Anda di halaman 1dari 4

mata kuliah pemilihan bahan dan proses with H. Ahsan ST,.

MT
Fakultas Teknik Universitas Islam 45 Bekasi
Teknologi extrusi adalah suatu proses manufaktur kontinu yang
mengkombinasikan beberapa proses pengolahan meliputi pencampuran,
pemanasan, dan pencetakan dalam satu rangkain proses. Teknologi extrusi
diaplikasikan dalam bidang pengolahan thermoplastic yaitu pada pembuatan
pipa PVC (Polyvinyl Chloride)
PVC berasal dari kata Polyvinil Clorida yaitu salah satu polymer yang banyak di
gunakan saat ini di seluruh dunia, masyarakat umum biasa menyebutnya
dengan paralon.
Flow Proses sederhana Extrusi pada Pipa PVC
1. Pemilihan bahan
2. Proses pencampuran bahan (mixing process
3. Proses extrusi pada pipa
1. Vacum dan Cooling
2. Pengaturan ukuran diameter pipa
3. Identifikasi pipa (pemberian label )
4. Pemotongan pipa( cutting process)
5. Inspeksi produk
A. Proses Mixing
Pipa PVC yang ada selama ini merupakan hasil perpaduan dari berbagai macam
bahan kimia yang berfungsi sebagai penyusun, mengokohkan bentuk pipa dan
memberi kekuatan ataupun elastisitas pada pipa jenis tetentu. Berikut adalah
komposisi dasar pembentukan pipa yaitu
1. Resin
Adalah unsur utama dalam membuat pipa PVC (Polyvinly Chloride ). Resin
memiliki kelenturan serat sifat plastik yang tidak terdapat pada benda lain.
Sehingga pipa memiliki daya tahan impact dan kekuatan yang baik namun
ringan
2. CaCo3 (kapur)
Adalah zat yang mempengaruhi kegetasan pipa sesuai dengan jumlah
konsentrasi yag dicampurkan. Campuran dengan kadar resin dan kapur tertentu
sangat mempengaruhi tingkat harga pipa serta kegunaannya dari segi beban
kerja. Seperti pipa golongan ringan dan murah untuk pelindung kabel diluar
tembok. Pipa jenis ini digunakan pada lingkungan yang tidak terlalu ekstrim dari
segi tekanan dan beban kerjanya.
3. Stabilizer
Merupakan gabungan dari 3 bahan lainnya, digunakan dengan perbandingan 1
Kg untuk setiap 100 Kg resin.

Pipe Complex jenisnya yaitu:

Normal lead stearid

Dibasic lead stearid

Tribasic lead stearid

Steraic acid

Lubricant untuk melicinkan pipa jenisnya yaitu

Paraffin

G 20

G 60

PEW

Pigmen jenisnya yaitu

Black carbon

Titanium

Yellow

B orange

Marine blue

Dari ketiga jenis zat tersebut, tidak semuanya dipakai. Tergantung pipa yang
akan dibuat. Jadi sebelumnya beberapa jenis dari zat tersebut akan ditakar
dengan perbandingan tertentu untuk pipa jenis tertentu. Setelah bahan-bahan
tersebut ditakar . barulah disatukan dengan resin dan CaCO3 ditempat
pencampuran yaitu mixer. Proses mixing berjalan dengan cara pengadukan
secara cepat sampai bahan-bahan tercampur rata dan menjadi compound.
Kemudian compound tersebut didinginkan dengan perantara air. Selanjutnya
compond ditiup keluar oleh tenaga angin menuju karung yang akan
membawanya menuju proses berikutnya.
Semua pipa dibuat tergantung permintaan pelanggan, sehingga pembuatannya
juga mempunyai komposisi yang berbeda-beda. Ada juga jenis pipa tertentu
yang tidak membutuhkan resin sebagai bahan utamanya misalnya pipa indosat.
Bahan yang dipakai hanya high density polyetine dan pigmen sebagai
pewarnanya. Hasilnya menjadi pipa selentur pipa air, digunakan untuk
melindungi serat optic sebagai perangkat komunikasi.
B. Ekstrusion
Ekstrusion adalah suatu proses pembuatan plastik (termoplastik) yang berbentuk
profil atau bentukan yang sama dengan ukuran panjangnya yang cukup besar.
Proses ini digunakan untuk membuat pipa, selang, sedotan, dsb. Teknik ini
merupakan metode tertua dalam pencetakan plastik, dan saat ini masih
digunakan untuk mencetak plastik termoset.

Compond selanjutnya mengalami proses pengelolahan. Bubuk compond


dimasukkan ke sebuah hopper yang berhubungan langsung dengan mesin
extruder. Dalam mesin itu terdapat screw panjang yang berputar, mengaduk
compond memampatkannya menjadi sebuah bentuk awal silinder badan pipa.
Proses ini berlangsung dengan temperature antara 140 derajat celcius sampai
200 derajat celcius, biasanya dimulai pada suhu 150 derajat cecius. Dengan
pemanasan yang tinggi maka compond menjadi lunak dan mudah dicetak oleh
dyes dengan diameter tertentu yang berada di ujung mesin.
Prinsip kerja mesin Ekstrusi
1)

Thermoplastik baik berupa tepung atau granula dilelehkan pada ekstruder.

2)

Kemudian diinjeksikan melalui cetakan

3)
Setelah keluar dari cetakan yang sesuai dengan profil yang diinginkan
dimasukkan dalam alat kalibrasi.
4)
5)

Keluar dari alat kalibrasi masuk ke tangki air untuk didinginkan.


Setelah dingin dimasukkan ke ban penarik

6)
Kemudian dipotong-potong sesuai dengan ukuran yang diminta pada alat
potong dan kemudian disusun pada alat penyusun
C. Vacuum dan cooling
Hasil yang keluar dari dyes didinginkan dalam ruang vacuum untuk menjaga
keutuhan bentuk pipa. Lalu spray mendinginkan pipa dengan air dingin. Proses
mendinginkan dapat berlangsung selama 2 kali yaitu pertama dilakukan untuk
mengeraskan pipa dan menurunkan suhu permukaan pipa. Namun karna proses
yang pertama belum menjamin pipa sudah dingin, maka dilakukanlah proses
pendinginan yang kedua, sama saja dengan proses pertama hanya saja ruangan
tidak perlu di vacuum. Proses ini berlangsung sampai dihasilkan pipa yang
panjang.
D. Haull off dan cutting
Untuk memudahkan mesin extruder pada saat mendorong material pvc,
dipakailah haul off yang menggunakan tenaga angin untuk menarik pipa menuju
proses pemotongan (cutting). Pemotongannya diatur dengan sensor yang ada
pada haull off. Selanjutnya pipa melewati alat printing untuk mencetak merek
atau kode pada permukaan pipa.
E. Inspection
Untuk permintaan pelanggan, diameter ujung pipa dapat diperbesar untuk
sambungan (socket). Pada proses ini mesin yang digunakan adalah mesin
belling, dengan cara ujung pipa yang ingin diperbesar diameternya dipanaskan
kembali. Dengan proses pemanasan, pipa kembali menjadi lunak sehingga dapat
dibentuk sesuai diameter yang diinginkan. Langkah selanjutnya yaitu
pendinginan untuk pengeraskan pipa kembali.
Sebelum dipasarkan ke konsumen produk-produk yang dihasilkan akan melewati
tahap pengujian kualitas. Pengujian kualitas tersebut berdasarkan standard ISO

9001 tentang kualitas produk jadi. Adapun jenis-jenis pengujian yang dilakukan
sebagai berikut
1. Pengujian Ovalitas
Pengujian yang dilakukan cukup dengan pengukuran jangka sorong yaitu dengan
cara mengukur selisih antara diameter luar maksimum dengan diameter luar
maksimum.
2. Pengujian Eksentrisitas
Mengukur ketebalan maksimum pipa dikurangi ketebalan minimum.
3.Pengujian Flattening
Pada proses ini, silinder pipa ditekan sampai pipih. Dilakukan untuk semua jenis
pipa kecuali pipa jenis PE (polyetilene). Standar penekanannya adalah untuk pipa
PVC 50% dari diameter luar dan untuk pipa Telkom 40% dari diameter luar.
4. Pengujian terhadap tekanan udara
Pengujian dilakukan dengan tekanan udara selama 50 menit sebesar 10 bar.
Setelah pengujian, pipa tidak boleh bocor ataupun pecah bila ingin lolos
spesifikasi.
5. Pengujian terhadap perubahan arah panjang
Dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh penambahan panjang pipa setelah
pemuaian.