Anda di halaman 1dari 6

Sejarah Pendirian

Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah


Mada di Yogyakarta didirikan pada tanggal 19 September
Tahun 1955 dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan No. 53759/Kab. Pada awalnya, pendidikan
dan pengajaran ekonomi di Universitas Gadjah Mada,
dilaksanakan oleh Jurusan Ekonomi yang dikordinasi oleh
Bagian Hukum, Fakultas Hukum, Ekonomi, Sosial dan
Politik (Fakultas HESP). Mulai tahun akademi 1952/1953,
dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan No. 29512/Kab.,
status Jurusan untuk pengajaran ekonomi telah ditingkatkan menjadi Bagian pada
Fakultas Hukum, Ekonomi, Sosial dan Politik (Fakultas HESP). Dalam perkembangan
selanjutnya, mulai tahun akademi 1955/1956, Fakultas HESP dipecah menjadi 3 fakultas yaitu
Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Sosial Politik, yang kesemuanya
menempati Pagelaran Keraton Yogyakarta.
Fakultas Ekonomi UGM (sebelum berubah namanya menjadi FEB) sendiri merupakan
fakultas ekonomi negeri yang ketiga di Indonesia. Fakultas Ekonomi negeri yang pertama
adalah Fakultas Ekonomi di Makasar yang merupakan cabang Universitas Indonesia yang
didirikan tanggal 8 Oktober Tahun 1948 dan kemudian menjadi Fakultas Ekonomi Universitas
Hasanudin. Sedangkan fakultas ekonomi negeri yang kedua adalah Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia di Jakarta yang didirikan tanggal 15 Januari Tahun 1951.
Setelah beberapa tahun menempati Pagelaran Keraton, mulai tahun 1958, Fakultas Ekonomi
UGM pindah ke Bulaksumur dan menempati sebagian Gedung Pusat Tata Usaha Universitas
Gadjah Mada. Pada bulan Januari Tahun 1989, Fakultas Ekonomi kembali pindah dan mulai
menempati gedung baru di Jalan Humaniora yang terus digunakan hingga saat ini.
Perubahan nama Fakultas Ekonomi UGM menjadi Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM
adalah untuk memenuhi tujuan go-international, fakultas memandang perlu untuk
menggunakan istilah yang berlaku secara internasional yang memudahkan FEB untuk
beradaptasi dalam komunitas internasional, tanpa ada kerancuan antara nama fakultas dan
program-program studi atau departemen yang ada dibawah fakultas. Perubahan nama ini
tertuang dalam surat Keputusan Rektor Universitas Gadjah Mada nomor 262/P/SK/HT/2007,
tertanggal 27 Agustus 2007.

Akademik
1. Indeks Prestasi (IP)
Evaluasi studi mahasiswa dilakukan pada setiap akhir semester dengan menghitung Indeks
Prestasi (IP) dengan menggunakan rumus sebagai berikut : IP = Jumlah nilai kredit mata
kuliah yang diambil X Nilai bobot masing-masing / Jumlah nilai kredit mata kuliah yang
diambil
Untuk menghitung IP tersebut, nilai huruf diubah menjadi nilai bobot menurut ketentuan
sebagai berikut:
Nilai
Huruf

Nilai
Bobot

A-

3,75

B+

3,25

B-

2,75

C+

2,25

Contoh :
Seorang mahasiswa pada satu semester mengambil 6 mata kuliah dengan hasil sebagai berikut
:
MK Nilai

Kredit

Nilai Jam

Jumlah

3x4

12

B-

3 x 2,75

8,75

C+

3 x 2,25

6,75

3x2

3x1

3x0

Jumlah

36

2. Indeks Prestasi Kumulatif


Indeks Prestasi Kumulatif dihitung dengan cara yang sama dengan Indeks Prestasi Semester.
Indeks Prestai Kumulatif merupakan hasil studi mahasiswa dari awal sampai dengan semester
tertentu. Bila dikehendaki orang tua/wali mahasiswa dapat meminta kartu hasil studi ini

dengan mengajukan surat permohonan yang ditujukan kepada Dekan lewat Wakil Dekan
Bidang Akademik.
3. Evaluasi 2 Tahun Pertama
Apabila dalam 2 x 2 semester pertama (2 tahun pertama) seorang mahasiswa mendapatkan
sekurang-kurangnya 30 SKS dengan IP minimal 2.00, maka yang bersangkutan dinyatakan
tidak mampu mengikuti program yang sedang ditempuhnya dan dipersilahkan membuat Surat
Permohonan Pengunduran Diri yang ditujukan kepada Rektor melalui Dekan.
4. Evaluasi Masa Studi
Batas waktu maksimal lama studi adalah dua kali batas waktu minimal yang ditentukan untuk
jumlah nilai kredit 144-146, yaitu dua kali 3,5 tahun. Apabila dalam periode tersebut,
mahasiswa tidak mampu menyelesaikan studinya, maka yang bersangkutan dinyatakan tidak
mampu mengikuti program yang sedang ditempuhnya dan dipersilahkan membuat Surat
Permohonan Pengunduran Diri yang ditujukan kepada Rektor melalui Dekan.

Ketentuan Akademik
Ketentuan Tentang Perkuliahan:
1. Sistem Perkuliahan
Dalam kegiatan belajar-mengajar, Fakultas Eknomi UGM menggunakan sistem kredit. Dalam
1 tahun kalender akademik terdiri atas 2 (dua) semester reguler dan 1 (satu) semester pendek.
Semester I, bulan September sampai dengan bulan Januari, semster II, bulan Februari sampai
dengan bulan Agustus. Semester Pendek dilaksanakan bulan Juli-Agustus.
Setiap mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti kegiatan kuliah, praktik-praktik laboratorium,
dan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan rencana studinya dan petunjuk-petunjuk dosen
yang bersangkutan, dengan tertib dan teratur atas dasar ketentuan-ketentuan yang berlaku.
1.1 Registrasi Mahasiswa
Registrasi mahasiswa dilaksanakan sebelum pelaksanaan kegiatan semester yang akan
berjalan. Mahasiswa tidak akan mendapatkan Kartu Mahasiswa (KTM) sebelum
melaksanakan registrasi di Universitas. KTM diperlukan untuk berbagai urusan yang
berhubungan dengan kegiatan akademik.
1.2 Keaktifan Registrasi
Mahasiswa yang tidak melaksankan registrasi selama 3 semester berturut-turut tanpa
keterangan akan dinyatakan mengundurkan diri sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi UGM.
2. Kartu Rencana Studi (KRS)
2.1 Pengisian KRS/Pengajuan Mata Kuliah
Setiap awal semester (baik semsester I mupun II), disediakan waktu satu minggu bagi setiap
mahasiswa aktif, untuk merencanakan dan mengisi Kartu Rencana Studi (KRS). Pengisian
KRS dilakukan di Lab. Komputer Fakultas Ekonomi UGM. (Lantai III Sayap Selatan Gedung
FE UGM). Periode pengisian KRS ditetapkan oleh Fakultas dengan dasar kalender akademik

Universitas. Pengisian tidak bisa diwakilkan kecuali ada alasan yang mendasar dan surat
kuasa pengisian KRS yang sah.
Keterlambatan pengisian KRS dikenakan sanksi sebagai berikut :
Bagi mahasiswa yang mengisi KRS di luar minggu pengisian, terlambat 1 hari didenda :

1 mata kuliah, 2 hari didenda 2 mata kuliah dan maksimum didenda 3 mata kuliah.
Keterlambatan pengisian KRS di atas 2 minggu tidak ditolerir.

2.2 Penyimpangan
Kelebihan SKS yang diambil
Pada prinsipnya mahasiswa dilarang mengambil mata kuliah melebihi SKS yang ditentukan.
Dalam hal ini akan dilakukan pembatalan secara otomatis oleh Sub. Bagian Pendidikan
kecuali mendapat izin dari Ketua Jurusan/Sekretaris Jurusan/Wakil Dekan Bidang Akademik.
Pembatalan dilakukan dengan prioritas dari bawah dalam daftar mata kuliah yang direkam
dalam komputer.
Perpindahan Dosen Pengajar
Pada prinsipnya mahasiswa dilarang pindah dosen pengajar selain yang telah ditentukan
dalam mata kuliah yang ditawarkan, kecuali mendapat persetujuan Ketua Jurusan/Sekretaris
Jurusan dan Dosen Pengajar atau hal-hal lain yang bersifat teknis di luar kehendak
mahasiswa.
Dalam hal nilai masih ada yang belum masuk sehingga IP Semester belum dapat ditentukan.
Dalam hal Ketua Jurusan/Sekretaris Jurusan tidak ada di tempatsampai batas akhir waktu
masa KRS.
2.3 Perubahan
Perubahan/edit KRS dilakukan sesuai dengan jadwal edit yang telah ditentukan oleh fakultas
sesuai kalender akademik. Di luar jadwal tersebut harus mendapatkan ijin dari Wakil Dekan
Bidang Akademik. Untuk itu, mahasiswa harus betul-betul cermat dan teliti dalam
merencanakan dan mengisi Kartu Rencana Studi/pengajuan mata kuliah.
2.4 Pembatalan
Ketentuan tentang pembatalan pengambilan mata kuliah/drop mata kuliah hanya dapat
dilakukan pada masa pembatalan (3 minggu sesudah akhir masa pengisian KRS).
Atas dasar alasan-alasan keterbatasan fasilitas, kesalahan-kesalahan administratif yang
disebabkan karena kekeliruan mahasiswa dalam mengisi dalam mengisi Kartu Rencana Studi,
dan kebiasaan-kebiasaan yang baik dalam dunia pendidikan, Kepala Sub. Bagian Pendidikan
atas ijin Dekan Fakultas Ekonomi berhak untuk membatalkan rencana studi mahasiswa baik
seluruhnya maupun sebagian.
Semua mata kuliah yang sudah diambil tidak dapat dihapus meskipun melebihi jumlah SKS
maksimum dalam kurikulum. Semua mata kuliah akan muncul dalam transkrip mahasiswa
dan diperhitungkan SKS maupun IPK-nya.
2.5 Pengulangan Mata Kuliah
Pada dasarnya mahasiswa diberikan kesempatan untuk memperbaiki nilai mata kuliah dengan
mengulang mata kuliah. Untuk pengulangan mata kuliah yang pertama mahasiswa

dimungkinkan memperoleh nilai mata kuliah maksimal A sedangkan untuk pengulangan


kedua dan seterusnya nilai mata kuliah yang dapat diperoleh maksimal B.
2.6 Presensi Kuliah
Mahasiswa diwajibkan secara tertib mengisi daftar hadir kuliah yang telah tersedia, dan tidak
dibenarkan tanda tangan pada daftar hadir kuliah diwakilkan oleh teman yang lain.
Kehadiran mahasiswa di kelas kurang dari 75% dalam satu semester akan mempengaruhi nilai
hasil ujian semester.
Misi dan Visi
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) mempunyai visi, misi,
serta tujuan dan kebijakan strategis.
Misi:
Misi FEB UGM adalah mengembangkan pemimpin dengan pengetahuan dan integritas yang
kuat untuk memajukan masyarakat.
Visi:
Visi FEB UGM adalah menjadi Fakultas Ekonomika dan Bisnis terbaik di Indonesia dan
sangat dihormati di Asia Tenggara dalam memajukan pengajaran dan pengetahuan.
Tujuan:
1. Pendidikan tinggi di bidang ilmu ekonomi, manajemen, dan akuntansi yang unggul
dan berkualitas dalam rangka menghasilkan lulusan yang unggul, kompeten, dan
berintegritas
2. Penelitian yang unggul di bidang ilmu ekonomi, manajemen, dan akuntansi yang
aplikatif dan responsif terhadap permasalahan masyarakat, bangsa, dan negara yang
berwawasan kearifan nilai-nilai lokal /nasional dan internasional
3. Pengabdian kepada masyarakat yang mampu mendorong kemandirian dan
kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan
4. Pengelolaan organisasi yang berkeadilan, partisipatif, akuntabel, dan terintegrasi antar
unit guna pengembangan sumber daya yang tangguh
5. Kerjasama yang menciptakan nilai tambah dan berkelanjutan dengan alumni, industri,
dan universitas terkemuka.
Kebijakan Strategis:
1. Meningkatkan kualitas lulusan yang mampu bersaing secara nasional maupun
internasional
2. Meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian dan publikasi yang mengutamakan
kemanfaatan bagi masyarakat serta relevan dengan arah kebijakan universitas
3. Meningkatkan pengabdian masyarakat melalui aktivitas pendidikan dan penelitian
4. Meningkatkan fungsi tata kelola kelembagaan, efisiensi pengelolaan sumber daya

yang baik dan ramah lingkungan


5. Mempererat dan meningkatkan hubungan kerjasama dengan alumni, industry, dan
universitas terkemuka.