Anda di halaman 1dari 2

No

Resep

Komposisi

Indikasi

Dosis

Efek Samping

Konseling

R/ Captopril 12,5
mg
No. X
S 2 dd I

Captopril

Anti hipertensi ringan sampai


sedang, dan hipertensi berat yang
resisten terhadap pengobatan lain,
gagal jantung

Hipertensi ringan sampai sedang.


Dosis awal 12,5 mg, 2 kali sehari. Dosis pemeliharaan
25 mg, 2 kali sehari, yang dapat ditingkatkan selang 24
minggu, hingga diperoleh respon yang memuaskan.
Dosis maksimum 50 mg, 2 kali sehari.
Hipertensi berat.
Dosis awal 12,5 mg, 2 kali sehari. Dosis dapat
ditingkatkan bertahap menjadi maksimum 50 mg , 3 kali
sehari.

Proteinuria, peningkatan ureum darah


dan kreatinin, ruam terutama pruritus,
anemia, trombositopenia, hipotensi.

Captopril diminum 3 x sehari 1 tablet. Berikan pada saat


perut kosong satu jam sebelum makan, atau 2 jam setelah
makan.
Hindari penggunaan pada wanita hamil dan menyusui,
Penderita yang hipersensitif terhadap Ace inhibitor lain.
Perhatian : Pada penderita neutropenia, agranulositosis,
anemia, penyakit ginjal dan pada anak..
Jangan diberikan bersamaan dengan imunosupresan,
suplemen K atau diuretik yang mengandung K,
probenesid, AINS, diuretik.

R/ Glibenclamid
No. X
S 2 dd 1 a.c

Tiap
kaptab
mengandung
glibenklamida 5 mg

Diabetes militus pada orang


dewasa, tanpa komplikasi
yang tidak responsif dengan
diet saja.

Dosis awal 1 kaptab sehari sesudah makan pagi, setiap 7


hari ditingkatkan dengan 1/2 - 1 kaptab sehari sampai
kontrol metabolit optimal tercapai.
Dosis awal untuk orang tua 2.5 mg/hari.
Dosis tertinggi 3 kaptab sehari dalam dosis terbagi.

Kadang-kadang terjadi gangguan


saluran cerna seperti: mual, muntah
dan
nyeri
epigastrik.
Sakit kepala, demam, reaksi alergi
pada kulit.

Dosis awal 1 kaptab sehari sesudah makan pagi, setiap 7


hari ditingkatkan dengan 1/2 - 1 kaptab sehari sampai
kontrol metabolit optimal tercapai.
Dosis awal untuk orang tua 2.5 mg/hari.
Dosis tertinggi 3 kaptab sehari dalam dosis terbagi.

R/ Nutrifar
No. VI
S 1 dd 1

Thiamine HCL 100mg,


Pyridoxine,
Cyanocobalamine

Pencegahan
dan
pengobatan
defisiensi vitamin B1, B6, B12

1 x sehari

Sindrom neuropati jika dikonsumsi


dalam jangka lama

Dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau tidak,


jangan digunakan pada pasien dengan terapi levodopa

meredakan gejala-gejala artritis,


misalnya
inflamasi,
pembengkakan, serta kaku
dan nyeri otot

Dosis yang umum diberikan untuk orang dewasa adalah


7,5-15 mg per hari. Dosis maksimal obat ini adalah 15
mg per hari.

R/ Meloxicam
No. VI
S 2 dd 1

Mual dan muntah.


Gangguan pencernaan.
Sakit kepala.
Sulit tidur.

Dikonsumsi dengan makanan atau setelah


makan.
Jika mengonsumsi obat ini, sebaiknya tidak
mengemudi atau mengoperasikan alat berat karena obat
ini dapat menyebabkan rasa kantuk.
Harap berhati-hati jika menderita tukak
lambung atau usus halus, inflamasi usus,asma, alergi
terhadap obat anti inflamasi non-steroid lain (misalnya
aspirin danibuprofen), gangguan hati, gangguan
ginjal, penyakit jantung, masalah penggumpalan
darah, hipertensi, serta lupus.
Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera
temui dokter.

R/ Ranitidin
No. VI
S 2 dd 1 a.c

Tukak lambung dan usus 12 jari


Ranitidine hidroklorida

Dosis yang biasa digunakan adalah 150mg, 2 kali sehari


- Dosis penunjang dapat diberikan 150mg pada malam
hari
- Untuk sindrom Zollinger-Ellison : 150mg, 3 kali
sehari, dosis dapat bertambah menjadi 900mg.
Dosis
pada
gangguan
fungsi
ginjal:
Bila bersihan kreatinin (50ml/menit): 150mg tiap 24

diare, nyeri otot, pusing, dan timbul


ruam
kulit,
malaise,nausea.
Konstipasi
- Penurunan jumlah sel darah putih
dan platelet ( pada beberapa penderita
).
- Sedikit peningkatan kadar serum

Dosis harus dikurangi untuk penderita dengan gangguan


fungsi ginjal
- Hati-hati bila diberikan pada penderita dengan gangguan
fungsi hati.
- Keamanan dan keefektifan pada anak-anak belum
diketahui dengan pasti.
- Pengobatan penunjang akan mencegah kambuhnya

jam,
bila
perlu
tiap
12
jam.
Karena Ranitidine ikut terdialisis, maka waktu
pemberian harus disesuaikan sehingga bertepatan
dengan akhir hemodialisis.

kreatinin ( pada beberapa penderita)


- Beberapa kasus ( jarang ) reaksi
hipersensitivitas
(bronkospasme,
demam, ruam, urtikaria, eosinofilia

ulkus tetapi tidak mengubah jalannya penyakit sekalipun


pengobatan dihentikan.
- keamanan pada gangguan jangka panjang belum
sepenuhnya mapan, maka harus dihentikan untuk secara
berkala mengamati penderita yang mendapat pengobatan
jangka panjang.