Anda di halaman 1dari 5

STUDI KASUS

JARINGAN LAN DI DIVISI PLTA IR.H.DJUANDA JATILUHUR


A.Media Transmisi
PLTA Ir.H.Djuanda adalah salah satu pembangkit listrik dengan lokasi
unit pembangkit yang terletak pada kedalaman air waduk. Sementara
lokasi gedung pengendali terletak di darat atau berada di luar bendungan.
Sehingga terdapat jarak yang cukup jauh antara unit pembangkit dan
gedung pengendali. Untuk keadaan yang demikian, dibutuhkan sebuah
media transmisi data yang mempunyai tingkat efisiensi tinggi, risiko loss
of data yang rendah serta kehandalan yang baik. Jarak yang terbentang
adalah sekitar satu kilometer. Untuk itu digunakanlah media transmisi
Fiber Optic.
Media transmisi Fiber Optic dipilih selain karena faktor jarak yang
cukup jauh, juga diyakini akan mampu melayani kebutuhan transfer data
dengan kecepatan tinggi. Mengingat data traffic yang cukup besar yang
membebani jalur tersebut. Data dari setiap unit pembangkit yang
dibutuhkan untuk mengendalikan serta memonitoring unit pembangkit
secara real time akan melalui media transmisi tersebut. Diharapkan
dengan menggunakan media transmisi fiber optic tidak ada masalah
dalam transmisi data.
Sementara itu untuk jaringan LAN pada internal perkantoran,
digunakan media transmisi kabel UTP. Karena digunakan untuk
menghubungkan beberapa gedung kantor yang jaraknya hanya belasan
hingga puluhan meter saja serta untuk internal gedung kantor atau untuk
menghubungkan dari hubswicth ke komputer atau dari hubswitch ke
akses point saja.
B.Topologi
Untuk topologi jaringan yang direncanakan pada unit pembangkit
adalah topologi double ring. Dibuat ganda karena disiapkan sebagai
backup apabila pada salah satu ring terdapat masalah. Akan tetapi
setelah beberapa lama topologi ini digunakan, terdapat masalah pada
traffic data yang selalu overload. Sehingga kemudian diputuskan untuk
merubah topologi menjadi Star. Dengan topologi ini berhasil mengurangi
traffic data yang overload tadi.
Seiring dengan kebutuhan jaringan komputer maka terjadi banyak
penambahan node pada jaringan. Sehingga topologi perlu diadaptasi lagi
dan jadilah topologi yang digunakan menjadi topologi Tree.
C.Metode Hubungan LAN
Terdapat dua metode hubungan antar perangkat dalam jaringan
yang digunakan di Divisi PLTA Ir.H.Duajanda. Yang pertama adalah Client

Server, metode ini digunakan pada jaringan SCADA. Dimana terdapat


sebuah server yang berfungsi sebagai data colector, dimana data-data
diperoleh dari setiap unit pembangkit. Yang kemudian data tersebut dapat
digunakan oleh setiap komputer Cleint yang berfungsi untuk kendali dan
monitoring unit pembangkit.
Yang kedua metode peer to peer, metode ini diterapkan untuk
jaringan pengguna komputer lokal yang tidak terhubung dengan jaringan
SCADA. Dimana setiap komputer memiliki hak akses dan posisi pada level
yang sama.
D.Perangkat Keras pada LAN
Beragam perangkat keras digunakan pada jaringan komputer di
Divisi PLTA Ir.H.Djuanda ini karena disesuaikan dengan kebutuhan
jaringan. Diantaranya :
1. Mikrotik Router
2. Manageable Hubswitch
3. Wireless Acces Point
4. Network Interface Card ( LAN Card )
5. Optical Termination Box ( OTB )
6. Standard Hubswitch
E.Faktor Pembangunan LAN
Nilai investasi yang cukup besar telah digunakan untuk membangun
jaringan komunikasi yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan Divisi
PLTA Ir.H.Djuanda akan tercapainya target perusahaan . Terciptanya suatu
jaringan LAN yang handal dapat membantu dalam proses pengendalian
dan monitoring unit pembangkit , yang pada akhirnya dapat
mempengaruhi dalam pencapaian target perusahaan.
Sehingga terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi dalam
pembangunan LAN di Divisi PLTA Ir.H.Djuanda. Diantaranya:
1. Cost
Diharapkan dengan investasi yang besar dapat memaksimalkan
dalam pencapaian target perusahaan.
2. Speed
Dibutuhkan kecepatan transfer data yang tinggi untuk proses
lalulintas data unit pembangkit yang digunakan untuk monitoring
secara kontinyu dan realtime.
3. Manageable
Diharapkan semua konfigurasi jaringan baik dari media transmisi
dan perangkat keras pada LAN dapat terdata dengan baik dan
sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat serta dapat disiapkan
untuk kemungkinan perkembangan jaringan kedepannya.

F.Konfigurasi Jaringan

G.Gambar Peralatan Terpasang

Gambar 1. Router utama Mikrotik dan Manageable Hubswitch

Gambar 2. OTB , Mikrotik Router , Hubswitch , dan Manageable


Hubswitch

Gambar 3. Manageable Hubswitch terpasang pada Controller Unit


pembangkit

TUGAS
MATA KULIAH JARINGAN KOMPUTER
STUDI KASUS JARINGAN LAN
DI DIVISI PLTA Ir.H.DJUANDA JATILUHUR

Disusun Oleh:
Nana Suryana
NIM B1B 13 0502