Anda di halaman 1dari 14

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

MATA DIKLAT

: STRATEGI PEMASARAN

KELAS

: XI (DUA)

SEMESTER

: GANJIL

TAHUN PELAJARAN

: 2014/2015

PROGAM KEAHLIAN

: PEMASARAN

ALOKASI WAKTU

: 2 x 25 Menit

DISUSUN OLEH

: FITRI DEWI WIJAYANTI

STATUS PENDIDIKAN

: SMK NEGERI 1 NGAWI

A. KOMPETENSI INTI
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsive, dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan system dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan factual, konseptual, dan
procedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik
untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyajikan dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
B. KOMPETENSI DASAR
1.1 Mendiskripsikan Strategi Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
1.2 Merencanakan Strategi Bauran Pemasaran
C. INDIKATOR
Kognitif
1. Menyebutkan pengertian bauran pemasaran
2. Menyebutkan komponen bauran pemasaran
3. Menjelaskan peran bauran pemasaran
4. Menjelaskan penerapan bauran pemasaran
Psikomotor
1. Mempresentasikan pengertian, komponen dan peran bauran pemasaran
2. Menganalisis kebijakan perusahaan terhadap komponen bauran pemasaran
D. TUJUAN KOMPETENSI

E.
F.
G.
H.

Setelah mempelajari materi bauran pemasaran (Marketing Mix) siswa mampu:


Kognitif
1. Menjelaskan pengertian bauran pemasaran
2. Menyebutkan factor-faktor yang mempengaruhi bauran pemasaran
3. Menjelaskan peran bauran pemasaran
4. Menjelaskan penerapan bauran pemasaran dalam sebuah perusahaan
Psikomotor
1. Mempresentasikan pengertian, komponen, dan peran bauran pemasaran
2. Menganalisis kebijakan perusahaan terhadap komponen bauran pemasaran
Afektif
1. Menerapkan sikap cermat, dan teliti dalam menjelaskan pengertian dan menyebutkan
komponen dalam bauran pemasaran
2. Menerapkan sikap jujur, kreatif dan komunikatif dalam menyusun strategi bauran
pemasaran
MATERI POKOK
1. Pengertian Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
2. Penerapan Marketing Mix
MEDIA PEMBELAJARAN
Papan Tulis, spidol, penghapus
PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Pendekatan : Scientific
Metode
: Ceramah dan Tanya Jawab
SKENARIO PEMBELAJARAN
N
O
1

Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Kegiatan Awal
a. Salam Pembuka
Membuka pelajaran dengan salam secara komunikatif
(Assalamualaikum wr. wb)
b. Absensi dan doa
c. Menyiapkan mental siswa
1. Memperhatikan minat siswa secara toleransi dan
demokratis
2. Menumbuhkan sikap berani siswa dalam
menyampaikan pendapat
3. Menimbulkan rasa ingin tahu siswa terhadap materi
yang disampaikan
d. Apersepsi
1. Siswa diajak mengamati kondisi riil perkembangan
bauran pemasaran dengan memberikan umpan kepada
siswa-siswinya tentang materi yang akan dibahas
sehingga dapat menarik minak dan kreatifitas dari
siswa.
2. Siswa diarahkan untuk menjabarkan tujuan

Alokasi
Waktu

pembelajaran
Kegiatan Inti
1. Mengamati
Siswa mempelajari dan mengamati materi tentang
pengertian, komponen, peran bauran pemasaran
dengan berbagai media
2. Menanya
Mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan bauran
pemasaran kepada siswa
3. Mengeksplorasi
Siswa diminta untuk mengumpulkan data dan
informasi yang berkaitan dengan bauran pemasaran
4. Mengasosiasi
Siswa menganalisis dan mengumpulkan materi tentang
bauran pemasaran secara komunikatif
5. Mengkomunikasikan
Siswa diminta menyampaikan atau mempresentasikan
hasil kesimpulan tentang strategi bauran pemasaran
dalam bentuk media (lisan atau tulisan)
Kegiatan Penutup
1. Kesimpulan
Menyimpulkan yang dijelaskan secara komunikatif
2. Feed Back
a. Melakukan Tanya jawab tentang materi yang
disampaikan secara bersahabat dan komunikatif
b. Membrikan tugas kepada siswa dengan toleransi,
disiplin dan tanggung jawab
c. Menyampaikan salam penutup
2

Pertemuan Kedua
Kegiatan Awal
a. Salam Pembuka
Membuka pelajaran dengan salam secara komunikatif
(Assalamualiakum wr. wb)
b. Absensi dan doa
c. Menyiapkan mental siswa
Menumbuhkan sikap siap menerima pelajaran, rasa ingin
tahu dan berani menyampaikan pendapat terhadap materi
yang disampaikan
d. Apersepsi
1. Siswa diajak mengamati kondisi riil perkembangan
penerapan bauran pemasaran dengan menbandingakan
antara perusahaan yang telah go internasional dan
masih dalam skala nasional

1 menit
2 menit
2 menit

5 menit

2. Siswa diarahkan untuk menjabarkan tujuan


pembelajaran
Kegiatan Inti
1. Mengamati
Siswa mempelajari dan mengamati materi tentang peranan
bauran pemasaran dengan berbagai media
2. Menanya
Mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan penerapan
bauran pemasaran kepada siswa
3. Mengeksplorasi
Siswa diminta untuk mengumpulkan data dan informasi
yang berkaitan dengan penerapan bauran pemasaran
4. Mengasosiasi
Siswa menganalisis dan menyimpulkan materi tentang
penerapan bauran pemasaran secara komunikatif
5. Mengkomunikasikan
Siswa diminta menyampaikan atau mempresentasikan
hasil kesimpulan tentang penerapan bauran pemasaran
dalam bentuk media (lisan dan tulisan)
Kegiatan Penutup
1. Kesimpulan
Menyimpulkan materi yang disampaikan secara
komunikatif
2. Feed Back
a. Melakukan tanya jawab tentang materi yang
disampaikan secara bersahabat dan komunikatif
b. Memberikan tugas kepada siswa dengan toleransi,
disiplin dan bertanggung jawab
c. Menyampaikan salam penutup

MATERI AJAR
BAURAN PEMASARAN (MARKETING MIX)

PENGERTIAN BAURAN PEMASARAN


Marketing mix adalah suatu strategi marketing yang menekankan bagaimana cara menjual
produk seefektif mungkin.
Marketing mix adalah semua faktor yang dapat dikuasai oleh seseorang manajer pemasaran
dalam rangka mempengaruhi permintaan konsumen terhadap barang dan jasa
Menurut pendapat D.W. Foster,, Bahwa marketing mix adalah suatu istilah yang menggambarkan
seluru unsur pemasaran dan paktor produksi yang dikerahkan guna mencapai tujuan badan
usaha, Minsalnya laba, penghasilan, harta yang ditanam, omzet penjualan, dan bagian pasar yang
ingin direbut.
Kotler (2000) mendefinisikan bahwa bauran pemasaran adalah kelompok kiat pemasaran yang
digunakan perusahaan untuk mencapai sasaran pemasarannya dalam pasar sasaran.
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MARKETING MIX
1. Faktor produk
2. Faktor penjualan
3. Faktor pendistribusian
KOMPONEN BAURAN PEMASARAN
1. Product (produk)
Produk merupakan barang atau jasa yang ditawarkan perusahaan kepada pasar sasaran. Produk
dapat berupa fisik atau tidak. Produk merupakan elemen penting dalam sebuah program
pemasaran. Strategi produk dapat mempengaruhi strategi pemasaran lainnya. Pembelian sebuah
produk bukan hanya sekedar untuk memiliki produk tersebut tetapi juga untuk memenuhi
kebutuhan dan keinginan konsumen.
Menurut Kotler (2005), menurut daya tahan dan wujudnya produk dapat diklasifikasikan menjadi
3 (tiga) kelompok, yaitu:
1. Barang yang tidak tahan lama (nondurable goods) adalah barang-barang berwujud yang
biasanya dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali penggunaan, seperti bir dan sabun.
Karena barang-barang ini dikonsumsi dengan cepat dan sering dibeli, strategi yang tepat
adalah menyediakannya di berbagai lokasi, hanya mengenakan marjin yang kecil, dan
memasang iklan besar-besaran guna memancing orang mencobanya dan membangun
preferensi.
2. Barang tahan lama (durable goods) adalah barang berwujud yang biasanya tetap bertahan
walaupun sudah lama digunakan berkali-kali, seperti lemari es dan pakaian. Produk tahan

lama biasanya memerlukan penjualan dan pelayanan yang lebih pribadi, mempunyai
marjin yang lebih tinggi, dan memerlukan lebih banyak garansi dari penjual.
3. Jasa (services) produk-produk yang tidak berwujud, tidak terpisahkan, dan mudah habis.
Akibatnya produk ini biasanya memerlukan pengendalian mutu, kredibilitas pemasok,
dan kemampuan penyesuaian yang lebih tinggi. Contohnya mencakup pemotongan
rambut dan perbaikan barang.
Menurut Sunarto (2004), ada lima hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan produk,
sehingga dapat menstimuli konsumen untuk melakukan pembelian. Kelima hal tersebut antara
lain adalah:

a. Pemilihan Barang atau produk


Kebijaksanaan perusahaan dalam memilih produk yang akan dibeli (bagi perusahaan
dagang) amat berpengaruh pada penentuan harga, strategi, promosi yang akan dilakukan
agar berhasil dalam melaksanakan fungsi penjualan dari bidang pemasaran. Dalam
sebuah produk terdapat siklus kehidupan produk yang dimana perusahaan harus
melakukan strategi kebijakan agar sebelum produk tersebut sudah tidak laku lagi
perusahaan sudah menyiapkan produk baru sebagai pengganti atau strategi baru.
1. Atribut Produk
Pengembangan suatu produk atau jasa melibatkan penentuan manfaat yang akan
diberikan. Manfaat ini dikumunikasikan dalam bentuk atribut produk seperti kualitas,
fitur, dan rancangan.

Kualitas produk berarti kualitas kerja atau kemampuan produk untuk melaksanakan
fungsinya. Perusahaan memilih tingkat kualitas yang sesuai dengan kebutuhan pasar
sasaran dan tingkat kualitas produk pesaing.

Fitur adalah alat bersaing untuk membedakan produk perusahaan dari produk pesaing.
Menjadi produsen pertama yang memperkenalkan fitur baru yang dibutuhkan dan bernilai
adalah salah satu cara paling efektif untuk bersaing.

Rancangan dapat menjadi salah satu senjata bersaing yang ampuh bagi perusahaan.
Rancangan lebih dari sekedar kulit, tetapi bagaimana mencapai rancangan produk yang
memberi kontribusi pada kegunaan suatu produk begitu juga penampilannya.

Tahap siklus kehidupan produk:


1) Tahap perkenalan
Barang yang dipasarkan benar-benar baru atau masyarakat belum tahu
Sehingga perlu dikenalkan pada masyarakat melalui promosi yang gencar dan agresif
menekankan merk penjualan
2) Tahap pertumbuhan
Meningkatnya volume penjualan dengan cepat karena produk sudah sudah menempatkan
pada segmen pasar yang seesuai. Usaha yang dilakukan adalah menurunkan kegiatan
promosi untuk diganti dengan memperluas dan meningkatkan distribusi ke daerah-daerah

3)

4)

5)

i.
ii.
b.

1)
2)
3)
4)
c.

yang belum dimasuki atau kegiatan promosi digantikan dengan persaingan harga dengan
perusahaan pesaing.
Tahap kedewasaan
Titik puncak kejayaan perusahaan yang ditunjukkan dengan peningkatan volume
penjualan yang sangat tinggi. Pada tahap ini produk perusahaan sudah dikenal dengan
baik oleh konsumen, sehingga usaha promosi sangat sedikit dalam meningkatkan atau
menambah penjualan.
Tahap kejenuhan
Konsumen mulai jenuh dengan produk yang dihasilkan perusahaan kita karena
banyaknya pesaing yang mulai memasuki segmen pasar kita dengan produk yang sejenis
dan konsumen mulai melirik produk sejenis yang memiliki lebih keunggulan.
Tahap penurunan
Produk perusahaan kita mulai mengalami penurunan volume penjualan disebabkan
banyak konsumen yang lebih memilih produk yang baru dibandingkan dengan produk
kita. Oleh karena itu perusahaan harus membuat kebijakan agar perusahaan tidak
bangkrut. Adapun kebijakan yang akan diambil oleh perusahaan pada umumnya terdiri
dari 2 yaitu:
Menghentikan produk yang sudah tidak dapat bersaing dengan digantikan oleh barang
yang benar-benar baru dan lain dibandingkan dengan produk lama.
Tetap mempertahankan barang lama tetapi memperbarui atribut-atribut lamanya baik dari
segi kemasan atau dapat juga menonjolkan kelebihan lain.
Pembungkus barang
Bungkus barang merupakan pertimbangan kedua setelah produk yang sejenis ternyata
mempunyai kualitas yang sama, rasa yang sama atau kegiatan yang relative berbeda.
Bungkus memegang peranan penting dalam penjualan produk. Agar membuat bungkus
yang menarik harus mempertimbangkan aspek ekonomis, keindahan, dan praktis.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembungkusan:
Bungkus yang membangkitkan hasrat untuk membeli
Bungkus yang mudah diingat
Bungkus yang tidak menambah harga jual sehingga dapat bersaing dengan produk sejenis
yang lain
Bungkus di design agar dapat menjaga mutu barang, memudahkan pengangkutan,
penyimpanan, penyusunan di rak toko, mempunyai kegiatan setelah dipakai habis (ada
kegiatan ganda)
Merk barang
Merk barang sangat penting bagi perusahaan untuk membedakan perusahaan yang satu
dengan yang lainnya. Dengan melihat merk seseorang yang sudah menggemari atau
fanatic terhadap suatu merk tidak akan memilih lagi dalam membeli barang cukup
melihat gambar atau kata-kata dalam produk sudah cukup dalam memutuskan untuk
membeli. Banyak manfaat yang didapat dari sebuah merk sehingga perusahaan
menggunakan merk sebagai salah satu strategi pemasarannya dengan jalan perusahaan
memproduksi barang yang tidak terlalu berbeda setiap memakai berbagai merk, hal ini
digunakan untuk menguasai pasar. Suatu merek menyampaikan enam makna, yaitu;
atribut, manfaat, nilai-nilai, budaya, kepribadian, dan pemakai.
Pemberian Label

Label memiliki beberapa fungsi, antara lain:

Label mengidentifikasikan produk atau merek.

Label menggambarkan beberapa hal mengenai produk: perusahaan yang membuat, di


mana: dibuat, isinya, bagaimana penggunaannya, dan bagaimana menggunakannya
secara aman.

Label mempromosikan produk melalui aneka gambar yang menarik. Dewasa ini, label
turut pula menyertakan keterangan harga, masa kadaluarsa, dan kandungan gizi yang
terkandung di dalam produk.
5. Jasa Pendukung Produk
Penawaran perusahaan kepada pasar biasanya meliputi beberapa jenis jasa, yang dapat
menjadi bagian dari penawaran total. Perusahaan menggunakan jasa pendukung produk
sebagai alat untuk memperoleh keunggulan kompetitif. Perusahaan harus merancang
produk dan jasa pendukungnya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan secara
menguntungkan.

2. Price (Harga)
Menurut Monroe (2005) menyatakan bahwa harga merupakan pengorbanan ekonomis yang
dilakukan pelanggan untuk memperoleh produk atau jasa. Selain itu harga salah satu faktor
penting konsumen dalam mengambil keputusan untuk melakukan transaksi atau tidak (Engel,
Blackwell dan Miniard, 1996). Harga dikatakan mahal, murah atau biasa-biasa saja dari setiap
individu tidaklah harus sama, karena tergantung dari persepsi individu yang dilatar belakangi
oleh lingkungan kehidupan dan kondisi individu (Schifman and Kanuk, 2001). Bauran harga
berkenaan dengan tingkat harga, struktur diskon, syarat pembayaran, dan tingkat diskriminasi
harga antara berbagai kelompok pelanggan. Faktor yang mempengaruhi penetapan harga secara
langsung adalah harga bahan-baku, biaya produksi, biaya pemasaran, adanya peraturan
pemerintah dan faktor lainnya. Faktor yang tidak langsung, namun erat hubungannya dalam
penetapan harga, adalah harga produk sejenis yang dijual oleh para pesaing, pengaruh harga
terhadap hubungan antara produk subtitusi dan komplementer, serta potongan untuk para
penyalur dan konsumen. Tjiptono (2002) menyatakan bahwa, Harga dapat ditetapkan dengan
berbasis pada permintaan. Metode ini menekankan pada faktor-faktor yang mempengaruhi selera
dan frekuensi pelanggan. Permintaan pelanggan ini didasarkan pada berbagai pertimbangan
antara lain: (1) Kemampuan pelanggan untuk membeli (daya beli); (2) Kemauan pelanggan
untuk membeli; (3) Posisi suatu produk dalam gaya hidup pelanggan; (4) Manfaat yang
diberikan produk tersebut kepada pelanggan;(5) Harga produk-produk subsitusi; (6) Sifat
persaingan non harga; (7) Perilaku konsumen secara umum; dan (8) Segmen-segmen dalam
pasar. Terkadang perusahaan melakukan penyesuaian-penyesuaian khusus terhadap harga dalam
bentuk diskon, allowance, dan penyesuaian geografis.

Diskon merupakan potongan harga yang diberikan oleh penjual kepada pembeli sebagai
penghargaan dari aktivitas tertentu dari pembeli yang menyenangkan bagi penjual.

Allowence merupakan pengurangan dari harga menurut daftar (list price) kepada pembeli
karena adanya aktivitas-aktivitas tertentu yang dilakukan pembeli.

Penyesuaian geografis merupakan penyesuaian terhadap harga yang dilakukan oleh


produsen sehubungan dengan biaya transportasi produk dari penjual kepada pembeli
(Tjiptono, 2002).

Prinsip-prinsip penetapan harga menurut Zeithaml dan bitner (1996) adalah sebagai berikut:
1) Perusahaan harus mempertimbangkan sejumlah factor dalam menetapkan harganyayang
mencakup: pemilihan tujuan penetapan harga, menentukan tingkat permintaan, prakiraan
biaya, menganalisis harga yang ditetapkan dan produk yang ditawarkan pesaing,
pemilihan metode penetapan harga, dan menentukan harga akhir.
2) Perusahaan tidak selalu harus berupaya mencari profit maksimum melalui penetapan
harga. Sasaran lain yang bisa mereka capai adalah mencakup survival, memaksimumkan
penerimaan sekarang, memaksimumkan pertumbuhan penjualan, memaksimumkan
penguasaan (skimming) pasar dan kepemimpinan produk atau kualitas.
3) Para pemasar hendaknya memahami seberapa responsive permintaan terhadap perubahan
harga. Untuk mengevaluasi sensitivitas harga, para pemasar bisa menghitung elastisitas
permintaan.
4) Berbagai jenis biaya harus dipertimbangkan dalam menetapkan harga, termasuk di
dalamnya adalah biaya langsung dan tidak langsung, biaya tetap dan biaya variable, biaya
tidak langsung yang bisa dilacak, dan biaya-biaya yang teralokasi.
5) Berbagai cara penetapan yang ada mencakup mark-up, sasaran perolehan, nilai yang bisa
diterima, going rate, sealed-bid, dan harga psikologis.
6) Harga-harga para pesaing akan mempengaruhi tingkat permintaan barang dan jasa yang
ditawarkan perusahaan dan karenanya harus dipertimbangkan dalam proses penetapan
harga.
7) Setelah menetapkan struktur harga, perusahaan menyesuaikan harganya dengan
menggunakan harga geografis, diskon harga, harga promosi, dan harga diskriminasi, serta
harga bauran produk.
Dalam situasi tertentu, pengguna akan melakukan penilaian atau menghitung tentang apa yang
akan mereka peroleh sebagai balasan dari apa yang mereka berikan. Dengan demikian, harga
merupakan pembatas (trade-of) untuk sejumlah benefit (nilai) yang akan diberikan oleh suatu
produk (barang atau jasa) dengan sejumlah biaya yang dikaitkan dengan pengguna produk
tersebut (Yazid, 1999).
Yazid (1999) mengatakan bahwa, Harga atau biaya sebuah jasa akan mencakup harga yang
bersifat moneter dan harga yang bersifat non-moneter. Harga yang bersifat moneter memiliki
peranan penting bagi bagian pemasaran untuk mengukur tingkat atau porsi penerimaan dari
konsumen. Beberapa biaya non moneter yang mungkin diperhitungkan konsumen ketika
menggunakan suatu jasa mencakup:
1) Waktu
2) Upaya-upaya yang bersifat fisik

3) Biaya-biaya sensor
4) Biaya-biaya psikologis
Perusahaan menetapkan suatu harga dengan melakukan pendekatan penetapan harga secara
umum yang meliputi satu atau lebih di antara tiga perangkat perimbangan berikut ini yakni :
1) Cost-based princing (penetapan harga berdasarkan biaya)
a. Cost-plus-princing (penetapan harga biaya plus).
Metode ini merupakan metode penelitian harga yang paling sederhana, dimana
metode ini menambah standart mark-up terhadap biaya produk.
b. Break even analysis and target profit princing (Analisis peluang pokok dan penetapan
harga laba sasaran). Suatu metode yang digunakan perusahaan untuk menetapkan
harga apakah akan break even atau membuat target laba yang akan dicari.
2) Value-Based Princing (penetapan harga berdasarkan nilai)
Metode ini menggunakan suatu persepsi nilai dari pembeli (bukan dari biaya penjualan)
untuk menetapkan suatu harga.
3) Competition-Based Princing (penetapan harga berdasarkan persaingan).
a. Going-rate Princing (penetapan harga berdasarkan harga yang berlaku). Perusahaan
mendasarkan harganya pada harga pesaing dan kurang memperhatikan biaya dan
permintaannya. Perusahaan dapat mengenakan harga yang sama, lebih tinggi atai
lebih rendah dan pesaing utamanya.
b. Scaled-Bid Princing (Penetapan harga penawaran tertutup). Perusahaan menetapkan
pesaing dan bukan berdasarkan hubungan yang kaku atas biasa atau permintaan
perusahaan.
Stretegi Penentuan Harga Pada Produk Baru
1. Skimming Price
Strategi skimming adalah menetapkan harga awal yang tinggi ketika produk baru
diluncurkan dan semakin lama akan terus turun harganya. Contoh handphone nokia,
laptop, komputer, dan lain sebagainya.
2. Penetration Price / Harga Penetrasi
Strategi harga penetrasi adalah menentukan harga awal yang rendah serendah-rendahnya
atau murah dengan tujuan untuk penetrasi pasar dengan cepat dan juga membangun
loyalitas merek dari pada konsumen. Contoh : tarif layanan operator baru three / 3, mie
selera rakyat, so klin MB, dan lain-lain.
Strategi Penentuan Harga Yang Mempengaruhi Psikologis Konsumen
1. Prestige Pricing / Harga Prestis
Strategi harga Prestige Price adalah menetapkan harga yang tinggi demi membentuk
image kualitas produk yang tinggi yang umumnya dipakai untuk produk shopping dan
specialty. Contoh : roll royce, rolex, guess, gianni versace, prada, vertu, dan lain
sebagainya.
2. Odd Pricing / Harga Ganjil
Strategi harga odd price adalah menetapkan harga yang ganjil atau sedikit di bawah harga
yang telah ditentukan dengan tujuan secara psikologis pembeli akan mengira produk
yang akan dibeli lebih murah. Contoh : Barang yang tadinya dihargai Rp. 100.000,-

diubah menjadi Rp. 99.990,- di mana konsumen mungkin akan melihat 99.990 jauh lebih
murah daripada Rp. 100.000,-.
3. Multiple-Unit Pricing / Harga Rabat
Strategi harga multiple unit price adalah memberikan potongan harga tertentu apabila
konsumen membeli produk dalam jumlah yang banyak. Contoh : Jika harga sebuah
sebungkus indomie goreng pedas adalah Rp. 1.500,- maka konsumen cukup membayar
Rp. 1.ooo,- perbungkus jika membeli satu dus isi 40 bungkus indomie.
4. Price Lining / Harga Lini
Strategi harga lining pricing adalah memberikan cakupan harga yang berbeda pada lini
produk yang beda. Contoh : bioskop grup 21 memberikan harga standar untuk konsumen
bioskop jenis standard dan mengenakan harga yang lebih mahal pada konsumen bioskop
21 jenis premier.
5. Leader Pricing / Pemimpin Harga
Strategi harga leader price adalah menetapkan harga lebih rendah daripada harga pasar /
harga normal untuk meningkatkan omset penjualan / pembeli. Contoh : biasanya ritel
jenis hipermarket memberikan promosi harga yang lebih murah daripada harga normal.
Stretegi Penentuan Harga Diskon / Potongan Harga
Strategi harga diskon pada penjual adalah strategi dengan memberikan potongan harga dari harga
yang duah ditetapkan demi meningkatkan penjualan suatu produk barang atau jasa. Diskon dapat
diberikan pada umum dalam bentuk diskon kuantitas, diskon pembayaran tunai / cash, trade
discount.
Stretegi Penentuan Harga Kompetitif
1. Relative Pricing / Harga Relatif
Strategi harga relative price adalah menentukan harga di atas, di bawah atau sama dengan
tingkat harga persaingan di mana gerakan harganya mengikuti gerakan pesaing.
2. Follow The Leader Pricing
Strategi harga follow the leader price adalah penetapan harga produk baik barang maupun
jasa diserahkan para pimpinan pasar / pemimpin pasar dan tidak menetapkan harga
sendiri.
3. Promotion (Promosi)
Promosi adalah kegiatan mengkomunikasikan informasi dari penjual kepada konsumen atau
pihak lain dalam saluran penjualan untuk mempengaruhi sikap dan perilaku. Melalui periklanan
suatu perusahaan mengarahkan komunikasi persuasif pada pembeli sasaran dan masyarakat
melalui media-media yang disebut dengan media massa seperti Koran, majalah, tabloid, radio,
televise dan direct mail (Baker, 2000:7). Pada dasarnya keputusan membeli sangat dipengaruhi
oleh motif-motif pertimbangan secara emosional, seperti : merasa bangga, sugesti, angan-angan,
dsb. Tetapi juga pembeli secara rasional seperti : karena mempertimbangkan rewardnya,
ekonomisnya, segi kepraktisan, harganya, pengangkutannya, dsb.
Menurut Philip Kotler promotion tools didefinisikan sebagai berikut :
1. Advertising (Periklanan)
Yaitu semua bentuk presentasi nonpersonal dan promosi ide, barang, atau jasa oleh
sponsor yang ditunjuk dengan mendapat bayaran.
2. Personal selling (Penjualan perorangan)
Yaitu interaksi langsung antara satu atau lebih calon pembeli dengan tujuan melakukan
penjualan.

3. Sales promotion (Promosi penjualan)


Yaitu insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau pembelian
produk dan jasa.
4. Public relation (Publisitas)
Yaitu berbagai program yang dirancang untuk mempromosikan dan/atau melindungi citra
perusahaan atau produk individual yang dihasilkan.
5. Direct marketing
Yaitu melakukan komunikasi pemasaran secara langsung untuk mendapatkan respon dari
pelanggan dan calon tertentu, yang dapat dilakukan dengan menggunakan surat, telepon,
dan alat penghubung nonpersonal lain.
4. Place (saluran Distribusi)
Kotler (2000: 96) menyatakan bahwa Saluran distribusi terdiri dari seperangkat lembaga yang
melakukan segala kegiatan (Fungsi) yang digunakan untuk menyalurkan produk dan status
pemiliknya dari produsen ke konsumen. Dari definisi diatas dapat diartikan bahwa saluran
distribusi suatu barang adalah keseluruhan kegiatan atau fungsi untuk memindahkan produk
disertai dengan hak pemiliknya dari produsen ke konsumen akhir atau pemakai industri.
Distribusi berkaitan dengan kemudahan memperoleh produk di pasar dan tersedia saat konsumen
mencarinya. Distribusi memperli hatkan berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk
menjadikan produk atau jasa dipe roleh dan tersedia bagi konsumen sasaran. Faktor-faktor
tempat/distribusi yang terdapat dalam pemasaran jasa terdiri dari: jenis saluran, perantara, lokasi
outlet, transportasi, penyimpanan dan mengelola saluran. Tujuan dari penentuan lokasi yang
tepat bagi perusahaan adalah agar dapat beroperasi dengan efisien dan dapat mencapai sasaran
yang telah ditetapkan. Dalam memilih lokasi, perusahaan harus memperhatikan faktor-faktor
yang mempengaruhi biaya, kecepatan waktu, kemudahan sarana yang diperlukan.
a. Pemilihan Saluran Distribusi
Saluran distribusui adalah saluran yang dipakai perusahaan untuk menyalurkan barang
hasil produksinya kepada konsumen, baik sampai berpindahnya hak (penguasaan) sampai
dengan pemindahan barang maupun hanya pemindahan hak milik saja. Hal yang perlu
dipertimbangkan dalam memilih saluran distribusi:
1) Sifat pembeli, seperti kebiasaan membeli, frekuensi pembelian, letak geografis, dsb.
2) Sifat produk
3) Sifat perantara
4) Sifat pesaing
5) Sifat perusahaan, dsb.
b. Alternative pemilihan saluran distribusi
Untuk memakai saluran distribusi tertentu disamping mempertimbangkan factor-faktor diatas
perusahaan juga perlu mengetahui unsur apa saja yang sebenarnya juga mempengaruhi
pemilihan saluran distribusi, diantaranya:
1) Tipe perantara
Perantara dalam kenyataannya juga melakukan beberapa macam fungsi pemasaran
seperti penyimpanan, pengangkutan, penjualan, pembelian, dsb. Pada dasarnya ada 3
jenis perantara yaitu:
i.
Pedagang (Wholesaler)
Perantara yang secara nyata mempunyai barang dagangan dan melakukan fungsi
pemasaran dimana barang yang didagangkan dalam jumlah volume penjualan yang besar.
ii.
Pengecer (retailer)

Perantara yang berhubungan langsung dengan konsumen akhir baik konsumen untuk
keperluan pribadi maupun konsumen industry.
iii.
Agen
Agen mempunyai perbedaan baik dengan pedagang besar maupun pengecer dalam hak
kepemilikkan barang yang dijualnya. Pedagang besar dan penegecer memiliki hak milik
pada barang yang dijual maka kalau agen hak milik tetap pada produsen.
2) Jumlah perantara
Jumlah perantara menyangkut tingkat penyebaran pasar yang diinginkan oleh produsen.
Dalam mempertimbangkan jumlah perantara produsen mempunyai 3 kebijaksanaan
alternative saluran distribusi yaitu:
i.
Distribusi Insentif
Kebijaksanaan yang dipakai perusahaan dengan jalan memakai sebanyak mungkin
penyalur atau pengecer untuk mencapai dengan cepat kebutuhan konsumen dapat
terpenuhi dengan segera.
ii.
Distribusi selektif
Distribusi yang dipilih produsen dengan hanya memakai beberapa perantara saja, untuk
memudahkan pengawasan terhadap penyalur. Distribusi ini dipakai untuk memasarkan
barang baru, barang special maupun barang industry jenis peralatan ekstra.
iii.
Distribusi eksklusif
Distribusi yang dipilih produsen dengan hanya memilih satu perantara saja dalam
wilayah geografis tertentu. Distribusi ini dipakai produsen penghasil barang-barang yang
relative mahal atau berat.
5. People (orang)
Yang dimaksud partisipan disini adalah karyawan penyedia jasa layanan maupun penjualan, atau
orang-orang yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam proses layanan itu
sendiri, misalnya dalam jasa kecantikan :diantaranya adalah para reception, dokter, dan beauty
therapis. Pentingnya people dalam pemasaran jasa berkaitan erat dengan internal marketing yaitu
interaksi atau hubungan antara setiap karyawan dan departemen dalam suatu perusahaan yang
dalam hal ini dapat diposisikan sebagai internal customer dan internal supplier. Tujuan dari
adanya hubungan tersebut adalah untuk mendorong people dalam kinerja memberikan kepuasan
kepada konsumen.
Menurut Lapiyoadi (2001), ada 4 (empat) kriteria peranan dan pengaruh dari aspek people yang
mempengaruhi konsumen, yaitu:
1. Contactors, people di sini berinteraksi langsung dengan konsumen dalam frekuensi yang
cukup sering dan sangat mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli.
2. Modifier, mereka tidak secara langsung mempengaruhi konsumen tetapi cukup sering
berhubungan dengan konsumen, misalnya: resepsionis.
3. Influencers, mereka mempengaruhi konsumen dalam keputusan untuk membeli tetapi
tidak secara langsung kontak dengan konsumen.

4. Isolateds, people di sini tidak secara langsung ikut serta dalam marketing mix dan juga
tidak sering bertemu dengan konsumen. Misalnya, karyawan bagian administrasi
penjualan, SDM, dan data prosessing.
6. Process (Proses)
Proses adalah kegiatan yang menunjukkan bagaimana pelayanan diberikan kepada konsumen
selama melakukan pembelian barang. Pengelola usaha melalui front liner sering menawarkan
berbagai macam bentuk pelayanan untuk tujuan menarik konsumen. Fasilitas jasa konsultasi
gratis, pengiriman produk, credit card, card member dan fasilitas layanan yang berpengaruh pada
image perusahaan. Proses dapat dibedakan menjadi dua cara, yaitu:

Complexity, hal ini berhubungan dengan langkah-langkah dan tahapan yang dilalui dalam
proses.

Divergence, berhubungan dengan adanya perubahan dalam langkah ataupun tahapan


yang dilalui dalam proses.

Proses mencerminkan bagaimana semua elemen bauran pemasaran dikoordinasikan untuk


menjamin kualitas dan konsistensi jasa yang diberikan kepada konsumen.
7. Physical Evidence (Lingkungan Fisik)
Lingkungan fisik adalah keadaan atau kondisi yang di dalamnya juga termasuk suasana.
Karakteristik lingkungan fisik merupakan segi paling nampak dalam kaitannya dengan situasi.
Yang dimaksud dengan situasi ini adalah situasi dan kondisi geografi dan lingkungan institusi,
dekorasi, ruangan, suara, aroma, cahaya, cuaca, pelatakan dan layout yang nampak atau
lingkungan yang penting sebagai obyek stimuli (Belk 1974 dalam Assael 1992).
PENERAPAN MARKETING MIX