Anda di halaman 1dari 28

3.1.

DIFERENSIAL PANJANG, LUAS DAN VOLUME


A. KOORDINAT CARTESIAN

(1) Diferensial perpindahan:

(2) Diferensial luas normal:

(3) Diferensial volume:

B. KOORDINAT SILINDER

(1) Diferensial perpindahan:

(2) Diferensial luas normal:

(3) Diferensial volume:

C. KOORDINAT BOLA

(1) Diferensial perpindahan:

(2) Diferensial luas normal:

(3) Diferensial volume:

Contoh 3.1
Perhatikan gambar di samping.
Hitung:
(a) Jarak BC
(b) Jarak CD
(c) Luas permukaan ABCD
(d) Luas permukaan ABO
(e) Luas permukaan AOFD
(f) Volume ABDCFO

Meskipun titik A, B, C dan D diberikan


dalam koordinat Cartesian, sangat jelas
bahwa benda memiliki simetri silinder.
Oleh karenanya soal ini akan diselesaikan
dalam koordinat silinder.

3.2. INTEGRAL GARIS, PERMUKAAN DAN VOLUME


Integral garis
kurva L.

adalah integral komponen tangensial A sepanjang

Diberikan medan vektor A dan kurva L, kita


definisikan integral:

(3.11)
sebagai integral garis dari A di sekeliling L
(lihat Gambar 3.8).
Jika lintasan integrasi adalah kurva tertutup
seperti abca pada Gambar 3.8, persamaan
3.11 menjadi integral kontur tertutup

Gambar 3.8 Lintasan integrasi


medan vektor A

(3.12)
yang dikenal sebagai sirkulasi dari A di
sekeliling L.

Diberikan medan vektor A, kontinu dalam daerah yang mengandung


permukaan halus S, kita mendefinisikan integral permukaan atau fluks dari A
melalui S (lihat Gambar 3.9) sebagai

atau sederhananya,

Gambar 3.9 Fluks dari medan vektor A melalui


permukaan S.

(3.13)

Untuk permukaan tertutup, persamaan (3.13) menjadi

yang direferensikan sebagai fluks keluar total A dari S. Perhatikan bahwa


lintasan tertutup mendefinisikan permukaan terbuka; sedangkan permukaan
tertutup mendefinisikan volume (Gambar 3.11 dan 3.16).
Kita definisikan integral
sekeliling volume v.

sebagai integral volume dari suatu skalar v di

3.3. OPERATOR DEL


Operator del, ditulis , adalah operator diferensial vektor. Dalam koordinat
Cartesian,

Operator diferensial vektor ini, dikenal juga sebagai operator gradien, bukanlah
suatu vektor, tetapi bila dioperasikan pada fungsi skalar misalnya, terjadilah
sebuah vektor. Operator ini bermanfaat dalam mendefinisikan
1.
2.
3.
4.

Gradien dari skalar V, ditulis sebagai V


Divergensi dari vektor A, ditulis sebagai . A
Curl dari vektor A, ditulis sebagai x A
Laplacian dari skalar V, ditulis sebagai 2V

Dalam koordinat silinder,

Dalam koordinat bola,

3.4. GRADIEN DARI SKALAR


Gradien dari medan skalar V adalah vektor yang merepresentasikan magnitude
dan arah laju ruang maksimum kenaikan V.

Dalam koordinat Cartesian,

Dalam koordinat silinder,

Dalam koordinat bola,

Untuk operasi gradien, berlaku rumus-rumus sebagai berikut:

dengan U, V skalar dan n bilangan bulat.

3.5. DIVERGENSI DARI VEKTOR DAN TEOREMA DIVERGENSI


Divergensi dari A pada titik yang diberikan P adalah fluks per satuan volume
yang keluar seiring dengan penyusutan volume di sekitar P.
Oleh karenanya,

Gambar Ilustrasi divergensi dari medan vektor di titik P; (a) divergensi


positif, (b) divergensi negatif, (c) divergensi nol
Dalam koordinat Cartesian,
Dalam koordinat silinder,

Dalam koordinat bola,

Sifat-sifat divergensi medan vektor:

Dari definisi divergensi A, selanjutnya diperoleh

Persamaan ini dikenal sebagai teorema divergensi, atau disebut juga teorema
Gauss-Ostrogradsky.

3.6. CURL DARI VEKTOR DAN TEOREMA STOKES

Dalam koordinat Cartesian,

Dalam koordinat silinder,

Dalam koordinat bola,

Sifat-sifat curl medan vektor:

Gambar Ilustrasi curl dari medan vektor di titik P; (a) curl di P berarah
keluar bidang gambar, (b) curl di P nol

Dari definisi curl A, selanjutnya diperoleh

Persamaan ini dikenal sebagai teorema Stokes.

Gambar Ilustrasi Teorema Stokes

3.7. LAPLACIAN DARI SKALAR

3.8. KLASIFIKASI MEDAN VEKTOR