Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang

Dinamo merupakan sebuah perangkat elektromagnetis yang mengubah energi


listrik menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan untuk, misalnya, memutar
pompa, kipas angin atau blower, menggerakan kompresor, mengangkat bahan, dan lain lain. Dinamo digunakan juga di rumah (mixer, bor listrik, kipas angin). Dinamo juga
kadangkala disebut kuda kerja . Dinamo atau mesin listrik adalah alat yang digunakan
untuk keperluan manusia dalam segi perubahan listrik menjadi mekanik adapun
sebaliknya, dari energi mekanik menjadi energi lsitrik. Hal ini disebut juga sebagai
konveksi energi elektromagnetik sebagai dasar atau prinsif dasar sebuah dinamo. Dinamo
Terbagi menjadi dua jenis sesuai dengan prinsif pengkonveksiannya, yaitu generator
sebagai pengubah energi mekanik menjadi energi listrik dan motor sebagai pengubah
energi listrik menjadi energi mekanik. Dinamo bisa juga disebut mesin listrik atau
pembangkit tenaga listrik. Alat untuk mengubah energy kinetik menjadi tenaga listrik.
Jika dynamo itu menghasilkan arus bolak-balik (AC), maka sering disebut alternator.
Dalam dynamo, kumparan berada dalam ruangan bermedan magnethomogeny. Jika
kumparan berputar, maka fluks magnet yang menembus kumparan itu selalu berubahubah setiap waktu. menurut Faraday hal ini mengakibatkan timbulnya arus listrik
yangdisebut arus imbas (arus induksi) berupa arus bolak-balik (AC). Jika dilihat dengan
osiloskop, grafik arus listrik ini berupa fungsi sinusoida. Dynamo yang menghasilkan
arus listrik searah (DC) mempunyai prinsip sama. Dinamo dibedakan menjadi dua yaitu,
dinamo arus searah (DC) dan dinamo arus bolak-balik (AC). Prinsip kerja dinamo sama
dengan generator yaitu memutar kumparan di dalam medan magnet atau memutar magnet
di dalam kumparan. Bagian dinamo yang berputar disebut rotor. Bagian dinamo yang
tidak bergerak disebut stator. Perbedaan dinamo DC dengan dinamo AC terletak pada
cincin yang digunakan. Pada dinamo arus searah (DC) menggunakan satu cincin yang
dibelah menjadi dua yang disebut cincin belah (komutator). Cincin ini memungkinkan
arus listrik yang dihasilkan pada rangkaian luar dinamo berupa arus searah walaupun di
dalam dinamo sendiri menghasilkan arus bolak-balik. Adapun, pada dinamo arus bolakbalik (AC) menggunakan cincin ganda (dua cincin).

1.2.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dari praktikum mesin
listrik ini adalah :
1. Bagaimana membongkar dinamo secara manual?
2. Apa saja komponen-komponen didalam dinamo?
3. Apa saja langkah-langkah yang harus dilakukan dalam membuka lilitan dan
melilit kembali kawat pada dinamo?
4. Berapa banyak jumlah lilitan kawat masing-masing terminal?
5. Berapa panjang dan diameter kawat dinamo?
1.3.

Tujuan
Adapun tujuan yang di dapat dari praktikum Mesin listrik (Dinamo) ini adalah

sebagai berikut :
1. Untuk melatih kereativitas mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Mesin dalam
membongkar dan memasang lilitan kawat dinamo.
2. Agar setiap mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Mesin dapat mengetahui cara
kerja, komponen-komponen dan fungsi dari Dinamo.
3. Agar setiap mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Mesin mengetahui proses dan
langkah- langkah pengerjaan pembngkaran, buka lilitankawat, dan memasang
kembalai lilitan kawat.
4. Agar setiap mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Mesin mengetahuicara
membongkar dan melilitkan kembali lilitan kawat pada dinamo secara manual.
5. Agar setiap mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Mesin terbiasa dalam
pembuatan setiap laporan suatu praktikum.

1.4.

Manfaat
Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari praktikum mesin listrik (dinamo) ini

adalah :
1. Setiap mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Mesin dapat mengidentifikasi
sebuah dinamo.

2. Setiap mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Mesin dapat mengetahui cara kerja
dari dinamo, mengetahui setiap komponen, serta fungsi dari komponendalam
dinamo.
3. Setiap mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Mesin mampu menyelesaikan suatu
proyek yang diberikan, dengan bekerja secara berkelompok dan berkreatifitas
sesuai dengan kompetensi yang mereka miliki.
4. Setiap mahaiswa jurusan Pendidikan Teknik Mesin mampu menciptakan rasa
tanggung jawab dan kekompakan dalam kelompok.
5. Setiap mahasisiwa jurusan Pendidikan Teknik Mesin agar bisa lebih disiplin dan
tepat waktu dalam setiap pembuatan laporan.