Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kehamilan merupakan suatu hal dalam kehidupan yang dapat membuat
keluarga bahagia, dimana akan terjadi perubahan fisik dan mental yang bersifat
alami. Para calon ibu harus sehat dan mempunyai gizi cukup baik sebelum hamil
dan setelah hamil. Kualitas nutrisi dan kesehatan ibu dan anak sejak masa pra
kehamilan, masa kehamilan, dan masa menyusui adalah sangat kritis. Siklus 1000
hari dimulai sejak masa kehamilan sembilan bulan (270 hari) hingga masa
kehidupan pertama bayi selama dua tahun (730 hari). 1000 hari pertama kelahiran
sangat menentukan kualitas kehidupannya di masa mendatang karena di dalam
kandungan, janin akan tumbuh dan berkembang melalui pertambahan berat dan
panjang badan, perkembangan otak serta organ organ lainnya seperti jantung,
hati dan ginjal. Pada saat dilahirkan, sebagian besar perubahan tersebut menetap
atau selesai, kecuali beberapa fungsi, yaitu perkembangan otak dan imunitas, yang
berlanjut sampai beberapa tahun pertama kehidupan bayi. Oleh karenanya
kekurangan nutrisi sejak dalam kandungan akan berdampak pada tumbuh
kembangnya dalam jangka waktu yang panjang.1,2
Kehamilan merupakan masa kritis tumbuh kembang manusia yang singkat,
bagian dari Window of Opportunity, yang memengaruhi kesehatan ibu dan janin.
Di samping untuk dirinya, ibu hamil juga harus dapat memenuhi kebutuhan zat
gizi untuk janin yang dikandung. Pertambahan berat badan yang cukup akan
sebelum melahirkan akan mengurangi risiko komplikasi selama kehamilan atau
kelahiran. Kecukupan gizi ibu hamil banyak mendapat perhatian karena
berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak. Kekurangan gizi yang terjadi
pada masa tersebut akan menimbulkan kerusakan awal pada kesehatan,
perkembangan otak, kemampuan sekolah, dan produktivitas yang menetap.
Artinya, kekurangan gizi pada janin atau bayi 0-2 tahun akan menghambat
pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya. Bayi akan tumbuh menjadi anak
dengan tinggi badan kurang dan atau terhambat perkembangan kecerdasannya.
Khusus untuk ibu hamil, bila janin kekurangan gizi, anaknya ketika dewasa akan
berisiko lebih tinggi untuk menderita penyakit degeneratif daripada yang tidak
kekurangan gizi. (Soekirman, 2010)
1

Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan
janin yang sedang dikandung. Bila status gizi ibu normal pada masa sebelum dan
selama hamil kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang sehat, cukup bulan
dengan berat badan normal. Dengan kata lain kualitas bayi yang dilahirkan sangat
tergantung pada keadaan gizi ibu sebelum dan selama hamil.
Hasil penelitian Budijanto, dkk. (2000) menunjukkan bahwa ibu yang
sewaktu hamil mempunyai status gizi yang rendah dengan pertambahan berat
badan 9 kg dan lingkar lengan atas kurang dari 22 cm akan mempunyai risiko
melahirkan bayi dengan berat badan rendah (kurang dari 2,5 kg). Oleh karena itu
dengan memperbaiki jumlah dan mutu makanan sewaktu hamil secara langsung
akan meningkatkan berat badan bayi yang akan dilahirkan dan secara tidak
langsung menyokong pertumbuhan selsel otak bayi yang optimal. 2
Di Indonesia sering terjadi masalah gizi pada ibu hamil. Menurut data dari
Puskesmas Sebulu I (puskesmas induk) kecamatan Sebulu I kabupaten Kutai
Karta Negara dari bulan Juli sampai Desember terdapat 308 orang ibu hamil dan
terdapat kasus kurang gizi sebesar 68 orang atau sekitar 22% dari jumlah ibu
hamil yang terdaftar di Puskesmas Sebulu I (puskesmas induk) kecamatan Sebulu
I kabupaten Kutai Karta Negara (Admin, 2009). Tingkat pendidikan rata-rata
penduduk Indonesia khususnya di kaum wanita masih rendah, hal ini berpengaruh
pada kesehatan mendorong terjadinya penyakit infeksi dan kurang gizi. Dalam
meningkatkan mutu kehamilan dan laktasi beberapa faktor ikut berperan
dalamnya. Salah satu faktor yang penting adalah gizi makanan yang dimakan oleh
ibu hamil mempunyai pengaruh yang sangat penting. Makanan yang dimakan
oleh wanita hamil akan tercermin pada bayi yang akan dilahirkan baik dari segi
karakteristik fisik maupun psikologisnya. Dengan demikian sudah selayaknya bila
makanan ibu sewaktu hamil perlu mendapat prioritas utama dalam keluarga.1
B. Rumusan Masalah
Dari uraian diatas maka dapat dirumuskan masalah yang sedang di hadapi yaitu
1. Apakah pengaruh pemberian gizi yang baik pada 1000 hari pertama kehidupan
pada kelompok ibu hamil?
C. Tujuan
1. Tujuan umum :
2

Mengetahui pengaruh pemberian gizi yang baik pada 1000 hari pertama kelahiran
yang diberikan pada kelompok ibu hamil.
2.
a.
b.
c.
d.

Tujuan khusus :
Mengetahui kebutuhan gizi selama kehamilan
Mengetahui fase fase kehamilan
Mengetahui perbedaan kebutuhan gizi ibu hamil dan normal
Mengetahui panduan menu seimbang kehamilan

D. Manfaat
1. Sebagai masukan bagi dokter dan pelayan kesehatan untuk meningkatkan
perannya dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan yang berfokus pada usaha
preventif dan promotif dalam mencegah kekurangan gizi
2. Menambah wawasan masyarakat mengenai pentinganya pemenuhan gizi
seimbang pada 1000 hari pertama kelahiran pada kelompok ibu hamil
3. Meningkatkan pengetahuan wanita mengenai pentingnya status gizi ibu sebelum
dan selama hamil.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Fase Kehamilan
2.1.1. Trimester Pertama
Trimester Pertama: Awal Perubahan Dalam Tubuh Wanita
Selama trimester pertama tubuh
mulai banyak perubahan. Perubahan
hormonal mempengaruhi hampir setiap sistem organ. Perubahan ini dapat
memicu gejala bahkan pada saat minggu pertama kehamilan. (Veronica, 2010)
Trimester pertama: Perubahan Emosi dan Fisik
Kelelahan yang luar biasa
Payudara sakit, bengkak. Puting mungkin juga akan membesar.
3

Perut terasa tidak enak dengan atau tanpa muntah (morning sickness)
Suka atau benci pada beberapa jenis makanan tertentu
Mood tidak stabil
Sembelit (sulit BAB)
Sering kencing
Sakit kepala
Mulas
Berat bertambah atau turun

Trimester Pertama: Perubahan Dalam Aktivitas


Perubahan aktivitas/rutinitas ebagian besar ketidaknyamanan tersebut akan
hilang selama kehamilan berlangsung.
Trimester Pertama: Janin di Minggu ke-4
Otak dan saraf tulang belakang janin mulai membentuk.
Jantung mulai membentuk.
Pucuk lengan dan kaki mulai muncul.
janin sekarang adalah embrio dan panjangnya 1 / 25 inci.
Trimester pertama: Janin di Minggu ke-8
Semua organ utama dan struktur tubuh luar telah mulai membentuk.
Denyut jantung janin dengan ritme biasa.
Lengan dan kaki tumbuh memanjang, dan jari kaki dan jari tangan mulai

membentuk.
Alat kelamin mulai membentuk.
Mata telah berpindah ke depan wajah dan kelopak mata telah membentuk.
Tali pusar terlihat jelas.
Pada akhir minggu ke-8, janin telah berupa janin dan terlihat lebih
seperti manusia. janin hampir 1 inci panjangnya dan berat kurang dari 1 /
8 ons.

Trimester pertama: janin di Minggu ke-12


Saraf dan otot mulai bekerja bersama. janin

dapat membuat kepalan

tangan.
Alat kelamin menunjukkan jika janin adalah laki-laki atau perempuan.
Perempuan yang telah memiliki ultrasound dalam waktu trimester kedua

atau lebih dapat mengetahui jenis kelamin janin mereka.


Kelopak mata menutup untuk melindungi mata yang sedang berkembang.

Mereka tidak akan membuka hingga minggu ke-28.


Pertumbuhan kepala melambat, dan janin sudah lebih panjang. Sekarang,
panjangnya sekitar 3 inci, berat janin hampir 1 ons.
4

2.1.2. Trimester kedua


Trimester kedua:

Perubahan

Yang

Mungkin

Dialami

Wanita

Kebanyakan wanita menemukan bahwa kehamilan trimester kedua lebih


mudah daripada yang pertama. Tetapi sama pentingnya untuk tetap
terinformasi mengenai kehamilan selama bulan ini. mungkin melihat bahwa
gejala seperti mual dan kelelahan akan menghilang. Tetapi yang baru lainnya,
lebih terlihat perubahan pada tubuh sekarang. Perut akan membesar sebagai
janin terus tumbuh. (Veronica, 2010)
Trimester kedua: Janin di Minggu ke-16
Sakit badan, seperti sakit punggung, perut, kunci paha atau paha
T pengencangan di perut, dada, paha, atau pinggul
Penggelapan kulit disekitar puting
Garis pada kulit mulai dari pusar ke pinggang
Noda gelap pada kulit, biasanya di pipi, dahi, hidung, atau bibir atas. Noda
sering sama di kedua sisi muka. Hal ini kadang-kadang disebut sebagai

topeng kehamilan.
Pembengkakan pada pergelangan kaki, jari, dan wajah.

Trimester kedua: janin di Minggu ke-16


Jaringan otot dan tulang terus membentuk, membuat tulang yang lebih

lengkap.
Kulit mulai membentuk hampir dapat melihat menembusinya.
Meconium (mih-KOH-nee-uhm) berkembang didalam saluran usus

janin . Ini akan menjadi pergerakan usus pertama bayi


janin dapat membuat gerakan menghisap dengan mulut (sucking reflex).
Panjang janin mencapai sekitar 4 sampai 5 inci dan beratnya hampir 3
ons.

Trimester kedua: janin di Minggu ke-20


Janin lebih aktif. mungkin akan merasakan sedikit denyutan
Janin terlindungi dengan baik, bulu rambut yang disebut lanugo (luh NooGoh) dan lapisan lunak yang disebut vernix. Ini melindungi pembentukan

bagian bawah kulit


Alis mata, bulu mata, kuku jari tangan, dan kuku jari kaki telah terbentuk.

janin bahkan dapat menggaruk dirinya.


Janin dapat mendengar dan menelan.

Sekarang pertengahan jalan kehamilan , janin

adalah sekitar 6 inci

panjang dan berat sekitar 9 ons.

Trimester kedua: janin di Minggu ke-24


Tulang sumsum mulai membuat sel-sel darah.
Perasa terbentuk pada lidah janin .
Sidik jari tangan dan kaki telah terbentuk.
Rambut mulai tumbuh di kepala janin .
Paru-paru sudah terbentuk, tetapi belum berfungsi.
Refleks tangan dan keterkejutan berkembang.
janin tertidur dan bangun secara berkala.
Jika janin laki-laki, maka testikelnya mulai bergerak dari perut ke dalam
kantong kemaluan. Jika janin perempuan, uterus dan ovariesnya berada
pada tempatnya, dan pasokan telur seumur hidup telah dibentuk didalam

ovaries.
janin menyimpan lemak dan telah menambah berat sedikit. Sekarang
sudah sekitar 12 inci panjang, dan berat janin sudah 1 pounds.

2.1.3. Trimester Ketiga


Trimester
ketiga:

Perempuan

Mengalami

Perubahan

Beberapa ketidak nyamanan yang sama yang sudah pernah

rasakan pada

trimester kedua akan berlanjut. Selain itu, banyak perempuan merasakan kesulitan
dalam bernapas dan memperingatkan mereka untuk harus pergi ke kamar mandi
bahkan lebih sering. Hal ini disebabkan oleh karena janin semakin besar dan ia
memberikan tekanan lebih pada organ, keluhan ini akan berkurang setelah
melahirkan. (Veronica, 2010)
Trimester ketiga: Perempuan Mengalami Perubahan Emosi dan Fisik
Sesak nafas
Mulas
Pembengkakan pada pergelangan kai, jari, dan wajah.
Wasir
Susah tidur
janin "dropping", atau bergerak lebih rendah dalam perut
Kontraksi, yang dapat menjadi t nyata atau palsu waktu untuk melahirkan
Trimester ketiga: Perubahan Pada Saat Pendekatan Tanggal Jatuh Tempo

Cervix

menjadi tipis dan lembut (disebut effacing). Hal ini biasa, alami,

proses alami yang membantu kanal (vagina) kelahiran untuk membuka selama
proses persalinan.
Trimester ketiga: janin di Minggu ke-32
Tulang sudah benar-benar terbentuk, tetapi tetap lembut.
Tendangan dan pukulan janin lebih kuat.
Mata sudah dapat membuka dan menutup dan merasakan adanya

perubahan cahaya.
Paru-paru tidak sepenuhnya terbentuk, namun terjadi praktek gerakan

"bernapas".
Tubuh mulai menyimpan mineral vital, seperti zat besi dan kalsium.
Lanugo mulai melemah.
Berat janin bertambah dengan cepat, sekitar kilo seminggu. Sekarang,
janin adalah sekitar 15 sampai 17 inci panjang dan berat sekitar 4 .-4.
pounds.

Trimester ketiga: janin di Minggu ke-36


Lapisan lunak pelindung yang disebut vernix menjadi bertambah tebal.
Lemak tubuh meningkat. janin
semakin besar dan terus besar dan
memiliki sedikit ruangan untuk bergerak di sekitarnya. Pergerakan menjadi

kurang kuat, namun akan merasa stretches dan wiggles.


Janin sudah sekitar 16 - 19 inci panjang dan berat sekitar 6 .-6. pounds.

Trimester ketiga: janin di Minggu ke 37 - 40


Pada akhir dari 37 minggu, janin dianggap telah lengkap. Organ janin

sudah siap untuk fungsi pada mereka sendiri.


Saat mendekati tanggal jatuh tempo persalinan, posisi kepala janin
mungkin berada di bawah untuk dilahirkan. Kebanyakan posisi kepala

janin "Ada" dibawah.


Pada saat kelahiran, berat janin

mungkin antara 6, 2 pounds dan 9, 2

pounds dan panjangnya sekitar 19 hingga 21 inci. Kebanyakan persyaratan


untuk janin berada dalam kisaran ini.
2.2 Kebutuhan Gizi Selama Kehamilan
Kebutuhan gizi ibu hamil meningkat dibandingkan dengan sebelum hamil.
Bila sebelum hamil kebutuhan energy dan protein perempuan usia 19-29 tahun
sebesar 1900kkal dan 50g per hari, pada waktu hamil kebutuhannyameningkat

menjadi 2.080 kkal dan 67g per hari pada trimester I serta 2.200 kkal dan 67 g per
hari pada trimester II dan III. Demikian juga dengan kebutuhan zat-zat gizi lain,
akan meningkat selama kehamilan. Kebutuhan lemak ibu hamil disesuaikan
dengan kebutuhan energi, yaitu seperlima dari total kebutuhan energi. Dengan
adanya tambahan konsumsi energy 180-300 kkal per hari ketika hamil, ibu juga
perlu mengkonsumsi B1 B2 B3 lebih banyak dari sebelum hamil untuk membantu
penggunaan energi ekstradari makanan.
Zat-zat gizi lain yang berperan selama kehamilan adalah vitamin A, folat,
kalsium, zat besi dan zat seng. Vitamia A meningkatkan pertumbuhan dan
kesehatan sel-sel dan jaringan seluruh tubuh ibu dan janin. Folat menurunkan
risiko kerusakan batang saraf janin. Kalsium dibantu vitamin D dibutuhkan untuk
mempertahankan massa tulang ibu dan perkembangan tulang janin. Adapun zat
besi menghasilkan Hb, sedangkan zat seng untuk pertumbuhan sel dan
perkembangan otak janin. Sebelum hamil kebutuhan vitamin A, folat, kalsium, zat
besi, dan zat seng perempuan usia 19-29 tahun masing-masing 500 RE, 400 mcg,
800 mg, 26 mg, dan 9,3 mg per hari, tetapi selama hamil kebutuhannya meningkat
menjadi 800 RE, 500 mcg, 950 mg, 35-39 mg, dan 11-19,5 per hari.
Penting diperhatikan, ibu hamil termasuk kelompok kritis tumbuh-kembang
manusia. Artinya, masa depan kualitas hidup manusia akan ditentukan pada
kelompok ini. Jika kondisi zat gizi kelompok ini diabaikan, akan timbul banyak
masalah yang berpengaruh terhadap rendahnya kualitas hidup manusia. Ibu hamil
yang kekurangan gizi berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah
(BBLR). Oleh karena itu, ibu hamil harus memahami dan mempraktikan pola
hidup sehat gizi seimbang sebagai salah satu upaya untuk menjaga keadaan gizi
ibu dan janinnya tetap sehat.
Bila ibu mengalami kekurangan gizi selama hamil akan menimbulkan
masalah, baik pada ibu maupun janin, seperti diuraikan berikut ini: (Soekirman,
2010)
a) Terhadap Ibu
Kurang gizi pada ibu hamil dapat menyebabkan resiko dan komplikasi
pada iou antara lain : anemia, pendarahan, berat badan ibu tidak bertambah
secara normal, dan terkena penyakit infeksi. Anemia pada ibu hamil dapat
didefenisikan sebagai kondisi dengan kadar Hb berada di bawah normal.

Di Indonesia umumnya disebabkan oleh kekurangan zat besi, sehingga


lebih dikenal denga istilah anemia gizi besi. Anemia didefisiensi besi
merupakan satu gangguan yang paling sering terjadi selama kehamilan. Ibu
hamil umumnya mengalami deplesi besi yang normal. Selanjutnya mereka
akan menjadi anemia pada saat kadar hemoglobin ibu turun sampai di bawah
11 g/dl selama trimester III. Kekurangan zat besi dapat menimbulkan
gangguan atau hambatan pada pertumbuhan janin baik sel tubuh maupun sel
otak.
Anemia gizi dapat mengakibatkan kematian janin di dalam kandungan,
abortus, cacat bawaan, BBLR, anemia pada bayi yang dilahirkan, hal ini
menyebabkan morbiditas dan morbilitas ibu dan kematian perinatal secara
bermakna lebih tinggi. Pada ibu hamil yang menderita anemia berat dapat
meningkatkan resiko morbilitas juga lebih besar.
b) Terhadap Janin
Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat mempengaruhi proses pertumbuhan
janin dan dapat menimbulkan keguguran, abortus, bayi lahirmati, kematian
neonatal, cacat bawaan, anemia pada bayi, asfiksia intra partum (mati dalam
kandungan), BBLR.

c) Terhadap Persalinan
Pengaruh gizi kurang proses persalinan dapat mengakibatkan persalinan
sulit dan lama, persalinan sebelum waktunya (premature). Perdarahan Skala
persalinan, serta persalinan dengan operasi cenderung meningkat.
2.3 Perbedaan kebutuhan Gizi Ibu Hamil dan Normal
Seorang wanita dewasa yang tidak hamil, keperluan gizinya dipergunakan
untuk kegiatan rutin dalam proses metabolisme tubuh, aktivitas fisik, serta
menjaga keseimbangan segala proses dalam tubuh. Sedangkan pada wanita
dewasa yang sedang hamil maka di samping untuk proses yang rutin juga
diperlukan energi dan gizi tambahan untuk pembentukan jaringan baru, yaitu
janin, plasenta, uterus serta kelenjar mamae. (Simanjuntaj, 2012)
9

Status gizi ibu hamil diduga menjadi salah satu faktor yang menentukan
pertumbuhan dan perkembangan janin termasuk berat dan panjang janin saat
lahir. Berat dan panjang lahir menentukan status gizi dan pertumbuhan linier anak
di masa mendatang. Gizi ibu yang buruk sebelum kehamilan maupun pada saat
kehamilan, dapat menyebabkan Pertumbuhan Janin Terhambat (PJT), janin lahir
dengan berat badan lahir rendah (BBLR), gangguan pertumbuhan dan
perkembangan otak janin serta peningkatan risiko kesakitan dan kematian.
Status gizi ibu hamil yang diukur dari pertambahan berat badan selama
kehamilan berhubungan positif dengan tingkat konsumsi energi ibu hamil.
Penelitian lain menunjukkan hubungan positif antar protein dan zat-zat gizi mikro
terhadap pertambahan berat badan selama kehamilan.
Pada tahun 1990, Institute of Medicine (IOM) mempublikasikan panduan
pertambahan berat badan kehamilan berdasarkan IMT sebelum hamil. Jika IMT
sebelum hamil <19.8 kg/m2, direkomendasikan mencapai pertambahan berat
badan 12.7-18.2 kg; jika IMT antara 19.8-26.0 kg/ m 2, pertambahan berat badan
11.4-15.9 kg, IMT antara 26.1-29 kg/m2 pertambahan berat badan 6.8-11.4 kg dan
= 6.0 kg bagi wanita hamil dengan IMT awal 29.0 kg/m2. Wanita dengan IMT
sebelum hamil >29.0 kg/m2, harus tambah berat badan = 6.0 kg. IOM juga
merekomendasikan pertambahan berat badan untuk wanita kulit hitam remaja
mencapai pertambahan berat badan pada batas atas dari tiap kisaran yang
direkomendasikan.
Sebaiknya ibu hamil makan secukupnya sesuai dengan kebutuhan selama
kehamilannya. Makanan tidak perlu mahal akan tetapi mengandung protein baik
hewani maupun nabati. (Simanjuntak, 2012)
Status gizi ibu hamil merupakan faktor prenatal yang sangat menentukan
status gizi janin yang baru dilahirkan (yang direfleksikan berdasarkan berat dan
panjang lahir). (Usha, 2012)
Nutrisi selama kehamilan biasanya berfokus pada kedua dan / atau trimester
ketiga dimana waktu proses kunci seperti organogenesis telah selesai. Status gizi
perempuan sebelum konsepsi dan / atau selama awal kehamilan. Gizi selama awal
kehamilan dapat mempengaruhi fungsi plasenta, yang telah dikaitkan dengan hasil
yang merugikan kehamilan seperti preeklamsia, PTD dan hambatan pertumbuhan
janin. nutrisi periconceptional adalah efek perlindungan dari asam folat dalam fi

10

rst 28 hari kehamilan dalam mengurangi risiko melahirkan janin dengan cacat
tabung saraf (NTD). (Yongky, 2009)
Pada trimester pertama diperhatikan makanan hendaknya dipilih yang mudah
dicerna. Porsi makanan sedikit, tetapi dengan frekuensi sering. Pada trimester
kedua mulai dibutuhkan tambahan kalori untuk pertumbuhan serta perkembangan
janin serta untuk mempertahankan kesehatan si ibu. Ibu hamil memerlukan
protein dan zat gizi lain seperti galaktosa yang ada pada susu sehingga dianjurkan
untuk minum susu 400 cc. Pada trimester kedua diperhatikan juga mengenai
memakan bahan makanan sumber protein (zat pembangun), agar janin mengalami
pertumbuhan yang baik. Selain zat-zat pengatur juga diperlukan. Pada trimester
ketiga, makanan pada trimester ketiga sama dengan makanan pada trimester
kedua, tetapi hendaknya jangan terlalu banyak, agar ibu terhindar dari kegemukan.
(Simanjuntak, 2012)
Beberapa zat yang dibutuhkan pada nutria ibu hamil, adalah sebagai berikut:
1. Asam Folat
Folat adalah vitamin B yang membantu mencegah cacat tabung saraf, kelainan
serius otak dan sumsum tulang belakang. Bentuk sintetis dari folat ditemukan
dalam suplemen dan makanan yang diperkaya dikenal sebagai asam folat.
Suplementasi asam folat telah terbukti mengurangi risiko kelahiran prematur.
Asam Folat yang dibutuhkan sebanyak 800 mikrogram, yang berasal dari sayuran
berdaun hijau, buah jeruk, dan kacang kering dan kacang polong merupakan
sumber yang baik dari asam folat alami. (mayo clinic, 2014)

Gambar 2.1. Kebutuhan Asam Folat pada Ibu Hamil.

2. Kalsium
Kalsium dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang dan gigi yang kuat. Kalsium
juga membantu peredaran darah, sistem otot dan saraf berjalan normal.
11

Kalsium yang dibutuhkan sebanyak 1.000 miligram per hari; remaja hamil
membutuhkan 1.300 miligram per hari, didapatkan dari produk susu adalah
sumber kalsium terbaik diserap. (mayo clinic, 2014)

Gambar 2.2. Kebutuhan Kalsium pada Ibu Hamil.

3. Vitamin D
Vitamin D juga membantu membangun tulang dan gigi bayi, dibutuhkan: 600
unit internasional (IU) per hari yang didapatkan lemak ikan, seperti salmon,
merupakan sumber vitamin D. Pilihan lainnya termasuk diperkaya susu dan jus
jeruk. (mayo clinic, 2014)

Gambar 2.3. Kebutuhan Vitamin D pada Ibu Hamil.


4. Protein
Protein sangat penting untuk pertumbuhan janin terutama selama trimester
kedua dan ketiga, dibutuhka sebanyak 71 gram sehari yang bisa didapatkan dari
daging, unggas, ikan dan telur adalah sumber besar protein. Pilihan lain termasuk

12

kacang kering dan kacang polong, tahu, produk susu, dan selai kacang. (mayo
clinic, 2014)

Gambar 2.4. Kebutuhan Protein pada Ibu Hamil.


5. Zat Besi
Tubuh menggunakan besi untuk membuat hemoglobin, protein dalam sel
darah merah yang membawa oksigen ke jaringan. Selama kehamilan volume
darah mengembang untuk mengakomodasi perubahan dalam tubuh dan membantu
janin membuat seluruh suplai darahnya dua kali lipat kebutuhan besi pada ibu
hamil tersebut. di butuhkan: 27 miligram per hari. Sumber yang baik: daging
merah, unggas dan ikan merupakan sumber zat besi yang baik. Pilihan lainnya
termasuk besi-sereal, kacang-kacangan dan sayuran. (mayo clinic, 2014)

Gambar 2.5. Kebutuhan Zat Besi pada Ibu Hamil.


2.4 Panduan Menu Seimbang Kehamilan
Ibu hamil dianjurkan makan secukupnya saja, bervariasi sehingga kebutuhan
akan aneka macam zat gizi bias terpenuhi. Kebutuhan yang meningkat ini untuk
mendukung persiapan kelak bayi dilahirkan. Cara makan yang berlebihan harus
dihindari, karena dapat merugikan sendiri. Bagaimanapun juga penambahan
jumlah gizi harus disesuaikan dengan keperluannya. Kebutuhan lemak pada ibu
hamil tidak perlu dikurangi, apalagi sayur-sayuran serta buah segar. Bila berat
13

badan si ibu tetap saja atau mungkin menurun, mka dianjurkan mengkonsumsi
semua jenis makanan. Sebagai pedoman dalam pengawasan akan kecukupan gizi
ibu hamil adalah bagaimana kenaikan pertambahan berat badan si ibu. Sebagai
standard kebiasaan kenaikan berat badan pada ibu hamil menurut Committee on
Nutritional (1990) adalah sekitar 7 kg sampai 18 kg. Untuk ibu gemuk (BMI > 2629 pertambahan berat badan sekitar 7kg -11,5 kg Untuk ibu normal (BMI 19,8-26)
maka pertambahan 11,5 kg 16 kg. Untuk ibu kurus (BMI < 19,8 pertambahan
berkisar 12,5 kg 18 kg. 2
Dengan berpegangan pada nilai ini maka jika terjadi kelebihan berat badan
maka dianjurkan untuk mengurangi konsumsi karbohidrat serta gula-gula. Pada
ibu hamil yang kekurangan gizi maka perlu pemberian kalori tambahan agar tubuh
segera mengalami kondisi yang ideal, meskipun berbagai literatur menyebutkan
bahwa ibu hamil kurang gizi, bias melahirkan anak tanpa ada kelainan apapun.
Akan tetapi risiko kehamilan serta saat melahirkan tentunya lebih tinggi
dibandingkan ibu hamil dengan kondisi gizi yang sempurna.2
Pada ibu hamil terutama pada pertengahan usia kandungannya, sering
mengalami pembengkakan pada kakinya. Hal ini bisa di atasi dengan mengurangi
konsumsi makanan yang mengandung ion Natrium dan
Klorida (Garrow and James, 1993). Kebutuhan tambahan gizi pada ibu hamil
harus benar-benar diperhitungkan, sehingga tidak mengakibatkan kelebihan yang
bisa berakibat merugikan. Adapun makanan yang sangat dianjurkan pada masa
kehamilan adalah susu, telur, sayur, buah, mentega, margarin, serta vitamin,
utamanya vitamin A, D dan C. Jaminan terbaik dari konsumsi kalori yang cukup
selama hamil adalah peningkatan berat badan sesuai dengan pertambahan usia
kehamilan, peningkatan berat badan optimal tergantung pada tinggi badan ibu
hamil, struktur tulang dan status gizi sebelum hamil. 2
Pola peningkatan berat badan juga penting, pola ideal dari peningkatan berat
badan selama hamil adalah adanya peningkatan 1 2 kg selama trimester pertama,
diikuti dengan peningkatan rata 0,4 kg per minggu selama akhir dua semester.
Selama trimester kedua umumnya peningkatan berat badan menandakan
peningkatan volume darah, pembesaran payudara, uterus (rahim) danberhubungan
dengan jaringan dan cairan serta simpanan lemak ibu hamil.
Makanan yang diperlukan untuk pertumbuhan adalah makanan yang
mengandung zat pertumbuhan atau pembangun yaitu protein, selama itu juga
14

perlu tambahan vitamin dan mineral untuk membantu proses pertumbuhan itu.
Sesuai dengan usia pertumbuhan kehamilan mulai dari trimester pertama hingga
ketiga banyak keluhan ibu hamil yang mempengaruhi keinginan untuk makan.
Pada kehamilan trimester pertama umur kehamilan 0-3 bulan umumnya timbul
keluhan-keluhan seperti rasa mual, ingin muntah, pusing-pusing, selera makan
berkurang sehingga timbul kelemahan dan malas beraktivitas. Pada saat ini belum
diperlukan tambahan kalori, protein, mineral serta vitamin yang berarti karena
janin belum tumbuh dengan pesat dan kebutuhan gizi dapat disamakan dengan
keadaan sebelum hamil, tetapi yang perlu diperhatikan adalah bahwa ibu hamil
harus tetap makan agar tidak terjadi gangguan pencernaan, bentuk makanan biasa,
dan untuk menghindari rasa mual dan muntah posi makanan kecil akan tetapi
frekuensi makan sering. Energi serta gizi pada saat seperti ini hanya diperlukan
untuk memelihara kesehatan serta vitalisnya, disampng tentunya mensuplai
kebutuhan janin yang sedang diproses. Agar kecukupan zat-zat gizi terpenuhi
dapat diperhatikan halhal seperti berikut:2
Makanan hendaknya dipilih yang mudah dicerna. Buah-buahan segar dan

sayuran hijau biasanya dapat mengurangi rasa mual.


Porsi makanan sedikit, tetapi dengan frekuensi sering. Bila kurang selera
makan nasi, dapat diganti dengan kentang, macaroni, mie atau jajanan lain
yang bergizi.

Pada trimester kedua mulai dibutuhkan tambahan kalori untuk pertumbuhan


serta perkembangan janin serta untuk mempertahankan kesehatan si ibu. Pada saat
ini muntah sudah berkurang atau tidak ada, nafsu makan bertambah,
perkembangan janin sangat pesat bukan saja tubuhnya tetapi juga susunan saraf
otak (kurang lebih 90%). Oleh karena pertumbuhan janin yang pesat di mana
jaringan otak menjadi perhatian utama maka ibu hamil memerlukan protein dan
zat gizi lain seperti galaktosa yang ada pada susu sehingga dianjurkan untuk
minum susu 400 cc. Yang perlu diperhatikan pada trimester kedua ini adalah:
Hendaknya lebih banyak memakan bahan makanan sumber protein (zat
pembangun), agar janin mengalami pertumbuhan yang baik. Bahan
makanan sumber protein adalah ikan, daging, telur, kacang-kacangan dan
hasil olahannya seperti tempe, tahu, dan lain-lain.

15

Selain zat pembangun, zat-zat pengatur juga diperlukan. Vitamin dan


mineral merupakan zat pengatur yang banyak terdapat pada buah dan

sayuran.
Perlu diperhatikan, bila ibu mengalami bengkak-bengkak pada kaki,
hendaknya konsumsi garam dan makanan perlu dikurangi. Bahan makanan
yang banyak mengandung garam antara lain Instansi Noodle, Margarine,
mentega, kecap, dan lain-lain. Untuk itu bahan makanan tersebut
hendaknya dibatasinya.

Trimester ketiga, pada saat ini nafsu makan sudah baik sekali cenderung untuk
merasa lapar terus menerus sehingga perlu diperhatikan agar tidak terjadi
kegemukan. Pada masa ini diperlukan makanan dengan nilai biologis yang tinggi
serta memadai untuk mencukupi segala yang dibutuhkan. Secara garis besar
makanan pada trimester ketiga sama dengan makanan pada trimester kedua, tetapi
hendaknya jangan terlalu banyak, agar ibu terhindar dari kegemukan. 2
Keperluan zat gizi tambahan yang diperlukan pada kehamilan menurut risalah
Widya Karya Pangan dan Gizi VI (1998) adalah: 2
Kalori
2200 +
285 kal
Protein
48
+
12 gr
Ca
500
+
400 mg
Fe
26
+
20 mg
Vit A
500
+
200 RE
Thiamin
1
+
0,2 mg
Riboflavin
1,2
+
0,2 mg
Niacin
9
+
1 mg
Vit C
60
+
10 mgr
Vit D
-5
+
10 g

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Gizi adalah zat yang menyusun bahan makanan seperti air, protein, lemak,
hidrat arang, vitamin dan mineral dan merupakan salah satu faktor penting
yang menentukan tingkat kesehatan dan kesejahteraan manusia
16

2. Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan
janin yang sedang dikandung. Bila status gizi ibu normal pada masa sebelum
dan selama hamil kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang sehat, cukup
bulan dengan berat badan normal. Dengan kata lain kualitas bayi yang
dilahirkan sangat tergantung pada keadaan gizi ibu sebelum dan selama hamil.
3. Kebutuhan gizi ibu hamil meningkat dibandingkan dengan sebelum hamil.
Bila sebelum hamil kebutuhan energy dan protein perempuan usia 19-29 tahun
sebesar 1900kkal dan 50g per hari, pada waktu hamil kebutuhannyameningkat
menjadi 2.080 kkal dan 67g per hari pada trimester I serta 2.200 kkal dan 67 g
per hari pada trimester II dan III. Demikian juga dengan kebutuhan zat-zat gizi
lain, akan meningkat selama kehamilan. Kebutuhan lemak ibu hamil
disesuaikan dengan kebutuhan energi, yaitu seperlima dari total kebutuhan
energi.
3.2 Saran
Gizi sangat penting bagi ibu hamil, terlebih dalam 1000 Hari Pertama
Kehidupan, dapat disarankan kepada ibu hamil, yaitu:
a) Menjaga Pola makan
b) Istirahat yang cukup
c) Perhatikan gizi dari menu makanan
d) Pertahankan pada berat badan yang sesuai untuk ibu hamil
e) Jaga kebersihan bagi ibu dan janin\
f) Konsumsi vitamin dan mineral sesuai anjuran.
DAFTAR PUSTAKA
1. http://uda.ac.id/jurnal/files/Ganda%20Sigalingging2.pdf 4 Januari 2013
2. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/18881/1/ikm-okt20059%20%2813%29.pdf 7 November 2009
3. http://file.persagi.org/share/Endang%20L%20Achadi.pdf 25 November 2014
4. http://www.savethechildren.org.nz/assets/599/Mothers%202012%20Asia
%20lr.pdf 2 Mei 2012
5. Institute of Obstetricians and Gynaecologists, Royal College of Physicians of
Ireland and Directorate of Clinical Strategy and Programmes, Health Service
Executive. Nutrition for pregnancy. Guideline No.27, Agustus 2013
6. Mayo clinic staff. (2014). Pregnancy diet: Focus on these essential nutrients.
Diakses dari http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-byweek/in-depth/pregnancy-nutrition/art-20045082?pg=1 [06 September 2015]
17

7. Prof. Soekirman. 2010. Sehat & Bugar Berkat Gizi Seimbang. Jakarta:
Kompas Gramedia
8. Ramakhrishnan U, Grant F, et al. (2012). Effect of Womens Nutrition before
and during Early Pregnancy on Maternal and Infant Outcomes: A Systematic
Review. 1Paediatric and Perinatal Epidemiology, 26 (1), 285301
9. Simanjuntak D, Sudaryati E. Gizi pada Ibu Hamil dan Menyusui. 79-82
10. Yongky, Hardinsyah, dkk. (2009). Status Gizi Awal Kehamilan dan
Pertambahan Berat Badan Ibu Hamil Kaitannya Dengan BBLR. Jurnal Gizi
dan Pangan, 4(1): 8 12
11. Veronica
WH,
2010.

Tahapan

kehamilan.

Diakses

dari

http://dinikawai.blogspot.co.id/2010/08/tahapan-kehamilan-trimester-1-2-dan3.html [06 September 2015]

18