Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN SUPERVISI JIWA DI

RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT (UGD)


RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH DADI MAKASSAR
A. PENGKAJIAN
1. Identitas klien
a. Nama pasien : Tn A
b. Umur
: 34 Tahun
c. Jenis kelamin : laki- laki
d. Agama
: Kristen
e. Status
: belum menikah
f. Pendidikan : SMA
g. Pekerjaan
: pegawai swasta
h. Alamat
: Jl. Sudirman
i. No. Register : - , tanggal 10/06/2016
2. Keluhan utama
Gelisah
3. Alasan masuk
Pasien gelisah, berjalan mondar-mandir, berbicara sendiri, ketawa dan menangis
tanpa ada alasan yang jelas
4. Riwayat penyakit sekarang
Keluhan gelisah dialami pasien sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit. Pasien
sudah kedua kali masuk ke RS. Sejak 3 hari terakhir pasien juga sulit tidur dan
sulit makan. Jika tidak tidur pasien nampak mondar-mandir tanpa tujuan. Pasien
selalu nampak berbicara sendiri dan kadang disertai ketewa sendiri. Perubahan
perilaku dialami sejak tahun 20014. Pasien berkali-kali melamar polisi dan PNS
tetapi tidak lulus. Semenjak itu pasien sering didapati berbicara sendiri dan keluar
tanpa arah. Kepribadian pasien sebelum sakit, pasien adalah orang yang ramah,
mudah bergaul namun agak pendiam. Pada tahun 2014 pasien dirawat di RSKD
selama 2 minggu. Obat yang diberikan pada saat itu hanya dikonsumsi selama 5
bulan saja dan hingga saat ini pasien tidak konsumsi obat.
Beberapa hari terakhir pasien mendapatkan beban pikiran yaitu calon mertua
pasien yang mengungkapkan bahwa alangkah senangnya dirinya jika pasien
(calon menantunya) seorang pegawai negeri. Pikiran tersebut terus membebani
pasien dan akhirnya membuat pasien gelisah.
Tidak ada anggota keluarga pasien yang menderita penyakit yang sama. Klien
lahir normal, cukup bulan, proses kelahiran dibantu oleh bidan dirumah sakit, ASI
eksklusif. Proses pertumbuhan dan perkembangan pasien baik. Hubungan
keluarga dan masyarakat dengan pasien terjalin baik.

B. STATUS MENTAL
1. Keadaan umum
TD : 120/80 mmHg
P : 20x/i
N : 82x/i
S : 37C
Kontak mata kurang, keadaan pasien gelisah.
2. Penampilan
Pasien terlihat bersih dan nampak tidak rapi, pakaian yang digunakan berupa kaos
dan sepasang celana kain. Tidak ada luka ditubuh klien.
3. Kesadaran
Selama pengkajian pasien mampu mengenali tempat dan orang-orang sekitarnya.
4. Pembicaraan
Pasien jika diajak berbicara memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan yang
ditanyakan (tidak nyambung), klien bicara dengan volume suara yang pelan dan
kata

yang

diucapkan

terpotong-potong.

Pasien

tidak

mampu

memulai

pembicaraan dan terkadang pasien membisu.


5. Keadaan afek
Afek yang tidak sesuai (innapropriate affecti) ketidakharmonisan antara irama
perasaan emosional dengan gagasan, pikiran atau pembicaraan.
6. Proses berfikir
Kata-kata yang diucapkan pasien berbeli-belit dan lamban sesuai dengan
pernyataan yang diberikan perawat(sirkumstansial)
7. Persepsi
Klien dapat mempersepsikan sesuai dengan stimulus yang ada. Namun, dalam
interaksi klien sering mengatakan mendengar suara-suara yang mengatakan bahwa
aada yang ingin dan akan membunuh adiknya.
C. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Gangguan persepsi/sensori : halusinasi pendengaran
D. RENCANA KEPERAWATAN
1. Tujuan :
a. Membina hubungan saling percaya
b. Mengidentifikasi jenis halusinasi pasien
c. Mengidentifikasi isi halusinasi pasien
d. Mengidentifikasi frekuensi halusinasi pasien
e. Mengidentifikasi respon pasien terhadap halusinasi
f. Mengajarkan pasien menghardik halusinasi
g. Menganjurkan pasien memasukkan cara menghardik halusinasi dalam kegiatan
harian
2. Kriteria hasil :
a. Ekspresi wajah bersahabat, menunjukkan rasa senang, klien bersedia diajak
berjabat tangan, klien bersedia menyebutkan nama, ada kontak mata, klien
bersedia mengutarakan masalah yang dihadapinya.
b. Klien mampu menyebutkan jenis, isi, frekuensi halusinasi
c. Klien mampu menyebutkan respon pasien terhadap halusinasi

d. Klien mampu memperagakan cara menghardik halusinasi


3. Strategi Perencanaan
a. Bina hubungan saling percaya (BHSP)
1) Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal
2) Perkenalkan diri dengan sopan
3) Tanyakan nama lengkap pasien dan tanyakan nama panggilan yang
4)
5)
6)
7)

disukai pasien
Jelaskan tujuan pertemuan
Jujur dan menepati janji
Tunjukkan sifat empati dan menerima pasien apa adanya
Beri perhatian kepada pasien dan perhatikan kebutuhan pasien

b. SP I P
1) Identifikasi jenis halusinasi
2) Identifikasi isi halusinasi pasien
3) Identifikasi waktu halusinasi pasien
4) Identifikasi frekuensi halusinasi pasien
5) Identifikasi respon pasien terhadap halusinasi
6) Ajar pasien cara menghardik halusinasi
7) Anjurkan pasien memasukkan cara menghardik halusinasi dalam kegiatan
harian
E. TINDAKAN KEPERAWATAN
1) Orientasi
a. Salam terapeutik
assalamualaikum. Selamat siang pak, kenalkan nama saya Ratna Juwita, saya
suka dipanggil suster Ratna. Saya mahasiswa keperawatan UIN yang akan
merawat bapak disini. Nama bapak siapa? Senangnnya dipanggil apa, pak?
b. Evaluasi/Validasi
Bagaiamana perasaan bapak saat ini? Tadi malam tidurnya gimana pak?
Kegiatan apa saja yang sudah bapak lakukan pagi ini? Bapak terlihat bingung
dan suka bicara sendiri, ada yang ingin bapak ceritakan dengan saya?
c. Kontrak
1) Topik
apa bapak tidak keberatan jika kita ngobrol sebentar? Bagaimana kalau
kita mengobrol tentang suara dan sesuatu yang selama ini bapak
dengarkan?
2) Waktu
berapa lama bapak mau berbincang-bincang, bagaimana kalau 10 menit
saja pak?
3) Tempat
Dimana kita mau mengobrol? Bagaimana kalau diruangan ini saja pak?
2. Kerja
apa bapak mendengar suara-suara yang tidak ada wujudnya?
Apa yang dikatakan suara itu?
Apa bapakmelihat sesuatu/seseorang/bayangan atau makhluk tertentu?

Apakah suara itu terdengar terus-menerus atau sewaktu-waktu?


Kapan yang paling sering bapak mendengar suara itu?
Berapa kali sehari bapak mendengarnya?
Pada keadaan apa suara itu terdengar? Apakah pada waktu sendiri, sedang

beraktivitas kah atau saat keadaan lainnya?


Apa yang bapak rasakan pada saat mendengar suara itu?
Apa yang bapak lakukan pada saat mendengar suara itu? Apakah dengan cara

itu suara-suara itu menghilang?


Nah, Bapak, saya percaya kalau bapak mendengar suara-suara itu, tapi saya
dan orang lain di sekitar bapak tidak mendengar suara yang bapak dengar, jadi
hanya bapak sendiri yang bisa mengarnya, keadaan ini disebut halusinasi

pendengaran. Hal ini yang membuat bapak dirawat disini sekarang


Bagaimana kalau kita belajar cara-cara untuk mencegah suara itu muncul?
Bapak ada 4 cara untuk mencegah suara-suara 1. Dengan menghardik suara itu,
2. Dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain, 3. Melakukan kegiatan yang

sudah terjadwal dan, 4. Minum obat yang teratur.


Bagaimana kalau kita belajar satu cara dulu yaitu dengan menghardik?
Caranya begini pak : saat suara itu muncul bapak langsung saja bilang, pergi
saya tidak mau mendengar, saya tidak mau dengar. Kamu suara palsu, kamu

tidak nyata. Begitu, diulang-ulang sampai suara itu tidak terdengar lagi.
Baik bapak saya beri contoh dulu nanti bapak ikuti saya dan coba bapak

peragakan. Nah, begitu bagus. Coba lagi! Ya, baguss, bapak sudah bisa
3. TERMINASI
a. Evaluasi Subjektif
Bagaimana perasaan setelah berbincang-bincang mengenai suara-suara yang
bapak dengar? Bapak merasa senang?
b. Evaluasi Objektif
Setelah ngobrol tadi coba dicoba lagi nanti yang tadi saya ajarkan ki pak kalau
suara-suara itu muncul kembali.
c. Rencana tindak lanjut
kalau suara-suara itu muncul, coba bapak coba cara yang tadi dipelajari.
Sekarang kita buat jadwal latihannya ya pak, berapa kali sehari mau latihan usir
suara-suara itu pak?
d. Kontrak yang akan datang
Bagaimana kalau 2 jam lagi saya datang dan kita latihan cara yang lain untuk
mengusir suara-suara yang kita dengar, bagaimana kalau tempatnya disini saja?
Sampai nanti pak
F. TERAPI
Nama obat

Dosis

Kegunaan

Resperidone 2 gr
Clozapine 25 gr

2X1
1X1 (malam)

Antipsikotik
Antipsikotik

G. EVALUASI
S : klien menjawab salam dan memperkenalkan namanya. Klien mengatakan tidak
mendengar suara-suara lagi. Klien meminta rokok selama interaksi berlangsung
O : pasien menyebutkan nama dan berjabat tangan sambil tersenyum, kontak mata
kurang, intonasi suara pelan, klien terkadang tidak nyambung diajak bicara. Klien
kadang fokus melihat rokok yang terletak di dekat kasurnya.
A : gangguan persepsi/ sensori halusinasi pendengaran +
P : - evaluasi jadwal kegiatan harian pasien
- Latih pasien mengendalikan dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain
- Anjurkan pasien memasukkan kedalam jadwal kegiatan harian