Anda di halaman 1dari 13

Sistem Pelayanan RM di TPPRI

Posted on 22 November 2009 by ad4805mr

Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Inap (TPPRI) adalah adalah bagian bertanggung jawab
terhadap data dan informasi pasien yang akan di rawat inap dan yang sedang rawat inap.
Biasanya juga dapat berfungsi sebagai sebagai Tempat Pendaftaran Pasien Gawat Darurat
(TPPGD). Yang dibicarakan disini adalah berfungsi sebagai TPPGD dan TPPRI
A. Tugas Pokok TPPRI/TPPGD
1. Melakukan pencatatan setiap ada perubahan nama pasien masuk dan keluar yang
sedang rawat inap, termasuk mutasi pasien antar ruang. Bila perlu nama-nama pasien
yang sedang rawat inap dipasang pada papan sehingga mudah dibaca.
2. Menerima pendaftaran pasien GD.
3.

Menerima pasien yag rawat inap untuk diarahkan ke ruangan dan klas perawatan yang
sesuai dengan pilihan pasien dan admission note

4. Menyedikan formulir RM rawat inap tambahan yang diperlukan URI untuk mencatat
pelayanan medis dan keperawatan yang sesuai.
5. Melakukan komunikasi setiap saat dengan bangsal-bangsal URI tentang pasien masuk
dan keluar
6. Memberikan informasi yang jelas kepada yang membutuhkan.
B. B.

Dokumen

dan

Catatan

Yang

Digunakan

di

TPPRI

1.

KIB

2.

KIUP

3.

Dok

RM

4.

Surat

persetujuan

5.

Buku

register

6.

Buku

7.
8.

Buku

inap
RI

Penggunaan

catan

Formulir

penggunaan

catatan

9.

rawat
pendaftaran

Catatan

Buku

RI

penggunaan

nomor

tempat

Buku

tidur
Ekspedisi

10. Daftar penyakit yang harus segera dilaporkan ke DKK dati II (wabah dan penyakit
menular)
C.

Deskripsi

Kegiatan

Pokok

TPPRI

1. Setiap saat petugas TPPRI memastikan lebih dulu penggunaan tempat tidur di setiap
ruangan rawat inap dengan cara menanyakan kepada petugas ruangan atau dengan
melihat laporan sensus harian rawat inap yang dibuat oleh petugas bangsal jika sensus
tersebut

dikirim

ke

URM

diserahkan

disini.

2. Mencatat penggunaan tempat tidur ke dalam buku penggunaan ruangan dan


memasang
3.

nama

Menyiapkan

pada
catatan

papan
dan

yang
dok

telah
RM

disediakan.
meliputi

a.

KIB

b.

KIUP

c.

Dok

RM

d.

Surat

persetujuan

e.

Buku

register

f.

Buku

g.
h.

rawat

Formulir

penggunaan

catatan

penggunaan

i.

RI

Penggunaan

catan

Buku

inap

pendaftaran

Catatan

Buku

RI

nomor

tempat

tidur

Buku

Ekspedisi

j. Daftar penyakit yang harus segera dilaporkan ke DKK dati II (wabah dan penyakit
menular)
4. Menerima pasien rawat inap berdasarkan admission note atau pasien GD.
5.

Mewancarai

pasien

untuk

menentukan

bangsal

dan

kelas

perawatan

6. Mencatat identitas pasien serta identitas keluarga pasien yang sewaktu-waktu untuk
dapat

dihubungi

di

dokumen

RM

RI.

7. Membuat KIB, diserahkan kepada pasien dan memesan untuk dibawa setiap kali
berobat
8.

ke

Membuat

KIUP,

yang

sini.

kemudian

akan

di

serahkan

ke

TPPRJ.

9. Menuliskan no RM di tracer untuk diserahkan ke URM bagian filing untuk dicarikan


dokumen

RM

lama.

10. Memesan tempat tidur bagi pasien rawat inap ke bangsal rawat inap.
11.

Mencatat

di

buku

register

pendaftaran

pasien

rawat

inap.

12. Melaporkan data penyakit menular pasien yang di rawat inap per telepon dan surat ke
DKK
D.

dati

II

(KDRS)

Informasi

perlu

dalam

waktu

dihasilkan

di

24

bagian

TPPRI

jam.
:

1. Identitas pasien, Kunjungan Baru / Lama (RL1 hal2 item 2 dan 3), pasien yang di rawat
inap,

ruang

2.
3.

dan

Mutasi
Jumlah

yang

pasien

berasal

dari

URJ,

4.

Jumlah

pasien

rujukan.

5.

Alamat

pasien

untuk

6.

Cara

7.

Jumlah

pembayaran
tempat

kelas

tidur

kosong

rawat

UGD

dan

(RL1

langsung
hal

mengetahui

pasien.
dan

perawatan.

(RL1
yang

terisi

inap
rujukan

dari

item

cakupan
hal
disetiap

luar.
19)

pelayanan.

item

ruang

rawat

18)
inap.

8. Diagnosa pasien rawat inap yg berpenyakit wabah dan menular untuk dilaporkan ke
DKK
9.

datai
Petugas

TPPRI

yg

II.
dinas

pada

tiap

shift.

(sbr: Pengelolaan Sistem Rekam Kesehatan, Bambang Shofari (dr, MMR), tidak
dipublikasikan)

Sistem Pelayanan RM di URI


Unit Rawat Inap (URI) adalah bagian yang bertanggung jawab terhadap data dan
informasi medis dan keperawatan rawat inap. URI merupakan inti kegiatan
pelayanan, dan di sinilah paling banyak terjadi perekaman dan pencatatan
pelayanan
yang
diberikan
kepada
pasien.
A.
Tugas
Pokok
dan
Fungsi
URI
1.
Setiap
ada
mutasi
melaporkan
ke
TPPRI
2. Melakukan perekaman dan pencatatan identitas pasien, hasil pemeriksaan,
diagnosa, pengobatan, dan tindakan yang dilakukan kepada pasien
3. Menentukan tindak lanjut dari hasil pemeriksaan, apakah rujuk, kontrol, atau
dinyatakan
sembuh.
4.
Membuat
surat
rujukan
dan
jawaban
rujukan
5. Membuat SHRI berikut dokumen RM RJ ke bagian assembling
6. Bersama dengan kasir melakukan kontrol pendapatan jasa pelayanan
B.
Dokumen
dan
Catatan
Yang
Digunakan
di
URI
1.
Dok
RM
RI
sesuai
jenis
penyakitnya
2.
Buku
register
URI
3.
SHRI
4.
Formulir
Permintaan
Pemeriksaan
Penunjang
5.
Admission
note
(surat
perintah
rawat
inap)
6.
Buku
Ekspedisi
7.
Formulir
rincian
pembayaran
8.
Surat
rujukan
9.
Jawaban
rujukan
Berdasarkan Surat Edaran Dirjen Yanmed No. : HK.00.06.1.5.01160 Tentang
Petunjuk Teknis Pengadaan Formulir Rekam Medis Dasar Dan Pemusnahan Arsip
Rekam
Medis,
lembar
dokumen
RM
RI
meliputi
:
1.
Ringkasan
riwayat
masuk
keluar
2.
Surat
permintaan
Rawat
3.
Anamnesis
4.
Catatan
lanjutan
nurse/keperawatan
5.
Formulir
perjalanan
penyakit/instruksi/tindakan/terapi
6.
Daftar
pen
obatan/form
catatan
pemberian
obat
7.
Grafik
S,N,T
(observasi)
8. Permintaan pemeriksaan penunjang dan hasil pemeriksaan penunjang
9.
Ringkasan
diagnosis
10.
Resume
keluar
(hidup/mati)
11.
Formulir
spesialisasi
sesuai
jenis
spesialisasinya
12.
Keseimbangan
cairan
13.
Laporan
Anasthesi
14.
Laporan
Operasi
15.
Laporan
persalinan
dan
identifikasi
bayi

16.
Konsultasi
17.
Diagnotik
invasif
18.
Informed
Consent
19.
Catatan
dokter
pasien
pindah
20.
Catatan
nurse
pasien
pindah
21.
Salinan
resep
22.
Sebab
kematian
23.
Pulang
paksa
C.
Deskripsi
Kegiatan
Pokok
di
URI
1. Setiap ada mutasi pasien memberitahukan ke TPPRI perihal nama-nama pasien
yang rawat inap, pindahan dari bangsal lain, pasien yg dipindahkan ke bangsal lain,
dan pasien yang keluar serta jumlah tempat tidur yang masih belum dipakai.
2. Menerima pasien berdasarkan admission note dan dokumen RM (dokumen RM
RJ, GD dan RI) yg diantar oleh petugas pengantar pasien dari UGD atau URJdengan
menandatangani
pada
buku
ekspedisi.
3. Dokter dan perawat mencatat hasil anamnesa, pemeriksaan fisik, laboratorium,
rontgen, pengobatan, dan tindakan serta membubuhi nama dan tanda tangan
sebagai
penanggung
jawab
4. Menindak lanjuti hasil pemeriksaan dengan memutuskan perlu tindak lanjut,
dirujuk,
kontrol
atau
sudah
sembuh
5. Bila ada tindakan, sebelumnya pasien dan keluarga diberi cukup informasi, dan
dimintakan persetujuan (informed concent). Dalam hal ini dapat tertulis atau tidak
bergantung
kasusnya
6. Apabila diperlukan pemeriksaan penunjang, buat surat permintaan pemeriksaan
penunjang, kemudian ke IPP dan tempelkan hasil pemeriksaan IPP di dokumen RM
7.
Membuat
jawaban
rujukan
bila
diperlukan
8. Membuat surat keterangan sakit, kematian, dan kelahiran bagi pasien yang sudah
dinyatakan
boleh
keluar
dari
RS.
9.
Mencatat
kegiatan
di
register
rawat
inap
10. Membuat SHRI dan diserahkan ke bag assembling beserta dokumen RM RI
11. Membuat rincian beaya atas jasa pelayanan RI dan jasa tindakan RI untuk
dibayar
dikasir.
D.
Informasi
yang
perlu
dihasilkan
di
URI
:
1. Identitas pasien meliputi nama, alamat, nama dan alamat keluarga pasien yang
dapat
dihubungi.
2. Jumlah pasien masuk, pindahan, dipindahkan, keluar mati 48jam, keluar hidup, di
setiap
bangsal.
(SHRI)
3. Petugas RI dan dokter sebagai penanggung jawab terhadap pelayanan kesehatan
di
URI
4. Jumlah pembayaran / cara bayar (RL1 halaman 6 item 18)
(sbr: Pengelolaan Sistem Rekam Kesehatan, Bambang Shofari (dr, MMR), tidak
dipublikasikan)

Sistem Pelayanan RM di IPP


Posted on 22 November 2009 by ad4805mr

Instalasi Pemerksaan Penunjang (IPP) adalah bagian yang bertanggung jawab terhadap
data pemeriksaan penunjang. IPP meliputi laboratorium, radiologi, dan penunjang lainnya.
Bagian ini juga membantu penegakan diagnosa dan terapi yang diberikan kepada pasien.
Hasili dari IP adalah rahasia dan harus menyatu dengan dokumen RM.
A. Deskripsi Kegiatan Pokok di IPP
1. Menerima surat pengantar IPP dari URJ, URI, UGD
2. Mencatat identitas pasien dan jenis pemeriksaan yang diminta ke dalam buku register IPP
3. Melakukan pemeriksaan yang sesuai dengan permintaan dokter, kemudian mencatat hasil
pemeriksaan ke dalam hasil formulir pemeriksaan yang telah disediakan.
4. Membuat rincian beaya jasa pelayanan pemeriksaan penunjang berdasarkan tarif jasa
pelayanan yang diserahkan ke pasien untuk dibayarkan ke kasir
5. Menyerahkan atau mengirimkan hasil pemeriksaan ke unit di mana dokter yang meminta
bertugas. Penyerahan menggunkan buku ekspedisi.
6. Membuat SH pemeriksaan Penunjang, selanjutnya menyerahkan ke bagian URM dengan
buku ekspedisi
B. Dokumen dan Catatan Yang Digunakan di IPP
1. Buku register IPP
2. Formulir Permintaan Pemeriksaan Penunjang yang berisi identitas pasien, dokter, dan
tanda tangan dokter yang meminta.
3. SH pemeriksaan penunjang
4. Formulir hasil pemeriksaan penunjang
5. Buku Ekspedisi
6. Formulir rincian pembayaran
C. Informasi yang perlu dihasilkan di URJ:
1. Identitas pasien
2. Jumlah pasien yang diperiksa pada setiap jenis pemeriksaan (RL1 halaman item 9 dan
11)
3. Dokter sebagai peminta pemeriksaan penunjang.
4. Nama petugas dan penanggung jawab di IPP
5. Jenis specimen pemeriksaan yang digunakan
6. Jumlah pembayaran / cara bayar (RL1 halaman 6 item 18)
(sbr: Pengelolaan Sistem Rekam Kesehatan, Bambang Shofari (dr, MMR), tidak
dipublikasikan)

Sistem Pelayanan RM Di IGD


Posted on 16 November 2009 by ad4805mr

Adalah bagian yang bertanggungjawab terhadap data dan informasi medis dan keperawatan
gawat darurat. Biasanya pasien yang datang dalam keadaan gawat darurat, namun sering
juga pasien yang datang dalam keadaan tidak emegency penyakitnya tetapi emergency
waktunya misalnya diluar jam kerja, atau tengah malam. Pada dasarnya sifat pelayanan di
sini membutuhkan kecepatan penanganan sehingga mengharuskan pelayanan medis lebih
dulu dari pada pelayanan administrasi, artinya kegawatdaruratannya harus segera diatasi
terlebih dulu kemudian kelengkapan data administrasi dan rekam medis.
A. Tugas Pokok IGD :
1. Melakukan perekaman dan pencatatan identitas
2. Melakukan perekaman dan pencatatn identitas pasien, hasil pemeriksaan, diagnosa,
pengobatan, dan tindakan yang dilakukan kepada pasien
3. Menentukan tindak lanjut dari hasil pemeriksaan, apakah di rawat inap, rujuk, kontrol, atau
dinyatakan sembuh.
4. Membuat surat rujukan dan jawaban rujukan
5. Membuat SHGD berikut dok rm GD ke bag assembling untuk pasien yang diperbolehkan
pulang.
6. Bersama dengan kasir melakukan kontrol pendapatan jasa yan rj
B. Dokumen dan catatan yang digunakan di IGD :
a. Surat perintah rawat inap (admission note)
b. Surat permintaan pemeriksaan penunjang.
c. Surat pengantar rujukan
d. Surat keterangan kematian, surat sakit.
e. Informed concent
f. Visum et repertum
g. Buku register pasien gawat darurat
h. SHGD (Sensus Harian Gawat Darurat)
i. Resep
j. Buku catatan pembayaran atau bukti tindakan
k. Buku ekspedisi
C. Deskripsi kegiatan pokok IGD :
1. Setiap pergantian jaga mengontrol ketersediaan formulir dan catatan sebagai
kelengkapan pelayanan rm di IGD.
a. Dokumen RM GD
b. Surat perintah rawat inap (admission note)
c. Surat permintaan pemeriksaan penunjang.
d. Surat pengantar rujukan
e. Surat keterangan kematian, surat sakit.
f. Informed concent
g. Visum et repertum

h. Buku register pasien gawat darurat


i. SHGD (Sensus Harian Gawat Darurat)
j. Resep
k. Buku catatan pembayaran atau bukti tindakan
l. Buku ekspedisi
2. Mewancarai pasien atau pengantarnya dan mencatat identitas pasien di dokumen rm GD.
3. Dokter dan perawat mencatat hasil anamnesa, pemeriksaan fisik, laboratorium, radiologi,
pengobatan, dan tindakan di dalam dokumen rm GD.
4. Bila ada tindakan, sebelumnya pasien dan kelurga diberi cukup informasi, dan dimintakan
persetujuan (informed concent). Dalam hal ini dapat tertulis atau tidak bergantung kasusnya
5. Menindak lanjuti hasil pemeriksaan dengan memutuskan perlu dirujuk, dirawat inap atau
tidak.
6. Bila dinyatakan rawat inap, buatkan surat perintah rawat inap (admission note) beserta
dok rm rj pasien diantar oleh petugas ke TPPRI dengan buku ekspedisi
7. Apabila diperlukan pemeriksaan penunjang, buat surat permintaan pemeriksaan
penunjang, kemudian dipersilakan menunuju ke IPP
8. Apabila diperlukan buat surat keterangan sakit atau keterangan sehat.
9. Mencatat kegiatan di register rawat pasien GD
10. Membuat SHGD dan diserahkan ke bagian assembling beserta dok rm GD yang rawat
pulang atau rawat jalan.
11. Membuat pengantar pembayaran tindakan jasa IGD diserahkan kepada pasien atau
pengantarnya untuk dibayar ke bagian kasir
D. Informasi yang perlu dihasilkan oleh IGD :
1. Identitas pasien
2. Jumlah kunjungan lama dan baru (RL1 halaman 2 item 2 dan 3)
3. Jumlah pasien berdasarkan kasus Bedah, Non bedah, kebidanan, anak, dab psikiatrik.
(RL1 halaman 2 item 7)
4. Jumlah pasien yang dirawat inap, dirujuk, pulang dan mati
5. Jumlah pasien dan asal rujukan serta jumlah yg dirujuk
6. Petugas penanggung jawab di IGD
7. Jumlah pembayaran jasa IGD
(sbr: Pengelolaan Sistem Rekam Kesehatan, Bambang Shofari (dr, MMR), tidak
dipublikasikan)

Cara Pengisian Register Pendaftaran Rawat Inap


Posted on 14 Desember 2009 by ad4805mr

Berikut adalah formulir Register Pendaftaran Rawat Inap versi Depkes. Berikut cara
pengisiannya :

Tanggal/Bulan : diisi dengan tanggal/bulan pada saat mendaftar

Nomor urut : diisi dengan nomor urut pasien rawat inap yang melalui TPPRI

Nomor rekam medis : diisi sesuai dengan nomor RM yang telah ditetapkan atau
menggunakan nomor RM di Rawat Jalan/lainnya bila telah mempunyai nomor
sebelumnya

Nama : diisi sesuai dengan nama pasien yang akan dirawat

Alamat : diisi dengan alamat lengkap pasien yang ada dalam KTP atau KTP orang
tuanya

Umur Laki-laki : Umur pasien saat masuk rawat inap

Umur Perempuan : Umur pasien saat masuk rawat inap. Umur dihitung dengan
pembulatan ke bawah

Cara penerimaan pasien masuk RS : beri tanda V pada salah satu kolom yang
sesuai

Asal pasien : beri tanda V pada salah satu asal pasien dikirim/datang

Nama ruang rawat diisi dengan nama ruangan rawat inap tempat pasien dirawat

Kelas perawatan : diisi dengan kelas rawat inap dimana pasien dirawat

Pindah intern-Ruang rawat inap : diisi dengan nama ruang tempat pasien
dipindahkan

Pindah intern-Kelas perawatan : diisi dengan kelas perawatan tempat pasien

Pindah intern-Tanggal pindah : diisi dengan tanggal pasien tersebut dipindahkan

Tanggal dan jam keluar RS (Hidup/Mati) : diisi dengan tanggal pasien keluar RS
(baik hidup atau mati)

Cara Pembayaran : diberi tanda V pada kolom yang sesuai dengan cara pembayaran
yang dilakukan

Cara pengisian Register TPPRJ


Posted on 14 Desember 2009 by ad4805mr

Ini adalah contoh formulir register pendaftaran rawat jalan versi petunjuk depkes. berikut
adalah cara pengisiannya :

No. Urut diisi dengan nomor urut pasien rawat jalan yang mendaftar di TPPRJ

Tanggal/Bulan diisi saat pasien mendaftar

Nomor RM diisi sesuai dgn no RM pasien ybs

Nama diisi dgn huruf cetak sesuai dgn nama yang tertera pd KTP atau keterangan
lainnya

Alamat lengkap adalah alamat yang sesuai dengan KTP pasien atau
keterangan/penjelasan dari pasien/keluarga pasien

Pekerjaan diisi dengan pekerjaan pasien atau orang tua pasien

Agama diisi sesuai dengan agamanya masing-masing

Pendidikan diisi sesuai dengan pendidikan pasien

Umur (Laki-laki) : dikolom umur pengunjung laki-laki

Umur (Perempuan) : dikolom umur pengunjung perempuan. Umur dihitung dengan


pembulatan ke bawah

Pengunjung baru : beri tanda V bila pasien baru berkunjung ke RS tsb

Pengunjung lama : beri tanda V bila pernah berkunjung ke RS tsb

Cara Pembayaran Membayar : beri tanda V bila pasien membayar penuh

Cara Pembayaran Asuransi-Askes : beri tanda V bila menggunakan Askes

Cara Pembayaran Asuransi-Asuransi Lain : beri tanda V bila menggunakan


asuransi lain

Cara Pembayaran Asuransi-JPKM : beri tanda V bila menggunakan kartu JPKM

Cara Pembayaran Asuransi-Kontrak : beri tanda V bila menggunakan jaminan


instansi/perusahaan

Cara Pembayaran Keringanan : Beri tanda V bila membayar secara tidak penuh

Cara Pembayaran Gratis-Kartu Sehat : beri tanda V bila pasien menggunakan kartu
sehat

Cara Pembayaran Gratis-Tidak Mampu : beri tanda V bila pasien membawa surat
keterangan tidak mampu dari Lurah/Pejabat tertentu

Keterangan diisi dengan hal-hal yang penting

KODEFIKASI DAN INDEKSING

KODEFIKASI DAN INDEKSING adalah bagian yang bertanggungjawab terhadap


penelitian dan pengoreksian penulisan kode penyakit, tindakan atau operasi, sebab
kematian dan dokter. Kode penyakit dengan menggunakan ICD 10. Kode tindakan
menggunakan ICOPIM dan ICD 9 CM. Perubahan penggunaan dari ICD 9 ke ICD 10
berdasarkan SK Dirjen Yanmed No. HK 00.05.1.4.00744 tentang Penggunaan
Klasifikasi Internasional mengenai Penyakit rev.10 di RS. Pemberlakuan Klasifikasi
Statistik Internasional Mengenai Penyakit Rev.10 (1985) mengganti rev.9 (1979)
berdasarkan SK Menkes RI Nomor 50/Menkes/SK/I/1998.

A. Tugas Pokok Kodefikasi dan indeksing:


1. Membuat daftar penyakit dan tindakan yang sering ditulis dokter dengan kode-kode
yang sesuai
2. Meneliti dan mengoreksi kode ICD 10, ICOPIM, dan ICD 9 CM yang ditulis para
dokter dan perawat.
3. Menyusun kode dokter berikut nama-namanya.
4. Membuat indeks penyakit, tindakan, kematian, dan indeks dokter.
5. Menyimpan dan menyediakan ineks untuk analisis data rekam.
6. Membuat catatan penggunaan formulir indeks.

B. Dokumen dan catatan yang digunakan :


1. Dokumen RM
2. Kartu Kendali
3. Kartu indeks
4. Buku catatan penggunaan indeks
5. ICD 10
6. ICD 9 CM
7. ICOPIM
8. Kamus Kedokteran

C. Deskripsi kegiatan pokok Kodefikasi dan indeksing


1. Menerima kartu kendali dan dokumen RM dari asembling
2. Meneliti dan mengoreksi kode ICD 10, ICOPIM dan ICD 9 CM yang tertulis di
dokumen RM.
3. Dokumen RM yang telah dikoreksi diserahkan ke fungsi penyimpanan.
4. Mencatat kelengkapan isi kartu kendali.
5. Membuat indeks penyakit dengan cara mengelompokkan kartu kendali yang berkode
ICD 10 sama kemudian memindahkan ke kartu indeks penyakit.
6. Membuat indeks tindakan dengan cara yang sama di indeks penyakit
7. Membuat indeks dokter
8. Menyusun indeks secara alphabet

9. Menyediakan indeks bagi yang memerlukan dengan menggunakan buku catatan


penggunaan indeks.

D. Informasi yang perlu dihasilkan oleh bagian kodefikasi dan indeksing


1. Hasil rekap SHRI, SHGD, SHRJ, SH lab, dan SH radiologi
2. Jumlah Daftar Penyakit sesuai kunjungan yang akan dibuat untuk RL2a, Rl2b
3. Jumlah atau hasil tindakan yang diberikan kepada pasien.
4. Jumlah atau daftar hasil sebab kematian.
MM

Sistem Pelayanan RM Di Analising dan Reporting RM


Posted on 24 Desember 2009 by ad4805mr

Adalah bagian yang bertanggungjawab terhadap analisa data dan informasi RM yang sudah
terkumpul untuk diolah menjadi laporan. Bagian ini merupakan terminal dari kegiatan
pencatatan dan pengolahan data RM.
A. Tugas Pokok analising dan Reporting RM :
1.

Setiap bulan menyusun laporan RL 1 berdasarkan rekapitulasi dan data tambahan lain yang diperlukan.

2.

Setiap bulan menyusun laporan RL2a dan RL2b yang disusun berdasarkan indeks penyakit rawat jalan
dan rawat inap

3.

Setiap tahun menyusun RL3 berdasarkan data dari bagian tata usaha atau Pelayanan Medis.

4.

Setiap semester menyusun RL 4 berdasarkan data dari kepegawaian.

5.

Setiap tahun menyusun RL5 berdasarkan data dari IPSRS.

6.

Mengirimkan laporan RS berdasarkan peraturan Depkes

B. Dokumen dan catatan yang digunakan :


1.

Rekapitulasi harian, bulanan, dan triwulan,

2.

Indeks penyakit, indeks operasi, dokter, dan sebab kematian.

3.

Forfmulir RL1 sampai dengan RL6.

4.

Sensus harian dari setiap unit pelayanan.

C. Deskripsi kegiatan pokok Analising dan Reporting RM :


1.

Menerima sensus harian dari berbagai unit pelayanan.

2.

Merekapitulasi sensus harian ke formulir rekapitulasi harian, bulanan, dan triwulan.

3.

Membuat laporan RL1 tentang kegiatan RS setiap tiga bulan

4.

Membuat laporan morbiditas rawat jalan RS berdasarkan indeks penyakit rawat jalan setiap tiga bulan
(RL2b)

5.

Membuat laporan morbiditas rawat inap RS berdasarkan indeks penyakit rawat inap setiap tiga bulan
(RL2b)

6.

Membuat laporan mortalitas RS berdasarkan indeks kematian.

7.

Membuat laporan jenis operasi RS berdasarkan indeks operasi.

8.

Membuat laporan kegiatan setiap dokter berdasarkan indeks dokter.

9.

Membuat laporan BOR, LOS, TOI, BTO, NDR, GDR rumah sakit berdasarkan rekapitulasi bulanan
(RP1)

10. Membuat cakupan pelayanan RJ, GD, RI.


11. Membuat laporan RL3 tentang data Inventarisasi RS setiap tahun.
12. Membuat laporan RL4 tentang data ketenagakerjaan RS setiap semester.
13. Membuat laporan RL5 tentang data peralatan medis RS setiap tahun.
14. Membuat laporan RL6 tentang infeksi nosokomial.
15. Menyajikan grafik Barber Johnson RS dan setiap bangsal rawat inap.
16. Menyajikan laporan lain dalam bentuk grafik.
D. Informasi yang perlu dihasilkan di bagian reporting RM
1.

Data klasifikasi 20 besar penyakit, sebab kematian, jenis operasi dan kegiatan dokter dalam periode
tertentu.

2.

Tingkat efisiensi RS.

3.

Cakupan pelayanan RJ, RI, GD.

4.

Laporan RL1 sampai dengan RL6.

5.

Penyajian grafik-grafik kegiatan RS.