Anda di halaman 1dari 10

Laporan Praktikum Mekanika Tanah II

BAB XII
PEMERIKSAAN CBR LABORATORIUM
( CALIFORNIA BEARING RATIO TEST )

12.1

Maksud dan Tujuan


Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan CBR tanah dan
campuran tanah agregat yang dipadatkan di laboratorium pada kadar air
tertentu. CBR adalah perbandingan antara beban penetrasi suatu beban
terhadap beban standar dengan kedalaman dan kecepatan penetrasi yang
sama. Harga penetrasi adalah 0,1 dan 0,2 inci, beban standar diperoleh dari
hasil percobaan terhadap bermacam-macam batu pecahn ( standard
material ) yang dianggap mempunyai harga CBR = 100 %.

12.2

Peralatan yang Digunakan


a. Mesin penetrasi ( loading machine ) berkapasitas minimal 4,45 ton
( 10.000 lbs ) dengan kecepatan penetrasi sebesar 1,27 mm ( 0,05 )
per menit.
b. Cetakan logam berbentuk silinder dengan diameter dalam 152,4
0,6609 mm ( 6 0,0026 ) dengan tinggi 177,8 0,13 mm ( 7
0,005 ). Cetakan harus dilengkapi dengan leher sambung dengan 50,8
( 2,0 ) dan keping lubang tidak lebih dari 1,59 mm ( 1/16 ).
c. Piringan pemisah dari logam ( spacer dish ) dengan diameter 150,8
mm ( 5 15/16 ) dan tebal 61,4 mm ( 2,416 ).
d. Alat penumbuk dari logam ( hammer ) yang dioperasikan secara
manual berat 2,495 0,009 kg ( 5,50 0,127 lbs ) dengan permukaan
bidang penumbuk rata berdiameter 50,80 0,127 mm ( 2 0,005 )
yang dilengkapi dengan selubung ( 18 0,06 ). Selubung pengatur
minimal memiliki 2 x 4 lubang udara yang berdiameter tidak kurang
dari 9,50 mm( 0,375 ) dengan poros tegak lurus satu sama lain yang
berjarak 19 mm dari kedua ujungnya. Selubung pengatur harus cukup
longgar sehingga batang penumbuk dapat jatuh bebas tidak terganggu.

KELOMPOK VIII

79

Laporan Praktikum Mekanika Tanah II

e. Alat pengukur pengembangan ( swell ) yang terdiri dari keping


pengembangan yang berlubang-lubang, batang pengatur, tripod logam,
dan arloji penunjuk.
f. Keping beban seberat 2,27 kg ( 5 pon ) berdiameter 194,2 mm
( 5,875 ) dengan lubang tengah diameter 54,0 mm ( 2,125 ) .
g.Satu buah arloji beban dan satu buah arloji pengukur penetrasi.
h.Alat penimbang dengan ketelitian 0,1 gr dan 1,0 gr.
i. Peralatan tambahan seperti talam, alat perata, kantong plastik, gelas
ukur dll.
12.3

Persiapan Percobaan
a) Sisa contoh tanah dari percobaan Compaction Test disiapkan dan
dijemur sampai kering, kemudian ditumbuk dan diayak dengan
saringan No. 4.
b) Contoh tanah yang lolos saringan No.4 ditimbang sebanyak tiga bagian
yang masing-masing beratnya 5,0 kg dan dibungkus dengan kantung
plastik.
c) Ketiga contoh tanah tersebut masing-masing dicampur dengan air
hingga mencapai kadar air optimum, lalu diaduk hingga tiap bagian
tanah menerima air secara merata.
d) Biarkan selama 24 jam.

12.4

Prosedur Percobaan
a) Contoh tanah sebanyak tiga bagian yang sudah didiamkan selama 24
jam tersebut tad untuk masing-masing bagian ditumbuk dalam cetakan
( mold ) dengan tumbukan sebanyak 10, 25 dan 56 kali yang diisi
dalam cetakan lapis demi lapis sebanyak lima lapis dengan volume
atau berat yang sama. Kelebihan contoh tanah pada cetakan diratakan
dengan alat perata untuk mendapatkan volume tanah dalam cetakan.
b) Cetakan dan tanah yang sudah ditumbuk tadi ditimbang dengan
timbangan yang memiliki ketelitian 0,1 gr.
c) Contoh tanah dalam cetakan yang sudah ditimbang tadi dilakukan
percobaan penetrasi dengan mesin penetrasi.

KELOMPOK VIII

80

Laporan Praktikum Mekanika Tanah II

d) Pada penetrasi dan interval waktu tertentu dibaca gaya perlawanan


tanah pada proving ring melalui dial pembacaan.
e) Keluarkan contoh tanah dari cetakan, ambil sedikit contoh pada bagian
atas, tengah dan bawah untuk menghitung kadar airnya.
12.5

Cara Perhitungan
Load ( P ) = Proving Ring Dial x Calibration
Pressure = Load x piston
Untuk penambahan air dapat digunakan rumus :
w water

w optimum w sampelkeringudara
100% w sampelkeringudara

.w sampel

Hasil perhitungan di atas dibuat grafik antara pressure ( pound ) dan


penetrasi ( inci ) masing masing untuk tumbukan 10 x, 25 x, dan 56 x.
Dari grafik dihitung harga CBR untuk ketiga macam tumbukan.
Dengan m dan kadar air (w) didapat d dengan rumus :

m
1+ w

Buat grafik antara berat isi kering vs kadar air saat dipadatkan dan
grafik dvs CBRDidapat harga CBR design dari contoh tanah
tersebut pada 95 % berat isi kering maksimum.
a. CBR untuk 10 x tumbukan

0,1 penetrasi =

201,94
x 100%
3000

= 6,731 %.

0,2 penetrasi =

430,80
x 100%
4500

= 9,573 %.

b. CBR untuk 25 x tumbukan

0,1 penetrasi =

376,95
x 100%
3000

0,2 penetrasi =

753,90
x 100%
4500

= 12,565 %.
= 16,353 %.

c. CBR untuk 56 x tumbukan

KELOMPOK VIII

81

Laporan Praktikum Mekanika Tanah II

12.6

0,1 penetrasi

0,2 penetrasi =

403,88
x 100%
3000

= 13,462 %.

1319,33
x 100%
4500

= 29,318 %.

Data Hasil Perhitungan.

ELAPSED PENETRATION
TIME
(0.01
(inch)
mm)
(minute)
0,00
0,50
1,00
1,50
2,00
2,50
3,00
3,50
4,00
5,00
6,00
7,00
8,00
9,00
10,00

0,00
63,50
127,00
190,50
254,00
317,50
381,00
444,50
508,00
635,00
762,00
889,00
1016,00
1143,00
1270,00

0,000
0,025
0,050
0,075
0,100
0,125
0,150
0,175
0,200
0,250
0,300
0,350
0,400
0,450
0,500

1st TEST

2st TEST

3st TEST

PROVING
RING 10-4
mm

Lbs

PROVING
RING 10-4
mm

Lbs

PROVING
RING 10-4
mm

Lbs

0,00
1,75
6,00
12,00
18,00
22,00
26,00
28,50
31,00
35,00
39,00
42,50
45,00
48,00
51,00

0,00
47,12
161,55
323,10
484,65
592,35
700,05
767,36
834,68
942,38
1050,08
1144,31
1211,63
1292,40
1373,18

0,00
3,00
6,50
13,00
22,00
34,00
47,00
60,50
72,00
90,50
106,00
118,50
129,50
139,00
148,00

0,00
80,78
175,01
350,03
592,35
915,45
1265,48
1628,96
1938,60
2436,71
2854,05
3190,61
3486,79
3742,58
3984,90

0,00
3,50
7,50
15,50
24,50
38,50
51,00
66,00
76,00
97,00
112,00
127,00
141,00
153,00
166,00

0,00
94,24
201,94
417,34
659,66
1036,61
1373,18
1777,05
2046,30
2611,73
3015,60
3419,48
3796,43
4119,53
4469,55

MOISTURE CONTENT DETERMINATION

KELOMPOK VIII

82

Laporan Praktikum Mekanika Tanah II

Mold No.
1. Container No.
2. Wcont + Wwet

gr

56,0
24,93

70
31,85

13,77
28,65

15
30,18

47
33,97

31
27,15

3. Wcont + Wdry
4. Wwater
5. Wcont

gr
gr
gr

23,59
1,34
9,20

29,97
1,88
9,78

27,07
1,58
9,68

28,50
1,68
9,89

31,75
2,22
8,35

25,55
1,60
8,31

6. Wdry

gr

14,39

20,19

17,39

18,61

23,4

17,24

7. w

9,31

9,31

9,09

9,03

9,49

9,28

Waverage

1. Ring No.
2. Wring + Wsoil
3. Wring
4. Wsoil
5. Volume of Soil
6.
7. Moisture Content
8. Dry Density

12.7

9,31

gram
gram
gram
cm3
Gram/cm3
%
Gram/cm3

9,06

A
11615
8490
3125
1840,87
1,698
9,312
1,55

9,38

A
12130
8490
3640
1840,87
1,977
9,057
1,81

A
12282
8490
3792
1840,87
2,060
9,384
1,88

Kesimpulan.
Dari hasil percobaan diperoleh :
Maximum Dry Density
:1,87 gram/cm3
Optimum Moisture Content:8,80 %
CBR
:45,9 % (di dapat dari hubungan antara
grafik dry density vs mouisture content & CBR vs dry density)

KELOMPOK VIII

83

Laporan Praktikum Mekanika Tanah II

Maximum Dry Density


Optimu Moisture
Content

1,87 gram/cm3

8,80 %

CBR

45,9 %

CBR VALUE

CBRat 0,1"

0 ,1"

Loads
x100%
3000

KELOMPOK VIII

CBR

at 0,2"

Loads 0, 2"
x100%
4500

84

Laporan Praktikum Mekanika Tanah II

BLO
WS

Loads at Pent
(Lbs)
0,1"
0,2"

CBR Value (%)


0,1"

0,2"

10

485

835

16,16

18,55

25

592

1939

19,75

43,08

56

660

2046

21,99

45,47

Contoh tanah

Cetakan silinder

Dongkrak

KELOMPOK VIII

85

Laporan Praktikum Mekanika Tanah II

Gambar 3. Alat Pengeluar Sampel Tanah

Hammer

KELOMPOK VIII

86

Laporan Praktikum Mekanika Tanah II

Mold Tampak Atas

KELOMPOK VIII

87

Laporan Praktikum Mekanika Tanah II

Dial Gauge

Proving Ring

Silinder Berisi Tanah

Step Up / Step Down


Speed Ring Selector

Gambar 4. Alat Percobaan CBR

KELOMPOK VIII

88