Anda di halaman 1dari 39

.

ab

gk

ad
un

//b

ht
tp
:

ps
.g
o

.id

.b

ab

gk

ad
un

//b

ht
tp
:

ps
.g
o

.id

TINGKAT PENGHUNIAN KAMAR HOTEL


KABUPATEN BADUNG 2014

: 978-602-6995-08-7

Katalog BPS

: 8403001.5103

Nomor Publikasi

: 51030.1523

Ukuran Buku

: 14,8 cm x 21 cm

Jumlah Halaman

: v + 30

ab

.b

ps
.g
o

.id

ISBN

gk

Penanggung Jawab : Ir. Dewa Made Suambara, MMA

Naskah

: I Wayan Kamajaya, SE.

ad
un

Penyunting

: Sony Puji Triasmoro, SST

//b

Gambar Kulit

: Sony Puji Triasmoro, SST


: Badan Pusat Statistik Kabupaten Badung

Dicetak Oleh

: CV. Bhineka Karya

ht
tp
:

Diterbitkan Oleh

Boleh dikutip dengan menyebut sumbernya

KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR
Om Swastyastu,
Sektor pariwisata semakin berkembang dan menjadi salah
satu penggerak sektor ekonomi. Sektor ini merupakan sektor
unggulan dalam menunjang perekonomian di Kabupaten Badung.

ps
.g
o

.id

Mengingat pentingnya sektor pariwisata itulah maka


Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Badung menerbitkan
publikasi Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung
Tahun 2014 yang diharapkan mampu menjadi rujukan bagi para
pengambil kebijakan ataupun para peneliti.

ad
un

gk

ab

.b

Data yang disajikan pada publikasi ini diperoleh dari


berbagai survei yang dilaksanakan BPS Kabupaten Badung baik
secara bulanan maupun tahunan. Oleh karena itu kami sampaikan
terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung
terlaksananya survei-survei sektor pariwisata tersebut dengan
memberikan data yang akurat dan tepat waktu.

ht
tp
:

//b

Namun yang perlu disadari bahwa publikasi ini


memerlukan penyempurnaan sehingga dapat memenuhi harapan
pembaca. Oleh karenanya, kritik dan saran sangat diharapkan
untuk penyajian yang lebih baik.
Om Shanti,Shanti,Shanti, Om
Mangupura, Desember 2015
Kepala Badan Pusat Statistik
Kabupaten Badung

Ir. Dewa Made Suambara, MMA


NIP. 19661003 199212 1 001

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................ i


DAFTAR ISI .................................................................................... ii
DAFTAR GAMBAR ......................................................................... iii

.id

DAFTAR TABEL .............................................................................. iv

ps
.g
o

BAB I. Pendahuluan .......................................................................1


1.1. Latar Belakang ...................................................................1
1.2. Ruang Lingkup ................................................................ 3

ab

.b

1.3. Sistematika Penulisan..................................................... 4

gk

BAB II. Metodologi ...................................................................... 5

ad
un

2.1. Survei VHT-S.......................................................................... 5


2.1.1 Metode Pengumpulan Data .................................. 5
2.1.2 Desain Sampling..................................................... 6

ht
tp
:

//b

2.2. Survei VHT-L ................................................................... 7


BAB III. Konsep Dan Definisi ......................................................... 8
BAB IV. Pembahasan ................................................................... 11
4.1 Hotel dan Akomodasi Lainnya ........................................ 11
4.2 Tingkat Penghunian Kamar (TPK) ................................... 14
4.3 Rata-Rata Lama Menginap.............................................. 18
Tabel-Tabel .................................................................................. 22

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

ii

DAFTAR GAMBAR
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Persentase banyaknya hotel berbintang dan


non bintang di Kabupaten Badung Tahun 2014 ......... 11
Gambar 2. Persentase Hotel Berbintang Berdasarkan

.id

Jumlah Bintangnya ..................................................... 14

ps
.g
o

Gambar 3. Perkembangan TPK Hotel Berbintang dan non

bintang di Kabupaten Badung, tahun 2010-2014 ........ 15

.b

Gambar 4. Tingkat Hunian Kamar untuk Hotel Berbintang

ab

dirinci menurut bulan di Kabupaten Badung,

ad
un

gk

Tahun 2013-2014 .......................................................... 16


Gambar 5. Tingkat Hunian Kamar untuk Hotel non
Berbintang dirinci menurut bulan di Kabupaten

ht
tp
:

//b

Badung, Tahun 2013-2014 ............................................ 17

Gambar 6. Perkembangan rata-rata Lama menginap Turis


Asing menurut Jenis Hotel di kabupaten Badung
tahun 2010-2014 ........................................................ 19
Gambar 7. Perkembangan rata-rata Lama menginap Turis
Domestik menurut Jenis Hotel di kabupaten
Badung tahun 2010-2014 .......................................... 20

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

iii

DAFTAR TABEL
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Jumlah Perusahaan/Usaha Akomodasi Menurut


Klasifikasi Berbintang dan Non Berbintang di
Kabupaten Badung, 2014 .................................................. 12

.id

Tabel 1. Persentase Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel

ps
.g
o

Berbintang dirinci per Bulan di Kabupaten Badung,


Tahun 2013- 2014 ........................................................... 23
Tabel 2. Persentase Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel

ab

.b

Non Berbintang dirinci per Bulan di Kabupaten

gk

Badung, Tahun 2013- 2014 ............................................. 24

ad
un

Tabel 3. Persentase Tingkat Pemakaian Tempat Tidur dirinci


menurut jenis hotel di Kabupaten Badung, Tahun

//b

2014 ................................................................................ 25

ht
tp
:

Tabel 4. Rata-rata Lama Tamu Menginap (Asing dan Dalam


Negeri) dirinci menurut Jenis Hotel di Kabupaten
Badung, Tahun 2014 ....................................................... 26

Tabel 5. Rata-rata Lama Tamu Menginap Asing dirinci


menurut Jenis Hotel di Kabupaten Badung, Tahun
2014 ................................................................................ 27

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

iv

DAFTAR TABEL
Tabel 6. Rata-rata Lama Tamu Menginap Dalam Negeri dirinci
menurut Jenis Hotel di Kabupaten Badung, Tahun
2014 ................................................................................ 28
Tabel 7. Perbandingan Tamu Asing dan Dalam Negeri yang
Datang ke Hotel Dirinci Menurut Jenis Hotel di

.id

Provinsi Bal ...................................................................... 29

ps
.g
o

Tabel 8. Tingkat Penghunian Ganda Atas Kamar (GPR) Dirinci


Menurut Jenis Hotel di Kabupaten Badung, Tahun

ht
tp
:

//b

ad
un

gk

ab

.b

2014 ................................................................................ 30

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

PENDAHULUAN
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Sektor pariwisata merupakan salah satu andalan dalam

.id

menyumbang devisa bagi Propinsi Bali, tak terkecuali dengan

ps
.g
o

Kabupaten Badung. Data PDRB (Produk Domestik Regional


Bruto) Kabupaten Badung dalam beberapa tahun terakhir
menunjukkan bahwa perekonomian Badung lebih banyak

.b

bergantung pada sektor perdagangan, hotel dan restoran

gk

ab

dimana sektor tersebut erat kaitannya dengan sektor pariwisata.


Posisi Badung yang mempunyai kekayaan alam yang

Badung

ad
un

membentang mulai dari sebelah selatan sampai dengan wilayah


Utara

mampu

menarik

para

wisatawan

baik

//b

mancanegara maupun domestik untuk menempatkan Badung

ht
tp
:

sebagai tujuan utama dalam itinerary perjalanan wisata mereka


apabila berwisata ke Pulau Bali. Dengan perpaduan kekayaan
alam berupa garis pantai yang panjang membentang pada
wilayah Badung Selatan (Daerah Benoa, Jimbaran, Nusa Dua dan
Kuta) dan ditunjang agrowisata dan wisata budaya di sebelah
Badung Utara mampu menjadikan Kabupaten badung sebagai
daerah tempat tujuan wisata yang cukup populer di seluruh
dunia.

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

PENDAHULUAN
Kondisi pariwisata di Kabupaten Badung yang menjanjikan
tersebut membuat para investor tertarik untuk melakukan usaha
yang mendukung kegiatan pariwisata tersebut, yang salah
satunya adalah di bidang perhotelan dan jasa kepariwisataan
lainnya. Dengan dukungan fasilitas dan akomodasi yang bagus
tentunya akan berdampak pada tingkat kunjungan wisatawan ke

.id

tempat wisata di Kabupaten Badung yang pada akhirnya

ps
.g
o

berpengaruh dalam meningkatkan pendapatan masyarakat,


seperti di sektor kerajinan, restoran, agen perjalanan wisata,

.b

bahkan di sektor pertanian sebagai penyedia bahan baku

ab

makanan.

gk

Dalam perkembangannya, untuk mengoptimalkan sektor

ad
un

yang menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar ini


diperlukan pemantauan dan informasi yang akurat dan mutakhir.

//b

Informasi tersebut harus dipantau berkala sehingga dapat

ht
tp
:

mengukur kemajuannya serta untuk evaluasi beberapa hal yang


perlu dibenahi atau ditingkatkan.
Oleh karena itu Badan Pusat Statistik yang mempunyai

tugas untuk menyediakan statistik dasar melakukan beberapa


survei yang dapat mendeskripsikan kegiatan kepariwisataan,
yaitu:
1. Survei tahunan Perusahaan/usaha Jasa Akomodasi (VHT-L).

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

PENDAHULUAN
2. Survei Tingkat Hunian Usaha Jasa Akomodasi/ Hotel (VHT-S)
bulanan.
1.2. Ruang Lingkup
Publikasi ini memuat informasi mengenai jumlah usaha
jasa akomodasi, data tingkat hunian kamar hotel berbintang

.id

maupun hotel non berbintang, dan rata-rata menginap tamu

ps
.g
o

pada usaha jasa akomodasi yang ada di Kabupaten Badung.


Publikasi Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung

.b

Tahun 2014 ini merupakan hasil pengolahan dari pencacahan

ab

terhadap usaha jasa akomodasi yang ada di Kabupaten Badung

gk

yakni Survei VHT-S dan VHT-L. Penyajiannya disajikan dalam

ad
un

bentuk tabel dan grafik disertai analisis deskriptif singkat yang


berkaitan dengan data yang disajikan.

//b

Data yang diperoleh merupakan hasil survei maupun

ht
tp
:

sensus. Pencacahan perusahaan/usaha jasa akomodasi ini


dilaksanakan di seluruh Kabupaten Badung yang meliputi usaha
akomodasi komersial jangka pendek. Perusahaan/usaha jasa
akomodasi jangka pendek yang dicakup dalam kegiatan ini
meliputi hotel baik bintang maupun non bintang, pondok wisata
(home stay), dan jasa akomodasi lainnya (penginapan remaja,
villa, bungalow, dan cottage).

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

PENDAHULUAN
1.3 Sistematika Penulisan
Publikasi

ini

tersusun

dalam

(empat)

bab,

dilengkapi tabel-tabel lampiran dengan sistematika sebagai


berikut;
PENDAHULUAN, meliputi

Latar

Belakang,

BAB II.

ps
.g
o

Lingkup, dan Sistematika Penulisan.

Ruang

.id

BAB I.

METODOLOGI, meliputi S u m b e r D a t a , Metode

.b

Pengumpulan Data, dan Desain Sampling.

ab

BAB III. KONSEP DAN DEFINISI, meliputi berbagai konsep dan

PEMBAHASAN,

ad
un

BAB IV.

gk

definisi yang digunakan dalam publikasi ini.


meliputi

Hotel dan Akomodasi

Lainnya, Tingkat Penghunian Kamar, dan Rata-Rata

//b

Lama Menginap Tamu.

ht
tp
:

TABEL-TABEL

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

METODOLOGI
BAB II
METODOLOGI
2.1. Survei VHT-S
Kegiatan

pencacahan

perkembangan

jasa

usaha

.id

akomodasi/ hotel (VHT-S) dilaksanakan secara rutin setiap bulan.

ps
.g
o

Nama dan alamat usaha akomodasi/hotel yang digunakan


sebagai kerangka sampel diperoleh dari hasil pendataan usaha

.b

akomodasi/hotel (VHT-L) tahun sebelumnya.

ab

2.1.1. Metode Pengumpulan Data

gk

Pengumpulan data perkembangan usaha jasa akomodasi/

ad
un

hotel (VHT-S) dilakukan melalui wawancara langsung dengan


tatap muka antara pencacah dengan responden. Namun

//b

demikian, dapat juga dilakukan dengan menitipkan kuesioner

ht
tp
:

terlebih dahulu pada responden pada awal bulan, mengingat


data yang diambil adalah data harian, sehingga responden dapat
mengisinya setiap hari. Pengumpulan data dengan cara
menitipkan kuesioner kepada responden, petugas pencacah
harus menjelaskan terlebih dahulu mengenai konsep dan definisi
yang digunakan, cara pengisian setiap pertanyaan, serta berbagai
hal yang terkait dengan kegiatan ini.

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

METODOLOGI
2.1.2. Desain Sampling
Desain sampling yang digunakan pada kegiatan pendataan
perkembangan usaha jasa akomodasi/hotel (VHT-S) saat ini
meliputi 2 model, yaitu:

.id

Model 1. Sensus Lengkap.

ps
.g
o

Perusahaan/usaha jasa akomodasi dengan klasifikasi hotel


bintang dicacah secara lengkap terhadap semua usaha.

.b

Model 2. Sampel Survei.

ab

Perusahaan/usaha jasa akomodasi dengan klasifikasi hotel

gk

nonbintang/melati dicacah secara sampel. Pengambilan sampel

ad
un

dilakukan dengan dua tahap.

Tahap 1. Hotel dengan klasifikasi nonbintang dikelompokan

//b

menurut kelompok kamar. Jumlah sampel untuk hotel

ht
tp
:

nonbintang adalah sebanyak jumlah target provinsi dikurangi


jumlah alokasi hotel bintang. Jumlah sampel tiap-tiap provinsi
ditentukan oleh BPS RI.
Alokasikan jumlah sampel untuk masing-masing kelompok kamar
secara proporsional terhadap jumlah yang ditargetkan menurut
jumlah hotel pada masing-masing kelompok kamar.

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

METODOLOGI
Tahap 2. Lakukan penarikan sampel secara systematic sampling1
pada masing-masing kelompok kamar sesuai dengan alokasi
sampel yang telah ditetapkan pada tahap 1 terhadap usaha
akomodasi/hotel.
2.2. Survei VHT-L
dengan

cara sensus

lengkap

.id

Pendataan dilakukan

ps
.g
o

terhadap semua perusahaan/usaha jasa akomodasi komersial


yang tergolong jangka pendek. Pencacahan perusahaan/usaha

.b

tersebut dilaksanakan dengan cara wawancara langsung. Namun

ab

apabila tidak memungkinkan untuk diselesaikan, maka kuesioner

gk

dapat ditinggal dengan memberikan penjelasan terlebih dahulu

ad
un

mengenai cara pengisian kuesioner secara benar. Kuesioner


dapat diambil kembali apabila telah terisi lengkap. Responden
dalam pencacahan ini adalah pengusaha jasa akomodasi,

//b

pengelola atau orang yang mengetahui tentang kegiatan

ht
tp
:

pengelolaan hotel dan akomodasi jangka pendek.

1 Systematic

Sampling adalah metode pengambilan sampel dengan menggunakan angka

kelipatan tertentu setelah unit sampel diurutkan berdasarkan kriteria tertentu. Dalam hal ini
unit sampelnya adalah rumah tangga (dalam satu blok sensus) yang diurutkan
berdasarkan pendidikan terakhir kepala rumah tangga. Dimaksudkan supaya yang
sampel yang terpilih meliputi semua kelompok pendidikan terakhir.

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

KONSEP DAN DEFINISI


BAB III
KONSEP DAN DEFINISI

Pemahaman konsep dan definisi diperlukan dalam

.id

mempersamakan pengertian beberapa indikator yang disajikan

ps
.g
o

dalam publikasi ini. Beberapa konsep dan definisi yang perlu


diperhatikan, yaitu:
Penyediaan

Akomodasi

adalah

usaha

yang

.b

1. Usaha

ab

menyediakan akomodasi jangka pendek untuk pengunjung

gk

dan pelancong lainnya. Termasuk penyediaan akomodasi

ad
un

yang lebih lama untuk pelajar, pekerja dan sejenisnya.


Penyediaan akomodasi dapat hanya menyediakan fasilitas
akomodasi saja atau fasilitas akomodasi dan fasilitas

//b

makanan dan minuman, atau fasilitas akomodasi, makanan

ht
tp
:

dan minuman dan/atau fasilitas rekreasi. (KBLI 2009).

2. Penyediaan Akomodasi Jangka Pendek adalah penyediaan


akomodasi, khususnya untuk harian atau mingguan, pada
prinsipnya untuk tinggal dalam jangka pendek sebagai
pengunjung. Termasuk penyediaan akomodasi dengan
furnitur, lengkap dengan dapur, dengan atau tanpa jasa
pramuwisma dan sering kali termasuk beberapa tambahan

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

KONSEP DAN DEFINISI


jasa dan fasilitas seperti fasilitas parkir, binatu, kolam
renang, ruang olah raga, fasilitas rekreasi dan ruang rapat.
Termasuk juga akomodasi yang disediakan oleh berbagai
macam hotel, penginapan, losmen, hostel, villa dan lain-lain.
(KBLI 2009).

.id

3. Hotel berbintang adalah usaha yang menggunakan suatu

ps
.g
o

bangunan atau sebagian bangunan yang disediakan secara


khusus, dan setiap orang dapat menginap, makan, serta
memperoleh pelayanan dan fasilitas lainnya dengan

.b

pembayaran dan telah memenuhi persyaratan sebagai hotel

ab

berbintang yang telah ditentukan oleh Direktorat Jenderal

gk

Pariwisata. Persyaratan tersebut antara lain keadaan fisik

ad
un

seperti lokasi hotel dan kondisi bangunan, pelayanan yang


diberikan, kualifikasi tenaga kerja dan kesejahteraan

//b

karyawan, serta sarana rekreasi atau olah raga yang

ht
tp
:

disediakan seperti lapangan tenis, kolam renang dan


diskotik.

Ciri khusus hotel berbintang adalah mempunyai restoran


yang berada di bawah manajemen hotel tersebut.

4. Usaha akomodasi lainnya (Hotel non Bintang) adalah


semua usaha akomodasi yang tidak termasuk hotel
berbintang, yang terdiri atas hotel melati, penginapan
remaja (youth hostel), pondok wisata (home stay),
Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

KONSEP DAN DEFINISI


perkemahan, dan jasa akomodasi lainnya seperti motel,
losmen, dan sebagainya.
5. Tingkat Hunian Kamar (Room Occupancy Rate) adalah
perbandingan antara banyaknya malam kamar terpakai
(room night occupied) dengan banyaknya malam kamar

.id

yang tersedia (room night available), satuannya dalam

ps
.g
o

persen.

6. Rata-rata Lama Menginap (average length of stay) adalah

.b

banyaknya malam tempat tidur yang dipakai (bed night used)

ab

dibanding banyaknya tamu yang menginap ke akomodasi.

gk

7. Tingkat penghunian ganda atas kamar, merupakan indikator

ad
un

yang menunjukkan rata-rata jumlah tamu pada setiap kamar.


Perbandingan Jumlah tamu yang menginap (malam tamu)

ht
tp
:

//b

dengan jumlah kamar yang dihuni (malam kamar).

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

10

PEMBAHASAN
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1. Hotel dan Akomodasi Lainnya
Hotel dan akomodasi lainnya merupakan salah satu sarana

.id

industri pariwisata yang mesti dipelihara dan dikembangkan.

ps
.g
o

Bukan hanya dari segi kuantitas, akan tetapi kualitasnya tidak


dapat dikesampingkan dalam menunjang keberlangsungan
sektor pariwisata yang telah menjadi tulang punggung

.b

perekonomian di Kabupaten Badung ini. Hal ini dikarenakan

ab

bahwa hotel adalah kebutuhan utama bagi para wisatawan yang

gk

datang dan mengunjungi obyek pariwisata di Kabupaten Badung.

ad
un

Sehingga perkembangan pariwisata tidak akan mungkin optimal


tanpa sarana akomodasi yang memadai.

ht
tp
:

//b

Gambar 1. Persentase banyaknya hotel berbintang dan


non bintang di Kabupaten Badung Tahun 2014
bintang
25%
non bintang
75%

bintang

non bintang
Sumber: Hasil Pengolahan VHT-L 2014

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

11

PEMBAHASAN
Berdasarkan klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
(KBLI) 2009, jenis hotel dibedakan menjadi hotel berbintang dan
hotel non berbintang. Pembagian klasifikasi ini didasarkan
kepada fasilitas yang dimiliki oleh masing-masing hotel tersebut.
Berdasarkan Gambar 1 terlihat bahwa 1 dari 4 hotel yang ada di
Kabupaten Badung adalah hotel berbintang. Pada tahun 2014

.id

terdapat 660 hotel yang dapat diklasifikasikan menjadi hotel

ps
.g
o

berbintang sebanyak 164 hotel dan 496 hotel non bintang.

Dengan berdasar kepada klasifikasi dan letak hotel

.b

tersebut, jumlah sarana akomodasi yang terdapat di Kabupaten

ab

Badung tersaji dalam tabel 1.1 berikut ini:

ad
un

gk

Tabel 1.1 Jumlah Perusahaan/Usaha Akomodasi Menurut


Klasifikasi Berbintang dan Non Berbintang di
Kabupaten Badung, 2014

//b

Kecamatan

ht
tp
:

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Kuta Selatan
Kuta
Kuta Utara
Mengwi
Abiansemal
Petang
Jumlah

Hotel
Berbintang

Hotel non
Berbintang

Jumlah

55
94
15
0
0
0
164

95
317
66
13
2
3

150
411
81
13
2
3

496

660

Sumber: Hasil Pengolahan VHT-L 2014

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

12

PEMBAHASAN
Dari tabel 2.1 dapat dilihat bahwa jumlah usaha jasa
akomodasi yang terbanyak berada di Kecamatan Kuta yakni
sebanyak 411 hotel (94 hotel bintang dan 317 hotel non
bintang). Hal ini tidaklah mengherankan karena di Kecamatan
Kuta terdapat kawasan wisata dunia yakni di sekitar pantai Kuta
yang sudah dikenal di seluruh dunia. Selain di Kecamatan Kuta,

.id

jumlah hotel yang cukup besar juga terdapat di Kecamatan Kuta

ps
.g
o

Selatan yakni sebanyak 150 hotel (55 hotel bintang dan 95 hotel
non berbintang). Hal ini dikarenakan disana terdapat kawasan

.b

wisata Nusa Dua dan Benoa.

ab

Hal lain yang mempengaruhi banyaknya sarana akomodasi

gk

di Kawasan Badung Selatan adalah adanya Bandara Internasional

ad
un

Ngurah Rai yang menjadi salah satu pintu masuk ke Pulau Bali.
Hal ini menjadikan Kawasan Badung Selatan mempunyai akses

//b

yang mudah untuk dijangkau bagi para wisatawan. Pertimbangan

ht
tp
:

akses yang mudah itu pula yang menjadikan kawasan ini menjadi
tujuan wisatawan domestik untuk berwisata. Berbagai hal itulah
yang mengakibatkan banyaknya investor yang membangun
sarana akomodasi di Badung Selatan yang mengakibatkan
banyaknya hotel disana.
Apabila dirinci dari jumlah bintangnya, hotel bintang 4 dan
bintang 3 mempunyai jumlah yang paling banyak dibandingkan
hotel berbintang lainnya. Jumlah hotel bintang 4 di Kabupaten
Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

13

PEMBAHASAN
badung pada tahun 2014 mencapai 44 hotel atau 34 persen dari
seluruh hotel berbintang yang ada. Disusul oleh hotel bintang 3
sebanyak 45 buah atau sebesar 27 persen dari jumlah hotel
berbintang yang ada.

Bintang 3, 45,
27%

Bintang 1

ps
.g
o

Bintang 4, 55,
34%

.id

Gambar 2. Persentase Hotel Berbintang


Berdasarkan Jumlah Bintangnya

Bintang 3
Bintang 4
Bintang 5

ad
un

gk

ab

.b

Bintang 5, 44,
27%
Bintang 1, 9,
5%
Bintang 2, 11,
7%

Bintang 2

//b

Sumber: Hasil Pengolahan VHT-L 2014

ht
tp
:

4.2. Tingkat Penghunian Kamar (TPK)

Tingkat Penghunian Kamar (Room Occupancy Rate) adalah

suatu indikator yang menggambarkan perbandingan banyaknya


kamar yang digunakan (terpakai) oleh tamu dengan banyaknya
malam yang tersedia (dalam persen). Indikator ini mempunyai
rentang nilai dari 0-100 (dalam satuan persen). Apabila nilai TPK
membesar dan cenderung mendekati 100 persen, hal ini
menandakan bahwa pada rentang waktu pengamatan, sebagian

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

14

PEMBAHASAN
besar atau hampir seluruh kamar yang tersedia di suatu wilayah
tersebut laku terjual. Sebaliknya, apabila nilai TPK mengecil
sampai mendekati 0 persen menandakan bahwa pada rentang
waktu pengamatan, sebagian besar atau hampir seluruh kamar
tersedia tidak laku terjual.

.id

Kegunaan dari indikator ini antara lain:

ps
.g
o

a. Untuk memberikan gambaran berapa persen kamar yang


tersedia pada akomodasi terisi oleh tamu yang menginap
dalam suatu waktu tertentu.

.b

b. Angka ini menunjukkan apakah suatu akomodasi diminati

ab

oleh pengunjung atau tidak, sehingga dapat dilihat apakah

gk

di suatu daerah masih kurang keberadaan akomodasi atau

ad
un

tidak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat (wisatawan).

//b

Gambar 3. Perkembangan TPK Hotel Berbintang dan


non bintang di Kabupaten Badung, tahun 2010-2014

ht
tp
:

80,00

62,28

69,20

67,10

62,61

61,43

60,00
40,00

49,02

56,58

51,59

47,62

43,26

20,00
0,00

2010

2011

2012

2013

2014

Bintang

62,28

69,20

62,61

67,10

61,43

Non Bintang

49,02

56,58

51,59

47,62

43,26

Bintang

Non Bintang
Sumber: Hasil Pengolahan VHT-S 2014

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

15

PEMBAHASAN
Gambar 3 menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat
penghunian kamar baik untuk hotel berbintang maupun hotel
non bintang apabila dibandingkan pada tahun 2013. Dengan
rincian TPK untuk hotel berbintang turun sebesar 5,67 poin
menjadi 61,43 persen. Sedangkan untuk hotel non bintang turun
sebesar 4,36 poin menjadi 43,26 persen. Hal ini menggambarkan

.id

bahwa tingkat isian kamar baik di hotel berbintang maupun non

ps
.g
o

bintang terjadi penurunan bila dibandingkan variabel yang sama


pada tahun 2013. Selain itu dari gambar 3 juga dapat

.b

disimpulkan bahwa rata-rata tingkat hunian kamar untuk hotel

ab

berbintang lebih tinggi dibandingkan hotel non bintang pada

gk

tahun 2010 sampai dengan tahun 2014.

//b

90

ad
un

Gambar 4. Tingkat Hunian Kamar untuk Hotel


Berbintang dirinci menurut bulan di Kabupaten
Badung, Tahun 2013-2014

ht
tp
:

79,58

80

71,32

70

60
55,14

50

Jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agst Sep Okt Nov Des
2013

2014

Sumber: Hasil Pengolahan VHT-S 2014

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

16

PEMBAHASAN
Apabila dirinci menurut bulan, terlihat bahwa TPK untuk
hotel berbintang selama tahun 2014 mengalami penurunan
apabila dibandingkan pada bulan yang sama pada tahun 2013.
Dari gambar 4 juga dapat dilihat pola tingkat hunian kamar
selama tahun 2014 cenderung bergerak secara fluktuatif dimana
TPK bergerak menaik selama kurun waktu Februari-Mei dan

.id

mencapai puncaknya di bulan Mei yang mencapai 71,32 persen.

ps
.g
o

Angka ini menandakan bahwa pada bulan Mei tersebut 71,32


persen dari kamar hotel berbintang yang tersedia di Kabupaten

.b

Badung telah terisi. Kemudian bergerak menurun selama tahun

ab

Juni-Desember 2014 sampai titik terendah di Bulan Desember

ad
un

gk

2014 yakni 55,14 persen.

ht
tp
:

60

//b

Gambar 5. Tingkat Hunian Kamar untuk Hotel non


Berbintang dirinci menurut bulan di Kabupaten
Badung, Tahun 2013-2014
55,74

51,19

50

49,67

40
30

41,48
36,41
Jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agst Sep Okt Nov Des
2013

2014

Sumber: Hasil Pengolahan VHT-S 2014

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

17

PEMBAHASAN
Selain TPK untuk hotel berbintang, survei VHTS juga
menghasilkan angka Tingkat Penghunian Kamar untuk hotel non
berbintang. Pola yang tak jauh berbeda terlihat dalam pola
tingkat hunian kamar untuk hotel non berbintang. Seperti yang
terlihat pada gambar 5 bahwa TPK untuk hotel non berbintang
cenderung bergerak secara fluktuatif tiap bulannya berada pada

.id

kisaran angka 36.41-49,67. TPK untuk hotel non berbintang pada

ps
.g
o

tahun 2014 secara rata-rata lebih rendah apabila dibandingkan


dengan tahun 2013.

.b

Tingkat Hunian Kamar tertinggi pada tahun 2014 untuk

ab

Hotel non bintang di Kabupaten Badung berada pada Bulan

gk

Desember 2014. Hal ini dikarenakan pada bulan tersebut

ad
un

terdapat libur anak sekolah dan Hari Hal ini dikarenakan pada
jangka waktu tersebut bertepatan dengan adanya libur anak

//b

sekolah dan libur panjang hari raya Natal 2014. Sehingga banyak

ht
tp
:

wisatawan domestik yang berkunjung ke Bali serta menginap di


jasa akomodasi yang secara langsung ikut meningkatkan angka
Tingkat Penghunian Kamar Hotel non berbintang di Provinsi Bali
di bulan Desember 2014.
4.3 Rata-Rata Lama Menginap
Rata-rata lama menginap secara konsep adalah banyaknya
malam tempat tidur yang dipakai dibagi dengan banyaknya tamu

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

18

PEMBAHASAN
yang

datang

menginap.

Indikator

ini

digunakan

untuk

mengetahui berapa lama seorang tamu menginap di suatu


akomodasi pada suatu waktu tertentu.

3,60

3,86

3,77

3,69
3,43

2,80

3,83

3,65

3,47

.b

3,20

3,73

ps
.g
o

4,00

.id

Gambar 6. Perkembangan rata-rata Lama menginap


Turis Asing menurut Jenis Hotel di kabupaten
Badung tahun 2010-2014

3,40

3,33

2011

2012

2013

2014

Bintang

3,69

3,43

3,47

3,40

3,33

Non Bintang

3,86

3,77

3,73

3,65

3,83

gk

ab

2010

ad
un

Bintang

Non Bintang

Sumber: Hasil Pengolahan VHT-S 2014

//b

Rata-rata lama menginap tamu asing di hotel berbintang di

ht
tp
:

Kabupaten Badung selama tahun 2014 berada pada angka 3,33.


Hal ini menunjukkan setiap tamu asing secara rata-rata
menginap di hotel berbintang yang berada di Kabupaten Badung
dalam waktu sekitar 3 hari. Sedangkan rata-rata lama menginap
untuk tamu asing di hotel non bintang berada pada angka 3,83.
Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata tamu asing menginap di
hotel non bintang lebih lama apabila dibandingkan apabila
menginap di hotel berbintang.

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

19

PEMBAHASAN
Selain itu terlihat pola yang cenderung menurun apabila
dibandingkan rata-rata lama menginap turis asing di hotel
berbintang dari tahun 2012-2014 dari 3,47 hari menjadi rata-rata
3,33 hari. Berbeda halnya apabila dibandingkan dengan hotel
non bintang. Rata-rata lama menginap turis asing meningkat
sebesar 0,16 poin apabila dibandingkan dengan variabel yang

ps
.g
o

.id

sama pada tahun 2013.

Gambar 7. Perkembangan rata-rata Lama


menginap Turis Domestik menurut Jenis Hotel di
kabupaten Badung tahun 2010-2014

.b

6,00

ab

3,73

gk

4,00 3,64

3,49

4,93
3,92
3,42

3,33

3,24

2,77

2010

2011

2012

2013

2014

Bintang

3,64

3,24

2,77

3,33

3,42

Non Bintang

2,51

3,73

3,49

3,92

4,93

2,51

ad
un

2,00

ht
tp
:

//b

0,00

Bintang

Non Bintang

Sumber: Hasil Pengolahan VHT-S 2014

Sementara itu rata-rata lama tamu menginap untuk tamu


domestik (wisatawan domestik) pada tahun 2014 di hotel
berbintang mencapai 3,42 hari. Angka ini sedikit lebih singkat
apabila dibandingkan dengan di hotel non bintang yang

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

20

PEMBAHASAN
mencapai 4,93 hari, seperti terlihat pada gambar 7. Rata-rata
lama tamu domestik yang menginap baik di hotel berbintang
maupun non bintang apabila dibandingkan dengan tahun 2013
mengalami peningkatan. Peningkatan yang cukup signifikan
terjadi pada variabel rata-rata lama tamu domestik menginap di
hotel non berbintang yang mengalami kenaikan sekitar 1,01

.id

poin. Sedangkan pada hotel berbintang hanya mengalami

ht
tp
:

//b

ad
un

gk

ab

.b

ps
.g
o

kenaikan sekitar 0,09 poin.

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

21

ab

.b

ps
.g
o

.id

TABEL-TABEL

ht
tp
:

//b

ad
un

gk

TABEL-TABEL

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

22

TABEL-TABEL
Tabel 1. Persentase Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel
Berbintang dirinci per Bulan di Kabupaten Badung,
Tahun 2013- 2014

Bulan

2013

2014

Januari

67,28

Februari

Maret

April

Mei

Juni

7
8

54,57

62,39

58,29

61,45

62,82

ab

.b

79,58

71,32

67,79

62,3

Juli

63,44

60,98

Agustus

65,95

58,16

68,59

63,90

//b

ad
un

gk

64,65

September

ht
tp
:

63,11

.id

ps
.g
o

No

10

Oktober

65,47

63,60

11

Nopember

70,97

62,95

12

Desember

67,65

55,14

67,10

61,43

Rata-Rata

Sumber: Hasil Pengolahan VHTS 2013 dan 2014

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

23

TABEL-TABEL
Tabel 2. Persentase Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel
Non Berbintang dirinci per Bulan di Kabupaten
Badung, Tahun 2013- 2014

No

Bulan

2013

2014

47,23

Februari

42,06

Maret

April

Mei

Juni

7
8

45,41
45,80

45,37

38,20

43,24

42,16

51,19

39,55

Juli

42,96

41,56

Agustus

51,10

45,17

50,49

46,23

//b

ad
un

gk

ab

.b

43,65

September

ht
tp
:

36,41

.id

Januari

ps
.g
o

10

Oktober

46,72

47,44

11

Nopember

55,74

41,48

12

Desember

51,63

49,67

47,62

43,26

Rata-Rata

Sumber: Hasil Pengolahan VHTS 2013 dan 2014

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

24

TABEL-TABEL
Tabel 3. Persentase Tingkat Pemakaian Tempat Tidur dirinci
menurut jenis hotel di Kabupaten Badung, Tahun
2014

Bulan

Hotel
Berbintang

Hotel Non
Bintang

Januari

76,58

Februari

Maret

April

Mei

Juni

7
8

60,09

59,42

63,11

69,04

55,42

ab

.b

76,10

60,29

73,55

54,44

Juli

84,69

58,22

Agustus

94,14

62,21

87,07

56,44

//b

ad
un

gk

61,15

September

ht
tp
:

50,45

.id

ps
.g
o

No

10

Oktober

81,16

60,84

11

Nopember

66,82

56,63

12

Desember

73,90

62,93

75,30

58,77

Rata-Rata

Sumber: Hasil Pengolahan VHTS 2014

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

25

TABEL-TABEL
Tabel 4. Rata-rata Lama Tamu Menginap (Asing dan Dalam
Negeri) dirinci menurut Jenis Hotel di Kabupaten
Badung, Tahun 2014
No

Bulan

Berbintang

Non Bintang

Januari

3,53

Februari

2,85

Maret

2,92

4,92

April

3,69

3,71

Mei

3,43

3,70

Juni

3,92

3,32

Juli

3,76

3,86

Agustus

3,55

3,91

3,44

3,50

.id

ps
.g
o

.b
ab
gk

ad
un

//b

September

ht
tp
:

4,09
5,58

10

Oktober

3,36

3,76

11

Nopember

3,16

4,11

12

Desember

3,47

4,42

Rata-Rata

3,42

4,07

Sumber: Hasil Pengolahan VHTS 2014

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

26

TABEL-TABEL
Tabel 5. Rata-rata Lama Tamu Menginap Asing dirinci menurut

Bulan

Berbintang

Non Bintang

Januari

3,72

3,98

Februari

2,71

Maret

2,92

4,28

April

3,72

3,10

Mei

Juni

Juli

8
9

.b

ps
.g
o

No

.id

Jenis Hotel di Kabupaten Badung, Tahun 2014

ab

3,43

6,08

3,40
3,32

3,65

3,37

Agustus

3,36

3,65

September

3,24

3,38

Oktober

3,31

3,27

11

Nopember

3,24

3,89

12

Desember

3,58

4,21

Rata-Rata

3,33

3,83

ad
un

//b

ht
tp
:

10

gk

3,08

Sumber: Hasil Pengolahan VHTS 2014

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

27

TABEL-TABEL
Tabel 6. Rata-rata Lama Tamu Menginap Dalam Negeri dirinci
menurut Jenis Hotel di Kabupaten Badung, Tahun
2014
No

Bulan

Berbintang

Non Bintang

Januari

2,92

Februari

3,35

Maret

2,89

7,04

April

3,62

5,36

Mei

3,45

4,24

Juni

2,55

3,32

Juli

4,12

5,97

Agustus

4,17

4,84

4,17

3,99

.id

ps
.g
o

.b
ab
gk

ad
un

//b

September

ht
tp
:

4,30
5,00

10

Oktober

3,52

5,30

11

Nopember

3,03

4,91

12

Desember

3,22

4,90

Rata-Rata

3,42

4,93

Sumber: Hasil Pengolahan VHTS 2014

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

28

TABEL-TABEL
Tabel 7. Perbandingan Tamu Asing dan Dalam Negeri yang
Datang ke Hotel Dirinci Menurut Jenis Hotel di
Provinsi Bali

Berbintang

Non Bintang

Asing

Domestik

Asing

Domestik

Januari

77,91

22,09

33,06

Februari

74,87

25,13

55,36

44,64

Maret

74,05

25,95

75,47

24,53

April

70,48

29,52

71,42

28,58

Mei

69,64

30,36

63,34

36,66

Juni

26,11

61,21

38,79

Juli

74,28

25,72

78,66

21,34

Agustus

76,66

23,34

78,33

21,67

21,73

79,23

20,77

ab

ps
.g
o

//b

ad
un

73,89

.id

66,94

.b

Bulan

gk

No

78,27

10

Oktober

76,34

23,66

75,22

24,78

11

Nopember

70,34

29,66

76,91

23,09

12

Desember

71,31

28,69

68,39

31,61

Rata-Rata

76,16

23,84

72,44

27,56

ht
tp
:

September

Sumber: Hasil Pengolahan VHTS 2014

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

29

TABEL-TABEL
Tabel 8. Tingkat Penghunian Ganda Atas Kamar (GPR) Dirinci
Menurut Jenis Hotel di Kabupaten Badung, Tahun
2014
No

Bulan

Berbintang

Non Bintang

2,42

Februari

2,70

Maret

April

Mei

Juni

7
8

2,05
2,18

2,26

2,20

2,15

2,21

2,16

2,05

Juli

2,45

2,25

Agustus

2,72

2,14

2,30

1,92

//b

ad
un

gk

ab

.b

2,07

September

ht
tp
:

2,23

.id

Januari

ps
.g
o

10

Oktober

2,20

1,98

11

Nopember

2,32

2,17

12

Desember

2,27

1,98

2,32

2,10

Rata-Rata
Sumber: Hasil Pengolahan VHTS 2014

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

30

ht
tp
:

//b

ad
un

gk

ab

.b

ps
.g
o

.id

TABEL-TABEL

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kabupaten Badung Tahun 2014

31