Anda di halaman 1dari 32

BAB III

TINJAUAN KASUS DAN PEMBAHASAN

A. Tinjauan Kasus
1. Pengkajian
a. Pengumpulan Data
1) Identitas Klien
a) Identitas Klien
Nama

: Ny. L

Umur

: 27 tahun

Jenis Kelamin

: Perempuan

Suku/Bangsa

: Sunda/Indonesia

Agama

: Islam

Pendidikan

: SMP

Pekerjaan

: IRT

Status

: Cerai

Tanggal Pengkajian

: 11 Juli 2012

Diagnosa Medis

: Skizofrenia Residual

Alamat

: Jl. Jelat Rt. 12 Rw. 04 Pataruman


Kota Banjar

37

38

b) Identitas Penanggung Jawab


Nama

: Ny. R

Umur

: 34 tahun

Jenis Kelamin

: Perempuan

Agama

: Islam

Pekerjaan

: IRT

Pendidikan

: SMP

Alamat

: Jl. Jelat Rt. 12 Rw. 04 Pataruman


Kota Banjar

2) Alasan Masuk
Di rumah klien suka mengamuk, bicara sendiri, mudah
marah dan berbicara kasar. Klien dibawa ke RSU Kota Banjar
oleh keluarganya. Pada saat dikaji tanggal 16 Juli 2012 pukul
11.00 WIB. Komunikasi verbal klien ada tetapi jawaban klien
hanya mengatakan saya mau pulang, saya mau pulang
sekarang.

Pada

saat

diberi

sentuhan

klien

tampak

menghindar, klien tampak gelisah, tatapan mata klien tajam,


klien menjawab dengan nada tinggi, ekspresi wajah klien
tampak marah.
Masalah keperawatan

a) Resiko tinggi perilaku kekerasan


b) Isolasi sosial
3) Faktor Predisposisi

39

a) Riwayat gangguan di masa lalu


Keluarga klien mengatakan 2 tahun yang lalu pernah
berobat rutin di poli jiwa RSU Kota Banjar dan sebelumnya
pernah dirawat di ruang Tanjung sekitar satu tahun yang lalu
yang ditandai dengan

klien sering melamun, diam saja,

berbicara kasardan putus obat selama 4 bulan yang lalu.


b) Pengobatan
Keluarga klien mengatakan selama 4 bulan yang lalu klien
menolak meminum obat.
c) Aniaya fisik
Keluarga klien mengatakan klien saat dirumah suka
mengamuk, mudah marah dan bicara kasar
Masalah keperawatan :
a. Resiko tinggi perilaku kekerasan
b. Isolas sosial
d) Riwayat Keluarga
Diantara anggota keluarga klien ada yang mengalami
gangguan jiwa yaitu kakak pertama dan keduanya ditandai
dengan suka bicara kasar terhadap orang lain.
Masalah keperawatan : Resiko tinggi perilaku kekerasan

e) Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan.


Keluarga klien mengatakan pengalaman masa lalu yang
tidak menyenangkan bagi klien adalah bahwa klien pernah

40

bercerai

dengan

suaminya

ditandai

dengan

selalu

menghindar apabila disentuh oleh lawan jenis.


Masalah keperawatan : Isolasi sosial
4) Fisik
a) Tanda-tanda vital
Tekanan darah : 110/70 mmHg
Pernapasan

: 22x/menit

Nadi

: 80x/menit

Suhu

: 360C

b) Ukuran
Tinggi badan

: tidak dilakukan karena klien menolak.

Berat badan

: tidak dilakuakan karana klien menolak.

c) Keluhan Fisik
Pada saat dikaji klien tidak mempunyai keluhan fisik.
Masalah keperawatan : Tidak ada masalah

5) Psikososial
a) Genogram

41

Gambar 3.1
Genogram
Keterangan :
: Perempuan sudah meninggal

: Saudara yang mengalami

: Laki-laki sudah meninggal

: Orang terdekat

: Laki-laki

: Bercerai

: Perempuan

: Klien

: Tinggal serumah

: Garis pernikahan

: Garis keturunan

Penjelasan :
Klien adalah anak ke tiga dari lima bersaudara. Klien tinggal
bersama orang tua dan kakaknya. Tiga tahun yang lalu klien

42

bercerai dengan suaminya dan dari perkawinannya klien


mempunyai satu anak yang diasuh oleh orang tua klien.
Orang terdekat klien adalah Ibu klien. Dalam keluarga klien
ada yang mengalami gangguan jiwa seperti yang dialami
klien yaitu kakak pertama dan kakak kedua klien. Hubungan
klien dengan anggota keluarga klien yang lain baik. Orang
yang paling berperan dalam mengambil keputusan adalah
Ibu klien. Pola asuh dan pola komunikasi keluarga tidak
terkaji.
Masalah keperawatan : Tidak ada masalah.
b) Konsep Diri
1) Citra Tubuh
Pada saat dikaji klien tidak mau menjawab.
Masalah keperawatan : Tidak bisa terkaji.
2) Identitas Diri
Saat ditanya oleh perawat mengenai jenis kelaminnya,
klien hanya menganggukkan kepala saat dijawaban
perempuan.
Masalah keperawatan : Tidak ada masalah.

3) Peran

43

Klien dalam keluarga berperan sebagai seorang anak


dan seorang Ibu dari anaknya.
Masalah keperawatan : Tidak ada masalah.
4) Ideal Diri
Klien tidak merasa sakit, merasa biasa saja dan klien
mengatakan ingin segera pulang.
Masalah keperawatan : Tidak ada masalah.
5) Harga Diri
Klien tampak tidak mau bergabung dengan orang lain,
terlihat dari klien sering menyendiri.
Masalah keperawatan : Gangguan konsep diri: harga diri
rendah
c) Hubungan Sosial
1) Orang yang terdekat dan berarti
Klien mengatakan orang yang terdekat dan berarti
adalah Ibunya (dengan bahasa isyarat mengangguk).
2) Peran dalam kehidupan masyarakat
Sebelumnya klien tidak pernah mengikuti kegiatan atau
organisasi di masyarakat.

3) Hambatan dalam berhubungan dengan oranglain

44

Ketika dikaji klien tidak mau bergaul dengan orang lain


dan pendiam.
Masalah keperawatan : Isolasi sosial.
d) Spiritual
1) Nilai dan keyakinan
Saat ditanya oleh perawat tentang apakah klien
beragama islam atau tiadak klien menganggukan
kepalanya mengaku beragama Islam.
2) Kegiatan ibadah
Sebelum klien mengalami gangguan jiwa klien selalu
melakukan ibadah tetapi saat berada di RS klien tidak
beribadah

dikarenakan

kondisi

klien

tidak

memungkinkan untuk beribadah.


Masalah keperawatan : Tidak ada masalah
6) Status Mental
a) Penampilan
Pada saat dikaji, klien tampak lusuh, kulit kotor, kuku
panjang, rambut tampak kusut dan bau, badan klien tercium
bau.
Masalah keperawatan : Defisit perawatan diri

45

b) Pembicaraan
Pada saat dikaji, klien bicara dengan nada yang tinggi, klien
nampak membatasi pembicaraan dengan orang lain, saat
diajak bicara tidak berespon dan menolak.
Masalah keperawatan : Isolasi sosial.
c) Aktivitas Motorik
Pada saat dikaji klien selalu terdiam ditempat tidurnya, tidak
mau berbicara dengan orang lain, klien acuh terhadap
lingkungannya.
Masalah keperawatan : Isolasi sosial
d) Alam perasaan
Pada saat dikaji ekspresi wajah klien marah, pandangan
mata tajam, klien tampak gelisah, klien tampak menghindar
dan lebih sering terdiam.
Masalah keperawatan : Resiko tinggi perilaku kekerasan.
e) Afek
Pada saat dikaji efek klien datar atau tidak ada perubahan.
Masalah keperawatan : Isolasi sosial.
f) Interaksi selama wawancara
Pada saat diwawancara komunikasi verbal klien ada tetapi
klien hanya menjawab saya mau pulang..saya mau pulang
sekarang!pada

saat

diberi

menghindar, kontak mata tajam.

sentuhan

klien

manpak

46

Masalah keperawatan : Resiko tinggi perilaku kekerasan


g) Persepsi
Pada saat dikaji klien menggelengkan kepalanya bahwa
tidak

pernah

mendengar

suara-suara

atau

melihat

sangat

lambat,

bayangan-bayangan.
Masalah keperawatan : Tidak ada masalah.
h) Proses pikir
Dalam

menjawab

pertanyaan

klien

terkadang tidak mau menjawab pertanyaan, dilihat dari klien


tampak gelisah, lebih banyak diam, reaksi terhadap
pertanyaan kira-kira setelah 2 menit dengan nada yang
tinggi.
Masalah keperawatan : Isolasi sosial
i) Isi pikir
Pada saat dikaji, tidak ditemukan gejala-gejala isi pikiran
atau waham.
Masalah keperawatan : Tidak ada masalah
j) Memori
Saat ditanya oleh perawat tentang kejadian beberapa taun
yang lalu dan yang baru terjadi klien hanya diam saja.
Masalah keperawatan : Tidak terkaji
k) Tingkat Kesadaran
Pada saat dikaji klien mengetahui tempat dan waktu.

47

Masalah keperawatan : Tidak ada masalah


l) Tingkat konsentrasi dan berhitung
Pada saat ditanya oleh perawat tentang berhitung klien
hanya diam saja.
Masalah keperawatan : Tidak terkaji
m) Kemampuan penilaian
Tidak terkaji karena klien hanya diam saja.
Masalah keperawatan : Tidak terkaji
n) Daya tilik diri
Tidak terkaji karena klien hanya diam saja.
Masalah keperawatan : Tidak terkaji
7) Pemenuhan kebutuhan sehari-hari
a) Makan
Klien mampu makan sendiri tanpa bantuan orang lain tetapi
harus diawasi.
Frekuensi makan 2x sehari.
b) BAB/BAK
Klien melakukan BAB dan BAK di WC dan membersihkan
diri tanpa bantuan orang lain.
c) Mandi
Klien mandi 1 x sehari, klien bisa mandi sendiri
d) Berpakaian dan berhias

48

Penampilan klien terlihat lusuh, kuku panjang, rambut klien


terlihat kusut, tetapi klien mampu menggunakan pakaian
sendiri.
e) Istirahat dan tidur
Klien terlihat banyak terdiam di kamar dan duduk di tempat
tidur.
f) Penggunaan obat
Klien meminum obat sesuai aturan dan waktu tertentu yang
ditentukan oleh perawat ruangan
g) Kegiatan di dalam rumah
Tidak terkaji karena klien tidak memberikan jawaban saat
ditanya.
h) Kegiatan di luar rumah
Tidak terkaji karena klien tidak memberikan jawaban saat
ditanya.
Masalah keperawatan :
a. Defisit perawatan diri
b. Isolasi sosial
8) Mekanisme koping
a) Adaptif
Klien tidak mau berinteraksi dengan orang lain.

b) Maladaptif
Jika ada masalah klien tampak menyendiri.

49

Masalah keperawatan : Isolasi sosial.


9) Tingkat Pengetahuan
Pada saat dikaji masalah pengetahuan klien tidak terkaji karena
klien tidak mau member jawaban dari pertanyaan-pertanyaan
tentang pengetahuan.
Masalah keperawatan : Tidak terkaji
10)Aspek Medis
a) Diagnosa Medis : Skizofrenia Residual
b) Therapy Medis : Persidal

3 mg

Trihexipenydol

l2 mg

Chlorpromazine

100 mg

11) Daftar masalah keperawatan dan diagnosa berdasarkan


prioritas
a) Interaksi sosial
b) Resiko tinggi perilaku kekerasan
c) Defisit perawatan diri

12)Analisa data
Tabel 3.1
Analisa Data

50

No
1

Data
DS : DO :

Klien tampak menyendiri


Klien tampak tidak mau bergaul dan berbicara
dengan orang lain
Klien tampak menghindar saat diberi sentuhan
Klien terlihat membatasi pembicaraan
Klien terlihat tidak merespon saat diajak bicara
Klien terlihat selalu duduk dan terdiam di atas
kasur
Klien nampak acuh terhadap lingkungan

DS :

Masalah
Isolasi sosial

Keluarga klien mengatakan saat dirumah klien


suka mengamuk, mudah marah dan berbicara
kasar

Resiko
tinggi
perilaku kekerasan

DO :

Ekspresi wajah klien tampak marah dan kontak


mata tajam
Klien manpak gelisah saat wawancara

DS :

Perawat ruangan mengatakan klien mandi 1kali


sehari tetapi harus disuruh oleh perawat

DO :

Klien tampak lusuh


Kulit klien terlihat kotor, kuku panjang
Rambut klien terlihat kusut

Defisit perawatan
diri

51

13)Diagnosa Keperawatan Berdasarkan Prioritas Masalah


Diagnosa keperawatan berdasarkan prioritas dari analisa data
di atas dapat ditetapkan prioritas masalah. Berdasarkan data
yang sering muncul, maka ditetapkan diagnosa keperawatan
yaitu isolasi sosial
DS :

DO : -

Klien tampak menyendiri

Klien tampak tidak mau bergaul dan berbicara

dengan orang lain


Klien tampak menghindar saat diberi sentuhan
Klien terlihat membatasi pembicaraan
Klien terlihat tidak merespon saat diajak bicara
Klien terlihat selalu duduk dan terdiam di kasur
Klien nampak acuh terhadap lingkungan

52

Tabel 3.2
PERENCANAAN ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN ISOLASI SOSIAL
Nama
Jenis Kelamin
Umur

: Ny. L
: Perempuan
: 27 tahun

Diagnosa
Keperawatan
1 Isolasi sosial

No
1

Tujuan
Klien mampu :
a. Menyadari
penyebab
isolasi sosial
b. Berinter-aksi
dengan
orang lain

Diagnosa Medis
: Skizofrenia Residual
Tanggal Pengkajian : 16 Juli 2012
Ruang Rawat
: R. Tanjung RSU Kota Banjar
Perencanaan
Rasional
Kriteria Evaluasi
Intervensi
Setelah..x pertemuan
SP 1 (Tgl )
klien dapat :
a. Bina hubungan saling percaya a. Dengan membina
a. Membina hubungan
dengan teknik therapeutic baik
saling percata
saling percaya
verbal maupun non verbal
memudahkan
b. Menyadari penyebab b. Identifikasi penyebab
intervensi selanjutnya
isolasi
sosial,
1) Siapa yang satu rumah dengan b. Dengan
keuntungan
dan
klien
mengidentifikasi
kerugian berinteraksi
penyebab diharapkan
2) Siapa yang dekat dengan klien?
dengan orang lain
akan menyadarkan
Apa penyebabnya?
c. Melakukan interaksi
klien terhadap masalah
3) Siapa yang tidak dekat dengan
dengan orang lain
yang terjadi.
klien apa sebabnya?
secara bertahap
4) Tanyakan keuntungan dan
kerugian berinteraksi dengan
orang lain
c. Tanyakan pendapat klien tentang
kebiasaan berinteraksi dengan
orang lain
1) Tanyakan
apa
yang c. Mendiskusikan dengan
menyebabkan klien tidak ingin
klien keuntungan
berinteraksi dengan orang lain
berhubungan sosial
2) Diskusikan keuntungan bila
maka klien akan
klien memiliki banyak teman
berinteraksi dengan
dan bergaul akrab dengan
orang lain.
mereka

53

3) Diskusikan kerugian bila klien


hanya mengurung diri dan
tidak bergaul dengan orang
lain
4) Jelaskan pengaruh isolasi
sosial terhadap kesehatan fisik
klien
d. Latih berkenalan
1) Jelaskan kepada klien cara
berinteraksi dengan orang lain
2) Berikan
contoh
cara
d. Menambah
berinteraksi dengan orang lain
pengetahuan dan
3) Beri
kesempatan
klien
keterampilan klien
mempraktekan
cara
dalam berkenalan
berinteraksi dengan orang lain
dengan orang lain.
yang dilakukan dihadapan
perawat
4) Mulailah
bantu
klien
berinteraksi
dengan
satu
orang
teman
/
anggota
keluarga
5) Bila klien sudah menunjukan
kemajuan tingkatkan jumlah
interaksi dengan 2, 3, 4 orang
dan seterusnya
6) Beri pujian untuk setiap
kemajuan interaksi yang telah
dilakukan oleh klien
7) Siap mendengarkan ekspresi
perasaan
klien
setelah
berinteraksi dengan orang lain,
mungkin
klien
akan
mengungkapkan keberhasilan

54

atau
kegagalannya,
beri
dorongan terus menerus agar e. Dengan membuat
klien
tetap
semangat
jadwal kegiatan klien,
mengingatkan interaksinya
klien dapat mengatur
kegiatan secara
e. Masukan dalam jadwal kegiatan
kontinu
klien
SP 2 (Tgl )
a. Evaluasi kegiatan yang lalu
a. Mengetahui
(SP 1)
perkembangan
klien
dan data dasar untuk
intervensi selanjutnya
b. Menumbuhkan
b. Latih berhubungan sosial secara
keterbiasaan
dan
motivasi
untuk
berinteraksi
c. Masukkan dalam jadwal kegiatan
c.
Mendisiplinkan
dan
klien
melaitih klien untuk
terus berkenalan
SP 3 ( Tgl )
a. Evaluasi kegiatan yang lalu (SP 1 a. Mengetahui
& 2)
perkembangan
klien
dan data dasar untuk
intervensi selanjutnya
b.
Menumbuhkan
b. Latih cara berkenalan dengan dua
keterbiasaan
dan
orang atau lebih
motivasi
untuk
berinteraksi
dengan
orang
yang
lebih
c. Masukkan dalam jadwal kegiatan
banyak
klien
c. Memotivasi klien untuk
terus
berinteraksi
dengan orang lain

55

Keluarga
Setelah,,,..x pertemuan
mampu
keluarga mampu untuk
merawat klien menjelaskan tentang
menarik diri di a. Masalah menarik diri
rumah
dan dampaknya pada
klien
b. Penyebab
menarik
diri
c. Sikap keluarga dalam
membantu mengatasi
klien menarik diri
d. Pengobatan
yang
berkelanjutan
dan
mencegah putus obat
e. Tempat rujukan dan
fasilitas
kesehatan
yang
tersediabagi
pasien

SP 1 Keluarga
a. Identifikasi masalah yang dihadapi a. Dengan
keluarga dalam merawat klien.
mengidentifikasi
masalah
diharapkan
keluaraga
tidadk
mengalami
kesulitan
b. Jelaskan tentang isolasi sosial
dalam merawat klien
b. Dengan menjelaskan
tentang isolasi sosial
diharapkan
keluarga
mengerti
tentang
penatalaksanaan pada
klien isolasi sosial di
c. Jelaskan cara merawat klien
rumah
isolasi sosial
c. Diharap keluarga dapat
merawat klien dengan
isolasi sosial di ruamah
SP 2 Keluarga

a. Evaluasi SP 1

a. Diharapkan

keluarga
mengingat
cara
merawat klien dengan
benar
b. Latih (langsung pada klien)
b. Dengan
melatih
langsung kepada klien
diharapkan
keluarga
terbiasa
denga
tindakan
yang
c. RTL keluarga/ jadwal keluarga
dilakukan
untuk merawat klien
c. Dengan
membuat
jadwal
kegiatan
keluarga
dapat

56

meningkatkan
dan
mengatur
kegiaatan
secara
berkesinambungan
SP 3 Keluarga
a. Evaluasi SP 1 dan SP 2

a. Diharapkan

keluarga
mampu
mengingat,
mengulangi
dan
mengerti SP 1 dan SP
2 yang telah diajarkan
b. Dengan
melatih
langsung
kepada
klien
b. Latih (langsung pada klien)
diharapkan
keluarga
dapat terbiasa daenga
tindakan
yang
dilakukan
c. Dengan
membuat
c. RTL keluarga/ jadwal keluarga
jadwal
kegiatan
untuk merawat klien
keluarga
dapat
meningkatkan
dan
mengatur
kegiatan
secara
berkesinambungan
SP 4 Keluarga
a. Evaluasi kemampuan keluarga
a. Dihapkan
keluarga
dapat
mengetahui
kemampuan
yang
dimiliki dalam hal yang
telah diajarkan di SP 1,
2 dan 3
b. Diharapkan klien dapat
b. Evaluasi kemampuan klien
mengetahui
kemampuan
yang
dimilinya dalam hal

57

c. Rencana tindak lanjut


- Rujukan
- Follow up

yang telah diajarkan di


SP 1, 2 dan 3
c. Dengan
follow
up
dapat
mengetahui
tingkat
keberhasilan
pengobatan
dan
tindakan keperawatan
yang dilakukan.

58
Table 3.3
Implementasi Dan Evaluasi

Diagnos
a
Isolasi
sosial

IMPLEMENTASI
Sp. 1
Tanggal : 16 Juli 2012
Pukul
: 11.00 WIB

EVALUASI

Paraf

Tanggal : 16 Juli 2012


Pukul
: 11.10 WIB

S:
- Mengucapkan
salam, - Klien mengatakan saya
Menyapa
klien
dan
mau pulang, saya mau
menanyakan perasaan klien
pulang sekaraang !
- Berkenalan
dengan
klien,
menayakan nama dan nama O :
- Klien nampak gelisah
panggilan klien
- Membina hubungan dengan - Klien tidak berespon saat
klien
diajak bicara
- Mengidentifikasi
penyebab - Klien berbicara dengan
isolasi
sosial
dengan
nada tinggi
menanyakan orang yang - Klien telihat membatasi
tinggal satu rumah dengan
pembicaraan
klien, menanyakan orang - Tatapan mata klien tajam
yang terdekat dengan klien, - Klien terlihat lebih sering
yang menyebabkan klien
menyendiri
dekat dengan orang tersebut
dan menanyakan orang yang
tidak dekat denagn klien dan A :
alasannya
tidak
dekat - Klien tidak mampu menjawab
dengan orang tersebut.
semua pertanyaan dari
- Menanyakan kepada klien
perawat.
bagaimana kebiasaan klien - Masalah belum teratasi
berinteraksi dengan orang
lain
- Menanyakan penyabab klien P :
tidak
mau
berinteraksi Klien :
dengan orang lain
- Ulangi SP 1
- Mendiskusikan dengan klien
keuntungan memiliki banyak Perawat :
teman dan bergaul akrab - Mendiskusikan tentang
dengan mereka yaitu klien
keuntungan dan kerugian
bias mendapatkan banyak
mempunyai teman
teman
- Latih cara berkenalan
- Mendiskusikan dengan klien
kerugian bila klien hanya

Anisa

59

Isolasi
sosial

menyendiri dan tidak mau


bergaul dengan orang lain,
yaitu klien tidak mempunyai
teman
Menjelaskan kepada klien cara
berkenalan dengan orang
lain,
yaitu
dengan
memberikan
salam
kemudian
mengulurkan
tangan untuk bersalaman,
menyebutkan nama, nama
panggilan
kemudian
tanyakan pada orang yang
diajak berkenalan namanya,
nama panggilannya
Memberikan
contoh
cara
berkenalan dengan orang
lain,
yaitu
dengan
memberikan
senyuman
sambil mengulurkan tangan,
kemudian setelah tangan
berjabat katakan nama saya
Anisa Hamidah, saya senang
dipanggil Anisa. Namanya
siapa? Senang dipanggil
apa?, baru lepaskan jabatan
tanagannya.
Memberikan
kesempatan
kepada
klien
untuk
mempraktekan
cara
berkenalan.
Memasukkan
berkenalan
dalam jadwal kegiatan harian
klien
Menanyakan perasaan klien
setelah berbincang-bincang
Menyimpulkan
materi
bersama-sama dengan klien
Membuat kontrak baru untuk
pertemuan berikutnya
SP. 1
Tanggal 17 Juli 2012
Tanggal 16 Juli 2012
Jam 11.00 WIB
Jam 11.15 WIB

- Mengucapkan
salam
dan S:
menanyakan perasaan klien - Klien mengatakan cukup,
- Memvalidasi kontrak dengan
saya
mau
pulang
klien
sekarang !

60
- Mengevaluasi kegiatan harian
klien dengan cara melihat O:
jadwal
harian
klien, - Klien belum mau berkenalan
menanyakan kegiatan harian
dengan orang lain
klien yang belum dilakukan - Klien terlihat acuh dengan
- Mendiskusikan
kembali
lingkunagannya
dengan
klien
tentang
keuntungan memiliki banyak
teman dan bergaul akrab A:
dengan mereka yaitu klien - Klien tidak mampu
bias mendapatkan banyak
mempraktekan cara
teman
berkenalan dan belum
- Mendiskusikan
kembali
mampu melakukan
dengan
klien
tentang
interaksi dengan perawat
kerugian bila klien hanya - Masalah belum teratasi
menyendiri dan tidak mau
bergaul dengan orang lain, P :
yaitu klien tidak mempunyai Klien :
teman
- Ualangi SP 1
- Menjelaskan kembali kepada Perawat :
klien
cara
berkenalan - Mendiskusikan tentang
dengan orang lain, yaitu
keuntungan dan kerugian
dengan memberikan salam
memiliki teman dan tidak
kemudian
mengulurkan
memiliki teman
tangan untuk bersalaman, - Latih cara berkenalan
menyebutkan nama, nama
panggilan
kemudian
tanyakan pada orang yang
diajak berkenalan namanya,
nama panggilannya
- Memberikan
contoh
cara
berkenalan dengan orang
lain,
yaitu
dengan
memberikan
senyuman
sambil mengulurkan tangan,
kemudian setelah tangan
berjabat katakan nama saya
Anisa Hamidah, saya senang
dipanggil Anisa. Namanya
siapa? Senang dipanggil
apa?, baru lepaskan jabatan
tanagannya.
- Memberikan
kesempatan
kepada
klien
untuk
mempraktekan
cara
berkenalan.
- Memasukkan
berkenalan
dalam jadwal kegiatan harian

Anisa

61

Isolasi
sosial

klien
- Menanyakan perasaan klien
setelah berbincang-bincang
- Menyimpulkan
materi
bersama-sama dengan klien
- Membuat kontrak baru untuk
pertemuan berikutnya
SP. 1
Tanggal 18 Juli 2012
Tanggal 18 Juli 2012
Jam 11.00 WIB
Jam 11.15 WIB
- Mengucapkan
salam
dan S:
menanyakan perasaan klien - Klien mengatakan nama
- Memvalidasi kontrak dengan
saya L, senang dipanggil
klien
L
- Mengevaluasi kegiatan harian
klien dengan cara melihat
jadwal
harian
klien,
menanyakan kegiatan harian O:
klien yang belum dilakukan - Klien hanya menjawab
sebagian pertanyaan dari
- Mendiskusikan
kembali
Anisa
perawat
dengan
klien
tentang
keuntungan memiliki banyak - Klien hanya mengaguk dan
teman dan bergaul akrab
menggelengkan kepala saat
dengan mereka yaitu klien
ditanya oleh perawat
bias mendapatkan banyak
teman
- Mendiskusikan
kembali
dengan
klien
tentang
kerugian bila klien hanya
menyendiri dan tidak mau
bergaul dengan orang lain, A:
yaitu klien tidak mempunyai - Klien tidak mampu
menjelaskan keuntungan
teman
dan kerugian memiliki
- Menjelaskan kembali kepada
teman dan tidak memilik
klien
cara
berkenalan
teman
dengan orang lain, yaitu
dengan memberikan salam - Klien belum mampu
kemudian
mengulurkan
mempraktekan cara
tangan untuk bersalaman,
berkenalan dan belum
menyebutkan nama, nama
mampu melakukan
panggilan
kemudian
interaksi dengan perawat
tanyakan pada orang yang
diajak berkenalan namanya,
nama panggilannya
- Memberikan
contoh
cara
berkenalan dengan orang P :
lain,
yaitu
dengan Klien :

62

memberikan
senyuman
sambil mengulurkan tangan,
kemudian setelah tangan
berjabat katakan nama saya
Anisa Hamidah, saya senang
dipanggil Anisa. Namanya
siapa? Senang dipanggil
apa?, baru lepaskan jabatan
tanagannya.
Memberikan
kesempatan
kepada
klien
untuk
mempraktekan
cara
berkenalan.
Memasukkan
berkenalan
dalam jadwal kegiatan harian
klien
Menanyakan perasaan klien
setelah berbincang-bincang
Menyimpulkan
materi
bersama-sama dengan klien
Membuat kontrak baru untuk
pertemuan berikutnya

- Ualangi SP 1
Perawat :
- Mendiskusikan tentang
keuntungan dan kerugian
memiliki teman dan tidak
memiliki teman
- Latih cara berkenalan

63

B. Pembahasan
Selama melakukan asuhan keperawatan pada Ny. L dengan isolasi
sosial di ruang Tanjung RSU Kota Banjar, penulis mencoba untuk
menerapkan

atau

melaksanakan

asuhan

keperawatan

secara

komprehensif kepada klien meliputi aspek-aspek bio-sosial-spiritual


meliputi

suatu proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian,

perencanaan

keperawatan,

pelaksanaan-pelaksanaan

keperawatan,

evaluasi dan dokumentasi.


Selaman melaksanakan proses keperawatan pada klien, yang
pertama penulis lakukan adalah membina saling percaya pada klien dan
penulis berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan data yang
lengkap, baikdari klien maupun petugas ruang Tanjung RSU Kota Banjar.
Namun bagaimanapun juga penulis tetap menemukan hambatan dan
kesengjangan antara teori dan kenyataan di lapangan.
1. Pengkajian
Untuk
menggunakan
komunikasi

memperoleh
teknik-teknik

data

dalam

pendekatan

pengkajian

ini,

penulis

keperawatan

melalui

therapeutik untuk memperoleh data bio-spiko-sosial-

spiritual.
Pada awal pengkajian dilakukan anamnesa, observasi dan studi
dokumentasi. Dalam tahap ini penulis mengalami hambatan dalam
pengumpulan data dari klien karena klien kurang kooperatif saat

64

menjawab pertanyaan dan dalam mengemukakan masalah yang


berhubungan atau yang sedang dialami klien, tetapi penulis mencaba
melakukan suatu pendekatan kepada perawat ruang Tanjung untuk
memperoleh data dari permasalahan yang dihadapi klien, sehingga
penulis dapat menyimpulkan masalah keperawatan yang mungkin
muncul pada diri klien.
Adapun perbedaan teori dan kenyataan lapangan adalah

2. Diagnosa Keperawatan
Berdasarkan hasil pengkajian didapat masalah keperawatan
yaitu isolasi sosial, resiko tinggi perilaku kekerasan, defisit perawatan
diri dan diagnosa utama yang muncul dari permasalahan tersebut
adalah isolasi sosial. Diagnosa keperawatan yang muncul pada isolasi
sosial adalah :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Isolasi sosial
Harga diri rendah
Perubahan sensori persepsi : halusinasi
Koping keluarga tidak efektif
Koping individu tidak efektif
Intoleransi aktivitas
Devisit perawatan diri
Resiko tinggi mencederai diri, orang lain dan lingkungan (Fitria,
2009)
Adapun perbedaan pada teori dan kenyataan di lapangan

adalah ada perubahan sensori persepsi halusinasi. Jika pada teori

65

biasanya klien mengalami perubahan sensori halusinasi, tetapi pada


kasus ini klien tidak mengalami perubahan sensori persepsi halusinasi
karena pada saat dikaji tidak ditemukan klien mendengar suara-suara,
melihat bayangan-bayangan dan merasakan rabaan yang tidak nyata.

3. Perencanaan
Perencanaan yang dibuat meliputi membina hubungan saling
percaya, mendiskusikan penyebab dan gejala isolasi sosial, bantu
klien untuk berinteraksi dengan orang lain secara bertahap, identifikasi
keuntungan dan kerugian berhubungan dengan orang lain.
Perencanaan yang ditetapkan sesuai teori. Rencana tindakan
pada diagnosa keperawatan yang pertama : Membina hubungan
saling percaya, membantu pasien mengenal isolasi sosial, membantu
pasien mengenal keuntungan berhubungan dengan orang lain,
membantu pasien mengenal kerugian tidak berhubungan dengan
orang lain, membantu pasien untuk berinteraksi dengan orang lain
secara bertahap.
Oleh karena itu diharakan klien menerima keaadaan dirinya,
memotivasi klien untuk berinteraksi dengan orang lain, keluarga juga
dapat mengetahui tentang isolasi sosial dan menjadi motivator dalam
mengatasi isolasi sosial

66

4. Pelaksanaan
Pada tahap pelaksanaan ini penulis mengalami hambatan
karena klien yang kurang kooperatif dari mulai pengkajian sampai hari
terakhirpun klien masih kurang kooperatif, ditandai dengan klien tidak
mau berbicara, klien terlihat tidak mau bergaul denga orang lain, klien
terlihat

tidak

merespon

saat

diajak

bicara,

klien

menbatasi

pembicaraan, tatapan wajah tajam, ekspresi wajah klien marah dan


klien tampak gelisah, sehingga klien hanya mampu melaksanakan SP
1 dan itupun belum tercapai sepenuhnya. Kunjungan rumah tidak
dilaksanakan dikarenakan terbatasnya waktu dan rumah klien yang
jauh.
Kegiatan yang dilaksanakan pada klien sesuai dengan strategi
pelaksanaan yang telah dibuat dalam perencanaan yang telah
disesuaikan dengan kondisi klien, diantaranya :
a. Dengan metode wawancara yang bertujuan untuk membina
hubungan yang saling percaya pada klien sehingga klien dapat
mengungkapkan masalahnya tetapi klien tidak menggungkapkan
masalahnya karena kondisi klien yang tidak kooperatif.
b. Melakukan strategi palaksanaan (SP 1), mengedintifikasi
kemampuan klien dalam berinteraksi dengan orang lain dan
dimotivasi agar klien melaksanakan kegiatan sehari-hari serta
dimasukan dalam jadwal kegiatan klien.

67

c. Dengan melakukan

pendidikan kesehatan dan terapi aktivitas

kelompok pada klien diharapkan klien dapat mengidentifikasi


penyebab isolasi sosial dan cara mengatasinya

5. Evaluasi
Pada tahap evaluasi hal yang sangat membantu yaitu adanya
acauan berupa strategi pelaksanaan yang dapat memudahkan penulis
dalam melakukan tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan
penulis. Namun penulis menyadari

bahwa klien dengan gangguan

jiwa tidak dapat disembuhkan dalam waktu yang singkat.


Pada tahapan ini tidak semua tujuan dapat dicapai dengan hasil
memuaskan. Untuk itu penulis membaginya dalam 3 kriteria,
diantaranya :

a. Tujuan tercapai
Adapun tujuan yang telah tercapai yaitu terbina hubungan saling
percaya yang ditandai dengan klien mengingat nama mahasiswa
perawat.
b. Tujuan tidak tercapai

68

Denagan terbatasnya waktu hanya 5 hari untuk menangani kasus


klien, menyebabkan penulis tidak maksimal dalam melaksanakan
tindakan karena ada beberapa cara atau tindakan yang belum
tersampaikan. Adapun masalah yang belum tercapai yaitu klien
tidak mampu

mengidentifikasi isolasi sosial dan cara mengatsi

isolasi sosial, tidak mampu melakukan atau mempraktekkan cara


berkenalan

dengan

orang

lain,

tidak

mampu

menjelaskan

keuntungan dan kerugian berinteraksi dengan orang lain, dan tidak


melaksanakan SP keluarga dengan cara kunjungan rumah (home
visite) karena keterbatasan waktu dan rumah klien yang jauh.