Anda di halaman 1dari 8

RANGKUMAN

BAB 2 IDENTIFIKASI MASALAH


2.1 Pendahuluan
Di dunia ini terdapat berbagai macam dan juga jenis desain dari alat pembuka
sumbat pada gabus, bagaimana mungkin beberapa dari tim desain, sama-sama
memulai mendesain sebuah pembuka sumbat, pada akhirnya mendapatkan
peralatan yg berbeda? contoh : double helix, lazy tongs, the waiters friend,
lever system dan screw pull
Semua peralatan yang ada di atas memakai ulir untuk dimasukan kedalam
sumbat botol. Alat-alat tersebut berbeda dalam keuntungan mekanik yang
diberikan, penampilan, kerumitan dan biaya produksi. Dalam solusi masalah
desain apapun, proses desain dimulai dari dengan mendefinisikan ketentuan
dan batasan dimana suatu solusi harus didapatkan. Uraian singkat proyek
yang disampaikan pada tim desain seingkali tidak lengkap sehingga
dibutuhkan riset dan pencarian informasi. Sehingga didapatkan PDS
(spesifikasi desain produk) yang lengkap.
Pendekatan dengan pertanyaan validitas ini seringkali dapat membuat
pelanggan mengubah ketentuan mereka. Draft awal PDS harus di
kembangkan sebelum memulai mencoba menghasilkan solusi suatu masalah.
Meskipun kita menginginkan sebuah PDS yang teridentifikasi lengkap dan
tertulis sebelum proses desain dimulai, kita harus menyadari bahwa dalam
banyak proyek, hal ini terbukti tidak dapat dilakukan.
Sangat penting untuk mengidentifikasi pelanggan prospektif, dan bahasa yang
digunakan dalam PDS harus dapat dimengerti dengan mudah. Tugas tim
desain adalah untuk memverifikasi bahwa setiap fungsi dan batasan yang
ditentukan adalah relevan, tepat dan realistis. Secara umum, dua tugas yang
harus diselesaikan jika kita ingin mendapatkan identifikasi masalah yang
menyeluruh:

(1) Definisi bidang masalah


(2) Perumusan masalah yang sebenarnya.
Perumusan masalah melibatkan penyusunan PDS yang komprehensif, yang
mendefinisikan semua fungsi yang dibutuhkan yang harus disediakan oleh
solusi, dan semua batasan dimana solusi tersebut harus efektif.
2.2 Kriteria PDS
Judul dan kriteria yang diilustrasikan pada gambar 2.5 dimaksudkan untuk
membantu menyusun PDS. Kelima judul utama pada gambar 2.5 yaitu
ketentuan peforma, ketentuan pabrikasi, standar penerimaan, penguraian dan
ketentuan operasi akan dibahas secara detail berikut ini
Ketentuan peforma

Ketentuan pabrikasi

Standar penerimaan

Fungsi-fungsi
Penampilan
Kehandalan
Kondisi lingkungan
Biaya ex-works
Ergonomik
Kualitas
Berat
Kebisingan

Proses-proses
Material
Perakitan
Kemasan
Kuantitas
Tanggal penyerahan

Inspeksi
Pengujian
Standar-standar
Hak paten

Spesifikasi Desain Produk

Ketentuan operasi

Penguraian

Instalasi
Penggunaan
Pemeliharaan keamanan

Standar-standar
Pengaturan hukum
Kebijakan perusahaan
bahaya

Gambar 2.5 Kriteria PDS

A. Ketentuan Peforma
1. Fungsi-fungsi
mungkin hanya satu fungsi tunggal yang dapat diberikan oleh sebuah
produk yang akan didesain, tetapi itu tidak umum.
2. Beban
Beban dapat dibagi menjadi beban primer dan beban konsekuensial.
3. Estetika
Pada beberapa kasus, ketentuan ini tidak penting, khususnya jika alat
atau strukturnya tersebut tidak untuk dilihat. Bagaimanapun, bagi
banyak produk konsumsi, desain elegan yang bagus adalah perlu,
untuk itu warna, bentuk, ukuran dan tekstur harus disebutkan.
4. Kehandalan
Daya tahan umur desain, dengan pertimbangan adanya pemeliharaan
rutin, harus, harus disebutkan.
5. Kondisi lingkungan
Termasuk batas cakupan suhu, batas cakupan kelembaban, batas
cakupan tekanan, kondisi lingkungan kimia dan magnetik dinamika
produk akan terekspos.
6. Biaya ex-works
Perusahaan-perusahaan menjual produk dengan harga maksimum
yang dapat dibeli pasar, yang serig kali tidak ada kaitannya dengan
biaya produksi.
7. Ergonomi (Faktor manusia)
Jika suatu produk dimaksudkan untuk digunakan oleh manusia maka
karakteristik pemakainya harus diperhitungkan. Desain dan fungsi

produk

serta

pemakaiannya

oprasional pengguna.

harus

merefleksikan

kemampuan

Keputusan-keputusan diambil berdasarkan

fungsi-fungsi yang dijalankan oleh produk dan akan semakin


kompleks sebagaimana kemampuan mesin meningkat. Lingkungan
dimana produk hendak dioprasikan harus disebutkan dengan
terperinci.
8. Kualitas
Kualitas produk harus memenuhi ketentuan pasar, dan kualitas semua
komponen harus konsisten.
9. Berat
Dalam beberapa indusrti, seperti industi pesawat udara dan ruang
angkasa, berat merupaka ketentuan yang paling penting. Bagaimanapu
berat tidak selalu minimum.
10. Kebisingan
Batas kebisingan maksimum yang dapat dihasilkan oleh produk yang
didesain harus disebutkan.

B. Ketentuan pabrikasi
1. Proses
Fasilitas pabrikasi in-house serta kriterian sumkber daya eksternal
harus disebutkan.
2. Material
Material-material untuk produk dan kemasannya juga harus
dipertimbangkan, dengan kriteria pemeliharaan material ditentukan
tanpa membatasi kerja tim desain secara berlebihan.

3. Perakitan
Metode perakitan harus disebutkan; otomatis, manual atau assembly
line.
4. Pengemasan dan pengiriman
Ukuran dan berat maksimum untuk kemudahan pengiriman harus
disebutkan.
5. Kuantitas
Perkiraan kuantitas produk yang hendak dijual kepasar bisa
berdampak besar pada pabrikasi dan material-material yang
digunakan.
6. Tangggal penyerahan
Jangka waktu yang dialokasikan untuk setiap tahap desain dan proses
produksi harus realistis.

C. Standar-stansar penerimaan
1. Inspeksi
Tingkat pemenuhan setandar harus disebutkan, sesuai peraturan yang
relevan dan tujuan yang ditetapkan dalam PDS.
2. Pengujian
Metode verifikasi produk harus disebutkan, beserta rencana waktu
pelaksanaan tes-tes yang diperlukan.
3. Standar-standar
standar bisa meliputi standar nasional, standar internasional dan
standar perusahaan.

4. Paten
Pencarian daftar paten merupakan hal penting untuk memastikan
bahwa desain tersebut tidak sama atau tidak melanggar klaim paten
lain yang mungkin relevan.
D. Penguraian
1. Standar
Standar setiap negara atau standar internasional mengenai penguraian
produk-produk dan material-material harus disebutkan semuanya
dalam PDS.
2. Peraturan
Peraturan mengenai ketentuan pengurain produk harus disebutkan.
3. Kebijakan perusahaan
Produk dengan dampak negatif yang lebih sedikit dibandingkan
dengan produk-produk lain akan memiliki keuntungan marketing yang
lebih tinggi.
4. Bahaya
Potensi bahaya apapun yang dapat menimbulkan masalah dan
kesulitan pada produk akhir harus diidentifikasi dan disebutkan.
E. Ketentuan-ketentuan operasi
1. Instalasi
Jika instalasi produk tergolong rumit, maka panduan instalasi harus
disebutkan.
2. Penggunaan
Biaya oprasional produk harus diminimalkan terkadang lebih penting
dari pada biaya pembelian awal produk.
3. Pemeliharaan
Jika dibutuhkan pemeliharaan, perawatan atau pemeriksaan rutin,
maka

interval

dan

kompleksitas

harus

disebut.

Untuk

menyederhanakan prosedur pemeliharaan, spesifikasi alat-alat khusus


dan fitur pembongkaran harus disebutkan jika perlu.

4. Keamanan
Terdapat banyak standar, banyak peraturan dan kode praktek yang
menentukan semua aspek keamanan suatu produk.
2.3 isi suatu PDS
Format isi lengkap suatu PDS seharusnya sebagai berikut:
(a) Identifikasi
: judul, indikasi, ororitas, tanggal
(b) Nomor penerbitan: sejarah publikasi, spesifikasi spesifikasi
(c)
(d)
(e)
(f)

sebelumnya yang berkaitan.


Daftar isi
: panduan layout PDS.
Kata pengantar : alasan dan latar belakang PDS
Pendahuluan
: pernyataan tujuan-tujuan
Ruang lingkup : pernyataan, pengecualian, cakupan dan batasan-

batasan
(g) Definisi
(h) Badab PDS

: istilah-istilah khusus yang diinginkan


: ketentuan peforma, ketentuan pabrikasi, setandar

penerimaan, ketentuan penguraian dan ketentuan oprasi.


(i) Lampiran
: contoh-contoh
(j) Indeks
: referensi silang
(k) Referensi
: terhadap spesifikasi nasional, internasional atau
internal

2.5 prinsip-perinsip
A. Prinsip-prinsip spesifikasi
1. Definisi
Atas persetujuan pelanggan, semua aspek teknis utama dari produk
yang akan datang harus disebutkan.
2. Informasi
Spesifikasi tersebut harus berisi informasi relevan dan up-to-date dari
berbagai sumber.
3. Fungsi

Pernyataan yang jelas mengenai fungsi-fungsi yang harus dipenuhi


oleh semua produk adalah titik awal spesifikasi.
4.Batasan
Berbagai aspek produk yang diindukasikan oleh survei pelanggan dan
pasar harus diproyeksikan kedalam pernyataan-pernyataan yang dapat
dijadikan panduan bagi desain teknik.
5. Interasi
Sejalan dengan perkembangan proyek, lebih banyak informasi akan
muncul yang akan menambah atau bertentangan dengan draf awal.