenderung tumbuh cepat, bila disertai rasa tebal atau nyeri. Kemungkinan ada faktor
predisposisi seperti merokok, nginang, peminum alkohol, gigi runcing, higiene mulut jelek,
malnutrisi.
Lesi prakanker berupa leukoplakia, eritroplakia. Bisa disertai metastase pada kelenjar getah
bening leher. Hasil biopsi menunjukkan keganasan
DIAGNOSIS BANDING
Ulkus kronis benigna
Granuloma
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Biopsi
Tumor 1 cm, biopsi eksisional ( dengan batas 1 cm keliling tumor ). Tumor > 1 cm, biopsi
insisional.
Untuk keperluan stagging :
Untuk mengetahui infiltrasi, bila tumor sangat dekat dengan tulang mandibula : X-foto mandibula
AP + Eisler / Panoramic ; bila tumor sangat dekat tulang maksila : X-foto Waters + Hap.
CT scan bila ada fasilitas
Mengetahui metastase jauh : X-foto toraks, USG hepar dan bone survey bila ada indikasi
KONSULTASI
Dokter spesialis yang terkait ( bila diperlukan )
PERAWATAN RS
Rawat inap
TERAPI
Eksisi luas sampai 1 1,5 cm di luar jaringan patologis k/p rekonstruksi, nasograstrik feeding 7
hari.
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas C
Rumah Sakit lain yang memiliki sarana pembedahan memadai
PENYULIT
Infeksi, dehisiensi luka, fistula orokutan, nekrosis flap, chyloma seroma
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah
Dokter Spesialis Bedah ( K ) Onk
Dokter Spesialis Bedah ( K ) KL
LAMA PERWAATAN
Minimal 10 hari
MASA PEMULIHAN
1

Minimal 4 minggu
HASIL
Bisa sembuh untuk stadium -1
PATOLOGI
Perlu
PROGNOSIS
Stadium dini, diharapkan baik
Stadium lanjut, jelek
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis
WEWENANG
Dokter Spesialis Bedah, PPDS Bedah, Dokter UGD dan Dokter Umum yang bekerja di bagian
Bedah.
UNIT YANG MENANGANI
Bagian Ilmu Kesehatan Bedah
UNIT YANG TERKAIT
-

TUMOR PAROTIS
C 07
DIAGNOSIS
Tumor Parotis
KRITERIA DIAGNOSIS
Benjolan di regio parotis pre / infra / post aurikuler
DIAGNOSIS BANDING
Adenoma parotis
Karsinoma parotis
Metastase kelenjar getah bening parotis
Metastase karsinoma nasofaring
Limfadenopati parotis
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Untuk keperluan staging karsinoma parotis :
Bila tumor fixed : X-foto mandibula, CT-scan bila ada fasilitas
X-foto toraks
USG hepar
Bone survey bila indikasi
KONSULTASI
Dokter spesialis yang terkait ( bila diperlukan )
PERWATAN RS
Rawat inap
TERAPI
Tumor operable tanpa matastasis :
Jinak
parotidektomi superficial
Ganas
parotidektomi total
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas-C
Rumah sakit lain yang memiliki sarana pembedahan memadai
PENYULIT
Lesi N.VII, hematoma, seroma, infeksi, fistel air liur, sindroma frey
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah ( K ) Onk.
Dokter Spesialis Bedah ( K ) L
Bila tumor fixed atau ada metastase kelenjar getah bening leher Dokter Spesialis Bedah
( K ) Onk. Atau
Dokter Spesialis Bedah ( K ) KL
LAMA PERAWATAN
Minimal 4 hari

MASA PEMULIHAN
Minimal 3 minggu
HASIL
Tumor terangkat radikal
Tumor ganas : daya tahan hidup 5 tahun tergantung stadiumnya, makin dini makin besar
kemungkinan hidup 5 tahun.
PATOLOGI
Perlu
OTOPSI
PROGNOSIS
Tumor jinak Tumor ganas -

baik
Stadium dini :
Stadium lanjut:

diharapkan baik
jelek

TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis
WEWENANG
Dokter Spesialis Bedah, PPDS Bedah, Dokter UGD dan Dokter Umum yang bekerja di bagian
Bedah.
UNIT YANG MENANGANI
Bagian Ilmu Kesehatan Bedah
UNIT TERKAIT
-

KARSINOMA LAMBUNG
C 16
DIAGNOSIS
Karsinoma Lambung
KRITERIA DIAGNOSIS
Klinis
Keluhan rasa penuh diperut saat makan
Gejala anemia berat
Anoreksia, BB turun, muntah, hematemesis, rasa nyeri epigastrium, massabdomen pada
stadium lanjut
DIAGNOSIS BANDING
Tukak peptikum gastritis
Perdarahan varices esofagus, sirhosis
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Upper GI photo
Esopagogastroduodenoskopi
Ultrasonografi, CT scan, Endo USG
Laboratorium : Anemia (+) pada 40% pasien
CEA meningkat pada 65% pasien
KONSULTASI
Dokter Spesialis lain yang terkait bila diperlukan
PERAWATAN RS
Rawat inap
TERAPI
Karsinoma gaster resektabel
a. Ca. terletak di antrum, dilakukan sub total gastrektomi disertai pengangkatan omentum secara
en-block, serta diseksi KGB
b. Ca. terletak pada korpus bagian atas dan fundus / cardia dilakukan total gastrektomi, diseksi
kelenjar, dapat disertai splenektomi. Rekonstruksi dengan Roux es Y-Esofago jejunostomi
Catatan :
Untuk operasi yang sifatnya kuratif harus dilakukan ahli bedah ( K ) digestif.
Terhadap Ca. Gaster non resektabel, dapat dilakukan jejunostomi feeding ( permanen )
atau gastrojejunostomi
Terapi adjuvant ----- chemoterapi
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit dengan fasilitas pembedahan yang memadai
PENYULIT
Perdarahan, infeksi
Kebocoran anastomosis radang
INFORMED CONSENT
Perlu

TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah ( K ) Digestif
LAMA PERAWATAN
Minimal 7 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 4 minggu
HASIL
(-) Dubious, tergantung stadium
PATOLOGI
Sangat diperlukan
OTOPSI
PROGNOSIS
Stadium dini
Stadium lanjut :
5 years survival rate
Stadium I
:
Stadium II
:
Stadium III :
Stadium IV :

:
jelek

diharapkan baik

70 %
30 %
10 %
0%

TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis
WEWENANG
Dokter Spesialis Bedah, PPDS Bedah, Dokter UGD dan Dokter Umum yang bekerja di bagian
Bedah.
UNIT YANG MENANGANI
Bagian Ilmu Kesehatan Bedah
UNIT TERKAIT
-

KARSINOMA KOLON
C 18
DIAGNOSIS
Karsinoma Kolon
KRITERIA DIAGNOSIS
Perubahan kebiasaan buang air besar
Berak darah dan lendir, penurunan berat badan
Anemia dan diare untuk karsinoma kolon kanan
Tanda-tanda obstruksi untuk kolon kiri pada fase lanjut teraba tumor
DIAGNOSIS BANDING
Disentri amoeba, Polip rektum, Divertikulosis kolon
Hemoroid & TBC Rektum, Radang granulomatik usus
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Barium inloop, Kolonoskopi, Endo ultrasonografi
USG / CT Scan
KONSULTASI
Dokter Spesialis Bedah ( K ) Digestif
PERAWATAN RS
Rawat inap untuk persiapan operasi dan terapi
TERAPI
Kolon kanan :
Kolon transversum
Kolon kiri
:
Sigmoid
:
Terapi adjuvant

hemikolektomi kanan
:
reseksi dan reanastomose
hemikolektomi kiri
reseksi anterior
:
kemoterapi

TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas-C
Rumah sakit dengan fasilitas pembedahan yang memadai
PENYULIT
Perdarahan, infeksi
Kegagalan anastomosis, Obstruksi ileus
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah ( K ) Digestif
LAMA PERAWATAN
Minimal 14 hari
7

MASA PEMULIHAN
Minimal 4 minggu
HASIL
Tergantung stadium
PATOLOGI
Perlu
OTOPSI
PROGNOSIS
Stadium dini :
Stadium lanjut :
5 years survival rate
Dukes stadium A
Dukes stadium B
Dukes stadium C
Dukes stadium D

diharapkan baik
jelek
:
:
80 %
:
60 %
:
30 %
:
5%

TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis
WEWENANG
Dokter Spesialis Bedah, PPDS Bedah, Dokter UGD dan Dokter Umum yang bekerja di bagian
Bedah.
UNIT YANG MENANGANI
Bagian Ilmu Kesehatan Bedah
UNIT TERKAIT
-

KARSINOMA REKTUM
C 19 C 20
DIAGNOSIS
Karsinoma Rektum
KRITERIA DIAGNOSIS
Klinis
Berak darah & lendir, berbau, gangguan kebiasaan BAB
Nyeri saat BAB, tenesmus pada kasus lanjut, obstruksi usus
Colok dubur :
a. Teraba tumor berbenjol, rapuh, tukak, mudah berdarah
b. Ca. rektum letak rendah (2/3 bag. Bawah ) umumnya dapat tercapai dengan baik
c. Ca. Rektum letak tinggi (1/3 bag. Atas ) sering tak tercapai dengan colok dubur
d. Ditentukan deskriptif tumor secara lengkap untuk menentukan resektabilitas batas atas
bawah, sirkuler, mobilitas
e. Dilakukan biopsi dari tumor untuk pemeriksaan patologi
DIAGNOSIS BANDING
Disentri amoeba kolon
Divertikulosis kolon
Polip rektum
Haemorrhoid & TBC rectum
Penyakit usus inflamasi ( IBD )
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Kolonoskopi, CT scan, Endo Ultrasonografi
Ba inloop kolon
USG Abdomen, foto toraks
KONSULTASI
Dokter Spesialis Bedah ( K ) Digestif
PERAWATAN RS
Rawat inap untuk persiapan operasi dan terapi
TERAPI
Ca. Rektum 12 cm diatas anus dilakukan reseksi anterior
Ca. Rektum kurang 12 cm dari anus : T1
Terjangkau diferensiasi baik dilakukan eksisi lokal
Ca. Rektum 6 12 cm dari anus :
- Stage I
---- reseksi anterior rendah ( LAR )
- Stage II/III ---- terapi kombinasi multiple ( MCT ) + Reseksi anterior rendah
Ca. rektum kurang dari 6 cm dari anus :
- Stage I diferensiasi baik ---- LAR / reseksi abdomino perineal ( APR )
- Stage II / III
---- MCT + LAR / APR
- Stage I diferensiasi jelek ---- APR )
- Stage II / III
---- MCT + APR

Catatan : Untuk tindakan operasi sangat dianjurkan untuk konsultasi pada spesialis bedah
( K ) digestif
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit dengan fasilitas pembedahan yang memadai
PENYULIT
Perdarahan, infeksi
Kegagalan anastomosis
Obstruksi ileus
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah ( K ) Digestif
LAMA PERAWATAN
Minimal 14 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 2 minggu
HASIL
PATOLOGI
Sangat diperlukan
OTOPSI
PROGNOSIS
Stadium dini :
Stadium lanjut :
5 years ssurvival rate
Dukes A
:
Dukes B
:
Dukes C
:
Dukes B
:

diharapkan baik
jelek
80 %
65 %
33 %
0%

TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis
WEWENANG
Dokter Spesialis Bedah, PPDS Bedah, Dokter UGD dan Dokter Umum yang bekerja di bagian
Bedah.
UNIT YANG MENANGANI
Bagian Ilmu Kesehatan Bedah
UNIT TERKAIT
10

KARSINOMA PANKREAS
C 25
DIAGNOSIS
Karsinoma Pankreas
KRITERIA DIAGNOSIS
Klinis
Ikterus
Nyeri perut
Berat badan turun, gatal-gatal
Kantong empedu membesar ( hydrops ) : Courvoister sign
DIAGNOSIS BANDING
Batu saluran empedu
Stenosis saluran empedu
Kolangio karsinoma
PEMERIKSAAN PENUNJANG
USG, CT Scan, ERCP
KONSULTASI
Dokter Spesialis Bedah ( K ) Digestif
PERAWATAN RS
Rawat inap untuk perawatan operasi dan tindakan
TERAPI
Resektabel : Doudenopankreatektomi cefalik / total pancreatektomi
Catatan : Untuk tindakan operasi sangat dianjurkan untuk konsultasi pada Spesialis
Bedah ( K ) Digestif
Inresektable : by pass bilio digestif Gastreyeyunostomi
Caeliac block block
Terapi adjuvant : Kemoterapi
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas B
Rumah sakit dengan fasilitas pembedahan yang memadai
PENYULIT
Perdarahan, infeksi, sepsis
Fistula pankreatik / biliar
INFORMED CONSENT
Perlu

11

TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah ( K ) Digestif
LAMA PERAWATAN
Minimal 14 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 4 minggu
HASIL
Dubious
PATOLOGI
Perlu
OTOPSI
PROGNOSIS
Stadium dini diharapkan baik
Stadium lanjut : jelek 5 years survival rate
Stadium IA :
20 30 %
Stadium IB :
20 30 %
Stadium IIA :
20 25 %
Stadium IIB :
10 15 %
Stadium III :
0 5%
Stadium IV :
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis
WEWENANG
Dokter Spesialis Bedah, PPDS Bedah, Dokter UGD dan Dokter Umum yang bekerja di bagian
Bedah.
UNIT YANG MENANGANI
Bagian Ilmu Kesehatan Bedah
UNIT TERKAIT
-

12

KANKER PAYUDARA
C 50
DIAGNOSIS
Kanker Payudara
KRITERIA DIAGNOSIS
1. Keluhan : Tumor atau borok yang mudah berdarah pada payudara, erosi puting susu,
perdarahan atau keluar cairan abnormal dari puting susu
2. Fisik : Pada payudara terdapat tumor padat keras, batas tidak jelas, bentuk tidak teratur,
umumnya pada permulaan tidak terasa nyeri, tumbuh progresif, ada tanda-tanda infiltrsai dan
atau metastase
Tanda infiltrasi : mobilitas tumor terbatas, melekat kulit / muskulus pektoralis / dinding dada,
eritema kulit di atas tumor, ulserasi, retraksi papila, dimple, peau dorange, satellite nodule.
Tanda metastase : regional ada pembesaran kelenjar getah bening ketiak / infra klavikula /
supra klavikula / mammaria interna atau ada tumor di organ jauh ( payudara kontralateral,
paru, liver, tulang, otak, dll. )
3. Radiologi :
a. Mammografi : tumor batas tidak, bentuk ireguler, stellate sign , speculate sign, klasifikasi
mikro yang tidak teratur
b. USG mamma : ada tumor berbatas tidak tegas, hiperechoic
DIAGNOSIS BANDING
1. Tumor jinak mama,
3. Displasia mamma,
5. Sarkoma jaringan lunak,

2. Tumor phillodes,
4. Mastitis khronika,
6. Limfoma maligna ekstra nodal

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Diagnosis : Tripel diagnostik :
1. Klinis
2. Mammografi atau USG Mamma
3. FNA, pemeriksaan patologi spesimen operasi ( frozen section atau paraffin block )
Staging
1. T : Klinis, imaging, patologi ( jenis histologi, derajat diferensiasi )
2. N : Klinis, imaging, biopsi sentinal node
3. M : Klinis, imaging ( X-foto toraks, USG abdomen, bone scan, CT-scan, MRI )
KONSULTASI
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
PERAWATAN RS
Rawat inap untuk diagnosis dan atau tindakan
TERAPI
Bedah
1. Standar :
Mastektomi Radikal Modifikasi ( Pattey / Madden )
2. Alternatif :
13

1). Mastektomi Radikal Standard ( Halsted )


2). BCT / S ( Breast Conserving Treatment / Surgery ) :
a. Tumorektomi / kwadrantektomi / segmentektomi diseksi axilla + radioterapi pasca
bedah
b. Rekonstruksi mamma ( miokutaneus latisimus dorsi flap, TRAM flap )
3). Pada tumor yang kanker mamma non paipable atau kanker insitu diseksi aksila tergantung
dari keadaan kelenjar aksila atau dari biopsi sentinel lymph node
3. Mastektomi radikal modifikasi pada kanker mamma stadium lanjut lokal ( LABC ) yang
mengalami respon komplit atau respon parsial setelah mendapat komoterapi neoadjuvant dan
atau radioterapi preoperatif
Non Bedah
1. Radioterapi : pre atau pasca operasi atau primer
2. Kemoterapi : Neoadjuvant atau adjuvant atau primer dengan :
CMF = Cyclophosphamide, Methotrexate, 5-Flourouracil
CAF / CEF = Cyclophosphamide, Adriamycin, 5-Flourouracil
TA, TE, TC : Taxan, Adriamycin, Epirubicin, Cisplatinum Capecitabine ( oral )
Gemtazibine kombinasi TE atau Cisplatin,
Trastuzumab pada overekspresi HER-2 / neu
3. Hormonterapi : pada kasus reseptor hormonal positif dengan cara ovariektomi bilateral,
radiokastrasi, tamoxifen selama 5 tahun, anastrozole, letrozole, exemestane, GnRH analogue
(gozereline)
4. Terapi paliatif dan bantuan / suportif
TEMPAT PELAYANAN
Minimal RS kelas-C
RS lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai
PENYULIT
1. Penyakit : perdarahan, infeksi, efusi pleura, oedema lengan, faktura patologis, paraplegia,
gangguan kesadaran, ikterus hiperkalsemia
2. Terapi
1). Operasi : perdarahan, infeksi, seroma, nekrose kulit, oedema lengan, sendi bahu kaku
2). Radioterapi, radiodermatitis, fibrosis, nekrose flap, oedema lengan, sendi bahu kaku
3). Kemoterapi : Mual, muntah, anemia, leukopenia, netropenia, trobositopenia, infeksi
ringan sampai berat / sepsis, plebitis, nekrose kulit tempat infus, diare, alopesia, handfoot
syndrome dsb.
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah ( K ) Onkologi
Dokter Spesialis Bedah ( K ) Toraks, Orthopaedi, Bedah saraf, Rehabilitasi medis
LAMA PERAWATAN
Minimal 7 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 24 minggu
HASIL
1. Stadium dini
2. Stadium lanjut
3. Stadium sangat lanjut

:
:
:

Bebas kanker
DFS atau OS diperpanjang
Tidak sembuh, paliasi

14

PATOLOGI
Perlu untuk konfirmasi diagnosa keganasan epitelial
1. Ductal carcinoma insitu atau lobular carcinoma insitu
2. Infiltrating ductal atau infiltrating lobular carcinoma
3. Variant khusus :
1). Medullary carc.
2). Pappilary carc.
3). Cribiform carc.
4). Mucinous carc.
5). Scirrhus
6). Pagets disease
6). Squamous cell carc.
8). Undifferentiated carc.
Keganasan mesenkimal
1. Fibrosarcoma
2. Liposarcoma
3. Malignant Fibrous Histiocytoma 4. dll
Keganasan campuran
1. Malignant phyllodes
2. Carsinosarcoma
OTOPSI
Kadang-kadang perlu untuk : konfirmasi diagnosis dan kasus kematian yang sebabnya tidak
jelas.
PROGNOSIS
Tergantung stadium, jenis hispatologi, faktor prognosis dan modalitas terapi yang didapat
1. Stadium dini
: diharapkan baik
2. Stadium lanjut
: dubious
3. Stadium sangat lanjut
: jelek
TINDAK LANJUT
0 2 tahun
: setiap 2 bulan sekali
3 5 tahun
: setiap 3 bulan sekali
> 5 tahun
: setiap 6 bulan sekali
Pemeriksaan fisik
: tiap kontrol
Foto toraks
: tiap 6 bulan
USG abdomen
: tiap 6 bulan atau ada indikasi
Mammografi kontralateral
: tiap tahun atau ada indikasi
Bone scan
: tiap 2 tahun atau ada indikasi
Tumor marker
: tiap 2 3 bulan
WEWENANG
Dokter Spesialis Bedah, PPDS Bedah, Dokter UGD dan Dokter Umum yang bekerja di bagian
Bedah.
UNIT YANG MENANGANI
Bagian Ilmu Kesehatan Bedah
UNIT TERKAIT
-

15

KANKER PENIS
C 60
DIAGNOSIS
Kanker Penis
KRITERIA DIAGNOSIS
1. Keluhan : benjolan di penis
2. Fisik :
1). Lesi berupa plaque merah ( erythroplaque of querat ), nodus, tumor eksofitik, erosi atau
ulkus terutama di glans atau preputium
2). Pembesaran kelenjar getah bening inguinal
DIAGNOSIS BANDING
1. Tumor jinak
2. Kondiloma
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Diagnosis
1. Biopsi lesi, pemeriksaan spesimen operasi : jenis histologi, derajat diferensiasi sel
2. Radiologi : X-foto toraks, USG abdomen, CT-abdomen
3. Laboratorium : darah, fungsi liver, fungsi ginjal, faal hemostasis
Pemeriksaan lain atas indikasi
Staging :
T : Klinis, imaging
N : Klinis, imaging ( limfografi bipedal )
M : Klinis, imaging ( x-foto toraks, USG abdomen, CT-scan )
KONSULTASI
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
PERAWATAN RS
Rawat inap untuk diagnosis dan atau tindakan
TERAPI
Bedah
1. Penektomi parsial atau total
2. Diseksi kelenjar limfe ileo-inguinal profilaktik dikerjakan pada tumor T1 grade II-III dan
pada tumor dengan T2-3
Non Bedah
1. Radioterapi 40 Gy, brachiterapi dengan implantasi iridium
2. Kemoterapi : Bleomycin, methotrexate, cisplatin
TEMPAT PELAYANAN
Minimal RS kelas-C
16

RS lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai

PENYULIT
1. Penyakit : kehilangan penis, edema tungkai
2. Terapi : perdarahan, striktur uretra, infeksi
INFORMED CONSENT
Perlu

TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah ( K ) Onkologi
Dokter Spesialis Bedah Urologi
LAMA PERAWATAN
Minimal 7 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 4 minggu
HASIL
1. Stadium dini
2. Stadium lanjut
3. Stadium sangat lanjut

: diharapkan bebas kanker


: DFS atau OS diperpanjang
: tidak sembuh, paliasi

PATOLOGI
Perlu untuk : konfirmasi diagnosis Jenis histologi :
1. Squamous cell carcinoma
2. Adenocarcinoma
OTOPSI
Kadang-kadang perlu untuk : konfirmasi diagnosis dan kasus kematian yang sebabnya tidak
jelas.
PROGNOSIS
Tergantung stadium, faktor prognosis dan modalitas terapi yang didapat
1. Stadium dini
: diharapkan baik
2. Stadium lanjut
: dubius
3. Stadium sangat lanjut
: jelek
TINDAK LANJUT
0 2 tahun : setiap 2 bulan
3 5 tahun : setiap 3 bulan
> 5 tahun
: setiap 6 bulan
WEWENANG
Dokter Spesialis Bedah, PPDS Bedah, Dokter UGD dan Dokter Umum yang bekerja di bagian
Bedah.
UNIT YANG MENANGANI
Bagian Ilmu Kesehatan Bedah
UNIT TERKAIT
-

17

TUMOR TESTIS
C 62 ( Carcinoma Testis )

D 29 ( Tumor Jinak Testis )

DIAGNOSIS
Tumor Testis
KRITERIA DIAGNOSIS
Benjolan pada testis, tidak nyeri, diafonoskopi negatif, resiko keganasan meningkat pada
penderita kriptorkismus
DIAGNOSIS BANDING
Hidrokel testis, hernia inguinal, orchitis, TBC testis, hematoma, varikokel, epididimitis
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Penanda tumor ( beta hCG, AFP )
Foto toraks
USG testis & abdomen
CT-scan bila tersedia
KONSULTASI
Dokter spesialis yang terkait ( bila diperlukan )
PERAWATAN RS
Rawat Inap
TERAPI
Orchidectomi tinggi / radikal
Kemoterapi : carboplatin, etoposide, bleomycin
Radioterapi
Diseksi kelenjar limfe para aorta / retroperitonial terutama pada tumor nonseminoma
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas-C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan memadai
PENYULIT
Hematoma, Infeksi
Perlengketan intra abdominal
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
18

Dokter Spesialis Bedah Umum


Dokter Spesialis Bedah Urologi
Dokter Spesialis Bedah ( K ) Onkologi

LAMA PERAWATAN
Minimal 7 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 1 minggu
HASIL
Tumor terangkat secara onkologi
PATOLOGI
Perlu, untuk membedakan seminoma dan non seminoma
OTOPSI
Kadang-kadang perlu untuk : konfirmasi diagnosis dan kasus kematian yang sebabnya tidak jelas
PROGNOSIS
Dubious (tergantung stadium, jenis hispatologi, faktor prognosis dan modalitas terapi yang
didapat)
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring tanda-tanda metastasis
WEWENANG
Dokter Spesialis Bedah, PPDS Bedah, Dokter UGD dan Dokter Umum yang bekerja di bagian
Bedah.
UNIT YANG MENANGANI
Bagian Ilmu Kesehatan Bedah
UNIT TERKAIT
-

19

KARSINOMA TIROID
C 73
DIAGNOSIS
Karsinoma Tiroid
KRITERIA DIAGNOSIS
Benjolan di leher bagian depan, ikut bergerak waktu menelan disertai tanda penekanan, suara
parau, sesak nafas, gangguan menelan, konsistensi keras, mobilitas terbatas, pemvesaran
kelenjar getah bening, FNAB keganasan ( + )
DIAGNOSIS BANDING
Tiroiditis kronis, struma adenomatosa
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Foto leher ( kalau perlu ), foto toraks, FNAB, USG abdomen, parafincoupe
KONSULTASI
Dokter spesialis yang terkait ( bila diperlukan )
PERAWATAN RS
Rawat inap
TERAPI
Total tiroidektomi, near total tiroidektomi + FND bila matastase ke kel. Leher. Radiasi externa /
interne ( J 131 ), kemoterapi bila ada indikasi. Substitusi terapi levotiroksin
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas-C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai
PENYULIT
Sesak nafas, suara serak karena lesi nervus rekuren, kejang karena hipoparatiroid,
trakheomalaisa, perdarahan
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah ( K ) Onk
Dokter Spesialis Bedah ( K ) KL
FND dilakukan oleh Dokter Spesialis Bedah ( K ) Onk. Atau KL

20

LAMA PERAWATAN
Minimal 5 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 4 minggu
HASIL
Terangkat tumor secara onkologi / radikal
PATOLOGI
Perlu
OTOPSI
PROGNOSIS
Tergantung faktor prognostik
Diharapkan baik bila usia < 45 tahun ukuran tumor < 4 cm, tipe diferensiasi baik, tidak ada
ekstensi
WEWENANG
Dokter Spesialis Bedah, PPDS Bedah, Dokter UGD dan Dokter Umum yang bekerja di bagian
Bedah.
UNIT YANG MENANGANI
Bagian Ilmu Kesehatan Bedah

21

PEMBESARAN KELENJAR GETAH BENING LEHER


C 77.0
DIAGNOSIS
Pembesaran Kelenjar Getah Bening Leher
KRITERIA DIAGNOSIS
Pembesaran kelenjar getah bening dicurigai ganas bila :
1. Membesar progresif
2. Tanpa tanda-tanda radang
3. Ada tumor primer di tempat lain
4. Tidak sembuh dengan antibiotika setelah kurun waktu tertentu
5. Benjolan terasa agak keras, ada tanda-tanda infiltrasi ke sekitarnya
DIAGNOSIS BANDING
Limfadenitis spesifik / non spesifik
Limfoma maligna
PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. FNAB, biopsi eksisional, atau biopsi insisional
2. Pemeriksaan darah lengkap
3. Tumor marker bila ada fasilitas
4. Pemeriksaan serologis ( TB-DOT, toksoplasma )
5. CT-scan bila ada indikasi
KONSULTASI
Dokter spesialis yang terkait ( bila diperlukan )
PERAWATAN RS
Poliklinis / opname bila operasi dengan bius umum
TERAPI
Sesuai penyebab ( radioterapi, kemoterapi, pembedahan )
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan memadai
PENYULIT
Tergantung penyebab
INFORMED CONSENT
22

Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah ( K ) Onkologi
Dokter Spesialis Bedah ( K ) Kepala Leher
LAMA PERAWATAN
Tergantung penyebab
MASA PEMULIHAN
Tergantung penyebab
HASIL
Pembesaran kelenjar getah bening dapat dieradikasi
PATOLOGI
Perlu untuk konfrmasi diagnosis, menentukan grading, origin tumor, stadium, terapi ajuvan dan
mengetahui prognosis
OTOPSI
Kadang-kadang perlu untuk : konfirmasi diagnosis dan kasus kematian yang sebabnya tidak jelas
PROGNOSIS
Tergantung penyebab, stadium, faktor prognosis dan modalitas terapi yang didapat
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis
WEWENANG
Dokter Spesialis Bedah, PPDS Bedah, Dokter UGD dan Dokter Umum yang bekerja di bagian
Bedah.
UNIT YANG MENANGANI
Bagian Ilmu Kesehatan Bedah
UNIT TERKAIT
-

23

TUMOR JINAK RONGGA MULUT


D 10.3
DIAGNOSIS
Tumor Jinak Rongga Mulut
KRITERIA DIAGNOSIS
Benjolan pada rongga mulut dengan batas jelas
DIAGNOSIS BANDING
Fibroma, Papiloma, Epulis
PEMERIKSAAN PENUNJANG
KONSULTASI
Dokter Spesialis terkait ( bila diperlukan )
PERAWATAN RS
Rawat inap untuk
TERAPI
Eksisi
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai
PENYULIT
Perdarahan
Infeksi
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah ( K ) Onk
Dokter Spesialis Bedah ( K ) K & L
LAMA PERAWATAN
24

Minimal 7 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 4 minggu
HASIL
Tumor bisa terangkat total
PATOLOGI
Perlu
OTOPSI
PROGNOSIS
Diharapkan baik
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis
WEWENANG
Dokter Spesialis Bedah, PPDS Bedah, Dokter UGD dan Dokter Umum yang bekerja di bagian
Bedah.
UNIT YANG MENANGANI
Bagian Ilmu Kesehatan Bedah
UNIT TERKAIT
-

25

TUMOR JINAK JARINGAN LUNAK


KEPALA DAN LEHER
DIAGNOSIS
Tumor Jinak jaringan Lunak Kepala dan Leher
KRITERIA DIAGNOSIS
Benjolan pada jaringan lunak dikepala atau di leher
DIAGNOSIS BANDING
Berdasarkan pemeriksaan klinis dapat dibedakan antara :
Fibroma
Neurofibroma
Lipoma
Limfangioma
Hemangioma
PEMERIKSAAN PENUNJANG
KONSULTASI
Dokter Spesialis terkait ( bila dibutuhkan )
PERAWATAN RS
Rawat inap untuk operasi
TERAPI
Eksisi
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai
PENYULIT
Perdarahan
Infeksi
Lesi organ sekitar
INFORMED CONSENT
Perlu
26

TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah
Dokter Spesialis Bedah ( K ) Onk
Dokter Spesialis Bedah ( K ) KL
LAMA PERAWATAN
Kalau lokal anestesi bisa poliklinis
Kalau dengan general narkose perlu opname minimal 1 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 4 minggu
HASIL
Tumor bisa terangkat
PATOLOGI
Perlu
OTOPSI
PROGNOSIS
Diharapkan baik
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis
WEWENANG
Dokter Spesialis Bedah, PPDS Bedah, Dokter UGD dan Dokter Umum yang bekerja di bagian
Bedah.
UNIT YANG MENANGANI
Bagian Ilmu Kesehatan Bedah

27

TUMOR JINAK TULANG


D 16
DIAGNOSIS
Tumor Jinak Tulang
KRITERIA DIAGNOSIS
1. Keluhan : tumor, nyeri tulang, patah tulang
2. Fisik : tumor pada tulang konsistensi keras, berbatas tegas atau ada patah tulang patologis
3. Radiologi : X-foto tulang ; tampak densitas tulang bertambah ( osteoblastik ) atau berkurang
( ostolitik ) atau campuran
4. Alkali fosfatase meningkat
DIAGNOSIS BANDING
1. Tumor ganas tulang
2. Kista tulang

3. Osteomelitis

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Diagnosis
1. Radiologi ; X-foto tulang, CT-scan
2. Biopsi : FNA, biopsi tulang, pemeriksaan spesimen operasi
Staging : hanya untuk tumor ganas tulang
KONSULTASI
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
PERAWATAN RS
Rawat inap untuk diagnosis dan atau tindakan
TERAPI
1. Reseksi tulang

2. Kuretage

3. Cryosurgery

TEMPAT PELAYANAN
Minimal RS kelas-C
RS lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai
PENYULIT
1. Penyakit : Nyeri tulang, fraktur patologis
2. Terapi : Gangguan pertumbuhan, infeksi, malunion atau nonunion

28

INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah ( K ) Onkologi
Dokter Spesialis Bedah Ortopedi
LAMA PERAWATAN
Minimal 1 minggu
MASA PEMULIHAN
Minimal 4 minggu
HASIL
Bisa bebas tumor, bisa kambuh
PATOLOGI
Perlu untuk konfirmasi diagnosis. Jenis histologi :
1. Tumor jinak tulang
1). Osteoma
2). Osteoblastoma
3). Kondroma
4). Kondroblastoma
5). Adamantinoma
6). Fibroma
7). Hemangioma
8). Limfangioma
9). Giant cell tumor
2. Tumor non neoplasma
1). Kista tulang
2). Fibrous displasia
PROGNOSIS
Diharapkan baik, tumor hilang atau sembuh, kadang-kadang bisa residif
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring untuk kemungkinan rekurensi

29

TUMOR GANAS TULANG


C 40 dan C 41
DIAGNOSIS
Tumor Ganas Tulang
KRITERIA DIAGNOSIS
1. Keluhan : pembengkakan pada tulang atau daerah persendian, nyeri tulang, patah tulang
patologis
2. Fisik : tumor pada tulang dengan konsistensi keras (osteosarkoma umumnya pada daerah
metafise tulang panjang. Ewing sarcoma pada tulang pipih atau daerah diafise ) berbatas
tegas, atau ada patah tulang patologis, sering dengan metastase jauh ( paru )
3. Radiologi : X-foto polos tulang : tepi tumor ireguler, destruksi tulang dan periosteal reaction.
MRI
4. Alkali fosfatase meningkat
DIAGNOSIS BANDING
1. Tumor jinak tulang
2. Kista tulang
3. Osteomielitis
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Diagnosis
1. Radiologi : X-foto tulang, MRI, CT-scan.
2. Biopsi : FNA, core biopsy tulang, pemeriksaan spesimen operasi
Staging : foto thorax, kalau perlu CT scan, USG abdomen
KONSULTASI
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
PERAWATAN RS
Rawat inap untuk diagnosis atau tindakan
TERAPI
1. Limb salvage bila memungkinkan
2. Reseksi tulang dan rekonstruksi
3. Amputasi
4. Metastasektomi

30

Kemoterapi : sebagai terapi ajuvan atau neo ajuvan pada perencanaan limb salvage. Regimen
yang digunakan adalah kombinasi Vincristine, Doxorubicin, Cyclophospamide, Ifosfamide +
uromitexan, Etoposide
Radioterapi : sebagai terapi paliatif pada tumor yang besar, unresectable, karena osteosarkoma
umumnya bersifat radioresisten
TEMPAT PELAYANAN
Minimal RS kelas-C
RS lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai
PENYULIT
1. Penyakit : nyeri tulang, fraktur patologis, metastase hematogen ( umumnya ke paru )
2. Terapi : gangguan pertumbuhan, infeksi tulang, malunion atau nonunion
INFORMED CONSENT
Perlu

TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah ( K ) Onkologi
Dokter Spesialis bedah Ortopedi
LAMA PERAWATAN
Minimal 1 minggu
MASA PEMULIHAN
Minimal 4 minggu
HASIL
Bisa bebas tumor, sembuh
PATOLOGI
Perlu untuk konfirmasi diagnosis, menentukan grading, stadium, terapi ajuvan dan mengetahui
prognosis
Jenis histologi :
1. Osteosarkoma
2. Ewing sarkoma
3. dll
OTOPSI
PROGNOSIS
Dubious ( tergantung stadium, jenis hispatologi, faktor prognosis dan modalitas terapi yang
didapat
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring rekurensi dan metastase

31

AMELOBLASTOMA MANDIBULA
D 16.5
DIAGNOSIS
Ameloblastoma Mandibula
KRITERIA DIAGNOSIS
Benjolan berasal dari tulang mandibula atau maksila ( jarang ) tak nyeri, tumbuh pelan
( bertahun-tahun ), konsistensi keras, kadang ada fenomena bola pingpong, gigi yang
bersangkutan biasanya tak teratur
DIAGNOSIS BANDING
Ossifying fibroma
Kista odontogenik
Giant cell tumor
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Mandibula : X-foto mandibula AP + Eisler atau panoramik
Maksila : X-foto waters + Hap
Adanya gambaran kista multiple / single
KONSULTASI
Dokter spesialis yang terkait ( bila diperlukan )
PERAWATAN RS
Rawat inap
TERAPI
Reseksi mengikutsertakan tulang sehat 1-2 cm dari batas lesi + rekonstruksi
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas-C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai
PENYULIT
Perdarahan, hematom, fistel orokutan, lesi n. Hipoglosus & n. Lingualis, infeksi

32

INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah ( K ) Onk.
Dokter Spesialis Bedah ( K ) KL.
LAMA PERAWATAN
Minimal 14 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 4 minggu
HASIL
Tumor bisa terangkat radikal
PATOLOGI
Perlu
OTOPSI
PROGNOSIS
Diharapkan baik
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

33

TUMOR JINAK JARINGAN LUNAK &


TUMOR NON NEOPLASTIK JARINGAN LUNAK
D 17 ; D 18 ; D 21 ; D 23 ; D 36.1 ; M 67 ; Q 85.0
DIAGNOSIS
Tumor Jinak jaringan Lunak & Tumor Non Neoplastik Jaringan Lunak
KRITERIA DIAGNOSIS
1. Lipoma
D 17
Tumor berbentuk bulat, oval atau lobulated, tumbuh pelan, konsistensi lunak
(pseudofluktuasi), tidak nyeri, singel atau multiple subkutan
2. Hemamgioma
D 18
Berbentuk plaque atau nodus pada kulit, berwarna merah sejak lahir/timbul waktu anak-anak
1). Hemangioma cavernosum
a. Tumor di kulit atau subkutan, seperti spons kompresibel, berwarna kebiruan, sejak lahir
atau timbul waktu bayi
b. Tumor tumbuh dan membesar dengan cepat tetapi dapat mengecil atau menghilang
spontan, umumnya sebelum umur 5-7 tahun
2). Hemangioma arteriale ( hemangioma recemosum, cirrsoid hemangioma )
a. Tumor berbentuk panjang, berbelok-belok, berdenyut, karena ada shunt antara arteri
dan vena, sejak bayi atau kecil
b. Lokasi umumnya di subkutan di kepala
3. Limfangioma
D 18
1). Limfangioma kapilare ( limfangioma simplex ).
Berbentuk vesikel atau kutil kecil-kecil multipel, berisi cairan limfe, dengan kulit
berwarna normal, timbul sejak lahir atau waktu kecil
2). Limfangioma cavernosum.
Berbentuk tumor atau berupa pembesaran organ, sperti bibir ( makrocheili ), lidah
( makroglosi ), dsb. Dengan kulit di atas tumor berwarna normal, konsistensi seperti spons
3). Limfangioma kistikum ( Higroma )
a. Berupa kista, berisi cairan limfe, dengan kulit di atas tumor warnanya normal, timbul
sejak lahir atau waktu bayi
b. Lokasi umumnya di leher ( higroma coli ) atau di axilla ( higroma axillare )
4. Fibroma
D 21
1). Berbentuk tumor padat, berbatsa tidak tegas , konsistensi ada yang keras (fibroma durum),
ada yang lunak ( fibroma molle ) tergantung pada banyaknya jaringan ikat pada tumor.
2). Lokasi subkutan, fascia, septum intramuskulare
34

3). Tumor desmoid ialah fibroma yang terdapat pada dinding abdomen pada fascia muskulus
rektus atau oblikus abdominis. Klinis kelihatannya sebagai tumor ganas, tetapi patologis
sebagai tumor jinak.
5. Neurofibroma
D 36.1
1). Berbentuk tumor bulat panjang, sering multipel sepanjangjalan saraf perifir, berasal dari
bungkus saraf
2). Dapat timbul nyeri atau parestesia
Tumor non neoplasma
1. Neurofibromatosis von Recklinghausen
Q 85.0
1). Penyakit kongenital herediter, sejak lahir atau baru manifest setelah dewasa, yang tumbuh
progresif dengan pelan
2). Berbentuk nodus, tumor atau polipoid, dikulit, subkutis atau subfasia, multipel diseluruh
tubuh, dengan ukuran bervariasi, konsistensi lunak
3). Yang khas ialah terdapat cafe aux lait, suatu plaque berwarna coklat susu pada kulit
4). Bila belakangan ada tumor yang tumbuh dengan cepat, konsistensi berubah menjadi
padat, harus dicurigai mengalami transformasi ganas, menjadi neurogenic sarcoma
2. Ganglion
M 67.4
1). Tumor kisteus dari bungkus tendon atau sendi yang berisi cairan seperti jelly
2). Lokasi umumnya subkutan di pergelangan tangan
( ganglion karpi ), kaki
( ganglion tarsi ) atau di poplitea
( ganglion poplitea / baker cyst )
DIAGNOSIS BANDING
Tumor ganas jaringan lunak
PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Radiologis : X-foto, CT-scan, MRI pada tempat tumor
2. Patologis : FNA, Biopsi, Pemeriksaan spesimen operasi
Staging : KONSULTASI
Bila perlu
PERAWATAN RS
Kepada dokter spesialis yang terkait
TERAPI
Bedah
1. Eksisi tumor
2. Cryosurgery
3. Elektro kauter
4. Abrasi / dermabrasi
Non Bedah
1. Hemangioma : Radioterapi, kortikosteroid, tatouage
2. Ganglion : Aspirasi dilanjutkan dengan kortikosteroid intrakistik, eksterpasi
TEMPAT PELAYANAN
Minimal RS kelas C, RS lain yang mempunyai sarana pembedahan memadai
PENYULIT
1. Penyakit : umumnya tidak ada

2.Terapi : perdarahan, infeksi

INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
1. Dokter Spesialis Bedah Umum
2. Dokter Spesialis Bedah ( K ) Onkologi
3. Dokter Spesialis Bedah ( K ) Kepala Leher
LAMA PERAWATAN
Minimal 3 hari
MASA PEMULIHAN
35

Minimal 1 minggu
HASIL
Bisa bebas tumor, sembuh
PATOLOGI
Jenis histologi :
1. Hemangioma
4. Benign fibroushistiocytoma
7. Synovioma
10. Neurofibromatosis

2. Lipoma
5. Neurofibroma
8. Leiomyoma

3. Fibroma
6. Rhabdomyoma
9. Ganglion

OTOPSI
Perlu untuk : konfirmasi diagnosis dan kasus kematian yang sebabnya tidak jelas
PROGNOSIS
Diharapkan baik
TINDAK LANJUT
Evaluasi terapi dan kemungkinan terjadi kekambuhan

HIGROMA KOLI
D 18. 1
DIAGNOSIS
Higroma Koli
KRITERIA DIAGNOSIS
Benjolan di leher sejak lahir / bayi, membesar sesuai pertumbuhan anak, bisa meluas ke wajah,
rongga mulut, ketiak atau mediastenum, dinding tipis, konsistensi kistik, sering berlobi, sebagian
berbatas jelas, tak nyeri tekan, transiluminasi ( + )
DIAGNOSIS BANDING
Lipoma
Limfangioma simpleks
Hemangioma
Kista brankhiogenik
PEMERIKSAAN PENUNJANG
KONSULTASI
Dokter spesialis yang terkait ( bila diperlukan )
PERAWATAN RS
Rawat inap
TERAPI
Ekstirpasi
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan memadai
PENYULIT
Lesi struktur vital ( pembuluh darah, saraf, saluran nafas dan esofagus ), hematoma, infeksi,
edema laring

36

INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah ( K ) Onk.
Dokter Spesialis Bedah ( K ) KL
LAMA PERAWATAN
Minimal 5 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 14 hari
HASIL
Benjolan terangkat sebersih mungkin
PATOLOGI
Perlu
OTOPSI
PROGNOSIS
Diharapkan baik, kecuali bila sangat ekstensif
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

37

TUMOR JINAK KULIT & TUMOR NON NEOPLASTIK KULIT


D 23 dan B 07; B 08.1; L 57.0; L 72; L 82-86; L 92.3; T 81.8
DIAGNOSIS
Tumor Jinak Kulit & Tumor Non Neoplastik Kulit
KRITERIA DIAGNOSIS
Neoplasma jinak kulit, D 23
Terdapat lesi pada kulit berbentuk plaque, papel, nodus atau tumor yang berbatas tegas tanpa ada
infiltrasi atau tanda metastasis
1. Papiloma
1). Berbentuk tunor papiler, menonjol di atas permukaan kulit, permukaan kasar
2). Berwarna seperti kulit normal disekitarnya
2. Epitelioma
1). Berbentuk nodus atau plaque kecil, di dalam kulit
2). Berwarna seperti kulit normal di sekitarnya
3. Nevus pigmentosus
Plaque atau nodus berwarna hitam
4. Kista dermoid
1). Kista berisi sebum, subkutan, pada alis, garis tengah atau brachial left
2). Timbul sejak lahir atau waktu anak-anak
5. Dermatofibroma
1). Berupa nodus kecil, keras, di kulit dan subkutis
2). Berwarna coklat, menyerupai keloid
Tumor non neoplasma kulit
1. Verruca vulgaris B 07
a. Berupa tumor papiler kecil di kulit, dengan permukaan yang kasar
b. Warnanya seperti kulit normal di sekitarnya
2. Keratosis L 82 L 86
1). Keratosis seborrhoicum
L 82
a. Lesi nerupa plaque, nodule atau tumor berwarna coklat atau kehitaman, sering
multipel
b. Lokasi terutama pada kulit muka atau leher dan tubuh.
2). Keratosis solaris = Keratosis senilis
L 57.0
a. Bentuknya mirip dengan
3). Keratoakantoma
L 85.8
a. Tumor Papiler dengan nekrose sentral
b. dapat membesar dengan cepat dan mengalami regresi spontan.
38

4).
5).

6).
7).

c. Ada yang menganggap sebagai suatu karsinoma kulit derajat keganasan rendah.
Kista epidermoid
L 72.0
a. Tumor kistous subkutan, berisis sebum, berdinding epidermis.
b. Lokasi umunya di tangan atau di kaki
Kista sebaceus = Ateroma
L 72.1
a. Tumor kistous di kulit dan subkutan. Berisi sebum
b. Pada kulit diatas kiste terdapat punctate, berwarna hitam, yaitu lubang kelenjar sebasea
yang buntu oleh sebum yang mengeras
c. Tumor mobil dari jaringan subkutan di bawahnya.
Molluscum contagiosum
B 08.1
a. Nodus kecil di kulit, berwarna keputihan
b. Bila di pencet keluar inti yang keras
Granuloma
L 92.3
a. Berupa nodus lunak di kulit, konsistensi lunak, mudah berdarah
b. Dapat berupa reaksi benda asing di bawahnya.
Seperti benang
T 81.8

DIAGNOSIS BANDING
Tumor ganas kulit
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Diagnosis : Pemeriksaan patologi spesimen operasi
Staging : - (hanya untuk tumor ganas)
KONSULTASI
Bila perlu kepada Dokter Spesialis yang terkait
PERAWATAN RS
Rawat jalan / inap untuk diagnosis dan atau tindakan (tergantung komorbiditas)
TERAPI
Bedah
1. Eksisi tumor,
2. Elektrokoagulasi
3. Desikasi
4. Kuretase
5. Dermabrasion
Non Bedah
1. Olesi nitras argenti, tinctura prodofili, trichlor asetate.
2. Salep 5FU, Salep keratotlitik
TEMPAT PELAYANAN
- Minimal R.S. kelas C
- R.S. lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai
PENYULIT
1. penyakit umumnya tidak ada
2. Terapi : persarahan, infeksi, timbul keloid
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum.
Dokter Spesialis Bedah (K) Onkologi.
Dokter Spesialis Bedah (K) Kepala Leher
LAMA PERAWATAN
Umumnya Poliklinik, kecuali di dapatkan adanya komorbiditas
39

MASA PEMULIHAN
Minimal 1 minggu
HASIL
Bisa bebas tumor, sembuh
PATOLOGI
Perlu untuk konfirmasi diagnosis
Jenis Histologi :
1. Tumor Jinak Kulit
1). Nevus Intradermal
2). Nevus Junctional
3). Compound Nevus
4). Papiloma
5). Epithelioma
6). Adenoma
7). Keratoacanthoma
8). Syrongoma
9). Hydradenoma
10). Trichoepithelioma
11). Dermoid cyst
2. Tumor non neoplastik kulit
1). Seborrhoic Keratosis
2). Verruca Vulgaris
3). Molluscum Contagiosum
OTOPSI
PROGNOSIS
Diharapkan baik
TINDAK LANJUT
Evaluais dan Monitoring keadaan klinis 3 bulan, 6 bulan kemudian lepas

40

TUMOR JINAK PAYUDARA


D24
DIAGNOSIS
Tumor Jinak Payudara
KRITERIA DIAGNOSIS
1). Fibroadenoma mamma
(1). Tumor di payudara pada wanita
a). Muda, di bawah umur 30 tahun
b). Tumbuh pelan dalam waktu tahunan
c). Batas tegas
d). Bentuk bulat atau oval
e). Permukaan halus
f). Konsistensi padat elastis
g). Sangat mobil dalam korpus mamma
h). Tumor dapat singel atau multipel
(2). Nodus axilla tidak teraba membesar dan tidak ada tanda metastase jauh.
2). Tumor filodes mamma
(1). Tumor besar pada mamma, > 5 cm dapat lebih dari 30 cm.
a). Diameter tumor umunya besar
b). Permukaan berbenjol benjol
c). Ada bagian yang padat dan kistous
d). Sangat mobil dsari dinding dada
(2). Kulit di atas tumor mengkilat, kadang di sertai ulkus
(3). Vena Subkutan membesar dan berbelok-belok (venaektasi)
(4). Tidak ada tanda-tanda infiltrasi atau mitastase
3). Papilloma intra duktal
(1). Perdarahan atau keluar cairanb a bnormal dari puting susu
(2). Tumor kecil di subareoler
DIAGNOSIS BANDING
1). Kanker Payudara
2). Kista Payudara
3). Fibrosing Adenosis
PEMERIKSAAN PENUNJANG
41

1). Epidermiologi : umur, faktor resiko


2). Radiologi : USG mamma / mammograf
3). Sitologi : FNA
4). Patologi : Biopsi eksisi, insisi (frozen section atau paraffin block)
KONSULTASI
Dokter spesialis terkait
PERAWATAN RS
1). Fibrodenoma mamma : Poliklinik, kalau perlu MRS untuk tumor yang multipel atau besar
2). Tumor filodes dan papiloma intraduktal : MRS
TERAPI
1). Fibroadenoma mamma : eksisi tumor mamma
2). Tumor filloides : eksisi tumor atau mastektomi simpel dengan atau tanpa rekonstruksi
langsung
3). Papiloma intraduktal : duktektomi
4). Lain lain tumor jinak : eksisi tumor mamma
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas C
PENYULIT
Operasi :
1). Perdarahan
2). Hematoma
3). Infeksi
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah Onkologi
LAMA PERAWATAN
Minimal 7 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 1 minggu
HASIL
Bisa sembuh
PATOLOGI
1). Fibroadenoma
2). Tumor Phyllodes
3). Lipoma
OTOPSI
PROGNOSIS
Diharapkan baik, kadang kadang bisa rekuren terutama FAM multipel atau tumor fillodes
TINDAK LANJUT
1). 0 1 tahun : tiap 3 bulan
2). > 1 tahun : lepas

42

TUMOR JINAK GENETALIA LAKI &


TUMOR NON NEOPLASMA GENETALIA LAKI
D29
DIAGNOSIS
Tumor Jinak Genetalia Laki & Tumor Non Neoplasma Genetalia Laki
KRITERIA DIAGNOSIS
1. Keluhan : Benjolan kecil di prostat, testis, penis, atau kulit genetalia
2. Fisik : tumor kecil, umumnya < 2 cm, berbatas tegas, padat atau kistous, di prostat ( colok
dubur ), testis epididimis, penis atau skrotum
DIAGNOSIS BANDING
1. Tumor ganas
2. Hidrokel Testis
3. Spematokel
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Diagnosis
1. FNA, biopsi testis, pemeriksaan spesimen operasi
2. Patologi : biopsi eksisi, pemeriksaan spesimen operasi
KONSULTASI
Bila perlu kepada Dokter spesialis yang terkait.
PERAWATAN RS
Rawat jalan atau rawat inap untuk diagnosis dan atau tindakan.
TERAPI
Eksisi tumor, TUR
TEMPAT PELAYANAN
Minimal R.S. kelas-C
R.S. lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai.
43

PENYULIT
1. Penyakit : 2. Terapi : perdarahan, infeksi
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah (K) Onkologi
Dokter Spesialis Bedah Urologi
LAMA PERAWATAN
Minimal 3 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 1 minggu
HASIL
Bebas tumor / sembuh
PATOLOGI
Perlu untuk konfirmasi diagnosis
Jenis histologi :
1. Neoplasma
1). Prostat : adenoma, fibroma, myoma
2). Testis & Epididimis : teratoma matur, sertoli sel tumor, karsinoid, tumor Brenner
2. Tumor non neoplasma :
1). Prostat : hiperplasia
2). Testis & Epididimis : Granuloma, spermatokel, hidrokel funikuli
3). Penis & skrotum : Kista epidermis, ateroma
PROGNOSIS
Diharapkan baik
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring tanda tanda rekurensi

44

TUMOR GINJAL (dewasa dan anak)


C64-65 (Tumor Ganas Ginjal) ; D30-30.1 (Tumor Jinak Ginjal)
DIAGNOSIS
Tumor Ginjal (dewasa dan anak)
KRITERIA DIAGNOSIS
1. Keluhan : hematuria mikroskopis atau makroskopis, flank tumor dan flank pain, sindroma
paraneopolastik (panas, anemia, hiperkalsemia, gangguan fungsi liver) dan hipertensi atau
tanda-tanda metastase (paru, tulang, KGB regional)
2. Fisik : Bimanual palpasi kadang-kadang bisa meraba tumor
3. Laboratorium : DL, UL, RFT, LFT, alkali fosfatase meningkat
4. Radiologi : IVP, CT scan abdomen, MRI.
DIAGNOSIS BANDING
GNA, GNC, NS, pyelonephritis, hidronefrosis, abses ginjal
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium : DL, UL, LFT, RFT, kultur urin
Radiologi : USG, IVP, Ct scan, MRI
KONSULTASI
Bila perlu kepada Dokter Spesialis yang terkait.
PERAWATAN RS
Rawat inap untuk diagnosis dan atau tindakan
TERAPI
Bedah
Tumor ganas ginjal : Nefrektomi radikal yaitu mengangkat ginjal, kelenjar adrenalin, lemak
perinefrik dan fascia gerota dan kelenjar getah bening secara en block. Pada keadaan tertentu
dikerjakan pembedahan yang bersifat nephron-sparing (tumor kecil < 4 cm, Bilateral tumor,
single kidney, insufisiensi renal)
Tumor jinak : nefrektomi parsial
Non Bedah
Tumor ganas ginjal :
Kemoterapi : tidak terlalu efektif pada dewasa
45

Dapat dicoba dengan interleukin 2 (IL-2) atau terapi biologi.


Pada anak-anak (Wilmstumor) diberikan kombinasi Actinomycin D dan Vincritine
Radioterapi : tumor unresectable atau sebagai terapi ajuvan dari pembedahannya
Tumor jinak : aspirasi kista
TEMPAT PELAYANAN
Minimal R.S. kelas-C.
R.S. lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai
PENYULIT
1. Penyakit : anemi, hipertensi, gfangguan fungsi ginjal, hiperkalsemia
2. Terapi : perdarahan, infeksi, gangguan fungsi ginjal
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah (K) Onkologi
Dokter Spesialis Bedah Urologi
LAMA PERAWATAN
Operasi minimal 1 minggu
MASA PEMULIHAN
6 - 9 bulan
HASIL
1. Stadium dini
: di harapkan bebas kanker
2. Stadium lanjut
: DFS atau OS di perpanjang
3. Stadium sangat lanjut : tidak sembuh, paliasi
PATOLOGI
Perlu untuk konfimasi diagnosis, menentukan stadium, terapi ajuvan dan mengetahui pragnosis
Tumor ganas :
1. Nephroblastoma (Wilmstumor)
2. Clear cell sarcoma
3. Renal cell carcinoma
4. dll
Tumor jinak :
1. Kista ginjal jinak
2. Ginjal polikistik
3. Kista jinak hemoragik
Proses inflamasi : pielonefritis, abses
OTOPSI
Kadang-kadang perlu untuk : Konfirmasi diagnosis dan kasus kematian yang sebabnya tidak
jelas.
PROGNOSIS
Dubious (tergantung stadium dan jenis histopatologi, ada tidaknya trombus tumor dalam vena
renalis atau vena cava, modalitas terapi)
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis.

46

SARKOMA JARINGAN LUNAK (SJL)


C47 49
DIAGNOSIS
Sarkoma Jaringan Lunak (SJL)
KRITERIA DIAGNOSIS
1. Keluhan : tergantung di mana tumor tersebut tumbuh. Pada ekstremitas umumnya berupa
tumor, jarang nyeri, tumbuh progresif, ada tanda tanda infiltrasi dan atau metastase.
2. Fisik : Tumor dengan batas tidak tegas, konsistensi padat keras atau campuran (nekrose
sentral) dengan infiltrasi ke kulit (eritema atau ulkus) dan jaringan sekitarnya ( otot, saraf,
pembuluh darah dan tulang). Jarang di sertai pembesaran ke KGB
3. Radiologi : Foto polos, MRI, Ct scan : ada tumor yang mengadakan infiltrasi dengan jaringan
sekitar, kadang-kadang dengan destruksi tulang.
DIAGNOSIS BANDING
Tumor jinak jaringan lunak. Aneurisma
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Radiologis : Foto polos, MRI, Ct scan, angiografi atas indikasi tertentu, USG Abdomen dan foto
toraks untuk mencari metastase.
Histopatologi : FNA tidak tidak merupakan gold standart karena tidak dapat menentukan
grading tumor. Dianjurkan core biopsy atau biopsi terbuka dengan mempertimbangkan garis
insisisnya agar bisa di angkat pada operasi definitif.
KONSULTASI
Bila perlu kepada Dokter Spesialis yang terkait
PERAWATAN RS
Rawat inap untuk diagnosis atau tindakan
TERAPI
Bedah
Dibedakan atas lokasi SJL
1. Ekstremitas : resectabel atau unresecktabel
2. Viseral / retroperitoneal
3. Bagian tubuh lain
47

4. SJL dengan metastase jauh


Non Bedah
Ekstremitas Resectable
- SJL < 5 cm dan gradasi rendah : eksisi luas tanpa terapi ajuvan.
- SJL > 5 cm dan gradasi rendah : eksisi luas dan radioterapi eksterna sebagai terapi ajuvan
- SJL > 10 cm dan atau gradasi tinggi : preoperatif kemoterapi dan pascaoperasi di samping
brakiterapi atau radioterapi eksterna
Pada SJL unresectable : Di berikan radioterapi preoperatif atau neoadjuvant chemotherapy
sebanyak 3 akli kemudian di evaluasi
Viseral / retroperitoneal : Eksisi luas bila perlu sampai dengan nefrektomi atau reseksi kolon.
Bagian tubuh lain : eksisi luas pada SJL resectable
SJL dengan metastase jauh : Tumor primer masih resectable di kerjakan eksisi luas di lanjutkan
kemoterapi kombinasi atau kalau bisa metastasektomi
Kemoterapi : kombinasi
CyVaDIC : Cylophosphamide, Vincristin, Doxorubicin dan dacarbazine
VAC : Vincristine, Doxorubicin, Cyclophosphamide, Ifosfamide + Uromitexan. Doxorubicine,
Dacarbazine, Isolated Limb Perfusion
Radioterapi : eksterna atau brakiterapi
TEMPAT PELAYANAN
Minimal R.S. kelas-C
PENYULIT
Penyakit : anemi, infeksi, nyeri, gejalayang di sebabkan oleh infiltrasi tumor ke organ
sekitar.
Terapi : Perdarahan, seroma, infeksi, gangguan fungsi motorik atau organ yang terdekat
dengan lokasi tumor
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah (K) Onkologi
Dokter Spesialis Bedah Urtopedi
LAMA PERAWATAN
Berkisar 2 3 minggu
MASA PEMULIHAN
1. Stadium dini : bisa bebas kanker
2. Stadium lanjut : DFS atau OS diperpanjang
3. Stadium sangat lanjut : tidak sembuh, paliasi
HASIL
Perlu untuk konfirmasi diagnosis, menentukan stadium, terapi ajuvan dan mengetahui pognosis
PATOLOGI
Perlu untuk konsfirmasi diagnosis, menentukan stadium, terapi ajuvan dan untuk mengetahui
prognosis
OTOPSI
Perlu untuk : konfirmasi diagnosis dan kasus kematian yang sebabnya tidak jelas.
48

PROGNOSIS
Dubious (tergantung lokasi SJL, stadium, jenis histopatologi, modalitas terpai yang diperoleh)
TINDAK LANJUT
Evaluais untuk rekurensi dan metastase jauh
0 2 tahun : tiap 3 bulan, foto toraks tiap 6 bulan
3 5 tahun : tiap 6 bulan
> 5 tahun
: tiap tahun

KANKER KULIT : melanoma dan Non Melanoma ( Basal Cell Carcinoma :


BCC dan Squamous Cell Carcinoma : SCC )
C44.0 9; C51.0;C60.9 dan C63.2
DIAGNOSIS
Kanker Kulit : melanoma dan non melanoma ( Basal Cell Carcinoma : BCC dan Squamous Cell
Carcinoma : SCC)
KRITERIA DIAGNOSIS
Keluhan : Andeng-andeng yang berubah sifat menjadi ulkus, atau ulkus yang tidak menyembuh
terutama di atas jaringan parut (marjoline uicer), pembesaran KGB regional, lesi premaligmant
Faktor resiko riwayat paparan dengan sinar UV, kulit putih, rambut pirang, riwayat keluarga,
pedisposisi genetik, kadang di jumpai pada penderita AIDS
Fisik : gejala awal melanoma ABCD, A: asimetris; B: border irregularity; C : color Veriegetion;
D : diameter > 6 mm.
Gejala kanker kulit lain : Pembesaran KGB regional, ulkus rodent, nodul dengan ulkus
kehitaman, metastase intransit
DIAGNOSIS BANDING
Nevus pigmentosum, keratosis seboroikum, keratosis senilis, keratoakantoma, lesi premaligna
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium : LDH (untuk melanoma)
Radiologis : Foto polos untuk ,melihat adany6a destruksi tulang, MRI, CT scan
Histopatologi : scrapping, biopsi insisi atau eksisi baik frozen section atau paraffin block
untuk melihat jenis histopatologi, level invasinya (Clark dan Breslow). Pemeriksaan IHC
dengan S-100, HMB-45 dan MART-1 (untuk melanoma maligna)
KONSULTASI
Bila perlu kepada Dokter Spesialis yang terkait
PERAWATAN RS
Rawat inap untuk diagnosis dan atau tindakan
49

TERAPI
Bedah
Melanoma maligna :
- Eksisi luas denga free margin 2 cm
- Sentinel Lymph node biopsy : preoperative lymphoscintigraphy dan intraoperative lymphatic
mapping pada tumor yang N0
- Elective lymph node dissection kalau di perlukan.
- Mohs surgery
Non melanoma (BCC dan SCC)
- Eksisi luas dengan free margin sampai dengan 1 cm
- Electrodessication
- Cryosurgery
- Mohs surgery
Non Bedah
Melanoma maligna :
- Terapi biologi : High dose IFN alfa-2b dan IL-2, terapi monoklonal, biologic response modifer,
BCG
- Radioterapi : higher fractional doses
- Kemoterapi : Regimen Dartmouth (kombinasi dacarbazine, Cormustine, Clispatin,
Tamoxifen).Temozolomide
- Isolated Hyperthermic Limb Perfusion
Non melanoma maligna :
- cream 5-FU,
- interferon intralesi,
- terapi fotodinamik, radiasi
- kemoterapi sistemik
TEMPAT PELAYANAN
Minimal R.S. kelas-C
R.S. lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai.
PENYULIT
Penyakit : Infeksi, perdarahan, edema ekstremitas, karena metastase jauhnya
Terapi : Perdarahan, seroma, infeksi, edema ekstremitas, flap nekrose, dll
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah (K) Onkologi
Dokter Spesialis Bedah Kepala-Leher
LAMA PERAWATAN
2 4 minggu
MASA PEMULIHAN
6 9 bulan
HASIL
1. Stadium dini : bebas kanker
2. Stadium lanjut : DFS atau OS di perpanjang
3. Stadium sangat lanjut : tidak sembuh, palisi
PATOLOGI
Perlu untuk konfirmasi disgnosis, menetukan stadium, terapi ajuvan dan mengetahui prognosis
50

OTOPSI
Kadang-kadang perlu untuk : Konfirmasi diagnosis dan kasus kematian yang sebabnya tidak
jelas
PROGNOSIS
Dubious (tergantung lokasi, stadium, jenis histopatologi, modalitas terapi yang diperoleh)
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring rekurensi dan metastase

STRUMA
E04 E05 E06
DIAGNOSIS
Struma
KRITERIA DIAGNOSIS
Benjolan di leher bagian depan (trigonum colli anterior), yang ikut bergerak ke atas bila
penderita menelan
1. Struma non toksika,
E04
Penderita eutiroid, tenang, tidak ada gejala hipertiroidi (lihat struma toksika)
1). Struma uninodusa : bila terdapat satu nodus dalam satu lobus
2). Struma multinodsa : bila terdapat dua atau lebih nodus dalam satu atau kedua lobi
3). Struma difusa : bila kedua lobi membesar difuse.
2. Struma toksika (hypertiroid)
E05
Struma umunya di fusi tetapi dapat pula nodosa
1). Terdapat gejala-gejala hipertiroid :
a). Penderita gelisah, gemetar, nadi cepat, badan tambah kurus, jantung berdebar, sering
keringatan, sulit tidur, diare,
b). Tanda pada mata :
* Mata melotot (exophthalmos)
* Tanda stellwag : mata jarang berkedip
* Tanda Von Graefe : jika melihat ke bawah kelopak
mata atas tidak mengikuti gerakan bola mata
* Tanda mobius : sukar melakukan dan mempertahankan konvergensi mata
* Tanda joffroy : tidak dapat mengerutkan dahi
* Tanda Rosenbach : tremor dari kelompok mata jika mata di tutup
2). Tidak terdapat gejala hipotioidi : malas, mudah capek, ngantuk, tambah gemuk, obstipasi,
mata sembab, kulit kering.
3. Tiroiditis
E06
1). Struma granulomatus (de Quervain) : melekat dengan
jaringan disekitarnya,
konsistensi padat
2). Struma Hashimoto : struma konsistensi padat keras,
menimbulkan tekanan
pada trakea
3). Strume Riedel : konsistensi keras seperti kayu
(ligneus),
menimbulkan tekanan pada trakea atau
esofagus

51

DIAGNOSIS BANDING
1. Tumor jinak tiroid
2. Kanker tiroid
PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Pemeriksaan BMR
2. Laboratorium : T3, T4, TSH
3. Radiologi : USG leher, X-foto leher, X-foto toraks,
4. Patologi : FNA, Pemeriksaan PA spesimen operasi

tiroid scan (atas indikasi)

KONSULTASI
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
PERAWATAN RS
Rawat inap
TERAPI
Bedah
Operasi, macamnya tergantung proses patologis tiroid :
1. Sruma toksika
: tiroidektomi subtotal
2. Struma uninodosa
: lobektomi subtotal
3. Struma multinodosa : lobektomi / tiroidektomi subtotal
(tergantung jumlah lobus yang terkena)
4. Tiroiditis kronis
: ismektomi
Non Bedah
1. Struma difusa non toksika : ekstrak tiroid
2. Struma toksika (Basedow); obat anti tiroid
TEMPAT PELAYANAN
Minimal RS kelas-C
PENYULIT
1. Penyakit : sesak napas, suara parau, hipertiroid
2. Terapi :
a) Lesi n. Rekuren
d) Infeksi
b) Hematoma
e) Krisis tiroid
c) Hipoparatiroidi (untuk m. Basedow)
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah (K) Onk
Dokter Spesialis Bedah (K) KL
LAMA PERAWATAN
Minimal 5 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 4 minggu
HASIL
Tonjolan tiroid bisa terangkat, diharapkan eutiroid
PATOLOGI
Perlu
52

OTOPSI
Kadang kadang perlu untuk konfirmasi diagnosis dan kasus kematian yang sebabnya tidak
jelas
PROGNOSIS
Diharapkan baik
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

GANGREN DIABETIK
E 10 E 14.5
DIAGNOSIS
Gangren Diabetik
KRITERIA DIAGNOSIS
Secara klinis gangren diabetik ditandai dengan kematian jaringan yang terjadi akibat makro dan
mikro angiopati diabetik dan disertai atau tanpa disertai faktor trauma atau infeksi.
Tanda dan gejala klinis berupa menurut :
Berat ringannya lesi, kelainan kaki diabetik dibagi dalam derajat menurut Wagner (derajat I s/d
V).
Ulkus atau gangren bersifat tidak nyeri karena neuropati.
Tanda insufisiensi veskular karena angiopati
DIAGNOSIS BANDING
Gangren karena PAPO (Penyakit Arteri Perifer Oklusif)
Penyakit arterio sklerotik obliterans
Ulcus thropicum atau ulkus trofik karena varices tungkai
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium : Pemeriksaan DL, BSN
Mikrobiologi : Kultur pus dan tes kepekaan kuman
Radiologi
: Foto polos ekstremitas, doppler USG bila ada indikasi gangguan vaskular
KONSULTASI
Bila perlu kepada Dokter Spesialis yang terkait
PERAWATAN RS
Rawat inap untuk tindakan (nekrotomi, debridement, desartikulasi, amputasi) dan regulasi gula
darah.
TERAPI
Bedah
Pertama tama perhatikan vaskularisasi

53

Pengendalian penyakit DM, obat obatan antiagregasi trombosit, antikoagulansi. Perawatan


lokal ulkus, infeksi selulitis, abses, osteomelitis. Antibiotika sesuai kultur dan tes kepekaan ,
secara empiris dapat diberi kombionasi gol Gram ( - ), Gram ( + ) dan anaerob
Non Bedah
Insisi drainage abses. Nekrotomi atau debridement.
Disartikulasi atau amputasi ekstermitas. Rekonstruksi vaskuler
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas-D
PENYULIT
Kaki diabetik, Gas gangren, infeksi, Sepsis
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Umum (perawatan konservatif dan insisi, nekrotomi, debridement), Dokter Spesialis
Bedah Umum, Dokter Spesialis Bedah Toraks-Kardiovaskuler< Dokter Spesialis Bedah (K)
Vaskuler, Dokter Spesialis Penyakit Dalam
LAMA PERAWATAN
Minimal 14 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 4 minggu
HASIL
Bisa sembuh dengan kecacatan atau amputasi atau meninggal
PROGNOSIS
Diaharapkan baik atau dubious atau jelek
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

54

BUERGER IS DIDEASE atau Penyakit Arteri Perifer Oklusif (PAPO)


173.1
DIAGNOSIS
Buerger is didease atau penyakit arteri perifer oklusif (PAPO)
KRITERIA DIAGNOSIS
Secara klinis penyakit arteri perifer oklusif ditandai dengan penyimpatan dan pembuntuan
pembuluh arteri di eksteremitas karena proses radang, tromboengitis obliterans atau penyakit
kolagen.
Tanda dan gejala klinis biasanya terjadi pada : laki laki muda yang perokok berat disertai nyeri
pada ekstremitas bawah menurut stadium Fontaine (I, IIa, IIb, III, IV).
Pada ispeksi kulit kaki : Hiperpigmentasi kulit, kuku jari kaki menebal. Atrofi otot ekstremitas
bawah, ulserasi atau gangrene pada ekstremitas bawah.
DIAGNOSIS BANDING
Penyakit arteri oklusi karena emboli kronik. Penyakit Vasospastik (Raynauds). Arterio sklerosis
obliterans.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium
: ECG, Ekhokardiografi
Radiologi
: Arteriografi atau doppler USG.
KONSULTASI
Bila perlu kepada Dokter Spesialis yang terkait
PERAWATAN RS
Rawat inap untuk observasi dan tindakan
TERAPI
Non Bedah
Berhenti merokok dan obat obatan vasodilator, antikoagulan.
Simpatektomi, nekrotomi, debridement, amputasi

55

TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas-C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai
PENYULIT
Ulserasi dan gangren yang progresif, infeksi di daerah ulcus dan sepsis.
Pada Torakal dan Simpatektomi : Pneumotoraks< Hemototoraks.
Pada Lumbal Simpatektomi : cidera vaskular dan incontenentia buli buli
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Umum (terapi konservatif)
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah Toraks-Kardiovaskular
Dokter Spesialis Bedah (K) Vaskular
LAMA PERAWATAN
Minimal 7 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 2 minggu
HASIL
Bisa sembuh dengan kecacatan atau amputasi
PATOLOGI
Spesimen di ambil dari lesi dan ganglion simpatikus
PROGNOSIS
Bisa sembuh dengan cacat, dubious atau jelek
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

56

VARICES TUNGKAI
1 83
DIAGNOSIS
Varices Tungkai
KRITERIA DIAGNOSIS
Secara klinis varices tungkai merupakan pelebaran, pemanjangan dan berkelok kelok
pembuluh balik vena pada ekstremitas bawah.
Tanda dan gejala klinis sesuai stadium klinik (stadium I s/d IV) berupa : keluhan tak khas (I),
pelebaran vena (II), varices tampak jelas atau varices yang massif (III), ulkus atau gangren (IV).
Tes klinik : Perthes, Trendelenburg.
DIAGNOSIS BANDING
Sindroma insufisiensi vena kronik
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium : pemeriksaan darah untuk persiapan operasi
KONSULTASI
Bila perlu kepada Dokter Spesialis yang terkait
PERAWATAN RS
Rawat inap untuk tindakan (stadium III, IV)
TERAPI
Non Bedah
Terapi sklerosis dan bebat elstik (stadioum I dan II) dan obat oabtan phlebrotopik.
Bedah
Striping, Eksisi / Ekstraksi, Ligasi venakomunikan untuk stadium III, IV, Eksisi ulcus, legasi
venakomunikan, tranpolantasi kulit untuk stadium Iv
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai
57

PENYULIT
Ulkus vericosum
Nyeri, Tromboflebitis, Infeksi
Sepsis
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskuler
Dokter Spesialis Bedah (K) Vaskuler
LAMA PERAWATAN
Minimal 5 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 2 minggu
HASIL
Bisa sembuh atau sembuh dengan kecacatan
PROGNOSIS
Diharapkan baik atau dubious
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

58

HEMOROID
1 84
DIAGNOSIS
Hemaroid
KRITERIA DIAGNOSIS
Keluar darah segar saat BAB, terutama saat feses akan keluar atau setelah feses keluar.
Keluar benjolan lewat anus dapat masuk atau tidak dapat masuk (grade I s/d IV). Rasa nyeri
pada dubur, kadang terasa gatal pada dubur
DIAGNOSIS BANDING
Karsinoma rekti, polip rekti, keradangan anorektal (proktitis)
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Proktoskopi, colok dubur
KONSULTASI
Dokter Spesialis lain yang terkait bila di perlukan
PERAWATAN RS
Rawat inap
TERAPI
Stadium I & II tanpa atau dengan perdarahan : rawat jalan, medikamentosa, pengaturan diet,
skleroterapi, ligasi ruber band Stadium III & IV : MRS, ligasi ruber band, operasi
haemoroidektomi
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas-C, Rumah sakit dengan fasilitas pembedahan yang memadai
PENYULIT
Perdarahan, anemia grafis, infeksi
INFORMED CONSENT
59

Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah (K) Dogestif
Dokter Bedah TKV atau (K) Vaskular
LAMA PERAWATAN
Minimal 3 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 2 minggu
HASIL
Bisa sembuh atau kambuh
PATOLOGI
Diperlukan
PROGNOSIS
Diharapkan baik, bisa kambuh
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis.

VARICOCELE SCROTUM
1 86.1
DIAGNOSIS
Varicocele Scrotum
KRITERIA DIAGNOSIS
Pelebaran, pemanjangan dan betkelok keloknya vena di skrotum
DIAGNOSIS BANDING
Hidrokel funikuli
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Analisa sperma (usia produktif)
KONSULTASI
Dokter Spesialis yang terkait (bila diperlukan)
PERAWATAN RS
Rawat inap
TERAPI
Non Bedah
Eksisi Varicocele
Ligasi tinggi
Palomo
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas-C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai
PENYULIT
Hematoma, infeksi
60

Trauma arteri spermatika

INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Urologi
Dokter Spesialis Bedah Vaskuler
LAMA PERAWATAN
Minimal 3 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 1 minggu
HASIL
Benjolan bisa tetap ada belum tentu hilang (ada operasi palomo)
PROGNOSIS
Diharapkan fertilitas membaik atau tidak berubah
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

PIOTORAKS (EMPIEMA TORAKS)


J 86.9
DIAGNOSIS
Piotoraks (Empiema Toraks)
KRITERIA DIAGNOSIS
Secara klinis piotoraks merupakan terkumpulnya pus di dalam rongga pleura dan hal ini
disebabkan oleh infeksi.
Tanda dan gejala klinis berupa :
Pada ispeksi gerakan dinding toraks sisi yang bersangkutan tertinggal. Pada perkusi redup. Pada
auskultasi suara napas menurun. Pada punksi pleura keluar pus yang encer atau kental.
DIAGNOSIS BANDING
Kilotoraks
Efusi pleura karena penyebab lain, seperti metastasis karsinoma
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium : Dilakukan pemeriksaan DL, LFT dan RFT untuk keperluan evaluasi
klinis.
Mikrobiologi : Tes ruvalta, tes kultur dan tes kepekaan kuman, pemeriksaan gram cairan
pleura dan BTA sputum
Radiologi : Foto polos toraks
KONSULTASI
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
PERAWATAN RS
Rawat inap untuk observasi dan tindakan
TERAPI
Non Bedah
Obat obatan antibiotika, analgetika, antipiretika dan fisio terapi nafas
61

Bedah
Ada 4 prinsip dasar
Drainase pus secepat dan seadekuat mungkin. (bila pus encer bisa melalui puksi atau bila
pus kental langsung memasang pipa toraks)
Mengembangkan paru seoptimal mungkin (> 50 %)
Mengurangi dead space (< 50 %)
Memberantas atau eradikasi infeksi
Membuat window thoracostomy
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai
PENYULIT
Schwarte atau fibrosis pleura dan paru
Pneumonia
Sepsis, infeksi
Piotoraks berulang
Piototaks necessitasis
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Umum (perawatan konsercatif, punksi, pasang pipa toraks atau WSD).
Doketr Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskuler
Dokter Spesialis Paru
Dokter Spesialis Bedah (K) Toraks
LAMA PERAWATAN
Minimal 10 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 2 minggu
HASIL
Bisa sembuh atau sembuh dengan kecacatan berupa achwarte berulang atau fibrosis pleura dan
paru
PROGNOSIS
Diharapkan baik atau bdubious atau jelek
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

62

PNEUMOTORAKS
S 27.0 J93 P25.1 A16.2
DIAGNOSIS
Pneumotoraks
KRITERIA DIAGNOSIS
Secara klinis pneumotoraks merupakan suatu keadaan dimana terdapat udara di dalam rongga
pleura dan mengakibatkan paru menjadi kolaps. Hal ini di sebabkan oleh trauma atau penyakit.
Tanda dan gejala klinis berupa : sesak nafas, pada inspeksi gerakan hemitoraks berkurang atau
menurun, pada perkusi hiper sonor. Pada auskultasi suara nafas berkurang atau menurun, pada
foto polos toraks ada bayangan udara bebas pada hemitoraks yang bersangkutan dan paru
tampak kolaps.
Pada keadaan tension ditandai dengan trachea terdorong kontra lateral, bendungan vena vena
di leher, CVP meningkat, hemitoraks yang terkena lebih cembung.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium : DL, BTA sputum
Radiologi
: Foto polos toraks
KONSULTASI
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
PERAWATAN RS
Rawat inap untuk observasi atau tindakan
TERAPI
Non Bedah
Oksigenasi, fisioterapi nafas, obat obatan
Bedah
Jarum kontra ventil atau jarum terbuka dilanjutkan dengan pipa drainase (WSD) untuk
kasus pneumotoraks tension.
63

Punksi bila paru yang kolaps minimal < 30 %


Pipa torakostomi dengan continous suction
Bila pneumotoraks terbuka, luka ditutup atau di jahit dan dipasang pipa toraks
Toraktomi, bila perlu yang kolaps persisten atau terdapat fistel bronkho pleural

TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai
PENYULIT
Empisema subkutis, Pneumonia, Shunting, Atelektasis, Infeksi
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Umum (pertolongan pertama, pasang WSD)
Dokter Spesialis Paru (Non Trauma)
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskuler
Dokter SpesialisBedah (K) Toraks
LAMA PERAWATAN
Minimal 7 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal2 minggu
HASIL
Bisa sembuh atau sembuh dengan kecacatan seperti Schwarte, fibrosis paru
PATOLOGI
Perlu untuk diagnosis
OTOPSI
Kadang kadang untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar atau tidak jelas
PROGNOSIS
Diahrapkan baik atau dubious atau jelek
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

64

KISTA ODONTOGENIK
K 09.0
DIAGNOSIS
Kista Odontogenik
KRITERIA DIAGNOSIS
Benjolan pada mandibula/maksila, tidak nyeri, adanya gangren radiks/gigi yg tidak tumbuh.
X foto nampak gambaran kista single
DIAGNOSIS BANDING
Kista radikuler
Kista folikuler
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Letak di mandibula : X foto mandibula AP Eisler, atau panoramik.
Letak maksila : X foto Waters / Hap
KONSULTASI
Dokter Spesialis terkait (bila diperlukan)
PERAWATAN RS
Rawat inap
TERAPI
Ekskokleasi (kuretase & ekstraksi gigi yang terlibat)
TEMPAT PELAYANAN
Minimal RS kelas C, Rumah sakit lain dengan fasilitas pembedahan yang memadai
PENYULIT
Infeksi, Hematoma
65

INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah (K) KL
Dokter Spesialis Bedah (K) Onk
LAMA PERAWATAN
Minimal 5 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 2 minggu
HASIL
Kista bisa terangkat bersih
PATOLOGI
Perlu
PROGNOSIS
Diharapkan baik
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

RANULA
K 11.6
DIAGNOSIS
Ranula
KRITERIA DIAGNOSIS
Rumor kistik di bawah lidah akibatnya tertutupnya muara sekwesterisasi lenjar liur sublingual
DIAGNOSIS BANDING
Kista Dermoid
KONSULTASI
Dokter Spesialis terkait (bila diperlukan)
PERAWATAN RS
Rawat inap untuk operasi
TERAPI
Eksisi parsial dan marsupialisasi dinding kiste
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai
PENYULIT
Perdarahan
Infeksi
INFORMED CONSENT
Perlu
66

TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesilais Bedah (K) KL
LAMA PERAWATAN
Minimal 5 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 4 minggu
HASIL
Muara kelenjar liur terbuka, kiste terdrainase
PROGNOSIS
Diharapkan baik
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

FLEGMON DASAR MULUT


K 12.2
DIAGNOSIS
Flegmon Dasar Mulut
KRITERIA DIAGNOSIS
Pembengkakan submandibuler dengan rasa nyeri dan panas badan, kulit diatasnya kemerahan,
rasa hangat dan nyeri tekan.
Bisa disertai trismus dan mungkin ada riwayat sakit gigi sebelumnya.
KONSULTASI
Dokter spesialis yang terkait (bila diperlukan)
PERAWATAN RS
Rawat inap, segera
TERAPI
Insisi drainase kultur pus bila ada fasilitas
Antibiotika sesuai dengan kuman penyebab
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai
PENYULIT
Obstruksi jalan nafas Sepsis
INFORMED CONSENT
Perlu
67

TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis bedah (K) KL
LAMA PERAWATAN
Minimal 4 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 2 minggu
HASIL
Infeksi reda
Setelah infeksi reda, konsul dokter gigi bila sumber infeksinya dari gigi
PROGNOSIS
Diharapkan baik bila tanpa penyulit
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

APENDISITIS
K 35 37
DIAGNOSIS
APENDISITIS
Dapat berupa :
Apendisitis akut
Periapendikuler infiltrat
Periapendikuler abses
Apendisitis perforata yang disertai peritonitis lokal atau
Perionitis umum
KRITERIA DIAGNOSIS
Klinis
Nyeri dititik Mc Burney dapat disertai defance muskulare, panas badan meningkat,
kadang disertai muntah.
Masa ( - ), pada periapendikuler infiltrat teraba masa yang nyeri tekan pada perut kanan
bawah, defens muskular ( + )
Nyeri tekan ( + ), colok dubur jam 09.00 11.00
Beda temperatur rektal dengan axiler lebih dari 1 derajat C
DIAGNOSIS BANDING
Divertukilitis, limpadenetis
Keradangan organ kandungan, torsio kista ovarium
KET, torsio testis kanan
Gastroenteritis colitis
68

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium rutin, USG abdomen
KONSULTASI
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
PERAWATAN RS
Rawat inap
TERAPI
Apendisitis kronis : direncanakan apendektomi elektif
Apendisitis akut : direncanakan apendektomi segera
Periapendikuler abses : insisi, drainase
Periapendikuler infiltrat : pertama di rawat konservatif, medikamentosa yang adekwat,
bila masa mengecil ukuran < 3 cm atau menghilang, dilakukan apendektomi dengan insisi
paramedian
Apendisitis perforata disertai tanda tanda peritonitis lokal : dilakukan apendektomi
dengan insisi gradion atau para median.
Bila ditemukan tanda tanda peritonitis umum dilakukan laparotomi dengan insisi
median
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit dengan fasilitas pembedahan yang memadai

PENYULIT
Periapendikuler abses / infiltrat
Perforasi terjadi peritonitis, infeksi / sepsis
Periapendikuler infiltrat
Perlekatan (ileus obstruktif)
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah (K) Degestif
LAMA PERAWATAN
Minimal 3 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 1 minggu
HASIL
Bisa sembuh
PROGNOSIS
Diharapkan baik
TINDAK LANJUT
69

Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

INTUSSUSSEPSI
K 56.1
DIAGNOSIS
Intussussepsi
KRITERIA DIAGNOSIS
Klinis
Bayi anak sebelumnya sehat gizi baik, tersering usia 3 9 bulan, 50 5 kasus di bawah usia 1
tahun Trias Intussussepsi
3.1. Sakit perut kolik (sakit hilang timbul)
3.2. Teraba masa, (bila intussusseptumnya pada kolon intra peritoneal)
3.3. Colok dubur di dapatkan lencir darah
Radiologis barium enema (sebelum ada tanda penyulit) tampak cupping dan coil spring
DIAGNOSIS BANDING
Disentri amuba
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Ultrasound abdomen (bila ada kontra indikasi barium enema)
KONSULTASI
Dokter spesialis terkait
PERAWATAN RS
Rawat inap
70

TERAPI
REDUKSI (REPOSISI) intususeptum :
8.1. Cara non operatif :
Indikasi : intususeptum masih baru. Melakukan reposisi dengan memakai tekanan
hidrostatik, sering dengan barium enema, sekaligus bermanfaat untuk diagnostik, reduksi
memakai tekanan pneumatik mulai populer, mengingat penyulitnya lebih kecil.
Kontraindikasi bila didapatkan salah satu dari hal berikut : kembung hebat, syok, panas,
ketegangan dinding perut (devans muscular), tanda peritonitis, perforasi dan gangren usus
Syaraf dapat di lakukan reduksi non operatif : bayi dalam keadaan stabil, hidrasi cukup,
terpasang infus, tidak ada tanda kontraindikasi, dokter bedah dan kamar operasi sudah
disiapkan.
Hidrostatik reduksi dengan barium enema merupakan prosedur yang potnsial membawa
resiko, berupa perforasi usus. Tanda keberhasilan reduksi jika didapatkan refluks barium ke
ileum distal, klinis bayi membaik, diikuti defekasi barium spontan dan masa di abdomen
menghilang.
8.2. Terapi operatif :
Indikasi : tanda tanda peritonitis, syok, kegagalan reduksi hidrostatik.
Persiapan pra bedah : resusitasi, pasang pipa nasogastrik, antibiotika therapeutik.
Tehnik : Pendekatan laparotomi, dilakukan reduksi manual, observasi viabilitas usus dan
lead point.
Reseksi, bila usus non vital / nekrosis / perforasi / reposisi gagal / didapatkan kelainan
anatomis sebagai penyebab. Anastomosis dilakukan jika keadaan umum anak dan ususnya
baik, bila sebaliknya, dianjurkan untuk pembuatan stoma.
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit tipe C
PENYULIT
Sangat tergantung kondisi anak pra bedah, bisa sepsis, infeksi katabolisme, penurunan kekebalan
tubuh, kebocoran anastomosis, luka operasi tidak menutup, dll
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis (K) Bedah Anak
LAMA PERAWATAN
Minimal 7 hari, bisa lebih, bila ada penyulit
MASA PEMULIHAN
Minimal 2 minggu, tergantung keadaan anak
HASIL
Bisa sembuh dengan follow up
PATOLOGI
Bila ada indikasi
PROGNOSIS
Diharapkan baik
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

71

HERNIA INGUINALIS LATERALIS / MEDIALIS


K 40 41
DIAGNOSIS
Hernia Inguinalis Lateralis / Medialis
KRITERIA DIAGNOSIS
Benjolan pada lipat paha, dapat keluar masuk, dapat berupa hernia inguinalis lateralis,
hernia inguinalis medialis (diatas lig. Inguinale), hernia femoralis (dibawah lig. Ingunale)
Klinis dapat reponibilis, ireponibilis, inkarserata
DIAGNOSIS BANDING
Hidrokel, Varikokel, Andesensus testis, Limfadenopati inguinal
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium rutin
KONSULTASI
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
PERAWATAN RS
Rawat inap / rawat jalan
TERAPI
Operasi segera bila inkarserata

72

Operasi terencana untuk hernia reponibilis dan hernia iropenibilis.


Hernioraphy menurut Bassini / shouldice atau lebih baik dengan memakai Prolene Mesh
(Lichtenstein)

TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas C, Rumah sakit dengan fasilitas pembedahan yang memadai
PENYULIT
Perdarahan, hematoma, infeksi
Untuk inkarserata : nekrosis usus, sepsis, risidif
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah (K) Digestif
LAMA PERAWATAN
Minimal 2 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 2 minggu
HASIL
Bisa sembuh
OTOPSI
Diharapkan baik
PROGNOSIS
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

FISTULA PERIANAL
K 60
DIAGNOSIS
Fistula Perianal
KRITERIA DIAGNOSIS
Dimulai dengan radang septik, timbulnya abses dan fistula
DIAGNOSIS BANDING
Radang spesifik (TBC)
Penyakit inflamatiry Bowel Disease
Hydradenitis Supurativa
Sinus Pilonidalis
Keganasan kolon rektum
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Fistulografi : pada kasus fistel yang kompleks
KONSULTASI
Dokter Spesialis Bedah (K) Digestif
PERAWATAN RS
Rawat inap untuk persiapan operasi dan terapi
73

TERAPI
Fistulotomi atau fistulektomi
Seton untuk kasus fistel yang kompleks
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit dengan fasilitas pembedahan yang memadai
PENYULIT
Inkontinensi alvi, infeksi
Stenosis ani, residif
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah (K) Digestif
LAMA PERAWATAN
Minimal 5 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 2 minggu
HASIL
Bisa sembuh
PATOLOGI
Perlu
PROGNOSIS
Diharapkan baik
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

74

PERITONITIS UMUM
K 65
DIAGNOSIS
PERITONITIS UMUM
Keradangan peritoneum dapat karena kuman (septik) misalnya pada apendisitis perforata,
perforasi usus akibat tipus abdominalis.
Sedang peritonitis kimiawi misalnya perforasi lambung pankreatitis
KRITERIA DIAGNOSIS
Nyeri tekan perut pada seluruh lapangan perut (defance muscular) riwayat trauma,
riwayat infeksi.
Pengukuran temperatur rektal dan temperatur axilar dengan selisih lebih 1 derajat C
DIAGNOSIS BANDING
Pankreatitis
Peritonitis septik
Peritonitis kimiawi
PEMERIKSAAN PENUNJANG
DPL, foto polos abdomen berbaring / diafragma
KONSULTASI
75

Dokter spesialis lain yang terkait bila perlu


PERAWATAN RS
Rawat inap
TERAPI
Bedah
Operasi segera (CITO)
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit dengan fasilitas pembedahan yang memadai
PENYULIT
Shock, sepsis, perlekatan usus
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah (K) Digestif
LAMA PERAWATAN
Minimal 7 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 2 minggu
HASIL
Bisa sembuh
OTOPSI
Diperlukan, untuk trauma bila pasien meninggal
PROGNOSIS
Diharapkan baik atau jelek
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

76

KHOLELITHIASIS
K 80
DIAGNOSIS
KHOLELITHIASIS
Kelainan ini dapat disertai keradangan kronis atau akut (kholesistitis kronis / kholesistitis akut)
KRITERIA DIAGNOSIS
Kolik perut kanan atas, kadang menjalar ke belakang dapat disertai radang akut
kholesistitis atau penyumbatan kholesistitis.
Pada pemeriksaan, nyeri tekan pada hipokondrium kanan, terdapat tanda peritonitis lokal
(defans muskuler ( + ), pertanda Murphys positif
DIAGNOSIS BANDING
Proses keradangan pada organ organ di daerah hipokondrium, hepatitis, abses hepar,
pankreatitis, kholangitis, ulkus peptikum
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Foto polos perut
USG Abdomen
KONSULTASI
Dokter Spesialis terkait, bila diperlukan
77

PERAWATAN RS
Rawat inap
TERAPI
Kholelitiasis disertai gejala direncanakan kholesistektomi secara elektif.
Kholelitiasis disertai radangan akut, sebelum ada Pelekatan (infiltrat) dapat segera di
bedah.
Bila sudah ada masa diberi antibiotika sampai radang akut reda, baru di lakukan
kolesistektomi
Catatan : bagi yang mampu dan mempunyai pengalaman dapat dilakukan sito
kholesistektomi
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit dengan fasilitas pembedahan yang memadai
PENYULIT
Infeksi, perdarahan, cidera duktus koledokus
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah (K) Digestif
LAMA PERAWATAN
Minimal 3 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 1 minggu
HASIL
Bisa sembuh
PATOLOGI
Diperlukan
PROGNOSIS
Diharapkan baik
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

78

KELOID
L 73
DIAGNOSIS
Keloid
KRITERIA DIAGNOSIS
Suatu penyakit tumor jinak pada kulit yang disebabkan oleh akumulasi kolagen pada jaringan
ikat kendor sat penyembuhan luka
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium Hb; hematokrit; elektrolit darah
PERAWATAN RS
Rawat jalan bila dilakukan dengan local anestesi
Rawat inap atas indikasi ko- morbiditas lain
TERAPI
Eksisi
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai
79

PENYULIT
Perdarahan
Infeksi
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Umum
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah Plastik
LAMA PERAWATAN
Tergantung derajat parah luka bakar
HASIL
Bisa terjadi jaringan keloid tereksisi
PATOLOGI
Perlu
PROGNOSIS
Diharapkan baik atau residif
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

KONTRAKTUR
M.67
DIAGNOSIS
Kontraktur
KRITERIA DIAGNOSIS
Memendekkan jarak antara dua titik pada permukaan tubuh akibat proses kontraksi pada
penyembuhan luka
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Foto roentgen bila di curigai ada kerusakan / kelainan sendi
KONSULTASI
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terakait
PERAWATAN RS
Rawat inap untuk operasi
TERAPI
Release kontraktur dan graft / flap
TEMPAT PELAYANAN
80

Minimal rumah sakit kelas C


Rumah sakit lain yang memepunyai sarana pembedahan yang memadai

PENYULIT
Perdarahan, Necrosis graft / flap
Infeksi
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah Plastik
Dokter Spesialis Bedah Orthopedi
Dokter Spesialis Bedah (K) Kepala leher untuk daerah KL
LAMA PERAWATAN
Minimal 5 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 3 minggu
HASIL
Bisa terjadi pemendekan dan berhasil di kendorkan
PROGNOSIS
Diharapkan baik atau timbul kecacatan
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

ORCHIOEPIDIDIMITIS AKUTA
N 13.6
DIAGNOSIS
Orchioepididimitis Akuta
KRITERIA DIAGNOSIS
Nyeri scrotum mendadak, unilateral disertai pembengkakan dan tanda radang pada
scrotum.
Nyeri berkurang bila dilakukan elevasi scrotum (prehns sign)
Deman
DIAGNOSIS BANDING
Tursio testis
Tumor testis
Tuberkulosis testis epididimis
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium
Darah : leukositisis
Urin : leukosituria
81

Pemeriksaan pus dari uretra

KONSULTASI
Dokter spesialis terkait bila diperlukan
PERAWATAN RS
Rawat inap untuk istirahat / badrest
TERAPI
Antibiotika
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas C
PENYULIT
Eksaserbasi, infeksi
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah
Dokter Spesialis Urologi
LAMA PERAWATAN
Minimal 3 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 2 minggu
HASIL
Bisa sembuh
PROGNOSIS
Diharapkan baik
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

FOURNIERS GANGGREN
N 13.6
DIAGNOSIS
Fourniers Ganggren
KRITERIA DIAGNOSIS
Klinis :
Adanya riwayat trauma perineal, instrumentasi urogenital, striktura uretra, fistula uretra
kutaneus
Awal infeksi berupa selulitis yang cepat meluas ke seluruh scrotum hingga menyebabkan
nekrosis fasia disertai pembengkakan hebat, nyeri hebat, krepitasi, demam dan sepsi
Pada orang gemuk dan atau penderita diabetes militus ganggren dapat meluas hingga dinding
sbdomen
DIAGNOSIS BANDING
Selulitis scrotum
PEMERIKSAAN PENUNJANG
BOF dan USG Scrotum

82

KONSULTASI
Dokter Spesialis Urologi bila diperlukan
PERAWATAN RS
Rawat inap
TERAPI
Non Bedah
Antibiotika
Bedah
Debridement
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas C
PENYULIT
Sepsis
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah
Dokter Spesialis Urologi
LAMA PERAWATAN
Minimal 2 minggu
MASA PEMULIHAN
Minimal 4 minggu
HASIL
Bisa sembuh
PATOLOGI
Perlu
PROGNOSIS
Diharapkan baik
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

83

BATU SALURAN KEMIH


N 21.0
DIAGNOSIS
Batu Saluran Kemih
KRITERIA DIAGNOSIS
Batu saluran atas : keluhan kolik menjalar ke perut, inguinal sampai genitalia eksterna,
nyeri pinggang ( + ).
Batu saluran bawah : iritasi saluran kencing, disuria, penis ditarik tarik (anak kecil).
Nyeri ketok pada pinggang atau adanya massa pada pinggang
DIAGNOSIS BANDING
Infeksi saluran kemih, tumor traktus urogenitalis
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium
Foto polos abdomen
IVP

84

KONSULTASI
Dokter spesialis yang terkait (bila diperlukan)
PERAWATAN RS
Rawat inap untuk operasi
TERAPI
Non Bedah
Endourologi
Medikamentisa untuk batu diameter kurang dari cm
Bedah
Operasi terbuka
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan memadai
PENYULIT
Gagl ginjal, urosepsis
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Umum untuk medik mentosa
Dokter Spesialis Bedah Umum untuk pyelototomi, ureterototomi, sectio alta dan
uretrolitotomi
Dokter Spesialis Bedah Urologi untuk neprolitotomi, pyelotitotomi, ureterolitotomi dan
endourologi
LAMA PERAWATAN
Tergantung jenis tindakan, minimal 3 hari
MASA PEMULIHAN
Tergantung jenis tindakan, minimal 7 hari
HASIL
Aliran kencing lancar, rasa sakit bisa hilang
PROGNOSIS
Diharapkan baik atau dubious atau residif
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

85

HIDROKEL TESTIS / FUNIKULI


N 43.3
DIAGNOSIS
Hidrokel Testis / Funikuli
KRITERIA DIAGNOSIS
Benjolan daerah inguinal atau skrotum
Transilumainasi ( + )
DIAGNOSIS BANDING
Hernia inguinalis lateralis, tumor inguinal / testis
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Transiluminasi
KONSULTASI
Dokter Spesialis yang terkait (bila diperlukan)
PERAWATAN RS
Rawat inap untuk untuk operasi
86

TERAPI
Non Bedah
Anak : umur kurang 2 tahun, observasi
Bedah
Anak : ligasi tinggi pada anak umur lebih 2 tahun
Dewasa : Hidrokelektomi, marsupialisasi
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas C, Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan memadai
PENYULIT
Perdarahan, hematoma
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah Urologi
Dokter Spesialis Bedah (K) Bedah Anak
LAMA PERAWATAN
Minimal 2 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 1 minggu
HASIL
Benjolan bisa hilang
PATOLOGI
Untuk dewasa
PROGNOSIS
Diharapkan baik
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

HIPERTROFI PROSTAT BENIGNA (BPH)


N 40
DIAGNOSIS
Hipertrofi Prostat Benign (BPH)
KRITERIA DIAGNOSIS
Adanya retensio urine menahun
Adanya gejala prostatisme
Tanda - tanda rest urine
Tanda tanda UTI
Colok dubur terasa pembesaran prostat
DIAGNOSIS BANDING
Progtatitis
Carsinoma prostat
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium darah dan urine
87

IVP : Filling defect


Gambaran ureter distal : hocky stick phenomena
Cystogram
USG transrectal

KONSULTASI
Dokter spesialis yang terkait (bila diperlukan)
PERAWATAN RS
Rawat inap
TERAPI
Non Bedah
Medikamentosa (alfa blocker & anti androgen)
Sementara pemasangan kateter
Bedah
Operasi terbuka (prostatektomi)
TUR P
Laser
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain dengan fasilitas pembedahan yang memadai
PENYULIT
Infeksi, perdarahan, inkontinensia post operatif, striktura urethra post operatif
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Umum untuk non bedah
Dokter Spesialis Bedah Umum untuk operasi terbuka
Dokter Spesialis Urologi untuk TUR-P, laser dan operasi terbuka
LAMA PERAWATAN
Minimal 7 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 2 minggu
HASIL
Kencing bisa lancar atau inkontinen
PATOLOGI
Perlu
PROGNOSIS
Diharapkan baik bila jinak
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

88

TORSIO TESTIS
N 44
DIAGNOSIS
Torsio Testis
KRITERIA DIAGNOSIS
Testis terletak lebih tinggi
Sumbu testis melintang
Nyeri ( + )
DIAGNOSIS BANDING
Orchitis
Orchiofuniculitis
PEMERIKSAAN PENUNJANG
USG Doppler bila tersedia
89

KONSULTASI
Dokter Spesialis yang terkait (bila di perlukan)
PERAWATAN RS
Rawat inap
TERAPI
Non Bedah
Orchidopeksi, bila masih viable
Orchidektomi, bila nekrosis
Orchidopeksi sisi yang lain
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai
PENYULIT
Nekrose, infeksi
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Urologi
LAMA PERAWATAN
Minimal 5 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 1 minggu
HASIL
Putaran testis bisa tereposisi dan terfiksasi
Testis tinggal satu
Testis sisi yang lain terfiksasi
PATOLOGI
Perlu bila orchidektomi
PROGNOSIS
Diharapkan baik atau testis nekrosis
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan moonitoring keadaan klinis

90

SUMBING BIBIR (LABIOSHISIS)


O. 36
DIAGNOSIS
Sumbing Bibir (Labioshisis)
KRITERIA DIAGNOSIS
Kelainan bawaan
Bibir atas tidak menyatu
KONSULTASI
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
Dokter gigi
Dokter Spesialis anak
PERAWATAN RS
91

Rawat inap untuk operasi


TERAPI
Labioplasti
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumha sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai
PENYULIT
Perdarahan
Infeksi
Parut luka tidak baik
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah Plestik
LAMA PERAWATAN
Minimal 5 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 2 minggu
HASIL
Bibir atas tidak menyatu, dengan garis bibir tidak tepat
PROGNOSIS
Diharapkan baik atau cacat bila terlamabt
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

MALFORMASI ANOREKTAL
Q 42
DIAGNOSIS
Malformasi Anorektal
KRITERIA DIAGNOSIS
Bayi lahir lubang anus tidak berada di tempat semestinya
Letak tinggi :
Tanpa fistula : pada invertogram jarak antara ujung rektum dengan anal dimple > 1 cm
Dengan fistula : fistula rekto vesika, fistula rekto uretra, fistula rekto vagina, fistula
rekto vestribular, kloaka
Letak rendah
Tanpa fistula : anus membranaseus, atresiani dengan jarak antara rektum dan anal dimple
< 1 cm
92

Dengan fistula : fistula anovestribular, fist anoperineal, bucket handle

DIAGNOSIS BANDING
Malformasi Anorektal yang lain
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Foto Invertogram (Wangenstein Rice), untuk yg tampak fistel pemeriksaan urine (pada lakilaki)
KONSULTASI
Dokter Spesialis yang terkait (bila diperlukan)
PERAWATAN RS
Rawat inap segera
TERAPI
Darurat
Letak tinggi : kolostomi / bila ragu ragu sebaiknya dilakukan stoma.
Letak rendah : Tergantung ,acam kelainannya
Definitif :
Posterosagital Anorektoplasti dan tutup kolostomi 2 bulan kemudian
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas C 9kolostomi)
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai (definitif)
PENYULIT
Inkontnensia, infeksi
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah (K) Bedah Anak
LAMA PERAWATAN
Kolostomi minimal 7 hari, bila tidak ada penyulit / kelainan penyerta
PSARP minimal 7 hari, bila tidak ada penyulit / kelainan penyerta
MASA PEMULIHAN
Kolostomi minimal 1 minggu
PSARP minimal 3 bulan 1 tahun
HASIL
Anus yang kontinensia
PROGNOSIS
Diharapkan baik, bila tidak ada kelainan penyerta lain
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

93

PENYAKIT HIRSCHSPRUNG
Q 43.1
DIAGNOSIS
Penyakit Hirscsprung
KRITERIA DIAGNOSIS
Tanda dan gejala tampak sejak lahir :
Obstruksi akut usus pada bayi : Mekonium terlambat keluar, muntah kehijauan, kembung,
retensi cairan lambung, hipovolemi dan asidosis.
Obstruksi usus menahun (pada anak) : Konstipasi, sering diare dan perut membuncit,
tidak ada keinginan untuk defekasi, tidak ada soiling, malnutrisi, sering mengalami
enterokolitis (diare, muntah, panas, toksik)

94

DIAGNOSIS BANDING
Konstipasi sebab lain
Atresia ileum
Sindroma sumbatan mekonium
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Barium enema : tampak transition zone dengan penyempitan colondisal.
Biopsi rectum : tidak ditemukan sel ganglion usus
Manometri anorektal : kegagalan relaksasi dari sfingter ani internus pada saat rektum
distensi.
KONSULTASI
Dokter spesialis yang terkait (bila diperlukan)
PERAWATAN RS
Rawat inap
TERAPI
Pada neonatus (segmen pendek) di coba konservatif dengan pemasangan pipa rektum dan
irigasi / wash out kolon secara berkala, bila berhasil dilanjutkan pembedahan definitif
menunggu kondisi bayi optimal.
Apabila konservatif gagal / segmen aganglioner panjang : Dekompresi lambung, resusitasi
cairan elektrolit, antibiotika, dilanjutkan :
Pembedahan :
a. Kolostomi
b. Definitif : prosedur tarik terobos
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas b, dengan fasilitas pembedahan bayi / anak dan NICU
PENYULIT
Sepsis, infeksi
Kebocoran anastomosis
Striktur
Enterokolitis
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah (K) B. Anak
LAMA PERAWATAN
Minimal 10 hari (kolostomi), bila tanpa penyulit
Minimal 20 hari (operasi definitif) tanpa penyulit
MASA PEMULIHAN
Minimal 12 24 minggu, bisa selamanya tergantung kondisi anak
HASIL
Bisa sembuh atau sembuh dengan accat, bila tak ada penyulit / kelainan penyerta
PROGNOSIS
Diharapkan baik, bila tak ada penyulit / kelainan penyerta

95

TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis
Catatan : 12. dimaksud adalah Dokter Spesialis Bedah Umum yang berpengalaman

GASTROSCHIZIS
Q 79.3
DIAGNOSIS
Gastroschizis
KRITERIA DIAGNOSIS
Defek dinding abdomen lateral kanan dari umbilicus. Isi abdomen keluar melalui defek ( < 4
cm), tidak tertutup peritonium, usus tebal dan memendek oleh karena kontrak cairan amnion in
utero
DIAGNOSIS BANDING
Omfalokel pecah
96

KONSULTASI
Dokter spesialis yang terkait (bila diperlukan)
PERAWATAN RS
Rawat inap
TERAPI
Perawatan bisa segera di mulai segera setelah lahir
Melindungi usus dengan pembungkusan steril untuk mencegah kontaminasi, hipotermi, dan
kehilangan cairan tubuh
Resusitasi cairan
Antibiotika profilaksis
Mempertahankan suhu tubuh
Prinsip :
Pembedahan cito : Reduksi organ visera ke dalam rongga abdomen tanpa meningkatkan tekanan
intra abdominal berlebihan (tidak lebih 20 mmHg). Silastic Silo
Repair Primer
Repair Bertahap
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas B dengan fasilitas pembedahan bayi / anak dan NICU
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan bayi / anak
PENYULIT
Ilus berkepanjangan, distress nafas
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah (K) Bedah Anak
LAMA PERAWATAN
Minimal 30 hari, tergantung kondisi bayi
MASA PEMULIHAN
Minimal 6 minggu
HASIL
Bisa sembuh atau meninggal

PROGNOSIS
Dubious atau jelek
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

97

KISTA DUKTUS TIROGLOSUS


Q 89.2
DIAGNOSIS
Kista Duktus Tiroglosus
KRITERIA DIAGNOSIS
Benjolan di leher daerah midline setinggi kartilogo hioid, batas jelas, kistik, tak nyeri tekan, ikut
bergerak ke atas bila penderita menelan dan menjulurkan lidah
DIAGNOSIS BANDING
Struma pada istmus
Limfadenopati
98

Kista dermoid

KONSULTASI
Dokter Spesialis yang terkait (bila diperlukan)
PERAWATAN RS
Rawat inap
TERAPI
Operasi prosedur Sistrunk
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas C, Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang
memadai
PENYULIT
Fistel
Residif
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah (K) KL
Dokter Spesialis Bedah (K) Onk
LAMA PERAWATAN
Minimal 3 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 14 hari
HASIL
Kista bisa terangkat bersih bersama salurannya
PATOLOGI
Perlu
PROGNOSIS
Diharapkan baik
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis
HERNIA INGUINAL
K 40.9, P 83.5
DIAGNOSIS
Hernia Inguinal
KRITERIA DIAGNOSIS
Benjolan lipat paha, bisa sampai skrotum yang dapat keluar (bila mengejan) masuk (bila
tidur), silk sign, transiluminasi negatif, terdengan bising usu.
Dapat satu sisi atau dua sisi, sisi kanan lebih sering dibanding sisi kiri.
USG di dapatkan prosesus vaginalis peritonei terbuka (kantong hernia)

99

DIAGNOSIS BANDING
Hidrokel
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Transiluminasi, USG
KONSULTASI
Dokter terkait
PERAWATAN RS
Perlu
TERAPI
Operasi : ligasi tinggi
TEMPAT PELAYANAN
R.S dengan fasilitas pembedahan anak
PENYULIT
Hematom, infeksi dan lesi funikulus spermatikus
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah Anak
LAMA PERAWATAN
Minimal 3 hari, bila tidak ada penyulit
MASA PEMULIHAN
Minimal 2 minggu, bila tidak ada penyulit
HASIL
Bisa sembuh
PROGNOSIS
Diharapkan baik, selama tidak ada penyulit
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

PATAH TULANG TERBUKA


S 02 1, S 12.1, S 22 1, S 32 1, S 42 1, S 52.1, S 62 1, S 72 1, S 82 1, S 92 1, T
02.1, T 08 1, T 10 1
DIAGNOSIS
Patah Tulang Terbuka
KRITERIA DIAGNOSIS
Tanda tanda trauma pasti patah tulang
Ada perlukaan di daerah fraktur (I, II, III)
Fragmen tulang berhubungan dengan dunia luar
100

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Radiologi ; foto polos AP / lat
KONSULTASI
Dokter spesialis yang terkait (bila diperlukan)
PERAWATAN RS
Rawat inap
TERAPI
Bedah
Debridement
Fiksasi interna untuk grade I II 9pertimbangkan berapa lama sesudah kejadian, ingat
Frederich golden period)
Fiksasi eksterna untuk grade III
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas C, Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang
memadai
PENYULIT
Infeksi, Perdarahan, Compartment syndroma, Emboli lemak
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi
LAMA PERAWATAN
Minimal 7 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 12 minggu
HASIL
Bisa mencapai posisi anatomi dan fungsional optimal
PROGNOSIS
Diharapkan baik atau dubious atau cocok
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

FRAKTUR BASISI KRANII TULANG TENGKORAK


S 02.1
DIAGNOSIS
Fraktur Basasi Kranii Tulang Tengkorak
KRITERIA DIAGNOSIS
Adanya trauma di kepala disertai salah satu tanda :
Keluar darah / likuor dari hidung atau telinga
Brill haematoma
101

Battle Sign
Lesi saraf kranial

DIAGNOSIS BANDING
Fraktur tulang hidung atau fraktur tulang wajah
Trauma pada kelopak atau mata
PEMERIKSAAN PENUNJANG
CT scan kepala tanpa kontras
KONSULTASI
Dokter Spesialis lain yang terkait bila diperlukan
PERAWATAN RS
Segera rawat inap di ICU
TERAPI
Non Bedah
Istirahat di tempat tidur, simptomatis, antibiotika, perawatan kebersihan lubang hidung ataui
lubang telinga
Bedah
Bila kebocoran likuor deras atau indikasi lain
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas C atau
Rumah sakit yang ada Dokter Bedah Saraf dengan peralatan pembedahan yang memadai
PENYULIT
Meningitis, infeksi
Lesi saraf kranial
Fistula karotiko kovernosa
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah Saraf
LAMA PERAWATAN
Minimal 7 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 2 minggu

HASIL
Tidak ada kebocoran likuor
Tidak ada meningitis
OTOPSI
Kadang kadang perlu untuk kasus kematian yang tidak wajar atau tidak jelas
PROGNOSIS
102

Diharapkan baik
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

FRAKTUR NASAL
S 02.2
DIAGNOSIS
Fraktur Nasal
KRITERIA DIAGNOSIS
Trauma daerah hidung yang mengakibatkan diskontinuitas tulang hidung, ditandai dengan
adanya deformitas hidung, edema dan epistaksis
103

PEMERIKSAAN PENUNJANG
X foto nasal
KONSULTASI
Dokter spesialis yang terkait (bila diperlukan)
PERAWATAN RS
Rawat inpa segera untuk observasi dan tindakan
TERAPI
Reposisi segera, pasang tampon hidung dan gips kupu kupu.
Tampon hidung dilepas hari ke 34, gips kupu kupu dilepas hari ke 21
TEMPAT PELAYANAN
Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai
PENYULIT
Perdarahn
Malunion
Infeksi
INFORMED CONSENT
Perlu
TENAGA STANDAR
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah (K) KL
Dokter Spesialis Bedah Plastim Rekonstruksi
LAMA PERAWATAN
Minimal 4 hari
MASA PEMULIHAN
Minimal 4 minggu
HASIL
Tulang hidung union, tidak ada deformitas
OTOPSI
Kadang kadang perlu, untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar atau tidak jelas
PROGNOSIS
Diharapkan baik
TINDAK LANJUT
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

FRAKTUR MAKSILA
1. ICD

S 02.4

2. Diagnosis

FRAKTUR MAKSILA

3. Kriteria diagnosis

Trauma daerah maksila yang mengakibatkan diskontinuitas


tulang maksila, ditandai dengan adanya maloklusi dan
104

4. Diagnosis banding
:
5. Pemeriksaan penunjang :

6. Konsultasi
7. Perawatan RS
8. Terapi

:
:
:

9. Tempat pelayanan

10. Penyulit

11. Informed consent


12. Tenaga standar

:
:

13. Lama perawatan


14. Masa pemulihan

:
:

15. Hasil
16. Patologi
17. Otopsi

:
:
:

18. Prognosis
19. Tindak lanjut

:
:

floating maksila. Bisa disertai edema, nyeri, hematoma


periorbital, rinore
X-Foto Waters :
Le Fort I : garis fraktur transversal bawah
Le Fort II : garis fraktur piramidal
Le Fort III : garis fraktur transversal atas
Dokter spesialis yang terkait (bila diperlukan)
Rawat inap, segera untuk observasi dan tindakan
Suspensi frontosirkumferensial + arc bar, atau plating
(dikerjakan sebelum 7 hari dari trauma)
Arc bar bawah di lepas hari ke 30
Arc bar atas dan suspensi dilepas hari ke 60
Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan
yang memadai
Malunion
Non union
Osteomielitis
Kekakuan sendi temporomandibuler
Perlu
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah (K) KL
Dokter Spesialis Bedah Plastik & Rekonstruksi
Minimal 5 hari
Minimal 8 minggu
Tulang maksila union, tidak ada moluklusi
Kadang - kadang perlu untuk kasus trauma dan kematian
yang tidak wajar atau tidak jelas
Diharapkan baik
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

FRAKTUR ZIGOMA
1. ICD

S 02.4

2. Diagnosis

FRAKTUR ZIGOMA

3. Kriteria diagnosis

Trauma daerah zigoma yang menyebabkan diskontinuitas


tulang zigoma, ditandai dengan adanya deformitas dan nyeri
105

4. Diagnosis banding
:
5. Pemeriksaan penunjang :
6. Konsultasi
7. Perawatan RS
8. Terapi
a. Non bedah

tekan. Bisa disertai hematom periorbital, diplopia, parestesi


infraorbital, edema, enoptalmus atau eksoptalmus
F-foto Waters, nampak garis fraktur, biasanya pada 3 tempat
yaitu margo inferior orbita, silier dan arkus zigomatikum
Dokter spesialis yang terkait (bila diperlukan)
Rawat inap, untuk observasi dan tindakan

13. Lama perawatan


14. Masa pemulihan

:
:
:
: Bila tidak ada indikasi operasi (deformitas, diplopia,
parestesia infra-orbital), cukup observasi dan obat analgesik
: Bila ada indikasi operasi
Reposisi Gillies (bila fraktur stabil)
Reposisi dan fiksasi dengan interoseus wiring atau plating
(bila fraktur tidak stabil)
: Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang
memadai
: Kelainan
: Gangguan visus, trauma
okuli
Penyembuhan tulang
: Malunion, non union,
osteomielitis
: Perlu
: Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah (K) KL
Dokter Spesialis Bedah Plastik & Rekonstruksi
: Minimal 4 hari
: Minimal 4 minggu

15. Hasil
16. Patologi
17. Otopsi

:
:
:

18. Prognosis
19. Tindak lanjut

:
:

b. Bedah

9. Tempat pelayanan
10. Penyulit

11. Informed consent


12. Tenaga standar

Tulang zygoma union, tidak ada deformitas


Kadang kadang perlu untuk kasus trauma atau kematian
tidak wajar atau tidak jelas
Diharapkan baik bila tidak ada penyulit
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

FRAKTUR MANDIBULA
1. ICD

S 02.6

2. Diagnosis

FRAKTUR MANDIBULA

3. Kriteria diagnosis

Trauma pada mandibula yang mengakibatkan diskontinuitas


tulang mandibula, ditandai adanya maloklusi dan false
106

13. Lama perawatan


14. Masa pemulihan

movement, bisa disertai edema dan nyeri tekan


: : F-foto mandibula AP + Lat + Eisler, atau panoramik
: Dokter spesialis lain yang terkait (bila diperlukan)
: Rawat
: Interosseus wiring + arc bar, atau plating (dikerjakan sebelum
14 hari dari trauma), arc bar dilepas hari ke 30
: Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang
memadai
: Malunion
Non union
Osteomielitis
Kekakuan sendi temporomandibuler
: Perlu
: Dokter Spesialis Bedah
Dokter Spesialis Bedah (K) KL
Dokter Spesialis Bedah Plastik & Rekonstruksi
: Minimal 4 hari
: Minimal 4 minggu

15. Hasil
16. Patologi
17. Otopsi

:
:
:

18. Prognosis
19. Tindak lanjut

:
:

4.
5.
6.
7.
8.

Diagnosis banding
Pemeriksaan penunjang
Konsultasi
Perawatan RS
Terapi

9. Tempat pelayanan
10. Penyulit

11. Informed consent


12. Tenaga standar

Tulang mandibula union, tidak ada maloklusi


Kadang kadang perlu untuk kasus trauma dan kematian
yang tidak wajar atau tidak jelas
Diharapkan baik
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

DISLOKASI SIKU
1. ICD

S 3.1

2. Diagnosis

DISLOKASI SIKU

3. Kriteria diagnosis

Riwayat trauma
Deformitas / asimetris
107

Limitasi gerakan sendi


Ff. dislokasio epicondyler humeri, cabut collum radii atau
onconius olecranon
Foto polos siku AP / Lat
Dokter spesialis lain yang terkait (biloa diperlukan)
Rawat inap

4. Diagnosis banding

5.
6.
7.
8.

13. Lama perawatan


14. Masa pemulihan

:
:
:
:
: Reposisi dengan pembiusan
Imobilisasi dengan posisi fleksi
: Operasi bila reposisi gagal
: Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang
memadai
: Lesi N. Ulnaris, N. Medianus
Lesi Vaskuler
Infeksi
: Perlu
: Dokter Spesialis Bedah Umum untuk tindakan non bedah
Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi untuk tindakan
pembedahan
: Minimal 7 hari
: Minimal 4 minggu

15.
16.
17.
18.
19.

:
:
:
:
:

Pemeriksaan penunjang
Konsultasi
Perawatan RS
Terapi
a. Non bedah

b. Bedah
9. Tempat pelayanan
10. Penyulit
11. Informed consent
12. Tenaga standar

Hasil
Patologi
Otopsi
Prognosis
Tindak lanjut

Bisa tereposisi dengan baik


Diharapkan baik atau bisa terjadi kaku sendi
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

CIDERA KEPALA RINGAN (COMMOTIO CEREBRI)


1. ICD

S 06.0

2. Diagnosis

CIDERA KEPALA RINGAN (COMMOTIO CEREBRI)

3. Kriteria diagnosis

Adanya trauma di kepala


Kehilangan kesadaran kurang 15 menit
108

4. Diagnosis banding

5. Pemeriksaan penunjang :
6. Konsultasi
:
7. Perawatan RS
:

8. Terapi

9. Tempat pelayanan

10. Penyulit
11. Informed consent
12. Tenaga standar

:
:
:

13. Lama perawatan


14. Masa pemulihan

:
:

15. Hasil
16. Patologi
17. Otopsi

:
:
:

18. Prognosis
19. Tindak lanjut

:
:

GCS 14 15
Lateralisasi ( - )
Cidera kepala sedang
CVA TIA
Mabuk
Foto Ro servikal & foto Ro kepala AP / Lat, bila diperlukan
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Rawat jalan
Rawat inap bila :
GCS menurun
Muntah, nyeri kepala dan vertigo bertambah berat
Istirahat di tempat tidur
Observasi fungsi vital & neurologis
Obat simptomatis supportif
Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain tang mempunyai sarana pembedahan yang
memadai
Tidak ada
Perlu
Dokter Umum
Dokter Spesialis Saraf
Dokter Spesialis Bedah
Dokter Spesialis Bedah Saraf
Minimal 2 hari
Minimal 1 minggu
GCS mambaik
Kadang kadang perlu untuk kasus kematian tidak wajar
atau tidak jelas
Diharapkan baik
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

CIDERA KEPALA SEDANG (FOCAL BRAIN INJURY)


1. ICD

S 06.03

2. Diagnosis

CIDERA KEPALA SEDANG (FOCAL BRAIN INJURY)

3. Kriteria diagnosis

Adanya trauma di kepala


Kehilangan kesadaran lebih 15 menit
109

4. Diagnosis banding

5. Pemeriksaan penunjang :
6. Konsultasi
7. Perawatan RS
8. Terapi
a. Non bedah

GCS 9 13
Somnolen dan retrograde amnesia ( + )
Lateralisasi ( - )
CVA
Mabuk
Intoksikasi
Foto Ro servikal
Foto Ro kepala AP / Lat
CT scan kepala bila tersedia
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Segera rawat inap untuk observasi dan tindakan

13. Lama perawatan


14. Masa pemulihan

:
:
:
: Isirahat di tempat tidur
Observasi fungsi vital & neurologis
Pasang collar brace
Stabilitas fungsi fital
Obat obat suportif :
Memperbaiki metebolisme otak
Kortikosteroid
Mannitol
Obat simptomatis :
Antibiotika profilaksis
: Bila ada tanda perdarahan intra kranial
: Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang
memadai
: Edema otak
Herniasi otak
Dekubitus
Pneumonia
Cidera otak sekunder, cacat
: Hanya bila di lakukan operasi
: Dokter Spesialis Saraf untuk non bedah saja
Dokter Spesialis Bedah
Dokter Spesialis Bedah Saraf
: Minimal 7 hari
: Minimal 2 minggi

15. Hasil
16. Patologi
17. Otopsi

:
:
:

18. Prognosis
19. Tindak lanjut

:
:

b. Bedah
9. Tempat pelayanan
10. Penyulit

11. Informed consent


12. Tenaga standar

BCS membaik
Kadang kadang perlu untuk kasus trauma dan kematian
yang tidak wajar atau tidak jelas
Diharapkan baik atau dubious ad bonam
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

LUKA TUSUK DINDING TORAKS


1. ICD

S 21 29

2. Diagnosis

LUKA TUSUK DINDING TORAKS

3. Kriteria diagnosis

Secara klinis luka tusuk dinding toraks berupa luka tembus


dinding toraks dan bisa melukai organ di dalam rongga
110

4. Diagnosis banding
:
5. Pemeriksaan penunjang :

6. Konsultasi
7. Perawatan RS
8. Terapi
a. Non bedah
b. Bedah

toraks atau rongga abdomen.


Tanda dan gejala klinis berupa :
Jejas, luka tusuk dinding toraks dan daerah abdomen bagian
atas.
Gejala dan tanda lainnya dapat berupa anemia, sesak,
sucking chest wound, jejas atau luka tusuk dinding toraks
terutama di antara garis mid klavikularis kanan dan garis
axillaris depan kiri dapat melukai jantung dan pembuluh
darah besar.
Luka tusuk tembus & luka tusuk tumpul
Laboratorium : DL dan EKG untuk keperluan evaluasi klinis
dan persiapan operasi.
Radiologi : foto polos toraks atau Echokardiografi (dilakukan
hanya bila kondisi stabil)
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
Rawat inap untuk observasi dan tindakan

13. Lama perawatan


14. Masa pemulihan

:
:
:
: Farmakologi : Antibiotika, analgetika, antipiretika
: Bila pasien dalam keadaan tidak stabil dan bila ada indikasi,
segera resusitasi cairan dan cardio pulmonal, berikan O2
(tindakan A, B, C).
Pasang pipa toraks WSD, bila perdarahan > 800 cc pada saat
pemasangan pipa toraks setelah trauma atau 3 5 cc / kgBB.
Antero lateral.
Bila ada sucking chest wound atau pneumotoraks terbuka,
luka di tutup dulu dengan bahan kedap udara lalu di pasang
pipa pada luka tusuk daerah torakoabdominal, di bawah ICS
VII, bila tembus fascia dilakukan torakolaparotomi.
Bila trias Beck positif atau disertai syok berat dan perdarahan
masih dilakukan eksplorasi torakotomi kiri melalui ICS V dan
selanjutnya terapi definitif.
: Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang
memadai
: Tamponade jantung, infeksi
Hematopneumotoraks.
Pneumotoraks terbuka.
Hematopneumotoraks dengan perdarahan intra abdominal
Pneumotoraks tension
Perlukaan organ intra abdominal, apabila luka tersebut di
bawah ICS VII
: Perlu
: Dokter Umum (pertolongan pertama, pasang pipa toraks
WSD)
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah (K) Toraks
Dokter Spesialis Bedah (K) Digestif
Dokter Spesialis Bedah (K) Anak (usia < 12 tahun)
: Minimal 4 hari
: Minimal 4 minggu

15. Hasil
16. Patologi
17. Otopsi

:
:
:

18. Prognosis
19. Tindak lanjut

:
:

9. Tempat pelayanan
10. Penyulit

11. Informed consent


12. Tenaga standar

Bisa sembuh atau sembuh dengan kecacatan atau meninggal


Kadang kadang perlu, untuk kasus trauma dan kematian
yang tidak wajar atau tidak jelas
Diharapkan baik atau dubious atau jelek
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

111

PATAH TULANG IGA


1. ICD

S 22. 3. 4

2. Diagnosis

PATAH TULANG IGA

3. Kriteria diagnosis

Secara klinis patah tulang iga merupakan terputusnya


kontinuitas jaringan tulang iga karena rudapaksa atau
112

4. Diagnosis banding
:
5. Pemeriksaan penunjang :

penyakit.
Tanda dan gejala klinis berupa : pada inspeksi gerakan
dinding toraks asimetris, deformitas, padapalpasi nyeri tekan,
nyeri sumbu, krepitasi dari fragmen tulang yang patah
Kontusio muskulorum
Laboratorium : pemeriksaan darah dan ECG untuk evaluasi
klinis dan persiapan pembedahan.
Radiologi : foto polos rongga dada PA / LAT
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
Bila single, tanpa penyulit tak perlu rawat inap di rumah
sakit. Bila multiple dan atau bila terdapat penyulit perlu
rawat inap di rumah sakit untuk observasi dan tidakan

6. Konsultasi
7. Perawatan RS

:
:

8. Terapi
a. Non bedah

13. Lama perawatan


14. Masa pemulihan

:
: Obat obtan analgetik, anestesi infiltrasi atau blok, perawatan
konsevatif
: Fiksasi internal daerah fraktur dengan memakai clip atau mini
plate atau wire dengan bantuan anestesi umum atau anestesi
lokal atau anestesi blok
Syarat fraktur tersebut tidak lebih dari 2 (dua) minggu.
: Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang
memadai
: Ruptur pleura parietalis dan empisema kutis
Ruptur jaringan paru, pneumotoraks
Perdarahan
dan
hematotoraks
atau
hemotoraks.
Osteomielitis.
: Perlu
: Dokter Spesialis Umum (pertolongan pertma dan terapi
konservatif)
Dokter Spesialis Umum
Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskuler
Dokter Spesialis Bedah (K) Toraks
: Minimal 7 hari pasca bedah bila tanpa penyulit
: Minimal 2 minggu bila tanpa penyulit

15. Hasil
16. Patologi
17. Otopsi

:
:
:

18. Prognosis
19. Tindak lanjut

:
:

b. Bedah

9. Tempat pelayanan
10. Penyulit

11. Informed consent


12. Tenaga standar

Bisa sembuh atau sembuh dengan kecacatan


Khusus untuk fraktur patologis dan osteomielitis
Perlu untuk kasus trauma atau kematian tidak wajar atau
tidak jelas
Diharapkan baik atau dubious atau jelek
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

FLAIL CHEST
1. ICD

S 22.5

2. Diagnosis

FLAIL CHEST

3. Kriteria diagnosis

Secara klinis flail chest ditandai dengan gerakan paradoksal


pada dinding toraks karena patah tulang iga multiple dan
113

4. Diagnosis banding
:
5. Pemeriksaan penunjang :

segmental atau lebih dari 2 garis fraktus, hal ini disebabkan


oleh trauma.
Tanda dan gejala klinis berupa :
Gangguan respirasi dari ringan sampai berat.
Pada inspeksi deformitas dinding toraks disertai gerakan
paradoksal dinding toraks yang patah.
Pada palpasi nyeri tekan dan nyeri tekan sumbu disertai
krepitasi.
Pada foto polos toraks : patah tulang iga multiple dan
segmental atau lebih dari 2 garis fraktur.
Laboratorium : DL, analisis gas darah, saturasi O2
Kardiologi : EKG
Radiologi : Foto polos toraks AP / Lat
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait.
Rawat inap untuk observasi, monitoring, pemasangan
ventilator dan tindakan

6. Konsultasi
7. Perawatan RS

:
:

8. Terapi
a. Non bedah

13. Lama perawatan


14. Masa pemulihan

:
: Oksigenisasi ( O2 )
Tidur miring kearah daerah yang sakit.
Fiksasi daerah yang sakit tersebut dengan plester lebar yang
elastis, (sementara).
Bila penderita dengan gangguan nafas berat segera di intubasi
dan pernafasan buatan ambu bag atau segera pasang
ventilator.
: Obat obat analgetik, antibiotika dan resusitasi cairan
Fixasi tulang iga yang patah dengan clips shapp costafix
atau dengan wire atau mini plate
: Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang
memadai
: Hematopneumotoraks, Kontusio paru, Pneumonia,
Prolong ventilator, Osteomyelitis kosta, Empiemi toraks,
infeksi
: Perlu
: Dokter Umum (pertolongan pertama)
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskuler
Dokter Spesialis Bedah (K) Toraks
: Minimal 14 hari
: Minimal 14 minggu

15. Hasil
16. Patologi
17. Otopsi

:
:
:

18. Prognosis
19. Tindak lanjut

:
:

b. Bedah
9. Tempat pelayanan
10. Penyulit
11. Informed consent
12. Tenaga standar

Bisa sembuh atau sembuh dengan kecacatan atau meninggal


Kadang kadang perlu, untuk kasus trauma dan kematian
yang tidak wajar atau tidak jelas
Diharapkan baik atau dubious atau jelek
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

TAMPONADE JANTUNG
1. ICD

S 26.0

2. Diagnosis

TAMPONADE JANTUNG

3. Kriteria diagnosis

Secara klinis tamponade jantung merupakan suatu keadaan


dimana terjadi kompresi jantung akibat efusi cairan atau
114

4. Diagnosis banding

5. Pemeriksaan penunjang :
6. Konsultasi
7. Perawatan RS
8. Terapi
a. Non bedah

penumpukan darah di dalam kantong perikard yang


berlebihan.
Hal ini dapat disebabkan karena trauma atau penyakit.
Tanda dan gejala klinis berupa :
Pada anamnesa adanya riwayat trauma atau penyakit lainnya.
Pada pemeriksaan fisik terdapat
Trias Beck, hipotensi, bendungan vena leher (CVP
meningkat), suara jantung menjauh
Nadi meningkat, sesak nafas, pulsus paradoksus, CVP
meningkat, (tidak semua pasien)
Pneumotoraks tension
Hematotoraks
Perikarditis konstriktiva
Laboratorium : DL, saturasi O2
Kardiologi : EKG, Ekokardiografi
Radiologi : Foto polos toraks AP
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
Rawat inap untuk observasi dan tindakan

13. Lama perawatan


14. Masa pemulihan

:
:
:
: Transfusi darah, antibiotika, anagetika
Perikardiosintesis
Bila kardiosentesis gagal di lanjutkan dengan torakotomi
anterior kiri ICS V
: Perikardial window
: Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang
memadai
: Syok kardiogenik, henti jantung
Perlukaan jantung dan arteri vena besar atau paru
: Perlu
: Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskuler
Dokter Spesialis jantung dan Pembuluh Darah
Dokter Spesialis Bedah (K) Toraks
: Minimal 7 hari
: Minimal 2 minggu

15. Hasil
16. Patologi
17. Otopsi

:
:
:

18. Prognosis
19. Tindak lanjut

:
:

b. Bedah
9. Tempat pelayanan
10. Penyulit
11. Informed consent
12. Tenaga standar

Bisa sembuh atau sembuh dengan kecacatan atau meninggal


Kadang kadang perlu, untuk kasus trauma dan kematian
yang tidak wajar atau tidak jelas
Diharapkan baik atau dubious atau jelek
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

HEMATOTORAKS
1. ICD

S 27.0

2. Diagnosis

HEMATOTORAKS

3. Kriteria diagnosis

Secara klinis hematotoraks atau hemotoraks ditandai dengan


darah di dalam rongga pleura. Hal ini dapat disebabkan oleh
115

4. Diagnosis banding

5. Pemeriksaan penunjang :
6. Konsultasi
7. Perawatan RS
8. Terapi
a. Non bedah

trauma atau penyakit.


Tanda dan gejala klinis berupa :
Anemia, sesak nafas, syok hipovolemik, pada inspeksi
gerakan hemitoraks yang bersangkutan menurun, pada
perkusi redup pada sisi yang sakit, pada auskultasi suara
nafas menurun, dan pada foto polos toraks terdapat bayangan
kesuraman disertai sudut kosta frenikus tumpul, pada punksi
keluar darah. Bila terdapat perdarahan massif, pada foto
polos toraks tampak trakhea deviasi dan CVP meningkat
Atelektasis
Massa pada jaringan paru
Efusi pleura
Pneumotoraks Tension
Laboratorium : pemeriksaan DL, saturasi O2
Radiologi : foto polos toraks
Bila perlu kepada dokter yang terkait
Rawat inap untuk observasi dan tindakan

13. Lama perawatan


14. Masa pemulihan

:
:
:
: Oksigenasi O2, transfusi darah bila perdarahan masif, obat
obatan antibiotika, analgetika, antipiretika, fisio terapi nafas.
: Pipa torakostomi atau WSD
Bila masif di lakukan torakotomi (perdarahan > 800 cc)
langsung atau 3 5 cc / kgBB / jam
: Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang
memadai
: Syok hipovolemik
Fibrotoraks atau Schwarte
Empiema torakis, infeksi
: Perlu
: Dokter Umum (pertolongan pertama, punksi rongga toraks,
pasang pipa toraks / WSD)
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskular
Dokter Spesialis Bedah (K) Toraks
Dokter Spesialis Paru (Non Trauma)
: Minimal 7 hari
: Minimal 2 minggu

15. Hasil
16. Patologi
17. Otopsi

:
:
:

18. Prognosis
19. Tindak lanjut

:
:

b. Bedah
9. Tempat pelayanan
10. Penyulit
11. Informed consent
12. Tenaga standar

Bisa sembuh atau sembuh dengan kecacatan


Kadang kadang perlu, untuk kasus trauma dan kematian
yang tidak wajar atau tidak jelas
Diharapkan baik atau dubious atau jelek
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

TRAUMA TUMPUL ABDOMEN


1. ICD

2. Diagnosis

S 27.8, S 30.0, S 35, S 36, S 37,


Cidera pada toraks bagian bawah, abdomen, pinggang, collumna,
vertebralis lumbalis dan pelvis
TRAUMA TUMPUL ABDOMEN
Ruptur Diaphragma
S 27.8.0
116

Kontusi Bokong dan Panggul


Kontusio Abdomen, Pinggang, dan Inguinal
Kontusio Perineum dan Genital
Ekskoriasi, Laserasi Superficial multiple
Di Abdomen, Pinggang dan Panggul
Ruptur Limpa
Ruptur Hepar & Kandung Empedu
Ruptur Pankreas
Ruptur Lambung
Ruptur Duodenum
Ruptur Jejunum
Ruptur Ileum
Ruptur Colon
Ruptur Rektum
Ruptur organ intra abdomen Multiple
Hematoma retroperitoneum
Ruptur Ginjal

S 30.0
S 30.1
S 30.2
S 30.7
S 36.0.0
S 36.1.0
S 36.2.0
S 36.3.0
S 36.4.0
S 36.5.0
S 36.6.0
S 36.7.0
S 36.8.0
S 37.0.0

3. Kriteria
diagnosis

Kontusio Ginjal
Hematoma retroperitoneum
S 36.8.0
Ruptur Ginjal
S 37.0.0
Ruptur Ureter
S 37.1.0
Ruptur Kandung Kemih
S 37.2.0
Ruptur Uretra
S 37.3.0
Ruptur Ovarium
S 37.4.0
Ruptur Tuba Falopii
S 37.5.0
Ruptur Uterus
S 37.6.0
Ruptur Organ Intra Pelvis Multiple
S 37.7.0
Ruptur Kelenjar Adrenal
S 37.8.0
Ruptur Kelenjar Prostat
S 37.8.0
Ruptur Vesikula Seminalis
S 37.8.0
Ruptur Vas Deferens
S 37.8.0
Mekanisme Trauma
Jatuh dari ketinggian
Tindakan kekerasan atau penganiayaan
Cedera akibat hiburan atau wisata
Tanda klinis
Stabil
Tidak Stabil
Inspeksi :
Dinding abdomen bisa tampak normal
Jejas pada dinding abdomen
Jejas pada dinding dada bagian bawah
Abdomen tampak distensi
Jejas dapat berupa : excoriasi, hematoma, memar kulit, lacerasi
Auskultasi :
Auskultasi regio toraks (kiri)
Suara napas menurun, bisa terdengar bising usus
Auskultasi regio abdomen :
Bising usus bisa normal, menurun atau hilang
Palpasi :
Nyeri tekan di kuadran tertentu atau seluruh regio
Abdomen, Defans muskuler, Nyeri tekan lepas
Perkusi :
Perkusi regio toraks bagian bawah bisa normal atau redup atau
timpani
Pekak hati bisa positif atau negatif
Nyeri ketok dinding abdomen
117

4. Diagnosis
banding
5. Pemeriksaan
penunjang

6. Konsultasi

7. Perawatan RS
8. Terapi

:
:

9. Tempat
pelayanan

Tes undulasi atau tes shifting dullness bisa positip, bisa negatif
Colok dubur :
Bisa normal
Bisa ditemukan kelainan kelainan :
Prostat yang melayang, laserasi pada dinding anorektum, teraba
fragmentasi tulang tulang panggul, nyeri pada perabaan di dinding
anorektum, pada sarung tangan bisa ditemukan tetesan atau noda
darah, berarti postif ada cedera pada saluran cerna
Disesuaikan dengan fasilitas UGD / Rumah Sakit setempat
Pilihan pemeriksaan penunjang sesuai dengan indikasi :
Foto toraks, Posisi AP, Foto toraks pemasangan pipa lambung
Foto Pelvis
USG
Lavase peritonium diagnostik (DPL)
IVP
Uretro sistografi
Foto kontras saluran cerna bagian atas
CT scan abdomen
Angiografi
Indikasi USG sama dengan indikasi DPL :
Pasien trauma dengan :
Penurunan tingkat kesadaran
Perubahan / gangguan fungsi sensoris
Cedera pada organ organ yang bertetangga
Pemeriksaan fisik abdomen yang meragukan
Kemungkinan dokter putus kontak dengan pasien untuk waktu yang
cukup panjang
Hasil DPL yang meragukan (khusus untuk USG Abdomen) yaitu :
Lekosit < 500 / mm, eritrosit < 100.000 / mm
Bila diperlukan konsultasi Dokter Spesialis Bedah Toraks
Kardiovaskular
Rawat inap untuk tujuan observasi
Tindakan resusitasi ABCD sesuai konsep ATLS kalau kondisi
pernapasan dan hemodinamika penderita tidak stabil.
Terapi konservatif :
Terapi konservatif dilakukan bila tidak ada indikasi laparotomi
segera, atau hasil pemeriksaan penunjang tidak mengungkapkan
adanya cedera organ intra abdomen yang nyata.
Terapi konservatif dengan cara observasi, dapat dilakukan sampai 2 x
24 jam.
Terapi operatif :
Laparotomi eksplorasi dengan insisi median
Indikasi laparotomi eksplorasi :
Tanda tanda perdarahan intra peritoneal, yaitu adanya syok
hipovolemi dengan distensi abdomen yang progresif.
Tanda tanda peritonitis generalisata
Pneumoperitoneaum pada foto toraks
Pada foto toraks tampak gambaran hernia diafragmatika (ruptur
diafragma)
Cairan lavase kluar melalui pipa drenase rongga pleura
Pada tindakan DPL, keluar darah > 10 ml atau cairan usus >
Hasil DPL positif berdasarkan analisa laboratoris, yaitu :
Jumlah eritrosit > 100.000 / mm cairan lava sejumlah lekosit > 500 /
mm cairan lavaseamilase > 20 UI/L cairan lavase
Minimal rumah sakit kelas C atau Rumah sakit yang mempunyai
sarana pembedahan yang memadai
118

10. Penyulit

11. Informed
consent
12. Tenaga
standar
13. Lama
perawatan
14. Masa
pemulihan
15. Hasil

16. Patologi
17. Otopsi

:
:

18. Prognosis
19. Tindak lanjut

:
:

:
:
:
:

Perdarahan masif
Syok hipovolemik, yang bisa berakibat syok irreversibel
Koagulasi intra vaskuler yang diseminasi (DIC)
Koagulopathi, Hipotermia, Asidosis
Infeksi, SIRS sepsis, ARDS, Pneumonia Pankreatitis Pasca trauma,
perdarahan saluran cerna
Gangguan fungsi hati
ARF (gagal ginjal akut)
Gagal multi organ
Perlu
Dokter Spesialis Bedah
Dokter Spesialis Bedah (K) Bedah Digestif
Bervariasi, tergantung beratnya cidera
Bisa berlangsung antara 10 hari 3 bulan
Juga bervariasi, tergantung beratnya cidera
Bisa membutuhkan waktu antara 2 minggu 3 bulan
Cedera ringan : bisa sembuh tanpa gejala sisa
Cedera berat : kalau tidak ada penyulit, dapat disembuhkan dengan
atau tanpa kecacatan.
Kalau ada penyulit, bisa sembuh atau tanpa kecacatan, atau bisa
meninggal dunia.
Cedera mengancam nyawa :
Bila timbul penyulit.
Bisa sembuh atau tanpa kecacatan, atau bisa meninggal dunia.
Angka kematian bisa sampai > 70 %
Kadang kadang perlu untuk kasus trauma dan kematian tidak wajar
atau tidak jelas.
Tergantung beratnya cedera, diharapkan baik
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

CEDERA LIMPA
1. ICD

2. Diagnosis

3. Kriteria diagnosis

S 36.0
CEDERA LIMPA
Penyebab : umumnya akibat trauma tumpil dan trauma
tembus abdomen
Klinis
119

4. Diagnosis banding

5. Pemeriksaan penunjang :
6. Konsultasi
7. Perawatan RS
8. Terapi
Bedah

Anamnesa : Terdapat trauma tumpul pada perut kiri atas atau


trauma dada kiri bawah dengan atau tanpa fraktur kosta, luka
tusuk abdomen / totakal bawah.
Nyeri pada perut kiri atas, nyeri dapat menjalar pada bahu
kiri tanda tanda syok karena perdarahan
Terdapat tanda tanda cairan bebas dalam rongga perut
Trauma perut dengan cedera organ disertai perdarahan dalam
perut, antara lain cedera lambung, cedera ginjal kiri, cedera
hepar kiri
Dilakukan DPL yang positif
Pemeriksaan USG perut atau CT scan
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Rawat inap

13. Lama perawatan


14. Masa pemulihan

:
:
:
: Dilakukan laparotomi eksplorasi sito dengan insisi pada garis
tengah atas.
Tindakan terhadap limpa :
Cedera linier dilakukan penjahitan secara matras
Cedera leserasi atau pedikel jika putus dilakukan
pengangkatan limpa (splenektomi) disertai tandur ulang
jaringan limpa ke dalam bursa omentalis
: Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang
memadai
: Syok, perdarahan yang profus, infeksi
: Perlu
: Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah (K) Digestif
: Minimal 7 hari
: Minimal 2 minggu

15. Hasil
16. Patologi
17. Otopsi

:
:
:

18. Prognosis
19. Tindak lanjut

:
:

9. Tempat pelayanan
10. Penyulit
11. Informed consent
12. Tenaga standar

Sembuh tanpa cacat karena trauma atau tidak wajar


Sembuh tanpa cacat karena trauma dan kematian tidak wajar
atau tidak jelas
Diharapkan baik bila penanganan cepat dan tepat
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

CEDERA HEPAR
1. ICD

2. Diagnosis

3. Kriteria diagnosis

S 36.1
CEDERA HEPAR
Penyebabnya dapat berupa trauma tembus perut / trauma
tajam, maupun trauma tumpul
Anamnesa, terdapat trauma tembus perut atas atau trauma
120

4. Diagnosis banding

5. Pemeriksaan penunjang :
6. Konsultasi
7. Perawatan RS
8. Terapi
Bedah

tumpul pada perut kanan atas toraks kanan bawah.


Nyer pada daerah hipokondrium kanan dengan atau tanpa
jejas (trauma tumpul)
Terdapat luka tembus perut (pada trauma tembus)
Shock dengan tanda tanda perdarahan dan tanda tanda
cairan bebas dalam rongga peritoneum
Trauma perut dengan cedera organ disertai perdarahan,
antara lain : cedera pankreas, cedera vaskuler, cedera ginjal
duodenum, dan limpa.
Diagnostik peritoneal lavage (DPL)
Ultrasonografi (USG) abdomen / CT scan
Dokter spesialis terkait, bila diperlukan
Rawat inap

13. Lama perawatan


14. Masa pemulihan

:
:
:
: Segera (CITO) laparotomi eksplorasi dengan insisi pada garis
tengah sebelah atas.
Macam tindakan pada cedera hepar :
Cedera linier : dilakukan penjahitan secara matras dengan
benang yang tebal (no 1,0 atau 2,0) yang dapat diserap.
Laserasi segmental : dapat dilakukan reseksi secara wedge
atau reseksi segmental dan ditutup dengan omentum.
Laserasi yang luas dengan perdarahan profus dilakukan
pemasangan tampon (DCS) yang sulit dihentikan dan dalam 2
x 24 jam dilakukan stabilisasi kemudian dilakukan re
eksplorasi laparotomi untuk terapi definitif
DCS : Damage Control Surgery
Catatan :
Untuk mengatasi perdarahan yang hebat akibat saat
melakukan tindakan di atas, dapat dibantu dengan tindakan
pringle
: Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit yang mrmpunyai sarana pembedahan yang
memadai
: Perdarahan hebat saat pembedahan
Perdarahan kembali pasca pembedahan
Shok hipovolemik
Peritonitis kimiawi
Hematobolia, Infeksi
TRIAS : hipotermia Asidosis gangguan Koagulopati
: Perlu
: Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah (K) Digestif
: Minimal 7 hari
: Minimal 2 minggu

15.
16.
17.
18.
19.

:
:
:
:
:

9. Tempat pelayanan
10. Penyulit

11. Informed consent


12. Tenaga standar

Hasil
Patologi
Otopsi
Prognosis
Tindak lanjut

Sembuh
Diperlukan kalau meninggal karena trauma atau tidak wajar
Diharapkan baik atau dubious
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

RUPTUR BULI BULI


1. ICD

S 37.2

2. Diagnosis

RUPTUR BULI BULI

3. Kriteria diagnosis

Trauma ( + ) langsung abdomen bagian bawah


Trauma tidak langsung akibat fraktur pelvis
121

4. Diagnosis banding
:
5. Pemeriksaan penunjang :
6. Konsultasi
7. Perawatan RS
8. Terapi
Non bedah

Tidak bisa kencing


Massa suprapubik
Hematuria ( + )
Tanda tanda peritonitis ( + )
Colok dubur : prostat letaknya normal
Ruptur uretra posterior
Test buli buli
Foto pelvis
Urethrocystogram
Dokter spesialis yang terkait (bila diperlukan)
Rawat inap, segera

13. Lama perawatan


14. Masa pemulihan

:
:
:
: Eksplorasi, jahit buli buli, pasang dauer kateter,
Suprapubik Cystostomi bila ruptur lebar
: Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang
memadai
: Infeksi
Kebocoran
: Perlu
: Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis urologi
: Minimal 7 hari
: Minimal 2 minggu

15.
16.
17.
18.
19.

:
:
:
:
:

9. Tempat pelayanan
10. Penyulit
11. Informed consent
12. Tenaga standar

Hasil
Patologi
Otopsi
Prognosis
Tindak lanjut

Kencing bisa lancar


Diharapkan baik atau dubious
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

FRAKTUR KLAVIKULA
1. ICD

S 42.0

2. Diagnosis

FRAKTUR KLAVIKULA

3. Kriteria diagnosis

Riwayat trauma
Tanda pasti fraktur pada klavikula
Foto polos adanya fraktur di clavicula
122

4.
5.
6.
7.

Diagnosis banding
Pemeriksaan penunjang
Konsultasi
Perawatan RS

8. Terapi
a. Non bedah
b. Bedah

:
:
:
:

Dislokasi acromio clavicular


Foto polos clavicula AP
Dokter spesialis terkait, bila diperlukan
Rawat jalan untuk perawatan non bedah
Rawat inap untuk perawatan bedah

13. Lama perawatan


14. Masa pemulihan

:
: Figure of-8 / ransel verband, arm sling
: Plate & screw
K-wire (lebih baik)
Dua indikasi bedah (absolut) :
Fraktur terbuka
Gangguan neorovaskular
: Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang
memadai
: Vaskuler
Saraf
Infeksi
: Perlu
: Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi
: Minimal 3 hari
: Minimal 6 minggu

15.
16.
17.
18.
19.

:
:
:
:
:

9. Tempat pelayanan
10. Penyulit
11. Informed consent
12. Tenaga standar

Hasil
Patologi
Otopsi
Prognosis
Tindak lanjut

Bisa tereposisi dengan baik


Diharapkan baik
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

FRAKTUR HUMERUS
1. ICD

S 42.3

2. Diagnosis

FRAKTUR HUMERUS

3. Kriteria diagnosis

Riwayat trauma
Tanda pasti fraktur humerus
Angulasi, perpendekan, rotasi
123

4.
5.
6.
7.
8.

Diagnosis banding
Pemeriksaan penunjang
Konsultasi
Perawatan RS
Terapi
a. Non bedah

Kondisi klinis nervus radialis


Foto polos adanya fraktur humerus
Foto polos humerus AP / lat
Dokter spesialis lain yang terkait (bila diperlukan)
Rawat jalan

13. Lama perawatan


14. Masa pemulihan

:
:
:
:
:
: Reposisi dengan pembiusan
Gips U-slab / Hanging cast
: Nailing / plate and screw
: Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang
memadai
: Lesi N. Radialis (masuk informed concert)
Infeksi
: Perlu
: Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi
: Minimal 7 hari
: Minimal 12 minggu

15. Hasil

16.
17.
18.
19.

:
:
:
:

b. Bedah
9. Tempat pelayanan
10. Penyulit
11. Informed consent
12. Tenaga standar

Patologi
Otopsi
Prognosis
Tindak lanjut

Bisa tereposisi dan terfiksasi pada posisi fungsional yang


optimal
Diharapkan baik
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

DISLOKASI PARU
1. ICD

S 43.0

2. Diagnosis

DISLOKASI PARU

3. Kriteria diagnosis

Riwayat trauma
Nyeri ( + )
Deformitas asimetri
124

4. Diagnosis banding

5. Pemeriksaan penunjang :
6. Konsultasi
:
7. Perawatan RS
:
8. Terapi
a. Non bedah

Gangguan gerakan bahu


Fr. Dislokasi
Fr. Dan dislokasi
Foto polos bahu AP / Lat
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Rawat jalan
Rawat inap bila operasi

13. Lama perawatan


14. Masa pemulihan

:
: Reduksi menurut Kocher atau Hipokrates
K/p dengan pembiusan
: Untuk kasus kasus neglected
: Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang
memadai
: Cidera N. Axilaris / plexus brachialis
Gangguan sirkulasi
Infeksi
: Perlu
: Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis
Bedah Orthopaedi (terutama kasus
neglected)
: Minimal 7 hari
: Minimal 6 minggu

15.
16.
17.
18.
19.

:
:
:
:
:

b. Bedah
9. Tempat pelayanan
10. Penyulit
11. Informed consent
12. Tenaga standar

Hasil
Patologi
Otopsi
Prognosis
Tindak lanjut

Bisa tereposisi dengan baik


Diharapkan baik atau dapat terjadi kaku sendi
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

FRAKTUR RADIUS ULNA


1. ICD

S 52.4

2. Diagnosis

FRAKTUR RADIUS ULNA

3. Kriteria diagnosis

Trauma
Tanda tanda pasti patah tulang regio antebrachii
Ro foto antebrachii AP /Lat
125

4.
5.
6.
7.
8.

Diagnosis banding
Pemeriksaan penunjang
Konsultasi
Perawatan RS
Terapi
a. Non bedah

13. Lama perawatan


14. Masa pemulihan

: : Radiologi : foto polos Antebrachii AP / Lat


: Dokter spesialis yang terkait (bila diperlukan)
: Rawat inap
:
: Reposisi dengan pembiusan
Gips sampai di atas siku atau disebut long arm plater karena
bahaya penekanan N. Radialis
: Bila non bedah gagal plate & screw
: Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang
memadai
: Kompartment syndrome
Neuropaxia N. Radialis
Infeksi
: Perlu
: Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi
: Minimal 1 minggu
: Minimal 6 minggu

15.
16.
17.
18.
19.

:
:
:
:
:

b. Bedah
9. Tempat pelayanan
10. Penyulit
11. Informed consent
12. Tenaga standar

Hasil
Patologi
Otopsi
Prognosis
Tindak lanjut

Fragment tulang bisa tereposisi dan terfiksasi dengan baik


Diharapkan baik
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

FRAKTUR COLLES DAN PERGELANGAN


TANGAN LAINNYA
1. ICD

2. Diagnosis

3. Kriteria diagnosis

S 52.5
FRAKTUR COLLES DAN PERGELANGAN TANGAN
LAINNYA
Tanda tanda pasti patah tulang
Trauma lengan karena menahan dengan out strecht hand
126

4.
5.
6.
7.
8.

Diagnosis banding
Pemeriksaan penunjang
Konsultasi
Perawatan RS
Terapi
a. Non bedah

13. Lama perawatan


14. Masa pemulihan

: : Radiologi : foto polos radius distal AP / Lat


: Dokter spesialis yang terkait (bila diperlukan)
: Rawat inap
:
: Reposisi dengan pembiusan
Fiksasi dalam posisi pronasi, semi fleksi dan ulnar deviasi
Gips sampai di bawah siku atau disebut moulded pada sendi
siku untuk mencegah gerakan rotasi (pro supinasi)
: Bila non bedah gagal
: Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang
memadai
: Kompartment syndrome
Suddec atropi
Infeksi
: Perlu
: Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi
: Minimal 1minggu
: Minimal 6 minggu

15. Hasil

16.
17.
18.
19.

:
:
:
:

b. Bedah
9. Tempat pelayanan
10. Penyulit
11. Informed consent
12. Tenaga standar

Patologi
Otopsi
Prognosis
Tindak lanjut

Fragmen tulang bisa tereposisi dan fiksasi pada posisi


optimal
Fungsional bisa baik
Diharapkan baik
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

DISLOKASI PANGGUL
1. ICD

S 73.0

2. Diagnosis

DISLOKASI PANGGUL

3. Kriteria diagnosis

Riwayat trauma
Nyeri panggul
Posisi aduksi dan internal rotasi pada sisi yang sakit
127

4. Diagnosis banding

5. Pemeriksaan penunjang :
6. Konsultasi
7. Perawatan RS
8. Terapi
a. Non bedah
b. Bedah
9. Tempat pelayanan

Tungkai memendek pada sisi sakit


Fr. Dislokasi
Fr. Dan dislokasi
Foto polos panggul AP / Lat atau Ap aksial juga proyeksi
amblurator atau alar (oblique)
Dokter spesialis terkait (bila diperlukan)
Rawat inap

13. Lama perawatan


14. Masa pemulihan

:
:
:
: Reposisi cara bigelow dengan pembiusan
: Operasi bila terapi non bedah gagal
: Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang
memadai
: Fraktur intra artikuler
Cidera N. Ischiadicus
Avascular necrosis kaput femoris
Infeksi
: Perlu
: Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi terutama bila
memerlukan pembedahan
: Minimal 14 hari
: Minimal 8 minggu

15.
16.
17.
18.
19.

:
:
:
:
:

10. Penyulit

11. Informed consent


12. Tenaga standar

Hasil
Patologi
Otopsi
Prognosis
Tindak lanjut

Bisa tereposisi dengan baik


Diharapkan baik atau dapat terjadi kaku sendi
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

FRAKTUR CRURIS
1. ICD

S 82

2. Diagnosis

FRAKTUR CRURIS

3. Kriteria diagnosis

Riwayat trauma
Tanda pasti patah tulang pada tibia / fibula
Foto polos : fraktur pada tibia dan pada fibula
128

4.
5.
6.
7.

Diagnosis banding
Pemeriksaan penunjang
Konsultasi
Perawatan RS

8. Terapi
a. Non bedah

:
:
:
:

Foto polos Cruris AP / Lat


Dokter spesialis terkait, bila diperlukan
Rawat jalan untuk non bedah
Rawat inap untuk pembedahan

13. Lama perawatan


14. Masa pemulihan

:
: Reposisi
Long leg cast / PTB cast
: Pemasangan implant / plate-screw
: Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembadahan yang
memadai
: Malunion / delayed union
Compartment syndrome (pada kasus tertutup)
Infeksi
: Perlu
: Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi
: Minimal 7 hari
: Minimal 8 minggu

15.
16.
17.
18.
19.

:
:
:
:
:

b. Bedah
9. Tempat pelayanan
10. Penyulit
11. Informed consent
12. Tenaga standar

Hasil
Patologi
Otopsi
Prognosis
Tindak lanjut

Bisa tereposisi dan terfiksasi pada posisi yang optimal


Diharapkan baik
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

RUPTUR TENDON ACHILES


1. ICD

S 86.0

2. Diagnosis

RUPTUR TENDON ACHILES

3. Kriteria diagnosis

Trauma oleh karena mendadak melakukan gerakan


Kontraksi achiles
Posisi kaki plantar flexi
129

13. Lama perawatan


14. Masa pemulihan

Fungsilaesa
: : : Dokter spesialis lain yang terkait (bila diperlukan)
: Rawat inap
: Pada kasus clean out, operasi dengan teknik Bunnel atau
Kesler pada kasus Ruptur Tendon Achilles tertutup,
o[erasinya tidak bisa dengan cara Bunnel atau Kessles karena
permukaan tendon tidak rata bahkan mungkin terdapat juga
jaringan avulsi fraktur os calcis (calcaneus)
: Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang
memadai
: Non union, mal union & infeksi
: Perlu
: Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi
: Minimal 14 hari
: Minimal 12 minggu

15.
16.
17.
18.
19.

:
:
:
:
:

4.
5.
6.
7.
8.

Diagnosis banding
Pemeriksaan penunjang
Konsultasi
Perawatan RS
Terapi

9. Tempat pelayanan
10. Penyulit
11. Informed consent
12. Tenaga standar

Hasil
Patologi
Otopsi
Prognosis
Tindak lanjut

Kedua fragmen bisa terjahit dengan posisi optimal


Diharapkan baik
Evaluasi dan monitoring keadan klinis

LUKA BAKAR
1. ICD

T 20 T 31

2. Diagnosis

LUKA BAKAR

3. Kriteria diagnosis

Luka bakar merupakan kerusakan pada jaringan karena


pengaruh suhu (baik panas maupun dingin) atau dari
penyerapan energi fisik dan dari kontak dengan bahan
130

4. Diagnosis banding
:
5. Pemeriksaan penunjang :

bahan kimia. Setiap penyebab mempunyai gambaran klinis


yang khusus dan manajemen pengelolaannya.
Pembagian derajat luka bakar :
Derajat I : hanya mengenai cairan epidermis luar, tampak
hiperemi dan eritema
Derajat II : mengenai lapisan epidermis yang lebih dalam dan
sebagian dermis disertai lepuh, edema jaringan dan basah
Derajat III : mengenai semua lapisan epidermis dan dermis,
biasanya tampak luka kering dengan vena koagulasi pada
permukaan kulit
Tanda dan gejala klinisk : nyeri, cemas, dehidrasi
Laboratorium : DL, Ul, RFT, elektrolit, protein darah
Mikrobiologi : kultur dan tes kepekaan kuman
Radiologi : Foto polos toraks AP
Jantung : EKG
Dokter spesialis yang terkait (bila diperlukan)
Rawat inap untuk luka bakar derajat II III minimal 15 %
luasnya atau trauma daerah muka atau trauma inhalasi

6. Konsultasi
7. Perawatan RS

:
:

8. Terapi
Non bedah

13. Lama perawatan


14. Masa pemulihan

:
: Tindakan darurat ABC, retutilasi jantung, paru, otak
Koreksi elektrolit dengan rumus Rule of nine dan koreksi
Hiperaktif
Perawatan terhadap jantung, paru, ginjal, hati
Terapi suportif seperti nutrisi, protein
Antibiotika, analgetika, antidiuretika
Pertolongan pertama bisa diberikan air dingin (waktunya
singkat)
: Minimal rumah sakit kelas C
Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang
memadai
: Gangguan elektrolit, gangguan fungsi jantung, paru, otak,
kontraktur hati dan ginjal, infeksi sepsis
: Perlu
: Dokter Umum (pertolongan pertama maupun terapi
konservatif)
Dokter Spesialis Bedah Umum
Dokter Spesialis Bedah Plastik
: Minimal 7 hari
: Minimal 4 minggu

15. Hasil

16. Patologi
17. Otopsi

:
:

18. Prognosis
19. Tindak lanjut

:
:

9. Tempat pelayanan
10. Penyulit
11. Informed consent
12. Tenaga standar

Bisa sembuh atau sembuh dengan bercacat atau meninggal


dunia
Kadang kadang perlu, untuk kasus trauma dan kematian
yang tidak wajar atau tidak jelas
Diharapkan baik atau dubious atau jelek
Evaluasi dan monitoring keadaan klinis

131