Anda di halaman 1dari 3

Amine Plant (Acid Gas Treating)

AMINE GAS TREATING, juga dikenal sebagai gas sweetening dan acid gas removal,
mengacu pada suatu proses yang menggunakan larutan dari berbagai alkilamina
(sering disebut hanya sebagai amina) untuk menghilangkan hidrogen sulfida (H2S)
dan karbon dioksida (CO2) dari gas alam. Ini adalah suatu unit proses yang umum
digunakan pada kilang, dan juga digunakan dalam pabrik petrokimia, pabrik
pengolahan gas alam dan industri lainnya.
Proses dalam kilang minyak atau pabrik pengolahan bahan kimia yang
menghilangkan hidrogen sulfida dan / atau merkaptan biasanya disebut sebagai
sweetening process karena mereka menghasilkan produk yang tidak lagi memiliki
bau asam dan kandungan hidrogen sulfida.

Ada beberapa jenis senyawa amina yang digunakan dalam Gas Treating:
1. Monoetanolamina (MEA)
2. Dietanolamina (DEA)
3. Methyldiethanolamine (MDEA)
4. Diisopropilamina (DIPA)
5. Aminoethoxyethanol (Diglycolamine) (DGA)
Amina yang paling umum digunakan di pabrik-pabrik industri adalah
alkanolamines MEA, DEA, dan MDEA. Amina juga digunakan dalam kilang minyak
untuk menghilangkan gas asam dari hidrokarbon cair seperti gas petroleum cair
(LPG).

Prinsip kerja dari Amine Plant (Acid Gas Treating)


Gas yang mengandung H2S atau keduanya H2S dan CO2 sering disebut sebagai gas
asam atau gas asam dalam industri pengolahan hidrokarbon.
Proses kimia yang terlibat dalam Acid Gas Treating tersebut bervariasi, tergantung
dari amina yang digunakan. Salah satu amina yang umum digunakan adalah,
monoetanolamina (MEA) dinyatakan sebagai RNH2. Proses kimianya mungkin bisa
digambarkan :

RH2 + H2S <> RNH3HS


Sebuah proses Amine Gas Treating pada umumnya seperti yang ditunjukkan dalam
diagram alir di bawah yang meliputi, unit absorber dan unit regenerator serta
peralatan pendukung. Dalam absorber, larutan amina mengalir sambil menyerap
H2S dan CO2 yang terkandung dalam aliran Feed Gas, sehingga dihasilkan aliran
sweetening gas (yaitu, gas yang bebas H2S) sebagai produk rich amine. Rich amine
ini kemudian disalurkan ke dalam regenerator (stripping column dengan reboiler)
untuk memproduksi ulang lean amine yang didaur ulang untuk digunakan kembali
dalam proses absorbsi. Gas yang keluar dari stripping column adalah H2S dan CO2
terkonsentrasi. Dalam industri kilang minyak, proses yang dipakai untuk
menghilangkan kandungan H2S pada disebut hidrodesulfurisasi. Aliran gas yang
banyak mengandung H2S ini dialirkan ke proses Claus untuk mengubahnya menjadi
elemen sulfur. Bahkan, sebagian besar dari 64.000.000 metrik ton di seluruh dunia
yang diproduksi pada tahun 2005 adalah sulfur belerang produk sampingan dari
kilang dan pabrik pengolahan hidrokarbon lainnya.

Konsentrasi amina dalam larutan merupakan parameter penting dalam mendesain


dan mengoperasikan dari proses Amine Gas Treating. Berikut ini adalah beberapa
konsentrasi amina yang umum dipakai dalam proses Amine Gas Treating :

Monoetanolamina: mempunyai kemampuan menghilangkan H2S dan CO2 sekitar


20%, dan sekitar 32% hanya untuk menghilangkan CO2.
Dietanolamina: mempunyai kemampuan menghilangkan H2S dan CO2 sekitar 20 ~
25%.
Methyldiethanolamine: mempunyai kemampuan menghilangkan H2S dan CO2
sekitar 30 ~ 55%.
Diglycolamine: mempunyai kemampuan menghilangkan H2S dan CO2 sekitar 50%