Anda di halaman 1dari 13

TUGAS I

Penelitian Operasional Tambang


Pemograman Linier dan Metode Simplex

Oleh : Osmaini Sutra Haryati


NIM : 1302670
Prodi : Teknik Pertambangan (S1)

Dosen :
Muya Gusman, ST., MT

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2016
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur penulis ucapkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini dengan
baik dan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini dibahas mengenai Pemograman Linier dan
Metode Simplex.
Makalah ini dibuat melakukan studi pustaka terhadap beberapa sumber dan bantuan
dari pihak-pihak terkait. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini.
Oleh karena itu penulis mengharapkan pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang
dapat membangun. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk
penyempurnaan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi
pembaca.

Padang, 22 Maret 2016

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sebuah perusahaan atau organisasi perlu merencanakan strategi yang dapat
mengoptimalkan hasil yang ingin dicapai, baik itu berupa keuntungan maksimal atau
biaya minimal. Pada dasarnya setiap perusahaan memiliki keterbatasan atas sumber
dayanya, baik keterbatasan dalam jumlah bahan baku, mesin dan peralatan, ruang,
tenaga, kerja, maupun model. Dengan keterbatasan ini, setiap perusahaan melakukan
beberapa cara untuk melakukan optimasi dengan hasil yang dicapai, salah satunya
dengan program linear (Linear Programming).
Pemrograman linear (linear proramming) adalah teknik pengambilan keputusan
untuk memecahkan masalah mengalokasikan sumber daya yang terbatas diantara
berbagai kepentingan seoptimal mungkin. Pemrograman linear merupakan salah satu
metode dalam riset operasi yang memungkinkan para manajer mengambil keputusan
dengan menggunakan pendekatan analisis kuantitatif. Teknik ini telah diterapkan secara

luas pada berbagai persoalan dalam perusahaan, untuk menyelesaikan masalah yang
berkaitan dengan penugasan karyawan, penggunaan mesin, distribusi, dan pengangkutan,
penentuan kapasitas produk, ataupun dalam penentuan portofolio investasi.
Linear Programming (LP) adalah suatu metode programasi yang variabelnya
disusun dengan persamaan linier. Oleh berbagai analist, maka LP diterjemahkan ke
dalam Bahasa Indonesia menjadi programasi linier, pemrograman garis lurus,
programasi garis lurus atau lainnya. Sebagai alat kuantitatif untuk melakuakn
pemrograman, maka metode LP juga ada kelebihan dan kelemahannya. Oleh karena itu,
pembaca atau peneliti harus mampu mengidentifikasi kapan alat ini dipergunakan dan
kapan tidak dipergunakan.
B. Tujuan
1. Untuk menambah pengetahuan tentang linear programing
2. Untuk mengetahui fungsi dari linear programing bagi perusahaan
3. Untuk mendapatkan keuntungan yang optimal dari kegiatan produksi yang dilakukan
perusahaan
4. Untuk mengetahui pendapatan dan keuntungan dalam suatu perusahaan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pemrograman linier
Metode Pemrograman linier pertama kali ditemukan oleh ahli statistika
Amerika Serikat yang bernama Prof. George Dantzig (Father of the Linear
Programming).
Pemrograman Linier disingkat PL merupakan metode matematik dalam
mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk mencapai suatu tujuan seperti
memaksimumkan keuntungan dan meminimumkan biaya. PL banyak diterapkan
dalam masalah ekonomi, industri, militer, sosial dan lain-lain. PL berkaitan dengan
penjelasan suatu kasus dalam dunia nyata sebagai suatu model matematik yang terdiri
dari sebuah fungsi tujuan linier dengan beberapa kendala linier.
Setiap perusahaan atau organisasi memiliki keterbatasan atas sumber dayanya,
baik keterbatasan dalam jumlah bahan baku, mesin dan peralatan, ruang tenaga kerja,
jam kerja, maupun modal. Dengan keterbatasan ini, perusahaan perlu merencanakan
strategi yang dapat mengoptimalkan hasil yang ingin dicapai, baik itu berupa

keuntungan maksimal atau biaya minimal. Berbagai cara lain telah ditemukan untuk
tujuan itu, salah satu diantaranya pemrograman linear (Eddy, 2008).
Pemrograman Linear merupakan metode matematik dalam mengalokasikan
sumber daya yang terbatas untuk mencapai suatu tujuan seperti memaksimumkan
keuntungan dan meminimumkan biaya. Pemrograman Linear banyak diterapkan
dalam masalah ekonomi, industri, militer, sosial dan lain-lain. Pemrograman Linear
berkaitan dengan penjelasan suatu kasus dalam dunia nyata sebagai suatu model
matematik yang terdiri dari sebuah fungsi tujuan linear dengan beberapa kendala
linear (Siringoringo, 2005).
Tahapan dalam penyelesaian optimasi dari Linear programming ini adalah
sebagai berikut :
1. Menentukan decision of variables
2. Membuat objective function
3. Memformulasikan constraints
4. Menggambarkan dalam bentuk grafik
5. Menentukan daerah kemungkinan/ "feasible"
6. Menentukan solusi optimum.
Dua jenis pendekatan yang sering digunakan dalam metode pemrograman
linier ini, yaitu:
Metode Grafik
1. Digunakan untuk menyelesaikan optimasi dengan maksimum 2 variabel.
2. Untuk variabel lebih dari 2, penyelesaiannya menggunakan metode kedua.
Metode Simpleks
1. Digunakan untuk proses dengan jumlah variabel lebih dari 2.
2. Tahapan dalam metode simpleks ini lebih kompleks dibandingkan dengan
metode grafik.

1. Sifat Dasar Pemrograman Linear


`

Sifat-sifat dasar atau Karakteristik Pemrograman Linear adalah sebagai berikut:


Sifat linearitas suatu kasus dapat ditentukan dengan menggunakan beberapa cara.
Secara statistik, cara ini dapat diperiksa kelinearan menggunakan grafik (diagram

pencar).
Sifat proporsional dipenuhi jika kontribusi setiap variabel pada fungsi tujuan atau
penggunaan sumber daya yang membatasi proporsional terhadap level nilai
variabel. Jika harga per unit produk misalnya adalah sama berapapun jumlah yang
dibeli, maka sifat proporsional dipenuhi. Atau dengan kata lain, jika pembelian
dalam jumlah besar mendapatkan diskon, maka sifat proporsional tidak dipenuhi.

Jika penggunaan sumber daya per unitnya tergantung dari jumlah yang

diproduksi, maka sifat proporsionalitas tidak dipenuhi.


Sifat aditivitas mengasumsikan bahwa tidak ada bentuk perkalian silang di antara
berbagai aktivitas, sehingga tidak akan ditemukan bentuk perkalian silang pada
model. Sifat aditivitas berlaku baik bagi fungsi tujuan maupun pembatas
(kendala). Sifat aditivitas dipenuhi jika fungsi tujuan merupakan penambahan

langsung kontribusi masing-masing variabel keputusan.


Sifat divisibilitas berarti unit aktivitas dapat dibagi ke dalam sembarang level

fraksional, sehingga nilai variabel keputusan non integer dimungkinkan.


Sifat Kepastian menunjukkan bahwa semua parameter model berupa konstan.
Artinya koefisien fungsi tujuan maupun fungsi pembatas merupakan suatu nilai
pasti, bukan merupakan nilai dengan peluang tertentu.
Kelima asumsi (sifat) ini dalam dunia nyata tidak selalu dapat dipenuhi. Untuk

meyakinkan dipenuhinya kelima asumsi ini (Siringoringo, 2005).


2. Model Pemrograman Linear
Model matematis perumusan masalah umum pengalokasian sumberdaya untuk
berbagai kegiatan, disebut sebagai model pemrograman linear. Model pemrogram
linear ini merupakan bentuk dan susunan dalam menyajikan masalah-masalah yang
akan dipecahkan dengan teknik pemrogram linear.
Masalah pemrograman linear secara umum dapat ditulis dalam bentuk umum
sebagai berikut.
..(2. 1)
dengan kendala,

..(2.2)
dan
xj 0, j = 1, 2, 3, ., n ..(2.3)
keterangan:
z = fungsi tujuan
xj = jenis kegiatan (variabel keputusan)
aij = kebutuhan sumberdaya i untuk menghasilkan setiap unit kegiatan j
bi = jumlah sumberdaya i yang tersedia
cj = kenaikan nilai Z jika ada pertambahan satu unit kegiatan j
a, b, dan c, disebut juga sebagai parameter model
m = jumlah sumberdaya yang tersedia
n = jumlah kegiatan.

Persamaan (2. 1) dan (2. 2) bisa dikatakan sebagai model standar dari masalah
pemrograman linear. Sebuah formulasi matematika yang sesuai dengan model ini
adalah masalah program linier batas normal (Hiller, 1990).
Umumnya terminologi untuk model program linier sekarang dapat diringkas.
Fungsi objektif, c1x1 + c2x2 + + cnxn, dengan kendala sebagai pembatas. Batasan m
(dengan fungsi semua variabel a11x1 + a12x2 + + a1nxn) kadang-kadang disebut
fungsi pembatas. Sama halnya dengan kendala xj 0 disebut pembatas non negatif.
Beberapa aturan bentuk program linear baku/standar:
1.
Semua batasan/kendala adalah persamaan (dengan sisi kanan yang non-negatif).
2.
Semua variabel keputusan adalah non-negatif.
3.
Fungsi tujuan dapat berupa maksimasi atau minimasi.
(Aminudin, 2005)
3.

Beberapa Definisi yang Berkaitan dengan Pemrograman Linear


Definisi berikut akan dibutuhkan nantinya untuk menjelaskan metode
penyelesaian permasalahan pemrograman linear.
Definisi 1 : penyelesaian fisibel
Penyelesaian fisibel adalah penyelesaian yang memenuhi persamaan (2. 2) dan
(2. 3) pada bentuk standar pemrograman linear di atas. Sedangkan himpunan yang
memuat semua penyelesaian fisibel disebut daerah fisibel (F) (Herjanto, E, 2008).
Definisi 2 : variabel basis
variabel basis adalah variabel-variabel yang digunakan di persamaan (2. 1),
(2. 2) dan (2. 3) sebanyak m dan bernilai positif (Siswanto, 2007).
Definisi 4 : Penyelesaian optimum
Penyelesaian optimum adalah penyelesaian fisibel yang mengoptimumkan
fungsi objektif (memenuhi persamaan (2. 1)), maka penyelesaian basis optimum dan
optimum tetapi tidak fisibel dapat didefinisikan (Pusat Pembinaan dan Pengembangan
Bahasa, 2003).
Definisi 5 : Penyelesaian basis optimum
Penyelesaian basis optimum adalah penyelesaian fisibel basis untuk membuat
fungsi obyektif menjadi optimum (Anonim, 2003).
Definisi 6 : Penyelesaiaan optimum tetapi tidak fisibel
Optimum tetapi tidak fisibel adalah penyelesaian yang terdapat variabel pada
penyelesaian basis yang berharga negatif (tidak memenuhi persamaan (2. 3)). yang
mengoptimumkan fungsi objektif (memnuhi persamaan (2.1)) (Herjanto, E, 2008).
Definisi 7 : Nilai slack
Nilai slack adalah nilai kelebihan suatu sumberdaya yang digunakan pada
kondisi optimum terhadap sumberdaya yang tersedia sebagai kendala (Siswanto,
2007).
Definisi 8 : Primal fisibel

Primal fisibel adalah adalah model standar pemrograman linear memenuhi


persamaan (2. 2) dan (2. 3) di atas yang mengoptimumkan fungsi objektif (Herjanto,
E, 2008).

B. Metode Simplex
1. Pengertian
Metode simpleks merupakan salah satu teknik penyelesaian dalam
program linear yang digunakan sebagai teknik pengambilan keputusan dalam
permasalahan yang berhubungan dengan pengalokasian sumberdaya secara
optimal. Metode simpleks digunakan umtuk mencari nilai optimal dari program
linear yang melibatkan banyak constraint (pembatas) dan banyak variabel.
Penemuan metode ini merupakan lompatan besar dalamriset operasi dan diguna
kan sebagai prosedur penyelesaian dari setiap program komputer.
2. Pendahuluan
Metode penyelesaian program linier dengan metode simplekspertamakali
dikemukakan oleh George Dantzig pada tahun 1947. Metode ini menjadi terkenal
ketika diketemukan alat hitung elektronik dan menjadi popular ketika munculnya
computer. Proses perhitungan metode ini dengan melakukan iterasi berulangulang sampai tercapai hasil optimal dan proses perhitungan ini menjadi
mudah dengan komputer.
Selanjutnya berbagai alat dan metode dikembangkan untuk menyelesaikan
masalah program linear bahkan sampai pada masalah riset operasi hingga tahun
1950an seperti pemrogaman dinamik, teori antrian, dan persediaan.
Program Linier merupakan metode matematik dalam mengalokasikan
sumber daya yang langka untuk mencapai tujuan tunggal seperti memaksimumkan
atau meminimumkan biaya. Program linier banyak diterapkan dalam membantu
menyelesaikan masalah ekonomi, industri, militer, social, dan lain-lain.
Karakteristik persoalan dalam program linier adalah sebagai berikut :
1. Ada tujuan yang ingin dicapai
2. Tersedia beberapa alternatif untuk mencapai tujuan
3. Sumberdaya dalam keadaan terbatas
4.Dapat dirumuskan dalam bentuk matematika (persaman/ketidaksamaan)

Contoh pernyataan ketidaksamaan:


Untuk menghasilkan sejumlah meja dan kursi secara optimal, total biaya yang
dikeluarkan tidak boleh lebih dari dana yang
tersedia. Ada dua metode penyelesaian masalah yang digunakan dalam
program linearm program linier, yaitu metode
grafis (untuk 2 variabel) dan metode simpleks (untuk 2 variabel atau lebih).
Beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan dalam penyelesaian metode simpleks
:
1. Nilai kanan fungsi tujuan harus nol (0)
2. Nilai kanan fungsi kendala harus positif. Apabila negatif, nilai tersebut harus
dikali dengan -1
3. Fungsi kendala dengan tanda harus diubah ke bentuk = dengan menamb
ahkan variabel slack/surplus. Variabel slack/surplus disebut juga variabel dasar.
Penambahan slack variabel menyatakan kapasitas yang tidak digunakan untuk
menyatakan kapasitas yang tidak digunakan atau tersisa pada sumber daya
tersebut. Hal ini karena ada kemungkinan kapasitas yang tersedia tidak semua
digunakan dalam proses produksi.
4. Fungsi kendala dengan tanda diubah ke bentuk dengan cara mengkali
kan dengan -1, lalu diubah ke bentuk persamaan (=) dengan ditambah variabel
slack. Kemudian karena nilai kanannya negatif, dikalikan lagi dengan (-1) dan
ditambah artificial variabel (M) Artificial variabel ini secara fisik tidak
mempunyai arti, dan hanya digunakan untuk kepentingan perhitungan saja.
5. Fungsi kendala dengan tanda = harus ditambah artificial variabel (M)
Metode simplex merupakan prosedur aljabar yang bersifat iteratif, yang
bergerak selangkah demi selangkah, dimulai dari satu titik ekstrem pada daerah
fisibel (ruang solusi) menuju titik ekstrem optimum.
3. FORMULASI MODEL PROGRAM LINIER
Langkah-langkah dalam penyusunan model program linier adalah sebagai
berikut :
1. Definisikan Variabel Keputusan (Decision Variable)
> Variabel yang nilainya akan dicari
2. Rumuskan Fungsi Tujuan:
> Maksimisasi atau Minimisasi
> Tentukan koefisien dari variabel keputusan
3. Rumuskan Fungsi Kendala Sumberdaya:

> Tentukan kebutuhan sumberdaya untuk masing- masing peubah keputusan.


> Tentukan jumlah ketersediaan sumberdaya sbg pembatas.
4. Tetapkan kendala non-negatif
Setiap keputusan (kuantitatif) yang diambil tidak boleh mempunyai nilai negatif
Contoh Persoalan: (Perusahaan Meubel)
Suatu perusahaan menghasilkan dua produk, meja dan kursi yang dipros
es melalui dua bagian fungsi : perkitan dan pemolesan. Pada bagian perakitan
tersedia 60 jam kerja, sedangkan pada bagian pemolesan hanya 48 jam kerja. Untuk
menghasilkan 1 meja diperlukan 4 jam perkitan dan 2 jam kerja pemolesan,
sedangkan untuk menghasilkan 1 kursi diperlukan 2 jam kerja perakitan dan 4 jam
kerja pemolesan. Laba untuk setiap meja dan kursi yang dihasilkan masing-masing
Rp. 80.000 dan Rp. 60.000,Berapa jumlah meja dan kursi yang optimal dihasilkan ?
Penyelesaian:
Definisi variabel keputusan:
Keputusan yang akan diambil adalah berapakah jumlah meja dan kursi yg aka
n dihasilkan. Jika meja disimbolkan dengan M dan kursi dengan K, maka definisi
variabel keputusan :
M = jumlah meja yang akan dihasilkan (dalam satuan unit)
K = jumlah kursi yang akan dihasilkan (dalam satuan unit)
Perumusan persoalan dalam bentuk tabel:

Perumusan fung
si t

ujuan:
Laba untuk setia

meja dan kursi

yg

dihasilkan masin

g-

masing Rp.

80.000 dan Rp. 60.000. tujuan perusahaan adalah untuk memaksimumkan laba dari
sejumlah meja dan kursi yang dihasilkan . dengan demikian, fungsi tujuan dapat ditulis
Fungsi Maks.:
Laba = 8 M + 6 K (dalam satuan Rp.10. 000)
Perumusan fungsi kendala:
Dengan kendala:
4M + 2K 60

2M + 4K 48
Kendala non-negatif:
Meja dan kursi yang dihasilkan tidak memiliki nilai negatif.
M 0
K 0
Ketentuan Penggunaan Tabel Simpleks
1. Fungsi fungsi batasan menggunakan notasi

2. Fungsi Batasan harus diubah dari ke bentuk = dengan menambah


kan slack variable (variabel surplus) yang dimulai dari
Xn+1, Xn+2. Xn+m
3. Proses pengulangan dihentikan apabila koefisienkoefisien dari fungsi
tujuan sudah tidak ada yang negatif
Bentuk tabel simpleks adalah sebagai berikut:

m = Ba

Dimana :
nyaknya fun

gsi Batasan (ke


n = Ban

ndala)
yaknya vari

able Ouput
b 1 = Ba

tasan sumbe

r1
b 2 = Batasan sumber 2
bm = batasan sumber m
Metode SIimpleks Maksimal
Menentukan fungsi tujuan dan fungsi-fungsi kendala
Misalkan x1 = Meja dan x2 = Kursi
Fungsi Tujuan : Z = 8x1 + 6x2
Fungsi-fungsi Kendala:
4 x 1 + 2 x2 60
2 x 1 + 4 x2 48
Mengubah fungsi tujuan dan fungsi kendala ke bentuk standar
Bentuk Standar Simpleks:
Z - 8x1 - 6x2 = 0
4 x1 + 2 x2 + x3 = 60
2x1 + 4x 2 + x4 = 48
Dengan x3 dan x4 adalah variabel s
.
Membuat tabel simpleks awal

Menentukan Kolom Kunci dan Baris Kunci sebagai dasar iterasi.Kolom kunci ditentu
kan oleh nilai Z yang paling kecil (Negatif)
Baris Kunci ditentukan berdasarkan nilai indeks terkecil.
Cara menentukan indeks = (Nilai kanan (NK))/(Kolom kunci (KK))
Menentukan nilai elemen cell yaitu nilai perpotongan antara kolom kunci denga
n baris dan kunci.
Langkah-langkah di atas disajikan pada tabel simpleks berikut ini

Melakukan Itera
si
Dengan menentu
kan baris kunci baru dan baris- baris lainnya termasuk Z.
Membuat baris kunci baris
baris kunci baru= (baris kunci lama)/(elemen cell)
baris kunci baru
(x1 )= [4 2 1 0 60] / 4
= [1 0 15]
Membuat baris Z baru
barisbaris Z baru=baris Z lama-(nilai kolom kunci baris
yang sesuai*baris kunci baru)
Baris Z baru = [-8 -6 0 0 0] (-8)[1 0 15]
=[0 -2 2 0 120]
Membuat baris variabel baru
Baris X4 Baru = Baris X4 Lama (Nilai Kolom Kunci Baris
yang Sesuain* Baris Kunci Baru)
Baris X4 Baru =[2 4 0 1 48] 2[1 0 15]
= [0

-1/2

18]

Baris kunci baru (X1 ), baris Z baru, baris X4 baru, nilai-nilainua sidajikan
pada tabel simpleks berikut. Tabel simpleks ini adalah tabel simpleks hasil iterasi
pertama.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Pemrograman linear (linear programming) merupakan suatu teknik pengambilan
keputusan untuk memecahkan masalah mengalokasikan berbagai sumber daya
yang terbatas diantara berbagai kepentingan seoptimal mungkin.
Linier

Programming

adalah

suatu

cara

untuk

menyelesaikan

persoalan

pengalokasian sumber-sumber tang terbatas diantara beberapa aktivitas yang


bersaing, dengan cara yang terbaik yang mungkin dilakukan
Program software Linear programming (LP-ILP) merupakan suatu metode yang
digunakan untuk menghitung laba menggunakan komputer.
B. Saran
Mohon laporan ini dikoreksi dengan baik agar saya bisa memperbaiki laporan
ini menjadi lebih baik lagi dan sesuai dengan yang diharapkan.

DAFTAR PUSTAKA

Tampubolon, M. P. 2004. Manajemen Operasional. Jakarta: Ghalia


Indonesia
Herjanto, E. 2009. Sains Manajemen. Jakarta: Grasindo.
Nachrowi, D dan Usman H.2005. Teknik Pengambilan Keputusan. Jakarta: Grasindo.
Kasmir, Jakfar. 2003. Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta:Prenada Media.
http://arpuz.blogspot.co.id/2013/02/bab-1_3987.html