Anda di halaman 1dari 3

CARA PENGENDALIAN LALAT BUAH YANG AMAN DAN RAMAH LINGKUNGAN

MENGGUNAKAN PERANGKAP LALAT BUAH


Lalat buah merupakan salah satu hama utama yang menyerang komoditas
hortikultura
di seluruh dunia. Cabai, mangga, belimbing, semangka, jambu merupakan
komoditas yang banyak diserang. Kehilangan hasil akibat serangan lalat buah di
Indonesia cukup besar. Pada tanaman cabai kehilangan hasil dapat mencapai 80%.

A.Lalat buah betina, B. Lalat


buah jantan

Lahan potensial pengembangan


hortikultura Kabupaten Jeneponto seluas
25.375 ha, terbagi seluas 19.500 ha
untuk komoditi buah-buahan dan 5.875
ha komoditi sayur-sayuran. Produksi
hortikultura yang menjadi primadona
petani disini adalah komoditi cabai,
dimana dari 3000 ha lahan tersedia, pada
musim tanam 2009/2010 terealisasi
tanam 1.530 ha, terdiri dari 1.155 ha
cabai rawit dan 375 ha cabai besar.
Lalat buah merupakan ancaman
serius
bagi
para
petani
disini.
Pengendalian lalat buah tergolong sulit
karena pemakaian perstisida dianggap
meninggalkan
residu
kimia
yang
membahayakan konsumen. Karena itu,
cara pengendalian yang aman dan ramah
lingkungan sangat diperlukan. Untuk
itulah diperkenalkan kepada para petani
cara
pengendalian
lalat
buah
menggunakan
perangkap
yang
mengandung atraktan metil eugenol.

Lalat buah berbentuk seperti


tawon kecil yang berpinggang ramping.
Warnanya cokelat kekuningan dengan
dua garis membujur. Serangan hama ini
dimulai
dari
lalat
betina
yang
menusukkan bagian pantatnya ke dalam
daging
buah
untuk
meletakkan
telur.Telur-telur ini akan menetas menjadi
larva dan akan merusak buah. Buah
menjadi busuk dan rontok.

Tanaman cabai terserang lalat


buah

Dalam menanggulangi hama ini,


telah dilakukan pengendalian secara
alami, diantaranya dengan pengurungan
tanaman
dengan
jaring
plastik,
pengasapan di sekitar pohon dan lainnya.
Usaha ini memungkinkan untuk luasan
lahan yang relatif sempit, tetapi tidak
efisien untuk lahan yang luasnya puluhan
hektar. Pengendalian lain yang telah
dilakukan adalah pemandulan jantan,
kimiawi dan memakai perangkap dengan
menggunakan atraktan/penarik.
PERANGKAP
LALAT
BUAH
SEDERHANA
Prinsip kerja perangkap lalat buah
ini adalah memikat lalat buah agar
masuk ke dalam perangkap. Lalat buah
akan masuk, lengket ,atau tenggelam di
dalam
botol
dan
akhirnya
mati.
Perangkap ini bisa dibuat dari botol
air minum kemasan yang bagian
lehernya dipotong dan dipasang lagi
dengan posisi terbalik. Di dalam botol
tersebut dipasang kapas yang ditetesi
metil eugenol, atraktan yang menyerupai
feromon seks lalat betina. Metil eugenol
ini mengeluarkan aroma wangi yang
dibutuhkan lalat buah jantan, sehingga
lalat buah jantan akan tertarik masuk
perangkap. Kalau lalat buah jantannya
terperangkap, artinya populasi lalat buah
bisa diminimallisir.

Perangkap
sederhana.

lalat

buah

Bisa dibuat dari bekas botol air minum


mineral yang tutupnya dipotong dan
dipasang terbalik.
DAYA KERJA DAN DAYA JANGKAU
Daya kerja dan daya jangkau
atraktan cukup jauh, yakni rata-rata pada
radius 20 100m. Namun, jika dibantu
angin, jangkauannya bisa mencapai 3
km. Karena itu dalam kondisi normal,
jumlah botol perangkap cukup 20 botol
per hektar. Botol tersebut disebar merata
ke kebun dengan cara menggantungnya
diatas pohon.
ATRAKTAN METIL EUGENOL
Atraktan dapat digunakan untuk
mengendalikan hama lalat buah dalam 3
cara,yaitu
:
(a)
mendeteksi
atau
memonitor populasi lalat buah, (b)
menarik lalat buah untuk kemudian
dibunuh dengan perangkap dan (c)
mengacaukan
lalat
buah
dalam
melakukan
perkawinan,
berkumpul
ataupun
tingkah
laku
makan.
Atraktan ini bisa ditemui di
pasaran dengan merk dagang Petrogenol,
M.Atraktan, Promar, Ocimol, melano, dll.
Takarannya disesuaikan dengan petunjuk
yang
tertera
pada
label
Atraktan metil eugenol bisa juga dibuat
sendiri
dari
bahan
pohon-pohon
penghasil
metil
eugenol
seperti
melaleuca spp (kayu putih, teh pohon,
daun wangi), daun selasih atau bunga
cengkeh. Proses pembuatan dengan cara
penyulingan
bahan-bahan
tersebut
diatas.
Berdasarkan hasil pengujian
yang
telah
dilakukan
dengan
menggunakan zat penarik atau atraktan

metil eugenol yang diteteskan pada


kapas
dalam
perangkap
ternyata
memberikan hasil yang baik sebagai
atraktan terhadap lalat buah jantan. Cara
ini efektif dalam mengurangi populasi
serta
membatasi
masuk
dan
berkembangnya lalat buah dalam suatu
areal. Hasil penelitian yang dilakukan di
lapangan menunjukkan bahwa metal
eugenol mampu menangkap 20-1000
lalat buah untuk setiap perangkap per
minggu. Disamping itu, metil eugenol
juga
mampu
menurunkan
tingkat
kerusakan buah-buahan sebanyak 2040%.
Namun, aplikasi cairan ini ternyata tidak
mematikan lalat buah sehingga dalam
perangkap masih perlu ditambahkan
larutan
deterjen
dan
masa
pendedahannya hanya efektif hingga hari
ke-4.
MENAMBAHKAN
DETERJEN
ATAU
BAHAN PEREKAT
Untuk membunuh lalat buah yang
tertarik datang pada atraktan
yang
diteteskan pada kapas, diperlukan bahan
lain, misalnya deterjen atau bahan
perekat. Dengan menambahkan bahan
perekat pada tetesan atraktan
pada
kapas
ternyata
dapat
menambah
keefektifan
dalam
mengendalikan
populasi lalat buah.
(Khusnul
Yaqin,
STP/PPL
Kab.
Jeneponto Sulsel)