Anda di halaman 1dari 5

Trikomoniasis

1. Definisi
Trikomoniasis adalah infeksi protozoa yang disebabkan oleh T.
vaginalis dan biasanya ditularkan melalui hubungan kontak seksual dan dapat
menyerang traktus urogenitalis bagian bawah baik pada wanita maupun pria.
Keluhan paling sering dijumpai berupa duh tubuh pada vagina, gatal,
vaginitis, disuria, polakisuria dan dispareuni. Meskipun banyak juga dijumpai
tanpa adanya gejala
2. Epidemiologi
Manusia adalah satu-satunya tuan rumah yang alami untuk T.
vaginalis. Trikomoniasis adalah infeksi yang sangat umum di Amerika Serikat
dan di seluruh dunia. Perkiraan terbaru dari insidensi IMS di Amerika Serikat
memperkirakan terdapat insidensi 7,4 juta kasus baru trikomoniasis pertahun.
Meskipun ini jauh melebihi dari kejadian klamidia dan gonore, trikomoniasis
bukan prioritas pada kesehatan masyarakat, sebagaimana dibuktikan dengan
fakta bahwa trikomoniasis bukan salah satu penyakit IMS yang dilaporkan.
WHO memperkirakan bahwa infeksi ini porsinya hampir 50%dari semua
IMSyang dapat disembuhkan di seluruh dunia. Secara epidemiologis infeksi
T. vaginalis umumnya terkait dengan IMS lain dan sebagai penanda perilaku
seksual berisiko tinggi. Trikomoniasis sering terlihat bersamaan dengan IMS
lain, terutama gonore. Mayoritas wanita dengan trikomoniasis juga memiliki
bakterial vaginosis. Tidak seperti IMS lainnya, yang memiliki prevalensi lebih
tinggi di antara remaja dan dewasa muda, tingkat trikomoniasis lebih merata
di antara perempuan yang aktif secara seksual dari semua kelompok usia,
semakin memperkuat kegunaannyasebagai penanda untuk perilaku seksual
berisiko. Meskipun telah didokumentasikan bahwa T. vaginalis dapat hidup di
fomites,organisme diduga ditularkan hampir secara eksklusif oleh aktivitas
seksual.

3. Etiologi
Organisme penyebab trikomoniasis adalah T. vaginalis. Merupakan
protozoa flagellata yang mempunyai 4 flagella di bagian anterior yang
panjangnya hampir sama dengan panjang tubuhnya. Trichomonas mempunyai
bentuk yang bervariasi sesuai dengan kondisi lingkungan. Dalam biakan invitro organisme memiliki panjang 10m (5-20 m) dan lebar 7m dan
cenderung berbentuk elips atau ovoid, sedangkan pada vagina bentuknya
sangat bervariasi dan sering mengalami elongasi. Gerakan membran undulasi
sangat kuat dikendalikan oleh flagella posterior. Organisme ini berkembang
biak secara belah pasang memanjang dan dapat hidup dalam suasana pH 57,5. Pada suhu 50C akan mati dalam beberapa menit, tetapi pada suhu 0C
dapat bertahan sampai 5 hari.
4. Patogenesis
Dua teori yang ada mengenai patogenesis T. vaginalis, yaitu
mekanisme kontak-dependen dan kontak-independen. Keduanya menjelaskan
skenario patogenesis trikomoniasis yang sangat penting. Graves dan Gardner
menunjukkan bahwa kepatuhan, faktor kontak-independen, hemolisis, akuisisi
makromolekul tuan rumah oleh organisme dan respon host merupakan faktorfaktor penting dalam patogenisitas parasit ini. Empat protein adhesin mulai
dari 65 kDa ke 21kDa atau kurang, berhubungan dengan cytoadherence.
5. Gambaran klinis
T. vaginalis adalah spesifik untuk saluran genitourinari dan telah
diisolasi dari hampir semua struktur genitourinaria. Namun, banyak wanita
yang didiagnosis dengan trikomoniasis tidak menunjukkan gejala. Ketika
gejala muncul, keluhan utama yang paling umum di kalangan wanita yang
didiagnosis dengan T. vaginalis adalah keputihan, terlihat pada lebih dari 50%
kasus, diikuti dengan pruritus atau disuria.
Satu studi dari 200 wanita Nigeria menunjukkan 74% dengan
keputihan terinfeksi T.vaginalis. Pada pemeriksaan spekulum, duh vagina

mungkin bewarna atau berkarakteristik, dan meskipun duh vagina bewarna


hijau berbusa telah klasik dikaitkan dengan trikomoniasis. Duh vagina
mungkin berbau busuk dengan pH > 4.5. Trikomoniasis telah dikaitkan
dengan vaginosis bakteri pada satu studi. Clue sel yang ditemukan menjadi
faktor risiko independen untuk trikomoniasis diantara 249 perempuan Afrika
Selatan yang menghadiri klinik KB. Namun, karakteristik ini tidak sensitif
maupun spesifik. Kemampuan klinisi untuk memprediksi infeksi vagina
dengan T. vaginalishanya berdasarkan pemeriksaan fisik terbukti memiliki
nilai prediksi positif 47% di kalangan pekerja seks komersial di Kamerun.
Serviks yang patologik dapat terlihat pada trikomoniasis. Kolpitis makularis,
atau ''strawberry cervix'' hasil dari pendarahan punctata pada serviks. T.
vaginalis secara signifikan berhubungan dengan kolpitis makularis. Serviks
mukopurulen, eritema, dan kerapuhan juga dapat diamati. T. vaginalis dapat
dikaitkan dengan kanker serviks; Namun, faktor-faktor perancu seperti coinfeksi dengan HPV, belum terkontrol dengan baik dalam beberapa studi.
Diantara perempuan yang terinfeksi HIV, T. vaginalis infeksi dikaitkan dengan
Pelvic inflamatory disease (PID). Infeksi Trichomonas yang tidak terbatas
atau eksklusif untuk vagina, infeksi saluran kemih mungkin umum. Jadi,
sebaiknya dipertimbangkan adanya Trichomoniasis untuk wanita dengan
keluhan disuria.
6. Diagnosis
Diagnosis

T.vagina

biasanya

dilakukan

dengan

pemeriksaan

mikroskopis hapusan basah sekresi vagina. Setetes keputihan dikumpulkan


dari forniks vagina posterior dicampur dengan setetes normal saline dan
diperiksa segera di bawah mikroskop gelap tanah untuk protozoa motil aktif.
Tes ini cepat dan memberikan sensitivitas 45-60% yang lebih sensitif daripada
metode pewarnaan lainnya seperti Giemsa dan oranye acridine. Sensitivitas
mendeteksi trichomonads oleh Pap smear lebih rendah dibandingkan dengan
kultur dan juga sering hasilnya positif palsu.

7. Pengobatan
Golongan nitroimidazole hanyalah satu satunya obat yang diakui
efektif untuk mengobati Trichomoniasis, dengan dosis tunggal metronidazol.
Resistensi metronidazol jarang terjadi. Isolat T. vaginalis yang resisten secara
klinis biasanya menunjukkan peningkatan konsentrasi mematikan minimum
untuk metronidazol dalam kondisi pertumbuhan aerobik tapi tidak banyak
ketika dalam kondisi anaerobik. Centers for Diseases Control and Prevention
(CDC) merekomendasikan regimen untuk mengobati Trichomoniasis adalah
metronidazol 2 gram secara oral diberikan dalam dosis tunggal. Angka
kesembuhan sekitar 90-95%. Alternatif lain metronidazol 500 mg 2 kali sehari
selama 7 hari.

DAFTAR PUSTAKA
Djuanda, A., Natahusada, E.C., 2013. Trikomoniasis dalam Ilmu Penyakit Kulit dan
Kelamin. Jakarta: FKUI.
Siregar, R.S., 2015. Trikomoniasis dalam Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit.
Jakarta: EGC. pp. 301-302
Wolff, K., Johnson, R.A., 2009. Trikomoniasis dalam Fitzpatricks Color Atlas and
Synopsis at Clinical Dermatology. New York: McGraw Hill Inc. pp. 922