Anda di halaman 1dari 2

PENATALAKSANAAN

Dari vital sign didapatkan :


RR : 16x/menit
Nadi : 88x/menit
Tekanan Darah : 110/60mmHg
Suhu : 36,8 C
BB : 60 kg
Menunjukkan pasien mengalami perdarahan derajat I <15% (Tekanan darah masih normal,
hipotensi postural , sistolik , nadi <100x/menit, RR 14-20x/menit.
EBL (estimasi kehilangan darah)

= 70xBBx %derajat perdarahan


= 70x60x15%
= 630 cc

Kebutuhan cairan maintenance

= 40xBB
= 40x60 = 2.400 cc

Pemberian cairan = 2.400+630

= 3.030 cc/jam
= 3.030/24
= 125 tetes/menit/mikro = 40-42 tetes/menit/makro

1. Observasi tanda vital (tensi, nadi, suhu, respirasi)


2. Pasien tirah baring (MRS)
3. Evaluasi tanda-tanda syok, bila terjadi syok karena perdarahan, pasang IV line (bila
perlu 2 jalur) segera berikan infus cairan NaCl fisiologis atau cairan ringer laktat
disusul dengan darah.
(Pada kasus ini tidak didapatkan tanda syok)
4. Diberikan cairan infus RL dengan kecepatan 40-42 tetes/menit/makro
5. Jika perdarahan ringan atau sedang dan kehamilan <16 minggu, gunakan jari atau
forcep cincin untuk mengeluarkan hasil konsepsi yang mencuat dari serviks. Jika
perdarahan ringan atau sedang dan kehamilan <16 minggu, gunakan jari atau forcep
cincin untuk mengeluarkan hasil konsepsi yang mencuat dari serviks Jika perdarahan
berat dan usia kehamilan <16 minggu, lakukan evakuasi isi uterus. Aspirasi vakum
manual (AVM) merupakan metode yang dianjurkan. Kuret tajam sebaiknya hanya
dilakukan apabila AVM tidak tersedia. Jika evakuasi tidak dapat dilakukan segera
berikan ergometrin 0.2 mg IM (dapat diulang 15 menit kemudian bila perlu). (Pada
kasus ini pasien mengalami perdarahan ringan (derajat 1) dengan kehamilan <16
minggu)

Jika usia kehamilan >16 minggu berikan infus oksitosin 40 IU dalam 1 L NaCl 0,9%
atau RL dengan kecepatan 40 tetes per menit
6. Lakukan pemantauan paska tindakan setiap 30 menit selama 2 jam, Bila kondisi baik
dapat dipindahkan ke ruang rawat.
7. Lakukan pemeriksaan jaringan secara makroskopik dan kirimkan untuk pemeriksaan
patologi ke laboratorium
8. Pada kondisi di jumpai tanda sepsis atau dugaan abortus dengan komplikasi, berikan
antibiotika dengan kombinasi:
1. Ampicilin 2 gr IV /IM kemudian 1 gr setiap 6 jam
2. Gentamicin 5 mg/KgBB setiap 24 jam
3. Metronidazole 500 mg IV setiap 8 jam
9. Lakukan evaluasi tanda vital, perdarahan pervaginam, tanda akut abdomen, dan
produksi urin tiap 6 jam selama 24 jam. Periksa kadar Hb setelah 24 jam. Bila kadar
Hb > 8gr/dl dan keadaan umum baik, ibu diperbolehkan pulang

Sumber :
1. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Pelayanan Kesehatan Primer 2014.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia